Jungkat

Desain Hunian Unik dari 90% Bahan Daur Ulang (YouTube Video)

  • 18/04/2025

Hai guys, di Behand Breaks kali ini kita spesial karena kita akan apartment tour. Residential ini uniknya 90% didominasi oleh material kayu yang daur ulang. Pokoknya keren banget desainnya. Kalian harus lihat. [Musik] Oke, Teman-teman. Sekarang kita lagi di Tekun I2 dan aku bersama Mas Dirga dari DDAP Architect. Apa kabar, Mas? Baik. Wah, banget gila bisa ngelihat projek ini. Iya, jarang-jarang lu bisa lihat projek ini. Iya, lumayan banget nih. Em mungkin bisa dari konsep awal gimana sih ini ceritanya? Oke, jadi ee mumpung saya lagi di luar ya, mungkin lebih saya ceritain secara biar unut gitu kayak overall konsep dulu. Jadi apa sebenarnya cerita dari bentuk massa dan lain sebagainya dari bangunan ini gitu. Jadi, pertama kita emang ee kalau dilihat di sini bangunannya ee sederhana. He. Sederhana tapi unik maunya gitu. Jadi dia ee sanfasanya tidak blocking. Dari pinggir jalan ada transisi gitu naik. Terus juga dari bagian kiri kita juga ada transisi. Itu maunya biar attitude building-nya enggak terlalu angkuh gitu sih. Kalau itu kalau setting perilaku lah. Bangunan juga ada perilakunya. Jadi kalau orang jalan di sini enggak kelihatan langsung gigantik gitu kan. kita segmen itu eh sequens itu sangat kita perhatikan. Makanya ada setback, setback segala macam. Benar, benar, benar. Jadi masa bangunannya L terus dia merespon arah angin ke sini dan merespon matahari. Nanti pas bagian dalam itu kerasa nanti bisa saya jelasin lebih detail. Jadi itu sih dari ini ke mana, Pak? Ini ke arah utara. Oh, ini utara, ini selatan, itu barat, ini timur. Oh, oke. Jadi itu semua kita sangat concern ketika bentukan massa ya, konsep massa bangunan karena itu bakal berpengaruh terhadap orang di dalamnya. Jadi bangunan itu selalu saya ibaratkan sebagai manusia. Hmm. Jadi, dia harus dapat angin, dapat cahaya segala macam. Benar. Benar. Makanya penghuninya harusnya sih sehat harapannya. Iya. Kalau dari luas lahan sama luas bangunan itu kira ee lahan ini 800 m² ee memanjang ke arah sini dengan luas bangunan 1000 m² dibagi menjadi 2,5 lantai sebenarnya. Ada ada lantai satu, lantai du dan sedikit lantai 3 di bagian belakang itu juga attitude-nya. Jadi kita lantai tiga kita dorong sedikit ke bagian belakang. Jadi dari depan itu ada transisi lantai du lantai 3 gitu. Bisa kebayang itu exposure dari pengamat jalan itu gitu. He, itu sih keren banget. Oke, mungkin dari ee material utama yang dipakai. Nah, itu. Nah, itu bisa satu episode lagi. Kenapa? Kenapa itu, Pak? Jadi karena kita ee hampir menggunakan kayak 90% 90% terutama yang kleding, yang dekor, yang ee anggaplah kulit bangunannya itu adalah recycle materials. Oh, jadi ini semua recycle? Iya, terutama kayu, ta segala macam. Cuman yang batu-batu alam kita enggak pakai recycle gitu. Jadi nanti itu ada misi di dalamnya. Jadi tunggu entar ya. Oke. Oke. Misinya lebih seru lagi. Ini aja dari berarti entrance aja pun ini recycle material recycle. Jadi kalau dilihat di sini mungkin sekalian ya di sini ada sedikit saya eh sneak pick ya sedikit tentang style. Kalau dilihat di sini sebenarnya styleennya kuda-kuda ini berasal dari kuda-kuda bangunan Cina. He. He. Tapi proporsi ini kita pendekin segala macam itu lebih ke arah Jepang ya. Jadi, e style di sini adalah kombinasi antara Jepang dan Cina. Kenapa? Nah, itu nanti kita bahas ketika kita bahas recycle itu. Wah, oke. Oke, seperti itu. Berarti ini main entrance-nya di mana nih, Pak? Ini main Rance di sini. Kita sengaja di sini bikin sliding door ya. Kalau misalnya mau kan bisa sambil jalan. Iya. Ini sebenarnya ini bisa di-lide full. Semoga enggak berat, ya. Nah, ini agak berat. Oke, oke, oke. Ini bisa di-lide full segini. Terus pintu ini dia bisa menjadi divider. Jadi kayak gini tek gitu. Wi recycle semua recycle. Jadi ketika masuk itu ketika ini rencananya dulu itu adalah sebagai ee juga sempat workshop keramik karena yang punya punya keramik. I jadi kalau ada acara workshop di sini kayaknya sudah pernah ada workshop di sini. He. Kalau pengunjung lewat sini itu buat pengunjung umum karena ini dibuka terp gitu. Oh, oke. Jadi banyak orang masuk sini dan ini buat private. Jadi kalau mau ke kanan ini bisa nyambung ke kamar langsung. Jadi ketika awal ketika ada event kita tidak terganggu lah acara-acara di sini gitu. Wow. Jadi ee mumpung tadi cerita tentang recycle ya, ini saya dapat pintunya di gudang. Kalau dilihat dari size-nya dia kurang lihat kurang kurang gede lah. Karena ini sudutnya segini kan kita maunya semua align atasnya. Heeh. Jadi kita dapat ini. Ya udah kita tambahin frame ini. Jadi bukan bukan merusak ini. Jadi tetap kelihatan size aslinya dia. Ini pintu Cina ini ada dua. Satu dibawa teman saya. Heeh. Di si Ong namanya. Itu di tempatnya Ong. Satu lagi di sini. Jadi ada pasangannya gitu. Tapi nyambung sama temanya sih sebenarnya. Semua temanya ini semua recycle nih. Wow. Dan kayu-kayu di sini bisa dicek itu 70 tahun paling muda. Sisanya 100 tahun segala macam. Ini ini diameternya gede. Gede banget ya kalau ya. Sampai tal-ta sini juga recycle semua. Oh ini talnya pakai apa nih Pak? Granit. Oh ini granit. Jadi granit kita dapat pecah-pecahan granit gitu di gudang terus kita slice slice slice gitu. Oke. Oke. Kalau dari atap sendiri ini e kadang-kadang mungkin kita bingung ya e kalau entrance itu dimensinya yang paling enak rasanya kalau diwelcome tuh ketinggiannya tuh berapa sih kira-kira? Di sini kita pakai 2,7 sebenarnya ini karena nemunya segitu. Oh. Oke. Jadi enggak bisa kita kayak paksain, tapi berapa kita bisa mainin kayak proporsi atap itu bisa. Tapi kan kayu itu ada limitation-nya. Kita cek dulu berapa sebenarnya kita bisa tinggi yang kita pakai gitu baru sisa-sisanya kita cut gitu. Enggak bisa kita kontrol kadang-kadang. Cuman kita emang suka jadinya agak enggak terlalu tinggi, enggak terlalu rendah gitu. Just nice. Tapi pas banget sih rasanya skalanya gitu. Enggak. Kita juga pengin jaga skala bangunan itu humanis gitu, bukan gigantik. Betul, betul, betul. Itu sih penginnya. Ah, oke. Kalau buat tembok sendiri yang outdoor ini ah ini pakai batu alam namanya paras clating. Paras king. Ini sangat favorit kita gunakan karena warnanya dia yang abu gitu kayak semen. Terus dia ada tekstur-tekstur ini dia hampir di setiap project kita pakai. Oh oke. Dan buat ee buat atap kanopinya ini apa? Ini recycle ulin. Jadi kalau misalnya lihat detail di sini iya kecil banget kan? He. Nah, ini sebenarnya bekas potong deking. Oh, jadi deking itu datang berapa? 