Jungkat

Denza D9 2025: Kenapa Bisa Laku Keras? (YouTube Video)

  • 30/08/2025

pembunuh Toyota Alfard dan juga Fire nyalain tu kursi pijotu dong. Nah, bisa juga di sini nih. Bagaimana rasanya menjadi pemilik sesungguhnya dari Denza di9? Ini EV MPV besar yang ternyaman saat ini di Indonesia. Ini dia MPV yang paling fenomenal, paling breakthrough di Indonesia dan saat ini bisa dikatakan menjadi MPV premium yang paling laris. Yes, ini adalah Denza D9. Konon dia adalah sosok sebuah pembunuh Toyota Alfard dan juga Velfire karena dia mewah, dia harganya hampir setengahnya Alphard, tapi berbagai fitur dan juga kenyamanannya tidak kalah dibandingkan Alfard. Lantas apakah hal tersebut benar? Nah, kita akan bahas di review kali ini. Denza9 2025 ya. Kenapa dia bisa menjadi Alfard killer? Memang ada beberapa faktor. Yang pertama adalah masalah harga. Yes, mobil ini harganya Rp950 juta, tidak nyampai Rp1 miliar yang benar-benar murah sebenarnya untuk sebuah MPV premium. Kemudian yang kedua adalah dia adalah sebuah EV. Nah, jadi salah satu kelebihan sebuah EV apalagi di Jakarta ya, yaitu ini dia patomnya patom biru alias dia bebas ganjil genap. Jadi mungkin banyak ee yang Alp ini kan sedang berganti generasi juga kan beberapa tahun lalu. Jadi mungkin ada yang upgrade dari Alpard generasi ketiga keempat tapi tiba-tiba keluar denza din mutuskan ah udahlah beli denza aja karena ee dia EV jadi bisa tembus gaji genap. Mungkin itu faktor keduanya dan yang ketiga adalah fiturnya ya sebagai sebuah MPV premium jadi dia harus punya fitur yang banyak. Oke yang pertama kita bacakan dulu ya dari ee belakang dari baris kedua. Baik. Denza 9 maupun Toyota Alfard mereka memiliki jok pilot seat. Jadi sama-sama nyaman untuk penumpang baris kedua. Itu yang pertama. Yang kedua adalah soal eh atapnya. Dia punya atap panoramik denza di 9. Alfard juga punya. Dan yang ketiga yang dimiliki Denza tapi tidak dimiliki Alpard yaitu kulkas atau refrigator yang bisa dipanaskan atau didinginkan atau bahkan dibekukan. Alfard enggak punya tapi Alpard punya rear seat entertainment jadi plus minus. Nah, mungkin hal tersebut yang menjadi pertimbangan banyak orang kenapa lebih pilih Den dibandingkan Toyota Alvard. Tapi pertanyaan terbesarnya adalah apakah Denza di9 ini benar-benar apple to Apple dengan Toyota Alfard? Nah, nanti kita akan ee bahas lebih lanjut karena waktu itu saya sudah membuatkan video first impression-nya. Kalau secara dimensi fitur memang ya mirip-mirip maksudnya bisa di ee sandingkan gitu. Tapi kalau bicara masalah ee kenyamanan berkendara, kemudian kualitas berkendaranya, kenyamanannya, nah nanti kita akan uji di situ. Sebelumnya kita akan bahas sedikit-sedikit mobil ini karena saya sudah membahas semuanya di first impression. Yang pertama ada soal speknya yaitu motor listrik, baterai, dan juga berapa range-nya. Jadi hanya ada satu varian di Indonesia. Nah, untuk pasar Indonesia jadi hanya ada satu varian dan satu pilihan penggerak. Kalau di Cina itu banyak ya. Jadi dia ada yang DMI atau PHV, ada yang dual motor. Sedangkan di Indonesia hanya ada satu pilihan seperti ini, varian single motor. Tapi dia memiliki e range yang sangat jauh untuk sebuah EV. Jadi memang ya sebuah MPV premium seperti ini bisa digunakan untuk traveling itu rasanya sangat nyaman dan juga ee mumpuni ya. Nah, untuk pasar Indonesia Denza Dinen