Jungkat

Daripada Beli Rumah Baru Mending Renov Rumah Lama! Inspirahoms: Livingwithnas (YouTube Video)

  • 06/06/2025

Hari ini kita mau main ke rumah yang dibangunnya itu udah dari tahun 90-an kemudian direnovasi jadi cantik dan pastinya nyaman. Kita ketemu aja sama ownernya Mbak Denis. Halo, aku Denis seorang ibu rumah tangga. Selamat datang di Living Witness. [Musik] Nah, ini kita sekarang sudah ketemu sama Mbak Deni Oh, ya. Kita maju dikit, maju dikit kita, Mbak. Ternyata ketutupan ya kalau udah dari dalam situ ya. Oke, Mbak. Aku mau tanya-tanya dulu tentang rumahnya sebelum kita bahas desain dan lain-lain. Boleh tahu dulu luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa, Mbak? Untuk luas tanahnya ini 90, luas bangunannya ini sekitar 60-an. Oke. Dan ini ceritanya direnovasi ya, Mbak ya, rumahnya ya. Gimana tuh, Mbak? Boleh kita kulik dikit latar belakang rumahnya nih, Mbak? Bangunannya ini ee aku beli second tahun 2023. Lalu aku renove untuk bagian dapur ee ruang cuci dan gudang di belakang rumah. ee di renovnya itu cuma sekitar jangka waktu 3 sampai 4 bulanan. Oh, 3 sampai 4 bulanan ya, Mbak ya? Iya. Oke. Dan kita kalau lihat dari yang bagian depan ini ee banyak yang diubahkah, Mbak? Enggak ada. Ee yang diubah ini cuma ini pagar. Pagar sama pagar yang di atas itu aja tuh. Iya, betul. Cuma itu aja yang diubah sama ini lantai bagian carport sama taman aja itu yang aku ubah. Oke. Iya, karena tadinya kan cuma semenan aja. Terus supaya lebih ini ya enggak gampang lelumutan, aku pilih andesit. Tapi andesitynya ini aku ee ini bedain ukurannya. Iya, betul. Untuk membedagian cardboard ini aku pilih yang ukuran 60 * 30 dan untuk bagian tamannya ini yang 10 * 10 gitu. Oke. Dan kalau dari bentuk fasadnya sepertinya aku lihat tidak ada yang diubah ya, Mbak ya. Enggak ada. Enggak ada yang diubah. Kalau bentuk ini masih sama semua dari awal sejak awal masih seperti ini. Cuma bagian pintu aja itu yang aku ubah. Oke. Bagian pintunya itu tadinya itu di bagian samping agak nyerong terus aku ubah ke tengah gitu. Oke. Oke. Terus yang diubah kayaknya nih catnya ya, Mbak ya? Iya. Catnya ini aku pilih warna putih supaya terang aja sih sebenarnya. Dan kalau aku bandingin sama tetangga-tetangga emang punya Mbak jadi paling cerah sendiri nih kayaknya pakai putih. Iya, betul. Karena di sini jarang ya rumah warna putih pasatnya putih itu jarang ya. Mungkin karena takut kotor katanya. Tapi pas aku lihat langsung kesannya lebih fresh gitu Mbak. Walaupun ini kan basicnya rumah tahun '90-an ya. Iya. Heeh. Tapi ketika dibikin gini udah jadi lebih modern sih menurutku sih ya dengan padu padanya sama ini batu andesitnya. I ini buat dibikin andesit sedikit ada dekingan jadi kelihatan lebih beda. Oh iya ini ada dekingnya sini ya Mbak ya? Nah, ini de King pasti buat nongkrong dong ini, Mbak. Tiap pagi atas buat nyantai-nyantai di sini sambil nemenin anak main di depan rumah kita bisa duduk-duduk di sini. Ini pakai apa nih, Mbak? Kalau ini pakai conewood terus dicat warna coklat dibikin leveling sama bawahnya. Oke. Terus ada tanaman-tanamannya juga ya. Ini corwood juga kah Mbak yang di bagian ininya? Ini GRC. Iya, betul. Terus dikasih ini bajar ringan ini. Oh, ininya bajar ringan. Iya, bajar jaringan dicat. Menarik menarik menarik. Dan ini juga kalau k lihat bagian kanopi juga pakai bajar ringan untuk kerangkanya ya Mbak ya. Iya. Ini