Jungkat

Data Center dan Layanan Cloud Asli Indonesia! Apa Kelebihannya? (YouTube Video)

  • 05/08/2026

Tahukah kalian bahwa di Indonesia ini sudah ada data center yang canggih yang asli Indonesia banget? Tahukah kalian bahwa data center asli Indonesia ini mampu menampung ribuan server sejak tahun 2010? Tahukah kalian bahwa data center ini bahkan sudah punya layanan cloud lokal yang lokasinya itu di Indonesia? Belum tahu? Oke, mari kita bahas. Ya, Datacom. Ini adalah perusahaan IT services yang menyediakan layanan cloud lokal dan sudah sejak lama memiliki data center sendiri. Bagi yang belum tahu, istilah cloud ini sederhananya adalah layanan sumber daya komputasi ya, bisa server, penyimpanan data, jaringan, software dan lain sebagainya yang tersedia melalui internet. Mau contoh? Google Drive. Ini adalah layanan penyimpanan data yang adanya di internet. Enggak perlu ke hard disk yang nempel di komputer kita kan? Nah, ini adalah contoh layanan cloud. Lalu Gmail, itu layanan email yang enggak butuh server fisik di kantor atau di ruangan kita. Ini juga layanan cloud. Layanan cloud ini tidak hadir begitu saja tentunya ya, tetap ada server fisiknya. Tapi kita tidak perlu memilikinya, kita hanya perlu menyewa layanannya saja. Layanan cloud ini membuat kita bisa mempunyai kemampuan yang canggih tanpa perlu mengeluarkan dana besar. Tapi kalau kemampuannya mau ditambah, tentu bisa saja dengan menambah paket layanan yang lebih baik. Ini sangat cocok untuk kebutuhan usaha dari kecil hingga yang besar sekalipun. Nah, layanan cloud ini sebenarnya akan lebih efisien kalau server fisiknya itu ada di lokasi yang berdekatan dengan kita sebagai penggunanya. Karena latensi akan jadi lebih rendah. Jadi, semua kegiatan yang terkait layanan cloud ini akan jadi lebih lancar. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai data center dan layanan cloud service lokal Indonesia dari Datacom. Oke, selamat pagi Pak. Pagi, Mas. Oke, akhirnya sampai sini juga ya. Kemarin saya sudah mampir ke sana. Iya. Nah, data center sekarang gantian nih. Ya, kita ajak ke sini untuk menjelaskan ke teman-teman sebetulnya nih, biar lebih jelas lagi. Sebetulnya pengin tahu nih, bagaimana sih perjalanannya Datacomm tuh dari awal sampai akhirnya bangun data center dan punya layanan-layanan cloud ini. Sebenarnya gimana sih? Ini kan soalnya menarik ya, perusahaan lokal soalnya nih. Jadi, Datacomm punya sejarah yang cukup panjang. Eh, berdiri dari tahun 1990. Waktu itu Datacomm menjadi perusahaan reseller ya, reseller peralatan telekomunikasi. Oke, oke, oke. Kemudian di tahun 2000, kami bergerak menjadi sistem integrator. Karena pada saat itu berubah dari circuit switching menjadi packet switching. Kalau masih ingat zaman-zamannya packet switching. Iya, packet switching. Ya, jadi tahun 2001, kami menjadi implementor pertama nih untuk yang metro internet network di Indonesia. Nice. Ya, di tahun 2008, kami eh, juga bergerak di bidang IT security, menyediakan layanan IT security untuk perimeter security, eh, penetration testing dan sebagainya. oke. Nah, di tahun 2015, kami melihat bahwa bisnis di Indonesia itu semakin lama semakin berubah ya. Mungkin eh, orang mengadopsi cloud. Karena pada tahun 2015 tuh, orang pada banyak masih on prem, tapi perlahan beralih ke cloud. Nah, pada saat itu buat yang bingung on prem itu apa, berarti ada di lokasinya sendiri ya, on premis gitu. Betul. Ada di tempatnya sendiri gitu. Tapi, berarti dulu tuh server ada di kantor masing-masing gitu ya. Betul. Biasanya dulu masing-masing di kantor tuh ada yang namanya ruang server atau ya sebenarnya ruang storage kecil yang dialihfungsikan menjadi tempat server. Yang penting dingin ya. Iya, yang penting dingin. Karena kan server butuh dingin ya. Iya, iya, iya. kita namakan on premis. On premis. Di lokasinya customer ceritanya begitu. Nah, namun perlahan-lahan orang merasa, oh kayaknya eh, mengelola server sendiri tuh menjadi kompleks ya, rumit, butuh pengadaan dan dan Jadi, orang pelan-pelan beralih ke cloud. Nah, kami tahun 2015 melihat ada potensi terkait cloud ini, kami bergerak atau menyediakan layanan private manage cloud. Jadi, menyediakan layanan cloud khusus untuk enterprise yang di-hosting di tempat kami. Oh, jadi cloud tapi spesifik buat perusahaan atau organisasi tertentu gitu ya. Betul, ya. Bukan terbuka Bukan belum, belum terbuka. Nah, di tahun 2022 kami melihat potensi makin makin besar, kami men-launch-lah istilahnya sebuah public cloud gitu yang lokal, yang istilahnya seperti otomasi-lah otomasi untuk cloud services di tahun 2022, di 2023. Kami membuat data center yang kemarin dikunjungin, nah itu tahun 2023 baru resmi beroperasional. Tapi bukan yang kemarin dong, kalau yang kemarin kan di Jababeka. Iya, di Jababeka. Jababeka duluan ya? Betul, Jababeka duluan. Bukan, jadi kami ada data center di tahun 2010 itu di kantor headquarter kami di Tendean. Oh, Tendean dulu kan ya? Iya, Tendean. Nah, di 2023 karena yang cloud-nya semakin eksplosif-lah ya perkembangannya, kami membuka data center baru di Jababeka yang kemarin dikunjungin. Oh, yang kemarin saya iya. Iya, di tahun 2023 gitu. Oh, I see. Untuk pemrakarsanya siapa sih ini? Eh, jadi pemrakarsanya sih sebenarnya oleh presiden direktur kami, Pak Wicin, Tan Wicin gitu. Sampai