Desain Makin Mewah, Bodi Kokoh, Performa Mantap! Review Lenovo IdeaPad Pro 5a (14AGP11) (YouTube Video)
Kalau dengar laptop dengan nama pro, apa yang ada di pikiran kalian? Prosesor kencang yang bisa buat multitasking kelas berat? Wah, mungkin minimal punya 8 core 16 thread atau mungkin karena RAM lagi mahal, laptop pro itu RAM-nya harus 32 GB LPDDR5X biar kencang dan langsung siap pakai saja? Atau mungkin layarnya yang harus OLED 120 Hz? Atau malah yang kalian cari adalah konektornya harus banyak banget nih ya? Tenang, karena semua yang dicari memang beneran ada di laptop yang pro satu ini. Ini adalah Lenovo IdeaPad Pro 5A keluaran 2026. Ya, walaupun namanya IdeaPad ya, laptop satu ini malah kayak seri Yoga ya. Desainnya itu stylish, profesional, bodinya full aluminium, build quality-nya juga kokoh seperti kelas-kelas Yoga. Dan bukan hanya bodi yang premium, tapi performanya juga premium alias kencang. Ya, ayo kita bahas semuanya mulai dari spesifikasinya terlebih dahulu. Untuk prosesor, dia pakai AMD Ryzen AI 7 450. Litografinya TSMC 4 nanometer. Default TDP-nya 28 watt, dia punya 8 cores dan 16 threads yang terdiri dari 4 Zen 5 cores dan 4 Zen 5c cores. Maximum boost clock-nya itu tinggi ya, 5,1 GHz dan kapasitas L3 cache-nya ada di 16 MB. NPU-nya pakai AMD Ryzen AI, performanya up to 50 TOPS. Itu auto Copilot Plus PC ya. Integrated graphics-nya pakai AMD Radeon 860M, dia punya 8 graphics core dengan total 512 shader units. RAM-nya 32 GB LPDDR5X 8533 dual channel 128 bit. Karena pakai LPDDR, ya otomatis di onboard ya, enggak bisa di-upgrade. Tapi sudah 32 GB in this economy ini sudah lega banget ya. Storage 1 TB SSD M.2 NVMe PCIe Gen 4. Menariknya, masih ada satu slot SSD M.2 tambahan di sini. Jadi, kalau mau nge-upgrade, gampang. Pasang saja di situ, enggak usah ganti yang sudah terpasang. Konektivitas wireless-nya itu pakai modul MediaTek Wi-Fi 7 MT7925. Ya jelas Wi-Fi 7 ya dan Bluetooth-nya versi 5.4. Kapasitas baterainya ini juga gede banget, 92,5 WH. Sudah nyaris mentok ya, mentok kan 99. OS Windows 11 Home. Untuk body form factor-nya adalah clamshell, materialnya aluminium dan kalau untuk desain, walaupun namanya IdeaPad, laptop yang saat ini terlihat sangat mirip seperti laptop thin and light seri Yoga. Desainnya polos dan profesional mirip seperti laptop seri Yoga yang elegan-elegan itu. Body-nya juga sudah terasa sangat kokoh dan diklaim sudah memenuhi standar ketahanan military standar 810H. Untuk warna ini namanya Luna Grey ya, alias abu-abu. Untuk dimensinya panjang 31,2 cm, lebar 22,1 cm dan ketebalan di 1,57 cm. Bobotnya untuk laptopnya saja di 1,43 kg dan charger-nya 298 gram. Jadi total bobot kalau dibawa-bawa adalah 1,73 kg. Untuk layarnya ini pakai panel OLED ukuran 14 inci resolusi 2,8K atau tepatnya 2880 * 1800 pixel. Aspek rasionya 16:10. Refresh rate-nya 120 Hz dan sudah support variable refresh rate pula ya. Nah, menurut Lenovo tingkat kecerahan maksimalnya ada di 500 nits dan color gamut-nya itu ada di 100% DCI-P3. Nah, kalau dari pengujian kami tingkat kecerahan maksimal untuk mode SDR itu ada di 497 nits. Wow, sudah benar ya, tapi itu mode SDR. Kalau kita pasang di mode HDR dia mencapai 983 nits. Ayolah Lenovo, ngakunya 1000 saja kita enggak protes. Nah, untuk gamut coverage-nya ada di 99,9% DCI-P3 dan gamut volume ada di 119,8% DCI-P3. Kalau gamut layarnya dirasa terlalu