apakah di termasuk yang baru direnovasi atau udah lama nih Mbak? Waktu itu masangnya pas renovasi juga ini. Oke. Dan ini k lihat di sini ada pojok bermainnya anaknya Mbak Denis nih. Iya ada Vespa Mini ya di sini buat tempat naruh kendaraan anak-anak. Oke. Tempat naruh kendaraan. Terus ada tempat untuk storage yang emang buat Iya. Di luar gitu ya. Ditaruhnya di luar ya, Mbak ya. Oke, ada yang menarik ternyata ini ternyata bukan pintu kayu ya, Mbak ya. Bukan, pintu baja. Ada mereknya, Teman-teman. Fortress. Tapi dia udah menyerupai kayu ya, Mbak ya? Iya. Iya. Kalau pintu baja itu kan ini ya banyak motifnya ya. Kalau daripada pintu aluminium. Terus ini udah dicat khusus air apa sih? Anti air juga sih. Tahan cuaca juga. Oke. Dan ini diganti ketika renovasi itu juga ya, Mbak ya. Kenapa memilih pintu budget tuh, Mbak, daripada pintu kayu? Sesuai budget kita waktu itu. Terus suka motifnya sih. Oke, menarik, menarik. Dan teman-teman, karena tadi sudah disinggung juga soal budget, aku jadi pengin tahu nih Mbak, ini kan rumah lama. Kenapa sih Mbak lebih memilih beli rumah lama daripada rumah baru terus kemudian direnovasi gitu? Waktu itu kita perbandingan itu karena luas tanah. Jadi, kita pilih luas tanah yang agak lebih besar tapi masih sesuai dengan budget kita. wajet kami dan suami. Ee dan waktu itu pas ini di pas kami cek ke sini juga pondasinya ini masih oke, masih terbilang oke. Ee dan cuma untuk menambahkan dapur belakang aja sih. Oke. Dan itu pun setelah renovasinya yang nanti kita akan sebut budget renovasinya di akhir video itu tetap lebih terjangkau ya, Mbak ya, daripada rumah baru ya. Iya, betul. Waktu itu ada dua perbandingan ee waktu kami ee survei itu ada dua perbandingan antara rumah second yang ini sekarang eh yang ini atau rumah baru di harga yang sama itu kira-kira lebih minim rumah second karena luas tanahnya lebih besar yang baru tuh tanah lebih kecil gitu ya Mb ya. Iya betul tuh teman-teman terbatas ada inspirasi jadi mungkin bisa jadi inspirasi juga ke teman-teman Mbak beli rumah tuh enggak harus baru direnovasi aja renovasi juga 4 bulan aja ya Mbak ya. Iya betul sudah jadi rumah yang nyaman. Yuk, sekarang kita masuk. Oke, sekarang kita bahas dalam rumahnya nih, Mbak Denis. Nah, untuk di dalamnya ini aku notisnya nih warnanya semuanya serba putih ya. Iya. Tadinya warna apa, Mbak? Tadinya itu catnya ee warna krem kalau enggak salah ya. Krem atau kuningan gituah. Tapi kenapa mutusin buat kayaknya tema rumahnya juga serba putih gitu? Supaya terkesan luas siang ini kan ee semua satu lantai terbatas. Jadi kita pilih warna putih itu supaya kelihatan agak lebih luas, terang, terus lebih clean lah. Ada ya? Setuju sih. Setuju. Setuju. Pasti tadinya tuh kesannya rumahnya kayak agak gelap gitu ya. Iya. Karena warnanya warnanya awalnya itu kan agak kem itu akhirnya aku pilih warna putih supaya kelihatan lebih terang. Lookuk ya. Oke. Berarti kalau misalnya untuk layout-nya ini yang bagian sini enggak ada yang diubah ya, Mbak Denis ya? Iya, betul. Ini masih living room. Dari awalnya emang masih seperti ini. Luasnya juga enggak ada yang kita rubah. Masih sama. Oke. Tapi dalam mendesain rumahnya memilih furniturnya tuh seperti apa, Mbak Denis dan suami? Nah, aku tuh untuk furniture itu kita sih dominannya warna coklat sama warna-warna ini ya. Kaki agak ee kaki ya ini warnanya warna kaki gitu. Terus ada