Dikirimin laptop gaming Rp129.799.000 dari ROG... (YouTube Video)
Halo guys, David di sini dan kita baru aja kedatangan paket dari Asus Indonesia. Mereka ngirimin laptop yang harganya 130 juta rupiah. In this economy ya, jual laptop ratus-ratus juta. Siapa yang mau beli? Yang nggak tau, mungkin ada sultan di antara kita. Saya udah taruh linknya di bawah. Kalau itu berguna, entah ada yang ngeklik atau nggak. Kalau saya mah, nyobain aja ya. Selalu asik buat nyobain barang yang muahal banget, tanpa biaya alias gratis, karena ini dipinjemin saja. Penasaran apa yang bikin Asus berani jual laptop yang harganya 9 digit? Nama laptopnya ROG Zephyrus Duo GX651. Ini generasi terbaru dari Zephyrus Duo yang dulu pernah kita bahas juga, yang harganya juga hampir 100 jutaan itu. Sekarang dia kembali membawa banyak upgrade dari prosesor yang monster dan efisien, GPU RTX up to 5090, termasuk yang ini 5090 di dalamnya, terus sistem layar yang baru pertama kali ada di dunia laptop gaming, dan RAMnya 64GB. Kemewahan macam apa itu? Oke, sekarang kita langsung lihat saja unboxing kotak yang tidak lumrah ini buat sebuah laptop gaming, ukurannya gede banget, udah kayak banyak bonus dan pernak-perniknya seperti laptop ROG tapi yang spesial punya. Di depan ada branding ROG Zephyrus Duo, cuma nggak spesifik tulis seri apa. Jangan ketukar sama yang seri bertahun-tahun lalu, ini yang baru. Republic of Gamers Establish 2006, berarti udah 20 tahun ya ROG berkiprah dan selalu jadi brand yang keluar pertama kalau kita mikirin soal gaming-gamingan di dunia komputer. Di sebelah kanannya ada tagline mereka, For Those Who Dare, Siapa Yang Berani, terus di sebelah sebrangnya, sebelah sebrangnya, oke bisa masuk. Ada tulisan nama yang teknisnya GX651A, saya nggak tau ada huruf lain atau nggak, karena ada varian lain yang pake 5070, dan prosesornya juga agak beda, yang versi yang lebih bawahnya lah. Di bagian paling bawahnya ada spek-spek kunci dari si laptop, ada prosesor Intel Core Ultra 9386H, terus RTX 5090, itu GPU yang paling kenceng buat laptop gaming, jadi memang speknya udah maksimal, di sini ada layar 16 inci OLED, resolusinya WQXGA+, Ben, apa Ben? Bisa nunduk gitu? Karena bisa dilipet? GL, TP, itu spek layar apaan? Good Luck Take Profit atau apa ya? Oh! GL artinya layarnya glossy, atau glare mantul, terus TP artinya touch panel, touch screen, saya baru pertama kali liat istilah-istilah kayak gini. RAM-nya LPDDR5X, karena dia on board udah di solder, tidak bisa ditambah atau dikurang, 64GB, terus ada dapet storage 2TB PCIe Gen 5, ya PCIe 5, perf, performance harusnya, harusnya nggak ada arti lain sih, karena dia kenceng banget. Terus di belakangnya ada stiker lagi, dengan spek yang lebih detail lagi, ya silahkan di screenshot aja kalau mau baca satu-satu dulu, tapi sepanjang video bakal saya jelasin kok, jadi kita skip saja. Di sini ada stiker-stiker baterai, dan ini ada stiker khas Indonesia, jangan banyak memodifikasi, karena kalau nggak ngerti bisa bahaya. Sekarang kita coba lihat isinya aja, ada dapet seberapa banyak paket setebal ini, dan harga semahal itu. Ini pertama, yang langsung menarik perhatian adalah kotak hitam ini. Pertama kita dapetin ROG Fusion 2300, kayak nama harga ini adalah headset, nanti kita lihat. Jadi dapet paket lengkap ya, kita bukan cuma dapetin laptop, tapi sampai ke headsetnya juga, berarti ini harusnya isinya adalah mouse nggak mungkin sepanjang ini. Apa ini? Kita nanti buka. Di dalam sini ada tas, makan tempatnya hampir setengah loh. Tas aja, biar heboh. Lanjut di sini, nah laptopnya justru... Wuh berat banget, bentar, berat banget. Ini laptop yang harganya, bentar ini berat sih. 130 juta, sesuai dengan harganya lah bobotnya. Nanti kita lihat juga, abis itu kosong sih, nggak ada apa-apa lagi. Kita taruh di bawah biar lebih bersih, kita langsung buka tasnya aja, supaya bersihin meja juga. Gimana bonusan laptop mahal? Wuh... ini... backpack yang sering saya lihat di tokonya Asus atau tokonya ROG, dan setau saya ini dijual terpisah, jadi ada harganya sendiri. Saya jadi penasaran berapa. Bentar ini finishingnya halus sekali, terus ada tulisan-tulisan gamers, ada tagline-taglinenya. Ini adalah sebuah tas yang sangat proper, ada paddingnya, terus kita