Daripada Ngerakit PC, Mending PC Build Up langsung | Lenovo Legion Tower 7i 34IAS10 (YouTube Video)
Beli part satuan katanya ngirit pengeluaran. Tapi pas totalan bikin ekonomi sebulan langsung berantakan. Daripada belinya ke blablasan dan hasil rakitannya acak-acakan, mending langsung aja beli PC dari brand yang bukan jadi-jadian. Ya udah enggak usah jadi perdebatan. Selamat menonton calon-calon mapan. Tolong dikomen amin ya, karena jarang-jarang intro kita itu positif vibes kayak gini. Hai Andika, guys di sini. Jadi sekarang saya lagi ada di Bali dan di studio ada PC yang sangat menarik untuk dibahas dan saya pengin cepat-cepat ngebahasnya. Cuman karena saya lagi di Bali dan enggak bisa nge-review, jadi saya langsung handover aja ke Korico karena barangnya ini benar-benar menarik dan sayang banget kalau kita lewatkan. Saya enggak mau upload-nya terlalu lama. Oke, thank you Mas Dick. Dulu kalau punya duit Rp65 juta dan mau rakit PC, mending PC rakitan enggak sih daripada PC build up? Karena bisa custom sesuka hati, jadi enggak dipatok sama brand tertentu dan tidak di-lock sama sekali. Jadi, langsung aja kita simulasikan. Kita buka enter komputer. Kita pilih-pilih prosesornya menggunakan Intel Core Ultra 9 285K. Lalu RAM kita upgrade 32 gig. Lalu Argb-nya juga enggak ketinggalan biar makin bling-bling juga. Dan yang pasti RTX 5080. Dan setelah ditotal-total termasuk juga dengan SSD yang 2 teranya NVM Gen 4. Wah gila R juta, Bos. Gila mahal banget. Tapi cara berpikir yang dulu beda sejak lihat Lenovo Legend Tower 7i karena harganya itu start mulai di R jutaan dan yang kita rakit sama seperti simulasi yang di er komputer itu ada di angka sekitar R4 jutaan ya. Rakit PC itu kayak buat nasi goreng lah ya. Buat bumbu sendiri, ngeracik sendiri, goreng sendiri, dan ujung-ujungnya gosong. Tapi kalau PC yang satu ini itu kayak kita beli nasi goreng di hotel bintang lima. Disajikan cakep. Platingnya juga RGB. Keren banget. Dimasak juga sama chef profesional dari Lenovo. Dan kalau gosong kita tinggal panggil garansinya aja 3 tahun. Ya udah, yuk kenalan sama Lenovo Legend Tower 7i ini. Nah, sebelum kita bahas mengenai VGA, RAM, dan juga RRGP yang bling-bling seperti ini, kita akan bahas save-nya terlebih dahulu. Karena semahal apapun bahan-bahan yang digunakan, kalau save-nya enggak bisa masak, ya PC ini cuman jadi hiasan mahal yang nyala doang. Legend Tower 7i ini dia pakai prosesor Intel Core Ultra 9 285K. Kalau belakangnya K itu bukan prosesor biasa. Dia berasal dari kelas keluarga sultan Intel Core Ultra. Ibaratnya di atas langit masih ada Intel Ultra 9 K series. Dia punya total 24 core, 8 core performance, dan 16 core efisiency. Clock speed-nya bisa sampai 5,6 GHz. Prosesor kayak gini gak cuman sekedar jago multitasking, tapi juga multitalenta. Untuk RAM-nya agak kurang sih sebenarnya, tapi tenang, karena ini PC kalian RAM-nya bisa di-upgrade sampai 128 gig. Tapi untuk default-nya untuk Indonesia ya, itu di 32 gig. Untuk SSD juga sudah terpasang 2* 1 TB, jadi totalnya ada 2 TB dan untuk opsi upgrade-nya ini gila, banyak banget. Untuk opsi tambahannya masih disisakan satu buah soket PCI NVME Gen 5 dan masih ada 6 slot tambahan yang kalau misal satu slotnya itu 2 TB itu bisa total sampai 