DENZA D9 | Katanya Pembunuh Alphard (YouTube Video)
merupakan mobil yang bikin Indonesia kaget saat pertama kali diumumkan harganya. Merupakan mobil yang hmm terlalu mirip dengan Alpard. Ini adalah Denza D9. [Musik] Halo YouTube, selamat datang di channel Motomobi. Akhirnya review juga mobil ini di channel Motomobi. Untuk Anda yang belum subscribe channel tercinta kami ini, silakan di-subscribe dan tekan tombol loncengnya. Itu gratis karena bisa membuat kami bahagia. Silakan komentar juga sebanyak-banyaknya agar spam-spam judul pada tenggelam ke bawah semua. Ah, Denza D9. Denza. Apakah itu Denza? Bukan berarti berjoget. Asal mula Denza itu adalah merupakan perusahaan patungan antara BYD dan Demler AG. Yes. Mercedes-Benz. Tahun 2014, perusahaan-perusahaan tersebut investasi 300 jutao ke Denza ini. Namun tahun 2021 terjadi restrukturisasi. Kepemilikan Mercedes dari 50% turun menjadi 10% dan akhirnya tahun 2024 10% saham Mercy dipindah ke BYD dan BYD menjadi penguasa penuh Denza. Saat ini Denza sudah ada berbagai model yang berbagi-bagi platform juga dengan BYD yaitu Denza D9, Denza N7, Denza N9, Denza Z9. Oke, kembali ke Denza D9. pertama kali diperkenalkan langsung ke mata dunia yaitu tahun 2022 yang kemudian ada penyegaran sedikit tahun 2024. Mobil ini pertama kali kami lihat secara mendalam itu ada di Tokyo Mobility Show 2023 dan akhirnya dijual resmi di Indonesia 2025 ini. Apakah benar ini membuat para pembeli Alpard Velfire menyesal? Apakah sama atau lebih baik daripada Alpard Velfire? nonton video ini sampai habis. Yes, sebenarnya masih ada 10% Mercedes-Benz di sini, tapi kalau ngelihat logonya ini kayak logo BMW yang enggak di tengah gitu loh. Ini kalau tinggal dikasih lingkaran ini terus digeser ke sini dikit, birunya ke bawah dikit. Jadilah logo BMW dimiringin lagi. Jadi memang segmennya Denza itu adalah segmen premium. Ee Denza adalah jadi subbrand-nya BYD untuk yang premium. Yang mahalnya, yang mewahnya. Tapi seberapa mewahkah? Nonton video ini sampai habis. Kalau dilihat-lihat, wah Alpard knockof. Kami pertama kali ngelihatnya knockof. Itu berarti e niru-niru Alpard. Sebenarnya iya. Ini lekuk-lekukan ini sangat mengingatkan kami kepada Toyota Alpard dan terima kasih BYYD Indonesia telah minjamin mobil ini. Ee tetap eh channel Motom Mobi ng-review apa adanya. Ada miripnya sama Alpard, cuma memang gak mirip sekali. Yang mendesain mobil ini adalah Wolfgang Egger. Dia bekas orang Lamborghini juga. Jadi ya bukan desainan orang Cina dan ee dia hanya pemimpin projjectnya aja sih untuk desainnya. Anyway, secara keseluruhan ini mobil desainnya sebenarnya oke-oke saja ya. Ada mirip-miripnya sama Alpar, tapi ya hanya sekedar mirip sedikit-sedikit bagian depan dan beberapa bagian. Belakangnya juga ada miripnya sih. Dan kalau kita ngelihat lampunya ini, nih lampunya tuh ada bronze-bronzenya tuh dalamnya, warnanya. Enggak tahu kenapa. Kenapa di situnya doang? Kenapa enggak ininya sekalian bronze ya biar beda aja gitu. Tapi bronze banyak dipakai BMW sekarang. Yang pasti mobil ini merusak harga, mobil ini merusak pasaran, mobil ini mengganggu Alpart Vellfire dan keluarganya termasuk Lexus LM. Ini harganya Rp950 juta ya dan mirip yang harganya R,5 miliar Alpart rusak semuanya jadinya. Masa ini 950? Dan sebenarnya bukan hanya merusak Alpard aja, beberapa mobil, mobil premium nih yang harganya plus minus R miliar dirusak sama ini. Orang mikir-mikir, "Ah, mendingan beli Densa lah daripada beli Class. Cllas berapa duit sekarang?" Sudah 1 koma. Kan sedih ya ini ya. Mendingan ini jadinya rusak deh semuanya. Kembali ke bentuknya. bentuknya paling kami tidak suka sebenarnya di lampu belakangnya ini. Lampu belakangnya ini ah agak keramaian menurut kami, tapi ya itu saja. Hm. Sebapa panjang? 