sekarang masih menjabat sebagai CEO. Dia melihat bahwa ini perkembangannya makin bagus gitu ke arah cloud, jadi mereka apa, beliau mencetuskan-lah untuk membuat sebuah divisi cloud yang saat ini saya tangani sebagai direktur teknikalnya untuk bisa menyediakan layanan cloud yang ada di Indonesia gitu. Ini berarti cloud tapi server-nya di Indonesia, enggak di luar. Betul, di Indonesia. Jadi, semua layanan kami itu full ada di Indonesia. Latensi lebih rendah berarti ya? Pastinya lebih rendah ya. Buat yang enggak ngerti latensi, ping ping ya, ngerti ping? Tahu? Nah, ngelag atau enggak? Nah, tuh tuh ya. Gitu gitu kurang lebih ya. Kurang lebih begitu, iya. [tertawa] Oke. Kemarin tuh pas kita mampir ke data center tuh kita lihat security-nya tuh ketat banget ya? Sampai ada tempat-tempat yang mesti masuknya mesti hati-hati kalau enggak nanti ketahuan di tengah-tengah gitu kan. Mungkin bisa diceritain lagi deh kembali ya buat teman-teman, sharing ke teman-teman juga. Fasilitasnya tuh apa, ada apa aja sih di data center itu? Eee jadi pada saat kunjungan kemarin ya, memang ketat. Kenapa? Karena Datacom melihat eee data center itu bukan hanya sebagai tempat penyimpanan server saja, tapi sebenarnya itu penyimpanan data customer. Itu ya, itu penting ya, iya. Nah, kita melihat ini data customer nih sangat penting, confidential dan availability harus terjaga. Jadi kami membuat sebuah data center yang availability-nya itu sangat baik gitu. Kami mengadopsi rated 3, ANSI TIA-942 rated 3. Jadi itu memiliki redudansi N+1. Sehingga ketika ada failure itu bisa otomatis di backup lah oleh sistem cadangan kami. Standarnya begitu berarti ya. Jadi harus ada backup-nya gitu ya. backup-nya ya. Nah, jadi selain availability kami juga menjaga keamanan data. Nah, keamanan data ini kami bagi menjadi dua. Ada physical security, ada logical security. Nah, physical security yang seperti kemarin tuh saat datang [tertawa] itu pertama kali ada pos pertama di gerbang security ya. Itu masuk aja enggak langsung gitu? Betul, karena harus dicek di dicek sebenarnya. Jadi ketika pada saat mau visit kan sebenarnya harus mengisi visitor form ya. Iya, betul-betul betul. form di situ diisi tuh kepentingannya apa, identitasnya siapa dan sebagainya. Nanti jangan bukan Iya, pada saat [tertawa] eee nyampe ke pos security di depan di awal yang paling pertama itu dicek benar enggak gitu. Apakah sudah mendaftar atau belum gitu. Jadi setelah masuk ke pos security masuk ke area lobby. He em, ya. Nah, di area lobby itu dilakukan eh, pengecekan atau terkait identitas. He em, ya, ya, ya. lalu eh, penukaran ID. Nah, ID ini kita klasifikasi berdasarkan privilege. Jadi, tidak semua eh, visitor itu memiliki privilege yang sama. Jadi, misalkan ada visitor yang eh, bekerja hanya untuk di sekitar area power, power house. Oh, oke, ya, ya, ya. dia eh, akses card yang diberikan hanya bisa masuk ke area power house. itu berarti masuk ke kanan ya? Iya, masuk ke kanan, Masih ingat saya. Jadi, yang bekerja yang di di area power mungkin tidak bisa masuk ke area data hall karena beda privilege-nya. Iya, yang iya kita coba yang ke kiri ya, yang ke kiri ya, oke. Kalau ada visitor yang mungkin hanya sekedar tamu berkunjung saja ya, mereka tidak memiliki akses ke data hall maupun ke power house, hanya akses ke area lobby dan ruang meeting. Jadi, memang ada privilege yang berbeda-beda. Berbeda-beda ya. Itu eh, tingkat dua, level dua untuk security-nya. Nah, di tingkat tiga He em. itu di depan data hall itu kami ada akses security lagi. Itu eh, two factor authentication. Jadi, perlu tap kartu sama muka, biometrik. Nah, jadi untuk memastikan keamanan. Iya, nah di di akses data hall ini itu juga ada yang namanya mantrap. Nah, apa sih iya. Mantrap itu sebenarnya fungsinya untuk eh, mencegah yang namanya tailgating. Apa sih itu tailgating? yang yang saya bingung namanya kan mantrap sip, jebakan pria. Iya, jebakan manusia sebenarnya. ya, mantrap ya. Jadi, fungsinya itu adalah untuk mencegah adanya eh, lebih dari satu orang untuk masuk. yang ngetap satu yang masuk dua nempel. Betul, ini untuk mencegah otorisasi. Jadi, karena kami nanti di situ ada eh, istilahnya kamera yang mendeteksi secara otomatis. Oh, begitu nih ada lebih dari satu orang langsung bunyi alarmnya dan tidak bisa akses. Jadi, ini untuk mencegah unauthorized akses ke data center kami, ke data hall. Iya, itu menarik tuh. Jadi, masuk ada ruangan dulu ya, ruangan antara gitu. Begitu masuk enggak langsung ketemu sama data hall-nya, tapi ada ruang antara dulu. Dari situ baru nanti bisa masuk lagi, baru masuk ke dalam data hall. Baru masuk ke dalam data hall. Nah, di dalam data hall itu ada lagi akses security-nya, yaitu akses ke arah containment. Karena data center kami, data hall kami itu bentuknya containment untuk meningkatkan efisiensi dari cooling. Iya, jadi masuk ke dalam masih ada lagi kotak-kotak, kubikel-kubikel ya Pak ya, boks-boks lagi ke dalam. Jadi, enggak bisa langsung masuk langsung wah itu langsung server-nya kelihatan gitu ya. Jadi, mesti akses lagi itu juga memiliki privilege yang berbeda-beda. Jadi, mungkin vendor yang hanya boleh ke containment satu ya dia cuma bisa tap untuk membuka akses ke containment satu. Jadi, kami ada privilege level-nya. Setelah akses ke dalam containment level, itu di dalamnya masih ada rak yang dikunci juga. Masih ada itu berarti sudah masuk di rak itu masih dikunci lagi ya. Kunci gitu. Jadi, setelah kunci itu baru bisa mengakses data secara fisikal. Jadi, kalau misalnya memang saya perusahaan yang pegang server itu gitu ya, yang ngurus server itu kan yang nitip di situ. Dia cuma bisa buka server-nya sendiri gitu ya. Betul, hanya raknya dia saja. dia doang gitu ya. Iya, jadi itu ada lima tingkat keamanan yang kami miliki di data center kami gitu. Untuk mencegah benar-benar nih authorize akses terkait perangkat dan data. Menarik sih masuk ke dalam sana. Eh, suhu itu kemarin berapa ya? Ya, kami menjaga suhu itu sekitar di 26 derajat. Sekitar 26. 