hanya satu pilihan motor yaitu motor bertenaga 306 horsepow serta torsi 360 Nm berpenggerak frontwhel drive atau motor listrik depan dan baterainya berkapasitas 103 KH. Besar banget. Itu baterai yang ee lebih besar dibandingkan KIV9. Sejajar dengan BMW i7. enggak sejajar si B7 lebih besar dikit tapi sudah di atas 100 kWh itu rasanya ya harus memiliki range yang sangat jauh ya. Kemudian untuk jaran tempunya Denza9 ini ee menurut dia sanggup menjelajah sejauh 600 km dalam sekali pengisian daya penuh. Pengisian daya juga ACDC fast charging ee di 30 sampai 80% itu katanya tuntas dalam waktu 40 menit jika menggunakan arus daya yang 150 kW lebih ya. Oke, sekarang kita lihat bagian dalamnya. Dan ini dia ruang interior dari Denza Dinan. Sudah saya jelaskan juga pada saat first impression waktu itu ya. Jadi memang dia memiliki nuansa yang cukup premium sebenarnya untuk sebuah MPV seperti ini ya. Apalagi dia mengingat harganya tidak sampai Rp1 miliar. Oke. Tapi sebenarnya kalau lawan Apple to Apple, mobil ini sebenarnya lebih cocok melawan Xpeng X9 dan juga Mifa 9 yang harganya itu benar-benar mendekati ya R miliar kecil gitu dan juga sama-sama MPV yang berasal dari Tiongkok sebenar. Oke, sebenarnya kalau secara desain kalau dibandingkan Alfard memang ya ini preferensi masing-masing ya. Saya sih lebih suka Alfard, lebih simpel, lebih berkelas tapi kalau di mobil itu seperti layarnya lebih besar, cust digital full, lebih futuristik lah kalau di Denza ini. Tapi kalau juga dibandingkan dengan Mi 9 rasanya jauh sih. Dza di9 ini lebih lebih kualitas eh interior lebih bagus, banyak lebih banyak soft touch-nya. Kalau di MI MI 9 tuh banyak pasif kerasnya masih. Kemudian kita akan sedikit bahas e fitur di mobil ini yaitu soal si head unitnya ini atau sistem entertainment-nya. Karena ini banyak banget yang ee fitur yang tertera di sini nih. Yang pertama adalah yang saya suka dari mobil ini adalah round V monitor. Ini sebenarnya terjadi di semua mobil BYD ya. Round V monitornya tuh jernih banget 360 derajatnya tuh. Dan dia tuh FPS-nya benar-benar lancar gitu. Jadi enggak ada lag-lag-nya benar-benar real gitu. Ini e so far ini adalah mobil yang paling real untuk masalah e Ramfi monitor ya untuk BUID ya. Kemudian sebagai standar mobil Cina ya, jadi memang banyak banget fitur yang bisa diatur di layar head unitnya. Nah, itu standar mobil Cina banget. Memang di mau yang murah, mau yang mahal itu semua ada di sini deh. Pokoknya yang pertama adalah Nissan Ventilation. Ini dia otomatis akan tilt kayak gini nih. Jadi ketika Anda butuh sirkulasi udara lebih, nah dia akan ee menaik gitu sunroof-nya bisa. Nah, di mobil ini juga sunroof depannya itu bisa dibuka full gitu. Kalau di Alvard kan biasanya yang cuman di tilt manual gitu kalau yang lama. Kalau yang baru tuh cuman bisa tilt doang. Kemudian yang baru malah enggak ada. Dan juga nih left sliding door, right sliding door, open all windows, cross all windows, rearview mirror unfold, ambient LED bisa diatur di sini ya itu biasaah. Kemudian seat adjustment. Nah, ini juga menarik. Jadi bisa mengatur jok depan kiri kanan maupun jok belakang. Jadi kalau Anda pengemudi gitu ya, Anda bisa mengatur joknya di layar ee headwiity ini. Enggak perlu lagi ke belakang-belakang ngatur-ngatur manual gitu ya, meski dia sudah otomatis. Kemudian massage chair-nya kalau misalkan