Jungkat

DashCam 3.5K dengan Dual Kamera dan ADAS : Review Hikvision DashCam C8 Pro (YouTube Video)

  • 16/04/2025

Jumpa lagi J TV ya. Dashcam ini menjanjikan perekaman video resolusi tinggi sampai 3,5K. Ini adalah Hick Vision Dashcam C8 Pro. Ya, kalian enggak salah dengar. Ini memang produk dari produsen perangkat surveillance ternama atau CCTV yang ternama itu ya. Descam C8 Pro ini berisikan kamera depan dan kamera belakang dalam satu paket. Menariknya, deskam ini juga dilengkapi dengan ADAS atau advanced driver assistance system. Ini bisa membuat mobil biasa kita jadi punya fitur seperti mobil baru ya. Kamera ini juga menggunakan lensa wide angle hingga 151 derajat. Jadi sudut perekamannya makin luas lagi. Oke, langsung aja kita mulai pembahasan dashcam yang satu ini. Ya, ini bukan pertama kali kita membahas produk dari Hick Vision. Tapi sebelum ini kita selalu membahas produk surveilance mereka atau CCTV mereka. Nah, baru kali ini kita akan coba membahas dashcam terbaru dari mereka. Nah, untuk C8 Pro ini kemampuannya seperti apa? Nah, kita bahas dalam video kali ini. Tapi kita mulai dari paket penjualannya ya. Desk ini tersedia dalam kit yang berisi kamera serta beberapa perlengkapan penunjang. Di situ ada kamera depan, ada kamera belakang. Ini bukan kamera depan atau belakang seperti di HP ya. Kamera yang ditaruh di depan dan kamera yang ditaruh di belakang maksudnya gitu. Belakang mobil ya. Lalu ada carger atau cararate lighter adapter dengan dua port USB, dua kabel daya untuk kamera, dan ada satu elektrostatic sticker serta manual book. Oke, sekarang kita coba bahas spesifikasi kamera yang berada di depan untuk si C8 Pro ini. Dimensinya 39,47 * 104,6 mm ya. Untuk resolusinya ada di 3000 * 168 piksel 30 fps atau bisa juga 25 fps kalau mau ngirit. Bukaannya di F1.75. lumayan lebar ya. Untuk field of view-nya 151 derajat. Nah, dia punya display ini adalah layar 2,45 inci IPS dan ini touch screen. Untuk Wii dia support 2,4 GHz dan dia punya G sensor dan support micro SD up to 256 GB. Nah, sementara untuk kamera yang diletakkan di belakang mobil dia punya spesifikasi resolusi maksimumnya di 1080p 25 fps. Field of view-nya di 124 derajat. Nah, kamera belakang ini punya IP rating di IP6 dan ada juga ADAS atau advance driving assistant system yang bisa memberikan peringatan suara terkait kondisi di sekitar mobil kita. Selain itu, ada juga build inin Wii di dashcam ini untuk koneksi dari dashcam ke smartphone kita. Nah, kalau dibutuhkan ada juga opsi penggunaan modul opsional hard wire kit untuk mendapatkan fitur 24 hour parking surveillance yang bisa dibeli secara terpisah. Nah, untuk yang 24 hour parking surveilance ini kami sarankan untuk masang kitnya di bengkel spesialis ya. Kalau masang sendiri agak rumit memang yang satu ini. Nah, descam ini mengusung teknologi super kapasitor. Jadi, perangkatnya akan lebih awet dan tahan lama mengingat descamp ini diletakkan di bagian depan yang terpapar langsung oleh sinar matahari. Nah, untuk desain kameranya si C8 Pro ini desainnya sederhana seperti ini ya. Perkat pada bagian belakang bisa langsung dilepas dan desecam langsung bisa dipasang pakai elektrostatic sticker yang sudah terpasang di kaca mobil kita sebelumnya. Nah, selain itu tentunya ada lensa kamera di sini. Lensa ini bisa kita arahkan ke posisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan kita. Sementara untuk sisi yang menghadap ke kita terlihat ada touchsreen 2,45 inci untuk memudahkan navigasi menu dan juga untuk pengaturan langsung pada perangkatnya. Beralih ke sisi kanan ini adalah tombol hard reset yang ditempatkan di sebuah pinho hole ya. Lalu ada slot micro SD dan lubang untuk mikrofon. Sementara di bagian atas itu ada port USBC untuk jalur data dan daya juga. Lalu ada port audio video in untuk koneksi ke kamera belakang. Kemudian ini ada port micro USB, ada lubang speaker juga