26, 25-26. 25-26. Ini ini beda loh sama server zaman dulu yang 18-20 gitu ya. Kan masuk ruang server tuh sudah pasti pakai jaket. Kalau ini kan enggak ya. Kemarin kayaknya normal temperatur ya. Betul, ruang AC biasa gitu. kami meng-contain tadi pakai containment itu, kami meng-contain yang namanya cold aisle dan hot aisle. Sehingga itu lebih efisien. Nah, karena lebih efisien, suhu di dalam ruangan itu tidak perlu terlalu tinggi. Nah, di dalam ruangan besarnya enggak enggak dingin termasuk ke dalam kan itu terasa ada ada angin. Ada angin, angin dari bawah, dari bawah. gitu dingin di situ. Iya, iya, iya, iya. Menarik sih. Jadi, eh zaman sekarang enggak perlu dingin-dingin amat, yang penting mesinnya yang kena ya yang yang didinginkan di situ. Dulu kan orang lihatnya wah ruangan masuk sudah pasti dingin nih gitu. Boros sekali kalau kayak gitu ya. Pasti kalau kita mendinginkan seluruh ruangan data hall akan lebih boros dibandingkan hanya sebagian kecil ya containment saja yang kita dinginkan sehingga lebih efisien. Nah, efisiensi inilah nanti eh power utilization menjadi sangat efisien. Ya, ini beda kan ya sama kalau rumah ya. Kalau rumah tuh bisa saja digaspol gitu ah paling beda 200.000, 300.000 gitu kan. Ini kan 24 jam ya. Terus-menerus sampai setahun gitu. Enggak, enggak mungkin, enggak mungkin itu. Terus di dalam situ ada apa lagi sih kemarin monitoring segala macam ada fasilitas apa lagi di situ? Ada banyak sebenarnya, ada sensor beberapa banyak sensor. Ada sensor suhu, sensor kelembapan, sensor listrik, eh power utilization. Kemudian ada CCTV untuk memastikan eh akses. CCTV di mana-mana ya? Betul, banyak CCTV. Sehingga kita waduh terekam dia begitu masuk ke dalam langsung kelihatan gitu Pasti karena kita menjaga keamanan untuk orang yang benar-benar akses tuh authorized. Akses. Sensor suhunya juga di mana-mana berarti itu. Betul, sensor suhu itu di dalam containment tuh ada beberapa lokasi. Ada di depan eh containment-nya, ada di dalam di tengah containment dan di belakang containment gitu. Oke, untuk pasokan daya bagaimana tuh? Pasokan daya kami dari tentunya dari perusahaan eh listrik yang ada di area lokasi data center ya gitu. Kemudian tapi tentunya kami di-backup oleh genset, generator. Ada genset juga. itu eh kami running testing setiap 2 minggu. Oh, itu yang kemarin ke belakang gitu ya? Ada genset 3 biji. besar. [berdehem] Betul, gensetnya ini genset khusus industri ini ya. Jadi gedenya segede kamar hotel. Karena gensetnya gede banget itu. Satu genset tuh 2 megawatt untuk powernya. satu genset. Dan itu masih ada ruangan kosong lagi tuh. Masih ada untuk ekspansi nantinya. Buat ekspansi nantinya lagi ya. kami sudah persiapkan. Ini menarik sih kalau untuk genset. Apakah kalau tiba-tiba listrik mati dia langsung switch ke genset atau ada UPS-nya lagi ya? Eh, sebenarnya begitu listrik mati itu dideteksi oleh UPS lalu di switch ke baterai. Oh, dia tarik ke baterai dulu ya. Oh, itu sebabnya ada ruangan lagi buat baterai-baterai itu ya. Ada ruang baterai terus baru ada ruang genset di situ. Dan ini ruangannya terpisah jauh ya sebetulnya ya. Iya, karena memang disyaratkan oleh untuk eh yang tadi industri standar yang TIA 942 itu mensyaratkan adanya lokasi-lokasi tertentu nih untuk UPS panel, baterai, gena- genset, dan sebagainya itu harus terpisah gitu supaya aman. Jadi server itu sebetulnya nyambungnya ke UPS dulu. Iya, UPS. Setelah itu baru dia nyambung ke genset. Betul, jadi dari Genset. Generator. Jadi dari supply listrik itu akan masuk ke dalam eh istilahnya eh low voltage untuk men- mentransformasikan dari yang medium voltage ke low voltage lalu itu masuk ke dalam UPS panel dan di situ nanti diselaraskan nih dengan eh apakah kondisi powernya itu eh normal atau tidak sebelum masuk ke perangkat. oh oke oke. Ketika dideteksi ada anomali misalkan lagi supply-nya berkurang atau mati itu secara otomatis akan eh switch ke Baterai dulu. Iya, baterai. Karena itu yang cepat ya switch-nya enggak pakai mati dulu dia langsung pindah. kan enggak boleh mati. Iya, servernya enggak boleh mati soalnya. Iya, jadi di-switch ke baterai, nanti secara otomatis genset akan diberi sinyal untuk running. Nah, butuh waktu untuk start genset. Setelah genset itu running, dia nanti akan otomatis, oh ini sudah ada supply nih dari genset, dia akan switch ke genset, gitu. Seberapa cepat sih genset itu? Cuma 1 menit, 2 menit doang sudah? Sebenarnya genset itu butuh running sekitar 15 detik. Oh, iya. Iya, untuk supaya running dan bisa disupply beban. Kayaknya starter motor saja ya. Cret, jreng, sudah nyala? Sudah? Nah, oh. Berarti sih baterai itu cukup, untuk UPS itu baterainya hanya perlu cukup untuk beberapa menit saja sudah Beberapa menit sudah cukup. Iya, iya tadi 15 detik sebenarnya sudah running gitu, tapi untuk safety kami jaga hingga 5 menit power atau 10 menit. 5, 10 menit gitu ya. sampai 10 menit power agar ya terjaga gitu. Jadi 5 sampai 10 menit itu masih di, masih bisa di baterai. Masih di-cover oleh baterai. baterai. Dan itu kan generatornya juga berlapis-lapis ya sebetulnya itu ya. 3 generator. generator saling backup satu sama satu. Itu generatornya yang di atas listriknya ke atas gitu. Oh, gede nih generatornya. Gensetnya gede amat. Bilang, memang sudah terpadu semuanya di, dirancang supaya enggak ada downtime ya di situ untuk si servernya sendiri. Iya, tidak boleh ada downtime, betul. Agak bahaya ya. Kalau ada downtime ya. Nah, kalau untuk konektivitas datanya sendiri bagaimana nih? Untuk konektivitas data dari data data center kami itu ada multiple atau berbagai upstream. Koneksinya ini ke, ke beberapa penyedia layanan internet, itu ada fiber, jalur fiber lah dari data center kami Beberapa ya. Iya, ke POP yang ada. Beberapa bukan cuma satu berarti ya. Enggak bisa ya bergantung cuma satu. multiple. Harus multiple ya. Harus lebih dari satu, untuk menjaga availability juga gitu. Availability-nya harus tinggi, rangkap juga ya. Iya, betul. Iya, kadang-kadang enggak apa-apa speed turun dikit tapi yang penting masih hidup terus gitu ya. Ya, walaupun janganlah sebetulnya. Kalau dikomplain nanti kalau turun. Dikomplain nanti turun sedikit, "Wah, ini kenapa lambat?" gitu. Iya, kita harus menjaga availability serta reliability dari layanan gitu. Jadi, semuanya redundant, berlapis itu untuk menjaga supaya lebih aman. Karena ini urusannya harus bisa connect ke luar ya. Bukan kalau ini kan bukan server sendiri. Kalau zaman dulu punya ruang server paling di sini cuma UPS sebiji gitu kan. UPS sebiji yang mungkin dirancang supaya matiin server aja gitu buat shutdown server. Kalau ini enggak bisa begitu. Enggak ada urusan nih. Ini server cloud-nya harus nyala terus gitu. Dan connect terus itu paling penting. Eh, kemarin kalau enggak salah kita mampir ke ruang pengawasan juga ya? Ada monitoring-nya juga ya di situ ya? Kami di data center itu ada beberapa eh ruang monitoring ya mulai monitoring terkait eh facility monitoring. Jadi, eh power, suhu, kemudian eh CCTV, akses, dan sebagainya itu dimonitor. Kemudian kami ada ruangan khusus eh untuk NOC dan SOC. He em, he em. Untuk monitoring. NOC ini apanya? NOC itu Network Operation Center. Network Operation Center. Iya, oke. SOC itu Security Operation Center. Oh, ada yang jaringan, ada yang keamanan. ada yang keamanan. Jadi, untuk memonitor availability, performance dari perangkat atau layanan serta eh security insiden. Karena ini namanya cloud ini pasti kan banyak serangan ya, serangan cyber. Nah, pasti dimonitor. Pasti setiap hari hampir [tertawa] ada. Ada aja ya? Ada aja setiap hari hampir ada aja serangan cyber eh menuju layanan cloud kami. Nah, makanya kami mendesain jaringannya itu aman secara logic maupun physical kemudian dimonitor eh 24 * 7 oleh tim eh security kami, SOC kami. Oh, jadi itu bukan urusan yang naruh server ya harus instal antivirus apa gitu enggak gitu ya? Dari dari data center-nya sendiri sudah handling itu juga ya? Iya jadi keamanan itu harus berlapis mulai dari perimeter-nya dari data center kami, kemudian surrounding system-nya, networking-nya, lalu di dalam VM pun kalau di dalam layanan server pun itu perlu ada layanan keamanan security yang berbeda gitu. Itu saling me istilahnya saling mendukung untuk menciptakan sebuah keamanan IT yang sangat baik. Sama kayak fisiknya tadi ya secara fisik kan juga harus berlapis juga gitu. Bahkan sampai ke server-nya sendiri juga dikunci juga gitu kan. Walaupun sudah bisa masuk sampai ke dalam ya kalau enggak punya kunci server-nya enggak bisa dibuka juga gitu. Oke oke jadi itu itu yang kemarin kita lihat di dalam ya. Lumayan kompleks lumayan wow juga pas masuk dalam gini ya Terima kasih loh kemarin itu sampai dikasih lihat detailnya jadi oh paham paham banget cooling system-nya kayak gimana, terus urutan power-nya seperti apa, pengawasan seperti apa, datanya bagaimana handling-nya gitu. Itu itu menarik sekali untuk untuk pertama kalinya tuh benar-benar bisa lihat detail banget isinya seperti apa. Itu kan tadi secara fisik sih data center-nya sendiri tapi sekarang kan dari Datacom sendiri punya layanan cloud-nya sendiri kan? Bukan cuman hosting cloud orang gitu gitu Bukan bukan hanya colocation. Bukan hanya colocation itu istilahnya itu itu ya hosting server orang atau colocation gitu namanya tapi tapi dari dari Datacom sendiri punya sendiri ada namanya Dcloud ya? Ini layanan cloud-nya sendiri. Betul jadi layanan cloud yang kami open untuk publik itu kami namakan Dcloud. Oke Datacom Cloud. Betul singkatannya Datacom Dcloud. Iya tadi mau diambil enggak bisa jadinya kan Dedi Cloud gitu. Enggak bisa ya sudah Dcloud soalnya itu. Yang mendorong Datacom menyediakan cloud services-nya sendiri itu apa ya? Enggak cuman colocation doang. Tadi pada tahun 2015 kami melihat tuh eh bisnis makin lama makin berubah, transformasi digital lah nama istilahnya. Itu