Digeber Gaming, Masih Dingin !! Acer Predator Helios Neo 16S AI 2026 (YouTube Video)
Ini adalah laptop gaming yang kehilangan identitasnya. [musik] Dulu kalau kita lihat laptop gaming pasti banyak ciri khasnya, [musik] tebal, terus dia penuh RGB dan kita langsung tahu, oh ini pasti laptop gaming. Tapi sekarang hampir semua laptop [musik] gaming udah berubah. Semua laptop gaming udah bisa dibawa meeting. Elegan buat dipakai kerja di CFE, punya power buat edit [musik] video dan jalanin AI. Lalu setelahnya kalau bosan baru tuh main game. Jadi apakah ini masih laptop gaming atau laptop gaming yang berevolusi jadi laptop multitasking? Ya udah enggak usah [musik] gulang-guling. Selamat menonton. Gule kambing. Aduh kok gule kambing sih? Aneh banget ya. Hai Andika guys di sini. Jadi saya baru aja kedatangan laptop gaming terbaru dari Acer yaitu Acer Predator Helios Mio 16 AI versi 2026. Desain ini jelas prosesornya bukan pakai yang terbaru, bukan prosesor Efis atau bukan prosesor baru tapi keluaran lama. Dan soal harga menurut saya harganya ini masih cocok buat kantong pelajar tapi pelajarnya itu Rafatar ya. Rafatar kan masih pelajar. Untuk prosesornya jelas Acer ngasih prosesor Intel yang paling baru yaitu Intel Core Ultra 7 356H. prosesor seri ketiga dari jajaran ultra series yang dibekali AI engine yang bisa memproses sampai 50 lebih tops. Prosesor yang ganas itu tadi dikombo sama Nvidia RTX 5060 yang TGP full power-nya bisa sampai 115 watt. RAM-nya udah 16 GB DDR5 yang masih bisa kalian tambah lagi. Jadi dia enggak LP, enggak diolder di motherboard. Soal storage si E SR juga enggak ngasih kompromis langsung dikasih 1 TB walaupun harga n flash sekarang lagi gila-gilaan. Dan speed-nya pas kita tes juga lumayan ken di 7.000-an Mbpsps. W-nya 6400-an Mbps. Dan yang saya suka dari laptop gaming ini kalau kalian lihat dari samping kan kelihatan tipis ya untuk ukuran laptop gaming. Awal-awal ketika saya mau ngetes, wah ini tipis pasti throtling nih. Ternyata enggak. Contohnya pas kita jalanin SBZ R23 selama 10 kali hasilnya di multiore saat mode adapter best performance. Core tiap rannya itu ada di kisaran 19.000 poin dengan rata-rata di 9.500-an 00-an lah. Sedangkan pas kita tes tanpa dicolok adapter perbedaannya cuma sekitar 2000-an poin alias ya enggak terlalu jauh penurunannya. Padahal kalau kita cek grafiknya core usage-nya sama-sama 100% walau memang power-nya diturunin dari yang pcknya sekitar 70 watt ke atas. Tapi ketika baterai only atau adapternya dicabut itu di kisaran 50 watt. CPU lolos aman-aman aja. Gimana soal GPU-nya? Jadi ini tugasnya 3DMAX test. Kita coba juga. Dan hasilnya surprisingly sekali lagi ini tipis ya untuk laptop gaming. Dia lolos dengan skornya itu ada di 98,8%. Untuk skor spy, firestrike, dan solar B-nya itu juga di atas rata-rata RTX 5060 biasanya. Jadi bisa dibilang sistem cooling-nya wah bagus walaupun dia masuk ke form veor yang lumayan tipis untuk laptop gaming. Nah, tapi kan enggak ada orang yang beli laptop untuk buka CineBS ataupun 3D Maa kecuali reviewer ya. Jadi kita langsung aja tes dia untuk main game dan kita juga udah main beberapa game dengan beberapa settingan. Kalian bisa lihat chart ini aja Valoran kita coba di resolusi native bawaannya 2,5K dengan graphic high. Average FPS dapatnya 208, maksimumnya 359 dan minimum di 156 fps. Jadi kalau kalian masih nyalain performanya ketika kalah main Valoran ini, wah mending uninstal aja. Dota 2 juga kalian bisa langsung lihat chart-nya aman-aman aja enggak ada masalah. Wering wave apalagi ya? enggak ada masalah. Apalagi kalau misalkan kita aktifin di LSS balance dan juga multiframe game 4at