15 cent kan di slice kanan kiri tuh. He. Nah, ini sisanya. Wah, sisanya itu semua kepakai di sini dan di depan. Nanti ada satu lagi yang lebih cakep ini. Jadi harapannya kita dapat shadow ini ya. Wah. Iya, keren banget sih. Jadi ee ini kalau misalnya nanti jam 12. Siangan kelihatan nih set gitu. Itinya di situ juga kelihatan. Benar. Ini juga berlaku sebagai talang deh. Talang itu. Oh, talang air. Talang air dan lampu. Wow. Ya, kurang lebih kayak gitu. Gila. Gila. Jadi ini kayak Nah, ini juga recycle nih. Ini ulin juga kayu ini. Jadi, pertama kali kita pakai kayu ulin sebagai parkiran. Kayu termahal kastanya. Wow. Kita pakai, kita pakai buat carboard-nya ya. Iya, carboard-nya karena masih ada karena ada di gudang G. Jadi mungkin e itu kayak sedikit sinopsis tentang projject ini ya. Tadi udah banyak resa nanti kalau misi projectnya kita jelasin di ketika di ketika kita cerita T style lebih dalam biar kelihatan sekarang sedikit Chinese, Japanese tapi nanti di dalamnya lebih ke Japanise. Oke, mungkin kita bisa lihat ke dalam kali ya. I siap mungkin saya persilakan masuk. Masuk-masuk langsung diwelcome kayaknya sama ini. Ini gelas ya. Coba tebas apa? Bentar. Siapa bisa nebak nih? Ini sih aku lihatnya kayak kaca gitu sih. Kaca glass works gitu atau apa ini? Engak. Sebenarnya gini seperti yang saya bilang tadi ya ee apa ya? Misi dari project ini sebenarnya ada misi terselubung di dalamnya. Gila, seru banget. Jadi ee sebenarnya ceritanya gini, klien itu punyaai semacam gudang gudang barang bekas gitu yang luasnya kurang lebih 10. itu kontrakannya sampai 2022 kalau enggak salah kemarin. He. Nah, bingung dia nih ee ke mana dibawa ke mana nih sedar kita sudah pernah di proyek ruang tekuni. Ruang tekuni atau tekuni satu bilang. He. Jadi dia tahu ee konsep saya, dia saya tahu konsepnya dia, tujuannya dia setiap project seperti apa, personality-nya tahu. Udah udah akrab banget sama klien. Dia mulai sharing gitu nanya diapain ya gitu. Kenapa enggak bikin tekuni dua aja pak gitu. Jadi tekun dua nanti kita pakai material ini kita habisin biar tekun dua gitu. Nah, klien setuju itu. Oh, kenapa enggak ya? Mumpung saya ada tanah gitu ada potensial tanah yang lumayan kita bikin hotel kecil aja gitu tapi semua kita pakai recycle material di sini gitu ya. Karena mancing kayak gitu saya jadi kena pancing dong. Menarik nih gitu. Challenging ya. Challenging. Jadi challenging-nya adalah sebenarnya membersihkan gudang. Simpel. Hm. Gimana cara bersihin gudang pindahin ke sini semua gitu. Tapi itu nanti di metod desainnya sedikit berbeda gitu karena enggak bisa karena kita tantangannya di sana adalah benda-benda itu seperti magic box gitu. Hm. Kita enggak bisa kayak apa sih ini ee maksudnya enggak bisa dari awal udah di detailetail. Oh, ini ada data kayak gini baru kita pasang. Tapi kita kayak buka kardus wah random gitu isinya apa nih ya terus buka kardus lagi. Wah surprise kayak gitu. Terus jadi ada mungkin ratusan kardus di dalamnya. Kembali ke cerita ini, kita menemukan kira-kira mungkin 50 kardus ya. Segini udah kardus rusak banget gitu. Terus kita buka kok ada botol ya gitu. Sama kayak kamu botol gitu. Botol terus ee buka orannya. Botolnya kok enggak ada bawahnya gitu? Kalau dilihat sini. Heeh. Dia kan lubang dua sisi tuh. Iya. Di botol kan harusnya ketutup kan. Heeh. Nah, terus habis itu saya nanya ke Pak ke Pak Hendra ya almarhum eh apa nih Pak gitu. Oh ini untuk sublim obat Cina ini sublimasi alat sublimnya itu. He. Nah itu di benda itu saya dapat di sana. Wow. Jadi ee ketika kita lihat taruh di mana nih ya gitu. Sebelumnya di sini enggak ada desain kayak seperti ini. Di sini desainnya cuman kayak beton doang. Kayak floating beton modern gitu. Terus ini lama mikir terus gimana cara sistemnya, masangnya dia. Saya e berterima kasih banget sama Pak Putuaka. Dia yang membantu saya banyak sistem di sini. Jadi ini semua join-joinernya gabungan dari ide saya dan dia. Saya maunya gini, Pak. Gimana caranya ya? Gitu. Oh, jadi dapatnya itu e cuman ininya doang ya? Iya, dapatnya cuman botol doang. Jadi habis itu kita ada detail kayu-kayu kecil itu kecil yang diperstopper gitu. Heeh. Baru entar ee kita taruh di sini. Nah, kalau misalnya cahaya bagus ini mungkin ketika matahari engak sedikit condong dia bakal ada oranya di sini. Iya. Iya. Kelihatan ada sedikit oranya-orannya dari cahaya. Nah, shadown-nya ini kena matahari kena kaca. Pantul yang di sini bagus banget, cantik banget. Oke. Dan dari konsep Bali ini adalah aling-alingnya. Namanya aling-aling ini. Jadi ketika orang pintu masuk eh private-nya tetap kerasa. Ada citrus sedikit tapi ada semacam boundary gitu kayak blocking. Wow. Y. Wah, seperti itu. Tentu saja ada ceritanya ya. Ini baru di-enders loh, Teman-teman ya. Makanya cerita ini bisa lama. Banyak banget nih. Mungkin kita bisa ee lanjut kali ya ke situ. Iya. Ini juga semua recycle di Iya, ini recycle dan ee di berarti di lantai awal ini dari entrance kita masuk ke mana nih, Pak? Ke sini aja langsung ke lobi. Ini area lobi berarti ya? Yap. Ini di area lobi. Lobinya ya. Ini kayak multipurpose lobi. Oh, oke. Mungkin ada ada cerita apa nih, Pak, di sini? Jadi em seperti saya bilang tadi maunya ada cerita kayak ee tentang respon terhadap klimate ya. Heeh. Karena karena kita di tropik itu kan harus berbicara antara angin, matahari, hujan seperti itu. Heeh. Di sini kamu paling bisa ngerasain ee arah angin sebenarnya. Nah, itu anginnya sudah mulai gerak tuh. Karena di kita analisa di Bali itu pergerakan angin tuh dari dari tenggara terus ke barat gitu selalu kayak gitu gitu. Makanya itu berpengaruh ke bandara. Iya. Iya. Biar kerasa bandara itu ketika kita nge-drop bandara itu kalau landing bisa dari barat dan bisa dari timur itu kan sesuai dengan arah anginnya. Makanya itu direction-nya. Maka dari itu di sini kebanyakan desain kita bukan cuma di kuning tapi desain lain juga dia em mencoba ee menangkap angin gitu. H. Jadi, makanya L-nya seperti ini. Oh, nah gitu. Kerasa kan? Jadi, di sini arah angin biar Nah, harus tembus nih. Ini ini kerasa sih. B itu di sini makanya kita enggak perlu AC, enggak perlu kipas angin juga enggak perlu apalagi AC gitu. Benar, benar, benar. Jadi itu kerasa di sini anginnya dan ee matahari juga. Matahari kan ke sini dia. Nah, sebisa mungkin bukaannya itu enggak barat timur kan. Heeh. Makanya kita bukain ke selatan utara. Jadi, itu paling nyaman. H. Bahkan paling bagus adalah selatan. Karena selatan itu ee dia matahari condong ke selatan itu ketika musim hujan kayak sekarang-sekarang nih. Jadi mulai ini bakal Desember, Januari, Desember sudah mulai ke utara, Januari sudah mulai ke utara. Ee itu paling nyaman buat cahayanya. Makan pasedule buat benar banget cahayanya pas dan untung enggak hujan. Oh iya, benar banget. Iya. Berhari ini hujan kan? Wah, karena saya ke sini jadi enggak hujan. Wah, benar. Boleh boleh. Iya. Terus eh ya itu di area lobi itu lebih ke area multi purpose. Di sini juga bisa