Definisi BARANG GHOIB Yang Sebenarnya! - Review Tablet Honor X8b (YouTube Video)
Gelar brand gaib harusnya dikasih ke Honor. [musik] Mereka tuh kalau ngeluarin produk kayak senyap banget coy. Dikata ninja juga bukan, tapi [musik] enggak ada beritanya gitu. Dan tiba-tiba pokoknya ada. [tertawa] Dan saya baru tahu mereka punya tablet yang dijual di Indonesia. Namanya Honor Pad X8B. Kalian juga enggak tahu kan? Saya tuh sering lupa kalau Honor itu masih ada di Indonesia dan saya enggak bilang itu buat menghina ya. Itu emang fakta gitu. Buat yang belum tahu Honor itu dulu adalah sub-brand-nya Huawei. Waktu Huawei kena sanksi Amerika dan kehilangan akses Google, Honor akhirnya dilepas jadi brand sendiri di akhir tahun 2020. Logikanya sih masuk akal ya. Pisahkan dulu biar enggak ikut kena getahnya. Tapi setelah itu di Indonesia, ya mereka ada. Tapi tuh pelan banget coy. Di saat Xiaomi rajin bombardir kalian dengan produk baru mereka, di saat Oppo sama Vivo kayaknya bisa ngeluarin HP baru setiap mereka bersin, "Hachi!" ada. "Hachi!" ada. Honor tuh kayak subscriber kita yang kerjanya nonton live kita doang tapi enggak pernah komentar gitu. Ada, tapi enggak ada. Sudah, tapi belum. Pokoknya ada. Kayak gitulah. Dan launching tablet ini tuh ngebuktiin itu. Resmi masuk Indonesia April 2026. Dijual di Honor Experience Store dan Erafone. Saya sampai mikir, ini mereka emang enggak ada budget buat PR atau emang sengaja biar kelihatan low profile ya? Enggak tahu saya. Yang jelas tabletnya sudah saya pegang. Dan ada beberapa hal yang bikin saya kaget. Mixed feeling lah setelah saya pakai tablet ini. Pertama kali pegang, saya tuh sudah siapin mental disambut sama plastik murahan. Harganya hampir 3 juta. Ekspektasi saya itu tentu sudah di lantai. Sudah rendah gitu. Tapi ternyata saya salah. Tablet ini punya body metal. Full metal. Enggak pakai Alchemist. [musik] Tipisnya cuma 7,25 mm. Beratnya 499 gram dan buat layar 11 inch kerasa enteng banget di tangan. Terus ada sertifikasi SGS dari Swiss. Lulus uji tahan jatuh dari ketinggian 1 meter, tahan tekanan sampai 30 kg. Honor bilang tablet ini bisa menahan resiko retak kalau enggak sengaja keinjak. Ingat, Coy. 30 kg. Artinya kalau anak kalian enggak sengaja nginjak tablet ini, ada kemungkinan tabletnya lebih selamat daripada perasaan kalian. Tapi saya enggak akan coba ya. Pertama saya enggak punya anak. Kedua, ini tablet pinjam. Jadi kalau rusak entar Moldi ngamuk-ngamuk lagi. Layarnya 11 inch, resolusinya 1920 kali 1200 pixel, 90 hertz, kecerahan 500 nits. Ada fitur eye comfort. Ada ambient light adjustment. Ada mode e-ink buat yang suka baca e-book lama-lama dan sudah bersertifikasi TUV Rheinland soal low blue light. Kalau cuma buat scroll TikTok atau nonton video di YouTube ya masih enak menurut saya. Speakernya empat, quad speaker. Bersertifikasi Hi-Res Audio. Untuk tablet di bawah 3 juta, ini lumayan banget sebenarnya. Nonton film tanpa headphone, ah masih enak kedengarannya. Walaupun saya berharap frekuensi low-nya ya bisa lebih tinggi lagi. Baterainya sendiri berukuran 10.000 mAh, gede banget ya. Honor ngeklaim kalau dia bisa tahan sampai 21 jam streaming video. Saya belum tes sendiri buat