Jungkat

Data Aman, Kerja dimanapun AMAN! (YouTube Video)

  • 02/07/2026

Nih saya kasih contohnya file saya itu sebanyak apa sih? Kalau misalkan saya pas lagi liputan nih satu ya ini di Oppo Find X 9 Ultra terus juga ada di iPhone 17 Pro. Ada juga file-nya di DJI Pocket 4 yang lagi saya buat shooting itu juga ada Samsung X26 ada juga di Vivo X300 Ultra ada juga. Kenapa banyak? Karena gini, biasanya itu saya misalkan per brand gitu ya, biar saya enggak kecampur. Karena kan si itu kalau orang yang shoot dulu, terus saya research dulu baru saya syuting gitu. Ya kadang ada yang direct di tempat sih, tapi direct di tempat itu menurut saya kayak kurang kurang pedar gitu karena informasi yang saya punya itu terbatas. Nanti kalau saya shot footage stok dulu terus saya research di rumah, saya dubbing, nah itu lebih informasi yang kalian dapatkan itu menurut saya lebih oke. Ketimbang saya di tempat itu kayak kurang kurang jedar aja sih. Apalagi untuk video panjang ya. Kalau untuk video pendek-pendek sih aman-aman aja sebenarnya. Nah, kenapa harus bawa empat kamera? Karena biasanya ini brand ini saya shoot untuk brand A, ini shoot untuk brand B, ini shoot untuk brand C, ini shoot untuk brand D, gitu. Jadi udah saya kategorikan gitu ya. Walaupun memang berat sih bawa ke mana-mana ya. Jadi sekarang saya lagi ada di Taiwan untuk Comutex 2026. Pameran teknologi terbesar di dunia. Dan mulai dari tanggal 2 sampai tanggal 6 saya record footage 4K wawancara, birol, Aol semuanya. Total file-nya gede banget. Tapi masalahnya tahun ini saya ke Komutex enggak sama tim ya. Karena budget saya terbatas. Jadi saya enggak bawa kameraman, enggak bawa editor. Cuman saya sendiri sama Rodi. Dan ternyata ya untuk liputan enggak sama tim itu, wah ribet banget, Guys. Masalahnya saya harus kirim file footage segede itu tadi ke studio saya yang ada di Malang. Dan sebenarnya ada tiga cara sih untuk ngirimnya, ya. Yang pertama yang paling mudah dan gratis juga bisa tentu Google Drive ya. Cuman Google Drive itu gratisnya cuma 15 GB. Oke, kalau yang subscription Rp130.000 dan dolar sekarang naik, dia harganya juga subscription-nya naik juga. Tapi kadang Google Drive itu juga ada enggak enaknya ya. Dia kadang-kadang itu bisa mentok di 67% ternyata enggak keupload stuck karena internetnya error. Wah, malas banget. Kalau mau bayar subscription bisa kalau enggak salah Rp130.000 per bulan. Nah, itu untuk 2 TB yang artinya saya harus bayar Rp130.000 sampai seumur channel hidup saya. Mahal juga sebenarnya. Skenario kedua yang gratis juga kalau kalian tahu ada yang namanya W Transfer, tapi W transfer itu cuman 2 GB dan linknya bisa expired dalam waktu 7 hari. Cara yang ketiga ini cara yang paling tolol sih ya. Jadi kirim hardisk dari Taiwan ke Palak. Itu cara bercanda aja, Guys. Enggak mungkin. Dan cara yang saya pakai dan ini selalu saya pakai sih ya, saya juga pernah bikin videonya tentang ini. Jadi, saya pakai NAS. Cuman ini kayak lebih praktikal aja ketika saya di Komitex. Jadi saya pengin sharing ke kalian gimana caranya kalau misalkan kalian adalah travel, content creator yang pengin punya server sendiri dan harganya terjangkau bisa pakai Sinogi B Station. Buat yang belum tahu apa itu NAS Sinogi ya gampangnya anggap aja kalian punya hardisk tapi kalian punya cloud sendiri. enggak perlu numpang sama Google Drive yang mungkin bisa diintip-intip dan bayar subscription-nya itu sampai kalian enggak mau bayar. Dan kalau misalkan kalian udah enggak bayar file-file kalian yang ada di situ dikasih waktu berapa hari gitu. Nah, kalau