jadi tempat eh showroom keramik, workshop segala macam. Ini kurang lebih kayak dimensi luasnya e dapat berapa nih Pak? Ini kalau enggak salah di sekitar en di sini dikali 9 ke sana. Oh kurang lebih tapi sampai belakang itu. Nah di sini. Heeh. Resepsionis back of house di sini. Oh sorry. Jadi resepsionis back off house. Back of house itu yang men-support resepsionis termasuk kitchen dan lain sebagainya. Oh berity ya. Iya. Oke. Berarti di sini emang shared eh dining area juga ya berarti ya? Benar, benar. Share kitchen, shared dining area. Oh, karena purpose awalnya ini adalah sebuah apartemen seperti saya bilang. Jadi apartemen ini eh agak shift eh shift. Jadi sebelumnya mau apartemen, sekarang berubah menjadi lebih ke hotel ya karena harian jadinya. He. Jadi itu pun ee dari segi bisnis sangat bagus karena sasarannya duluah long term sekarang short. Jadi itu juga kenapa kita dulu punya sharing kitchen. He. Sharing kitchen ini kalau apartemen kan bisanya ada sharing kitchen. Sekarang e kalau hotel tetap bisa dipakai gitu kalau sharing kitchen. Kalau enggak dipakai pun berarti pakai manajemen gitu. Jadi tetap bekerja. Kayu ini kan ini baru kayak kayak bilang tadi. He. Ini sebenarnya tidak struktur. Oh. Ini bukan struktural bukan. Jadi ee kayu ini sebenarnya kayu yang kita nemu di gudang. Heeh. dengan sangat cantik. Wah, teksturnya jati kualitas satu. Terus baru dia ee kita memikirkan dari segi struktur gitu. Struktur itu sebenarnya 1 2 3 empat doang gitu. Oh, jadi empat doang. Empat doang. Ini kayak dekor doang ini. Wah. Dan ini baru ide-idit munculnya di belakangan karena nemu sesuatu. Jadi itu kayak magic box itu kamu surprise, wah ada kayu, wah ada gelas gitu baru itu. Makanya metode perancangan itu ee sedikit berbeda dengan runut yang pernah kita alamin biasanya di kampus. Heeh. Sama proyek lain juga beda. Biasanya kita gambar dulu konsep segala macam sampai detail sampai material detail baru terapkan di lapangan. Heeh. Kalau di sini kita gambar seakan tubuhnya doang. struktur pondasi ee layout mungkin layout iya layout benar segala macam tapi dekor-dekor semua, kleding-kleiding semua enggak ada tuh masih polosan. Nah, itu semua ketika proses di lapangan dan aku lihat kayaknya ini panjang banget nih itu tempat duduk kok 78 m ya mungkin 9 m kali ya. Jadi e bagian kayu ini ada cerita tersendiri nih. Ini kayu dari awal project setelah selesai bentuk bangunan dibawa ke sini, di sini tetapi di bawah. Terus ee ditanyain dari awal, "Dirga, ini taruh di mana ini 9 m gitu, terus klien bilang ee saya saya juga sepaham dengan klien gitu." Jadi kita enggak boleh motong kayu karena value-nya bakal berkurang. Benar. Benar. Tapi di sini kalau taruh di sini mau di manap pun kayaknya enggak cukup gitu kepanjangan. Karena kita lihat di sini kan kolam ke kolam segini dan jaraknya itu ada lewat. Jadi akhir-akhirnya juga kita akhirnya mikir juga emang kenapa kalau lewat gitu. H ya akhirnya kita tinggal diangkat pakai pedestal batu yang juga kita dapat di gudang ya. Jadi lewat dia sampai ke kolam gitu. Jadi biarin aja lewat gitu juga jadi menarik gitu. Tapi ini benar-benar kayu jati. Iya tapi pas juga ya berhenti jadinya pas hampir sana gitu. Tapi dari sini kalau misalnya ini jadi instagramable gitu kayak orang duduk di ujung dari sini. Oh, kekinian-kekinian gitu. Jadi fotonya dari sini gitu. Framing banget di sini ya? Sini apalagi ketika cahaya udah sore itu. Oh iya. Terus ada yang shading ini dipakai juga di sini ya? Benar. Kerasa ini semua ada. Oh jadi kalau yang tadi yang ee kanopinya itu tuh sambung nyambung berarti ya dari dalam keeluar itu? Iya. Keluar. Benar kayak V gitu. Karena ini kan talang nih sebenarnya tengah-tengahnya. Benar. Benar. Jadi dia kayak nampung airnya tengah. Nah, pipa-pipanya turun di area-area sini nih. Oh, oke. Gitu. Jadi banyak seminin. Nah, ini juga ini yang tadi kayulin itu yang slice itu kita terapkan di siling. Oh, itu kalau dilihat di siling yang itu. Dan ini sekalian ya emang area receptioning gitu ya. Benar. Kita drop. Benar. Nah, ini dia yang kalau lihat kecil-kecil. Iya, kecil banget sih. Nah, itu di kita ini beda methods. Jadi dia ada triplek di bawahnya terus kita tembak yang itu kan jarang. Nah, ini sama materialnya masih ada loh. Mau enggak? Ini masih ada banyak banget ini sisa sisa kalau bisa dibikin kayak gini boleh. Itu juga granit sama tuh sama lantai cuman beda itu di ini dipoles. Heeh. Heeh. Jadi itu di polish. Polish poles saja acid. Jadi beda semua material didapat di gudang. Yang gede-gede kita enggak potong. Ini karena square dia cuman rapiin dikit. Kalau yang ini, yang ini. Iya benar. Itu ini ya? Iya. Dapat di gudang itu. Sama kayu-kayu jati juga dapat di gudang. Jadi furniture ini sebagian besar di gudang juga. Ini dari tekuni sendiri mereka yang punya taste interior seperti ini. Bagus ya. Jadi ini dibikin lagi atau dapatnya emang ini? Kadang rusak kan kadang ini ada lepas gitu berapa titik itu. Tapi ini berasal dari gudang semua. Kalau yang di belakang itu juga ya kitchen itu. Oh ini kayunya. Semua kayu di sini semua recycle. Enggak ada kayu baru. Ee kayu apa yang itu yang beda? Jati semua di sini ada kita pakai tiga kayu. Heeh. Eh, sori. Dua kayu jati sama ulin aja. Oh, jadi jati either jati atau ulin. Yang lebih seru nanti kalau bisa dilihat nanti atap kita pakai kayu jati. Tapi pakai kayu jati itu atas saran owner dan saya jadi saya malah yang ini pesimis. Berani enggak, Pak? Gitu. Cuman enggak bisa dilihat. Nanti ketika kita lanet tiga baru bisa lihat. Oke. Kalau di area sini ada apa nih? Bagus banget nih view-nya dari W. I ini emang artisnya di sini nih kalau di projject ini. Jadi kolam panjang dengan shalow full di sini terus ee dangkal. Jadi kalau misalnya ada anak-anak ke hotel ini, orang tuanya di sini, dia bisa ngawasin anak-anaknya main di sini. Jadi transisinya seperti itu. Benar. Benar. Baru entar ke dalam terus panjang. Nah, di sana di ujung itu main artisnya tuh ada batu besar yang juga lewat kanan kirinya. Wah. Oh, gede itu. Iya, segede itu ya. Nanti kita menuju sana ya. Wah, oke oke oke. Wah, kalau di area ini baru masuk ke main building-nya mungkin ya. Iya, anggaplah main building ini. Private area. Private area. Ini apa ini, Pak? Nah, ini dulu sebenarnya kayu dari ee gedung walikota eh sori kantor walikota di Jogja. Heeh. Jadi menang tener ini dipakai kleding di sana diganti yang di sana itu diganti menjadi gipsum apa wall biasa gitu. Jadi concrete wall. Jadi kayu-kayunya kan rusak ya, kelihatannya memang rusak dulu. Jadi kayak warnanya enggak ada sampel ya, kayak jelek banget lah ini. Jadi mereka lelang itu terus yang menang ee klien saya. Oh. Terus kita ya pasang di sini plek gitu. Dan dia dia langsung kayak gini sebenarnya kalau dilihat