Jungkat

Disaat Harga Laptop MAHAL, Kingfinix Kasih Harga MASUK AKAL !! Infinix Xbook 15 2026 (YouTube Video)

  • 23/06/2026

Milih laptop itu bukan perkara mudah. Mau ambil yang wah, tapi budgetnya bikin resah. Mau ambil yang paling murah takut gak bisa [musik] dibuat apa-apa. Tapi tenang aja, di video kali ini ada laptop yang harganya paling murah jika dibandingkan kompetitor di kelasnya. Ya udah enggak usah merasa bersalah. Selamat menonton rakyat desa. Hai Andika, Guys. Di sini kenalin ini adalah Infinix 15 2026. keluaran 2026 tapi prosesornya pakai prosesor [musik] 2022 dengan AMD Ryzen 75852. Ya, umurnya lumayan lama sih, tapi di kondisi seperti ini di mana harga laptop Core i3 Gen 13 aja nyentuk Rp10 juta, pilihan ini jadi lebih masuk akal. Apalagi kalau kita cari kompetitor di kelasnya dengan prosesor yang sama, Infinix ini masih ngasih harga yang lebih murah, paling murah bahkan dengan R8,1 juta. Kemarin itu sempat ada yang menarik ya dari Polytron Luxia 5 itu di 7,2 juta, tapi sekarang kalau kalian cek harganya jadi Rp9 juta. Naiknya secepat itu ya. Emang dengan kondisi geopolitik kayak gini, Selat Hormus, dolar dan berbagai macam faktor ya, brand itu sebenarnya pusing juga ya. Mereka harus cari biar apalagi brand-brand yang terkenal terjangkau kayak King Infinix kayak gini. Mereka harus muter otak gimana untuk tetap dapat laptop murah biar branding mereka itu tetap dapat. Tapi di Infini Xbox 15 2026 ini apa yang dipangkas kira-kira ya? Kenapa dia bisa jadi yang paling [musik] murah dan apa aja benefitnya? Yuk, kita bahas. Kalau ngomongin laptop buat harian, yang pertama kita omongin pasti soal desainnya ya. Dan desainnya Infinix ini menurut saya terlalu gede sih ya. Dia 15 inch tapi gedenya ini kayak terlihat aneh karena keyboard-nya ini enggak yang full size dengan padet. Jadi kayak terlalu banyak area kosong yang jatuhnya kayak mubazir gitu. Kayak laptopnya ini 15 inch dikasih form vektor keyboard 14 inch agak jomplang. Tapi kalau secara look sih laptopnya saya suka. Dia elegan, simpel, minimalis, gak banyak embel-embel yang Nora. Jadi kalau dibawa ke kantor, kampus atau cafe sekalipun desainnya ini [musik] kayak enggak salah tempat. Bahkan sekilas mirip banget kayak MacBook. Dulu Infinix pertama kali datang ke Indo, bahan materialnya itu pakai aluminium, Guys. Tapi sekarang sayangnya ini pakai plastik ya. Sama kayak Polron kemarin. Biasanya Polytron itu pakai aluminium, tapi setelah dengan gonjang-ganjeng harga, mereka pakai plastik. Infini pun juga pakai plastik, tapi it's ok lah ya. Karena untuk bobotnya walaupun dia 15 inch tapi bobotnya itu cuma 1,7 kg. [musik] Enggak ada 2 kg. Tapi ya karena dia 15,6 inch, kalau kalian taruh tas dia agak menuh-menuhin tempat sih. Tapi ya keuntungannya kalian bisa dapat layar yang lebih gede, lebih nyaman nontonnya. Ngomongin soal layar, dia pakai panel IPS kok. Untungnya ya bukan pakai IPS level dan resolusinya pun juga resolusi full HD plus, bukan yang XD aja. Cuman sayangnya kalau kita ngomongin color akurasi pas kita tes sih ya dia standarnya laptop yang dulu harga R jutaan di Infinix ya atau 6 jutaan di Infinix gitu. Jadi sb-nya cuman di 77% dan brightness-nya di 270 unit. Brightness sih enggak masalah, tapi kalau misalkan sRGB-nya nyentuh Rp8 juta harusnya sih 100% ya. Tapi di kondisi kayak gini pun saya juga enggak bisa nge-judge. Mungkin memang kompromi biar harganya lebih