misalnya kalian enggak bayar itu file-nya bakalan langsung hangus atau hilang. Jadi sederhananya Sinogi B station ini adalah hardisk yang bisa kita akses ke mana-mana atau lemari digital yang bisa kita akses ke mana-mana. Woh, ramei banget ya. Tapi bentar guys, sebelum saya jelasin tentang be station dan gimana cara upload-nya, kayaknya saya harus ngopi dulu deh. Ini terlalu pagi buat saya syuting sebenarnya nih. Jadi sekarang saya itu lagi ada di Seing namanya. Sien atau Simending ya? Tuh tempatnya ramei banget. Jadi ada street performer. Street performer di sini katanya ya enggak boleh asal-asalan kayak langsung tampil gitu enggak boleh. Jadi harus ada sertifikasi atau lisensinya. Oh kayak gini. Ini saya mau ngopi Starbucks deh. Tapi Starbucks mahal di sini, Guys. Kemarin tu saya beli 120 MTD, mending beli di shffel aja lah. Cuman 45 MTD lebih murah. Jadi di sini tuhelnya yang saya suka dia ada apa ya istilahnya orang itu jadi rapi gitu antrinya ya. Kalau di Indo kan enggak ada tuh. Jadi kita ke sini itu dan kita bisa antri antri dengan damai. Nah, di sini tuh kadang juga ada orang yang di depan shel bukan kemis ya, orang di depan shel itu dia minta resip atau nota kita dari shel. Kenapa? Karena pemerintah Taiwan itu mengundi risipnya bisa kadang bisa dapat hadiah gitu. Nah, ini sebenarnya kalau dibilang judi judi juga tapi jadi bikin orang tuh pengin spending ya. Jadi secara perekonomian bagus. Thank you. Jadi karena orang eh belanja itu ngerasa ada hadiahnya, jadi spending ekonominya jadi lebih bagus. G wah kita coba dulu kopi dari Sevel. Harganya 45 NTD atau sekitar Rp25.000 lah ya. R30.000 Rp25.000. Dan wah langsung melek saya, Guys. Nih. Jadi di sini tuh ada area-area street food seperti ini. Yang ini sebenarnya ilegal. Jadi kalau misalkan ada bunyi polisi aja mereka tuh langsung cau gitu. Oke, kopi sudah. Tapi jangan dituri ini ya. Jangan ditiru-tiriu di rumah. Karena saya tu orangnya kalau pagi-pagi kayak gini, ini btw jam berapa sih? Jam 09.00 pagi. Kalau pagi kayak gini saya butuh kopi sama rokok. Jadi kita cari smoking area dulu. Di sien ini tahun lalu sebenarnya boleh ngerokok. bebas ya. Cuman sekarang enggak boleh. Jadi kita harus rokok di tempat yang disediakan. Kalau dulu bebas, enak banget tuh dulu Taiwan buat perokok, tapi sekarang udah enggak. Jadi baju saya baru kemarin saya beli baju itu di sini harganya murah banget. Berapa ya kemarin ya? 500-an lah. 1000 R00.000 dapat dua lah. Kaos kayak gini murah banget dibanding beli di flagship Mall. Uh, lanjut jalan, Guys. Kita coba lihat-lihat di Simen ini ada apa. Karena komputnya sebenarnya udah habis, ya. Sekarang itu tanggal 7 saya shoot, tanggal 6 udah habis komputernya. Ini rame banget bt jadi saya cuman pengen share aja. Nah, ini ada lagu nih. Pengen share-sare aja gimana kalau misalkan kalian pengen karena kan sekarang harga dolar naik ya. Harga dolar naik itu subscribe apa-apa mahal, Guys. Kayak misal cloud. Cloud itu kan 200 setahun ya dengan 18.000 jadinya berapa? Apalagi ya Google Drive juga pakai dolar semuanya pakai dolar. apapun yang digital produk US pakai dolar. Karena orang US itu bukan orang desa dan kita yang produk US apapun itu ya senya bukan produk US aja sih kayak dipsik juga enggak pakai yan kan pakai dolar kan apalagi TikTok juga kalau kalian top up buat S juga pakai dolar kan walaupun barang dari Taiwan dari mana pun semunya pakai dolar karena dolar kan ya currency yang diakui sebagai alat currency dunia oh ini sing futang mungkin yang pernah ke Taiwan tahulah ya. Tapi ini sifut ini