ada unsur-unsur kayu, motif-motif kayunya sedikit gitu. ada lebih karena ini kan putih semua ya. Jadi tuh ini tuh ee kita ibaratkan kanvasnya nih. Nah, ini kasih warna-warna gitu masuk-masukin warna yang lain biar enggak monoton gitu ya. Dan akan lebih mudah ya karena semua serba putih jadi warna apapun sebenarnya bisa masuk. Iya. Apa aja kita bisa masuk nih warna. Oke. Nah, sebenarnya ini juga cukup mencuri perhatianku. Pasti buat sendiri nih. Betul. Open order enggak, Kak? Boleh, boleh. Gimana nih ini ceritanya kayak gimana nih, Mbak Denis? Ini jadi itu aku e punya vitrase enggak kepakai terus ee sayang untuk dibuang. Akhirnya aku ide untuk bikin ini lukisan aja deh gitu. Lukisan 3D gitu ya. Ini dari kain gitu ya, dari fitras. Wah, kreatif banget sih. Ini bikinnya pas COVID bukan? Enggak sih. Oh, enggak. Soalnya biasanya rata-rata orang pas COVID jadi kreatif gitu ya. Nah, berarti kalau yang ini ruangan ini aja ingat enggak, Mbak ukurannya berapa untuk ini? 3 * 3. 3 * 3. Iya. Nah, tapi ini tuh ada yang menariknya ini di plafonnya ini. Jadi plafon lamanya itu tadinya aku mau minta ke tukangnya itu tuh maunya tingginya 3 m gitu. Terus ternyata pas sampai sini itu enggak bisa dinaikin temboknya. Maksudnya udah udah pas sama tembok pondasinya. Iya. Ya, akhirnya aku, wah, tapi kalau misalkan kurang dari e kurang dari itu tuh kayaknya agak pendek, sumpek ya. Terus akhirnya aku ini aku bikin ini ya, apa nih namanya? Upselling ya. Iya, aku bikin upselling kayak gini. Jadi supaya tengahnya itu terkesan tinggi padahal sebenarnya aslinya tuh segini doang nih, Mbak gitu. Jadi ini aku bikin offselling aja deh biar ada kesan agak tingginya nih gitu. Iya. Jadi enggak kelihatan sumpek lah gitu. Betul. Oke. Nah, berarti di sini untuk living room-nya ya untuk nonton TV, bersantai dan di sini TV-nya ya udah simpel aja ya, Mbak ya. Ditaruh TV, terus mejanya putih juga nih, serasi sama semuanya. Berarti kalau untuk lantainya ini juga diganti ya, Mbak? Iya, lantainya ini kita ganti untuk ee yang sebelumnya ini lantai lama yang warna putih itu akhirnya aku pilih warna abu-abu untuk lantai utamanya abu-abu semua gitu dari belakang. Udah langsung jadi beda gitu ya dengan diganti. Nah, ini tuh layoutnya sebenarnya berarti sama seperti ini enggak ada yang diubah ya. Ini kamar tidur berarti iya kamar juga dari awal dua di sini terus di sini ada kamar mandi juga masih sama penempatannya di sini coba kita ubah ke area belakangnya aja itunya. Tapi kita sebelum ke sana kita lihat kamarnya dulu boleh. Oke. Siap. Kamar tidurnya berarti bawaan aslinya. Iya. Ini tidak seperti ini pastinya ya. Udah diubah juga ya. Ini play room anak sih. Ini kamar anak, cuma karena anak masih tidur bareng orang tua ya, jadi kita ya bikin aja deh playroom-nya dulu biar bisa mainnya di sini aja gitu. Ini ukurannya berapa, Mbak? Ini ukurannya 2,8 * 2,4. 2,4. H. Wah, ini jadi karena belum pakai tidur jadi ruangan buat bermain. Jadi lebih multifungsi ya buat belajar bermain di sini semuanya. Dan pas waktu masuk kamar udah beda lagi lantainya. Nah, iya. Di kamar ini kita ee pakai granit. Granitnya motif kayu ya. Kalau pakai SPC atau vinil gitu. Kemarin ee harganya waktu itu pas aku bandingin sama ini agak lumayan beda. Jadi akhirnya aku pakai yang tapi ini lebih tahan banting loh Mbak ini. Iya betul betul. Lumayan banget ini. Ini cuma di vel sapu aja udah