Duel 6jutaan, Spek Gaming !! Advan Workplus Heritage vs Zyrex D-Tech Pro (YouTube Video)
Kemarin ada yang tanya tuh, "Bang, minta tolong bandingin ZX DCH Pro dengan Advance WorldPL Heritage atau juga harganya enggak selisih banyak." Ya udah, sekarang permintaan itu kita realisasikan. Untuk versi yang kita bandingin ini, kita sama-sama pakai versi yang 16 gig 512. Karena untuk varian Advance Wor Heritage itu ada yang versi RAM 8 gig sampai dengan versi yang 1 TB untuk storage-nya. Nah, untuk selisih harganya cuman Rp350.000 dengan Advance Workpl Heritage lebih mahal dibandingkan dengan ZCH Pro. Dengan selisih seperti itu, sebenarnya lebih worth mana? Sekarang kita bahas. Kita coba lihat perbandingan prosesornya terlebih dahulu. Untuk Advance WordPL Heritage, dia menggunakan Ryzen 5 7535HS versi HS high performance slip. Untuk versi yang Z di Tech Pro menggunakan Ryzen 5 6600H. Nah, kalau kalian perhatikan dari grafik ini sebenarnya secara teknologi itu mirip-mirip karena memang Ryzen 57535HS itu versi upgrade dari 6600H. Ada yang ngomong juga itu versi rebranding. Bedanya ada di bagian TDP dan clock speed maksimalnya. Di mana yang 6600H itu menggunakan TDB 45 wat. Tapi untuk yang Ryzen 57535HS itu menggunakan dinamis TDP. Rentangnya mulai di 35 wat sampai 54 wat. Lalu untuk clock speed-nya, Ryzen 57535HS itu punya clock speed yang sebenarnya enggak ngefek-efek banget sih. 0,05 GHz lebih tinggi dibandingkan dengan Ryzen 5 6600H. Dengan perbedaan setipis itu, apakah performance-nya bisa beda sangat signifikan? Ya memang kalau kita ngomongin performance, variabelnya enggak cuman sekedar prosesor aja ya. Jadi ada variabel bagaimana pendinginan di laptop itu, bagaimana RAM-nya, bagaimana storage-nya, itu juga mempengaruhi performance-nya. Tapi at least perbandingan ini kalian bisa jadikan acuan lebih oke mana dengan harga R jutaan antara Z Tech Pro atau Advance WordPL Heritage. Nah, sekarang kita akan coba bahas di performance-nya terlebih dahulu di sintetisnya. Pada sign R23, kalau kalian perhatikan di grafik ini, perbedaan untuk multiore performance-nya enggak sampai 100 poin. Untuk single core-nya pun cuman selisih 9 poin, di mana Advance Worplus Heritage itu lebih unggul. Untuk sintetis GPU testnya, kedua laptop ini sama-sama lolos uji stress test di Spice stress test dengan hasil yang cukup memuaskan. Semuanya di atas 99%. Tapi untuk dua pengujian lainnya, Advance WP Heritage lebih unggul entah itu di Spy ataupun di Firestrike-nya. Dan kedua laptop ini juga sama-sama punya cooling system yang cakep. Itu salah satu faktor kenapa keduanya lolos uji stres testes dengan hasil yang sangat memuaskan. Untuk real skenarionya gimana dengan perbedaan setipis itu? Pada Premiier 4K di ZCH Pro menyelesaikan dalam waktu 4 menit 15 detik. Sedangkan Advance Work Plus Heritage itu 5 detik lebih cepat untuk FHD-nya. Di Advance Work Plus Heritage juga jauh lebih cepat. Dan untuk 3D rendering-nya saat kita simulasikan menggunakan 3D rendering BMW, keduanya punya hasil yang tipis banget, mirip-mirip di rata-rata di 4 menitan. Tapi Advance WordPL Heritage lebih unggul. Kalau dipakai main game seperti apa? Di sebelah kiri layar kalian itu ZCH Pro dan di kanan itu Advance Worpl Heritage. Dan pada simulasi gaming seperti ini, contoh di Dota 2, Advance WordPL Heritage lebih unggul dengan rata-rata di 95 FPS dengan maksimal di 105 FPS. Sedangkan di ZCH Pro rata-rata cuma di 80 fps dengan maksimal di 89 FPS dengan resolusi yang sama persis di 1920 * 1200. Di game Valoran juga hasilnya sama. Advance Work Plus Heritage lebih unggul dengan rata-rata di 184 FPS dengan maksimal di 221 FPS dan dropdopnya atau paling rendah di 146. Sedangkan untuk ZX Tech