penumpang belakang pengen pak nyalain kursi pijetnya dong. Nah bisa juga di sini nih nyalain gini deh. Tapi dia memang kursi pijetnya enggak se enggak sekompleks punya ION Hyptech HD ya yang banyak gitu pengaturan koin sini. Hanya satu saja. Jadi hanya satu gaya pijatan. Ventilasi juga bisa diatur ventilasi kursi. Jadi mobil ini empat kursinya itu yang depan dan juga belakang nih di part setnya tersedia dengan sirkulasi angin ya si kursi atau cooling seat. Oke, masih banyak sebenarnya fitur yang bisa diatur di sini. Tema ada Spotify juga yang terintegrasi, tapi Anda harus ee sambungkan ke Wii dari smartphone Anda. Kemudian di settings juga Anda bisa menemukan cukup banyak yang bisa diatur. Yang pertama adalah audio. Nah, audionya ini sudah premium aftermarket dari D Audio yang memang biasa digunakan oleh BYD ya, BID yang flagship gitu. Suara kualitas audio cukup jernih, cukup baik dan bisa Anda atur nih di dynamic dan audio fokusnya mau hole driver, front passenger, middle rear custom bisa diatur semuanya ya. Kemudian display nih biasion system ada mobil lengkap ada intelligent cruise control kemudian ada emergency lan keeping assist spot detection door open warning intelligent high beam control ESC. Oh, masuk ke ADAS ya? Biasanya enggak. He disent control juga masuk ke ADAS di mobil ini. Ya udah enggak apa-apa yang penting lengkaplah itunya. Land departur assist. Kemudian juga ada collision avoidance assist forward collision warning dan cross traffic collision avoidance assist. Traffic s recognition juga ada, tapi kayaknya belum bisa deh di Indonesia nih. Intelligence speed tension dan juga intelligence speed limit control. Nice. Parking assist. Nah, ada parking sensor, ada juga round view monitor, tapi memang belum bisa parkir sendiri di mobil ini ya. Kemudian regenerative breaking dari mobil ini bisa diatur juga, tapi tak hanya melalui layar head unitnya. Dia, Anda bisa mengatur lewat sini nih. Ini biasanya standar BYD juga ya. Di sini ada tombol untuk regen breaking ada dua. Memang biasanya BYD standard high. Kemudian ada range display mode. Kemudian charging and discharging. Nah, smart charging. Nah, ini Anda bisa atur nih ketika Anda di rumah mengechage menggunakan charging eh wallbox charging yang di rumah ya. Nah, Anda bisa atur maksimalnya berapa. Karena katanya sih kalau Anda mengecharge setiap hari tuh tidak lebih dari 80% gitu ya. Dia batasin ke 80% katanya baterai lebih awet tatanya. Dan fitur ini kayaknya berada di sini deh. Di seal, di Dolphin, di Auto 3 tuh kayaknya belum ada waktu itu ya. Kemudian bisa diatur juga as charging current limitnya tuh mau berapa ampere. Maksimal tuh mungkin di 20-an ampere nih standar kayak mobil Eropa ya. Kemudian ada juga energy consumption di sini. E vehicle. Nah, Anda bisa atur banyak banget di sini. String assist, black assist, lampu, lampu depan, level, kemudian ambion light, comfort driving, auto wiper, automatic driver seat, automatic reat, autofult, tilkb reversing. Nah, refrigerator. Ini yang sangat menarik. Sebenarnya saya sudah bahas juga di first impression, tapi enggak apa-apa deh. Ini karena enggak dimiliki oleh pesaingnya di Alpard, di Velfire, di Lexus LM sekalipun dan juga di Asus Mifa tapi di Xpang ada. Nah, jadi dia tuh bisa kerjanya tuh bisa tiga macam. Bisa mendinginkan, bisa membekukan, bisa memanaskan, dan konon katanya