bisa gulung ke atas juga, ya bisa kita gulung, biar lebih lebar, dan panjang sekali, asik sih tas kayak gini. Ini nama tasnya ada apa? Rolltop namanya, keren sih. Terus ada quick access di bagian belakang juga, ada resleting, jadi sebuah tas yang sangat proper, tidak hanya logonya doang. Lumayan ya, ini kalau saya cek di e-commerce, nggak ada yang persis kayak gini, cuma ada yang mirip ROG Slash namanya, itu sekitar 2.5 juta. Sangat lumayan dibanding laptop kantoran yang ada tulisan Asusnya itu, laptop sejuta umat yang sudah menemani banyak perjuangan, termasuk mahasiswa. Lanjut, ini headset sih cepet aja ya, kita coba lihat kayak gimana penampilannya. Bonus aja. Ada ROG Fusion 300, bentuknya seperti ini, ada kabelnya, tidak perlu lama-lama. Kelihatannya standar aja sih, nggak tahu performancenya gimana, cuma feelnya biasa aja. Nah ini nih, saya nggak tahu isinya apaan, karena kalau charger atau apa, mungkin di dalam sini, atau chargernya dalam sini, cuma gede banget chargernya. Tadaa! Charger doang, bener loh! Charger loh! Tapi chargernya makan seperempatnya doang. Kabelnya sisanya, kabelnya sangat tebal, karena dia bisa ngecas outputnya sampai 250 atau 300 Watt. Powernya gede banget. Masa itu aja sih dapet? Eh? Oh ini adapter Type-C, iya iya iya, ini... Yup, Type-C, jadi ada dapet juga yang 100 Watt, jadi kalau misalnya nggak main game, atau nggak render, nggak ngedit yang powernya gede-gede, bisa pake ini buat bikin ROG-nya hidup terus. Ada lagi kabelnya, jadi sepasang ya, nggak satu kabel harus copot-copot, ini colok ke yang kecil, colok ke yang gede, udah lengkap. Sama ini adalah harusnya not for sale, harusnya udah jadi bonus sebagai mouse. Ya packagingnya juga biasa aja sih kalau lihat begini, oke lah, kabel dong, biar performance cuma Logitech Lightspeed setau saya udah sangat bagus. Oke, feels good, feels good. Gladius 3 namanya. Banyak juga ya hasil unboxing pernak-pernik dan bonusnya, sekarang kita ke menu utama. Jadi makanan utamanya sebenarnya sekecil ini ya, dari kotak segede tadi, disini ada logo ROG, lagi-lagi si mata yang mencengangkan. Disini ada tulisan super kecil, ROG Zephyrus for those who dare ROG 222, apaan 222 yang 206? Lagi-lagi tahun 2006 ya? Oke ada slash-slash-slash-slash, biar gambarnya bagus. Ya begitulah gamer biasanya suka yang teknis-teknis, suka yang angka, waktu itu mereka juga share koordinat kantor pusat mereka, yang namanya yang ngerti spek ya, biasanya yang suka ROG gini. Mari kita buka isinya adalah... ini aja udah berat loh, tebel. Wow, oh ada isinya, ini ada tab, pull tabnya nih. Kalau ditarik, oh ada kayak hidden easter egg, hidden gem gitu. Apa ini? Eh? Apa ini? Ini ada step by step, lipat-lipat-lipat-lipat, dan berujung sebagai stand di belakang, supaya airflownya jadi lebih baik, atau lebih ergonomis juga buat ngetik mungkin, lebih naik ke atas. Coba ya, set, set, set, top. Wih, direktur, biasanya kayak gitu. Lanjut, ini laptopnya, ya ini laptop yang berat lagi-lagi, dibungkus dengan sebuah kain halus berwarna hitam kayak barang mewah. Kita taruh lagi, ini memang barang mewah sih. Tidak ada yang menebat harganya 130 juta atau 50 gram emas. Kayaknya nggak, kayaknya nggak segitu, emas memang mahal banget sekarang. Di sini ada selipan My Asus, buku petunjuk, sama buku petunjuk juga. Kalau garansinya sendiri, ROG Zephyrus Duo ini di cover hampir semua yang maksimal dari Asus ya. Udah sebuah kewajaran kayak perfect warranty, terus garansi internasional 2 tahun, sama ada premium service juga. Jadi kalau misalnya ada apa-apa, udah dijemput barangnya, bisa di luar negeri, kalau ada kerusakan, dan bahkan karena kelalaian pengguna, bakal di cover 100%. Dapat antrian prioritas, bisa jemput unit kalau wilayahnya jauh dari service center, terus dapetin laptop spa juga. Itu layanan pembersihan rutin, bahkan bisa ganti liquid metal kalau diperluin. Dimanjain banget ya, dari owner sampai ke laptopnya. keluarin aja laptopnya. Rasanya agak aneh sih karena saya nggak pakai sarung tangan padahal udah dibungkus semewah ini. Uh, jadi ini adalah ROG Zephyrus Dual GX... lupa, entar 681 ya, 651, inget nggak? A, gua inget huruf A-nya walau. 