section-nya dia kayak gini emang cret gitu ada lengkung detail di benar-benar unik. Cantik banget ya. Unik banget kita jangan dan ini dibuang gitu maksudnya dia makanya. Iya. Iya nemu terus langsung dipakai di sini kita dapat cuman segini makanya enggak ada di atas lagi. Enggak maksudnya iya maksudnya lebih dikitlah tapi enggak bisa kita terapkan di atas jadinya kayak gitu. Jadi cuma dapat segini ya kita pasang di sini doang gitu. Tapi jadi pas tapi pas ya kayak AMS itu lebih sih sebenarnya lebih beberapa sisa makanya ada di kantor berapa slice kita sebagai sampel. Oh wow ya itu dan tingginya juga nice. Jadi tingginya tingginya berapa ini Pak? Yang ini sebenarnya 2,2 eh 2,4 tapi ini drop lagi mungkin 2,2 jadinya di garis sini. Oh dropnya ini silingnya ya. Oh oke. Didrop gini supaya biasa kelihatan rap rapi nutup di atas balok-balok segala macam. Pipa juga jadi ini ee kita ngerasa ini biar bersih gitu yang nonjol ini doang gitu. Wah. Nah, kalau view dari sana kan kelihatan ini yang nonjol. Iah. Oke, ini ee aku pengen nanya ini mungkin dimensi yang nyaman ini nyaman banget aku rasanya kayak dimensi depan ini kamar koridor minimum 1,2 1,2 ya terus ini area sebelumnya di sini maunya kita garden cuman enggak mau hidup dia rumputnya jadi kita pakai kerikil tapi temanya masih masuk oh rumputnya enggak enggak hidup enggak hidup karena shade dia. Ah c jadi kita pakai kerikil tapi masih oke lah antara lebih kelihatan Japanese-nya. Nah ini tahu pohon apa ini Willow ya? Iya. Eh liang liu. Willow itu kan bahasa Inggris ini liang liu. E katanya liang itu bahagia. Wah menyebab bahagia gitu. Dan kita ngerasa karakternya dia pas banget dia jadi karakter tekuni. Jadi dia ada juntai gitu agak Chinese Japanese terus dia miringnya ke sana dia otomatik karena nyari cahaya. Dan ini dapatnya juga sama. Oh enggak enggak cycle ini tentu aja enggak recycle tapi ini dapat di landscap. ee dari klien atau emang kayak emang mau pilihnya ini? Iya, pilih kita pilih yang ini. Bagus ya. Cocok banget sama temanya. Temanya. Oke. Oke. Mau ke terus dari em private residence-nya ini itu e ada kamar apa aja sih sebenarnya? Ada tiga jenis eh sori empat jenis kamar. Garden view ee standar sama top view. Top view itu bisa ke arah depan gitu. Top ee apa ya? Rooftop ya? Bukan rotop sih, kayak ya kamar atas lah gitu. Kamar paling atas ini medium. Yang tengah itu tanpa batap segala macam. Yang bawah ini garden gitu. Oh. Tapi dari segi size mirip semua gitu. Modular tiga. Dan ee yang keempat itu penthouse. Di penthouse itu cantik banget dalamnya. Wah. Karena itu sebenarnya maunya owner tinggal di sini. Heeh. He. Jadi tinggal di sini kita bikin puse kayak kayu segala macam itu. Cuman karena mungkin dianggap bagus gitu di rental harganya tinggi cuman penthouse doang. Saya sampai enggak pernah bisa stay di sana. Wah. Terus full book di penthouse. Tapi cuman ada satu pen. Di lantai du. Kalau yang di ee bawah ini yang garden ini berapa kemar? Empat. 4 gitu. Ada 12 kemar. Oh 4emp. Oh wow. Jadi kalau kerasa mungkin ee ada sedikit yang berbeda kita desain di sini dari hotel kebanyakan yang yang kita desain juga. Jadi kalau kerasa di ruangannya enggak hadap ke swing pool ya. Kerasa kan? Jadi biasanya ruang-ruang kamar tuh kan hadap ke swing pool yang yang full view segala macam. Tadi di sini kita malah blok cuman ada jendela kecil aja. Oh. Jadi karena kita ngerasa kayak habit orang di Swimpul biasanya kan ribut tuh anak-anak segala macam ribut dan terus splash splash splash gitu. Iya. Terus dan kebanyakan terganggu di kamar ini. Jadi bagusnya kita malah ada belakang garden. Jadi kalau mau masuk bisa. Coba kita lihat ya. Y mungkin yang para penonton itu enggak bisa cium baunya ya. Sebenarnya kita cium bau kayu. Cium kayunya kecil si ini kayu jati tanpa ada parfum segala macam. Wow gila. Terus enak banget sih wownya. Eh kita sengaja bikin kayak wabi-sabi styleennya di siling ini kita bikin expos yang yang apa adanya gitu. Heeh. nabrak ke plafon yang mulus gitu. Jadi kita suka mainin yang style-stal kayak tabrakan-tabrakan dikit-dikit gitu yang bikin kita sebenarnya imperfection make perfection gitu. Wih keren. Terus pas size-nya dengan ukuran AC gitu. Oh iya gitu. Biasanya kalau ee pada bilangnya kayak jujur gitu dalam arsit tu kejujuran. Kejujuran dan material ini sebenarnya kita mau di awal semua tidak ada finishing kayaknya. Tapi dari maintenance enggak bisa. Karena enggak finishing itu pasti ee ya sulitlah bersihin segala macam ya. Ya, ya. Cu terus ee ruang-ruangan apa dari flu ruang ini? Oh, ini juga ada cerita nih. Ini apa, Pak? Ini cetakan kue. Oh, ini cet kue apa namanya ya? Kue kalau di Bali ini namanya satuh dia. Ee kayak kayak kapur gitu dia kuenya. Itu cetakannya ini. Siap. Kamar ada? Semua ada kamar. Walah. Jadi buat nomor ya? Buat nomor ruangan. Iya, benar. Ini di belakang ada ruang loh. Ini ada ruang. Iya, pasti enggak ada yang tahu. Enggak, enggak sih. Enggak kelihatan ini. Benar-benar samar-samar banget. Bentar. Nah, ini ada Oh, em apa namanya? Pantry bukan? Eh, pantry. Benar. Pantry dan eh wardrob. Oke. Di sini. Jadi deposit box di sini. Terus ada copper luggage di sini. Semua di sini. Jadi dia bakal hidden. Kalau yang sebelah belakang ini ada lagi. Nah, ini sengaja kita enggak mau pasang handle bahkan jadi biar dia enggak kelihatan. Wah, gag. Nah, di sini baru enggak bisa pakai handle. Oh, yang ini ini apa? Toaletnya di sini. Toiletnya di sini. Oh, ini toiletnya kekunci ya? Agak pakai pakai jiwa terus. Oh, pakai jiwa karena ya berhadapan dengan kayu pasti kayak gitu. Pasti kayak gini. Kalau ada misalnya bule-boleh protes gitu, pasti kita bilang karena ini kayu gitu. Emang muai susutnya dia emang kayak agak gini, agak agak keras. Oh, oke. Oke. Kalau dilihat dari sini ee flow-nya simpel. Uh. Jadi closet bin. Cuman ini bisa connect ke outdoor. Wow. Pak sori sebelum co ini material apa, Pak pakainya? Ah, yang ini tail tail baru bukan bekas. Oh, ini bukan bekas karena dia takut kita ee apa namanya? Eh, kena air itu terus muist ke bawah. Jadi ini ini doang yang e-tanya seberapa baru cuman ini bekas nih. Oh, ini marmer ini kita nemu juga di gudang terus kita slice 10-10 jadi mau size kayak gini karena size-nya di sana kan random ya. Jadi ada berapa slice-slice kayak gitu jadinya? Ini juga Pak semua bekas marmer itu bekas itu makanya ada cutting di sana tuh. Heeh. Cutting itu karena sisanya segitu. Oh iya. Heeh. Heeh. Benarbenar cutting-cutting itu enggak bisa kita tolak. Dan ini setiap kamar sama enggak? Karena dapatnya segini nanti di atas beda lagi tiles-nya beda lagi. Bed lagi. Oh, interesting. Oke, jadi setiap kan beda-beda. Wah, ini lampunya keren juga nih. Tambahin ini juga dapat dari gudang. Enggak, enggak ini beli ya. Nah, ini lampunya ong