Anda bisa memasak mie instan di mobil ini. Mie instan cup gitu ya. Bisa masak di mobil ini. Dan ketika Anda punya balita atau bayi, kemudian Anda traveling ke Jakarta Bandung, Jakarta Cirebon atau Jakarta Semarang gitu ya, harus membawa ASI. Nah, taruh aja di sini di kulkasnya ini karena Anda bisa tetap menjaga suhu ASI tersebut dengan baik dan bayi Anda bisa menikmati ASI tersebut. Nice. Kemudian juga instrumen bisa diatur di sini. Seat. Nah, se bahas juga. Nah, kemudian di BYD itu selalu yang menarik adalah dia masih banyak tombol fisik di mana mobil Cina tuh banyakan memang dia menghilangkan tombol fisik dan semuanya di taruh di instrumen cluster. Itu yang saya suka dari BYD sebenarnya karena sebenarnya sejatinya mobil yang diproduksi dengan tombol fisik banyak itu akan mengeluarkan cost yang lebih banyak dibandingkan tombol fisik yang sedikit. Ya iyalah satu bikin satu tombol bikin satu tombol tuh kan lebih mahal dibandingkan tidak ada sama sekali. Tapi memang banyak orang yang suka tidak ada tombol karena terkesan minimalis, terkesan lebih modern gitu ya. Tapi saya sih lebih suka kayak gini. Ini banyak banget tombol-tombol krusial yang bisa Anda sentuh hanya satu jangkauan gitu. Tidak perlu mengubek-ngubek layar head unitnya yang kadang-kadang tuh saya agak apa ya, agak susah gitu kalau di mobil Cina. Apalagi di ion, di jili ya itu agak ah menunya banyak banget nih di sini. Kemudian ada wire charging di sini mode berkendara tiga di mobil ini. Eco normal dan sport. Dan ada yang menarik di mobil ini, meski dia sebuah MPV memang tenaganya cukup besar gitu 306 horsepow, torsnya 360 Nm dan dia sama dengan model BYD lainnya. Jadi di bagian instrumen custernya dia ada timer untuk drag timer. Jadi kita bisa tahu gitu 0 sampai 1 km/hnya tuntas dalam ee berapa detik gitu ya. Tapi tentu kita enggak akan percaya itu aja karena kita akan nantinya menggunakan alat berbasis GPS ya untuk mengetes itu. Tapi cukup menarik sih gimmik yang lucu gitu MPV tapi ada gitunya tetap emang HBY WYYD sih. Oh ya. juga yang HC Bid tidak ada di sini adalah ini sistem entertainment-nya yang enggak bisa diputar jadi fix seperti ini. Jadi kalau Anda ingin putar-putar enggak bisa di mobil ini. Dan untuk duduk di bagian belakang saya sudah jelaskan juga pada saat first impression. Nanti saya akan jelaskan lagi pada saat berkendara karena ya saya akan menjelaskan juga bagaimana kenyamanannya ketika duduk di ee bangku baris kedua maupun baris ketiga ya. Kemudian yang saya suka dari mobil ini adalah sebagai sebuah MPV, dia cukup menjek pengemudia dengan baik karena posisi berkendaranya cukup ergonomis, semuanya elektrik. Tuh, benar-benar nyaman sih ini hitungannya untuk sebuah MPV seperti ini. Tapi memang ini pilar ini nih kalau ini ada ada blind spot ya. Tapi enggak perlu khawatir karena kamera 360 juga tadi yav monitor itu sangat jernih dan dia sigap gitu ketika Anda se kanan se kiri langsung muncul di layar sistem entertainmentnya. Kita akan langsung jalankan mobil ini. Yang kita belum tahu adalah apakah dia memiliki driving quality yang di atas Toyota Alfard setara Toyota Alfard atau di bawah Toyota Alfard. Karena ya memang perlu diakui penjualan Denza di 9 ini sejak saat pertama kali muncur tuh sempat lima kali lipatnya Alfard katanya. Jadi kan secara fitur memang 111, kemudian dimensi juga 111. Nah, kita akan