18. Gila banget enggak tuh? Untuk default speed-nya yang kita dapat itu kencang banget. Ada sekitar 7.000-an untuk read-nya dan 5.000-an untuk right-nya. Kalau prosesor tadi itu chef-nya, GPU ini sebagai tukang platingnya. Karena seenak apapun makanannya, kalau tampilannya jelek ya agak kurang laku nanti ya. Dan tukang plating ini juga gak kaleng-kaleng. Dia menggunakan GeForce RTX 5080. Semua racikannya sudah masuk mulai dari prosesor, RAM, SSD yang kencang sampai tukang plating si GPU-nya yang powerful sudah kepasang semua. Waktunya Lenovo memasak. kita mulai atau kita coba dari yang santai-santai dulu mungkin ya di sintetis signeband R23 dan 2024. Di R23 rata-rata kita mendapatkan skor di 41.000. Gila, ini skor yang gede banget, Guys. Dan untuk single core performance-nya ada di 2.213 poin. Untuk senand 2024 juga punya hasil yang sangat stabil. Di 10 kali pengujian kita rata-rata dapat di hasil 2.300-an dan single core-nya di 136 poin. Dan sebenarnya kalau kita ngomongin sintetis R23 dan 2024 itu dan kita looping 10 kali itu agak merepresentasikan stress test. Dan pada saat kita uji seperti itu suhunya itu di bawah 90 derajat lebih tepatnya di 85 derajat. itu suhu yang adem banget mengingat performance-nya mulai dari CPU dan GPU-nya itu monster banget. Lanjut ke 3D Mark merepresentasikan untuk GPU performance-nya dan hasilnya kalian pasti juga sudah tebak hasilnya keren banget. Pada pengujian stres test di Spy, kita dapat hasil yang nyaris sempurna 99,5%. Untuk TPY di 28.500, enggak kaget. Strike Test juga di 43.800-an. Dan untuk representasi rid racing di pengujian solar B-nya hasilnya kita dapat di Rp148.000. Gila, ini gede banget sih. Untuk informasi di beberapa bulan lalu kita sudah pernah review dengan spesifikasi yang mirip-mirip dengan Intel Ultra 9 juga. Lalu dia menggunakan RTX 5080 ini tapi di produk laptop ya. Hasil solar B-nya itu cuman Rp81.000. Artinya hampir dua kali lipat loh, Guys, selisihnya. Salah satu faktor kenapa dia bisa dapat performance itu entah di synthet signab ataupun di 3D Marktornya karena cooling system yang dipakai di Lenovo ini. Mereka menamain Legend cult front hyper. Tujuannya cuman satu, Guys. Jaga performance ekstrem di PC ini. Intinya dia harus jaga hardware-nya tetap dingin. Tapi enggak hanya itu, juga harus hening. Gimana tuh? Jadi, Legend Cool Front Hyper ini itu menggabungkan antara pendinginan cairan dan udara. Saat kita lakuin load berat dan kita coba ukur dengan aplikasi pengukur kebisingan, hasilnya silent banget. Kita dapat rata-rata di 39 sampai 43 dB aja. Untuk informasi laptop itu rata-rata ada sekitar di 60-an dB. Bahkan untuk laptop gaming itu bisa sampai 80 dB. Jadi gak ada tuh drama kipas jerit-jerit ada angin badai di dalam PC ini. Semuanya silent dan dingin. Nah, untuk real penggunaannya gimana, Bang? Premier 4K cuman butuh waktu 40 detik dan FHD cuman butuh 21 detik. Kayaknya PC kayak gini tuh cocok banget untuk kreator seperti DKI ID itu ya, yang tiap hari harus kejar tayang. Jadi buat Lenovo boleh enggak tuh PC ini ditaruh di sini aja? Lanjut ke 3D rendering. Kita simulasikan menggunakan 3D rendering BMW di Blender. Untuk CPU rendernya cuman 55 detik dan GPU rendernya cepat banget 8 detik doang. Sintetis udah, produktivitas