makin eh tahun semakin tahun tuh semakin banyak yang adopsi cloud. Jadi kami berpikir bahwa memang cloud ini bergerak dengan cepat. Eh di Indonesia sendiri butuh transformasi digital. Kami merasa bahwa eh selain pemain cloud yang ada di eh pasaran ya global gitu, ini Indonesia juga mampu loh untuk membuat sebuah layanan cloud yang setara dengan internasional gitu. Jadi kami melihat bahwa ini ada sebuah potensi market yang besar. Nah kami di sana menyediakan layanan cloud yang lokal yang bisa di-comply untuk regulasi-regulasi yang ada di Indonesia. Oh itu yang penting ya. Jadi harus comply dengan regulasi yang ada di Indonesia. Soalnya kan ada yang namanya kedaulatan data gitu ya. Gitu ya. Filosofi panjang kami sebenarnya menyediakan layanan cloud yang lokal, trusted, dan reliable. Untuk di perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Ada pembeda apa sih yang spesifik banget antara eh di cloud dengan layanan cloud yang yang mungkin multinasional gitu? Jadi eh kami melihat bahwa kebutuhan cloud masing-masing perusahaan tuh berbeda-beda. Ya. Jadi kami di sini menyediakan sebuah layanan cloud yang lokal. Bedanya dengan public cloud yang ada tentunya dari sisi pricing, harga. Oke, satu harga berarti ya. Jadi harga kami itu tidak ya tidak eh terpengaruh lah oleh kurs dolar [tertawa] yang sekarang lagi naik turun, naik turun. iya company kan itu pastinya eh apa eh pegawainya mungkin 70% dibayar pakai dolar. Iya kan? Dolarnya bergerak harganya ikutan naik gitu ya. Kalau ini berarti kan pakai rupiah. Betul. [tertawa] Jadi kami menyediakan layanan flat pricing. Flat pricing. Flat pricing, jadi tidak terpengaruh terhadap kurs, tidak terpengaruh terhadap data transfer, kami kami tidak membebankan data transfer pada customer kami. Oh gitu, oke. Iya, jadi mereka bisa menggunakan layanan cloud-nya dengan baik, dengan pokoknya sepuasnya lah gitu. Sepuasnya. Sepuasnya, flat pricing. Flat pricing gitu ya. Dan ini working sejauh ini buat buat Indonesia? Sangat sangat jalan, jadi apa minat dari perusahaan itu justru ingin migrasi sebenarnya, saat ini lagi banyak yang ingin migrasi dari public cloud ke cloud lokal yang flat pricing, tidak terpengaruh terhadap biaya dolar yang naik gitu. Kemudian kami juga menyediakan sebenarnya sebuah layanan cloud yang support-nya full 100% lokal cloud lokal Indonesia. Oke, maksudnya gimana? Kenapa? Karena jadi biasanya nih kalau misalkan public cloud mau open case atau ada butuh support atau butuh ya support lah dari dari customer service-nya, mereka kan open case ya, open case via email. Ya, open case itu open ticket, open ticket ya via email, via chat gitu. Nah, yang balas ya banyak orang lah, misalnya orang dari India kadang dapatnya, entar kadang orang dari mana gitu, jadi kami melihat bahwa mungkin enggak sebagian di di Indonesia itu sebenarnya banyak perusahaan juga merasa oh kayaknya lebih nyaman nih kalau ngomongnya sama orang Indonesia nih, lebih mudah untuk mengungkapkan lah problem-nya ada di mana dan sebagainya. Kami menyediakan layanan 100% lokal Indonesia, chat dengan 100% tim Indonesia. Buat yang bingung, apa itu open ticket? Kalau kita punya masalah, kan kita juga punya ini ya, pasti punya server juga ya. Kalau kita punya masalah, terus mau mau komplain gitu ke layanan servernya, itu buka tiket dulu namanya open tiket dulu. Eh, saya punya masalah ini nih gitu. Di email dulu atau di chat dulu. Nanti keluar tuh laporan, oke kamu sudah dapat tiket nomor sekian gitu. Ada nomor antriannya sekian gitu. Sudah kayak masuk dokter saja ya sebetulnya. Kalau sakit ada antriannya sekian. Nah, ini kalau yang dibahas tadi, eh problemnya adalah kalau kita ke yang multinasional, itu kebanyakan mungkin mereka menyatukan call center satu tempat. Dan biasanya kalau multinasional itu bukan di Indonesia. Itu mungkin taruhnya di India yang paling yang paling umum ya daerah-daerah sana gitu ya. Terus jawabnya pakai bahasa Inggris. Ada istilahnya eh support-nya itu follow the sun. Oh, follow the sun itu maksudnya apa? the sun itu jadi melihat matahari ini terbitnya lagi di mana. Jadi kalau misalnya [tertawa] India lagi matahari terbit, ya support-nya ke India. Nanti kalau sudah after shift hour-nya berubah, nanti geser biasanya ke Eropa Timur atau enggak ke US gitu. Jadi itu Bisa pindah-pindah jadinya ya? Bisa pindah-pindah. Jadi setiap kali pindah biasanya ceritain sekali lagi, oh problemnya Ceritain lagi ulang lagi ceritanya. Kalau ini enggak. Kalau ini enggak. Di lokal semua. Di Indonesia semua. Kami juga menyediakan tuh layanannya itu tidak hanya via email, via chat, tapi via WhatsApp. Nah, Indonesia ini suka WhatsApp nih. Jadi lebih fast response gitu. oke. Open tiket via WhatsApp. Lebih cepat dong jadinya gitu. response-nya, lebih cepat ditangani gitu. Kalau lihat landscape perkembangan dari atau adopsi cloud di Indonesia itu bagaimana? Berkembang terus ya dengan cepat gitu. Kenapa? Karena sebenarnya di Indonesia sendiri eh regulasinya itu juga sudah mulai matang. Eh banyak sekarang regulasi seperti dari OJK, dari pemerintah itu memperbolehkan menggunakan cloud. Karena atau sudah ditargetlah untuk eh cloud usage seperti apa. Di sudah diatur lah bagaimana penggunaannya. Sudah ada sudah jelas gitu. Sehingga adopsi itu semakin mudah. Iya iya iya. eh