ya. Oke, sekarang kita masuk ke cara pemasangan. Untuk pemasangan kit dari C8 Pro ini di mobil terbilang mudah sih sebetulnya. Pertama, tentukan lokasi pemasangan dan bersihkan dulu lokasi tersebut ya. Lalu tempelkan stiker elektrostatik yang terjadi paket penjualan ke lokasi tersebut. Untuk kamera depan, kita hanya perlu menempelkan kamera di atas stiker elektrostatik ya. Arahkan juga kamera ke posisi yang seharusnya. Kemudian pasang kabel daya ke konektor USBC di kamera. Kabel ini bisa dirapikan dengan diselipkan ke celah-celah di mobil kita. Pasang juga micro SD ke slot yang sudah tersedia. Lalu pasangkan ujung yang satunya lagi ini dari kabel daya ke carger yang sudah dipasang ke car di mobil kita. Nah, itu untuk kamera depan. Sekarang kita beralih ke kamera belakang, ya. Nah, kalau yang satu ini cukup langsung tempelkan kamera ke kaca. Lalu arahkan kamera sesuai dengan kebutuhan dengan melepas atau mengendorkan baut-baut ini. Dan jangan lupa juga untuk pasang kabel dari kamera ini ke kamera yang depan. Nah, ini ngerapiinnya agak repot memang. Tapi kabel-kabel ini sebenarnya bisa ya dirapikan dengan menyelipkan ke celah-celah di mobil kita. Untuk kamera belakang, Higfisnya merekomendasikan ini dipasang di luar ya. Seharusnya aman ya, karena udah IP67 tahan terhadap debu dan kedap air juga. Posisinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk pengujian ini kami pasang dekat plat nomor. Tapi pemasangan di luar ini emang agak rentan ya. Apalagi ini emang agak sulit disembunyikan. Dia jadi bisa mudah dicabut orang lain, terlebih karena cuma ditempel dengan double tape saja. Nah, kalau udah terpasang semuanya, descam siap untuk digunakan. Oke, dalam penggunaannya descam ini kita bisa melakukan setting langsung dari layar di perangkat ini aja. Tidak terlalu banyak settingan pada dascam-nya sebetulnya ya. Di man utama ada opsi untuk menyalakan dan mematikan Wi-Fi. Lalu ada speaker, mikrofon, dan parking surveilance. Di mana berikutnya ada opsi untuk mengatur volume suara, live preview pada layar, resolusi, dan bahasa. Di menu ketiga ada pilihan untuk reboot, reset, dan format memori SD-nya. Nah, untuk mempermudah penggunaan, kita bisa men-download app dari HIG Dashcam yang ada di Apple App Store dan juga di Google Play Store. Tentunya agar bisa mengakses dashcam lewat aplikasi, smartphone harus terhubung ke dashcam. Secara standar, koneksi ke dashcam ini hanya bisa dilakukan dengan Wii direct. Setelah terhubung, aplikasi ini bisa kita gunakan untuk beberapa hal, termasuk untuk pengaturan resolusi video recording, sound on atau off, follow up suara, parking monitoring hingga update firmware dan lain sebagainya. Ini sebenarnya kurang lebih mirip ya dengan setting yang bisa dilakukan langsung pada kameranya. Tapi akan lebih mudah dan lengkap kalau setting dilakukan dari smartphone. Tentu saja kita juga bisa melihat rekaman video perjalanan lengkap dengan informasi tanggal dan jam. Ya, ini akan memudahkan kalau kita butuh memeriksa hasil rekaman melalui smartphone dan kita juga bisa men-download-nya ke smartphone kita. Setelah itu kita juga dapat memberikan perintah suara kepada descam ini nih ya. yaitu misalnya snapshot itu untuk mengambil gambar atau foto, lalu recording on untuk memulai perekaman, recording off untuk menghentikan perekaman. Snapshot snapshot traffic light turn green. Recording on. Recording off. Recording on. Sound recording started. Recording off. Sound recording stopped. Ya, tentunya perekaman juga bisa jalan secara otomatis ya. tidak harus diperintah-perintah terus. Oke, sekarang mari kita coba lihat hasil rekamannya. Kita mulai dari hasil kamera depan untuk perekaman di siang hari ya. Di sini hasil dapat untuk perekaman siang hari cukup baik dan jelas ya wajar ya resolusinya memang tinggi ya janjikan di 3,5K dan field of view-nya juga luas ini ya. Kita bahkan bisa melihat plat kendaraan