Dell Bikin Laptop Bisnis Terjangkau? Performanya Gimana? Review Dell Pro 14 Essential (YouTube Video)
Dell menjual laptop bisnis terjangkau di Indonesia. Ya, kalian enggak salah dengar. Yang ada di sebelah saya ini adalah laptop bisnis yang terjangkau dari Dell. Performanya kencang, dia pakai prosesor AMD Zen 4 yang sudah punya 6 core. RAM-nya 8 [berdehem] GB DDR5, bukan 4 GB ya, bukan. Dan jelas ini masih bisa di-upgrade, namanya juga laptop bisnis. Kalau bicara konektor-konektornya lengkap, bahkan ada slot SD card reader. Harganya 9 jutaan saja. Ya, ini adalah Dell Pro 14 Essential. Oke, buat yang masih ingat laptop Dell yang terakhir yang kita review itu salah satunya itu adalah Dell Alienware, laptop gaming kelas flagship dan itu tahun 2021. Sudah lama banget ya, tapi akhirnya sekarang kita pegang lagi nih laptop resmi dari Dell yang masuk ke Indonesia. Laptop bisnis tapi terjangkau dan ini laptop baru ya, bukan laptop second, bukan laptop tahun lalu. Ini laptop 2026. Nah, daripada kelamaan langsung saja kita bahas dari spesifikasi dasarnya ya. Untuk prosesor dia pakai AMD Ryzen 5 220. Code name-nya adalah Hawk Point. Lithography-nya TSMC 4 nanometer FinFET. Arsitekturnya Zen 4, bukan Zen 3, Zen 4 ini. Default TDP ada di 28 watt. Dia punya total 6 core 12 thread yang terdiri dari 2 Zen 4 core dan 4 Zen 4C core. Maximum boost clock-nya itu sampai 4,9 GHz dan kapasitas L3 cache-nya lumayan besar di 16 MB. Integrated graphics-nya pakai AMD Radeon 740M. Nah, dia ini punya 4 graphics core dengan total 256 shader unit. Untuk RAM yang terpasang ada di 8 GB DDR5 5600. Yang terpasang ini masih single channel ya, kalau mau di-upgrade itu bisa karena ada 2 slot SODIMM di laptop ini. Untuk storage-nya dia pakai 512 GB SSD M.2 NVMe PCIe Gen 4. Hanya ada 1 slot M.2 di laptop ini. Jadi kalau mau upgrade ya yang bawaannya harus dicabut dan ganti yang lebih gede. Untuk wireless wireless-nya dia pakai Realtek Wi-Fi 6 RTL 8852BE. Ini sudah support Wi-Fi 6 tentunya. Bluetooth-nya versi 5.2. Untuk kapasitas baterainya ada di 41 watt hour. Terus OS-nya pakai Windows 11 Pro. Iya dong, karena buat bisnis ya. Jadi sudah pakai langsung saja Windows Pro di sini. Untuk body form factor-nya adalah clamshell atau laptop klasik. Materialnya ini polycarbonate. Menarik ya, walaupun pakai polycarbonate tapi body laptopnya terasa kokoh saat di sentuh dan saat di angkat ya. Jadi enggak kelihatan murahan. Keren nih, suka kami ya. Untuk warna ini namanya carbon black atau ya singkatnya hitam gitu ya. Untuk desain ini mirip dengan laptop lain di kelas harga segini ya, seperti Dell Pro 14 Essential. Itu punya desain yang polos di situ. Dipadukan dengan warna hitam laptopnya jadi terasa formal ya dan profesional saat mau dipakai untuk bekerja. Seperti biasa di sini kita bisa menemukan logo Dell di bagian cover atas. Sementara untuk dimensinya panjang 31,4 cm, lebar 22,6 cm dan tebalnya ada di kisaran 1,8 cm. Untuk bobot laptopnya saja di 1,55 kg dan charger-nya 224 gram. Ini adalah charger 65 watt yang adapternya terpisah dari colokannya. Untuk total bobot kalau dibawa-bawa jadi 1,77 kg. Untuk panelnya display-nya IPS ukuran 14 inci, resolusinya full HD plus