perusahaan tuh sudah bukan berpikir bagaimana saya pakai cloud atau mau on premise. Sudah tidak seperti itu tapi lagi. tidak seperti itu. Jadi lebih ke arah ini saya mau pakai cloud yang mana ya Karena kan banyak pilihannya sekarang. Ada cloud yang mana? Apakah public cloud, cloud lokal kemudian strategi cloud-nya seperti apa? Apakah mau hybrid cloud? Hybrid itu maksudnya sebagian workload atau data atau aplikasi itu masih ada di on-premise, sebagian ada di di cloud. cloud gitu. Bagi-bagi dibagi bagi masalah data. data eh atau dia mau full cloud. Jadi semuanya datanya, aplikasinya ada di cloud. Mungkin untuk divisi tertentu bisa itu full cloud. Bisa. Iya iya. Banyak sekarang yang full cloud, ada juga sebagian yang masih eh mau hybrid cloud. Hybrid cloud itu jadi datanya sebagian masih ada di eh on-premise, eh sebagian aplikasi yang customer facing mungkin di public cloud gitu. Customer service yang pakai AI, cloud itu biasanya. Biasanya ada cloud-nya juga. juga biasanya kan taruhnya di cloud. Karena mau cuma mau jawab yang umum-umum doang. Nanti kalau lepas nanti dia lepas ke telepon. Masuk nih, masuk ke ke orang gitu kan. Jawabannya pasti itu di ditaruh di cloud semua kalau kayak begitu. Paling enggak untuk jawaban awal gitu ya. Nah, tadi bicara soal AI yang adopsi AI sendiri mempengaruhi ini enggak sih penggunaan eh cloud services? Oh, pasti jelas. Karena eh dengan adanya AI, adopsi AI di sini itu eh kita juga data center itu harus berubah juga. Karena data center ini kalau kita ngomongin traditional server mungkin satu rak eh 10 kW, 15 kW itu cukup. Tapi dengan adanya AI itu satu satu rak itu bisa sampai 120 kW bahkan lebih. Compute banget nih. game ya different game untuk AI ini. Karena mereka harus redesign data center-nya untuk support eh AI cluster gitu. Kami juga eh ada perubahannya gitu supaya bisa support GPU cluster ini. Tapi terlepas dari ada perubahan itu memang request-nya sudah naik buat di Indonesia untuk itu? Eh naik sih naik. Betul iya, karena emm, ya, AI di mana-mana dipakai, orang mulai explore, jadi secara penggunaan, secara request tuh mulai naik sih. Naiknya lumayan besar, bisa sampai 50% Kenaikan. 50% kenaikan. Dan itu 50% Kalau saya dengar-dengar, itu mereka baru trial ya, kebanyakan. Baru nyoba-nyoba awal gitu, belum deployment beneran gitu. Betul, baru ya, istilahnya pilot, pilot-pilot saja dulu. Mereka tes-tes kecil, tes-tes, eee, bagaimana caranya menggunakan AI, kemudian eee, datanya yang di-load juga yang seperti apa, baru kita tes-tes Tes-tes gitu. Tes-tes dulu sudah naik 50% Sudah 50% [tertawa] Itu gede banget. Oh, pantas masih tersedia banyak ruangan di sana ya. Buat ekspansi lagi di situ. Itu luar biasa sih sebetulnya ya. Kalau untuk sektor yang paling cepat berkembang untuk cloud saat ini, itu apa? Eee, sebenarnya hampir semua sektor tuh merata ya. Oke, he eh. Eee, ada yang financial sektor, manufacturing, kemudian retail, itu semuanya meningkat sih penggunaan cloud-nya. Jadi, tidak satu sektor yang menonjol itu, Eee, Enggak ada. Saya rasa naik semuanya gitu ya. Semuanya secara merata. Oh, wow. Bahkan pemerintah pun juga eee, banyak, mulai banyak adopsi Gitu. Salah satu pembeda kami juga kami salah satu layanan cloud kami itu memiliki TKDN. Jadi, TKDN Kalau tadi TKDN ya, saya baru tahu nih. Ada, ada. Itu syaratnya apa sih, TKDN gimana? Jadi, TKDN ini kan, eee, tingkat komponen dalam negeri. betul, betul, betul. Iya, jadi tingkat komponen dalam negeri itu menilai seberapa banyak eee, layanan cloud kami itu memang memiliki komponen dalam negeri, seperti contohnya apakah eee, layanannya itu di provide oleh pegawainya ini orang luar negeri atau bukan, gitu. Luar atau dalam gitu ya, oke. Kemudian ownership dari server-nya, perangkatnya, aplikasinya, dan sebagainya itu dihitung, ada ada ada ada formulanya, ada formulanya. Berarti lokasi juga penting. Lokasi juga. Iya, eee, lokasi betul, semuanya di di semuanya dihitung. Nah, kami memiliki tingkat TKDN yang sangat tinggi di 84,95%. Uh. Merupakan pencapaian yang cukup bagus gitu. Jadi kami bisa dengan PD nih dengan yakin gitu supply sebuah layanan cloud lokal di Indonesia untuk pemerintahan. Karena pemerintah biasanya pemerintahan nih yang memohon TKDN ya. TKDN duluan memang gitu. Tapi saya enggak tahu apakah sekarang pemerintah sudah ada meminta buat instansi yang apa sih organisasi yang terkait dengan mereka juga harus ada aturan TKDN saya enggak tahu tuh. kalau ke depannya ada berarti sudah siap. Yang penting itu dulu ya. Gitu. Jadi kalau misalnya perusahaan karena ada urusan sama pemerintah dan butuh cloud service itu kayaknya memang paling cocok di sini sih harusnya. Buat jaga-jaga siapa tahu sudah tiba-tiba keluar aturan wah ternyata harus TKDN sekian. Nah, 80 berapa tadi? 80 Tinggi ya. Tinggi sekali itu cukup tinggi sih. Nah, pengin tahu nih sebenarnya. Kalau orang datang ke ke si datang ke Om nih ada enggak sih yang yang konsultasi sebetulnya? Pak, saya punya kondisi seperti ini nih gitu. Saya mendingan saya colocation doang atau saya pakai cloud atau saya pakai on prem terus minta tolong hitungin capex dan opex ada enggak yang kayak gitu sih? Ada jadi solusinya ada juga di sini. Jadi kami sebenarnya salah satu pembeda juga kami itu ber eh memposisikan diri kami itu sebagai