mengetahui apakah dia benar-benar senyaman Alfard dan Velfire yang merupakan eh pemegang takhta MPV premium di Indonesia. Oke, let's go. [Musik] Mobil yang kami kemudikan ini ternyata membutuhkan tambahan daya untuk kami melanjutkan perjalanan dan merasakan impresi berkendaranya. Jadi, kami lajukan terlebih dahulu mobil ini ke SPBU Shell. Terima kasih. Nah, sekarang Anda bisa mengisi daya mobil listrik Anda di Shell Richarge dengan biaya yang terjangkau, yaitu Rp2.166 perwh dan juga Rp25.000 untuk biaya layanan peraksi. Silakan kunjungi www.shell.co.id/sellrecharge untuk informasi lebih lanjut. Dan tentunya untuk menikmati keuntungan di sel, Anda bisa bergabung menjadi member Selpl Shell Asia. Shell recharge merupakan wujud dukungan Shell Indonesia terhadap agenda pemerintah Indonesia dalam penyediaan energi yang lebih bersih. Dengan daya pengisian fast charging hingga sebesar 60 kW, proses pengisian daya dari 0 sampai 80% dapat dilakukan dalam waktu sekitar 30 menit saja. Shell Recharge, kini pengisian daya mobil listrik Anda menjadi lebih mudah. Oke, sudah berjalan dengan Denza D9. Memang saat kami syuting ini udah udah lama launching ya mobil ini ya. Udah sekitar 4 bulanan lah ya, 45 bulanan gitu. Jadi di Jahanan teruh banyak tuh. Ada Denza depan saya ya. Tapi enggak apa-apa tetap saya akan sampaikan bagaimana rasa berkendaranya. Well memang saat pertama kali menjalankan mobil ini duduk terus ee berkendara gitu ya memang ke sana tuh mobil ini besar sekali gitu. itu gara-garanya yangut saya sebutkan juga sebelumnya. E dia tuh dashboard tuh panjang banget gitu loh. Dasbnya panjang terus juga moncongnya tuh juga panjang. Kalau Anda pernah bawa Alpa Vellfire itu dia besar tapi si moncongnya tuh pesek gitu loh. Kalau ini agak mancung jadinya agak agak apa ya? Agak kerasa besarnya gitu mobil ini. Terus kuk ke belakang gede kan karena panjangnya 5 m lebih 5,1 ya. Tapi untungnya itu ada beberapa keunggulan di mobil ini, yaitu pertama adalah RONV monitor yang sangat sigap, sangat e jernih juga kameranya. Itu yang pertama. Yang kedua adalah jangan khawatir ketika Anda terpaksa masuk ke jalanan kecil gitu ya, jalanan sempit. Karena radio seputar mobil ini tergolong kecil untuk MPV besar seperti ini. Jadi rasanya enggak jadi masalah ya. Mungkin pertama kali bawa ee sejam, 2 jam pertama tuh mungkin agak repot. Tapi lama-lama biasa kok. Ini saya udah bawa mobil ini seminggu sih udah rasanya sih udah terbiasa banget gitu. Bukan yang susah, enggak kok. Enggak sama sekali. Sebagai golongan MPV flagship, keheningan kabin tentu menjadi hal penting di mobil ini. Satu hal yang saya dari mobil ini adalah kekedapan kabin yang begitu superior menurut saya. Benar-benar kedap sekali ketika di depan ya. Enggak tahu di belakang, nanti kita akan tes di belakang. Oh, ya. Saya buka dulu deh sunroof-nya biar terang. Nah, ya. Jadi kekedapan kambing itu begitu luar biasa. Kedap banget. Bahkan mobil e dengan knenapot berisik, motor dengan kapat berisik, truk gitu hampir tidak kedengaran ke dalam kabinnya. Kemudian so Rotat Noise juga rasanya juga sangat baik. Ya, itu wajar karena ini adalah sebuah MPV yang termasuk tergolong MPV premium. Selain kekedapan kabin, tentu ada satu faktor penting lainnya yang harus diketahui, yakni soal kenyamanan suspensinya. Suspensi memang mobil ini switch spot menurut kami. Jadi dalam