Jungkat

Definisi Laptop Gaming "MURAH" Yang Sebenarnya! - Review Lenovo LOQ 15IAX9I (YouTube Video)

  • 28/03/2024

Ini adalah lenovo LOQ, laptop gaming entry level dari Lenovo. Masuk ke kelas entry level karena memang harga dari laptop gaming ini terjangkau. Laptop ini harganya Rp 11.999.000. Dan dengan harga segitu, kamu udah dapetin sebuah laptop gaming, dengan desain yang cakep. Sebenarnya saya agak kesulitan mengingat nama dari laptop ini, karena pembeda dari laptop ini dengan varian lain, adalah kode-kode Ini, yang mana ini sulit banget untuk dihafal. Jujur, ini pertama kalinya saya mencoba laptop gaming dari lineup Lenovo ini. Waktu dateng, saya nggak berpikir kalau ini adalah laptop gaming, karena bentuk box nya layaknya seperti laptop-laptop pada umumnya. Tapi ternyata begitu dibuka, ukurannya lebih besar dan lebih tebal dari laptop kebanyakan. Dan saat layarnya saya buka, saya baru tahu kalau ini adalah laptop gaming. Laptop ini berwarna lunar grey, atau kita familiar dengan nama abu abu gelap. Berat laptop ini sekitar 2,3 sampai 2,4kg. Satu hal yang membuat laptop ini terlihat “Ganteng Banget” adalah, peletakan port-port di bagian samping yang bergeser ke bagian belakang, khas laptop-laptop gaming lah. Tapi di bagian kanan, kita tetap menemukan beberapa port. Seperti USB Type-A, ada Jack audio combo, terus E-Shutter untuk mematikan webcam, dan port USB type C. Sementara di bagian belakang, kita akan menemukan 2 buah port USB Type-A, sebuah portLAN RJ45, sebuah port HDMI 2.1, dan sebuah port power. Di bagian belakang juga, kita akan menemukan 2 buah lubang pembuangan panas, yang kalau diperhatiin, jadi mirip kayak knalpot mobil sport ya. Jadi, lubang pembuangan panasnya memang dibuat ke belakang, bukan di samping, ataupun di bawah. Untuk desain bagian luarnya sendiri, sebenarnya enggak neko-neko banget kok. karena terlihat polos aja gitu, tanpa adanya lampu RGB. Yang bisa kita temukan hanya sebuah logo lenovo dan logo LOQ yang berukuran besar, beraksen chrome, dan embos. Body dari laptop ini berbahan plastik, yang menurut saya bagus. Karena dengan begitu, justru akan membuat ia bisa meredam panas dengan baik. Saat dibuka, kita akan menemukan sebuah layar berukuran 15,6 inch, beresolusi Full HD dengan refresh rate 144hz. Tingkat kecerahan layarnya ada di 300 nits, yang mana untuk penggunaan dalam ruangan, terlihat cukup terang ya. Layar dengan 100% sRGB ini juga sudah punya sertifikasi TUV low blue light. Kualitas layarnya menurut saya lumayan bagus, dengan tingkat ketajaman yang cukup oke. Warna yang direproduksi juga cukup nyaman di mata. Hanya saja, layar di laptop ini belum mendukung HDR. Jadi tidak bisa kita gunakan untuk menonton konten HDR di Netflix, ataupun YouTube. Sudut pandang lainnya juga lumayan ya, lumayan oke gitu, tidak terasa ada color shifting saat dilihat dari samping. Dan finishing layarnya udah anti glare, jadi ga mantulin cahaya. Di bagian atas layar ini, kita bisa menemukan sebuah kamera atau webcam beresolusi 720p. Webcam ini bisa kita matikan melalui e-shutter, yang ada di bagian kanan laptop. Hal ini dimaksud untuk menghindari si webcam di hack atau diintip, sama pihak yang tidak bertanggung jawab. Tonjolan kamera ini juga ternyata punya fungsi lain, yaitu sebagai pegangan kita saat membuka laptop. Laptop ini bisa dibuka hanya menggunakan satu tangan aja, jadi hinge-nya nggak berat berat amat. Laptop ini menggunakan Intel® Core™ i5-12450HX, prosesor ini ditandem sama RAM sebesar 8GB. Performa laptop ini jujur lumayan ngebut menurut saya. Karena memang prosesornya itu adalah prosesor high-performance yang normalnya dipakai di desktop kalau nggak salah. Kalau kita lihat dari hasil benchmarknya, skor yang didapatkan untuk benchmarking CPU nya itu lumayan tinggi ya. Di aplikasi Geekbench 6, Single-core nya mendapatkan nilai 1637, sementara Multi-core nya dapat 6277. Dari Cinebench R23, single-core-nya mendapatkan angka 1504, sedangkan multi-core-nya ada di angka 7927. Yang menarik dari laptop ini adalah, dia menggunakan GPU buatan Intel yaitu intel Intel® Arc™ A530M, dengan VRAM sebesar 4GB berjenis GDDR6. GPU ini juga sudah mendukung ray