nih. Ong Chen Kuang bikin uhcen Kuang teman juga. Wah, ini jadi setiap kamar ada keunannya dong berarti ya. Iya. Ini sliding door kayu tapi mulus banget. Jadi enggak ada cuman dorong. Biasanya muai susutnya tinggi cuman di sini termasuk bagus kayunya gitu. Coba. Wah gila enteng banget. Enten biasanya kalau kayu pasti turun dia. Benar benar biasanya kayak beratlah atau kayak Iya iya. Iya. Makanya dari sini bisa keluar. Sebelumnya di sini ada batab harusnya desainnya cuman belum teraplikasi karena waktu COVID. Oke. Ini bisa connect keluar. sampai keluar terus bahkan jadi secara langsung jadi mungkin di satu lagi kayaknya satu lagi ada batabnya. Oh ada terorizab. Wow. Nah jadi ini yang tadi kerasa kalau misalnya lamp kamar lantai satu kita opennya ke arah sini gitu. Hm. Bukan ke depan. Jadi anggaplah sini bahkan ini jadi favorite. Jadi orang duduk ngopi pagi daripada selalu ngelihat kolam gitu. Oke. Benar benar benar. Terus juga kayak enggak enggak terganggu sama suara di luar ya. Benar. Benar. dari kamar itu berarti itu aja ya, Pak? Iya, kurang lebih seperti itu. Ini kamar di garden. Atasnya sebenarnya mirip tapi teras depan gitu. Nanti kan kita ada ke lantai tig. Oke, yup. Coba kita lihat ya. Sip. Alright. Nah, aku pengen nanya nih deckingnya nih, Pak. Oke. Decking ini emang dari ulin awalnya emang kita dapat ee kayu ulin di sana. Terus kita emang bikin desainnya kalau dilihat detail sana dia floating deh. Heeh. Floating sedikit ke arah kolam. Jadi, Oh. Iya. Iya. Heeh. Ee iya kelihatan floating aja gitu biar banyak detail yang mesti kita selesaikan di lapangan. Benar. Wow. Yang seru itu kolom ini. Nah. Iya. Aku lihat juga kayak repetisinya bagus banget sih. Ini kayu ee ini enggak bisa didesain di awal kayunya. Panjangnya kita enggak tahu. Kita nemu di di gudang itu cuman kayak dari bawah dia sret gitu numpuk gitu berapa nih? Dan dan bersama kayu yang lain itu. Heeh. numpuk gitu kan ada yang panjang ada pendek. ini sebenarnya berapa sih tingginya gitu. Habis itu kita tarik bawa ke lapangan baru dicek tingginya segini baru dibikin kuda-kuda atapnya. Oh, jadi kuda-kuda atapnya yang ikut ke tinggi kayu sebenarnya. Jadi enggak ada nambah yang jadi enggak ada nambah tinggi. Iya. Kalau enggak kita tahu kayak gitu kan berarti atapnya nanti kurang atau gimana gitu. Jadi mesti ada kayu dulu baru bisa bikin sudut atap. Hmm. Tapi efeknya jadi double volume di sini jadi canopi. Tapi dapat tapi teras juga. Iya. berasa kayak ee ya enggak tahu sih aku ngerasa unic aja sih kalau kayak duduk di sini karena section-nya gitu deh enggak sama siling. Jadi ini 2 2,4 terus naik ke 7 m gitu. Benar benar ben baru entar keluar. Terus ini juga barang-barang yang di barel banget. Ini kursi barel. Jadi tempat barel kita slice. Oh itu di dapatnya barel benar satu gitu. Iya ini sebenarnya gini dia set gitu. Oh iya ya. Terus ini dicut slice jadi kursi. Inovatif sekali. Bukan dari saya. Oh, itu klien. Klien punya ide. Klien lebih ke interior segala macam. Oh, I see. Nah, ini nih. Ini ya main artisnya ini ya. Ini kayaknya ben kayak 1 ton ini. Jadi ee sebenarnya ada dua dibilang cok cewek gitu di sini. Yang satu lagi satu lagi di tempat teman juga. Heeh. Ee dia dikirim dari awal udah di sini. Tapi ketika penempatan itu harus pakai krin cuman buat batu ini. Nah, ketika saya waktu ini enggak ke sini, batu ini udah setinggi ini nih. Wah. Terus kita bilang, "Aduh, enggak bisa. Ini konsepnya floating." gitu. Kayak jembatan. Heeh. Heeh. He. Jadi mesti turun 20 cent gitu. Terus kita ee lama-kelamaan juga ngelihatnya kayak ada yang kurang gitu. Akhirnya kita order crin lagi buat nurinin 20 cent. Kennya diangkat. Heeh. Batunya dibawa keluar. Pondasinya diut. Batunya dibawa masuk lagi. Cuman buat mindah itu. Terus biayanya cukup mahal lumayan. Tapi akhirnya dapat seperti yang kita mau gitu sih. Oh oke. Ini ini berapa sih batunya? Nah batu ini saya enggak tahu nih batu apa nih. Saya lupa nanya ya. Ini kayak 60 50 cent gitu ya. Iya. Ini ada dalam sini masuk di sedikit. Oh sekitar itu sih. Oh. Heeh. Heeh. Heeh. Cuman ya emang dari awal emang dia puros-nya di sini dia gitu. Jadi main point tegak lurus dari kolam itu gitu. Menarik-menarik. Nah, ini. Ini juga ada ceritanya nih. Ini apa nih ceritanya, Pak? Ini kayu ulin bekas ya. Ini kayu ulin juga. Iya, kayu ulin bekas. Jadi ini beberapa cutting yang masih panjang kita taruh di atas. Mmm ini atas bawah ya dibikin beda ya. Tapi sama kayunya. Sama kayunya. Tapi yang ada kan di di gudang kadang kita dapatnya yang pendek. Heeh. yang pecah pendek itu kita taruh di sini. Jadi nyusunnya kayak gini. Terus kalau yang panjang ya nyusunnya kayak gitu. Uh. Jadi ada seperti itu. Tapi itu pakai pakai rangka lagi ya, Pak? Pakai rangka. Ini juga pakai rangka belakangnya. Oh, ini juga. Iya. Oh, ini kayak atap sebenarnya tapi dipesang gini. Aku jadi enggak aku jadi penasaran nih lantai duanya itu seperti apa sih kita kita ke lantai du apa lantai 3 kayaknya langsung lantai tiga ya. Lantai dua langs ee enggak ada kamar bisa dibuka juga dan cuman koridor doang. Berarti mungkin bagusnya ke lantai dua eh ke lantai 3 yang kita bisa masuk nanti. Oke, mungkin kita langsung lihat kali ya. Boleh yuk. Oke, lan tiga yuk. Ini akses buat ke lantai du ada di sini. Ee di sini ada sedikit tantangan juga nanti ketika kita tahu ee posisinya. Oh, kalau area sebelah kiri ini sebelum kita naik ee apa nih, Pak? Ini MP room. Oh, ini MP room. MP room di dalam. Enggak usah dilihat kayaknya. Oh, I. Heeh. Terus di sana ada. Nah, di sini kalau di pasti penasaran di mana sebenarnya back quarter yang jadi staff quarter terus back off house itu kan enggak kelihatan dari depan. Nama juga back of house. Salah satunya di sini. Jadi masa ini masa bangunan ini lurus sampai sana ini lebih back of house. Oh. Laundry. Eh staff water terus staff toilet segala macam. Linen storage eh me room, ground tank segala macam. Di sini gitu. Dan aksesnya yang di sini ya. Iya. Ini akses ke sana. Dan ini jadi sebenarnya ada bangunan massa lebih yang terpisah. sedikit ya sebenarnya ya. Iya. Iya. Kita ini adalah transition point dari lantai satu ke lantai du. Kita sengaja di sini di sana kan ee bright color terus modern segala macam. Di sini langsung ke rumah kayu lagi. Oh. Terus desain tangganya juga kita desain ini cuman plat doang. Oh. Pakai plat doang dibungkus kayu. Jadi kelihatan sebenarnya kelihatan jadi kayak enteng gitu ya. Iya. Enteng itu plat-plat tekuk gitu. Kita naik. Oke. Oke. Wah, gila ini atapnya keren banget sih. Atepnya beda level. Beda level gini tuh. Gimana ceritanya nih, Pak? Iya, dapatnya kayak gitu. Wow. Jadi kuda-kuda kayu itu kan enggak bisa kita request kan. Heeh. Iya. Kuda-kuda kayu ini ada berapa kita mesti hitung baru terus baru baru tahu di