kayak the most popular bubble tea di Taiwan. Kita cari tempat duduk dulu lah ya sambil saya mau jelasin. Tapi ini enggak ada tempat duduk sama sekali. Oh, ada itu. Nah, lanjut. Jadi nas itu ibaratnya kan kayak hardisk yang bisa kalian akses dari mana aja, lemari digital yang bisa kalian akses dari mana aja. Dan B Station ini lebih unik lagi karena dia ukurannya itu kayak speaker butuh eksternal kecil aja. Kalau orang enggak tahu mungkin dikira speaker emang ya. Kalau punya saya yang di rumah itu ada beberapa, cuman kalau kalian cari yang paling affordable ada yang storage-nya itu 8 TB. Nah, 8 TB itu bisa buat apa aja? Banyak. Kalian bisa nyimpan kira-kira sekitar 2.000 film kualitas XD atau 400.000an foto dan 19 juta lapangan pekerjaan. Tapi kalau kalian content creator kayak saya bisa nyimpan sekitar 40 jam video 4K. 40 jam video 4K itu lumayan ya. Karena saya upload di ini paling ya 10 atau 15 menit lah nah karena dia bisa diakses dari mana aja berarti dia butuh apa coba? Ayo coba tulis di kolom komentar. Dia butuh anggaran enggak? Dia butuh koneksi internet. Dan sayangnya koneksi internetnya itu enggak ada wireless-nya. Jadi dia harus dicolokin pakai LAN. Ya, itu minusnya sih. Tapi ya pakai LAN itu jadi bisa lebih stabil. Dan kalau saya cek sih harganya sekarang itu di 410 atau sekitar R jutaan lah ya. cukup terjangkau. Kalau kalian berimajinasi 1 dolarnya itu Rp10.000. Tapi karena sekarang Rp18.000 waduh ya kisaran 7 sampai Rp8 jutaan lah ya atau 6 sampai 6 sampai Rp8 jutaan lah. Wah lumayan. Tapi enaknya pakai B station ini kalian enggak perlu subscription. Jadi kalian bayar one time dan dipakai seumur hidup sampai device-nya udah enggak sanggup. Cuman ya biayanya paling sama kayak kita pakai Google Drive lah ya. Harus pakai internet. Dan internetnya pun saya saranin yang paling kencang yang bisa kalian ambil di kota kalian. Karena speed-nya bakalan tergantung sama koneksi internet. Cuman saya jadi penasaran deh kalau misalkan kita hitung depresiasinya jadi berapa ya. Misalkan Google Drive itu Rp130.000 kali misal 5 tahun deh 60 dan kalau misalkan itu cuma dapat 2 TB ya tuh Rp7.800.000 kalau pakai Google Drive kalian langganan selama 5 tahun. Tapi kalau kalian pakai sinologi ya anggap aja R juta ya. R juta dibagi 60 berarti kalian langganannya per bulan itu Rp116.000 kalau kalian mau pakai konsep langganan dan file-nya juga lebih gede dibanding Google Drive yang cuma 2 TB. Ini kita dapat 4 TB dan satu hal lagi ini di lemari kita sendiri. Karena kalau misalnya Google Drive itu ibaratnya kayak kalian pinjam locker room yang pasti yang punya locker room itu pasti punya master key-nya. Jadi dia kalau misalkan mau iseng bisa tuh inp-inp data. Apalagi kalau kalian sebuah perusahaan start up yang benar-benar wah punya rahasia yang banyak itu sebenarnya agak bahaya ya pakai Google Drive ya. Apalagi kalau kalian asuransi perbankan yang ada kalian nyimpan data-data customer langganan pakai Google Drive kacau sih. Kemarin aja dihujat kan K diigi ketika dia bikin lowongan tapi ternyata lowongannya itu dikumpulin di Google Drive. Kacau itu udah masuk ke privacy. Uh. Nih lihat guys. Ini kesukaan kalian pasti nih. Wow. Gila. Saya lebih pengen lihat kameramannya sih. Wih. Widih. Wih. Wis gila kamera. Wih, wih. Gox. Bentar guys, ini ada Adidas dan istri saya itu titip jaket Adidas ya. Bentar ya. Namanya juga suami yang takut istri. Eh, sorry. Itu ada yang selfie dan ada demo tuh di situ, Guys. Tuh, lihat tulisannya apa sih ini? Coba saya zoom dulu, ya. Uh, turunkan prap. Jadi area ngerokoknya