651 A, setelah saya nyontek kotaknya tadi. Kesan pertama megang laptop Sultan ini adalah... dari tadi saya bilang kotaknya itu berat, cuma saya nggak nyangka kalau laptop yang kelihatan tipis kayak gini, kelihatan ramping buat sebuah laptop gaming, ternyata punya bobot yang harus dibiasain ya. Beratnya adalah... Error! Ah, ini ya ini timbangan kopi sih sebenarnya. Karena timbangan nggak sanggup, kita ambil data dari situs resminya aja yang bilang kalau laptopnya punya berat 2,8 sampai 2,9 kilo. Hampir 3 kilo di ukuran yang kelihatan compact kayak gini, berarti isinya padet. Kalau dari desainnya sendiri, saya nggak terlalu kena sih sama slash gitu. Saya garis miring yang sangat besar di sini atau ada sayatan di tengah-tengah covernya, cuma ini emang ada fungsinya. Misalnya kalau kita lihat dari dekat, ada garis yang sangat tipis, yang harusnya bisa nyala-nyala, bisa hidup lampu. Apakah bikin dia lebih keren atau lebih aneh lagi nanti kita lihat ya. Cuma ini emang berkarakter ya, siapapun yang melihat, tolong ingat ini adalah laptop yang menyayat dompet pemiliknya. Sebelah kiri bawah baru ada emblem ROG yang minimalis aja, ROG Republic of Gamer dan 2006. Kalau dari portnya sendiri, dia lengkap, ini abaikan dulu bagian yang putih-putih ini, nanti saya jelasin fungsinya apa, emang agak aneh kayak sandwich gitu ya, hitam, putih, hitam. Kita ke portnya dulu, ini ada port Thunderbolt 4, 40GB per second, terus ada USB Type-A 3.2, ini 10GB per second, ada SD card reader, ini sangat didambakan oleh editor atau videographer, dan ada tombol power. Kalau di belakangnya ada, ini keren sih, ada logo Zephyrus Duo, jadi lumayan menyeramkan kalau misalnya tau segila apa laptop ini, dan di bawahnya lagi ada heatsink atau exhaust yang sangat besar, jadi luas banget exhaustnya. Itu salah satu fungsi stand ini, jadi kalau kita taruh di atas, dia buangnya jadi lebih lega lagi. Ini heatsink semua atau sebagian ya, atau ada vent, intinya ini ventilasinya tempat udara keluar masuk. Di seberangnya ada port buat ngecas, ada HDMI 2.1, ada Type-A lagi 10GB, dan ada Thunderbolt 4 lagi, plus audio combo jack. Di belakangnya ada titik-titik lubang kecil buat memperlancar aliran udara, dan ada satu trapezium besar di sini dengan logo ROG, yang gunanya adalah sebagai stand. Ini puterannya mantep, pas udah sampai di bawah dia langsung... tek, tetep diangkat, tek, tek, tek, tapi kalau udah gini langsung kenceng, biar lebih kokoh berdiri. Di baliknya ini ada spek-spek-spek, spek-spek-spek, serial number, spek-spek-spek, oke. Mending kita lihat logo yang colorful ini aja, ada biru dan hijau yang hidup dengan harmonis, ada Intel Core Ultra 9, 386H, itu salah satu prosesor paling kenceng buat sekarang, tapi bukan yang paling kenceng karena ada tujuan yang berbeda ya. Ada yang sudah termasuk GPU integrated, itu yang sebelah, dan yang ini dia GPU integrated-nya cuma 4 core alias nggak terlalu kenceng, karena udah ada si hijau ini, NVIDIA GeForce RTX 5090, 150 Watt, yang VRAM-nya 24GB. Jadi udah RAM-nya 64GB, VRAM-nya 24GB. Sekarang mulai mengertilah kenapa harganya bisa kayak gitu. Oh iya, di tengah sini ada slot buat quick access, kalau misalnya kita pengen upgrade SSD, jadi ada slot ekstranya, SSD yang kedua, sementara yang pertama sudah diisi SSD bawaan yang 2TB, yang speednya itu sangat kenceng ya, 13.000MB per detik, 13GB. Selain 2 slot buat SSD, ada lubang buat akses ke konektor baterai, sama konektor motherboard. Jadi kalau misalnya pengen dicopot atau diapain bisa, tapi saya tidak menyarankan ya. Kita tutup. Wih, ini juga sistemnya sangat dipikirin ya, cuma buat nyelipin ini doang ada magnetnya loh. Padahal ini kalau nggak ada magnetnya receh kayak gini, orang juga nggak bakal kepikiran, tapi ada ekstra-ekstra kayak gini nih, yang bikin laptopnya kerasa lebih mahal lagi, lebih dipikirin lagi. Jadi mulai berasa ya, kenapa ROG berani masang harga semb... berapa banyak lah, sembilan dikit buat si Zephyrus Duo ini. Dari prosesornya, dari GPU-nya, RAM 64GB, SSD 2TB yang kenceng banget, build quality juga dari tadi, megang nih laptop rasanya padet gitu, berisi gitu, sampai engselnya pun saya berani buat angkat seperti ini. Kalau misalnya nyamping berani nggak ya? Jangan deh, nggak yakin. Alasan lain kenapa laptop ini harganya bisa seberani itu, karena namanya adalah