mana. Wah, jadi termasuk talang-talang ini juga kita desain di di di lapangan. Talangnya keren juga. Iya. Karena plang kayak gini terus kita plutalang ya bentuknya jadi seperti itu. Itu lampu itu juga nemu di gudang tuh lampu itu juga kayak yang di CH-Cana itu. Iya itu ware warehouse Chinese. Heeh. Heeh. Nah di sini sebenarnya secara ruang dia ada ruang transisi antara lantai dua eh lantai satu kedua, dua ketiga. Di sini ee tahu enggak kenapa tangganya ini seperti ini? Kenapa? Karena enggak cukup. Oh, jadi kalau kita bayangin aja kalau tangga ini sebenarnya di sini kan enggak cukup tuh. Oh, iya benar. Jadi sebelumnya jadinya ada ada overlap gitu tangganya. Heeh. He. Tapi itu membuat transisinya jadi cakep gitu. Jadi ke sini lebih nyaman, ke sana beda gitu. Iya, benar. Jadi kayak sebenarnya enggak ngasih sense of direction juga. Ini ini ke area Iya, ini ke arah sini. Benar situ. Area situ. Kayak di situ ada sesuatu. Iya, benar. Ada intention terus kita naruh sengaja Gucci itu di luar. Jadi kalau sore itu ada shadown-nya dia ada bayangan guci di grill itu. Oh itu Gucci tuh. Gucci besar ini. Heh. Oh yang di luar ini. Nah. Oh itu guci. Gucci Cina itu yang kita taruh di sini. Oh. Nah tadi pertanyaannya kan datanglah satu truk kaki meja. Satu truk itu. Ini belum habis. Ini baru setengah truk. Saya sama Pak Putu bekir gimana caranya dibiar enggak enggak biar dia di sini tapi enggak kelihatan skrupnya skrupnya. Jadi semua dari belakang ini. Ini detailnya di sini. Semua kite-nya di belakang. Heeh. Heeh. Dijadiin kayak satu direction malah kakinya semua arah sini. Jadi ketika difoto itu lebih cantik aja daripada random kanan kiri. Benar. Benar. Dan ini juga bagus buat udara jadinya. Benar. Benar. Kalau udaranya ada lebih enaklah gitu di area ini. Siling-siling height juga nyaman nih. Kalau saya sih ya skala Jepang dan China aja dapat. Benar. Benar. Benar. Nah, tahu enggak di sana ada gap kenapa? Ini ada gap kaca nih. Oh, ini. Oh, iya. Pakai kaca lagi ya? Iya. Karena enggak cukup materialnya. Benar, benar, benar banget. Udah mulai kebaca kan. Jadi dari sini ini atap kayu nih. Kalau nanti kelihatan pakai atap kayu jati tadi. Heeh. Iya. Habis terus. Terus habis kayunya sampai sini. Itu tuh kayak enggak tahu kayak tiba-tiba pas lagi pasang-pasang habis atau kayak Iya. Kayak gitu enggak di diinfoin Dirga ini ternyata kayaknya udah habis loh gitu. Waduh. Enggak cukup itu buat kanopi di area transisi gimana ya gitu. Terus sama Pak Wutu Okel kita pasang kaca aja gimana gitu. Jadi kayak unik, lucu aja ada gap cahaya itu. Benar benar benar di grill ini bagus sih. Terus sisanya pakai genteng bekas. Oh genteng juga bekas ini. Oh dan dia ada tulisan Bandung masih ejaan lama bandoeng gitu dengan tanpa cuciannya tanpa jemurannya dia jadi instagramable deh. Jadi focal point ya. Kalau sore itu kelihatan banget shadow-nya di sini mungkin. Nah ini udah sedikit kelihatan. Oh iya benar. Jadi dia terus gitu cahayanya memang pas banget kalau sore hari di lantai dan ke dinding. Makanya kita dinding lantai polos. Heeh. Ini lantern juga ee semua dari klien klien mereka yang desain Nah, ini kaso ini ee siling ini. Heeh. Kalau dilihat kayu ee kayak lambar sering ini dia enggak continuous sebenarnya. Tahu enggak panjangnya berapa? Sebenarnya segini aja. Serius? Cuman Iya. Eh, kenapa dari itu kita pasang kasonya itu tidur dia buat nutup sambungan itu. Jadi dapatnya segini-segini truk truk truk. Makanya banyak. Iya, makanya ini jadi tutup karena berapa? Kurang ya, kurang kurang nyampai. Terus akhirnya kita pasang tutup terus jadi kelihatannya smooth ya semua satu garis tapi jadi rapi sih. Benar benar benar. kesannya kayak satu plank gitu, kayak panjang itu. Terus dipasang ini kenapa kayak mungkin e kenapa enggak langsung full aja gini? Itu ada ini buat tampias di sini ada drainnya di bawah. Jadi ini selalu tampias sampai sini. Jadi dari sini ini udah kemiringin ke sini terus airnya di sini. Entar ada berapa poin drain gitu. Oh jadi ini sebenarnya platnya agak miring dikit ya. Miring dikit ke arah sini flow-nya. Jadi biar biar ada ketika tampas. Memang tadi saya bilang di tropik itu kendaranya kan angin ee matahari sama hujan. Oh iya C hujan itu juga menjadi tantangan. Makanya ini penting detail-detail kecil tapi nyelesaiin masalah deh. Hmm. Berarti ini tadi ini pentus-nya ya? Ini penthouse. Sayangnya kita enggak bisa masuk. Hah. Di sini cakep banget. Ada ada log kayu 7 m panjang pakai balok. Wah. Ya enggak kita potong kayaknya enggak usah dijelasin nanti nanti penonton jadi penasaran soalnya. Nanti boleh diorder sini aja. Iya mungkin bisa langsung buk aja buk aja. Nah, ini menarik nih kayak lantern sebenarnya idenya. Jadi, ini ruangan ini ee jadi foto prewet beberapa orang udah di sini. W karena cahayanya pas, bagus, dan kontras dengan area ini kan agak gelap ya. Heh, benar. Terus ketika masuk kayak terang itu aja. Heeh. Oh, berasa kayak di ee drama Cina. Iya, boleh jadi kungfu gitulah. Iya, benar, benar. Oh, drama. Nah, itu tahu enggak apa tuh yang botol-botol itu yang jadi lampu? Oh, itu ya botol berarti. Botol. Benar tadi udah dibilang botol. Botol itu ee kita slice bawahnya. Heeh. Terus kita taruh di atas. Wah. Jadi cut di bawahnya terus bawa ke atas. Jadi dari lampu dan yang bulat-buletnya itu ee tebak apa? Oh, mau tebak lagi. Emang itu sebenarnya botol air raksa. Jadi dulu orang pengiriman perdagangan di Cina itu pakai botol Air Aaksa gitu. Kalau ke mana ngirim Air Aaksa sih pakai botol ini gitu. Oh. Jadi ada botol-botol terus baru dikirim. Itu ada berapa? Kita pakai dari ruang tekuni juga sama tekuni dua ya. Bersihnya sulit berarti bagus sih jadi. Tapi jadi aksennya bagus. Aksennya sama kayak gini. Benar benar. Ditekuni di ruang tekuni juga sama. Ini hall lantai tiganya ya. He. Wah. Ini ada apa nih yang bisa dibahas nih, Pak? Ini ada e screen ini. Ini juga dapat di gudang nih. Wah, ini dari proyek awal ditaruh di bedeng. Jadi bedeng tukangnya pakai ini. Mahal banget. Ini ada kalau enggak salah ada enam ya. 1 2 3 4 5. Oh, ada lima. Ini emang dari awal ada lima. Terus kita mikir mau taruh di lanti atas sisanya apa gitu. Makanya ada jeipsem ee kalsi ini. Oh. Nah, kalsi ini sebenarnya penutup tembok ini buat penutup sekat yang kita kekurangan ini gitu. Oh, oke. Jadi sekat-sekat clasi terus ditaruh terus ini hanya cuma dapat lima gitu. Oh. N ini screen tingginya juga kita ukur biar sama. Heeh. Makanya koridornya segini jadinya pas. Jadi karena memang ee ketinggian Iya. Ketinggiannya beda-beda. Ketinggiannya jadi atapnya juga nyesuain ya. Nyesuain semuanya. Iya. Semuanya nyesuain. Kebetulan pas dia jadi angl-nya. Heeh. Heeh. Angle depan belakangnya jadi pas dengan yang di bawah itu tadi. Oke. Oke. Berarti kamar yang kita bisa lihat yang