atau tepatnya 1920 * 1200 pixel. Jadi aspek rasionya bagus ya di 16:10. Refresh rate-nya itu standar di 60 Hz. Nah, kalau dari pengujian kami tingkat kecerahan maksimalnya lumayan tinggi ada di 311 nits. Untuk gamut coverage ada di 56,3% sRGB dengan gamut volume di 56,5% sRGB. Memang satu ini belum 100% sRGB ya, tapi karena layarnya IPS jadi paling enggak warna yang ditampilkan itu bisa lebih konsisten. Jadi kalau ini mau dipakai buat latihan editing video atau memang editing video yang enggak terlalu butuh akurasi warna, ini sudah bisa banget. Permukaan layar ini matte jadi tetap nyaman digunakan tanpa ada pantulan bayangan-bayangan yang mengganggu saat digunakan. Nah, untuk bingkai layarnya tampak cukup tipis dengan bingkai atas yang sedikit lebih tebal karena ada kamera di area tersebut. Nah, untuk kameranya ini resolusinya memang masih 720p 30fps. Sementara untuk mikrofonnya ini ada satu di sisi kanan kamera. Untuk kualitas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita sedang berada di studio untuk menguji kemampuan kamera dari laptop Dell yang satu ini. Nah, untuk kamera laptop ini bisa merekam video up to 720p 30fps di rasio 16 banding 9. Dan untuk hasil rekamannya sendiri ini sudah terbilang cukup oke ya untuk kebutuhan video call sampai meeting online. Oke, saat ini saya sedang berada di luar untuk menguji kemampuan mikrofon dan noise cancelling dari laptop Dell Pro 14 Essential yang satu ini. Nah, untuk hasilnya sendiri noise masih bisa terdengar ya. Meski begitu suara saya masih bisa terdengar juga dengan cukup baik. Oke, untuk audionya laptop ini menggunakan dua buah speaker stereo yang mengarah ke alas laptop. Untuk kualitas suaranya ini sudah oke ya untuk kelas harga segini. Suaranya juga sudah cukup lantang di sini. Kalau mau lebih puas ya pakai saja headphone tambahan ya. Nah, sementara untuk konektor-konektor kita lihat di sebelah kiri ada satu DC in, ada HDMI yang besar, lalu ada satu USB 3.2 Gen 1, kemudian ada satu lagi USB 3.2 Gen 1 tapi ini yang type C. Kalau di sebelah kanan ada satu SD card reader, ada audio jack combo 3.5 mm, ada satu USB 3.2 Gen 1 dan ada satu Kensington lock slot. Nah, untuk keyboard-nya ini menggunakan keyboard chiclet yang layout-nya tuh standar dari Dell untuk laptop ukuran 14 inci. Tombolnya sudah soft dan masih cukup nyaman untuk digunakan ya. Untuk tombol navigasi page up dan page down ini menyatu dengan tombol anak panah. Sementara untuk tombol home dan end itu ada di area kanan atas keyboard. Untuk tombol anak panah atas dan bawah ini punya ukuran yang setengah dibandingkan tombol-tombol lainnya. Ini klasik ya. Kalau tombol power ah ini menyatu dengan layout keyboard adanya di pojok kanan atas. Tapi tombolnya terasa lebih keras nih ya dan laptopnya enggak langsung mati kalau ini enggak sengaja tertekan. Menariknya laptop satu ini sudah dilengkapi dengan backlight warna putih yang dapat diatur dengan tombol F5. Ya, 9 jutaan sudah ada backlight-nya. Itu yang 13 juta lupa kepasang backlight kayaknya. Lanjut, untuk touchpad laptop ini menggunakan precision touchpad dengan ukuran 11,5 * 8 cm. Letaknya sedikit melebar dari tombol spacebar, tapi masih jarang tersenggol lah saat kita sedang mengetik. Nah, untuk sistem pendingin dia menggunakan sistem pendingin yang aktif dengan satu buah kipas dan satu buah heat pipe. Intake udara itu dari bawah dengan lubang pembuangan ke arah belakang. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Menariknya, walaupun ini adalah laptop bisnis kelas entry level yang terjangkau, kita masih bisa menemukan pengaturan mode performa yang dapat diakses melalui software Dell Optimize. Opsinya di sini adalah Optimize, Cool, Quiet, Ultra Performance. Sekarang mari kita lihat eh skor maksimalnya kalau kita pakai Cinebench R23 Stability Test. Di mode Optimize ini mode default-nya, skor bisa mencapai 9.650 poin dan di mode Ultra Performance sedikit lebih tinggi di 9.754 poin. Nah, untuk skor yang bisa dipertahankan di mode Optimize itu ada di kisaran 9.300 sampai 9.500 poin. Sementara di mode Ultra Performance itu ada di kisaran 9.600 sampai 9.700-an poin. Nah, lalu kalau kita tes saat dia enggak dicolok ke charger seperti apa? Skornya jadi ada di kisaran 7.700 sampai 7.900-an poin. Ini agak jauh ya dibandingkan skor saat dia dicolok ke charger, tapi skor segini sebenarnya masih oke banget untuk eh laptop dengan harga segini. Untuk suhu kerja di mode Ultra Performance suhu CPU sempat spike ke 80-an derajat Celsius di awal run, tapi kemudian turun dan bertahan di kisaran 74 sampai 82 derajat Celsius. Jadi ini masih sangat aman sekali ya. Nah, karena ini masih single channel, kita juga tes di mode dual channel. Nah, ini kita buat jadi 16 GB, 8 + 8. Nah, ini ke depannya kita akan tes dengan dua konfigurasi. Kita mulai dari Adobe Premiere Pro CC 2026. Videonya durasinya 5 menit ya. Untuk 1080p 60 FPS video exporting, single channel itu selesai dalam waktu 7 menit 20 detik. Ini lebih lambat dari durasi videonya. Lalu kalau dia pakai dual channel berubah jadi 4 4 10 detik. Nah, ini lebih cepat daripada durasi videonya. Ini berarti kencang, ya. Untuk suhu kerjanya pada saat melakukan video exporting, suhu CPU ada di kisaran 55 sampai 70 derajat Celcius. Jadi, aman, ya. Adem banget. Lanjut untuk DaVinci Resolve 20.3, software video editing kelas profesional, tapi ini versi gratisnya. Videonya masih sama, durasinya juga sama di 5 menit. Untuk 1080p 60 fps video exporting, untuk single channel 11 menit 16 detik, kalau dual channel di 8 menit 41 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan video exporting, suhu CPU sempat naik 78 derajat Celcius, tapi kemudian perlahan turun sampai 58 derajat Celcius. Lagi-lagi, aman sekali. Oke, kita masih pakai video 5 menit yang sama lagi. Sekarang kita tes CapCut video editor. Untuk 1080p 60 fps single channel itu di 4 menit 31 detik, sementara untuk dual channel-nya ada di 3 menit 20 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan video exporting, suhu CPU sempat bertahan di kisaran 68 sampai 73 derajat Celcius, kisaran 60 sampai 63 derajat Celcius. Jadi, lucunya kalau kalau memang mau dipakai buat ngedit video, tambahin aja RAM-nya, ya, supaya dia jalan dual channel. Kemudian, pastikan sampai 1080p 60 fps. Eh, tapi software-nya itu bisa pakai Adobe atau pakai CapCut. Dua-duanya sama-sama jadi kencang di sini. Oke, sekarang