Duo. Kalau misalnya anda udah sering ikutin channel ini, apapun laptop Asus yang ada nama Duonya, berarti dia punya 2 layar. Dari evolusi layar yang kecil banget, layar yang setengah, sampai Zenbook saya juga yang daily driver saya namanya Duo juga, ini Zenbook Duo itu Zephyrus Duo. Enteng banget sekarang pegangnya setelah kebiasaan sama dia. Ini adalah laptop yang punya engsel di belakang, sama seperti Zephyrus Duo, dan dia juga punya Duo layar. Itulah arti nama Duo di laptop Asus. Makanya jangan heran kalau Zephyrus Duo ini juga punya Duo layar. Wuhh, ini pertama kalinya ada di dunia ya sebuah laptop gaming, punya 2 layar ukuran 16 inci, dan kedua layarnya ini identik ya, spek atas sama spek bawah itu sama persis. Dua layar 16 inci panelnya OLED, yang brightnessnya up to 1100 nits HDR, kayaknya mending tunjukin aja ya. Ngapain ngomong hitam kayak gini? Mending kita nyalakan saja. Mana ini? Hop, hop, hoi. Wohoho, wiss oke. Hitam putih ya, tidak perlu merah-merah menyala lagi. Sudah seram. Ya... Ya, Windows. Nah, kalau kayak gini lebih enak buat ngomongin spek layarnya, karena langsung kelihatan hasilnya seperti apa. Ini wallpapernya udah colourful, coba kita mulai dari brightnessnya dulu yang HDRnya up to 1100 nits. Kita coba maksimalin pakai shortcut sih. Buka dulu deh. Jadi banyak ya partnya ya yang lagi saya buka ini, yang dibungkus pakai kertas minyak atau kertas roti ya ini. Namanya. Yang isinya adalah keyboard ala ROG juga. Ini walaupun saya udah lihat 2 versi Zenbook, tapi versi ROG juga sangat khas ya. Dengan touchpad yang sangat besar, trackpad ini, dan ada shortcut ke Armoury Crate, ini sangat unik. Terus ada RGB-nya, kita bisa akses aura juga biar bisa warna-warni, ada efek-efek lampu, ini lagi breathing, di Zenbook tidak ada, hanya ada di Zephyrus, sampai keyboard lepasannya ginipun ada efek-efek lampu ya. Warna juga bisa kita ganti, cuma kita pakai yang warna putih aja. Kalau ini strobing, terus ada colour cycle. Ini 1 zone ya, jadi 1 warna untuk 1 keyboard, semuanya ngefek. Kalau 3 zone, ternyata kanan, tengah, kiri. Kalau lanjut aura apalagi ya, ada static. Ya, ini sih, cukup untuk menunjukkan kalau dia RGB-nya juga ada di keyboard lepasan. Karena dia adalah ROG, kalau diredupin, diterangin, nah sekarang kita terangin layar dari Zephyrusnya. Oke, 1, 2, seterang ini sih. Ini udah sangat terang sih sebenarnya, karena lampu dari studio udah enak, lumayan nembak juga, dan dia bisa ngasih gambar yang cemerlang sih, karena glossy juga. Lampu keyboardnya juga terang ya karena masih kelihatan jelas, bukan pas gelap, lampu kamar mati, semua baru fokus gaming lock-in gitu, nggak, tapi dari suasana yang sejelas ini pun, lampunya tetap bersinar. Ini bahan dari palm restnya juga mewah, berasa kayak apa tuh, seraluminium yang di Zenbook itu, ada kasar-kasar ala batu alamnya, cuma masih berasa mulus, terus entah kenapa disini tetap ada tulisan atau logo Co-Pilot ya, harus banget ada disini. Ya ini keren sih, ROG sekali sih, karena kalau kita bandingin sama Zenbook, dia ya seperti ini saja. Memang tidak ada yang salah, cuma dibandingin sama ROG kelihatan basic ya, si Zenbook ini, si ROG kelihatan lebih sangar, sama disini ada port type-C buat ngecas keyboardnya, sama ada tombol on off. Buat ngecas keyboardnya nggak harus dicolok, jadi kalau kita tempelin pogo pin ke bawah sini, dia juga otomatis ngecas. Kalau dia sering nempel, harusnya baterai bukan masalah ya. Lanjut ke layar, masih kita turunin dulu brightnessnya sampai... Ini udah pas nggak? Oke, sip ya. Ini... apa ya, banyak banget spek dari layarnya. Kacanya anti glare, jadi kalau misalnya kita goyang-goyangin gini, pantulannya sangat minim ya, padahal warna di atas ini lumayan gelap, cuma saya balik-balikin kayak gini, pantulannya nggak terlalu berasa. Mau dimuin nih, kelihatan nggak nih kameranya nih? Nggak terlalu lah ya. Kalau kita sleep, apakah masih jelas banget? Nggak ya, nggak terlalu ya. Ya gelap banget loh ini. Jadi pantulannya sangat minim, anti reflektif, itu ciri-ciri layar yang mahal di HP juga masih langka banget, padahal layar HP itu kecil, jauh banget dari ini yang 16 inci, dobel, 16 banding 10, 3K, dua-duanya, terus dia touch screen, kalau kita gini, keluar keyboard, kalau