itu digaris, Guys. Nah, area ini kan ada tulisannya nih, no smoking with the green line. Kalau sana gak boleh ngerokok, di sini udah boleh ngerokok. Tapi kita cari tempat yang lebih lebih beradab lah ya untuk ngerokok ya. Ini kita makan dulu, Guys, ya. Ini makanan yang kayaknya viral banget karena antri ya. Dari tadi itu antri dan ya ini oyster omelet gitu. Wow, udah datang nih makanannya nih. Ini namanya oyster egg. Nah, ini nasi gorengnya. Thank you. Enggak dikasih sendok ya. Jadi dua ini itu 150 NTD. Jujur aja kemarin kan saya ke sini malam ya sebenarnya ya dan nasi gorengnya itu enak banget. Yang masak beda tuh yang masak tuh kayak bapak-bapak ini kayaknya enaknya nih. Rasanya beda sih. Enakan yang kemarin enggak? Kurang asin cuman pas banget asinnya. Alhamdulillah. Jadi udah selesai makan dan makanannya enak. Habis duanya enggak terlalu habis ni sama ini. Ininya habis. Hah. Sekarang saya ceritain dulu gimana Wofu saya di Taipe 2026 untuk komitex. Mungkin bisa jadi insight buat kalian juga yang mungkin sama kayak saya. Content creator yang enggak boleh file MBA atau embargo itu leak atau bocor keluar. Jadi karena saya tahun ini enggak pakai tim, kenapa enggak pakai tim untuk ke sini? Karena budgetnya enggak ada, Guys. Kita jadi bukan pemerintah Indonesia aja yang lagi efisiensi. Jadi, DKID juga lagi efisiensi. Dan kita memutuskan untuk yang berangkat dua orang aja deh. Nanti kita editnya langsung kirim aja. Nah, enggak enaknya saya jadi host. Iya, script writer, iya, kameraman, iya. Cuman editor sih enggak ya. editor saya tetap kirim ke sana kecuali kalau ngireditnya yang yang cepat-cepat aja itu saya bisa di cut aja. Jadi biasanya sih saya ke komputex ambil-ambil biroll erol pulang pulang itu saya sebelum tidur saya upload dulu karena filnya lumayan gede. RID itu kan 4K ya jadi bangun-bangun udah selesai dan pagi saya tinggal mapping aja. Oh ini edit yang ini, ini edit yang ini. Jadi kayak gitu simpel aja sih sebenarnya. Mirip-mirip sama Google Drive aja. Jadi paginya entah Tomo, Anzura, Ari, Fitri, ataupun Asna editor kita tuh bakalan langsung tahu di mappingnya itu mereka harus ngedit apa. Padahal jaraknya 5.200 km. Nah, ini sebenarnya juga bisa buat kalian yang mungkin tinggal di Jakarta karena di Jakarta itu kan ya costnya mahal ya. Tapi kalian harus tinggal di Jakarta. Nah, editornya kalian bisa cari di Malang. Nah, Malang itu karena UMR-nya enggak terlalu mahal kayak Jakarta. Tapi untuk start up ya kalau misalkan udah gede ya harus di Jakarta sih ya. Karena kalau udah gede pasti juga nutut kok ya antara UMR dan juga penghasilannya harusnya gede. Dan fitur yang saya suka banget sih dia bisa bikin folder khusus kayak Google Drive lah per project itu. Jadi saya bisa bikin Comotk D1, Comutchk D2, Comutchek brand A, Comutchk brand B. Plus ada fitur yang sebenarnya keren tapi jujur aja untuk saya enggak pernah saya pakai ya. Kecuali kalau host-nya banyak kayak base Indot mungkin bisa ya. Jadi ada sortir AI gitu bay muka. Jadi kalian bisa vortir. Oh ini mukanya siapa aja di sini host-nya ini aja gitu. Tapi kalau di KID kan harusnya kalau enggak saya Azura dan Asura pun jarang-jarang saya jadi enggak terlalu butuh fitur ini. Nah, kalau tampilan aplikasinya sih saya suka user interface-nya itu mudah jadi cuman home files, share folder ya yang apa yang di-share dengan saya, apa yang di-share, apa yang enggak di-share dengan saya gitu-gitu. Ada labelnya juga bisa label offline, resign, bisa dikategoriin juga foto, dokumen, musik, dan juga video. Super easy. Bahkan menurut