artian enggak terlalu empuk banget, empuk-empuk tapi enggak yang membuaya banget gitu. Kalau kita bandingkan head to head-nya dengan Maxus Mifa 9 ya itu menurut kami terlalu empuk. Nah, di mobil ini enggak semembuah itu tetap empuk. Tapi memang ketika di kecepatan tinggi itu memang di tol gitu ya, ada terasa gejala mengayun gitu loh. Jadi belum semantap Toyota Alfard untuk rasa suspensi. Tapi nanti kita coba di belakang karena sensitifnya harusnya belakang ya kan yang Anda pembeli mobil ini pasti banyak duduk belakang gitu. Nanti kita akan tes juga di belakang gimana. Tapi kalau pengendalian itu sih okelah untuk MV sebesar ini. Dan dia tidak yang terlalu body roller gede, enggak terlalu yang apa ya, yang lemah gitu, enggak. Ini pas dan menurut saya sebuah EV dari Tiongkok dengan settingan suspensi semacam ini, ini rasanya mantap. Kemudian apakah range sekali pengecasan sesuai dengan klaim pabrikan? Ya, karena dia merupakan MPV premium tentu banyak dari Anda yang menginginkan mobil ini dan menggunakan untuk traveling gitu ya. Eh, berdasarkan klaim dari Denza sendiri eh NEDC ya, dia berhasil meraih angka 600 km dalam sekali pengisian daya penuh. Nah, eh kami sudah tes di mobil ini untuk konsumsi energi terbaik dari mobil ini, kami mencatatkan angka yang cukup impresif sebenarnya, yaitu 5,95 km/ kH. Artinya kita kalikan saja dengan kapasitas baterai mencapai 103 kWh itu angkanya ternyata eh undercle. Oke, jadi kita tes hasilnya adalah 612,85 km untuk Range ya dalam sekali pingi penuh. Wah, luar biasa. Jadi rasanya mungkin mobil China sekarang udah mulai ee modern ya, udah diperbaiki, diperbarui. Jadi kalau dulu tuh BYD tuh selalu kadang-kadang overclaim di mobil ini ternyata underclaim. Anda sedikit sih, tapi ya rasanya mobil ini sangat mumpuni untuk Anda gunakan Jakarta Semarang, Jakarta Cirebon, Jakarta Bandung bolak-balik gitu ya. Tanpa pengisian dia rasanya mobil ini masih sangat mumpuni. Tapi memang dengan kapasitas baterai yang besar 103 eh kW t gitu ya. Ya memang dia sekali untuk sekali pengisian daya dari misalkan dari 20% sampai full gitu ya. Memang untuk sebuah mobil listrik membutuhkan biaya yang cukup tinggi gitu ya. di atas rata-rata mobil listrik yang ada Indonesia lah. Ini udah level dengan EV9 dengan BM7 baterai sebesar ini ya. Tapi ya sekali lagi mobil ini cocok untuk ada gunakan ee keluar kota dan siapa sangka MPV sebesar ini ternyata memiliki performa yang nyatanya menjanjikan. 306 HP dan 360 Nm tentu tenaga yang besar untuk sebuah MPV besar seperti ini. Sebenarnya enggak penting-penting banget sih membahas performa, tapi ya itu standar pengesahan kita ya. Jadi kita tetap tes dengan menggunakan alat berbasis GPS dan juga timer build-in yang ada di e instrument custernya. Hasilnya memang sedikit berbeda. Kalau di timer build-nya itu dia angkanya 0 sampai 100 km/h tuntas dalam waktu 8,1 detik. Sedangkan di alat GPS kita itu di 8,4 detik ya. 0,3 untuk mobil ini enggak terlalu penting juga sih sebenarnya tapi rasanya untuk sebuah MPV besar yang ada di Indonesia saat ini ya, ini performanya yang paling baik ya. Jadi rasanya range-nya mumpuni, performanya juga baik ya. Sudah sangat-sangat lebih dari cukup apalagi harganya R50 juta. Lantas fitur unggulan mobil modern yakni ADAS juga hadir di MPV mewah listrik satu ini. Ada sefitur yang sangat wajib di mobil modern, apalagi