deh. Jangka panjangnya juga lebih aman lah ini. Betul. punya anak ya suka iseng gituantai. Nah, ini tuh aman banget sih dipasangnya motif bone kayak gini ya. Iya, betul. Dan warnanya juga itu mirip-miriplah sama ton warna yang tadi di depan kita lihat. Iya. Untuk motif-motif kayunya masih sama semuaah. Mirip-mirip semua. Dan di sini itu dapat jendela ini ya dari depan emang ya maksudnya kedapatan cahaya lah. Jadi enggak gelap ya, Mbak ya. Iya. Iya, betul. Ini jendela juga enggak masih enggak aku ubah. Jendela yang di sebelah sini masih sama, cuma aku rapihin aja lah ininya. Oke, boleh lanjut ke sebelah. Boleh. Kalau di sebelah ini berarti kamar tidur utamanya. Iya, kamar utamanya di sebelah sini. Wah, sama ya ton warnanya. Cuman ini lebih luas ya, Mbak di Indonesia. Ini ukurannya berapa, Mbak? Lebih luas. Yang ini ukurannya lebarnya 2,8. Panjangnya ke sini hampir empat. Oh, dan aku suka sih jadi kamarnya itu kan simpel aja sebenarnya ya, Mbak. Ditaruh kasurnya di bawah cuman enggak tahu kelihatan homie aja kalau masuk kamar ini kayaknya langsung pengen tidur gitu. Gimana, Mbak ceritanya? Enggak pakai dipan pasti karena ada anak-anak juga ya. Iya. Supaya lebih aman. Ee karena anak masih suka main-main main-main di kasur ya. Jadi supaya takut supaya kita enggak takut jatuh atau apa, ya udah kita pakai kasurnya masih di lantai aja. Terus ini aku tambahin ini sih pakai apa nih? Hmm ya. Pakai HMR board ya. Iya supaya buat pembeda aja l dinding lainnya gitu. Ini warnanya apa sih Mbak? Abuabu apa ya ini? Ghost gray e abu-abu muda. Abu-abu muda banget gitu ya. Soft banget ya. Cuman kayaknya emang Mbak Denis nih ton warna di rumahnya emang seperti ini ya. Jadi enggak ada tiba-tiba warna yang agak mencolok gitu kayak warnanya soft semua. putih kayaknya warna favorit juga ya, Mbak? Iya. Tapi aman. Terus di sini tuh kan masih luas banget ya areanya. Nah, udah apa ee lemarinya ditaruh di sini ya, Mbak? Iya, masih ada lemari masih bisa buat salat di sebelah sininya. He. Terus itu jendela baru berarti ya? Iya, jendelanya ini baru dibuat pas renov ee kita supaya ada sirkulasi ya di kamar ya. Karena kan kamar ini kan diapit. Jadi kita pakaiin aja deh jendela kecil di sini untuk sirkulasi keluar. Benar. Jadi terang juga ya? Iya. Betul. Oke, kita lanjut lagi ke ruangan selanjutnya, Mbak. Oke. Untuk pintunya ini berarti sama ya? Sama kayak di luar tadi? Ee beda. Kalau ini bahannya apa ya waktu itu ya? Aku lupa sih. Ini aku bahannya itu kalau di dalamnya itu ada honeyom-nya. Heeh. Kayu sih ya. Ada lapisan kayunya gitu. Terus tengahnya itu ada honeyom-nya untuk peredam suaranya gitu sih. Tapi bawaan asli enggak enggak diganti. Iya pintunya diganti karena waktu itu memang pintunya itu di sini tuh kayu semua dan udah agak-agak gitu. Iya jadi takut rayap. Ya udah deh kita ganti semua aja. Ganti semuanya dan warnanya juga putih. Nah di sini kamar mandinya nih. Nah di sini kamar mandinya. Kalau cerita kamar mandinya. Wah cerita kamar mandinya seperti apa nih Mbak? Boleh sambil masuk enggak? Boleh, boleh. Oke. Cerita kamar mandinya kayak gimana nih, B? Ini kamar mandinya sih ukurannya itu kalau enggak salah ya 1,5 panjang itu 1,8. Tadinya itu cuma sampai batas sini aja. Terus aku panjang aku tambahin sedikit aku tambahin semeter lagi ke belakang supaya ada space antara ke yang area kering sama area basah. Terus tadinya itu awalnya itu