saya lebih simpel dibandingkan Google Drive ya, karena menunya enggak terlalu banyak. Sudah mulai layak antrinya, Guys. Saya enggak boleh di sini terlalu lama karena kasihan ya nanti orang-orang enggak dapat meja. Oke, sambil kita cabut saya ngobrolin tentang apa ya kekurangannya ya. Kekurangannya mungkin ya karena dia disimplify banget untuk detction ini. Jadi dia enggak kayak si DS yang memang dibikin untuk advance atau expert banget. Jadi dia disimplify enggak kayak si seri yang plus di S22 plus something. Ini benar-benar disimplify, terus enggak ada Wi-Fi-nya, jadi harus pakai LAN. Terus tourisnya juga enggak bisa ditambah cuma 8 TB apalagi ya? Ya itu sih paling sama kalau kalian itu tinggalnya di daerah 3T atau daerah yang internetnya kurang lah. Wah, itu ribet sih ya bakalan karena dia speed-nya itu tergantung dengan koneksi internet kita. Nah, kalau misalkan mau yang lebih advance mungkin di video terpisahlah kita bahas ya. Karena saya juga punya juga di rumah. Kalian bisa ambil tipe yang DS225 Plus. Tapi harganya ini lumayan dan setup-nya juga lebih kompleks. Tapi dia ini enggak pakai DSM. Jadi dia pakai sistem operasi nasinologi yang canggih. Jadi fitur-fitur kayak advance ya yang kayak Docker virtual mesine surveilance station itu juga ada. Jadi kalau misalkan kalian uh bahkan kemarin saya di bootnya Sinogi itu mereka bikin software yang canggih banget guys. Jadi software-nya itu bisa mendeteksi orang CCTV ya. Jadi kalau misalkan CCTV misalkan satu Simen ini CCTV-nya semua connect terus ada maling. Contohnya malingnya pakai baju pink kayak saya ini dia bakalan bisa ngedeteksi similarity-nya. Jadi mulai dari bentuk rambutnya, bentuk mukanya, bajunya, tasnya, semua itu discan kesamaannya. Habis itu semua CCTV yang terkoneksi itu bakalan nyariin dia secara real time. Gokil sih. Bukan, bukan CCTV-nya ya, tapi software-nya. Nah, bayangin kalau misalkan CCTV itu dimasukin ke Indonesia, berapa lama kira-kira polisi kita untuk nyari misalkan ada maling? Kayaknya tetap lama deh. Soalnya biasanya CCTV-nya itu kalau di Indonesia sering mati. Dimatiin atau mati gitu. Okelah, Guys. Jadi mungkin cukup itu dulu karena saya mau ketemu teman saya dari Taiwan dan ya kesimpulannya apakah kalian wajib untuk beli sinogi B Station ini sebenarnya tergantung kebutuhan ya di situ ramai. Kita lewat sini kali ya. Karena kalau misalkan kayak saya pribadi ya, saya butuh banget. Saya enggak bisa pakai Google Drive, OneDrive atau Cloud apapun itu. Karena saya tuh ada indace, ada agreement, ada embargo sama brand. Kalau misalkan ada file yang bocor, saya tuh bisa dituntut dan dituntutnya itu biasanya lebih mahal dibandingkan saya harus bayar Google Drive per bulannya. Jadi kalian cari aja deh kasus-kasus orang yang kerja sama Mam Brand terus dia enggak sengaja pakai HP lain lah atau dia enggak sengaja ngebocorin sesuatu lah rahasia brandnya lah. Wah itu dendanya bisa gede banget. Nah kalau untuk yang punya kebutuhan sama kayak saya kayak gini jangan sekali-sekali pakai Google Drive yang gratisan karena servernya itu bukan di kita sendiri. Kalau ini kan servernya di rumah kita. Jadi harusnya aman. Terus buat yang ya perusahaan-perusahaan insurance, perusahaan-perusahaan yang datanya itu customer yang banyak itu juga gak bisa ya pakai Google Drive kayak gitu karena berbahaya. Dannya lagi kalau content creator kayak saya yang sering liputan ya saya bisa kerja dari mana aja asalkan ada internet. Kalau enggak ada internet sih susah. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja.

Lihat di YouTube