kita lanjut ke gaming test dan di sini kita tes semuanya di dual channel. [musik] Oke, sekarang kita lihat untuk suhu kerjanya ya. Kita pakai Final Fantasy 7 Remake Intergrade di sini ya. Nah, suhu CPU terlihat ada di kisaran 55 derajat Celcius ya. Ini lumayan ya dimainin cukup lama dan suhunya masih di bawah 60 juga. Lalu kita lihat suhu permukaannya. Titik terpanas ada di area tengah di sela-sela tombol G, H, dan F yang mencapai 42 derajat Celcius. Sedangkan untuk tombol keyboard sendiri di area kiri dan tengah itu ada kisaran 35 sampai 40 derajat Celcius. Untuk area kanan sih adem ya, bahkan di bawah 29 derajat Celcius. Sementara untuk area palmrest adem banget di bawah 28 derajat Celcius. Oke, sekarang mari kita lihat kecepatan SSD-nya. Terlihat di sini bahwa kecepatan bacanya ada di 6.369 Mbps dan tulis di 4.416 Mbps. Ini agak anomali ya. Laptopnya kelas terjangkau tapi SSD-nya sudah kayak laptop premium kelas atas bahkan nih laptop-laptop gaming nih biasanya segini ya. Ini sudah kencang banget, sudah nyaris 7.000 nih untuk read-nya. Lanjut untuk daya tahan baterai. Sekarang kita ubah mode performanya ke optimize dan brightness kita set di 150 nits serta volume di 25%. Hasilnya untuk digunakan 1080p local video playback, baterai bisa bertahan sekitar 8 jam 35 menit. Oke, ini bukan yang luar biasa hebat banget tapi untuk kelas harga segini dan untuk baterai yang kapasitasnya cuma 41 watt hour, ini sudah mantap sebetulnya ya. Ini ya target kita memang di 8 jam dan ini bisa 8 jam 35 berarti oke di sini. Lalu untuk charging test 30 menit pertama terisi di 25% sementara dari 0 sampai penuh ini butuh waktu 2 jam 30 menit. Ini sekitar 30 menit lebih lambat dari harapan kami ya, harapan kami selalu pengisian itu ada di 2 jam untuk sebuah laptop. Tapi ya masih oke lah ya kan masih di bawah 10 juta. Oke, bicara soal harga. Nah, kita lihat sekarang harganya ya. Laptop bisnis yang satu ini dijual di harga kisaran 9 juta 999 ribu rupiah dan ini sudah termasuk Windows 11 Pro. Ya, ini versi Pro bukan versi Home. Jadi wajar ya kami suka banget karena di bawah 10 juta masih dapat versi Pro. Lalu ada juga garansi resmi Dell Indonesia 1 tahun plus on site service. Jadi kalau laptopnya bermasalah teknisi resmi Dell bisa dihubungi langsung untuk datang ke rumah buat cek dan service laptop Dell yang satu ini. Nah, untuk perusahaan yang sudah punya lisensi Windows sendiri ada juga varian yang tidak pakai Windows. Harganya adalah di 8 juta 999 ribu rupiah. Atau mau yang layarnya lebih gede? Ada juga, ada varian 15 inci yang harganya mulai dari 7 juta 999 ribu rupiah. Untuk varian satu ini pakai prosesornya AMD Ryzen 3 7320U, RAM-nya 8 GB LPDDR5 dan storage-nya ada di 512 GB SSD ya. Layarnya IPS Full HD 15,6 inci 120 Hz. Dan khusus untuk pembelian di offline store-nya agrs.id kalian juga akan mendapatkan gratis 1 tahun agrs care. Nah, ini gratis ya. Ini mencakup proteksi terhadap ketumpahan cairan, bencana alam, jatuh dan pecah sampai kehilangan laptop pun ditanggung ya. Selain itu ada juga tambahan gratis service dari agrs care selama 2 tahun setelah masa garansi utamanya habis. Jadi proteksinya double-double nih, dari Dell ada, dari