mobil asal Tiongkok. Apalagi mobil premium semacam di NZ D9 ini. Di mobil ini sangat banyak ya dan juga kinerjanya juga sangat baik. Ada tips cruise control dengan low speed follow itu e rasanya sangat berguna ketika Anda mengarang mobilnya macet-pancetan. Kemudian banyak banget emergency keeping assist, blind spot detection, door open door open warning. Jadi ketika Anda di duduk gitu ya di belakang ketika ada objek yang mendekat Anda akan diberi peringatan gitu agar tidak membuka pintu agar tidak terjadi kecelakaan. Kemudian juga intelligent high beam control, land departure assist, collision assist. Masih banyak banget traffic sign recognition udah saya sebutkan juga ya pada saat impresi stand up. Tapi so far kinerjaya ya standar mobil tiawak modern lah. Ini smart semuanya e enggak ada keluhan. sangat berguna untuk eh mengasis Anda membawa mobil sebesar ini dan adaptif untuk digunakan di jalanan Indonesia. Dan inilah kesimpulan kami terhadap Denza D9 ini. Oke, sudah bahas bagaimana impresi berkendara dari mobil ini. Sekarang saya akan ke baris kedua untuk mengetahui bagaimana rasanya menjadi pemilik sesungguhnya dari Denza D9 ini. Dan sekarang saya sudah berada di baris kedua dari Denza D9 ini. Karena mungkin 50 sampai 75% pengguna dari Denza D9 ini duduknya di sini. bukan jadi pengemudi. Jadi ini adalah faktor yang penting juga bagaimana rasa duduk di baris kedua. Well, memang kalau di jalanan kecepatan rendah, jalan perkotaan memang tidak terlalu terasa ya ee kalau dibandingkan misalnya dengan Toyota Alfard itu karena memang secara fitur ya yang terasa kan fitur kalau di kecepatan rendah ya. Tapi ketika di kecepatan tinggi itu langsung terasa gitu ee perbedaannya jika dibandingkan dengan Toyota Alfar terutama bagian suspensinya. Jadi, e sekarang saya berada di jalan tol memang ya terasa tuh ayunan suspensi belakangnya tuh terasa mengayun gitu loh. Ngayun ngayun apalagi ketika di sambungan beton jalan tol seperti ini ya. Tuh ada mengayun-ngayunnya gitu. Seakan-akan tuh enggak enggak diam gitu, enggak se enggak se mantap suspensinya Toyota Alfard. Ya memang tidak bisa dibandingkan Toyota Alfard dengan Denza 9 ini secara harga jauh hampir setengahnya tapi memang banyak yang mendangmening jadi ya mending Denza lah dibanding Alfar karena harganya lebih murah tidak gaji genap segala macam tapi ya ini yang tidak didapatkan ketika Anda membeli denza dibandingkan Avard yaitu soal bandingkan suspensinya itu yang pertama yang kedua adalah yang langsung terasa juga adalah kekedapan kabinnya jadi kalau di depan itu rasanya kekedapan kabinnya mantap sekali gitu benar-benar ee hening ee ee sunyi, enggak ada suara dari luar masuk. Tapi ketika duduk di baris kedua itu terasa ee tidak terlalu senyap gitu. Tidak sesenyap ketika kita duduk di baris pertama gitu. Padahal kacanya ini sudah double glass. Ya udah enggak apa-apa. Tapi untungnya mobil ini dilengkapi dengan pilot seat yang nyaman. Jadi kalau misalkan Anda merasa aduh e gimana-gimana gitu ya. Ya, Anda tinggal adjust aja nih pilot seatnya di mode yang zero gravity. Jog ini adalah posisi ternyaman. Ya udah, Anda bisa tidur, Anda bisa rileks, Anda bisa istirahat di mobil ini. Meski memang bandingkan suspensinya ya ya begitu deh. Tapi kalau gua jujur dibandingkan dengan yang sudah kami tes ya waktu itu adalah Maxus Mifa 9 ini lebih sedikit lebih