partner. Partner untuk cloud ekosistem. Jadi yang kami sediakan tuh tidak hanya eh layanan yang sebagian tapi full layanan end to end mulai dari compute, storage, eh kemudian eh GPU, eh kubernetes cluster atau container hingga security-nya. Kami mem- provide layanan security juga gitu. Jadi kami menempatkan diri sebagai partner. Partner di sini apa? Bagaimana caranya supaya customer kami itu sukses. Iya, iya, iya, iya. Sukses dalam mengimplementasikan atau eee memigrasikan data mereka dari on premises ke cloud gitu. Jadi, kami menyediakan layanan mulai dari assessment, kemudian migrasi, migration Migration-nya iya. hingga manage service. Jadi, kalau customer yang wah saya tim eee tim IT-nya sedikit nih, eee kemudian fokusnya lebih ke arah aplikasi. Nah, kami menyediakan layanan manage service Manage service ya? Oke. kami yang melakukan monitoring, provisioning, migration eee hingga memberikan saran terkait optimisasi. Oh, ini kira-kira ini server-nya ini eee butuh di-expand karena sudah usage-nya sudah tinggi atau bahkan kebalikannya. Oh, ini terlalu besar nih, terlalu eee kapasitas terlalu besar. Ini kita bisa enggak perlu besar ya. Kami bisa optimize sehingga eee harga bulanannya lebih rendah gitu. Jadi, kami memberikan saran seperti itu, optimis Ya, itu jadi kan operational cost versus eee apa yang mau dibeli di awal itu jadi jadi bisa lebih pas gitu ya. Karena ini yang bahaya kan satu perusahaan kan harus benar-benar mikirin nih apakah saya mau eee beli jor-joran di depan atau mendingan saya eee bayar eee sewa server-nya gitu, sewa cloud-nya aja. Ini kan pasti harus ada balance-nya. Iya, ada pros and cons ada pros and cons ini. Ya kan flexibility jelas adanya kan kalau pakai cloud. Iya. Tapi kan ada hal-hal yang ini enggak perlu nih rigid. Ini harusnya begini gitu. Oh, jadi ada ada ininya ya, ada bisa konsultasi dulu lah gitu ya paling enggak ya. Paling bisa ngobrol dulu. Untuk skala nih fleksibel? Maksudnya haruskah enterprise besar atau UMKM yang mau berkembang juga bisa gitu mungkin? Oh, sangat fleksibel. Jadi, cloud itu salah satunya unggulannya itu eee scalability dan agility. Scalability di sini adalah dia bisa start small dari satu ya hingga sampai hingga ratusan gitu. Dan agile, agile itu maksudnya dengan cepat bisa berubah. Lebih fleksibel. saya saat ini butuhnya satu nih, besok saya ada event, saya butuhnya dua supaya bisa cover eh traffic lebih. Ini dengan mudah untuk di-expand, kemudian setelah selesai event-nya mau diperkecil lagi juga mudah. Bisa. jadi buat yang usaha yang level-nya belum gede-gede amat malah cocok banget, Cocok. Jadi start small dulu, nanti setelah berkembang perusahaannya maju, ya, makin mengila makin besar. Iya, iya, punya misalnya punya layanan, kan enggak tahu, ya, saya kasih contoh deh, misalnya punya layanan toko online nih, misalnya nih, gitu, ya. Pada saat bulan-bulan sepi, ya, sudah santai saja, enggak usah gede. Tapi kan tiba-tiba mau ketemu 11-11, 12-12, eh masa iya bandwidth-nya enggak digedein gitu. Masa iya terus tiba-tiba nyangkut di tempat gitu. Nah, itu itu yang di situ namanya bisa agile, ya, bisa digedein nih gitu supaya supaya bisa nampung eh pengunjung yang lebih banyak dengan cepat, ya. Tapi cepatnya cepat banget. Saya tinggal telepon sekali atau WA sekali langsung berubah gitu, bisa gitu. Eh, bisa. Jadi untuk tipe layanan tertentu itu kami bisa berubah dalam hitungan menit. Menit. Iya, menit. Jadi ketika dibutuhkan, oh, langsung di-expand dengan cepat gitu. Oke. Wah, tim IT senang nih, apalagi kalau yang Pak Bos-Pak Bosnya suka pelupa gitu, kan. "Eh, iya, saya bikin promosi kemarin gitu." Kan teriak semua "Wah, ini load-nya tinggi banget nih. Saya bikin promosi kemarin, maaf saya lupa ngomong." Nah, itu tinggal tinggal kontak doang. Tinggal kontak support kami. Nah, oke. Atau bisa self-service. Jadi kami menyediakan layanan eh self-service portal. Ehm. Eh, jadi bisa login ke dalam portal tersebut. Eh, mengubah layanan dengan cepat, lalu tinggal tunggu, selesai. Ter-provision. Oh, ya, gampang dong jadinya, ya. Jadi lebih-lebih fleksibel, jauh lebih fleksibel. Dan ya tadi, kan, kita enggak perlu terus-terusan bayar layanan yang untuk high bandwidth ini gitu. Kita bisa gedein. Kalau mau kecil ya kecilin lagi, gitu kan. Bisa bisa dilakukan besar kecil besar kecil lah, begitu ya. Ya sampai akhirnya kalau mungkin nanti bilang, "Wah, kok digedein banget nih? Kita colocation aja." Bisa juga, gitu. Silakan. Jadi, justru dengan ada layanan di cloud ini scalability-nya luar biasa Kita bicara UMKM pun siapa tahu ya, hari gini UMKM mau pakai server AI ya bisa juga. Tidak menutup kemungkinan kalau zaman sekarang, kalau tidak kemungkinan gitu. Kalau sekarang tuh biasanya di tantangan dari pelaku industri untuk memutuskan pakai layanan cloud itu ada apa aja sih? Kalau tantangan, Panti, tentunya yang pertama masalah biaya. Selalu, nomor satu itu. Biaya nomor satu, ya ya ya. Kemudian scalability dan agility. Seberapa cepat mereka bisa berubah. Oh oh mereka nya bisa bisa Jadi, mereka mau implement seberapa cepat nih bisa scale out scale in, seberapa cepat. Kemudian eh tantangan berikutnya sih lebih lebih ke arah misalkan sumber daya IT-nya, gitu. Karena kan enggak semua perusahaan tuh punya tim IT yang eh besar, yang dedicated, gitu. Mungkin