pengen akses cepet, lagi nggak pengen bau ini, boleh sebenarnya. Kalau pengen lebih enteng, jadi kita bisa touch gini aja, mau keluarin trackpad juga bisa, mau kita shortcut banyak sih, tapi ini lagi nggak ada window yang aktif, misalnya kita... ya ini cuma demo touch screen aja, kalau shortcut-shortcutnya ada banyak. Mau sering disentuh juga aman, harusnya nggak mudah lecet karena dia Corning Gorilla Glass DXC, itu buat laptop, 120Hz, respon time 0,2ms, gaming, apalagi ya? Pantone Validated, VESA HDR Certified, G-Sync, sebanyak itu, dan sekali lagi, kali dua ya, spek layar yang bagus tadi. Mungkin ada satu hal yang buat saya agak lemah mungkin dari ROG Zephyrus Duo, ada di sini nih, karena saya kemarin baru review Zenbook Duo yang baru, dan dia punya sistem layar yang baru juga, si Zephyrus bezel tengahnya sama layar bawah ini masih agak tebel ya, ada jarak gitu antara layar pertama sama layar kedua, sementara Zenbook hampir tidak ada jarak, mungkin setengah sampai 0,7 mili aja, dan tipis banget dibandingin sama ini. Justru si Zephyrus yang baru ini mirip kayak Zenbook yang lama, jadi ini Zenbook andalan saya yang dulu udah ganti ke sana, kalau ini dia lumayan mirip ya, lumayan tebel. Mungkin itu kalau mau dicari kurangnya yang tidak terlalu update, tapi saya lumayan bisa ngerti, karena Anxel Zephyrus ini emang dibikin berbeda dengan si Asus Zenbook yang baru tadi. Pertama, ini desainnya lumayan keren sih, kayak ada sumpit yang panjang banget yang menghubungkan dua layar ini, padahal bobotnya lumayan berat, terus alesan yang bikin saya ya okelah layarnya begini, si Zenbook walaupun tipis dia mentok di 180 derajat aja, nggak bisa ditekuk lebih jauh lagi. Anxelnya emang batasnya di situ. Kalau si Zephyrus... dia... Nyeo... Ya dia bisa sampai 320 derajat. Kita bisa menikmati mode tenda 130 juta, atau mode atap, mode genteng, terserah. Ini mode segitiga, satu lagi lihat apa, di sana lagi lihat apa. Audionya silahkan dipisah pakai software tambahan, silahkan saja. Ini kenapa layarnya... Ini kan lurus ke bawah tuh, tapi ini... Oh... Simple solusinya. Gampangnya ada 2 solusi, tergantung maunya apa ya. Ini saya pakai wallpaper yang gampang dilihat mana atas mana bawah. Display setting. Ini yang paling simple kita tinggal ngeflip aja. Landscape flip. Dia bakal ganti sini. Let's go Windows! Go! Ini mending kayak gini deh. Keep change. Up. Kalau kita balik gini dia bakal hadapnya bener, dan di sini juga benar. Jadi atas, atas bawahnya sama-sama sesuai. Mau anda lihat dari sana, dari sini. Jadi layarnya saling nyambung ya walaupun orientasinya beda. Itu solusi pertama. Anak ROG yang teknis pasti juga suka main-mainin kayak ginian. Atau kalau mau satu sistem yang udah ngumpul jadi satu dari Asusnya ada juga. Ada satu icon ini yang biasanya nongkrong di pojokan, ini namanya screen expert. Jadi dia ada banyak settingnya, yang bikin kita bisa main-mainin layarnya. Misalnya ada sharing mode, di sini ada duplicate, ada extend. Kalau kita duplicate, yang di sini bakal nongkrong di sini juga. Jadi ada 2. Ini fungsinya ya seperti itu, kita sedang membuka pane, tapi saya lagi gambar buletan. Widih! Terus saya gambar buletan lagi. Terus gambar, ya arahnya bisa ke mana-mana. Kalau misalnya jadi games juga bisa di sini mau gambar apa gitu kan, bisa di sini ke update juga. Sesimpel itu konsepnya. Tapi bakal berguna banget kalau... Waktu itu ya kemarin kami ada demo soal dokter gigi, itu lucu banget sih. Itu sangat kepake di Zenbook 2 atau 2 layar. Dokternya lagi coret-coret pake stylus, pasiennya bisa lihat dengan jelas juga. Keren. Kalau mau sharing mode, sambil lihat ekspresi orang yang diseberang kita lebih jelas juga bisa. Tinggal rebahin aja, terus tunjukin dah mau ngomongin apa, mau ngomongin grafik merah lah, dan di sini juga bisa kasih feedback yang sama. Dia mau tulis apa muncul di sini, kita tulis apa dia juga muncul di sana. Banyak sih yang bisa dilakuin kalau fleksibel gini. Nah jadi kamu nanti ke mid, semuanya ke mid, all mid aja. Atau kalau misalnya dipus dari sini, ya bodoh amat. One push 10 menit selesai. Nggak mungkin langsung abis semuanya. Champion ya. Lama nggak main DOTA udah lama banget. Karena kalah untungnya jadi bisa fokus YouTube. Kalau pro DOTA mungkin YouTube terbengkalai kali ya. Terus ada book mode, jadi simpelnya dia bikin semuanya jadi mode portrait, dan kita pegangnya seperti ini. Simpel sih. Dua mode portrait, kalau mau diberdirin juga bisa karena ada stand yang strong ini. Jadi kalau dipajang belakang bisa. Kalau mau diginiin juga aman. Wow, wow, wow, wow, wow, wow. Oke ini udah goyang sekali sih. Oke. Nah ini saya udah benerin bagian engselnya, biar lebih mantep. Cuma karena meja ini licin, jadi dia ada kegeser-gesernya. Gini-gini dia nggak bergeming. Hoh! Cuma dari banyaknya mode tadi, saya tentu paling sering pake yang standar seperti ini ya. Mode dual screen, vertikal, luas, landscape, landscape, 1 window di atas atau 4 window, kanan-kiri, kanan-kiri, bisa semua fleksibel sekali. Saya sangat suka layar yang banyak. cuma butuh 1 layar, mau hemat baterai mungkin nggak bawa casan sama sekali, nggak bawa charger, kita bisa aktifin 1 layar saja dan udah. Ini kayak laptop biasa udah. Dari tadi kita udah pake laptopnya, mungkin udah sejam lebih karena ada istirahatnya bentar. Ngomong-ngomong soal baterai, si Zephyrus Duo ini punya baterai 90Wh. Bukan yang paling gede di dunia laptop, yang paling gede 99Wh. Dan dia 2 layar, tetapi setelah 1 jam diidupin dengan brightness yang lumayan, 2 layar, dia sisa baterai yang berapa ya? Penasaran juga. Soalnya tadi ada istirahatnya dan kayaknya udah hidup sejam deh. Dia baterainya masih 81%. Sangat lumayan buat yang layarnya kayak gini. Prosesor sekarang ya udah efisien banget. Nah ngomong-ngomong soal efisiensi prosesor, itu juga jadi salah satu yang... Dari prosesor jaman sekarang, dari Intel lagi di PC Windows. Udah bisa sehemat ini. Udah bisa kita buka idle dan dia bakal tahan lama baterainya, karena prosesor Intel yang sekarang yang panterlik buat tipe 386H ini, dia punya 3 jenis cores. Yang pertama dia ada 4 performance core yang ngebut banget buat render atau video editing, terus ada 8 efficiency core yang bakal jalan kalau kita buka yang enteng-enteng, kayak chatting, Chrome, atau aplikasi Spotify gitu. Sama ada 4 low power core kalau lagi idle kayak gini. Jadi kalau baterainya bisa hemat banget itu salah satu faktornya, karena prosesornya emang udah bagus, udah arsitekturnya udah keren banget sekarang. Kalau pengen lihat hasil benchmark, Cinebench, dan lain-lain, ini saya tunjukin sekarang. Tapi saya nggak bisa kasih konteks yang lebih dalam, misalnya bandingin sama prosesor Intel atau AMD yang lain, karena akhir-akhir ini kami lagi agak jarang ngebahas laptop gaming. Sementara arsitektur prosesor sekarang udah jauh beda dari yang 2-3 tahun lalu. Jadi mending kita langsung lihat hasilnya aja ya. Misalnya... Kita buka Adobe Premiere. Ini video rekomendasi HP, kalau kita scrubbing seperti ini, kita jalanin aja timelinenya dengan cepet. Rasanya mulus sih. Tapi... Di balik itu ada kipas yang lumayan berteriak ya di belakangnya. Cuma abis itu langsung turun lagi. Playback resolusinya tentu full dong. Jadi dia muterin semua video rekaman dalam resolusi maksimal di 4K semua. Kalau kita gini-gini dia bakal teriak. Kalau gini-gini nih, kita mainin laptopnya. Nah kalau kita diem bentar... Wuh... Cepet turun lagi langsung. Kayak jet ya. Sekarang kita coba render video 5 menitan di resolusi 4K. Kita gas aja dan kita stopwatch. Di sini sih dia bilang 1 menit saja ya video 5,5 menit 4K. 5, 4, 3, 2, 1... Sampai dia hilang! Nggak, ya lama nih emang ya 1 detik terakhir. Tada! Oke 1 menit 5 detik. Jadi 1 menit kira-kira 15 detik aja. Kalau dirapah-rapahkan buat ngerender video seberat ini. Terus dia langsung diem lagi lho. Jadi kayak di gini abis selesai udah. Apa tadi? Selesai. Tidak ada masalah lagi. Waktunya kita mulai! Oke ini estimasinya 2 menit, 3... Tambah turunnya cepet banget! 2 menit 10 detikan. Masih tenang ya? Belum... Belum tinggi ini. Nah mulai dong. Gas, gas, gas, gas! Waktu digas baru agak teriak. Ya anginnya langsung niup ke atas. Jadi exhaust yang tadi kita lihat kenceng sih. Buat sistem coolingnya sendiri Zephyrus 2 ini pake liquid metal, terus pake vapor chamber, terus pake graphite sheet. Jadi hampir semua sistem cooling bagus yang saya tau dimasukin semua ke sini. Itu memang penting banget. Pertama karena harganya mahal. Kedua kalau misalnya mesin yang ada di bawah sini panas, dan terus-terusan panas, itu nggak pernah bagus buat layar OLED. Terutama OLED ya. Karena OLED itu kalau kena panas terus-terusan resiko burn in makin tinggi. Jadi kalau IPS mungkin nggak sesensitif itu. Tapi kalau OLED itu perlu dikasih perhatian lebih sih. Dan sejauh ini rendernya udah mau selesai 2 menit. Masih lumayan aman. Suhunya nggak langsung spike tinggi banget. Mantap! 2 menit 10 detik buat video 10 menitan. Jadi lumayan konsisten tadi. Jadi berarti 1... hitungannya gimana ya? Ya 1 per 5 menit berarti 12 detik. Sekitar 12-15 mungkin bakal lebih panjang lagi, lebih lama lagi kalau efeknya super banyak ya. Cuma ini ngebut banget. Sama satu lagi ada info yang sangat menarik. Jadi kami juga ada ngetes render 2 video tadi di versus sama PC editing kami yang segede... apa ya? Segede kotak laptopnya tadi. Yang isinya CPU desktop, GPU desktop. Dan ternyata hasil renderannya lebih cepat si laptop loh. Aneh banget loh. Setelah saya cari info kayak cari masuk akalnya dimana, mungkin karena ini prosesor generasi baru, jadi dia ada sistem engine yang baru yang bikin proses ngerender jadi lebih spesifik lagi, lebih spesialis lagi, dan hasilnya lebih kenceng. Cuma emang kalau kita bandingin raw powernya di aplikasi benchmark, komputer desktop menangnya jauh. Masih tetap bagusan komponen desktop lah. GPUnya juga 1 balok gede kan. Oh iya lanjutin soal panas, kami juga ada ngetes performa stress test dari laptop ini dan hasilnya cemerlang sih 98,2% terus suhunya paling tingginya GPU di 72 derajat, CPU di 70 derajat, GPU loadnya udah 99% dan utilitynya 30%. Jadi laptop ini pinter buat ngejaga suhu dari CPU GPUnya nggak sampai 90 yang sebenarnya termasuk aman, tapi kalau buat sistem ini mungkin udah nggak bagus buat layarnya. Jadi ini bagus sih, hitungannya bisa dijaga biar laptopnya setahan lama mungkin. Kenceng sih suaranya, tapi kok nggak mantep ya, nggak bulet gitu. Lebih bagus dari kebanyakan laptop, cuma ekspektasi saya agak tinggi karena ZenBook 2 kemarin bagus banget, tapi ini kok... Lumayan bassnya ada, detailnya ada cuman kayak ada yang mendemin sedikit gitu, nggak bener-bener jernih keluar semua. Mungkin ekspektasi saya agak tinggi karena ZenBook aja kayaknya lebih bening dari ini, sementara ini laptop gaming yang lebih gede. Enak sih, cuma emang kayak ada satu layer yang bikin dia agak bergema mendem dikit gitu. Karena harganya segini ekspektasi tinggi banget juga. Ya, it's okay. It's okay. It's okay aja, tidak mencengangkan. Saya pengen cobain webcamnya, cuma kok agak ngeri ya, karena saya tidak punya ekspektasi apa-apa sama webcam laptop Windows. Ya, jadi ini kualitas webcamnya dan kualitas suaranya apakah bagus? Tidak akan bisa melewati ekspektasi laptop 130 juta sih, karena... tapi bisa agak turun karena emang biasanya webcam Windows nggak sebagus. Sekarang kita main game. Masa ROG tidak main game kan? Di sini saya buka Xbox Live karena ada Game Pass, kalau beli ini dapat recehan buat Sultan Game Pass gratis 3 bulan, mungkin tidak berasa tapi sangat lumayan, karena ini berapa? 130 juta dapat bonus 3 bulan, sebulannya 80 ribu. Jadi ya kira-kira segitunya ya. Kita coba main Forza Horizon dulu yang ada di Xbox ini. Mantap sih Xbox kalau main game terus. Cuma kalau pengen punya ya Steam atau beli di sini juga. Buat preset kita tentu masuk ke Extreme semuanya. Ada yang lebih tinggi lagi ya? High plus RT Ray Tracing, Extreme Ray Tracing. Mari kita coba. Paling tinggi ini ya. Pokoknya yang paling kanan kita pakai resolusi juga maksimal, ini dapat 8988 90 fps. Ini coba kita ngebut-ngebutan aja lawan ARA ya. Ini di Tokyo ngerusuh ini. Ini bukan GTA 6 ini adalah Forza Horizon 6. 