di depan dan beberapa tanda jalan dengan jelas kalau videonya dizoom in seperti ini. Wah saking high rest-nya ya. Lanjut. Kalau di kamera belakangnya untuk siang hari di kondisi terang ya hasil rekaman juga masih tergolong baik ya. masih terlihat jelas dan masih dapat diandalkan. Walaupun ini resolusnya 1080p, tapi memang enggak sesmooth yang depan karena ini cuman 25 fps. Setidaknya 25 fps ini berarti kita berhemat storage, ya. Oke, lanjut untuk kamera depan untuk perekaman di malam hari. Nah, untuk penggunaan di malam hari kamera ini bisa menghasilkan video yang ternyata cukup baik ya. Hanya saja masih terlihat e lumayan ada flare-nya ya saat berhadapan langsung dengan cahaya lampu dari mobil yang lain. Tapi menurut kami secara keseluruhan hasil perekamannya masih bisa diandalkan dan masih bisa dilihat nih ya. Nah, sekarang kita lihat hasil kamera belakang kalau ditempatkan di dalam mobil. Sekarang mari kita lihat hasil kamera belakang kalau dipasang di luar mobil. Karena hasil seperti ini [Musik] nih. Secara umum dipasang di luar maupun dalam, hasil tangkapan video kamera belakang ini tetap menunjukkan flare yang cukup mengganggu dari lampu kendaraan yang ada di belakang kita. Jadi, baru dari jarak dekat kita bisa melihat objek yang ada di belakang mobil kita. Nah, hasil video kamera belakang ini juga tidak sejelas kamera depan untuk penggunaan di malam hari. Nah, yang perlu diingat ya keseluruhan rekaman hasil video itu juga tergantung dari kebersihan kaca mobil kita ya. Kalau udah banyak jamur atau kena kotoran udah pasti hasilnya enggak bisa jernih karena kameranya kan ada di belakang kaca. Oke, sekarang mari kita bahas fitur ADAS atau advanced driving assistance system di kamera yang satu ini. Saat penggunaan pertama kali, otomatis fiturnya sudah langsung aktif ya. kita bisa lihat dari aplikasi di smartphone. Nah, untuk manfaatkan ADAS ini C8 Pro akan memberikan peringatan di beberapa kondisi. Seperti misalnya saat mobil di depan sudah jalan ya. Ini berlaku kalau misalnya kita lagi macet gitu ya. Terus mobil depan yang tadinya berhenti itu berjalan menjauh atau bisa juga terjadi kalau di lampu merah kita lagi meleng gitu atau lagi bengong gitu mungkin ya. Nah, pada saat ini terjadi ya adasnya akan mengingatkan kita kalau memang sudah waktunya untuk maju. turns green ya. Ini biar enggak diklaksonin dari belakang juga ya sebenarnya ya. Lalu dia juga berfungsi saat lampu merah berubah jadi hijau. Nah, DKA memberikan kita peringatan bahwa hei lampu lalu lintasnya udah berubah jadi hijau. Maju lu sekarang. Gitu ya. Kemudian dia juga kasih peringatan kalau kita melebihi kecepatan yang diizinkan. Nah, fitur ini bergantung dari rambu-rambu yang ada di jalan ya. Kalau ada kecepatan maksimal yang diizinkan. Biasanya kita temukan pada jalur tol. Saat digunakan di jal perkotaan, fitur ini terkadang memberikan peringatan walaupun kami tidak menemukan tanda batas kecepatan maksimal. Sayangnya di sini kita tidak bisa melakukan pengaturan secara manual ya. Oke, kita lanjut ke ukuran file-nya ya. Oke, sekarang kita lihat beberapa besar file video yang dihasilkan oleh DCAM ini untuk menentukan berapa besar sih sebetulnya kapasitas micro SD yang kita butuhkan. Nah, kamera depan itu merupukan 262 MB dalam satu kali perekaman dengan hasil rekaman selama 11 menit pada seluruh settingan resolusi. Setelah file mencapai 262 MB tersebut, kamera akan otomatis membuat file rekaman yang baru. Nah, kalau gitu cara soal audio ya dengan atau tanpa audio ternyata ukuran file video yang kita rekam itu tetap sama aja karena kan akan dilimit di 262 MB ya. Efeknya apa kalau kita pakai audio? Nah, durasi rekaman dalam 262 me itu jadi lebih pendek aja. Sementara untuk kamera belakang, Viasikan juga sekitar 262 me untuk durasi perekaman tapi di 27 menit ya tentunya karena resolusinya kan lebih rendah. Nah, pertanyaan sekarang berapa