udah. Sekarang kita masuk ke pengujian yang sering kalian tunggu-tunggu di pengujian game-nya. Dota 2 rata-rata kita dapat di 183 fps dengan kondisi grafik best looking dengan maksimal di 25 fps dan yang paling drop di 159 fps. Valoran ini lebih gila, maksimal di 492 fps dan rata-rata kita dapat di 423 fps dan paling drop di 302 fps. Jadi kalau kalian punya layar 4K 240 Hz, wah gila bakal kepakai banget sih itu. Lanjut ke game yang lebih berat, GPU Bond Cyberpunk 2077. Kita coba beberapa simulasi. Kita mulai dengan simulasi DLSS kita buat quality, rate racing kita buat ultra, dan pad racing atau frame generation-nya kita buat off. Rata-rata kita dapat di 60 fps dan paling tinggi di 66 fps dan untuk paling rendah ada di 48 fps. Lanjut ke simulasi kedua dengan setting yang sama, tapi frame generation-nya kita buat dua kali dan langsung lompat. Rata-rata kita dapat di 93 FPS, maksimal di 116 FPS, dan paling drop ada di 88 FPS. Kalau kita ganti frame generation-nya kita buat tiga kali, itu juga lompat sekali lagi di 142 fps untuk rata-ratanya dan paling tinggi di 161 fps dan paling drop-dropnya di 129 fps. Dan dengan setting maksimal dengan frame generation kita buat 4 kali, wah ini gila banget sih ini. Kita rata-rata dapat di 162 FPS maksimal di 210 FPS. Wah gila. dan paling drop di 153. Bayangin ini game Cyberpunk 2077 enggak ada ngos-ngosannya sama sekali. Lanjut ke RDR2 dengan DLS kita buat quality dan grafik kita buat ultra. Resolusi tetap di 4K kita dapat rata-rata di 144 FPS dan paling tinggi di 168 dan paling drop masih di 112 fps. Watering wave ini mah rece ya. Dengan grafik kita buat ultra quality, kita dapat rata-rata di 120 FPS. Itu mentok. Dan pada saat load berat gitu ya, itu berada di sekitar 91 FPS. Delta Force juga enggak akan mengalami kesulitan dengan grafik ultimate kita rata-rata dapat di 256 FPS dan paling tinggi di 305 fps dan paling rendahnya hanya di 228 FPS. Lanjut ke game yang terakhir yaitu Black Meet Wukong dengan grafik kita buat cinematik dan kita juga uji dengan empat pengujian. Di pengujian pertama dengan setting DSS on, rate racing very high dan MFG atau frame generation-nya kita off-kan. Kita rata-rata dapat di 73 dan paling tinggi di 92. Lalu kita ubah untuk frame generation-nya kita buat dua kali. rata-rata juga melompat di 110 fps dan drop-drop atau paling rendahnya di 88, paling tinggi di 115. Saat kita ubah juga ke frame generation 3 kali itu di 170 fps untuk rata-ratanya dan 4 kali wah ini tinggi banget 2011 untuk rata-rata FPS-nya dan paling tinggi ada di 250 FPS dan paling rendah di 185 fps. Duh, saat dipakai main game itu aman banget ya. Faktornya karena memang sistem cooling yang dipakai di Legend Tower 7i ini yaitu Legion Cront Hyper. Cyberpunk saat kita siksa mentok kanan dan DLSS kita matiin atau dinyalain sampai empat kalipun suhu CPU-nya cuman bertahan di 60 derajatan celcius aja dan GPU-nya itu stay di 70-an derajat celcius udah kayak enggak ada beban hidup. Kalau di game-game receh macam Dota 2 atau watering wave itu malah jauh lebih aman. Dota 2 suhu CPU-nya cuman di 50-an derajat Celcius aja. GPU-nya di 60 derajat celcius. Sedangkan watering wave suhu CPU-nya enggak sampai 60-an dan GPU-nya cuman di 60-an itu. Adem banget. Legend