kalinya. Wah, bisa meleegit tuh FPS-nya. Sama juga di game Cyberpunk dan juga Resident Evil. Kita coba pakai dua settingan. Jadi, row performance-nya berapa kita coba. Terus di settingan keduanya kita coba DLSS balance dan multiframe generation-nya di empat kali. Ya memang kalau misalkan kalian nguber FPS ya harus aktifin di LSS dan juga multiframe generation-nya. Tapi kalau kita lihat row performance-nya aja sebenarnya juga masih playable. Dan setelah kita tes Anutu 3D Mark dan juga game itu estafet ya, jadi gak ada istirahat dan hasilnya untuk super permukaannya juga surprisingly. Sekali lagi saya salut sama engineering-nya Acer karena sistem coolingnya bagus karena untuk permukaannya tertingginya itu di 48,0 derajat celcius lah ya di atas keyboard letaknya ekha tombol WASD yang bakalan sering kita pakai main game itu cuma di 28 derajat celcius. Gila, di bawah 30 derajat celcius. Jadi anget aja enggak? Terus kalau misalkan kalian udah kayak saya yang udah punya istri, jangan pernah izin untuk beli laptop gaming. Belinya laptop editing karena laptop ini juga udah bisa untuk editing. Contohnya Adobe Prem Pro dengan template yang memang bisa kita pakai. Dia selesai render itu 4K cuma dalam waktu 57,56 detik. Full HD cuma selesai dalam waktu 34,56 detik. Blender kalau misalkan CPU rendering itu memang lumayan lama di 1 menit 53 detik. 1 menit lama ya. Kalau misalkan menurut kalian 1 menit lama pakai GPU rendernya. Dia selesai cuma dalam waktu 10,59 detik. Sekali lagi ini termasuk Nvidia RTX 5060 yang paling kencang yang pernah saya coba ya. Karena biasanya walaupun GBU render paling 15 detik lah. Ini 10 detik kencang banget. Dan kenapa saya bilang laptop ini bisa kalian gunakan untuk izin ke istri untuk jadi laptop editing? Siapa tahu istri kalian juga paham lah ya soal editing. Karena basic-nya kan ya layarnya untuk editing itu minimal harus 100% sRGB. Nah, layar dari laptop ini juga udah punya sRGB coverage-nya itu di 100% dengan adob RGB 93% dan P3-nya 98,4%. Kalau untuk gamut volume-nya, wah kalian bisa lihat di sini aja langsung gede banget intinya dan dia punya empat profile untuk color game mode ya. Yang pertama ada exer chroma buat P3, sRGB, Adob RGB, dan juga buat user atau buat settingan kalian sendiri. Dan keempat-empatnya udah saya tes, kalian bisa langsung lihat aja grafik color akurasinya seperti apa. Tapi kalau untuk brightness ya dari keempat yang kita tes itu rata-rata di 491 Nitz, hampir 500 nitz dan jujur ini termasuk salah satu laptop yang layarnya yang paling cakep yang pernah saya review sih. Kenapa? Karena bukan cuma color akurasinya aja, panelnya, wah panelnya ini cakep banget. Panelnya ini pakai panel OLED dengan refresh range yang cukup tinggi 165 Hz udah support Ging dan XDR. Dan yang paling menarik dia juga udah Kalman verified. Jadi kalian ma gunain untuk entertainment, editing, [musik] gaming, udah ini adalah layar atau panel yang benar-benar all in one. Layar udah dapat jempolan, performa juga udah oke. Gimana soal desainnya? Seperti yang saya bilang di awal tadi, desainnya sekarang enggak terlalu terlihat norak, enggak terlalu terlihat pasar malam, enggak terlalu terlihat gaming. Dan Acer menurut saya bisa bikin Acer Predator Helios Mio 16S [musik] AI ini tergolong ya bodinya itu lebih ringkas dan kompact gitu. Secara garis desain, laptop ini punya ketebalan cuma sekitar 18,9 mili. Cukup tipis untuk sebuah laptop gaming karena biasanya di atas 2 cent atau di atas 20 mili. Buat ukuran laptop 16 inch, profil segini tergolong tipis ya. Tampilannya juga lumayan steal, enggak yang terlalu gaming, Nora. Jadi kalau misalnya kalian bawa laptop ini