6 juga sih. Ini ada banyak mobil-mobil, lampu-lampu, ini buat demo performance aja sih. Coba kita balapan ya. Ini lagi free room di kota-kota. Wups! Nggak bisa ngambil mobil yang lain sayangnya. Katanya game ini lagi populer. Di Youtube banyak yang bikin rig-nya. Apakah ada yang bikin rig pakai mesin ROG gini nggak? Atau pakai tower semua ya? Kalau di jalan mulus malah bisa 112, 118. Jadi udah kayak frame rate maksimal dari si laptopnya. Padahal udah hidup ray tracing dan mentok kanan aja settingannya. Nggak perlu mikir lagi. Dan ini RTX 5090-nya bukan yang paling kenceng ya. Ini TDP-nya, TGP-nya masih 150 Watt. Kalau mau yang paling kenceng itu ada yang 175 Watt. Mungkin Asus ROG nggak ngasih yang semaksimal itu karena mungkin bakal jadi panas. Jauh lebih panas dan nggak worth it kali. Kenaikan performa sama panas yang dihasilin. Mungkin harus laptop yang lebih tebel lah. Atau yang nggak ada layar di bawahnya. Sangat biasa aja. Wah! Wah! Fokus berkendara. Nggak pakai bansal juga. Wah! Aman. Ini volumenya kita full. Kalau pakai headset jelas lebih nikmat ya. Wih! Warteg! Ini lawan orang lain nggak ya? Kok namanya lucu ya? Rebecca May. Wow! Ini kayak main Dirt rasanya. Ya kalau ngelihat frame ratenya aman lah. Buat main Forza di resolusi super tinggi seperti ini. Bisa dilihat juga ada grafik biru-birunya. Dan dia lumayan stabil nggak naik turun spiking yang ekstrim. Jadi sip. Oh ada keterangannya nih GPU 100%. VRAMnya baru kepake 47%. Baru setengahnya karena VRAMnya emang 24GB kan. Tapi kemampuan prosesor GPU yang 150W tadi udah mentok. Dan hasilnya kayak gini. 3K, ray tracing, dan lain-lain. CPU setengahnya. Mantap. Sip! Mantap. Difikultinya sih average ya. Jadi nggak bukan yang sulit banget. Celica 94. Kami juga ada ngetes beberapa game lain. Seperti game AAA, Hogwarts. Valorant juga buat game e-sport. Dan anda bisa melihat sendiri frame ratenya setinggi apa. Ini settingannya tentu kami udah pasang ke yang mentok kanan semua. Oh iya sebelum kita tutup videonya. Ada 1 janji yang belum terpenuhi yang saya sebut di awal tadi. Soal garis ini. Garis yang saya bilang ya biasa aja sih. Ternyata dia ada namanya di Armory Crate namanya Slash Lighting. Jadi ada banyak preset ya. Seperti main-main lampu-lampuan di keyboard. Atau dimanapun yang ada aura-auranya disini juga ada garis-garisnya. Kita bisa custom sih mau gerakannya kayak gimana. Apakah ini keren? Jadi kesimpulannya apa yang didapatkan dari sebuah laptop 130 juta. Pertama anda dapet double. Dapet duo layar yang kualitasnya udah mentok-mentok. Terus dari prosesor tadi kita udah lihat bahkan kalau di skenario rendering dan ngebuat ngedit itu udah efisien. Arsitektur yang sekarang ada engine yang lebih kenceng dari prosesor yang udah beberapa generasi kemarin. Padahal raw power yang generasi kemarin itu lebih kenceng karena dia desktop. Soal GPU juga udah dilihat seperti apa. Performa gamingnya VRAMnya sampe 24GB. RAMnya 64GB. SSD kenceng kapasitas gede. Mau ngomong apa lagi ini ngeliat semua bagiannya semuanya kayak keunggulannya gitu. Kecuali mungkin kalau dicari yang lemahnya nggak semaksimal itu speaker tadi ya. Sama webcamnya seperti biasa. Kalau dari keyboard lepasannya sampe ada RGB dari Ancel dari build quality dan tentu aja tidak ada laptop gaming yang bisa nyaingin ROG Zephyrus Duo ini. Nggak ada laptop gaming yang nawarin sistem dua layar gini. Jadi harga laptop ini juga udah termasuk R&Dnya, statusnya, premiumnya. Sampai ke prestis kalau nggak ada laptop lain yang kayak gini di dunia. Silahkan tanya sendiri apakah mau? Mau sih cuma apakah butuh? Apakah bijak buat beli barang kayak ginian? Ya itu saya nggak bisa jawab. Silahkan jawab sendiri. Jangan konsul ke saya. Konsul ke dompet atau ke keluarga aja. Dan kalau ternyata plot twist jawabannya adalah... Oke bang, siap, gas aja. Selama masa launching dari tanggal 17 Juni, waktu laptop atau video ini tayang juga, Asus Indonesia ngasih promo khusus buat pasar Indonesia juga. Setiap pembelian ROG Zephyrus Duo di Asus online store, bakal dapetin ROG slash hardcase yang luggage edition 20. Buat ngerayain 20 tahun ROG berarti ya. Kopernya nggak dijual di Indonesia, jadi mau cari di toko mana nggak ada, itu khusus buat yang beli laptop ini saja. Jadi mungkin eksklusif sekali ya. Jadi gitu unboxing dan nyobain ROG Zephyrus Duo GX651A. Terima kasih buat Asus Indonesia udah minjemin barang kayak ginian. Saya enjoy dan semoga yang nonton juga enjoy bisa tau... Kalau ada laptop yang laptopnya kayak gini. Like kalau suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka. Kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Closed Caption by @Subbox.id Apalagi nanti Zenbook, Expertbook nanti ya. Nggak ada juga, TUF atau Vivo Book Double. Kayak kemahalan nih dua layarnya.