Tower T7 ini enggak cuman performance-nya aja yang brutal, tapi desainnya cakep. kayak touch mahal. Panel sampingnya pakai kaca transparan yang bisa dibuka tanpa obeng. Jadi kalian enggak perlu jadi teknisi dadakan. Untuk casing-nya punya warna storm gry dengan basel jaring-jaring 3D di bagian depan. Selain buat kesan modern dan slik, desain ini ngebantu juga untuk sirkulasi udara biar komponennya tetap adem walaupun diajak kerja Rodi. Bukan Mas Rodi yang itu ya. Nah, pada panel transparannya ini kalau kalian lihat ini ada lampu RGB atau RGB yang kalian bisa atur menggunakan software Lenovo Spectrum. Dan ada satu lagi yang cakep nih, Guys. Logo Legend di depan itu beh cakep banget. Estetik banget. Enggak malu-maluin lah kalau PC ini diletakkan di kamar atau di tempat kerja. Kalau kita ngomongin PC jelas secara port pasti lengkap banget. Mulai tiga buah port USB type E yang cocok buat mouse atau keyboard atau dongel-dongel receh yang bisa dicabut colok lah di bagian atas. Ada juga USB type C yang punya speed 10 GB/ dan kalian bisa pakai untuk SSD kalau kalian membutuhkan transfer cepat. Kalau di belakang itu jauh lebih banyak lagi. Ada total 6 port USB type E yang ada tulisan SS-nya itu versi 5 GB/s dan yang ada angka 10-nya yang 10 kecil itu versi 10 GB/ Enggak ketinggalan juga ada Thunderbolt 4.0 ya. Intinya super lengkap lah dan enggak ketinggalan juga ada Wii 6ei dan Bluetooth 5.3. [Musik] penggabungan dari seluruh hardware-nya mulai dari prosesor, GPU, dan hardware-harware yang lain itu total dia punya 1814 tops. Jumlah segitu itu cukup banget untuk jalanin AI computing. Mau AI on device ataupun cloud itu semuanya kalian bisa jalanin dan itu semuanya aman. Dan kita coba untuk generate image menggunakan MUUS AI di Jagernut ataupun stable diffusion itu cuman sekedip mata doang. 1 detik doang. Gila enggak tuh? Ada juga dukungan software dari Lenovo AI Now yang bakal ngebantuin kalian kalau kalian lagi ngerjain tugas. Dan ini sudah mendukung AI on device yang kalian bisa pakai untuk buat kesimpulan atau summari. Compare data itu juga bisa. Asalkan semakin banyak data yang kalian masukin, AI-nya akan juga semakin pintar dan pekerjaan kalian juga akan semakin ringan. Dan lumayan juga di Lenovo AI Now ada dukungan AI oncloud yang terintegrasi dengan GPT 4.0. Jadi kalian gak perlu subscribe tapi ada batasannya 30 per hari. Lumayan banget sih. Tapi itu untuk software pendukung lainnya ada Legend Space dan di bagian dashboard depannya itu langsung kelihatan hardware monitor secara real time. Dan yang paling menarik itu ada fitur overclock untuk GPU-nya. Kalau kalian perhatikan ada di Legend Space bagian tengah. Jadi kalian enggak perlu repot-repot harus buka bias untuk overclock GPU-nya. Kalian bisa centang atau geser ke sebelah kanan lalu klik icon setting dan di sana akan ada slide bar yang kalian bisa atur untuk naikkan performance GPU-nya. Tapi ingat ya, resiko ditanggung penumpang. Jadi intinya overclock ini juga sebenarnya bukan sebuah keharusan untuk kalian otak-atik gitu ya. to juga udah kencang juga. Dan di Legend Space sendiri punya dukungan AI juga. Kalian bisa ngedit secara otomatis video klip atau highlight dari gameplay kalian. Dan pada saat kalian main game