5.250 mm. Lebarnya 1960 mm. Wheel base-nya 3.110 mm. W biasa panjang juga ya. Oke, sebentar. Bagaimana kalau dibandingkan dengan Alpart ukurannya? Denza D9 ini sebenarnya lebih panjang, lebih lebar, dan wheel base-nya lebih panjang apabila dibandingkan dengan Alpart baru. Dan lumayan perbedaannya. Denza D9 240 mm lebih panjang, 110 mm lebar, dan wheelbase-nya 110 mm lebih panjang. Tentu karena baterai dibandingkan dengan Alpart baru. Hal ini berpengaruh terhadap manuver di dalam jalan sempit dan parkiran. Hmm. Dan siapa yang beli Denza? Sudah pasti pakai sopir dan tidak pernah mikirin masalah repot ini itu ini itu di jalan sempit atau parkiran. Tapi ada tapinya lagi. Denza walaupun lebih besar dan lebih lebar. Kenapa ruang kabinnya terasa lebih sempit dibandingkan dengan Alpart baru? Apa karena kursinya lebih besar-besar? Apa karena menyisakan ruang bagasi yang sangat besar? Apa karena baterai yang tebal di bawah sehingga ada kesan sempit di dalam kabinnya? Ini mengorbankan keluasan kabin penumpang. Tapi hah nonton video ini sampai habis karena ada solusinya untuk mengenai keluasan kabin. Nah, baterai baterainya ada di bawah sini nih yang membuat wheel base-nya itu jadi panjang. Kan beda sama Alpart yang internal combustion itu dia overhang belakangnya kan pendek. Kalau ini kalau Alpad agak lebih panjang. Terus ini tuh tebal karena di bawah ini ada baterai yang sangat besar sekali. Baterainya itu 103 kWh. 103an malah 103-an kWh. Mobil gede, berat. Baterai segitu tetap bisa 600 km. Eh NEDC tapi ya hitungan NEDDC. Buka k mesinnya dua kali tarik macam mobil Eropa premium gitu. Nah ini komponen listriknya itu dalam ke bawah. Mobil ini ada yang versi internal combustion juga di Cina sana sepertinya ya. Dan yang internal combustion pasti modelnya kayak Alpard juga tuh. mesinnya lebih ke bawah karena ini kan kap mesinnya tinggi ya. Nah, ini yang kita bisa lihat hanya komponen listrik-listrik controller motor listrik di bawah. Terus ini ada sibuk sekali untuk urusan AC banyak banget selang di mana-mana. Evaporator banyak kali di dalam ya, selang semua gitu. Yang bisa kita kerjakan apabila buka kap mesin adalah oh komponen listrik banyak itu aja. Sama ini ngisi air kecrutan. Sisanya ini mekanik. Mekanik. Enggak usah coba iseng-iseng ya. Ini isi air gituak. Jangan. Jangan. H. Nah, ini motor listrik. punya tenaga 230 horsepow dan 360 Nm yang kemudian disalurkan ke roda depan melalui transmisi 1 speed ya karena mobil listrik ya kan klaim 0 ke 100-nya 9,5 detik. Tapi untuk mobil ini nanti kita tes benar enggak dapat 9,5 detik. Nih roda penggeraknya bannya tuh Michelin E primescy. Itu berarti primesy itu ban nyamannya dari Micheline dan E itu berarti untuk versi elektriknya. Nah, mobil yang ban yang versi elektrik itu biasanya lebih halus, gak ada suaranya, rolling resistance-nya lebih rendah. Nah, ini dibuat untuk kenyamanan memang bannya. Jadi emang enak bannya nyaman dan enggak ada suaranya. Ukuran bannya 235 tebal 60 18 inch bisa ada yang modifikasi kondelk gede gitu. Keren juga dan ini pasti lebih nyaman karena profilnya 60 tebalnya. Dan ini semua pintunya itu soft closing termasuk pintu depannya. Kalau bahasa orang lama ini vacuum. Nah, ini adalah charger. Dia bisa dic charging ya. Kalau AC charging aja bisa 11 kW. Yang dic charging-nya bisa sampai 166 kW. Lumayanlah bisa ngebut nge-charge-nya. Pi. Baterai gede. Kenapa ada logonya dalam sini ya? Ini bacaan apa nih? Charging indicator. Oh, nih lampu-lampu indikatornya. Kuncinya tuh seperti ini. Terus di kuncinya tuh enggak ada untuk buka pintunya. Eh, ada enggak sih? Oh, ada. Dua kali pencet di pinggir ini memang ada lagu-lagunya. Begitu dibuka ada welcome gitu, tapi kuncinya agak berasa murah deh. Kali aja bisa kan bukanya bukan dari sini. Alpard kenapa memutuskan dipindah ke sini ya? Bukanya tuh ada tandanya tuh. Trunk open. Ih, ini halus enggak me gitu? Halus nih. Wow, bagasinya lega sekali. Naruh stick golf bisa nih. Enggak ada masalah. Ditumpuk-tumpuk juga bisa stik golf-nya. Ini kita dapat bukan V2L ini eh ini charger mobile chargernya belakang sini nih ada woover lampu gantungan maksimal 3 kg. Nah, jok paling belakangnya nih kena jok depannya dong. Oke, kita bisa lipat begini aja tapi menghasilkan gitu. Jadi kalau bagasinya masih kurang luas, masih bisa dimajuin bagian bawahnya aja. Ini tuh ada bukaan untuk emergency rilas-nya kayaknya untuk buka pintu. Jadi kalau ada orang diculik di belakang ditaruh sini bisa dibuka. Terus ini kenapa gambarnya sedan ya? Padahal ini kan desain dibikin khusus untuk Denza gitu. Kenapa enggak gambarnya Denza aja dinain? Terus kalau orang diculik sini kan bisa kabur ke atasnya. Muat nih. Taruh sini. Mamang juga muat. Taruh sini. dia. Tuh lagunya tuh enggak penting sama sekali bisa dimatiin sih lagunya. Oke, duduknya enak. Enggak seempuk tapi enak kok. Enggak perlu lebih empuk lagi. Ini udah cukup nyaman. Semua segala macam-macam dikontrol dari layar ini ya. Ini ada dua layar, jok kanan dan jok kiri. Em, cuma ada tetap ada physical button. Ada physical button di sini untuk maju mundurin dan senderan. Tapi fungsi joknya itu masih banyak lagi. Ah, ini layar banyak banget yang bisa kita atur di layar ini. Kalau yang physical button ini kan cuma untuk dua fungsi, tapi sebenarnya masih banyak lagi. Ada light rest, naik ini kaki. Terus ini kalau misalnya aduh depannya sempit lagi masih kita bisa mundurin habis. Dan dia mundurinnya ada reluk rel-rel bukan rel ya ngunci-ngunci gitu ada beapa bagian ngunci nguncinya. Kenapa? Karena ini bagian dari safety di alp juga sama. Kita mundur ngunci di kita adjust kita ngunci lebih kokoh memegang joknya. Nah, ini seat belt-nya juga nempel sama joknya biar lebih aman sehingga bisa ditidurin sampai banyak seperti ini. Fungsi seat belt-nya masih berfungsi menyelamatkan nyawa. Ah, enak. Oke, le rest-nya masih bisa kita naikin lagi nih. Terus kalau misalnya kaki kita masih kena jok depan, jok depan masih bisa kita majuin lagi dari sini, Boski. Nah, ini adalah posisi eksekutif. Nyaman nih. Sampai Surabaya juga kuat ini. Enggak ada yang sampai Bali langsung direct. Enggak apa-apa, enggak masalah. Nah, di layar ini kita juga bisa massage on massage. Dia ada bendulan-bendulan kecil nongol kan tuh. Ini enggak tahu ada berapa bendulan ke atasnya. Terus ini buat adjust. Terus ventilation buat ventilasi. Sebenarnya bukan AC tapi kipas. Jadi kalau suhu ruangannya dingin pasti itu dingin anginnya. Kalau suhu ruangannya panas, anginnya panas. Musik kita bisa atur dari sini. Ini yang seats tadi. Terus AC kita bisa atur juga dari sini karena enggak ada tombol-tombol AC mana-mana lagi. Diatur dari sini tuh dia single zone. Yang kanan juga ngikut. Kemudian back ini ada fridge kulkas. Kulkasnya posisi off. Kita bisa hidupkan nih. Kita bisa atur mau suhunya berapa derajat kulkasnya. 6 jadi freezer dan kita bisa jadi pemanas juga kulkasnya. 40 derajat kalau kita bawa minuman hanget atau makanan hanget kita taruh situ bisa tetap anganget. Nah, di dalam kulkas itu bisa disinfectan. Nah, ini delayed power off nih. Kita bisa kita mobilnya kita matiin. Mau berapa jam kita ininya tetap nyalanya kulkasnya itu mau 12 jam antara 12 jam sampai 1 jam bisa kita atur. Cancel. Nah, refrigerator door switch. Nah, kulkasnya itu berada di mana? Kulkasnya berada di sana. Kita bisa buka dari sini. Oke, ini kulkasnya. Ukurannya lumayan. bisa naruh beberapa botol, beberapa kaleng. Dan selain kita ngatur dari layar ini, kita juga bisa ngatur dari soft touch ini termasuk buka tutupnya. Terus yang ini yang disinfektan. Nih gambar duren dicoret. Virus apa duren sih? Virus ya. Nah, dan ini juga ada yang daun tuh apa ya? Pasti eood jadi kulkasnya enggak terlalu makan listrik. Kembali ke layar ini lagi. Kita back. Sunroof enggak ada tombol apa-apa. Diaturnya dari layar. Tapi bukan untuk membuka kacanya, hanya membuka blind-nya saja. Kita bisa atur dari layar nih. Atas ada kamera nih. Bahaya. OP dari layar sini. Ini fungsi ee gampang ininya layarnya. Dan setting ada cuma lock screen time. Jangan dimostik cepetan. Terus kita bisa matiin layarnya. Lock gini. Nutup pintunya pun bisa dari layar ini tuh. termasuk bukanya. Nah, sekeliling mobil ini di mana-mana tuh ada ambient light-nya yang bisa kita atur warnanya tentunya. Terus lampu-lampu bacanya juga bagus, LED. Ini kalau untuk privacy lebih ada blind-nya. Sayangnya blind ini tidak elektrik, padahal bisa masukin sini nih. Pencet-pencet elektriknya. Buka kaca pun bisa dari sini atau bisa dari sini. Ada tombol fisiknya. By the way, ya, ini bukan pintunya. dan ee locknya ini mirip mobil sesuatu. Oke, kita kembali lagi. Kita tegakin dulu dikit. Oh, ini lumbar supportnya juga bisa diatur karena ada pijetnya. Pijetnya tuh yang jadi lumbar supportnya. Posisi 1 2 11 2. Ini ini ada memory seat-nya. Terus ada zero gravity. Zero gravity ini agak-agak kurang mengerti kami fungsinya apa. Cuma begitu doang nih zero gravity posisinya. Oke, anyway kalau misalnya kita tadi mundur habis row ketiganya sama sekali tidak dapat space. Lihat ya, ini ada mejanya di kecil dengan dua cup holder. Eh, by the way di sini depan enggak ada cup holdernya ya? Enggak ada, adanya di pintu sama di sini tengah sini enggak ada cup holder. Oh, iya. Naruh handphone di mana ya? Ah, naruh handphone. Ada wireless charging-nya itu kita cemplungin di sini. Eh, nge-charge tuh. ngar kalau kita ke belakang sama sekali enggak ada space sama sekali enggak ada space lagi. Tuh enggak mungkin bisa masuk. Kita harus majuin jok ini tetap sempit. Ini kalau kita majuin sesuai ini le rest-nya juga enggak bisa dimajuin jadinya jok belakangnya ini harusnya bisa lebih mundur lagi. Namun kami barusan di WA Om Giant di MT bisa modifikasi jok paling belakang ini untuk bisa lebih mundur lagi secara elektrik ini. Ah, ini repot sekali untuk melipat kursi row ketiga masih manual maju mundur pula. Dan luasan bagasi ini mengorbankan luasan penumpang. Ah, ternyata sekarang ada solusinya untuk membuat kabin penumpang lebih luas. Karena MobileG bisa mengubah kerepotan ini dengan yang praktis-praktis saja. Tinggal pencet tombol dan secara elektris kursi row ketiga bisa maju mundur dengan mudahnya. Namun tidak hanya maju mundur saja, solusi Mobileetag ini menambah rel yang dixtend ke belakang. Jadi, kursi row ketiga ini bisa lebih mundur lagi sehingga ruang kaki lebih luas. merupakan solusi yang praktis, mudah, dan tidak mengubah bentuk pabrikan. Ayo main ke Instagram-nya Mobiletech. Duduk belakangnya sebenarnya R-nya biasa aja sih. Duduk yang tegak-tegak aja gitu, enggak bisa disenderin lagi. Eh, bisa satu lagi bisa disenderin. Headro masih sisa sedikit ya, du jari. Ee ini ada seat belt untuk yang tengah. Terus sudah begini, ada amr-nya, ada dua cup holder, ada colokan USB C. Jadi yang depan juga tadi ada USB C, USB C, USBC, USB C. Ada empat USBC di belakang. Terus ada amres-nya pakai amres belakang kalau enggak ada orang di tengah. Nah, kalau ada orang di tengah aman. Ada seat belt, ada headr-nya juga safe AC tuh semuanya ada di atas. Terus ini ada lampu baca juga. Bisa kearah ke belakang juga nih. Enggak deng nih khusus bosnya. Lu bisa naruh-naruh sesuatu lagi. Oh, buat naruh handphone tuh ada kantong. Nah, kantongnya ada kantong handphone juga nih. Segini sih udah pas yang depan enggak bisa maju lagi. Kalau maju lagi tuh jadi kurang nyaman, kurang mewah gitu loh. Belakang sini khusus ajudan sekretaris, anak yang pokoknya tahta terendah, kasta terendah dalam keluarga. Oh ya, ternya bisa diginiin. Bagus pasti lebih enak. Sekarang kita ke Ah. Eh, kekencengan nutupnya. Enggak biasa. Oke, dalamnya bagus. Tapi memang layout-nya layout tipical mobil China. Layar gede, Sen Custter layar yang lebih kecil. E tapi ini bagus dan ee ini gara-gara makin populer mobil China ya, lewat seperti ini tuh semakin bisa diterima tapi tetap kami enggak bisa terima. Ngatur-ngatur spion aja pakai layar ini. Namun untuk mobil ini tidak. Mobil ini ngatur spionnya pakai langsung physical button di sini. Terima kasih Byyid tidak ikut gaya-gaya begitu. Tuh, sini ngelipat spion juga tuh. Cepat. Enak bener yang begini. Entar ini kaca belakang bisa buka full enggak sih? Lupa nyoba tadi. Oh, lumayan loh. Tuh. Dan masih ada physical button-nya banyak juga di sini. Gitu dong bikin mobil bagus begitu. Nah, ini sensor. Sayangnya sensor ya. Karena ini ada peta dia punya navigasi sendiri. Navigasi sendirinya pun ada trafficnya tuh. Walaupun kami sudah coba traficnya enggak terlalu akurat mendingan Google Maps. Cuma perjanjian di ngambil data dari Google Maps. Cuma ini ini nge-zoomnya tuh juga tinggal di pinch gitu. Karena kalau pakai Apple CarPlay, Google Maps-nya itu nge-zoomnya kan enggak bisa dipinch-pinch. Tuh ada trafficnya, ada merah, ada apa. Hm. Nyari charger terdekat langsung pencet. Ini tuh lokasinya EV reachable. Uh, enggak, enggak bukan charger terdekat. Salah kami. Ini adalah jarak dari baterai yang kita punya sekarang. The achievable range is estimated. Please refer to the actual energy consumption. Jadi, dengan baterai yang ada kita sekarang, kita bisa mencapai pati nih. Pati tuh hampir nyampai tuh. Padahal baterai kita 71%. Masa sampai mati 71%. Ini di home-nya itu selalu ada peta belakangnya dan di bawah tuh ada widget-widgetnya yang bisa kita geser dan kita bisa edit mau nambahin atau ngurangin widget apaan di bawah sini. UD assistant AVM. Nah, tuh bisa kita tambah kurangin di sini. Nah, ini kamera 360-nya itu bisa kelihatan tuh mana pintu kebuka, mana ketutup. Ee ini kameranya lumayan enggak bagus-bagus amat, tapi lumayan bagus lah. Bisa lihat lihat-lihat begini bisa ada 3D mode-nya juga nih. Ada 3D mode-nya begini. Oh, ini kita bisa lihat spana garasi kita nih. Matiin layar. Pencet ini. Ee ini kita bisa split screen tuh. Kemudian ada ini ini ada icon-icon isinya. Untuk urusan AC kita bisa pencet ini juga. Nah, AC-nya ini ada ada dia ada air purification-nya juga nih. Dan dia ngedetect nih luar berapa, dalam berapa. Luar itu 14, 13, 14, dalamnya 7 PM 2,5-nya. Purification dilakukan. Purifying anion tuh apa ya? Bawang onion tuh. Ngatur AC belakang tentunya juga bisa dari sini. Ini seakan-akan dual zone padahal enggak ya. Padahal di tadi di belakang kita ketipu. Ternyata tidak dual zone belakangnya. Jadi ini ada tiga zone depan dua zone ya justru depan enggak usah dua zone dua zone karena cuma driver sama ajudan aja di depan sini seat ventilation ada depan kanan kiri enggak ada pemanasnya enggak penting ya pemanas di Indonesia ini ada album foto tadi kamera bi assistant apa ya audio wakeupidenza here nothing cancel ok oh kayaknya gitu malas gitu hei Denza I'm here I'm cold Voice skill ini apa? Buat latihan nih. Data monitor. Oh, udah berapa banyak data yang dipakai untuk apa? SIM card-nya. Buku manual dari sini, media center. Dan ini bisa Apple CarPlay dan Android Auto. Apple CarPlay-nya bisa wireless. Dan begitu nongol Apple CarPlay bagian bawah layar ini masih kelihatan. Jadi kita ngatur AC langsung bisa cepat. Nah, by the way kalau mau cepat-cepat juga itu bisa geser dari atas ke bawah tuh ada beberapa shortcut seperti rem tangan ya kan. Rem tangannya hanya di layar l assist with ventilation sunroof ke bagasi dan menerang gelapkan layar pun bisa langsung dari sini cepat gitu bagus. Terus smart charging kita bisa atur jam berapa sampai jam berapa. Schedule charging, ada Spotify. Teams. Oh, Teams-nya bisa diatur. Nah, setting nih yang banyak. Oke, setting dari paling atas sistem nih. Kita bahas satu-satu. Koneksi internetnya ya untuk Wii-nya. Audio. Nah, audionya ini pakai DIN audio. Suaranya lumayan enak ya. Dan ini bisa kita tutur fokusnya mau rameai-rame, mau driver doang, mau pers depan kiri, mau tengah, mau paling belakang atau custom. Custom ini apa nih? Oh, geser-geser ini. Tapi biasanya yang menurut pengalaman kami, menurut pengalaman kami yang focusing yang standar mobil itu agak kurang cocok. display system enggak penting. Enggak penting. Nah, adas ini suatu yang penting. Iya, adasnya penting. Cuma yang enggak penting untuk Indonesia yang harusnya semua mobil beradas yang dijual di Indonesia itu memperlakukan yang sama yaitu ini Collision avoidance Assist yang anti nabrak. Oke, ini kalau udah dimatiin sekali dia akan mati terus. Automatic emergency breaking dia akan mati terus. Mobilnya dimatiin, dinyalain dia tetap akan matilah settings-nya. Tidak seperti banyak mobil yang dijual di Indonesia yang beradas ini akan kembali nyala kalau kita matiin ketika kita habis matiin mobil dan nyalain lagi. Sistem seperti ini masih tidak cocok untuk Indonesia karena banyak motor-motor berseliweran mana-mana yang bisa bikin ngerem mendadak mobil ini dan akhirnya disundul malah dari belakang yang nyundul motor atau maupun mobil itu sangat berbahaya ini. Jadi bisa membahayakan ini cenderung lebih membuat kecelakaan di Indonesia khusus di Jakarta dibanding sama enggak pakai ya. Jadi ini bid terima kasih ya top. Ini automatic emergency breaking bisa dimatikan dan ketika mobil dinyala matikan tetap ini on default mati ketika kita last setting mati. Sisanya ya standar ADAS aja. Energy setting konsumsi energy karena banyak diam mobil ini. Vehicle. Nah, ini banyak nih steering assist mode. Jadi, setirnya tuh bisa mau comfort, entank atau sport lebih berat. Brake assist tuh bisa comfort, bisa sport. Kami udah cukup suka dengan sensitivity-nya. Jangan diubah-ubah lagi. Comfort parking. Oh, untuk mengerangi nose dive. Jadi pas parkir enggak enggak nganguk-ngangguk gitu. Oke, bagus. On lampu ambient light kita bisa atur. Ketinggian lampu kita bisa atur di sini juga. Comfort driving auto wip wiper auto driver seat ini nih hidup semua. Bagus. Kulkas kita bisa atur dari depan sini juga semuanya ya termasuk disinfektannya. Brightness kamera ini display mau di sini mau odometer apa sama yang diatur di layar belakang tadi seats. Nah, ini ada dua memory seat tapi tombolnya tuh enggak ada ya seat memory seat-nya di sini ya. Cuma di situ doang ya. Enggak ada tombol memory seat-nya. Jadi kalau mau buka memory seat harus ke sini ke menu ini. Nah, jok kiri depan kita juga bisa atur dari sini, dari layar ini tuh bahkan naik turunnya. Seats, seat adjustment tuh dari sini bisa dari sini. Jadi ngatur jok kiri depan ini bisa juga. Ah sini kalau bosnya nyuruh sopirnya. Eh, majuin itu jok. Sopirnya mesti nyari-nyari ke dalam sini sih. Tapi bisa dilakukan. Jok belakangnya pun bisa diaturin. Jadi kalau si bosnya itu sampai malas, aduh senderin dong pir. Bisa nyenderin dari sini untuk jok belakangnya kanan dan kiri. Nah, driver ini semuanya tuh kecuali penumpang kiri itu ada dua memory seat position 1 2. Oke, sayangnya memory seatnya ada di dalam sini ya kan bukan tombol di sini gitu ya yang gampang diraih. Seat ventilation nih pendingin bagus pendingin ya bukan pemanas. ngerti Indonesia gitu loh. Tapi ada pemanas spion dan ini apa? Satu lagi kaca belakang. Kita bisa aktifin dari sini. Lock. Ah, ini ada digital key. Jadi kita bisa pakai digital key pakai handphone untuk ngidupin mobil. Nah, ini ada locknya. Dan kami heran ya mobil ini ya start stop engine button tuh ada di sini. Dia pakai start stop engine button. Enggak cuma diinjak rem terus mobil hidup. tetap harus pencet ini. Nah, ketika mobil kondisi hidup seperti ini, kita keluar mobil dengan ngantongin kunci, kita kunci dari luar mobilnya, mobil itu terkunci. Ada warning-nya sih, ada orangnya gitu ngomong sini, cuma kan udah enggak kedengaran lagi di luar. Dan mobil posisi hidup tapi mengunci. Nah, ini beberapa fungsi-fungsi lock-nya dan notifikasi. Dan ini layar tidak seperti BYD yang lain. Dia tidak bisa dipindahin jadi vertikal, selalu horizontal seperti ini. Dan sebenarnya kalau kami naik BYD, kami lebih suka posisi begini horizontal dibanding dengan vertikal, ya kan. Nah, ini ada kayu-kayu, kayu-kayuan ini piano black dan enggak semuanya empuk-empuk, empuk-empuk. Kenyamanannya luar biasa dan kami lupa nyebut, lupa sekali nyebut. Tadi di belakang ada meja di sini. Nah, tuh. Jadi kalau bisa ini bisa naruh handphone. Ini bukan cup holder ya, cuma buat naruh ini aja. Dia bisa main iPad, main laptop segala macam di sini. Dan kita bisa adjust posisinya karena kita bisa adjust langsung jok ini. Nah, ke bawah ada shifter. Shifter model diamond. Parknya dipencet begini. Maju begini. Mundur begini standar. Setengah jadi netral. Parknya dipencet lagi. Kami senang shifter gini. Kami lebih senang di sini dibanding sama di steering kolum dari kiri ya. Ini ada tombol-tombol fisik. Kami suka hazard bunyinya tang tung tang tung. Ini ini ada ada gimik sedikit nih kalau des kanan. Tung teng tung teng. Oke. Tu kanan. Kalau kiri tang tung tang tung. Tang tung kanan tungtang kiri tangtung. Dibedain kanan kirinya mungkin biar sadar dari suara ya. Lagi ngesen kanan atau kiri. Buka pintu belakang dari sini bisa langsung physical button. Eh enggak ini physical atau Oh ini button rameai-rame. Jadi semi soft touch. Buka bagasi, parking sensor nyalain matiin. Blind spot auto hold. Terus ini ada untuk ngatur regen breaking high atau standar. Cuma dua aja di sini bacaannya. Nah, ini ada driving. Ini ganti suasananya ini nih volume audio dan nyalain matiin. Kami senang ada volume fisik. Terus ini ada auto AC nyalain AC. Deveoger depan ini buat pintu kanan belakang. Dan yang ini untuk buka tutup kulkasnya. Kalau pencet buka, pencet tutup. Dan ini ada driving mode normal sport echo. Oke, setir. Setirnya itu dua spoke flat bottom, jempol kanan untuk volume audio dan lain-lain. Next previous dan ada mid juga ngatur dari sini. Ini kita pencet ini untuk kita bisa ngatur-ngatur yang kanan mau ada apa aja. Bahkan ada timernya. Pencet lagi kita untuk ngatur yang kiri ada TPMS, ada 50 km terakhir tuh berapa borosan kehematannya dan akumulatif kehematannya. Jempol kiri untuk urusan cruise control. Klaksonnya bagus, combination switch sebelah kanan se untuk dan lampu termasuk ada auto high beam-nya sebelah kiri dan auto lampunya juga. Sebelah kiri ada wiper dan auto wiper pasti cluster yang segini tadi yang bisa diatur-atur. Eh, cuma begini aja tampilannya. Kecuali kita ubah-ubah begini ya. Oh iya, trip A, trip B, odometer tuh ada. Selain ada di sini, ada di sini juga. Tombol kanan sini di pintu itu standar untuk spion yang kami suka dan jendela. Oke, sekarang kepraktisan. Ini banyak ya kantong pintu lega, bisa naruh botol di sini. Bisa naruh-naruh lagi. Ini ada wireless charging satu handphone dibuka. Ada dua buah cup holder konsol box-nya. Walaupun di bawahnya tuh ada kulkasnya, tapi ee lumayanlah ada walaupun enggak terlalu dalam. Pajaknya berapa ya? Ini udah STNK nih. Pajaknya gratis. Lihat lacinya lumayan gede. Di atas ada tempat kacamata. Nah, atas nih ada sunroof yang bisa dibuka juga. dengan tombol ini. Asli gede banget ininya sunfernya. Ini auto day night. Posisi duduk, posisi nyetir nih penting nih ya. Normal nih tapi enggak seperti mobil China lainnya. Dia way depannya bisa naik turun juga. Sebelah kiri bisa enggak naik turun? Bisa. Bisa naik turun. W juga termasuk ada lumbar supportnya yang bisa dinaik turunin juga lumbar supportnya. Setirnya tilt telescopik. Cocok menghasilkan posisi nyetir yang enak. Karena saatnya kita jalan. Bismillahirrahmanirrahim. Ah, nyetir Denza D9 mirip-mirip seperti nyetir Alpart, nyetir S Plus, nyetir BMW seri 7. Kita terasa seperti sopir, terasa seperti driver. Walaupun kita jalan weekend gitu sama bawa anak-anak, istriistri ya. tetap rasanya seperti driver nyetir ini. Kadang-kadang kalau kita parkir di mall gitu suka enggak dibantuin satpam parkirnya karena suka disangka jadi driver ya kan. Dan rasa visibility-nya pun mirip seperti Alpard juga. Dia tuh kaca depannya landai sekali dan jauh sekali. Ini dashboard tuh panjang dan ada sensasi rasa nyetir Alpart. Walaupun sedikit lebih kecil rasanya dari Alpard, sedikit sedikit banget. Tapi tetap ini mobil yang besar nyelip-nyelip masuk masuk gang itu rasanya ada PR-nya sedikit gitu loh. Kayak apabila under driver masuk-masuk gang naik mobil ini kayak aduh gaji gua kekecilan ya. G rasanya kayak underpa. Nah, kekedapannya oke sekali. Road noise-nya rendah. Terus kemudian suara dari luar itu cuma kayak gambar-gambar bergerak aja tanpa audio. Ini luarnya dibantu juga oleh ini tuh dia double glass kaca depannya doble. Jadi kedap sekali. Dan untuk kenyamanannya mobil ini nyaman. Tapi karakter suspensinya tuh ada agak mm beda sedikit. Bantingannya tuh agak lebih sedikit rasa mengayun-ngayun ya. Tapi overall secara suspensi kami tidak masalah dan ketika belok juga ee sebenarnya lumayan stabil karena dia beratnya kan titik beratnya di bawah tuh ada baterai besar berat tuh di bawah jadi kalau belok itu lebih stabil. Nah, ini jeblukan 70 ya. Ada ada sedikit goel-goel gitu tapi kami tidak masalah dengan suspensinya. Ini masih nyaman-nyaman saja. Nah, tapi nih ini 80 sudah mulai kedengaran nih. Sekitar 80 90 tuh sudah mulai ada suara angin di luar nih. Mungkin nabrak spion atau nabrak kaca yang besar ini ada suara anginnya. Mungkin suara angin itu jadi terdengar gara-gara enggak ada suara mesin mobil listrik ya kan. Dan suara road nce-nya rendah walaupun di aspal road nce-nya cukup rendah ini. Kemudian rasa setirnya, rasa setirnya itu lumayan ada mahalnya, tidak seperti mobil Cina zaman dulu ya. R setirnya enak, jauh sekali rasa setirnya sama BYD M6 ya. Ya, harganya juga jauh sih, tapi rasa setirnya mang jauh sekali. Jauh banget. Rasa remnya, rasa remnya itu biasanya mobil listrik atau mobil hybrid itu kan agak kurang natural. Kalau ini lumayan lah ya, masih ada ketidaknaturalan tapi lumayan. Dan yang tadi yang masalah nose dive itu ketika sudah lambat kita ketika kita parkir-parkir tah itu ee terasa dia enggak terlalu nge-dive ketika kita ngerem-ngerem pas parkir. Lihat ya. Tapi belum sampai level mengganggu sekali sih ngain-ngayin ya. Enggak kayak hightech tuh. Kelihatan enggak? Oke, kemudian rasa gasnya. Rasa gasnya mau ya di normal mode itu tidak sensitif sama sekali ya, aman. Jadi supir enggak ngagetin penumpangnya, bosnya. Hidupin cruise control dulu. Unable to active in current driving mode. Kenapa driving mode? ICC activated. ICC intelligent cruise control. Kuat banget. Udah digoyangin kayak gitu masih enggak rilisih. Enggak setuju juga dia. Nah, ini regenerative breaking-nya kalau kecepatan tinggi itu semakin kuat dibanding kecepatan rendah tuh kayak enggak ada regen-nya sama sekali. Openingin jok itu ada di tadi. Di mana sih? Ah, masuk ke menu seat dulu. Seat seat ventilation. Ah, enaknya kuat anginnya. Kalau belok kencang itu zigzag itu kayak belokin gajah berat ya. Enggak separah high tech sih, tapi okelah. Mungkin kalau muatan lebih banyak pasti lebih enak. Sekarang saatnya kita tes 0 ke 100 km/h apakah bisa lebih cepat atau lebih lambat daripada klaimnya dia. Kita matiin AC dulu. Off. Eh, traction control enggak usah, enggak usah dimatiin maksudnya. Kita pindah sport mode sport mode cepat. Oke, tanpa nahan rem karena ini mobil listrik. 1 2 3. Enggak nyeprint, enggak apa. Buka powernya tuh pelan-pelan tapi ngisi terus. Ngisi terus, terus, terus, terus, terus, terus, terus. 100. Kok kencang? Hah? 7,8 detik. Kencang. Hah? Enggak salah tuh. Spek yang kami pegang itu 9 detik. Iya. 330. 330 h power. Kemudian bagaimana kehematannya? Kehematannya ini ya 5,5 sampai 6 km/ kWh lah. Masih oke mengingat mobilnya berat gede, bawa baterai yang gede dan tenaganya lumayan. H. Overall nyetirnya mobil ini kami sih oke ya. nya enggak ada masalah. Jadi apabila Anda driver, mobil Anda pakai Denza D9, tidak masalah. Mobilnya enak. Apabila Anda ingin memesan mobil ini, katanya indennya itu sekitar 2 bulan. Jadi karena laku keras kelihatannya, jadi rebutan barangnya. Ialah laku keras harga segini dapat mobil segini. Oke, sekarang kita coba duduk di belakang diirin oleh Rian the back. Seberapa nyaman duduk di belakang sini dengan mode bos-bos? Asik juga sih. K getaran getaran-getaran halusnya tuh masih ada terasa dikit ya. Kanan bannya berapa tuh? 38 ya? 36. 36 masih oke. Ket-getaran halusnya masih agak berasa dikit tapi enggak itu enggak terlalu masalah. Cuma apakah di belakang sini ngayun-ngayun? Di depan sih enggak terlalu terasa. Ini kayak dulu zamannya 5 pertama kali keluar e harganya 800-an dengan dapatkan segitu banyak. Wah, worthed sekali orang rebutan inden sampai lama sampai ada yang uping harga. Ini sih enggak sampai ada uping harga ya, tapi worth it sekali. Naikin naik cres dong biar sempurna, Bos. K. Nah, begini nih. Oke juga sih ini. Tapi ini mirip Alpard juga nih. Bukan tutupan aslinya. Semuanya empuk-empuk di belakang. Walaupun ini pintu biasanya kalau pintu sliding itu pintunya tuh enggak empuk-empuk gara-gara pas kebuka tuh enggak kelihatan. Gua empuk-empuk lagi lapis kulit. Oke. Di dalam tol seperti apa rasanya? Ini getaran-getaran halus dari jalan beton ini sih terasa ya enggak terlalu smooth gitu. Alpard smooth enggak ya? Lebih smooth ya Alpard ya. Rasanya kita harus bikin kompasi nih sebelah-sebelahan antara Denza D9 dan Alpard. Sekarang kita nyoba duduk di row ketiga. Asta terendah dalam keluarga. Oke, row ketiga ini di posisi bos-bos depan masih biar masih nyaman tapi kita jadi sempit begini. Seperti apa rasanya kita di tol dengan sambungan-sambungan jembatan ya gitu. Kita loncat-loncatnya sedikit. Ini agak sedikit ngelebihin speed limit. Karena sang gantol lagi. Ih, ada goel-goel dikit. Iya, benar sedikit. Tapi masih oke di row ketiga ini. Denza danza. Memang enggak smooth apart sih, tapi ya Rp950 juta. Overall mengenai Denza D9 merupakan mobil yang cocok untuk Anda orang kaya yang uangnya masih belum cukup banyak untuk beli Alpart. Dan untuk Anda yang sudah terlanjur beli Alpard Velfire maupun Lexus LM jangan menyesal. Karena walaupun ada kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan Denza, Alpard Fire Lexus LM itu beda kelas, tetap lebih berwibawa, lebih ditakuti, dan lebih disegani. Tapi apabila Anda orang kaya yang ingin punya mobil listrik tiga row, Denza D9 ini merupakan pilihan yang paling worth iti. Tapi kalau kami, yes, kami berbeda. Karena kami menjunjung tinggi suatu soul. pada mobil, maka mobil yang kami pilih adalah VWID Buz. Paling punya soul, karakter, dan nilai historis. Hidup ID BS. Semua ini adalah opini pribadi saya. Kami tidak dibayar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini kecuali oleh Mobile jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motom Mobi, Mobobi, dan Mm Mobi apabila belum berikut dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cekmotomobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton.