terjangkau. Terus Infinix juga ngebawa bezel yang lumayan tipis di bagian kanan kirinya. Walaupun bagian bawah masih tebal [musik] ya buat nampilin logo dan di bagian atas ada webcam yang kita langsung coba aja deh. Untuk webcam sebenarnya kualitasnya biasa aja tapi yang saya suka sama Infic dikasih ring light dong. Gila ini kalian tinggal tekan Fn spasi dar. Nah walaupun udah dibantu ring light kayak masih ada noise-nya ya. Coba kalau misalkan hmm misalkan resolusinya dibagusin dikit gitu, ringl ini bakal lebih menarik sih ya. Coba kalau misalkan saya tambahin pakai brightness lagi. Brightness-nya saya mentokin. Nah, ini kira-kira seperti ini. Brightness mentok dengan tambahan ring light langsung pucet ya skin tone saya ya. Turun ke area bawah ke bagian touchpad dan juga keyboard. Touchpad-nya sih saya suka lebar gede banget untuk ukuran 15 inch. Enak. Permukaannya juga nyaman. F ttail-nya juga nyaman. Keyboard-nya juga udah nyaman. Jadi, TT-nya itu pas, dia ketika dipencet itu enggak ngelawan. Dan keyboard-nya udah ada backlit-nya dengan tiga tingkat adjustment brightness. Saran saya buat Infinix kalau bikin laptop 15,6 inch kasih net ya karena ya itu tadi terlalu banyak area yang kebuang jatuhnya. Untuk tombol power udah memisah dengan keyboard. Ini yang saya suka enggak kayak brand sebelah yang selalu tombol power-nya itu menyatu dengan keyboard. Kalau ini kan enak ya. Oke, sekarang kita coba bahas gimana performanya prosesor keluaran 2022 dengan AMD Ryzen 7 5825U 8 core 16 th. Nah, prosesor ini ditemani sama RAM 8 GB dan juga storage 512 GB yang untuk storage pas kita tes read-nya lumayan lah ya di 3600 Mbps W-nya di 2700 Mbps. Nah, untuk performanya pas dibandch R23 kita coba untuk skenario dicolok ya. Single core-nya itu di 108, multiore-nya di 4600-an poin. Nah, yang unik beda dengan laptop gaming ya. Ini kalau misalkan tanpa dicolok enggak pakai adapter dengan skenario based performance juga. Single core dia malah naik 1286. Multi core-nya juga naik dengan rata-ratanya itu di 5.600 poin. Dan kalau kita lihat prosesor ini bisa generate TDP bisa ditarik sampai 14 watt ya di tes ceb tadi. Untuk suhunya sih relatif aman dengan 78 derajat celcius spike-nya. Lanjut di pengetesan 3D Max. Untuk stress tes jelas lolos karena dia cuma generate berapa tadi? 14 watt. Jadi skornya 97,2%. Terus untuk time spy fest track kalian bisa lihat langsung di sini. Nah, sekarang kalau prosesor 2022 ini digunain untuk editing gimana? Bisa, tapi harus ekstra sabar ya. Karena untuk render 4K di template yang memang biasanya kita pakai di Premiere Pro, dia selesai dalam waktu 15 menit 52 detik untuk full HD 11 menit 21 detik. Ya, kalau terbiasa ng-review prosesor seri H yang biasanya 4 menit kelar 15 menit ini kayak uh kok lama ya. Tapi kalau untuk kebutuhan sesuai kodratnya, sesuai dengan prosesornya Office aja contohnya ya kayak 150 slide PowerPoint kita export ke PDF itu selesai cuma dalam waktu 13 detik. Kalau Excel data yang large banget 51 detik. Sekarang kita coba untuk main game. Karena layar segede ini kalau enggak bisa digunain main game kayak sayang banget enggak sih? Tapi game-nya jangan yang terlalu [musik] berat ya. Ini kita coba game Valoran dengan grafiknya low resolusi full HD. Average FPS dia bisa dapat 54, maksimumnya 72. Dota 2 fastest masih bisa average 47, maksimumnya 76. Withering wave, wah kalau kalian udah mulai coba main-main withing wave, average