buat nongkrong atau nugas di kafe, rapat bareng klien atau sekedar ngetik-ngetik santai, penampilannya bakalan tetap terlihat profesional. Enggak terlalu yang terlihat. Wah, anak Dota ya. Enggak terlalu terlihat gaming. Geser ke arah keyboard feel ngetiknya udah nyaman. Tombol-tombolnya punya feedback yang pas, enggak terlalu dalam, dan enggak terlalu [musik] meleset. Ya, mau kalian pakai buat ngebut, ngetik dokumen, puluhan halaman, edit video yang penuh shortcut, sampai kalian pukul-pukuli keyboard-nya pas kalian main game kalah, main game FPS masih aman aja. Typing X-nya juga tetap kerasa mahal. Lampu RGB-nya juga bisa kalian atur tingkat keceraan dan warnanya lewat software bawaan. Terus untuk touchpad-nya ukurannya terbilang pas, permukaannya licin, dan lumayan responsif kok untuk daily. Kalau soal konektivitas di sini Acer seperti biasa mereka enggak pelit port. Pilihan portnya udah dibuat fiture ready lah ya. Mulai dari portb sampai dengan koneksi wifi 7. Penempatan portnya juga dipikirkan dengan baik. Buat kalian yang sering transfer data footage ukuran gede dari SSD eksternal atau butuh colok ke monitor tambahan sampai resolusi 8K atau mau biar koneksi internetnya kencang, semuanya bisa langsung dicolok di portnya. Cukup lengkap. Urusan body udah beres. Sekarang kita coba bahas apa sih software bawaannya dari Acer Predator Helios [musik] ini. Karena kan ya hardware bagus, layar bagus, kalau tidak diimbangi dengan software yang bagus juga buat apa? Jadi pusat kendali utama di laptop ini dipegang sama software khas Acer yaitu Predator Sense. Bisa dibilang ini adalah ruang kendali atau dashboard lah ya buat kalian yang mau atur-atur performa laptop. Lewat predator Sens ini kalian bisa dengan mudah ubah-ubah profile mau performance mode atau white mode bisa. Kalau misalkan kalian lagi di perpustakaan dan ya sungkan kalau misalkan kipasnya bunyi kencang bisa pakai mode balance aja. Enggak cuma atur profil performa ya, predator sens ini juga jadi tempat kalian ngatur fan curve atau kecepatan kipas secara manual. bisa pantau suhu CPU dan GPU secara real time, atur cahaya RGB keyboard semuanya itu di situ. Selain Predator Sense bekat prosesor terbarunya Intel Core Ultra 7356H dengan NPU bawaan 50 tops-nya, laptop ini juga udah siap menjalankan sekumpulan fitur kayak copilot plus PC bawaan Windows, fitur-fitur AI kayak Live Caption, Windows Studio Effect buat misahin background ketika video call sampai Purified voice-nya semuanya berjalan mulus [musik] di latar belakang tanpa memberatkan kerja CPU utamanya. Dan langsung ajaalah kita coba [musik] gimana untuk kualitas webcam dan juga mikrofonnya. Oke, jadi kira-kira seperti ini, Guys. Kalau misalkan bentar, ini ada backl tapi saya pakai putrid mode. Gak apa-ap ya. Kira-kira seperti ini untuk kualitasnya. Bisa pakai Windows Studio Effect. Jadi, kalau misalkan pai automatic framing seperti ini, i contact, potret blur. Potret blur masih oke sih ya. Terus kalau misalnya enggak pakai background effect, nah seperti ini. Ini kenapa ada lighting? Karena saya mau misahin foreground sama background dan juga object ya. Nah, wih kayak gini nih. Masih ok lah ya. Tapi kalau misalkan kalian pengin lebih oke lagi, saran saya kalau buat live streaming game pakai webcam eksternal sih. Karena ada beberapa noise di sini di warna hitam terutama ya. Terus kalau saya lihat aplikasi-aplikasi bawaan atau bloatware-nya itu enggak terlalu banyak ya. Jadi kalau misalkan kalian ini kan udah include sama Windows 11. Jadi kalau misalkan kalian beli laptop ini udah bisa langsung kepakai tanpa harus uninstallinstal bloodware yang enggak jelas kayak