Drone DJI Mini 5 Pro, Tes Terbang Jarak Maksimal (YouTube Video)
Guys, jumpa lagi bersama saya Ardi dan di depan saya ini ada drone baru DJI Mini 5 Pro dan remote control-nya. Di video kali ini tuh akan saya coba seberapa jauh jarak terbang drone DJI Mini 5 ini. Oke, sekarang kita take off. Baterainya sudah 97%. Kita coba take off. kondisinya sekarang kita di persawahan dan cukup berangin di arah sana sudah berawan hitam sudah hujan kita coba take off ya ini drone-nya Mini 5 Pro saya pakai yang begini biar bisa record layar dari handphone. take off. Home point updated. Ini kan drone-nya sudah off. Ini layarnya. Sekarang kita coba jarak. Oke. Karena ini daerah persawahan, saya masih main di 9 m ketinggian dan jaraknya baru 290 sekian meter. Sudah 300 m, baterainya 94%. Sepertinya signal cukup bagus. Kita ini terbang lawan arah. Kita naik lagi dikit. Di atas ada pohon. [Musik] Kita terbang dengan mode normal sensor 360 derajat. nyala. Kita naik di ketinggian 24 m. Jaraknya sudah hampir 800 m. Guys. Jadi, dari arah belakang ini sudah suara buntur dan awannya sudah hitam. Saya cek di aplikasi sudah hujan di belakang banyak petirnya. Kita ke arah yang cerah. Namun ini kita terbang melawan arah angin. Cuma dengan angin yang tidak begitu kencang. Jadi dari aplikasi DJI juga tidak ada notifikasi kalau anginnya kencang. Sekarang sudah 1 koma hampir 1,5 km. Masih di ketinggian 35 m. Signal mulai kurang bagus. Saya naik dikit bagus lagi. Signal remote control bagus. Satelit bagus. Sekarang jaraknya 1,8 km lebih. Ketinggian 54 m, baterai 80%. Merekam sekitar 3 menit lebih. Apakah bisa drone-nya terbang sekitar 8 sampai 10 km? Kalau dari sistem keterangan di aplikasi di website DJI itu bisa jarak 30-an km dengan baterai plus. Namun itu tentu tergantung dengan kondisi eksternal seperti angin, flotor, lain-lainnya juga ada. Sekarang sudah 2, kom 4 km. Masih di ketinggian 56 m. Remote control mulai kurang bagus. Naik lagi di 60 m sudah mulai bagus lagi. Saya tetap menghadap ke arah dronnya terbang. Sudah sekitar 4 menit lebih ditambah proses take off-nya tadi sebelum saya merekam ada kurang lebih hampir 1 menit. hampir 3 kilo, ketinggian 72 m, baterai tinggal 69, kecepatannya cuma di 3938. Kemungkinan kita ini cukup lawan angin ya. Ya, remote control mulai berkurang dua. Saya naikin lagi signalnya biar full. Sekarang kita sudah di 83 m ketinggian. Masih di area kebun, sawah, dan hutan. Sekarang kecepatannya sudah naik di 40 km/h. Mungkin di area sana, daerah sana kurang anginnya. Kita naikin lagi. Remote control signalnya berkurang dua ya. Bagus lagi sekarang di ketinggian 95 m. Baterai tinggal 64, jaraknya sudah 3,7 km. kecepatannya mulai berkurang mungkin karena melawan angin. Sekarang sekitar 30-an km/h. Apakah bisa menyentuh 8 kilo? Sepertinya cukup berat. 107 m. Sepertinya makin tinggi, angin, makin bertiup kencang dan kecepatannya mulai sedikit berkurang. Cuma di 30 sampai 36 km/h. Jarak sudah 4,2 lebih km. Baterai di 58. Sepertinya saya akan kembali di baterai 50%. Ya, signal remote control mulai berkurang. Saya naikin lagi. Bagus lagi. Sudah di 118 m ketinggian. Tidak terasa, Guys. Sudah di 118 m. Jarak 4,5 km. Kecepatannya mulai berkurang di 25 sampai 30-an km/h. Sepertinya angin cukup kencang di sana. Baterai juga mulai cepat terkuras. Signal remote-nya juga mulai berkurang. Kurang dua. Warnanya orange sekarang. Kalau putih berarti signalnya full. Sekarang sudah putih lagi. Cuma berkurang satu. Kurang lagi. Saya naik pelan-pelan. Sekarang sudah di 138 Posisi saya sekarang berhadapan dengan arah angin. Kemungkinan kalau mode kembalinya bisa lebih cepat ya. Dan sekarang sudah menyentuh 55 km lebih. Baterai sudah 50. Sepertinya saya harus kembali. Sekarang saya tekan mode kembali ke asal. Return to. Kecepatannya ternyata lebih sedikit lebih cepat. Seperti yang kita lihat di layar, arah balik dari arah utara sana itu cukup awan hitam. Tadi hampir 5 kilo lebih. 5 kilo lebih mini loh. Mini 5. L. Bagus ya itu. Iya, mungkin sampai di sobomba aja. Ini laut kan bukan. Ini arah kita ini. Ada. Oh, udah hujan di sana. Heeh. Kita coba terbang sendiri. Terbang manual. Sekarang kita matikan ini. Turun di ketinggian aja biar kecepatannya makin Jadi yang huruf H itu, Guys, tempat posisi take off-nya drone. Kita turun di ketinggian di bawah 100 m aja biar kecepatan drone bisa lebih kencang. Dan ternyata betul proses kembalinya kecepatannya lumayan. Padahal saya pakai mode normal bisa di 50 4 km/h sampai 55. Karena tadi kita menuju ke sana itu melawan arah angin yang cukup kencang untuk kategori drone mini. Sekarang drone-nya sudah 3 200 met jaraknya dengan kecepatan 54 sekian km di ketinggian 93 m. Baterai masih ada 44%. Rekamannya sudah 11 menit lebih. Rekaman layar sudah 21 menit lebih. Kita turun lagi ketinggian, Guys. Remote signal remot-nya bagus, full. Kita turun lagi biar makin kencang. 61 m ketinggian. Jaraknya tinggal 2,4 km. Kecepatannya main di 50-an km/h. Sepertinya cukup mudah untuk kembali. pemirsa, karena kecepatannya ini searah angin. Kenapa? Eh, mau dipakai kok. Saya mau bikin video motor-motoran sebentar. Bosan. H baru jam segini nanti panas juga, keringat juga, Guys. Saya turun lagi ketinggian sampai di bawah atau kurang lebih 50 m biar kurang ya. Coba. Uh, ternyata jaraknya sudah 1 lebih km dan signal baterainya masih banyak. Ternyata sepertinya bisa terbang sampai di ketinggi jarak-jarak 7 sampai 8 kilo. Cuma tadi karena masih pertama dikhawatirkan drone tidak mampu kembali, Guys. Kita coba turun di ketinggian di bawah 30 m. Dan ini karena sensornya sensor anti tabraknya nyala, maka ketinggian drone sering berubah-rubah. Kita coba lagi, Guys. Jaraknya tinggal 700-an metal 600an meter. Baterai masih ada 38, Guys. masih sangat banyak. Baterai akan berbunyi di 15% dan landing di 10% secara sistem. Kita coba terbang lagi ke sana. Nambah berapa kilo lagi. Dan guys di sana sudah hitam bertanda hujan deras di arah gunung yang dekat kota Pandeglang. Dan ini yang ada huruf H. Ini adalah posisi kita, posisi take off-nya drone. Kita coba lewat lagi ke sana. Itu drone-nya sudah melintas di atas. Sepertinya bunyi juga terekam. Kita coba ke sana sampai 1 kilo lagi. Drone selalu otomatis nambah ketinggian karena sensornya bunyi. Ya, di bawah itu ada motor. Kita coba terbang ke arah sana dan sepertinya sebentar lagi akan turun hujan di sini. Kita coba lagi sampai 1 kilo apakah bisa, Guys? sudah di 600-an met 700 800 masih 200 m lagi ya kita kembali dan sepertinya di sana hujan kita harus segera putar waduh hujan sepertinya Guys, segera balik. Hujan. Hujan deras, Guys. Harus cepat-cepat balik. Waduh, dapat hujan di sana. Saya balik, Guys. Kecepatan. Hujan deras, kita harus segera kembali dan turunin drone. Mudah-mudahan aman drone-nya. Drone terus hujan. Sepertinya drone sampai juga akan hujan. Kita coba bermanuver lebih rendah lagi. Y ketinggian di atas 10 m harusnya cukup aman. Cuma sensornya sudah mulai mendeteksi rintangan-rintangan. Baterai masih ada 27, Guys. Ini saya di bawah ini. Itu suara drone masih bunyi. Dan ini adalah Kampung Kubong Oleng, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang. Kita masih ada baterai 24%. Kita masih bisa mutar-mutar. Berhubung di sana sudah hujan, kita masih bisa main-main di sini dulu. Dan coba lihat hujan sepertinya bakalan hujan deras. Seperti yang kita dengar bersama itu akan segera turun hujan deras. Ini hemparan padi nih cukup bagus ya. Sudah ada notif mau mendarat. Kita segera mendarat sekarang. Dan sekarang baterainya 15%. Drone-nya sudah di depan saya. Saya coba merekam lagi. Eh, Guys. Jadi, ini drone-nya sudah persiapan mau mendarat. Baterainya juga sudah bunyi. Ini nih. Baterai juga sudah bunyi. Udah 15. Sekarang kita mendarat. Okay, low battery. Return to home promptly. Landing.