agrs juga ada. Nah, untuk pembelian di offline store agrs juga lagi ada promo back to school. Jadi ada bonus tambahan berupa TWS, voucher belanja, dan ada pouch juga. Laptop ini sendiri bisa dibeli di lebih dari 200 offline store agrs.id di Indonesia. atau bisa juga lewat website agrs.id dengan cicilan 0% hingga 12 bulan dan ada diskon 3,5% up to 1 juta rupiah. Iya, bukan up to 50 ribu, up to 1 juta rupiah. Serta ada garansi 5 hari tukar unit baru. Mantap. Lanjut kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM-nya. Ini masih 8 GB single channel untuk yang terpasang. Tapi itu di kelas harga segini di tahun 2026 untuk laptop baru, ya, laptop yang baru keluar 2026, ini iya memang standarnya segini, gitu ya. Lagian kalau memang butuh upgrade kita masih bisa upgrade juga kan, bukan yang terkunci mati di situ ya. Lalu layarnya, ini juga belum 100% sRGB, tapi untuk kelas harga segini lagi-lagi ini bisa dimaklumi ya. Bahkan tahun 2025 pun banyak di bawah 10 juta yang masih seperti ini. Lalu kalau memang butuh akurasi warna yang lebih kan gampang ya, tinggal nancep monitor eksternal yang udah 100% sRGB minimal, beres ya. Kemudian, di sini juga masih belum dilengkapi dengan Microsoft Office, tapi ya kalau butuh Office ya tinggal beli aja license-nya terus pasang, bisa kok. Nah, dari sini menariknya, ini laptop kelas bisnis yang beneran terjangkau. Performanya mantap untuk kelas harga segini. Processor juga tergolong baru, dia pakai Ryzen 5 220 yang punya 6 core Zen 4. Mau kerja ngetik-ngetik pasti lancar banget ya. Multitasking-nya juga mantap, 6 core 12 thread loh ya. Mau editing video atau foto itu juga bisa banget ya. Kalau iseng mau buat gaming juga masih bisa. Walaupun performanya kencang suhu kerjanya juga aman banget. Laptopnya juga punya software pengaturan performa, ini langka ya ada di laptop bisnis kelas harga segini. SSD juga kencang seperti di laptop kelas premium. Body juga walaupun pakai polycarbonate tapi terasa kokoh. Konektornya juga lengkap ya. Dan dia punya USB-C full function. Lalu garansinya, 1 tahun resmi dari Dell Indonesia, tapi kalau beli di agrs dapat lagi 1 tahun agrs care dan ada tambahan 2 tahun garansi service. Itu setelah garansi Dell-nya habis masih dapat tambahan lagi. Mantap kan? Jadi pertanyaannya, Dell Pro 14 Essential satu ini cocok ya buat siapa? Yang jelas sih ini cocok banget buat dipakai kerja kantoran ya. Desainnya profesional, performanya udah oke, buat mobilitasnya juga sudah oke. Untuk pelaku usaha UMKM juga cocok banget nih ya. Bodynya juga kokoh ya. Mau dipakai buat sekolah atau kuliah juga cocok. Kalau bosan mau dipakai buat gaming tipis-tipis juga bisa ya. Atau mungkin butuh laptop untuk editing foto dan video di 1080 60 FPS bisa juga. Dan kalau butuh akurasi warna ya tadi pakai monitor eksternal saja. Ya laptop satu ini memang keren. Kami sendiri enggak nyangka bahwa brand sekelas Dell bisa bikin laptop bisnis entry level yang beneran terjangkau ya. Tapi tetap punya kualitas yang baik dan performanya kencang. Jadi kalau yang dicari adalah sebuah laptop bisnis serba bisa dengan harga terjangkau, Dell Pro 14 Essential yang satu ini sepertinya sangat layak untuk dipertimbangkan.