FPS cuman 14. Jadi saran saya close. Jangan dipaksain main game triple A di laptop ini. Nah, yang menurut saya agak kurang itu di sistem cooling dan juga tuning-nya ya. Kenapa? Karena untuk suhu Fleir-nya, suhu permukaannya tertingginya sih standar jadi 45,1 derajat Celcius. Tapi di bagian WAD dan keyboard yang bakal sering kita pakai itu di atas standar angka aman kita. Angka aman DKID itu 42 derajat Celcius. Ini lebih dikitlah 42,2 derajat Celcius ya. Enggak yang panas banget tapi udah lumayan angat lah kalau misalkan jari kalian nyentuh udah lumayan agak mengganggu dikit tapi enggak yang sampai panas gitu. Enggak. Kalau untuk baterainya, prosesor ini karena dia generate-nya cuman sekitar 14 sampai 15 watt. Jadi untuk baterai [musik] sih dia aman ya untuk PCA modern Office kita tes dia bisa sanggup tahan 8 jam 31 menit. Kalau kita sampling kayak YouTube 10 menit berkurang 3%, Office 10 menit berkurang 2%, gaming tadi 10 menit berkurangnya 6%. Charging-nya juga udah charging yang modern. Dia pakai charging 65 watt sama kayak di HP pakai USBC. Jadi kalian bisa pakai chargingnya Infinix ini untuk ngecas HP Infinix yang lain misal itu bisa. Terus kalau untuk port-pot lain ada USB type A 3.0 itu dua, HDMI, ada audio jack, ada micr SD card juga ada. Fitur lain mungkin koneksi yang wireless ya itu kayak Wii-nya bukan Wii yang terbaru. Memang bukan [musik] Hi 7 tapi Wii 5. Tapi di Indo aja menurut saya udah ok lah. Jadi buat brand-brand mungkin bisa ngurangi konfigurasi di Indo. Enggak usah pakai WiFi 7, pakai WiFi 5 aja tapi komponen lain bisa ditambahin gitu. Karena percuma WiFi 7 di Indo itu provider kita belum support WiFi 7. Okelah. Jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Infinix 15 2026 yang prosesnya pakai 2022 ini menjawab pertanyaan apakah dia worth dengan harganya sekarang Rp8,1 juta? Kalau dijawabnya sekarang ya dengan kondisi sekarang menurut saya sih worth it ya. Tapi kalau kalian tanya ini 2 tahun lalu menurut saya sih enggak. Dan enggak bisalah ya kita compare harga dulu sama harga sekarang. Dulu itu harga Rp8 juta kita udah bisa dapat laptop gaming. Advance tuh ada laptop gamingnya. Terus prosesor seri H, RAM 32, 1512 di harga Rp jutaan dulu brand-brand lokal itu pada gila-gilaan ya. Advance Heritage. Wah, itu masa-masa jayanya ketika belum SSD [musik] dan harga RAM ini menyerap. Tapi di kondisi sekarang R8 juta dia juga bisa jadi yang paling murah di antara kompetitornya. Jadi kalau ditanya worthed apa enggak, menurut saya sih masih worthed ya. Tapi ya itu tadi kalian harus menurunkan ekspektasi kalian. Jangan dibuat prosesor ini sama kayak seri H, bisa gaming, jelas enggak. Terus suhunya juga agak lumayan anget ya. Walaupun bodinya ini gede, tapi coolingnya menurut saya harusnya bisa di bawah 42 derajat Celcius. Tapi overall menurut saya si Infinix Xbox 2026 ini bisa jadi solusi lah buat kalian yang mungkin budget laptopnya itu mentok di R jutaan dan enggak bisa lebih karena takutnya kayak Polytron kemarin ya. Launching Rp7 juta tiba-tiba harganya sekarang jadi Rp9 juta ya lebih mahal. Jadi kalau memang udah ada duitnya jangan ditunggu kayak dulu kan wah nunggu nanti deh harganya pasti turun. Enggak ini sampai Juli nanti harganya bakal naik pelan pelan pelan gini. Kalau enggak percaya coba aja kalian screen record ucapan saya ini dan kita lihat nanti Juli ya. Saya and see you on the next video.

Lihat di YouTube