mana nih, Pak? itu. Oke, ini yang cetakan tadi ya dipakai cetakan kue. Cetakan kue. Entah berapa kue udah dibikin. Oke, ini kamar di lantai 3. Yap, ini yang ee anggaplah front view jadinya ke arah City. Wow. Nah, ini kurang lebih kamarnya sama, tapi di sini kerasa lebih terang dia dari di bawah. Jadi, mod-nya juga beda nih. Terus juga lebih kan karena dapat atap jadi ceilingnya lebih tinggi. Seingnya lebih tinggi. Nah, itu kita pakai cermin. Oh, itu pakai cermin enggak tahu. Jadi kayak luas ya. Jadi kesannya dia kayak langsung nembus kanan kiri dia jadi Ben yang yang nembus ini ya. Iya. Enggak dua-duanya juga itu ceroin ketipu kan. Oke. Airnya bisa ketipu juga bisa. Benar benar benar benar. Tapi jadi emang kaca itu kan bikin ruangan lebih luas ya. Iya. Kesannya silingnya masih tembus kanan kiri. Benar. Benar. Terus ee ini yang kita bilang balok-balok yang panjang ini yang kita dapat juga barengan sama kursi di bawah. beberapa balok ini full tembus dia. Dua kamar ini full dia panjang kita enggak dekat. Oh balok-balokan ini tiga itu kalau dari ee apa ya luang floor plannya mirip ya sama semua. Jadi kanan ada walking wardrop sama di sana ada toilet. Oh oke. Ini walking calletnya yang situ toilet. Benar. Oke. Kita mungkin bisa lihat kali ya. Bisa. Nah di sini mungkin tiles-nya beda ya seharusnya. Oh kan beda kan. Oh. Marmernya sudah habis. Iya, benar benar. Tapi marmernya sudah habis. Tapi ini sama ini kan beli kan beli gampanglah nyari. Itunya beda tiles-nya itu tiles-nya beda. Terus sebenarnya warnanya ini ada slightly different sih kayak beberapa yang ada darker tapi jadi dinamis sih jadinya. Iya. Warnanya emang kayak di sini kemen ada berapa yang hijau? He. Heeh. Berapa kamar? Ada hijau, ada kem. Nah, ini juga mati. Oh, ceilingnya di despack dikit diturunin ya? Iya. Ada ada drop ceiling di sini. Dan area ini ini yang showernya. Showernya beberapa tipe di sini. Shower connect ke eh bath tub. Oh, di luar di teras ada batub-nya gitu. Oke. Oh, itu tipenya yang lantai ini atau Iya, lantai empat. Eh, lantai tig sor. Lantai tiga ya. Ada yang Nah, ini kayaknya sebelah sebelah ini ada ada batamnya deh. Oh, yang agak karena agak keluar itu ya. Iya, ada roadroad gitu. Ini juga masih sama ya? Iya, sama sekali. Nah, ini paling nyaman nih sebenarnya di sini. Duduk di teras ngelihat liang liu. Enak sih. Iya. Berarti fasadnya ee maksudnya kayak ini maju nih mundur nih maju gitu ya? Benar. Benar enggak? Ini mundur ini maju segitu aja. Oh oke. Cuman itu doang. Jadi kayak ada sedikit mainan di atap sini. Makanya di di bawah juga ada maju kan. Oh. Kanopi tadi itu. Kalau kayak gitu atapnya itu enggak enggak gimana cara samainnya itu kok. Nah, sudut di bawah yang ngukur tiang itu diukur. Oh, baru dapat tiang itu baru bisa bikin sudut ini. Sudut tetap ini sama sudut depan. Iya. Ya, ya, ya. Nah, itu tuh yang atap kayu tuh. Oh, ini atap kayu. Iya. Itu atap kayu ukurannya kira-kira 20* 40 dan bagusnya dia masih bertahan sampai sekarang. Karena sebelumnya ya pas dipasang itu warna-warni loh. Bagus banget. Cakep banget pantonnya dia kayak pastel gitu. He he. Ada merah, ada hijau, seg, ada pink juga. Tapi lama-kelamaan pudar dia jadi kayak gini. Biasa itu sebutannya atap sirap ya? Atap sirap. Tapi size-nya emang oversize. Jadi 20 240 30 40 gede-gede size-nya. Oh iya iya. Dan bendingnya enggak enggak terlalu gede karena kayunya udah kayu tua kan, kayu bekas dan lama. He recycle. Kalau ini double versat-nya apa? Oh fix ya ini ya. Kira bisa digeser enggak? Dulu dulu di sana memang bisa digeser tapi akhirnya diputuskan fix karena beberapa tempat kan ada batub. Heeh. Jadi biar dia tetap private. Oh, oke. Oke, make sense. Wow. Wah, ada bolongan buat ke neighbor ya sebenarnya ada bolongan kecil. Iya, buat main-main. Jadi hampir kalau cerita saya tadi kan udah kelihatan tuh. He, kayak recycle terus ini recycle, ini recycle. Jadi, makanya ini mungkin kalau bisa kita bilang kayak 90%-an dia wah recycle material cladingnya, bukan strukturnya. Wah, jadi penasaran nih durasi desain sampai durasi konstruksinya berapa lama. kita bisa ngobrol di bawah kali ya lebih lagi ya. Bisa sambil ke bawah ya. Oke, yuk. Oke, Teman-teman sekarang kita udah di deckingnya nih. Kayaknya udah berasa ee mau sharing-sharing lagi lebih mungkin dari durasi desain sampai durasi konstruksi itu berapa lama sih kira-kira, Pak? Oke, kalau buat kami yang biasa ngerjain yang 1000 s kayak gini termasuk cepat kita ngelarin dalam waktu 5 bulan. Hm. karena eh methodis itu tadi. Jadi kita tidak perlu selalu kita tidak perlu sampai details, tapi di sini lebih ke badan bangunannya doang yang harus fix gitu. Kayak struktur MP ee itu sudah fix. Heeh. Dengan tinggi segala macam strukturan, sisanya akan kita decide. Jadi karena kita enggak tahu nih benda apa yang akan kita dapatkan kayak tadi size-siz ini kan ternyata dapatnya segini gitu. Berarti itu kan berpengaruh ke siling segala macam. Nah, itu mungkin kita bakal perlu improvisasi banyak desain. Makanya desainnya cepat jadinya. Dan pentingnya adalah ketika kita mendesain seperti itu, kita harus maket ada punya maket ini. Ada maketnya sebenarnya, cuman disembunyiin sama yang punya. Mereka suka banget maket kip gitu di lemarinya. Iya, soalnya sayangnya. Iya, sayang sama maketnya. Terus itu kita pakai maket jelasin ke tukang ini gini itu ikan jauh lebih cepat. Terus sketsa sketsa detail-detail itu semua banyak sketsa. Jarang kita eh proyek ini kita enggak ada detail gambar kerja sket eh detail gitu. Eh gambar kerja detail enggak ada. Kita banyakan sket di lapangan. Kita spontan jelasin ke orang yang paham which is e tukang Heeh. tanpa interupsi apapun. Biasanya gambar tuh kan kesannya formal banget ya. Mereka kadang malah takut eksekusi. Tapi ketika kita skat, kita taruh sket, mereka kayak, "Oh, gini gini gampang jadi ya." Dan lebih ee complicated-nya lebih simpel gitu. Jadi itu sangat berguna banget sketch di kondisi adhw seperti ini gitu. Jadi dari yang kompleks jadi lebih simplified ya. 5 bulan desain terus ee 1 tahun konstruksi. Heeh. Eh sori 1 tahun konstruksi terus kena COVID. Oh itu ada challenging juga kita kayak yah kok ada COVID sih gitu. He maksudnya kayak padahal kita lagi semangat-semangatnya nih dan saya sering ke sini udah sebuah sebuah masterpanggap master project tapi ada COVID terus ee ketika perjalanan COVID sempat pending tuh hm karena ee yang punya juga Pak Hendra itu sempat sakit pas itu jadi kita pending ee sorry to say tapi akhirnya pas itu Pak Hendra meninggal. Ah, jadi itu mungkin ini ee kayak video ini video ruang tekun nih, video tekun dua nih saya dedicatedin ke Pak Hendra emang ini bahwa ini hasil kolaborasi saya dengan Pak Hendra gitu. Mungkin dia sebenarnya soul-nya saya masih ngerasa ya karena