tracing ya. Hasil pengujian 3DMark menunjukkan angka yang menurut saya juga nggak rendah. Untuk 3DMark TimeSpy, dia dapat angka 5234, dan 3DMark Fire Strike, ada di 11914. Storage di laptop ini berukuran 500GB Nvme. Saya merasa, ukuran segini kurang besar ya. Saya install beberapa game besar, si storage udah penuh. Untungnya, tersedia sebuah slot nvme lainnya, jika kita ingin menambah kapasitas storage dan merasa storage bawaanya itu nggak cukup alias kekecilan. Kecepatan membaca si SSD nya sendiri ada di 4855 mb/s, sedangkan kecepatan tulisnya ada di 3156 mb/s. Ada tiga mode PERFORMA yang bisa kita pilih. Yang pertama adalah mode QUIET, yang tentu akan menurunkan PERFORMA, demi mendapatkan tingkat kebisingan yang minim, karena kipasnya nggak berputar secara maksimal. Yang kedua adalah mode PERFORMACE, yang mana dengan mode ini, PERFORMA dari prosesor dan GPU-nya akan digenjot secara maksimal, yang bikin perputaran kipas juga jadi maksimal. Alhasil, suaranya jadi terasa lebih berisik. Mode yang ketiga adalah mode BALANCE, yaitu dia akan secara otomatis menjadi mode PERFORMANCE, saat kita menjalankan aplikasi yang membutuhkan PERFORMA yang tinggi, dan dia akan otomatis menjadi mode QUIET, saat penggunaannya tidak tinggi. Untuk memilih mode ini, ada dua cara. Pertama, menggunakan shortcut Fn + Q, atau kamu juga bisa mengubah mode ini di aplikasi Lenovo Vantage. Perubahan profile ini ditandai dengan berubahnya warna lampu pada tombol power. Putih untuk BALANCE, merah untuk PERFORMACE, dan biru untuk QUIET mode. Combo Prosesor dan GPU ini, cukup bisa mengakomodasi penggunaan gaming, serta lumayan nyaman digunakan untuk produksi, seperti Video Editing. Biar lebih afdol, tentu kita harus mencoba langsung bagaimana PERFORMA dari prosesor ini, dengan memainkan beberapa game, dan tentu kita juga akan coba ngetes Rendering dari beberapa aplikasi video editing dan aplikasi 3D rendering. Yang pertama yang kita coba mainin adalah Genshin Impact, dengan settingan low, di resolusi FULLHD. Saat bermain, minimum framerate yang didapat adalah 22 fps, sedangkan maksimum framerate ada di 29 fps, dengan rata-rata framerate di 26 fps. Game berikutnya adalah Call of Duty : Warzone, dengan settingan minimum. Rata-rata framerate yang didapat adalah 30 fps, dengan minimum framerate di 26 fps, dan maksimum framerate di 30 fps. Selanjutnya Dota 2, dengan settingan medium, framerate rata-rata yang didapat adalah 108 fps, dengan minimum framerate di 20 fps, dan maksimum framerate di 120 fps. Berarti ada kerasa beberapa kali frame drop. anjut ke Forza Horizon 5, dengan settingan low di 1080p. Rata-rata framerate yang didapat adalah 71fps, dengan minimum framerate 29fps, dan maksimum framerate-nya 72fps. Surprisingly, main game ini kerasa cukup lancar. Tapi beberapa kali saya dapet peringatan, dan bahkan si game ke close sendiri, akibat kehabisan RAM. Kayaknya kalo RAM-nya di upgrade, akan lebih lancar deh. Jadi kayaknya 8GB itu mepet banget ya buat mainin game-game berat. Oke, sekarang kita coba untuk melakukan pengujian rendering! Yang pertama adalah rendering 3D dengan aplikasi Blender. Untuk rendering 3d menggunakan CPU, selesai dalam waktu 5 menit 19 detik. edangkan rendering menggunakan GPU, selesai dalam waktu 4 menit 51 detik. Yang diblender itu project BMW ya. Selanjutnya adalah CapCut. Merender video 4K, vlog + LUT, berdurasi 5 menit 13 detik, selesai dalam waktu 6 menit 7 detik. Sedangkan di Davinci Resolve, project 4K, VLOG, + LUT, berdurasi 5 menit 13 detik, selesai di render dalam waktu 22 menit 22 detik. Lama juga ya? Untuk sistem pendinginan, saat saya buka, kita akan melihat kalau processor di laptop ini memiliki heatpipe yang menuju ke dua buah cooling fan, yang ada di sisi kiri dan kanan. Ukuran heatpipe-nya lumayan besar. Dalam proses bermain game, terlihat bagian dekat tombol 6 dan F7 adalah bagian yang paling panas, dengan suhu tembus 52 derajat celcius. Untungnya ga mengganggu waktu kita main game, karena tombol yang paling dekat dengan jari kita adalah tombol WASD ya. Laptop ini sudah punya sertifikasi militer MIL-STD-810H, yang bikin dia kuat waktu jatoh, atau sekedar kecipratan air. Di