MAV Caper Sky. Enggak ada. Sekarang kita bahas untuk baterainya. Sebenarnya secara kapasitas baterainya ini gede banget 92 wat hour. Hampir batas maksimal baterai laptop yang diperbolehkan yaitu 99,99 [musik] wat hour. Di atas itu kan enggak boleh ya. Dia 92 wat hour. Cuman karena memang TGP-nya GPU-nya aja 115 watt, prosesornya juga TDP-nya gede. Jadi pas kita tes di PC Max ya dia kayak standarnya laptop [musik] gaming high performance aja dengan hasilnya itu di 5 jam 25 menit. Tapi sebenarnya untuk ukuran laptop gaming segitu itu udah bagus ya biasanya 3 kalau enggak 4 jam ini 5 jam seteng [musik] udah ok lah. Jadi memang laptop ini karena dayanya yang gede banget ya dia memang harus kalau kalian butuh performa yang benar-benar optimal ya harus dekat sama colokan walaupun sebenarnya kalau misalkan kita [musik] tes tadi tanpa adapter dia cuman menurun sekitar 2000 poin di signab base. [musik] Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Acer Predator Helios 16S AI 2026. Wah, enam suku kata ya. Panjang juga namanya. Harganya ya seperti yang saya bilang tadi, ini buat pelajar tapi pelajarnya kalau kalian anaknya Raffi Ahmad yaitu Rafatar karena harganya lumayan di Rp35 juta. Dan sebenarnya kalau kalian lihat di kondisi sekarang Rp35 juta dapat spek kayak gini, kalian bisa search aja di Shopee, di Tokopedia atau di e-commerce manapun dengan spek yang mirip. Bisa dibilang Acer ini termasuk yang paling murah. Karena kemarin kita sempat ng-review laptop lain dengan spek yang sama. Harganya pira-kiri 50 juta. Bedanya cuma di RAM. RAM yang kita review kemarin itu 32 GB. Ini 16 GB. Tapi setorusnya 1 TB. Ya memang tahun ini kalian enggak bisa samain sih ya RTX 5060 2026 dengan RTX 5060 keluaran 2025 atau 2024. Beda jauh harganya itu bukan naik ya sebenarnya harganya itu lebih ke ganti harga. Dan dengan harga sekarang kalian bisa dapat layar OLED Kalman Verified dengan kecerahan nyaris 500 Nit. Color gamutnya hampir 100% di CP3 dengan 98,4% yang super presisi buat color graditing atau editing. Kalian juga dapat laptop yang portabilitasnya tipis ya dengan 18,9 mm dengan sistem pendingin liquid metal yang terbukti ampuh yang bikin area supermukaannya tadi di bagian WAD cuman 28 derajat celcius. Gila sih itu dingin banget. Baterainya sebenarnya juga jumbo 92,5 watt hour. Cuman ya PC max-nya dia cuman bertahan di 5 jam seteng. Untuk standar laptop gaming sih bukan yang awet tapi okelah. Terus untuk garansinya karena harganya lumayan ya untuk pelajar khusus Avatar eh Avatar Rafatar jadi dia ngasih juga garansi selama 3 tahun. Plus juga ada ADP kalau misalkan laptopnya itu ya ketumpahan kopi kena gempa, kena jumble de collector itu enggak dicover ya. Yang itu enggak dicover ya. Yang human error aja yang dicover. Terus kalau soal performa seperti yang kalian lihat tadi, CPU render, GPU render juga kencang semuanya. Jadi kalau kalian carinya performance, desain, terus harga yang masih masuk akal, Acer Predator Helios ini masih bisa jadi rekomendasi yang menarik. Cuman laptop ini enggak sempurna ya. Ya, ada beberapa kekurangan yang menurut saya bisa di-improve sama Acer. Kayak contohnya webcam-nya tadi dengan harga segini kalau misalkan webcam-nya dikasih lebih bening lagi, terus di mode performance kipasnya lumayan berisik. Tapi itu wajar sih [musik] sebenarnya ya. Terus RAM-nya mungkin ke depan kalau misalkan langsung dikasih 32 GB dengan R seg gini udahlah [musik] kompetitornya itu pasti udah langsung wah salam sih dari sisi price to performance. Tapi overall dengan harga segitu untuk yang sekarang Acer masih yang paling masuk akal. Saya and see you on the next video. [musik]