luas ya, tenang saja karena kita bisa mengubah profil warna melalui software Lenovo Vantage. Sebagai contoh kita ubah ke profil sRGB. Hasilnya gamut coverage ada di 100% sRGB dan gamut volume ada di 105,4% sRGB. Jadi sudah mantap nih ya kalau mau dipakai buat content creation kelas profesional. Layar ini juga sudah disertifikasi TUV Low Blue Light dan Eye Safe. Jadi nyaman dipakai dalam jangka waktu yang panjang. Permukaannya ini memang glossy ya, mirip seperti layar OLED pada umumnya. Lalu untuk bingkai layarnya tergolong tipis dan active area rasionya jadi tinggi banget ya, 90%. Oke, untuk webcam ini menggunakan kamera resolusi 1080p 30fps yang sudah dilengkapi dengan privacy shutter secara fisik. Webcam ini juga sudah mendukung berbagai fitur dari Windows Studio Effects seperti automatic framing, eye contact dan background effects. Sedangkan untuk mikrofonnya juga sudah dilengkapi dengan fitur noise cancelling yang dapat diakses melalui software Lenovo Vantage. Untuk hasil pengujian kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, kali ini kita uji kemampuan mikrofon dari laptop Lenovo IdeaPad 5 yang satu ini. Nah, bisa kalian lihat di suasana sekitar saya ini lagi ramai banget ya sama kendaraan. Soalnya ini lagi jam pulang kantor ya. Untuk kualitasnya sendiri ini sudah terbilang bagus. Suara saya bisa ketangkap dengan cukup baik dan noise di sekitar bisa keredam dengan cukup baik juga. Oke, kali ini kita uji kemampuan kamera dari laptop Lenovo IdeaPad 5 yang satu ini. Untuk resolusi maksimalnya dia bisa sampai 1080p 30fps. Hasilnya kurang lebih seperti ini ya. Overall ini sudah kepakai banget kalau misalnya kalian mau pakai untuk meeting online maupun video call. Nah, untuk audionya laptop ini menggunakan dua speaker stereo yang mengarah ke alas laptop. Terdapat software Dolby audio yang dapat digunakan untuk mengubah profil audio. Untuk suaranya ini memang terasa sangat dominan di vokal dan di high-nya ya. Meskipun demikian bass-nya masih terasa sih walaupun ini memang agak tipis-tipis saja. Suaranya sudah tergolong lantang dan staging-nya juga bagus untuk kelas harga segini. Oke, untuk konektor di kiri ada satu HDMI dan ada dua USB 4 type-C 40 Gbps yang support transfer data, power delivery dan display port 2.1. Kemudian ada satu SD card reader. Nah, di sisi kanan ada satu audio jack combo 3,5 mm, ada tombol power dan ada dua USB 3.2 gen 1 yang 5 Gbps. Jadi konektornya lengkap di sini ya, bahkan punya SD card reader ukuran besar. Ini bukan yang untuk micro SD, ya. Ini beneran cocok dipakai konten kreator yang kelas profesional, nih. Nah, untuk keyboard, laptopnya menggunakan keyboard chiclet dengan layout khas Lenovo banget. Menariknya, walaupun namanya IdeaPad, tombol-tombol di keyboardnya terasa sangat nyaman untuk dipakai mengetik, mirip seperti laptop kelas Yoga. Tombolnya juga terasa soft dan silent, dan key travelnya juga lumayan dalam, 1,5 mm. Tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end itu terletak menyatu dengan layout anak panah. Keyboardnya juga dilengkapi dengan backlit putih yang punya dua tingkat kecerahan. Plus, ada satu tingkat kecerahan otomatisnya, ya. Nah, untuk touchpad, dia punya ukuran yang lumayan luas, ya, 13,5 * 8 cm. Letaknya cenderung center to space bar. Jadi, posisinya jarang kesenggol saat kita sedang mengetik. Good job. Tentunya, ini juga sudah pakai precision touchpad yang mendukung berbagai gesture dari Windows. Untuk sistem keamanan, eh, dia menggunakan keamanan biometrik dan laptopnya menggunakan infrared, ya, untuk biometriknya, ya. Kameranya juga sudah mendukung Windows Hello di sini. Nah, untuk sistem pendingin, IdeaPad Pro 5A ini menggunakan sistem pendingin aktif dengan dua buah kipas dan dua buah heat pipe. Intake udara dari bawah dan exhaust-nya ke arah belakang. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Seperti laptop Lenovo lainnya, IdeaPad Pro 5A ini memiliki beberapa mode performa yang dapat kita atur melalui software Lenovo Vantage. Opsinya adalah adaptive power mode, battery saver, performance, dan ada gig performance. Untuk mode terakhir ini hanya dapat diakses kalau laptopnya kecolok ke charger, ya. Nah, mode yang ini akan memaksimalkan performa sehingga suhu dan kecepatan kipas bisa jadi agak tinggi. Untuk mode performa ini sebenarnya kita bisa atur juga langsung dengan shortcut, yaitu shortcut function plus huruf Q. Sekarang, mari kita lihat konsistensi performa dengan Cinebench R23 stability test. Untuk skor maksimal yang dapat diraih di mode adaptive power, skor itu bisa mencapai 17.904 poin. Dan di mode performance bisa sedikit lebih tinggi ke 18.235 poin. Sedangkan Nah, skor yang bisa dipertahankan di mode adaptive power itu di kisaran 17.700-an poin dan di mode performance ada di 18.000-an poin. Jadi kita bisa lihat ya kalau performanya sangat stabil dan minim gejala throttling. Nah, sekarang kita lihat performanya kalau kita enggak pakai colokan charger-nya ya, jadi pakai baterai aja. Di mode performance skor maksimalnya mencapai 18.213 poin dan skor yang bisa di pertahankan ada di kisaran 18.000-an poin juga. Jadi kelihatan bahwa masih sangat mirip antara kondisi pakai charger dan tidak pakai charger. Sekarang kita lihat suhu kerjanya di Cinebench R23 stabilitas. Di mode performance suhu CPU itu spiking ke 91 derajat Celsius di awal pengujian tapi kemudian turun dan bertahan di kisaran 87 sampai 89 derajat Celsius. Masih tergolong aman. Oke, langsung aja kita lanjut kita lihat performanya kalau pakai Blender 5.1 BMW 27 sin. Ini 3D rendering ya. Untuk CPU render selesai dalam waktu 2 menit 13 detik sementara kalau pakai GPU render selesai dalam waktu 2 menit 17 detik. Agak mirip ya. Untuk suhu kerjanya pas saat melakukan GPU render suhu GPU ada di bawah 75 derajat Celsius. Kalau pakai Adobe Premiere Pro CC 2026, video editing ya tentunya ya. Kita pakai video durasi 5 menit. Untuk 4K 60 itu selesai dalam waktu 9 menit 28 detik. Ini masih kurang oke, 2 kali lipat ya. Lalu untuk 1080p 60 fps video exporting selesai dalam waktu 2 menit 34 detik. Ini mantap karena ini separuh dari durasi video yang kita olah ya. Jadi kalau pakai Premiere Pro ini mungkin akan lebih cocok kalau untuk maksimal videonya itu 4K 30 fps atau yang tadi ya 1080p 60 fps kalau mau export-nya masih kencang. Nah, untuk suhu kerja pas saat melakukan 4K 60 video exporting suhu CPU itu ada di kisaran 72 sampai 78 derajat Celsius saja ya. Jadi masih aman di sini. Lanjut ke DaVinci Resolve 20, software video editing kelas profesional tapi ini versi gratisan yang kita pakai ya. Videonya masih sama durasi 5 menit untuk 4K 60 selesai dalam waktu 15 menit 30 detik. Untuk 1080p 60 fps itu masih lumayan kencang di 4 menit 4 detik. Nah, untuk suhu kerja pas saat melakukan 4K 60 video exporting suhu CPU ada di kisaran 80 sampai 82 derajat Celsius saja. Jadi kalau untuk satu ini 1080p 60 FPS itu pilihannya ya, kalau 4K 30, 4K 60 masih agak kurang ya. Lanjut untuk CapCut video editor. Videonya masih sama ya, durasinya 5 menit. Untuk 4K 60 FPS, video exporting-nya hanya butuh waktu 4 menit 14 detik. Ini sudah kencang. 