laptop ini juga, ada 2 buah speaker di bagian bawah kiri dan kanan, yang bisa memproduksi suara yang menurut saya cukup bagus. Claritynya oke, bassnya juga cukup kerasa. Tapi saya merasa, powernya agak kurang, kaya kurang nendang aja gitu, kurang nampol. Padahal volumenya udah saya mentokin. Tapi ini juga ga jadi masalah sih, toh pada akhirnya, saya lebih suka pake headphone dari pada speaker di laptop ini. Keyboard laptop ini berukuran fullsize, lengkap dengan tombol numpad-nya. Feel ngetik menggunakan keyboard ini cukup nyaman. Terasa halus, tapi tetap tactile. Key travel distance nya juga ga terlalu tinggi, tapi juga gak terlalu rendah. Jadi menurut saya, keyboard di laptop ini nyaman. Cuma butuh penyesuaian aja, karena positioning keyboard fullsize berbeda dengan keyboard tenkeyless, yang setiap hari saya pakai. Keyboardnya sendiri juga sudah punya LED backlit RGB, yang bisa kita atur dari Lenovo Vantage. Selain melalui aplikasi lenovo vantage, kita juga bisa menggunakan shortcut Fn + Spacebar. Sedangkan untuk trackpadnya juga cukup nyaman, menurut saya. Walau ukurannya kurang besar menurut saya. Area yang kurang besar ini, bikin pergerakan cursor jadi ga leluasa. Bukan masalah juga sih, karena saya lebih prefer pake mouse buat mengoprasikan si cursor dari pada pakai trackpad ini. Trackpadnya cukup akurat, dan cukup presisi menurut saya, Tapi saya merasa, tombol klik di trackpad ini terlalu dalam gitu loh. Jadi terkadang agak menyulitkan waktu mau drag & drop file. Terakhir kita bahas soal baterai. Laptop ini punya baterai berukuran 60wh. Dalam penggunaan yang cukup intense plus bermain game tipis-tipis, laptop ini bisa bertahan sekitar 3 jam lebih. Dalam paket penjualan juga sudah disertakan sebuah charger brick dengan output maksimal 170w. Charger ini bisa nge-charge si laptop dengan protokol Super Rapid Charge Pro, yang bisa ngisi baterai si laptop dari 0% sampe penuh dalam waktu kurang lebih 60 menit. Wadaw, cepet uga. Oke sekarang kita masuk ke kesimpulan. Laptop ini adalah salah satu solusi, buat kalian yang memang pengen nyari laptop gaming, tapi dengan harga yang lumayan affordable. Intel Core i5 dikombinasikan dengan Intel ARC A530M ini ternyata cukup memuaskan. Bahkan, beberapa game berat bisa dijalankan dengan cukup lancar di laptop ini. Tapi, saya punya beberapa catatan sebelum kalian memutuskan untuk membeli laptop Ini. Pertama adalah, speaker dari laptop ini kurang kenceng menurut saya. Yang kedua, RAM 8GB di laptop ini terasa pas-pasan, karena beberapa kali si Game terpaksa nge-close, karena kehabisan memori. Untungnya, Lenovo ngasih 2 buah slot memori, yang memungkinkan kita untuk meng-upgrade RAM-nya, menjadi lebih besar. Saran saya, kalau misalnya kalian beli laptop ini, sekalian aja langsung upgrade RAM-nya, minimal ke 16GB lah, dengan tambah 8GB sekeping lagi gitu. Selanjutnya adalah storage, yang menurut saya juga pas-pasan. Dan sekali lagi, untungnya Lenovo ngasih slot NVMe tambahan buat kita upgrade storage. Yang unik adalah, dua buah slot NVME di laptop ini punya ukuran yang berbeda. Yang mana slot yang sudah terisi 500 GB ini pakai NVMe 2240, sedangkan slot yang kosong itu pakai NVMe 2280, lebih panjang daripada NVMe bawaan. Dan yang perlu kalian tahu lainnya adalah, soal layanan purna jual dari laptop ini, yang menurut saya sangat menggiurkan. Lenovo LOQ ini sudah termasuk 2 tahun premium care, layanan service premium mereka, yang call centernya stand by 24 jam. Laptop ini juga sudah punya perlindungan 2 tahun Accidental Damage Protection, yang seandainya si laptop rusak secara nggak sengaja, pihak Lenovo akan nge-cover 100% kerusakan tersebut. Mereka bilang, kita bisa klaim lebih dari sekali. Berbeda dari brand lain, yang biasanya hanya memperbolehkan sekali klaim aja. Saya bingung deh, kalau begini Lenovo, rugi nggak sih? Terakhir, laptop ini bisa kalian beli di Lenovo Official, dan Authorized Store, baik online ataupun offline. Jadi, menurut kalian, gimana laptop gaming entry level ini? Oke nggak buat dibeli? mumpung bentar lagi Uang THR turun... Ya kan? Closed Caption by @subbox.id Apa? Pengangguran? Nggak dapat THR? Kasihan!

Lihat di YouTube