ada yang cuman ternyata di cuman satu dua orang Dan nyari orang juga enggak segampang itu. mudah, [tertawa] gitu. Jadi iya betul betul. eh adopsi cloud tuh salah satunya eh tantangannya adalah eh IT resource-nya sendiri, gitu. IT resource-nya, mungkin security jelas ya. Jadi jadi pertimbangan ya. Compliance iya, tadi compliance tadi ya, Kita harus comply, gitu. Harus comply regulasi nya. regulasi tertentu ada perusahaan yang mengikuti standar ISO-ISO juga, itu mereka juga butuh compliance biasanya. Oh, oke oke oke. menyediakan layanan compliance audit. Jadi, eh kami mempersilakan tim auditornya dari perusahaan atau customer kami untuk datang melakukan audit terkait data center kami, gitu. Sesuai dengan standar yang ada. ya? Oh, bisa gitu. Oke oke. karena customer kami itu beberapa dari financial sector ya. Ah. Kalau financial sector itu kan butuh audit secara berkala. Gitu. Jadi, mereka tuh melayan apa melayangkan surat untuk eee per apa permintaan audit. Dan kami menyediakan layanan tersebut. Jadi, eee membantu untuk meng-collect data yang dibutuhkan oleh auditor eee customer, eee melakukan eee site visit untuk melihat secara real eee server-nya, kondisinya, kemudian data center lokasi di mana dan sebagainya. Oke. Biar mungkin lebih konkret, ya. Kalau misalnya ada perusahaan di Indonesia, itu dari UMKM atau perusahaan-perusahaan gede yang mulai mikirin cloud gitu, ya. Eee kalau mau mulai eee journey-nya di cloud gitu, eee apa yang di cloud bisa tawarkan? Ada yang baru memulai nih. Jadi, kami sebenarnya menawarkan eee sebuah layanan cloud journey to the cloud. Jadi, tadi mulai dari assessment, eee kemudian setelah assessment kami menya menawarkan migration service, setelah migration service-lah sampai di cloud, kami tawarkan lagi jasa manage service. Jadi, mereka tuh eee benar-benar eee merasa amanlah gitu untuk journey cloud-nya supaya semudah mungkin adopsi cloud di Indonesia gitu. Kami memiliki visi seperti me memudahkan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia itu adopsi cloud-nya semudah mungkin. Dan kalau mau kontak, kontak ke mana? Ya, bisa [tertawa] kontak ke tim sales kami di Ya, di info@thediclaud.co.id. Oh, oke. Oke. Bisa langsung ke sana, ya. Oke. Ini sudah lumayan banyak nih dan kayaknya yang nonton juga sudah mulai ngebul, ya. [berdehem] Soalnya bicara soal cloud tuh kayaknya sederhana, ternyata di belakangnya tidak sesederhana itu gitu, kan. Nah, oke deh. Terakhir, eee ada pesan enggak untuk perusahaan atau siapapunlah yang lagi nonton sekarang yang lagi mempertimbangkan untuk pakai layanan cloud? Ya, jadi untuk bagi penonton atau perusahaan yang ingin eee mengadopsi cloud, jangan takut karena saat ini memang Cloud ini merupakan sebuah kebutuhan. Jadi sudah bukan sebuah privilege lagi tapi sebuah kebutuhan. Eh, jangan takut untuk adopsi Cloud. Kami selalu senantiasa membantu eh di Datacom untuk journey to the Cloud. Kami selalu menyediakan beberapa promo. Ada promo? Iya, banyak promo sebenarnya. Bisa dicek di website kami nanti di cloud.dco.id. Ada beberapa promo-promo yang menarik. Jangan ragu untuk kontak. Kami akan berusaha membantu eh perusahaan-perusahaan yang ada untuk eh adopsi Cloud, migrasi dan manage service. Ini untuk promo berarti ada promo buat pengguna baru enggak? Biasa kan ada promo kayak gitu ya? Oh, banyak. Oh, ada ya, Bu? Ada. Kami ada promo untuk pengguna baru trial untuk mencoba layanan Cloud. dulu? Trial free. Free trial. No string attached. Iya. Free trial. Free trial no string attached. Kalau buat yang enggak ngerti, silakan coba dulu enggak bakal dipaksa beli. Nah, gitu. Enggak bakal dipaksa bayar. Coba aja dulu. Yang penting coba dulu gitu ya. Aduh. Ini luar biasa sih. Eh, opsi trial sudah ada. Terus eh pemahaman tentang eh kondisi lokal sudah jelas, lebih paham. Jadi harusnya sih memang yang ditawarkan sama DCloud dan Datacom secara umum ini sudah oke banget sih dan kita lihat sudah kemarin tempatnya juga ya. Tapi tempatnya enggak cuma situ doang ya. Enggak. Ada di ada di pusat kota, ada yang di Iya. Kan ada tiga data center lokasinya. Ada tiga. pusat kota ada tadi kan? pusat kota di Tendean, kemudian di Jababeka Jababeka yang kemarin sama sama di Tangerang. Oh, Tangerang juga ada? Iya, Tangerang. Berarti itu terpusat dua di samping-samping gitu ya? Oh, oke. Berarti masih banyak yang lowong di sini. Kayaknya Jababeka juga kemarin lumayan tuh. Kayaknya persiapannya masih lumayan tuh. Genset juga baru separuh terpasang Iya. [tertawa] Masih bisa ekspansi lagi. Jadi siapa tahu ada yang butuh eh Pak, saya butuh satu lantai nih. Bisa gitu. Masih ada tempat buat tiga genset lagi gitu kan. Masih bisa, masih bisa gitu. Tapi kalau mau coba-coba jelas bisa. Karena kan eh tadi ada program buat coba dulu gitu kan. Skala kecil coba-coba. Coba-coba aja naikin kapasitas sampai 50% sih luar biasa sih. Oke kalau gitu terima kasih banget Pak sudah ngajak kita lihat tempatnya. Terus sekarang sudah menjelaskan lebih jauh mengenai apa yang ditawarkan sama Dcloud. Sama-sama. Ya jadi sudah paham ya apa itu cloud dan seperti apa itu perusahaan penyedia layanan data center dan cloud yang asli Indonesia. Semoga ini semua bisa membuka wawasan kita semuanya. Sampai jumpa lagi di pembahasan teknologi berikutnya.

Lihat di YouTube