cuma sampai sini. Oh, mentok sampai sini aja. Iya. Terus akhirnya aku tambahin aja semeter hampir semeter lah ke ini untuk area shower ini supaya ada area kering sama area basah terpisah ya. Tapi sebenarnya yang bikin menarik juga tiba-tiba itu nutnya dikasih warna apa nih mbak? Bata atau merah ya? Merah tiba-tiba yang di luar udah putih terus di sini tiba-tiba agak aku agak enggak aku agak enggak expect gitu kan soalnya dari tadi kanya warnanya soft sos terata ada juga orang kayak gini merah untuk di area showernya ya Mbak ya dan ini diturunin sedikit ya lantainya turun iya dan masih ada bukaannya juga di situ. Iya. Ini ee bukaan untuk sirkulasi antara ruang cuci sama kamar mandi sih. Berarti ini kan dinding bawaannya ya, enggak di sini bawaannya. Terus aku minta pakai kacanya setengah aja supaya lebih gampang perawatannya sih. Benar. Karena kalau full kaca lumayan bersihinnya gitu selalu jujur ya. Iya. Jadi gitu. Tapi kebayang sih kalau misalnya untuk membatas emang pakai kaca kan harus rajin dibersihin ya soalnya kena air ya. Iya. Kalau setiap hari kena air ya kan. Oke, kita lanjut lagi ke area belakang ini yang menarik nih ceritanya juga. Jadi tadinya itu sampai mana, Mbak? Ini bangunan ini awalnya ini sampai sini aja nih sebatas dinding ini aja ya? Iya. Tadinya ada pintu di sini terus kita jebol, kita buat dapur, e servis area, gudang, sama taman kecil. Wah, nih. Ini dia berarti ini area yang total direnovasi ya di bagian belakang ini ya. Dan ini merenovasinya sendiri kahesainnya atau iya sendiri semua cari bahan juga sendiri tukaran ide lah sama tukangnya karena menyesuaikan budget sih ya sebenarnya k kita nyari sendiri kan kita kan bisa ini nyari-nyari harga yang lebih bisa ngolong sendiri ya bisa banding-bandingin lah cuman emang lebih repot ya itu emang resikonya plus minusnya lebih capek sih memang cuman pasti dapat banyak pelajaran juga ya mbak iya iya iya betul betul kita jadi kita jadi tahu sih ini kok perbedaan ini dan ini nih kayak gini gitu karena kita benar-benar survei sendiri, nyari sendiri semuanya. Wah, keren. Jadi kayak gini. Tapi kalau kebutuhan utamanya berarti untuk dapur ini ya? Heeh. Iya, untuk dapur ini. Oke. Nah, cerita dapurnya kayak gimana nih, Mbak? Soalnya ini dapurnya sebenarnya kelihatan juga kalau kita tadi dari sana agak ngintip-ngintip dikit gitu. Iya. Iya. Langsung kelihatannya langsung kelihatan dapurnya kayak gitu. Kalau dalam mendesain dapurnya nih seperti apa, Mbak? Untuk dapurnya aku waktu itu penginnya ya simpel aja sih. Dapur segaris, terus untuk kulkas dispenser di sini, terus di situ ada ambalan terbuka ya untuk nyimpan-nyimpan barang lainnya. Ini menarik loh karena kalau dari sisi sana kita enggak bisa ngelihat bagian ini walaupun ini kan terbuka ya sebenarnya. Iya betul kita umpetin di baliknya. Iya pas di sini baru kelihatan. Jadi kelihatannya kalau dari sini dari depan itu tuh cuma bagian dapur segarisnya aja. Dapur segaris yang serba putih juga ya. Baliknya baru ada ambalannya terbuka. Ini aku cukup suka juga sih yang dapur-dapurnya simpel. Yang sininya full storage ya, Mbak ya. Cuma yang atasnya ini dibuat emang terbuka aja. Iya sebagian. Karena kita menyesuaikan ya sama kebutuhan kita. Kayaknya barangnya memang cuma segini aja. Kalau dibikin storage kebanyakan juga kayaknya mubazir ya. Engak barangnya lagi enggak sebanyak itu. Jadi ya udah deh kita