berjam-jam, dia secara otomatis akan ngeditin untuk bisa dijadikan video klip dan bisa kalian upload juga atau upload langsung ke sosial media kalian. Dan ada juga fitur companion itu sudah kayak asisten pribadi saat kalian bermain game. Dia akan kasih saran, kasih emote, kasih motivasi kalau kalian lagi cupu banget mainnya. Dan kalau kita ngomongin after sales dibandingkan dengan PC rakitan, jelas PC build up jauh lebih cakep. Karena kalau kalian beli PC garansinya per part ataupun kalau memang itu dihandle toko biasanya ya mentok-mentok dikasih garansi 1 sampai 2 tahun aja. Nah, kalau kita ngomongin After sales tadi ya, Lenovo ini udah paling benar. Untuk garansinya bisa dikatakan panjang banget 3 tahun dengan garansi yang enggak bisa diomong biasa. Mereka kasih nama Legion Ultimate Support. Jadi kalian kalau memang ada problem tinggal tunggu di rumah telepon ke customer service dan dia standb 24 jam untuk kalian. Jadi kalau misal kalian jam 3.00 pagi lagi ada trouble tinggal telepon customer service ngomong aja punya PC atau laptop legion dia akan segera bantuin di saat itu juga. Dan kalau problemnya tidak bisa selesai secara remote atau via on call, Legion atau Lenovo akan kirim teknisi ke rumah kalian. Buat yang kepo ini kita spill aja. Kita menggunakan layar dari Legion dengan SKUR34W30. Kita spill sedikit aja. Dia menggunakan ukuran 34 inch dengan 180 Hz. Dan untuk color gamutnya kita tes menggunakan Kalman. kita dapat rata-rata di 95,9% sRGB, 92,9% adob RGB, dan P3-nya di 89,9%. NTSC-nya ada di 91%. Untuk harganya kalian bisa cek-cek atau cari-cari di e-commerce ya, rata-rata di angka sekitar R jutaan lah. Kesimpulannya adalah bisa dikatakan PC ini, PC di belakang saya ini bukan PC biasa dengan Intel Core Ultra 9 285K dipadukan RTX 5080. Ini beneran PC monster idaman pria atau content creator kayak kita. Dipakai main game berat pun ataupun dipakai ngrender suhunya ya. Untuk CPU tadi kita tes mentok-mentok ada di 60-an derajat celcius. Untuk GPU-nya mentok-mentok ada di 80-an lah. Itu masih taraf yang dingin banget. Untuk ArGB-nya juga cakep. Enggak cuman sekedar bling-bling tapi enggak rapi. Kalian bisa juga setting semuanya di software yang sudah Lenovo sediakan. Lalu, software AI-nya juga bisa dikatakan cukup banyak. Tadi ada legend space yang kalian bisa atur banyak hal di sana. Hardware monitor juga. Ada juga legend AI Now yang kalian bisa bantu banget pekerjaan kalian mau AI on device atau yang via Cloud. Dan garansi 3 tahunnya di Legend Ultimate support-nya itu buat hati tenang banget. Intinya kalau secara garansi harusnya sih better jika dibandingkan kita ngerakit PC yang garansinya cuman 1 2 tahun kalau garansi toko gitu ya. Dan kalau garansi per part, kalian repot untuk klaim garansinya satu persatu. Tapi kalau yang ini sudah satu paket. Jadi pertanyaannya sebenarnya PC ini buat siapa? Ya buat gamer entusias yang benar-benar butuh performance ekstrem atau seorang content creator seperti timnya DKID yang tiap hari harus kejar deadline, kejar kerjaan terus dan juga untuk orang-orang yang mungkin kebanyakan duit. Oke, cukup sekian video ini. Jangan lupa kalian like, kalian share, dan kalian subscribe channel ini biar terus berkembang. Saya Rico. See you on the next video.