kapasitas microOS SD yang dibutuhkan? Tentu ini bergantung dengan kebiasaan kita ya. Berapa lama kita berkendara dengan mobil setiap harinya misalnya. Dari tabel ini terlihat bahwa sebaiknya kapasitas yang kita pakai adalah 128 GB lah minimal ya untuk dapat merekap kesharian kita selama perjalanan. Jadi kalau perjalanan agak jauh juga gitu enggak tiba-tiba ya satu hal yang penting itu sudah tertimpa dengan rekaman yang baru. Nah untuk harganya kalau kalian tertarik dengan Hick Vision Deskam C8 Pro ini, dia dijual dengan paket kamera depan dan belakang itu di Rp2.719.000. Sementara untuk paket kamera depan belakang plus parking kit Rp3.19.000. Nah, untuk modul GPS dan 4G Hisen berjanji akan segera menjualnya juga di pasaran. Tapi untuk saat ini memang belum tersedia. Jadi itu masih bisa ditambahkan lagi, ada addon lagi ya. Oh ya, nanti ke depannya juga akan ada versi descam 4K juga untuk tipe C8 Pro yang merupakan versi upgrade dari yang 3,5K ini dan akan dijual secara bersamaan. Untuk link pembeliannya silakan cek di deskripsi di bawah. Dan sekarang kita masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, deskap ini tidak mempunyai storage internal. Jadi kita perlu menambahkan micro SD untuk menggunakan descam ini. Kemudian fitur adasnya itu belum sepenuhnya berjalan dengan benar-benar baik ya. Terkadang ini memberikan peringatan berlebihan atau sama sekali tidak ada peringatannya. Kemudian di sini ada Wii direct tapi memang ini lebih pas digunakan untuk sekedar e memeriksa rekaman video aja. Kalau mau ngopi file akan lebih cepat kalau kita cabut micro SD-nya dan copy ke PC kita pakai card reader. Ya, mau pakai card reader di handphone juga bisalah sebetulnya. Enggak usah pakai PC-PC banget juga bisa. Kemudian di sini tidak ada mounting ya. Jadi dashcam ini langsung ditempel pada elektrostatic sticker. Kamera belakang ini bisa dipasang di luar mobil sesuai rekomendasi Higvis Vision tapi rentan hilang ya karena terbilang cukup mudah dilepas. Kemudian untuk kamera belakang di perekaman malam hari ini agak kurang bagus ya karena lampu mobil yang terekam melalui kamera belakang tuh jadi tampak silau-silau gitu. Dari segi menariknya paket penjualannya langsung berisi kamera depan dan belakang jadi lengkap aja gitu langsung depan belakang bukan cuma depan doang. Terus mesti beli lagi kamera belakang yang terpisah ya. Lalu dia support resolusi tinggi untuk kamera depannya sampai 3,5K dengan sudut pandang yang luas banget. Hasil rekaman juga terutama untuk kamera depan itu sangat memadai ya untuk siang hari ya. Lalu dia punya fitur adas walaupun memang belum bisa dibilang yang luar biasa akurat dan lengkap tapi paling enggak sudah ada kalau mobil kalian belum punya ada sama sekali lumayanlah ada tambahan-tambahan sedikit. Kemudian ada opsi untuk menggunakan hard wire kit untuk mendapatkan fitur seperti parking surveillance. Lalu dia sudah menggunakan teknologi super kapasitor yang diklaim lebih awet dan lebih tahan lama dibandingkan baterai biasa ya. DCAM C8 Pro ini hadir sebagai descamp yang menalkan resolusi tinggi ya sampai 3,5K. ini bisa membantu mendapatkan hasil rekaman video yang tajam dan jelas paling tidak untuk kamera depannya. Selain itu karena dia sudah pakai fitur ADAS walaupun memang belum sempurna tapi sudah cukup membantuah di sini gerasnya juga cukup panjang ya hingga 2 tahun ya dan karena mereka menggunakan e teknologi super kapasitor harusnya ini lebih awet dan tahan lama aja dibandingkan dascam kebanyakan yang masih pakai baterai litium. Jadi kalau memang tengah mempertimbangkan untuk mencari descam depan belakang ya yang sepaket gitu dengan kemampuan ada serta perekaman resolusi tinggi dascam C8 Pro ini bisa dipertimbangkan. Apalagi kita juga bisa nambahin lagi modul-modul tambahan ya yang tersedia. Jadi bisa untuk menjaga keamanan mobil 24 jam. Saya D Irfan Jakatbu TV.

Lihat di YouTube