buat ini dulu aja yang kita emang butuhin. Iya sesuai kecukupan kita. Benar. Terus kulkasnya ngumpet di situ, dispensernya di situ. Iya. Wah, ini nih yang salah satu yang inspiratif juga menurutku ya. Ternyata masih nyisain juga terbuka area terbukanya ya, Mak ya. Iya. Kita nyisain area terbuka ini ukurannya ini sekitar 1,5 panjangnya kurang lebih du 2an lebih dikitlah. Berarti emang ini pemanfaatnya ya buat sirkulasi udara juga sekaligus buat tempat duduk-duduk juga ya. Iya. Untuk tempat nyantai-nyantai bisa sirkulasi dari kamar, sirkulasi dari ruangan ini. Karena kan aku enggak pakai cooker hood ya kebetulan. Jadi kalau masak langsung terbuka sini. Jadi enggak inilah enggak ngumpul di dalam. Jadi kalau misalnya hujan ya udah airnya ya emang masuk ke sini ya karena ini area terbuka juga ya. Dan ini bawahnya juga cukup simpel yang pakai batu-batu aja. Iya pakai batu sama dekingan bahan apa ya plastik daur ulang ini ya. Heeh. Heeh. Dan tentunya ada flordennya juga ya di kul supaya air hujan langsung masuk ke flor. Iya. Soalnya kalau enggak ada entar banjir ke dalam rumah ya. Iya. Nah tapi ini walaupun enggak ada pintunya ternyata dikasih roller blind. Iya. Kita boleh kita iniin ya, Mbak? Turunin. Boleh. Boleh. Boleh. Oh, jadi dia bisa menutupi sampai bawah kah, Mbak? Iya, sampai bawah. Sampai mentok bawah. Oh, iya aman jadinya. Oke. Sama kalau lagi panas banget sih ini bisa sebagai ini juga ya supaya teduh kan. Tapi kan ini pertanyaanku ini full terbuka ya berarti Mbak ya. Tapi kalau untuk kayak nyamuk atau apa gitu aman ya? Nyamuk ee enggak ada kayaknya mikir soalnya. Ada. Ada tapi jarang banget juga sih, Mbak di sini. Oke, jadi so far amanlah ya. Aman aman. Aman banget. Nah, terus di sini masih ada satu ruangan lagi. Nah, di sini itu gudang. Tapi gudangnya kata Mbak Denis jangan dibuka ya, Guys. Soalnya ya udah gudanglah gudang gitu. Cuman emang rumah itu emang penting banget ya punya gudang wajib. Karena di rumah aku kan sebelumnya itu kan ngontrak eh. Nah, terus waktu dikontrakan itu tuh naruh barang itu tuh bingung di mana karena kan di sana kan memang enggak ada gudang ya. Akhirnya pas renove rumah ini tuh aku kayak, "Ah, Pak Wajib pokoknya nanti harus ada gudang nih." Karena bingung enggak nyimpannya di ruang mana kalau enggak ada gudang gitu. Akhirnya ya udah nyisahin ruangan ini nih 1 kali 1 seteng lah. Terus buat gudang akhirnya akhirnya ditaruh di sini gudangnya buat penyimpanan. Oke. Terus ada cerita apa lagi nih? Nah, kita belum ke ini nih belum ke sini ternyata. Eh, ternyata di sini tadi pas kita lewat lorongnya untuk meja kerja juga ya, Mbak? Iya, karena suami WFH ya, jadi kita kasih space untuk ininya deh, bentuk kerjanya di sini gitu. Dan ini tuh bisa ngepas banget loh ukuran mejanya. Cya selisih berapa mili doang gitu. Betul. Ukurannya pas banget waktu itu pas banget. Kebetulan pas aku lagi nyari meja, pas banget ini pas aku ukur, wah pas banget nih. Iya. Jadi kayak udah deh pas banget nih semuanya gitu. Cuman emang kalau pas lagi suami lagi bekerja sini berarti kan ini kursnya ditarik agak space-nya enggak berkurang ya. Cuman masih bisa lewat ya. Masih masih paling permisi dikit gitu ya. Agak suruh maju dikit. Iya iya iya. Oke. Nah kalau ini apa nih? Ternyata ada ruangan lagi. Ini ada Oh laundry area. Iya untuk tempat taruh alat bersih-bersih jemur cuci di sini semua. Wah keren sih Mbak. Walaupun ini aku benar-benar apa inspiratif ya menurutku. kan rumah lama ya, Mas bangunan tahun 0-an. Terus direnovasi ternyata di dalamnya tuh masih ada taman taman terbuka lah area terbuka ada gudang terus la areanya tuh di sini enggak yang jemur di depan gitu loh. Betul betul. Jadi masih ada di sini space-nya ya buat diir juga. Dan ini dikasih atap yang transparan ya, Mbak ya. Iya. Iya. Supaya panas tetap masuk. Jadi amanlah kalau jemur cepat kering semuanya. kayaknya ngelihat emang serba putih ya sampai putih ini putih semuanya putih-putih mesin cuci mah gampang ya putih banyak ya cucinya ngumpet di sini guys iya cucinya di belakang supaya ini tuh pintunya itu pas dibuka kalau misalkan aku k dibuka gitu tuh enggak terlalu kelihatan dari luar iya benar benar benar oke habis ini kita bahas budgetnya berapa sih buat renovasi rumah ini yuk oke tadi kita udah cerita keliling rumahnya Mbak Denis ya. Nah, nih biasanya teman-teman pengin tahu budgetnya nih, Mbak untuk renovasi rumah ini berapa sih? Untuk budgetnya itu seingat aku itu sekitar 150-an. 150 itu yang untuk semuanya ya berarti total. Iya untuk ganti cat terus sampai renovasi tadi belakang area dapur. Iya 150-an. Tapi untuk bahan-bahan e bahan-bahan beberapa bahan-bahan kayak keramik, kuah shffel gitu-gitu itu aku cari sendiri semuanya menyesuaikan budget. Oh, kayak yang tadi Mbak Den sudah cerita juga ya. Dan itu dalam waktu 3 bulan ya tadi? Iya, sekitar 3 sampai 4 bulanan ya. Wah, kita udah lebih cepat lebih murah pula ya sebenarnya. Wah, ini apa namanya ya? Emang udah jodohnya juga ya, Mbak sama rumah. Iya. Iya. Ny di rumah itu kan kayak jodoh-jodohan memang ya. Nah, mungkin boleh kasih tips and triknya buat teman-teman nih. Mungkin ada yang lagi nyari rumah kan lagi bingung nih biasanya mau beli rumah baru indennya lama tapi butuhnya cepat. ini seperti apa nih, Mbak Denis? Yang sudah berpengalaman mungkin nih. Iya, hukumannya rumah itu sebenarnya disesuaikan sama kebutuhan. Nah, kalau misalkan rumah baru itu kan biasanya itu kan kalau untuk zaman sekarang ya luas tanahnya itu kan terbatas. Nah, sedang ee ada pilihan opsi yang kedua ini luas tanahnya agak lebih besar tapi second. Heeh. Nah, sebenarnya milih rumah second pun itu menurut aku sih gak apa-apa banget karena kan masih bisa kita otak-atik lagi nih layoutnya laha sisa lahan yang ada itu masih bisa kita ubah-ubah sedikit gitu terus kita sesuaikan dengan budget kita. Kalau misalkan budgetnya ada lebih e lebih bagus lagi sih bisa pakai arsitek atau kontraktor kan. Benar, benar, benar. Jadi balik lagi ya nyesuaiin ya. Jadi enggak harus rumah baru gitu di situ poinnya. Cuman kalau kalian mau ya gak apa-apa. Ini lagi ngasih inspirasi buat rumah lama yang jadi kayak gini. Iya. Oke, makasih banyak nih Mbak Denis. Kalau misalnya teman-teman ada yang masih mau tanya bisa ke Instagramnya apa, Mbak? Bisa cek aku di akun Instagram aku Living Witness. Oke, tuh entar tanya-tanya aja langsung ke Mbak Denis. Jangan lupa juga follow Instagram kita, Wichkso, Mifta, Jana, Inspira Homes, dan TikTok Wicakk Mifta. TikTok Inspirom juga ada. Bye bye. Thank you. Apa artinya living withness, Mbak? Living with Nas itu nasnya itu kebanyakan orang mengira itu nama aku sebenarnya nas itu ada bahasa apa ya? Prancis apa Jerman itu artinya kita sih as di ini udah closing tadi buat blopers ya. Okay.

Lihat di YouTube