better lah kalauus Mian tuh benar-benar di kecepatan rendah mengayun apalagi kecepatan tinggi. Tapi juga perlu diingat bahwa EV asal Tiongkok itu kami merasa belum ada yang benar-benar suspensi. Mantap gitu loh. E ini sebenarnya terbaik sih dibandingkan EV-EV asal cowok lain karena memang tentu mereka harus mengakomodir baterai yang bobotnya begitu berat. Nah, mereka harus ee bagaimana caranya untuk suspensinya antara nyaman atau keras. Nah, ini sebenarnya sudah lumayan swe spot sih, tapi kalau dibandingkan Alfard ya jauh lebih nyaman Alvard sih. Nah, kemudian bagaimana ketika duduk di jok baris ketiganya? Enak jujur ini enak. Ee materialnya juga jok empuk. Biasanya kan kalau jok bar ketiga tuh yang agak terkorbankan gitu ya, joknya agak keras, kemudian ee terasa tidak nyaman, terasa sempit gitu ya. Di mobil ini sudah saya sesuaikan posisi duduk baris keduanya enak loh. Empek juga tapi memang dia tidak capet atau pilot seat ya. Kemudian Anda masih mendapatkan beberapa fitur lagi seperti cup holder, kemudian ada USB type C, ada tempat penyimpanan banyak ya penyimpanan di belakang jok baris kedua ini cukup banyak. Enak loh baris ketiganya ini. Kemudian AC juga double blowernya. Bukan double blower sih, ini blowernya juga ada sampai belakang gitu masih ada lampu baca. Nice. Du belakang baris ketiganya sih ini oke banget. Tapi memang sekali lagi ya suspensinya. Ini suspensi ketika duduk baris ketiga kerasa nih mengayun-ngayunnya. Tapi ya biarpun terasa kurang nyaman, tapi ini bisa dikatakan EV MPV besar yang ternyaman saat ini di Indonesia. Apalagi asal Tiongkok. Okelah. Well, saya sudah balik ke jok baris keduanya karena ini tempat ternyaman dari mobil ini dan saya akan menyampaikan kesimpulan dari Denza din ini. Oke, memang eh banyak yang menyandingkan mobil ini dengan Toyota Alvar, Toyota VFR, maupun Lexus LM350. Banyak yang mengatakan mending beli Denza di ini dibandingkan Toyota Alfard. Well, memang kalau menurut kami antara Denza 9 dan juga Toyota Alfard itu tidak bisa dibandingkan karena memang secara harga, secara price, secara kelas itu memang ee sedikit berbeda gitu ya. Memang apa yang didapatkan mirip-mirip, tapi menurut kami secara kelas itu berbeda. Kemudian rasa berkendaranya juga berbeda, kenyamanannya juga cukup berbeda menurut kami. Dan mobil ini lebih bisa disandingkan lebih apple to apple dibandingkan jika dibandingkan dengan Maxus Mifa 9 kemudian juga Xpeng X9 ya. Tapi ya sekali lagi harga tidak bisa bohong. Mobil ini jika dibandingkan dengan rivalnya pun ini lebih murah. di bawah Rp1 miliar masih apa yang didapat pun didapatkan pun juga worth it eh range-nya jauh kemudian jika dibandingkan dengan maksud yang kami sudah coba ini lebih nyaman, spacy dan juga bebas ganjil genap jika dibandingkan dengan Toyota Alfard itu. Itu adalah eh pertimbangan ketika sebelum Anda membeli sebelum Anda memanu beli Alfard atau beli Denza Din ya. Oke, jadi begitulah hasil review lengkap kami terhadap Denza D9. Klik like jangan menyukai video ini, subscribe bila Anda belum dan jangan lupa juga untuk isi kolom komentar di bawah. Main-main juga ke website kami di ww.odriver.com dan jangan lupa juga untuk download aplikasi kami di Google Play Store. Terima kasih sudah menyaksikan video ini dan sampai jumpa di video-video kami selanjutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube