Desain Elegan dengan Baterai Besar dan Prosesor Baru! Review vivo V60 Lite (YouTube Video)
Ini adalah Vivo V60 Lite 5G. Desainnya mewah ya, tipis, ringan, tapi baterai besar. 6 mAh blue bateri. Pengisian dayahinya kencang dengan 90 watt flash charge. ESW-nya juga baru pakai Dimensity 7360 turbo dengan optimalisasi khusus untuk gaming. Kameranya keren dan udah dilengkapi dengan fitur Vivo AI. Yang unik. Kali ini Vivo memakai tagline gaya on game on. Lah Vivo V series jadi buat gaming nih sekarang. kemampuannya bagaimana. Nah, mari kita kupas tuntas dalam review kita kali ini. Oke, Vivo V60 Lite 5G tentunya ini adalah penerus dari V50 Lite 5G yang udah rilis di awal tahun 2025 ini. Nah, buat yang belum tahu, Vivo V Lite series adalah lini smartphone midrange dari Vivo dengan penampilan dan beberapa fitur yang mirip dengan seri V yang ada di atasnya, tapi dengan harga yang jelas lebih terjangkau. Nah, kalau menaikai V60 Lite ini mungkin ada yang bertanya, "Ini Vivo kok keluarin V60 Lite?" Eh, padahal perasaan eh belum lama ada V50 yang baru rilis, ya. Nah, kalau dilihat siklusnya V Lite series ini punya siklus di kisaran 5 sampai 7 bulan sekali hadirnya. Jarak perilisan dari V50 Lite 5G dan V60 Lite 5G aja ini cuma sekitar 5 bulanan. Jadi jangan kaget kalau kalian beli di bulan kelima atau keenam setelah peluncurannya tahu-tahu ada versi baru karena memang rancangannya seperti itu. Nah, meski jarak perlisan antara kedua smartphone terbilang singkat, tapi ada beberapa peningkatan nih yang dihadirkan di Vivo V60 Lite 5G. Kita akan bahas. Tapi tentunya kita mulai dari paket penjualannya dulu. Di dalamnya kita mendapatkan unit V60 Lite 5G dengan screen protektor yang langsung terpasang. Lalu tentunya ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini charger 90 watt flash charge. Lalu ada kabel USB A2C, ada case transparan, SIM tr ejector, dan paket dokumen. Nah, eh smartphone ini hadir dengan desain yang serba flat baik di sisi depan, samping, dan belakangnya. Sedangkan untuk tepi frame HP ini dibuat melengkung. Modul kameranya punya desain yang baru ya. Kalau dilihat-lihat desain modul kameranya sekarang mirip sama V60. Secara tampilan menurut kami ini udah terlihat cukup premium. Nah, smartphone ini hadir dengan tiga pilihan warna. Ada vibing blue, ada vibing black, dan vibing pink. Seperti yang saya pegang ini ya. Warna satu ini terlihat manis ya. Bakal cocok nih buat kalian yang suka warna-warna cute seperti ini. Body samping dan belakang smartphone ini terbuat dari polikarbonat. Untuk dimensinya tinggi 163,7 mm, lebar 76,2 mm. Nah, untuk ketebalannya untuk warna fibing pink itu tebalnya di 7,69 mm. Sementara dua varian yang lainnya itu ketebalannya di 7,59 mm. Nah, untuk bobotnya ada di 197 gr. Meski desainnya tergalan tipis dan ringan, tapi smartphone ini punya sertifikasi SJS 5 star full device dan military grade impact resistance. Jadi, smartphone ini diklaim tahan jatuh dari ketinggian 1,5 m tanpa casing atau 1,7 m kalau dengan casing. Nah, buat IP rating smartphone ini punya sertifikasi IP65. Berarti dia kedap debu dan tahan cipratan air bertekanan rendah dari segala arah. Kalau klaimnya Vivo sih V60 Lite ini bisa tahan air hujan sampai 12 jam. Jadi kalau enggak sengaja kehujanan masih aman. Tapi ingat ya, ini bukan berarti HP-nya aman dicelupin dalam air atau sengaja diajak berenang. Nah, meskipun punya banyak sertifikasi ketahanan bukan berarti kita bisa pakai smartphone ini secara semberondo juga. Misalnya ditaruh secara seenaknya atau disiram air terus-menerus gitu ya. Atau mungkin habis makan diikutin cuci tangan bareng sama kita. Jangan. Jangan seperti itu ya. Serangkaian sertifikasi tadi hanya bagian dari standar pengujian pabrik supaya smartphone-nya itu tidak mudah rusak. Jadi jangan sengaja dirusak. Nah, sekarang mari kita lihat ada apa saja di sekeliling body smartphone ini. Di kanan ada tombol power, tombol volume up and down, lalu di atas ada mikrofon, ada grill speakernya. Di sisi kiri ini kosong ya. Di sisi bawah ada slot untuk dual sim card. Lalu ada mikrofon, port USBC, dan grill speaker. Slot SIM card ini bisa mendukung dual SIM card tanpa dukan micro SD ya. Enggak ada dukungan isi juga di sini. Nah, untuk audio smartphone ini sudah pakai stereo speaker. Jadi, saat dipakai dengerin lagu suara yang diaskan sudah cukup lantang. Meskipun separasi audio bukan yang super-super rapi ya di sini. Nah, sini juga ada audio booster 200% dan 400% supaya suaranya lebih lantang lagi. Saat dicoba memang keluaran suaranya jadi terasa lebih lantang, tapi memang kualitas audionya jadi turun. Ya, sebaiknya ini memang dipakai bukan buat nonton atau buat dengerin musik, tapi ini untuk teleponan atau video call di tempat rameai saat kita menggunakan speakernya. Nah, beralih ke depan. Ini adalah layar 6,77 inci AMOLED resolusinya full HD plus. 2392 * 1080 piksel. Secara default, refresh-nya diatur ke smart switch. Di opsi ini mayoritas aplikasi akan berjalan di 90 Hz dan turun ke 60 Hz kalau tidak ada aktivitas di layar. Nah, kalau mau merasakan refresh rate lebih tinggi di banyak aplikasi atur refresh rate ke 120 Hz di menu settings. Ada juga opsi refresh rate 60 Hz kalau dibutuhkan. Nah, saat dicoba untuk penggunaan di dalam ruangan, beratas maksimumnya ada di 641 nits. Lalu untuk simulasi outdoor dia bisa mencapai 1374 nitz. Nah, di sini ada tiga mode tampilan warna. Secara default mode warna diatur ke standar. Lalu, ada dua mode lain yaitu profesional dan bright. Di mode standar, gambut coverage-nya ada di 96,3% DC IP3 dan gambut volume di 103,3% DC IP3. Lalu untuk mode profesional ini arahnya lebih ke 100% sRGB ya dengan gambut coverage di 95,5% sRGB dan gambut volume di 100,1% SRGB. Nah, yang satu ini bakalan cocok kalau kita mau pakai buat ngedit-ngedit konten. Kalau mau tampilan layar itu sangat berwarna, kita bisa atur ke mode bright. Di mode ini gambut coverage-nya di 97,4% di CP3 dan gambut volume-nya dilepas ke 111,6% d IP3. Nah, untuk bezelnya V60 Lite diklaim punya screen to body rasio di 94,2%. Kalau dilihat bezel smartphone ini memang sangat tipis dan hampir simetris di keempat sisinya. Lalu kita lihat ada earpiece di beasel atas layar dan di bawahnya ada kamera selfie 32 megapel yang ditempatkan di punch hole area tengah atas layar. Bukaannya f2.45, field of view 72 derajat dan ini adalah kamera fix focus. perekaman videonya up to 4K 30 fps. Sayangnya di sini enggak ada opsi ya untuk 1080p 60 fps. Beralih ke sisi belakang. Ini adalah kamera utamanya 50 megap Sony IMX82 nih sensornya nih. Ukurannya di 1/1,95 inci. Bukaannya F1.79, field of view 79 derajat dan ini adalah kamera autofokus tentunya. Perekaman video up to 4K 30 fps dan 1080 p 60 fps juga tersedia di sini. Lalu di bawahnya ada kamera ultrawide 8 megapel bukanya F2.2 field of view 120 derajat. Ini fix fokus perekaman videonya up to 1080p 30 fps. Di samping kedua kamera itu ada aura light. Ini bukan LED flash biasa ya. Di sini kita bisa atur warna lampu dari putih, kekuningan, atau kemerahan. Kita juga bisa mengatur tingkat kecerahannya sesuai dengan kebutuhan. Nah, untuk fitur-fitur kamera dibaca aja. Ini ada banyak banget karena ini Vivo V series ya. Memang spesiality-nya ada di kamera juga. Jadi fitur-fiturnya segudang. Oke, untuk spesifikasi internalnya SOC-nya pakai Mediatchek Demensity 7360 turbo. Ini adalah upgrade yang cukup signifikan dari V50 Lite yang pakai dimensity 6300. Sebetulnya di Man City 7360 itu punya spesifikasi yang mirip ya dengan di Man City 7300 dengan 4 core performance yang pakai Cortex A78 2,5 GHz dan 4 core efisiency yang pakai Cortex A55. Yang baru di sini adalah adanya optimalisasi software yang disebut sebagai Mediatek Adaptive Gaming Technology 3.0. Ini diklaim bakal bikin pengalaman gaming jadi makin lancar. Nah, untuk RAM 8 GB LPD 4X sementara untuk storage-nya 256 GB UFS 3.1. Selain yang satu ini juga ada varian RAM yang 12 GB dan storage-nya ada di 512 GB. Untuk baterai 6500 mAh blue volt bater dan chargernya adalah 90 watt flash charge. Baterai ini diklaim punya 24 dimension security protection yang menjamin baterainya punya daya tahan optimal sampai dengan 5 tahun. Enggak cuma itu, ada fitur bypass charging di sini. Mau main game sambil dicolok ke listrik itu harusnya tetap aman ya. Untuk sensor-sensor ada astraeter, light sensor, proimity sensor, maretometer, dan gyroskop-nya hardware tentunya. Untuk aktivitas ya dia bisa 5G, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya. Wii-nya WiFi 6e. Lalu Bluetooth-nya adalah Bluetooth 5 dan udah support Codex SBC, AAC, APX, Aptex HD dan LDAC atau LDAC juga bisa. NFC-nya pakai NFC multifunction khas Vivo. Selain untuk bayaran, kita juga bisa mengemulasikan akses card langsung lewat smartphone ini. Untuk USB tentunya dia bisa OTG ya. Nah, kalau yang nanya bisa untuk display output atau tidak, masih belum bisa sayangnya. Ini wajar untuk smartphone class mid range. Untuk sisi keamanannya dia pakai screen touch ID dan ada face unlock juga. Untuk OS dia pakai F Touch 15 berbasis Android 15. Nah, Vivo menjanjikan ada tiga kali Android update dan ada security patch yang dijamin sampai 5 tahun untuk smartphone yang satu ini. Mungkin ada yang nanya, "Ya, Bang, bakal dapat e origin OS enggak?" Nah, untuk sekarang belum ada keterangan resmi dari Vivo mengenai hal ini. Semoga aja dapat ya. biar kita bisa ngerasain tuh si ee Origin OS seperti apa sih rasanya di HP yang satu ini. Nah, saat pertama dinyalakan ada berapa aplikasi pihak ketiga bawaan yang sudah terinstal di sini. Kalau dirasa tidak butuh, kita bisa uninstal dengan mudah. Di sini ada juga banyak fitur AI yang disebut sebagai Vivo AI. Pertama ada AI photo enhance. Ini bisa bikin foto jadi terlihat lebih tajam dengan bantuan AI. Lalu ada AI eraser. Ini bisa dipakai untuk menghapus objek yang tidak diinginkan dalam hasil foto kita. Menariknya di sini ada reflection erase. Ini juga bisa menghapus pantulan cahaya ketika lagi memotret mungkin e objeknya ada di belakang kaca ya. Ini mirip sama V60 ya. Kemudian ada AI for Seasons portret. Nah, ini bisa membuat foto di sekitar kita jadi seperti punya musim-musim yang berbeda seperti musim panas, musim semi, musim gugur, dan musim dingin. Sebagai catan, fitur ini akan terasa efeknya saat mengambil foto background deda daunan atau yang ada banyak pohonnya. Selain itu, fitur ini juga baru bisa berjalan kalau smartphone terhubung ke internet, ya. Berikutnya ada smart call assistant. Di sini ada dua fitur, yaitu smart summary untuk menampilkan live caption serta ringkasan percakapan saat menelepon dan ada AI call translation untuk menerjemahkan panggilan saat berbincang antar bahasa yang berbeda. Nah, tidak lupa ada juga fitur penunjang lain seperti AI Transcript Assis dan ada AI caption juga. Nah, untuk AI live saat pengujian kami memang belum ada ya. Fitur ini nantinya akan tersedia tapi melalui update software. Oke, selain fitur Vivo AI di sini juga ada fitur-fitur AI dari Google seperti Gemini dan Circle to Search. Oke, sekarang langsung kita lihat hasil pengujian. Kita lihat benchmarknya dengan Antutu 10 dapat R11.000-an. Lalu Antutu 11 ada di R887.000-an. Untuk Geekbench 6 single core di 1021 dengan multiore di 2.891. Untuk 3x slingshot extreme open grafik skornya ada di 5.148. Sementara untuk 3D Mark Wildli Life Stress test ini tanpa kipas ya. Best scor-nya ada di 3.123 dengan lowest score di 3.102. Jadi stability-nya di 99,3%. Lanjut untuk GFX Benz T-Rex 1080p off screen kita dapat 112 FPS. Sementara untuk GFX Benchman Head 3.180p off screen kita dapat 55 fps ya. Benchmark-nya itu menunjukkan bahwa posisinya ini masih sesuai untuk kelas harganya. Memang bukan yang paling kencang, tapi bukan yang paling lambat juga. Masih ada loh yang kayak gini pakai SOC yang ya benchmarknya enggak setinggi ini ya. Jadi buat kami performa seperti ini udah pas lah untuk kelas harganya. Nah, kita lanjut untuk gaming. Dalam pengujian kali ini kita aktifkan dulu mode boost yang tersedia di overlay game bar. Lanjut, langsung kita coba subway server. Secara default, game ini jalan di 60 Hz. Kalau mau refresh rate-nya lebih tinggi, atur refresh rate ke high di menu game bar. Setelah diatur, baru deh kita bisa dapat frame rate di 120 fps karena udah kebuka ke 120 Hz. Lanjut untuk Mobile Legends. Setting frame rate yang terbuka itu sampai super atau 90 fps. Tapi kita juga perlu atur refresh rate ke high di menu game bar agar kita bisa menikmati frame rate yang tinggi untuk game 1 ini. Nah, saat kita coba settingan grafik tertinggi, frame rate-nya bisa berjalan mulus di 90 fps dengan lancar. Baik mau jalan-jalan maupun lagi battle. Ini agak keentengan kayaknya settingannya, ya. Lanjut untuk PUBG Mobile. Di grafiknya itu dapat smooth frame rate maksimum hanya sampai ekstrem atau 60 fps. Sayangnya saat dicoba ya frame rate-nya lancar mulus di 60 fps. Nah, untuk GO-nya gimana? Lancar dong. Ini enggak ada delay sama sekali kan gyiroskopnya hardware. Lanjut untuk Gensin Impact. Settingannya kita pakai di highest 60 ya. High 60 bukan lowest 60. Saat jalan-jalan, frame rate-nya ada di kisaran 35 sampai 45 fps dengan sesekali dia naik ke 50-an FPS dan sesekali dia turun di bawah 30 FPS. Nah, setelah dimainkan selama setengah jam, suer panas di body belakang itu ada kisaran 42 derajat Celcius tepatnya di dekat modul kamera. Sedangkan di sisi depan su tingginya ada di 40 derajat Celcius. Ini cukup adem sebetulnya secara overall ya. Nah, bagaimana kalau dikipasin? Rata-rata frame-nya masih sama di 40-an FPS dan beberapa kali juga dia naik ke 50-an FPS. Tapi sekali masih bisa turun di bawah 30 fps. Kalau ditaruh ranking-rankingan, smartphone ini bisa dapat nilai A, baik dengan kipas maupun tanpa kipas. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kameranya. Oke, di tangan saya kali ini sudah ada Vivo V60 Lite 5G. Jadi langsung aja kita lihat kemampuan kameranya seperti apa. Nah, kali ini pengujian kameranya ditemani sama Robin S sama Robin. Jadi dia tuh junior reviewer kita, reviewer baru kita masih dalam proses training enggak sih? Udah kelar sih sebetulnya tapi intinya ee sampel-sampelnya nanti diambil sama Robin. Tapi pembahasannya kali ini masih sama saya. Ke depannya ya seperti biasa Isa sama Noval udah bisa mandiri, Robin nyusul nanti. Oke, tapi kali ini masih saya temenin dulu. Sekarang kita mulai pembahasan kameranya. Oke, selanjutnya kita bahas kamera selfie-nya. Di pencahayaan yang pas, detailnya tergolong oke, ketajamannya juga masih oke. Di pencahayaan yang pas, detailnya tergolong oke, ketajamannya juga oke. Menurut kami warna cenderung pasurasinya, enggak berlebihan. Dan untuk autofokus, ternyata di sini belum bisa ya. Kamera selfie-nya masih fix fokus, masih wajar untuk kelas harganya. Untuk dynamic range standar aja, area terang masih over expos tapi wajah masih bisa ditangkap dengan cukup baik. Selanjutnya kita bahas stabilizernya. Di 1080p 30 fps, fitur stabilisasi bisa diaktifkan. Saat dicoba di kondisi terang, guncangan masih belum bisa terendam dengan baik. Lalu untuk 4K 30 fps, sayangnya fitur stabilisasinya gak bisa aktif nih, jadi video terasa lebih berguncang lagi. Kalau mau hasil rekaman lebih stabil, kita bisa pakai alat tambahan seperti gimbal atau bisa juga pakai Google Photos dan kita stabilkan manual seperti ini. Kita lanjut ke kamera utamanya. Opsi resolution terbuka itu bisa sampai 4K 30 fps dan 1080p 60 fps juga tersedia. Detailnya sendiri tinggi, gambarnya terlihat tajam tapi enggak berlebihan juga. Warna cenderung lebih tinggi saturasinya menurut kami. Untuk urusan dynamic range masih mirip seperti kamera selfie-nya. Area terang sedikit over expose tapi wajah masih bisa terlihat dengan baik. Untuk stabilizer secara default resolusi video diatur ke sebuah p 30 fps dan fitur stabilisasinya otomatis aktif. Saat dicoba, guncangan bisa diredam dengan cukup baik. Tidak ada kedut-kedut yang mengganggu atau jiter yang terasa di sini. Lanjut ke 10p60 fps. Hasilnya kurang lebih sama ya, guncangan masih bisa teredam dengan baik. Begituun di resolusi 4K 30 fps. Stabilizernya bisa bekerja dengan baik di sini. Lanjut ke kamera ultrawide-nya. Perekaman videonya terbatas di 1080p 30 fps aja nih. Detailnya sendiri lebih rendah dibandingkan kamera utamanya. Ini disebabkan sensor yang digunakan memang beda kelas. Setidaknya di kondisi cahaya yang cukup gambarnya masih oke. Asal bukan untuk dizoom in atau dikrop ini masih aman lah. Untuk dynamic range kurang lebih sama seperti kamera utamanya. Area terang masih over expos tapi wajah masih bisa cukup terang. Dari segi stabilizer, videonya bisa stabil ya dan stabilizernya termasuk cukup rapi di sini. Sekarang kita lanjut ke kondisi low light. Noise sudah mulai bermunculan nih untuk kamera selfienya. Tapi detail masih bisa cukup terjaga. Jadi belum terhitung video yang burik lah. Ini frame rate dapat dipertahankan dengan baik. Meskipun di low light tetap bisa stabil di 30 fps. Dari segi stabilizer kita coba dulu di 1080p 30 fps. Saat di bawah jalan seperti ini, jaternya masih bisa terlihat ya. Tapi ini masih di level yang wajar. Ini memang salah satu efek samping dari EIS. Di 4K 30 fps tidak ada jater. Tapi ini memang karena EISnya sendiri belum bisa aktif. Kita lanjut ke kamera utamanya. Untuk 1080p 30 FPS detailnya sedikit turun ya, tapi video masih bisa terlihat dengan jelas. Noise juga tidak terlalu kentara. Lanjut ke sebuah p 60 fps. Gambar masih bisa terang, tapi noise jadi lebih terasa sih. Frame rate masih aman. Kami tidak menemukan masalah frame drop di sini. Intinya kamera utamanya ini masih bisa diandalkan untuk kondisi segelap ini. Sekarang kita cek stabilizer kamera utamanya. Kita tes di 1080p 30 fps dulu. Jiter masih bisa terlihat saat kita coba nih. Ini bikin hasil videonya jadi agak kurang rapi saat di bawah jalan. Di 4K 30 fps juga demikian. Stabilizernya menurut kami masih belum rapi. Menariknya, di 1080p 60 fps guncangannya bisa teredam dengan cukup baik dan jatiter tidak terlalu terasa di sini. Lanjut ke video ultrawide-nya. Untuk kualitas gambarnya sih udah jauh menurun ya. Gambarnya juga sudah terlalu gelap. Stabilizernya juga belum bisa dibilang yang rapi. Jadi saran kami ultrawide-nya dipakai di kondisi cahaya yang cukup aja. Lanjut ke fotografi. Secara umum hasilnya sudah tergolong keren ya. Di kondisi terang hasil foto ketiga kameranya sudah sangat memadai. Tinggal jepret aja enggak perlu otak-atik settingan lagi. Fitur HDR otomatis aktif ketika mengambil foto baik di mode standar ataupun mode portrait. Di kondisi pencahayaan sulit sekalipun smartphone ini masih bisa menangkap background dengan cukup baik. Gambar wajah juga bisa terlihat terang juga enggak underekpos. Di mode potret efek boke juga sudah terbilang rapi di sini. Tapi memang perlu diperhatikan ketika pindah ke mode portrait kameranya akan otomatis nge-zoom kedua kali digital zoom ini. Vivo seperti mengarahkan foto portret itu idealnya memang di sekitar 50 mm. Di kondisi low light, fitur auto naik mode-nya otomatis aktif. Ini bikin shutter speed sedikit delay ya, tergantung kondisi pencahaan sekitar juga sih. Sayangnya fitur ini tidak bisa dinonaktifkan. Jadi pastikan tangan kita stabil agar hasil foto enggak mudah blur dan karena ini otomatis jadi night mode fotonya, hasil fotonya sendiri terang dan detail bisa ditangkap dengan jelas. Ini berlaku untuk ketiga kameranya. Kalau kondisi pencahayaan sangat gelap, kita bisa pakai aura light-nya biar hasil foto jadi lebih terang. Bisa diatur juga warna sama tingkat kecerahannya. Ini perbedaan antara pakai aura light dan tanpa aura light. Nah, sekarang kita bahas fitur-fitur ekstranya. Ada beberapa fitur ekstra di sini seperti slow motion dengan resolusi maksimal di 720p 120 fps. Lalu ada fitur prom mode. Fitur ini bisa dipakai baik kamera utama maupun kamera ultrawide-nya. Di sini kita bisa atur ISO dari 50 sampai 3.200 dan shutter speed bisa diatur dari 1/12.000 detik sampai 32 detik. Lalu ada fitur dual view. Fitur ini menggabungkan kamera depan dan selfie jadi 1 frame dengan opsi resolusi hingga 1080p 27 fps. Lalu ada AI for seasons portrate. Kita bisa ambil foto dengan nuansa empat musim yang berbeda seperti musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Saat kita pakai fitur ini, foto akan diolah secara online atau cloud terlebih dahulu. Jadi pastikan smartphone terhubung ke jaringan internet. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Foto bakal terlihat seperti kita lagi di negara yang empat musim. Sebagai catatan idealnya itu kita mesti berada di lingkungan yang banyak pohon atau dedaunan agar efek fotonya tuh bisa terlihat dengan jelas. Oke, jadi itu dia tadi pengujian kameranya Vivo V60 Lite 5G. Untuk hal yang menurut kami kurang atau perlu ditingkatkan tuh ada beberapa ya. Yang pertama tidak adanya opsi frame rate 60 fps di kamera depan. Lalu kamera ultrawide-nya juga kurang pas ya untuk low light. Kemudian fitur stabilisasi di kamera depan masih belum optimal dalam meredam guncangan. Fitur stabilisasi juga terasa kurang optimal saat merekam video di kondisi low light. Menariknya di 60 fps malah lebih stabil nih. Lalu, tidak ada opsi untuk mematikan auto naik mode saat memotret di kondisi gelap. Ini lebih ke yang perlu diperhatikan tuh tangan kita jangan sampai terlalu goyang aja. Dari segi kelebihan kameranya, secara umum pengalaman fotografi di smartphone ini terasa asik sih. Tinggal point and shoot aja hasil fotonya udah cakep. Hasil video juga terlihat detail dan cukup stabil di kondisi cahaya yang mencukupi. Di kondisi gelap, fotografinya juga cukup terang tanpa ada noise yang mengganggu. Kalau lagi gelap banget, ada fitur aura light yang bisa membantu. Lalu, enggak ketinggalan, fitur dari kamera ini juga lumayan banyak. Dan overall untuk kelas harganya, smartphone ini sudah tergolong memada lah untuk fotografi atau bikin konten di sosial media. Sekian pengujian kameranya Vivo V60 Lite 5G. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya, ya. Sekarang mari kita lihat daya tahan baterainya dengan YouTube offline video playback 1080p. Baterainya itu habis setelah 26 jam 4 menit ya. Lalu untuk YouTube streaming 1080p 30 fps non HDR ya. Baterai hanya turun 2% saja. Lalu untuk mainan TikTok scrolling selama setengah jam itu baterainya turun sekitar 3%. Biasanya sekitar 4%-an ini 3% saja. Untuk Genin Impact highest 60 fps tanpa kipas selama setengah jam baterai turun hanya 7% saja. Ini tergolong irit. Nah, kita lihat sekarang untuk charging. Kalau tanpa kipas mencapai 50% itu dalam waktu 32 menit. Sementara untuk mencapai 100% butuh waktu 1 jam 7 menit. Sekarang mari kita lihat kalau kita kipasin ya, kita mendapatkan hasil berbeda. Bahwa untuk mencapai 50% hanya butuh waktu 18 menit dan untuk mencapai 100% butuh waktu hanya 43 menit saja. Jadi kelihatannya kalau dikipasin kecepatan chargingnya tuh lumayan meningkat. Bisa jadi lumayan jauh di bawah 1 jam. Tapi tanpa kipas pun sebetulnya kecepatan chargingnya udah tergolong cepat untuk ngisi baterai yang besar di 6500 mAh ini. Oke, kita lanjut lagi untuk Netflix. Dia udah WiFi L1 ya, bisa streaming sampai resolusi full HD dan support HDR1 di sini. Lumayan nih ya. Untuk YouTube dia juga bisa sampai 4K60 dan HDR juga aktif. Lalu untuk HPTICK feedback getarannya cukup kuat tapi masih belum yang super rapi. Kami berharap sih untuk kelas harganya HPTIK feedback di smartphone ini bisa lebih baik lagi sebetulnya. Lalu untuk Wii sharing di sini ada. Jadi kita tinggal nyalain aja hotspot saat terhubung ke Wii dan kita akan langsung bisa berbagi konektivitas Wii kita, internet via Wii kita ke device device lain atau ke teman-teman kita juga bisa. Nah, untuk harga Vivo V60 Lite 5G itu dipasarkan di harga kisaran Rp4.999.000 untuk varian 8 gig RAM dan 256 gig untuk storage-nya. Nah, ada opsi juga untuk yang 12512 itu harganya di Rp5.999.000. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama keluaran suara speaker bawaannya itu sebetulnya masih sedikit di bawah harapan kami ya. E dan ingat kalau kita naikkan jadi 200 atau 400% itu tidak cocok untuk nonton video atau untuk dengarin musik, tapi akan sangat membantu untuk kalau kita teleponan gitu ya pakai speaker phone di tempat yang ramai itu berguna. Lalu untuk heptic feedback terasa kurang berkelas sih di sini getarannya agak kasar dan panjang agak kurang rapi ya. Lalu untuk performa mungkin ini bukan yang paling kencang di kelas harganya tapi kami melihat level performa seperti ini masih tergolong cukup kencang untuk mayoritas pengguna. Game berat pun masih terlihat lancar di sini. Lalu kemudian untuk melihat harga yang ditawarkan ini berpotensi bentrok dengan Vivo V50 yang kalau kita lihat di pasaran sudah mulai turun harganya. Kemudian ada berapa keterbatasan teknis pada kameranya. Kalian tinggal cek lagi di bagian pengujian kamera tadi, tapi pastikan itu penting atau tidak untuk kalian. Nah, dari segi menariknya desainnya cakep banget sih. Terutama yang suka warna-warna cerah. Nah, ini akan cocok banget baterainya ini udah besar 6500 mAh blue volt bater dan ini tergolong awet. Chargingnya juga kencang dengan 90 watt flash charge lalu performanya stabil. Ini enggak mudah panas ya di sini ya. Lalu layarnya AMOLED 120 Hz dengan bezel yang tipis. Mantap. Dan kemudian dia bisa dapat update OS Android sampai tiga kali dan security-nya sampai 5 tahun. Fitur-fitur Vivo AI-nya juga lumayan lengkap dan kekinian di sini. Lalu kemudian kedua kamera belakangnya ini berfungsi dan berguna banget. Tidak ada kamera bonus di sini. Perekaman video up to 4K 30 fps depan belakang dan ada opsi 1080/60 fps paling enggak untuk kamera utamanya. Lalu dia udah punya aura light yang bisa diatur warna dan tingkat kecerahannya. Sensornya juga lengkap. Giryoskop hardware ada di sini. Paket penjualannya juga lengkap ya. Charger silicon case e screen protektor itu udah ada semua di sini ya. Nah, pada akhirnya V60 Lite 5G ini cocoknya buat siapa? Pertama, smartphone ini akan cocok buat yang nyari desain yang terlihat modern, minimalis, dan gak terlalu mencolok. Kemudian karena baterainya besar dan awet, jadi cocok nih buat kalian-kalian yang jarang dapat kesempatan untuk nge-charge sehari-harinya ya. Lalu untuk performa ini tuang mumpuni juga dipakai game juga masih stabil dan yang paling penting adalah dia enggak panas ya. Lalu kamera juga mumpuni, bisa merekam 4K di kamera utama dan kamera depan. Jadi ini juga cocok buat kalian mencari smartphone allrounder serba bisa dan punya keseimbangan yang baik untuk seluruh aspek. Lalu pertanyaan berikutnya, apakah pengguna V50 Lite 5G perlu upgrade ke V60 Lite 5G? Menurut kami sih peningkatannya cukup signifikan, terutama di sisi kamera, baterai, dan performanya. Jadi rasanya masih cocok untuk upgrade ke sini ya. V60 Lite 5G juga cocok buat yang ingin upgrade dari Vivo Y series misalnya. Nah, kalau dari kalian apa yang paling menarik menurut kalian dari smartphone yang satu ini? Coba tulis pendapat kalian di kolom komentar. Oke, saya Did Irfan Jaka TV. [Musik]
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Pasar smartphone flagship kembali diguncang oleh kehadiran vivo X300 Ultra, sebuah perangkat yang tidak hanya mengaburkan batas antara ponsel dan kamera...
Pasar ponsel kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran vivo T5 Series yang mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dijuluki sebagai "HP...


