4K 60-nya sudah kencang. Lalu untuk 1080p 60 FPS, video exporting-nya itu 2 menit 9 detik saja. Jadi, kalau pakai CapCut mau pakai 4K 60 juga masih kencang. Nah, untuk suhu kerjanya saat melakukan 4K 60 video exporting, suhu CPU sempat spike di awal ke 84 derajat Celsius saja, tapi langsung turun dan bertahan di 74 sampai 78 derajat Celsius. Jadi, aman banget. Ya, walaupun namanya IdeaPad Pro, tapi kayaknya asyik juga kalau kita tes kemampuan gaming-nya. Nah, untuk gaming saya serahkan ke Rifki. Ya, sekarang kita masuk pengujian gaming ya. Dan untuk Dota 2 di resolusi 1800p fastest screen render 100%, hasilnya di 40 sampai 90 FPS. Untuk Valorant 1800p low, 200 sampai 300 FPS. Di game Pragmata 1200p medium dengan AMD FSR 3 performance dan frame gen off, dia di 40 sampai 60 FPS. Kalau untuk Pragmata dengan setting-an yang sama, resolusi sama, tapi frame gen-nya kita aktifkan, dia ada di 70 sampai 85 FPS. Berikutnya di Black Myth Wukong 1200p low, FSR 3 di 60% frame gen-nya off, dia ada di 45 sampai 55 FPS. Lalu untuk game yang sama ini dengan setting yang sama, kalau frame gen-nya kita ubah ke auto, hasilnya di 65 sampai 75 FPS. Dan yang terakhir ada Cyberpunk 207 7 1200p medium FSR 3 performance di 40 sampai 55 FPS. Nah, untuk game yang terakhir ini kita cek suhu CPU-nya ya setelah kita mainkan selama 30 menit. Suhu CPU ada di kisaran 71 sampai 73 derajat Celsius. Sedangkan untuk suhu permukaannya, ini juga masih oke ya untuk laptop thin and light. Titik terpanas itu ada di bagian atas dekat lubang pembuangan udara yang mencapai 45 derajat Celsius. Sedangkan untuk area keyboard terpanas itu ada di area tengah dekat huruf G dan H. Jadi, ini bukan di tombol keyboard-nya, tapi di sela-sela tombolnya. Ini mencapai sekitar 40 derajat Celcius. Sedangkan untuk area kiri dan kanan, itu ada di sekitar 28 sampai 34 derajat Celcius. Untuk area palm rest sih aman ya, di bawah 28 derajat Celcius. Nah, untuk pengujian berikutnya, kita balikin ke Mas Dedy. Oke, lanjut lagi untuk storage test kita lihat ya SSD-nya. Kecepatan bacanya, buset kencang 7.122 MB/s. Sementara tulisnya ada di 6.666 MB/s. Kencang parah nih SSD-nya. Sudah kayak SSD laptop gaming kelas atas nih ya. Lanjut untuk daya tahan baterainya sekarang. Kita set mode performa di adaptive power mode, brightness 150 nits, dan volume di 25%. Untuk resolusinya kita pakai default dan refresh rate kita ubah ke 60 Hz. Karena kalau kalian mau irit daya, biasanya di situ settingannya ya. Nah, hasilnya untuk video playback 1080p, baterai baru habis setelah 17 jam 8 menit. Memang bukan hasil paling awet untuk kelas harga segini, tapi ini sudah oke banget ya. Bisa tahan 17 jam lebih. Beberapa tahun yang lalu, 12 jam itu sudah bersyukur loh. Oke, lanjut untuk charging test-nya. Setengah jam pertama terisi di 42%. Sementara untuk dari 0 sampai penuh, baterai besar ini bisa terisi hanya dalam waktu 1 jam 32 menit. Ini kencang banget loh. Baterai kan 92-an watt hour. Biasanya kalau 92-an watt hour dapat 2 jam saja, kita