streaming sih, tapi [musik] saya pakai main game berjam-jam, sumpah dia awet banget, Coy. Tapi baterai 10.000 mAh ini cuman bisa di-charge 15 watt. 15 watt. Kalian bisa tidur semalaman, bangun pagi, terus sarapan, mandi, berangkat, sampai kantor, dan tablet ini mungkin baru nyampe 60%. Ini kayak punya ember gede, tapi kerannya itu kena gejala kencing batu gitu. Bukan deal breaker, tapi hitung-hitung ngelatih kesabaran dan keikhlasan aja buat nunggu dia penuh pas di-charge. Untuk performa, ini bagian yang paling penting dan paling mengharukan. SOC yang dipakai di tablet ini adalah Snapdragon 680. SOC yang rilis Oktober 2021. 5 tahun lalu. SOC yang sama juga ada di Redmi Pad SE yang tentunya ada di sekitar 200 ribuan ya. Yang di 2026, ya bisa dikatakan cukup lemot lah. Mereka bilang sih emang tablet keluarga, yang mana emang enggak bisa dikomplain. Tapi tetap harus saya kasih tahu kalian, Snapdragon 680 di 2026 itu bikin kita sering ngelus dada gitu. Buat main game berat, aduh jangan deh kata gua mah. Saya pakai buat main game Seven Knights aja, dia burik kudu setting ke grafis paling low. Baru bisa kerasa playable. [musik] Buat multitasking? Ah, ah, Terus kameranya, depan belakang sama-sama 5 megapixel. Udah ya, segitu aja cerita kameranya. Kalian pasti enggak akan jadikan kamera sebagai pertimbangan buat beli tablet-tablet ini kan? Kalau kalian masih bingung ini tablet sebenarnya buat siapa, jawabannya ada di fitur ini. Honor Kids. Orang tua bisa kontrol penuh apa yang anak akses, berapa lama, dan anak enggak bisa keluar dari mode ini tanpa kode keamanan dari orang tua. Ada peringatan postur, jarak mata ke layar, sampai pembatasan konten. Dan kalau kalian gabungkan ini sama body metal yang tahan diinjak tadi, udah kebayang kan ini tablet buat siapa? Bukan buat saya sih pasti. Ini tablet yang didesain buat anak-anak yang rusuh dan orang tua yang udah nyerah karena anaknya punya jiwa destroyer gitu. Kesimpulannya, Honor Pad X8 B ini bukan tablet yang bakalan kalian pamer-pamerin di mana-mana. SOC-nya udah tua, USB-nya ketinggalan zaman, masih USB 2.0. Kameranya kayak sengaja dibuat biar enggak ada yang nanya soal kamera. Kalau kalian orang tua yang mau ngasih tablet ke anak dengan budget 3 jutaan dan enggak mau pusing tiap kali tablet jatuh, ini worth it banget. Serius, body metal, tahan banting, baterai awet, kids mode yang proper, layar 11 inch yang nyaman menurut saya. Kalau kalian mau beli ini buat diri sendiri dan berharap bisa dipakai buat kerja atau gaming, mikir kids. Dan soal Honor sebagai brand, saya harap mereka mulai lebih [musik] serius ya soal cara komunikasi ke pasar Indonesia. Produknya enggak jelek loh. Yang jelek adalah cara mereka yang bikin orang-orang yang interested pun hampir enggak tahu mereka itu ngeluarin sesuatu yang baru gitu. Kita lihat aja apakah mereka akan berubah ke depannya atau tetap jadi brand yang paling misterius di Indonesia. Terima kasih Studio Ponsel buat pinjaman tabletnya. Jangan bosen ya buat minjami kita. Ya udah segitu aja cerita saya soal tablet gaib ini. Klik tombol like kalau kalian suka dengan video ini dan kita akan ketemu lagi di video berikutnya. Irwan pamit dan adios.