dia setiap ada kayu itu saya tahu nih kayunya dari Pak Hendra karena di supplier kan. He. Jadi ketika ada sempat waktu ini ke San gitu kan ada ada suatu pro eh ada suatu homestay atau studio rooms gitu kita masuk kok ada kesan-kesan Pak Hendra gitu. Jadi di saya tetap hidup itu soulnya Pak Hendra dan pelajaran dia tentang kayu itu masih saya ingat banget semua bwa kayu itu seperti emas. Jadi investasinya itu di kayu mirip dengan emas sebenarnya. Jadi kalau kamu menginvestasi kayu yang bagus gitu, itu bisa bernilai lagi seperti ini. A ketika tahu sakit terus COVID itu challenging-nya di sana. Jadi pending sampai 2 tahun konstruksinya. Di situ Ibu Lili juga supportnya sangat bagus. Ee istrinya Pak Hendra. Ibu Lili bilang, "Bagaimanapun proyek ini harus jalan." H tapi saya minta Dirga nge-lead gitu habis itu. Nah, dengan pesan-pesan dari Pak Hendra itu, saya coba ee meramu sisanya gitu. Udah setengah perjalanan nih. Jadi patternnya sudah kelihatan. Jadi semoga tidak mengecewakan gitu. Jadi kita coba pattern-nya udah ada kita pakai di sisanya. Tapi dengan pengamalan ruang tekuni satu saya sedikit tahu karakternya Pak akhirnya jadi seperti ini gitu. Pasti Pak Hendra pasti akan ngelihat ini hasil ini. Jadi kurang lebih 2 tahun. Jadi Oh 2 tahun ya. Berarti ee desain 5 bulan kurang lebih ya 2 tahun konstruksinya. 2 seteng tahun 2 set sampai beroperasi. Wow. Wow. Tadi aku ee pengin nanya nih. Tadi kan sebutin metode apa tadi yang disebut adhoc itu mungkin boleh dijelasin enggak? E jadi sebenarnya kita tahu metode adanya ketika bencana alam. Hm. Jadi ketika bencana alam, apapun yang terjadi di sana, apapun yang ada di sana kita coba pakai buat sebagai shelter. Heeh. Sebagai shelter, sebagai tempat ee medical segala macam. Nah, itu perlu pemikiran ad hohak. Jadi, tiba-tiba gitu ada bambu pakai tiang, ada kain pakai atap segala macamnya gitu. Itu kasarnya. Tapi metode itu coba saya terapkan di sini tapi tidak ada limit time. Kalau di sana kan timbulnya bencana dan negatif ya. Kayak bakal ada waktu cepat ini harus harus segera ada buru-buru segala macam. Saya coba stretch di sini timeline itu, tapi metodenya sama gitu dengan tiba-tiba surprise dengan apa yang kamu dapat yang belum kamu prediksikan kayak ketemu botol, ketemu kayu itu kan gitu diapain ya gitu. Harus mikir nih. Heeh. Karena timeline tetap jalan tapi enggak stight kalau misalnya ee bencana tapi tetap jalan kan. Heeh. Paling ah ini dipending dulu gitu ini. Oh ini udah bayang langsung pakai cliding di sini. Oh ini tiang ini langsung pasang di sini. Akhirnya banyak material di luar side ini yang masih kaki meja, botol segala macam itu masih kayak PR saya mm taruh di mana ya gitu kayak Iya. Iya. Tapi harus perlu selain kita menentukan di mana material, detail perlu kan. Kayak misalnya botol itu enggak usah enggak bisa kamu tinggal lem gitu kan untuk gimana cara dia menjadi sebuah ee apa ya kayak kayak clading atau kayak partition kayak apapun itu gitu. perlu semua detail dan kayak material itu kayak bersuara gitu loh. Kayak ngomong ke saya. Pertama itu adalah ee ketika kita bikin bangunan yang too much konkret itu kesannya bakal dingin. Kalau mau kesan dingin ya bikin aja konkrit-konkrit segala macam dan ee pil. Heeh. Tapi ketika sentuhan kayu masuk kayak benda hidup gitu, benda natural, kayu, batu segala macam itu mulai ada kehidupan di desain itu. Kalau saya rasa ya kayak aura desain itu mulai kayak kalau tembok polos gitu, tasang kayu cantik gitu. Terkait dengan recycle material itu sebenarnya itu kan recycle, namanya juga recycle benda itu atau reclaim ya sebelumnya benda itu sudah pernah hidup, pernah dipakai sebagai sebuah rumah. Heeh. Ini mungkin dulu adalah tiang rumah di Jawa atau di mana, di Kalimantan atau di Cina mungkin. Struktur kayu pernah dia dia ngap hidup gitu. Heeh. Dia pernah melayani orang duduk living room segala macam dia bisa melihat itu. Habis itu dia enggak dipakai karena dibongkar rumahnya gitu. Nah, akhirnya Pak Hendra beli itu dan disimpan di gudang. Mati dia. Di gudang kan tidak ada purpose ya. Dia hanya disimpan segala macam. Nah, di sini purpose kita adalah memberikan kehidupan kedua buat mereka gitu. Jadi, second life buat material itu. Jadi, I eh at least kamu harus diapresiasi lagi. Kamu itu sebuah benda natural loh. Kayu yang makin lama makin habis dan kamu adalah umurmu itu udah ada yang sampai 200 tahun. Ada kayu long yang e kayaknya yang 9 m itu ada bilang di 200 tahun karena disimpannya dia dienau itu. Kebayang enggak dia sebagai apa ya? dia sebagai saksi 200 tahun itu enggak enggak enggak singkat loh gitu. Dan diapresiasi dengan taruh di gudang kan enggak enggak ya apa sih gitu. Sekarang kita beli beri kayak second life buat dia. Jadi kita bilang ini juga kita ini menghidupkan benda mati gitu. Oke, oke, oke. Jadi itu kalau cara mengemasnya, tapi ya pesan-pesan, dua pesan itu masih saya bawa sampai sekarang gitu dari Pak Hendra juga itu. Oke. Kalau dijadiin eh keywords ya, misalnya dirangkum ee beberapa keywords, kira-kira keywords-nya apa nih buat project ini? Kalau di sini recllaim eh natural material ada A-nya. H. Jadi kerasa kan ini sebenarnya Asia. Heeh. Ketika kita bilang Asia ini memang dia ada Jepangnya, tapi di sudut-sudut ada Cinanya, tapi sudut-sudut tertentu ada Balinya, gitu. Kayak makanya saya bilang ini kebanyakan di ketika diliput media itu bangunan ini walaupun ada saya atau enggak, dia bilang kayak Japanese stal inin Bali gitu. Mostly memang sudut-sudut yang di bilang memang Japanese tapi ketika di detail di sana, oh ini struktur-struktur Cina nih atapnya gitu. Betul. Terus di material-materialnya, oh ini material lokal nih dari Bali nih. Material alemnya. Iya. Terus ada detail-detail ornamen yang di Bali. Jadi ini saya nyebut ini Asian. Wah menarik banget. Mungkin sampai situ aja kali housernya kali ya. Kita bisa kalau teman-teman pengin nanya lagi ee lebih kira-kira bisa langsung kontak saya. Boleh kontak ke sini. Tapi ke mana ini kira-kira? Ada ada Instagramnya ee Did Arkitek. Mungkin bisa di-search di Instagram. He eh kalau di search Instagram saya Dirgantara Dirgen itu enggak bakal saya balas karena saya jarang buka. Lebih ke DT Arkitek sih. Alr. Kalau mau main-main studio kami di Ubud boleh. Jadi Ubud itu juga eksotis ya tempatnya. Jadi di Bali itu di Sentral banyak orang tertarik karena kultur cuman agak sedikit macet. He kalau tapi tenang aja studio kita sebelum area macetnya. Jadi kalau mau main-main ke Ubud welcome siapapun kalian juga kalau mau bisa kalau ada waktu next time kebele banget. Dan teman-teman kalau mau nanya-naya lebih lagi jangan lupa untuk komen di bawah, like, share, dan juga subscribe supaya enggak lewat episode berikutnya. Bye bye. Oke, bye bye. by

Lihat di YouTube