sudah bilang hebat banget. Oke, untuk harganya, laptop yang ini dijual di harga kisaran 29.499.000. Dan itu sudah termasuk Lenovo laptop eco backpack. Lalu ada Microsoft Office Home 2024 ya. Ini sudah enggak perlu pakai langganan-langganan lagi. Tapi dikasih juga Microsoft 365. Lalu ada garansi 3 tahun khas Lenovo yang premium. Ini sudah termasuk accidental damage protection selama 3 tahun. Nah, ADP ini menawarkan proteksi terhadap kelalaian pengguna di luar garansi utama. Seperti ketumpahan cairan, jatuh enggak sengaja, keretakan pada layar, keyboard mati, atau korsleting listrik. Dan semua ini ditanggung oleh Lenovo 100% selama 3 tahun. Garansi ini bisa diklaim lebih dari sekali ya, selama bukan di part yang sama. Untuk part yang sama itu maksimal 2 kali lah ya. Jadi mantap ya garansinya ya. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, daya tahan baterainya untuk kelas harga segini tuh rasanya kita pengin minta sih yang 18 sampai 20 jam gitu ya, paling enggak. Tapi 17 jam sudah oke sebetulnya. Kemudian untuk masalah harga, memang terasa agak naik kalau dibandingkan generasi sebelumnya. Tapi ingat, semua harga produk elektronik apalagi yang RAM-nya besar dan storage-nya besar itu naiknya lumayan drastis di tahun 2026. Bukan hanya dari Lenovo doang, tapi semua brand akan mengalami hal yang sama. Nah, dari sisi menariknya ya, laptop yang satu ini walaupun RAM-nya tersolder dan sudah onboard, tapi langsung 32 GB dual channel. Hari gini? Itu sesuatu hal yang luar biasa premium banget itu ya. Storage juga gede, 1 TB. Dan kalau masih kurang bisa nambah lagi dengan mudah, ada slot SSD di keduanya kok. Processor juga mantap sudah punya 8 core 16 thread buat multitasking berat sudah oke. Performa processor juga sudah mirip processor laptop gaming kelas atas ya. Nah, iGPU-nya juga sudah cukup kencang ternyata. Dipakai gaming juga masih nyaman, mau buat content creation, buat editing video sampai 4K 60 juga bisa, asal pilih-pilih software-nya ya. Tapi enggak perlu terlalu pilih-pilih juga. Nah, layarnya juga mewah banget pakai panel OLED resolusi 2,8K 120 Hz dan pastinya sudah 100% DCI-P3. Panel ini juga super lengkap, bahkan punya ST Creator yang memang sering digunakan oleh kreator profesional. Desainnya juga simpel, profesional, cocoklah buat bekerja ya. Dia juga punya sistem keamanan biometrik, kualitas kamera dan noise cancelling-nya juga oke. Wi-Fi-nya ada Wi-Fi 7, Bluetooth versi 5.4 sudah future proof. Garansi kelas premium, 3 tahun lengkap dengan ADP yang bisa diklaim berkali-kali. Ya, jadi Lenovo IdeaPad Pro 5A 2026 yang satu ini cocoknya buat siapa sih? Buat yang nyari laptop desain profesional yang cocok buat ngantor, bobotnya masih cukup ringan, tapi bisa multitasking berat tanpa nge-lag. Ya, laptop yang satu prosesornya kencang, RAM-nya juga super lega, ya. Nyari laptop thin and light yang enggak cuma bisa dipakai kerja, tapi bisa nge-game juga, bisa juga nih yang satu ini, ya. Atau butuh laptop untuk editing video, ya, eh, tapi enggak mau pakai laptop gaming karena terlalu berat, ini juga bisa dan layarnya juga kelas premium, ya, asal jangan minta yang 4K 60 atau 8K 30. Itu kelebihan kalau buat dia. Jadi, kalau yang dicari adalah sebuah laptop thin and light premium yang siap pakai dengan performa yang maksimal, Lenovo IdeaPad Pro 5 A yang satu ini layak sekali untuk dipertimbangkan.