Pro itu rata-rata di 174 FPS dan paling tinggi di 226 FPS dan paling rendah ada di 143 FPS. Gensin impact di grafik medium ataupun low hasilnya juga sama. Dan sekali lagi, Advance WorkPL Heritage lebih unggul jika dibandingkan dengan Zirec Pro. Intinya hampir di semua pengujian Advance lebih unggul dibandingkan dengan ZX. Padahal pada pengujian laptop yang kita pakai di ZX Detect Pro itu menggunakan RAM LPDDR5H di mana dia punya speed lebih kencang dan daya lebih rendah. Tapi kalau kita ngomongin desainnya hmm beda cerita. Jujur aja Z lebih cakep karena memang di bagian punggung layar dia pakai bahan metal dan logo Z-nya itu enggak overbranding, hanya ada di pojok aja dan finishingnya juga bisa dikatakan cukup cakep. Dia tidak meninggalkan sidik jari saat kita pegang. Tapi untuk bahan yang lain dia menggunakan plastik polikarbonat. Dan plastik polikarbonatnya pun bukan plastik yang murahan gitu ya saat kalian ketuk-ketuk kerasa kopong banget gitu. Enggak, ini cakep. Tapi untuk Advance Worpl Heritage keseluruhan bahannya dia menggunakan ABS atau polikarbonat atau plastik. Tapi yang perlu diapresiasi sih memang ya kalau kalian punya jiwa nasionalis, dia pakai batik mega mendung yang nge-cover hampir di keseluruhan bodinya. Dan motif batik mega mendungnya pun bukan cuman sekedar kayak sablonan gitu ya, tapi dia punya tekstur kayak embos itu dan itu cakep banget. Mungkin nilai minusnya ada di bagian logo Advan yang menurut saya pribadi cukup gede dan ya agak gila branding aja. Tapi memang Advance ini hobi banget dengan desain-desain yang rameai karena enggak cuman di Advance WordPress Heritage ini aja ada yang kolaborasi dengan Transformer yang berkolaborasi juga dengan Darkboards yang baru yang kalian juga request. Tapi kembali lagi itu tergantung selera sih. Kalau saya pribadi jauh lebih suka dengan desain-desain yang clean, yang terkesan profesional dan apalagi dengan body bahan metal dan nilai plus lainnya itu enggak meninggalkan sidik jari. Jadi kita perlu apresiasi untuk ZX DCH Pro. Sekarang kita pindah ke bagian layarnya. Ya, untuk kedua laptop ini sama-sama menggunakan resolusi FHD dan panel IPS. Tapi yang membedakan adalah ZX Dect Pro. jangkauan warnanya enggak sampai 60% sRGB. Dan untuk Advance WorldPL Heritage itu lebih dari 95% sRGB. Itu membuat perbedaan yang besar. Walaupun brightness di Advance Work Plus Heritage itu lebih rendah sekitar 260 nits dibandingkan dengan ZX Detect Pro yang 310 nits. Tapi saya rasa akurasi warna itu jauh lebih krusial dibandingkan cuman sekedar layar terang doang. Layar udah turun ke bagian bawah yaitu keyboard-nya. Dan bisa dikatakan Advance Workpl Heritage harus sungkem sih sama ZX Tech Pro karena memang di harga R jutaan ZX Tech Pro ini punya keyboard yang enak banget. Size per key-nya gede. Jadi kalau kalian pakai mengetik itu enak banget. Key travel-nya itu perfect, itu pas banget. Dan finishing keyboard-nya itu juga cakep. Enggak ada tuh drama-drama kayak keyboard-nya kasar. Ini beneran kayak keyboard. Kalian punya mungkin Asus atau mungkin HP yang direntang harga sekitar 91 juta ya kurang lebih seperti itulah. Tapi di Advance WPL Heritage kalau kalian pernah tahu atau pernah pegang keyboard dari HP 14S ya kayak gitu karena SP14S itu masuk di seri entry level-nya produk HP dan ditambah lagi untuk Advance enggak ada backlit keyboard. itu yang membuat dalam tanda kutip keyboard-nya kurang walaupun kita enggak bisa apa ya ee cacatin banget gitu ya. Bukan tipical keyboard yang harga kayak Rp3 jutaan, tapi tetap di sini ZX Tech Pro jauh lebih unggul. Ada backlit-nya juga. Untuk port pendukungnya ya Advance WordPress Heritage punya USB Type A lebih banyak jika dibandingkan dengan ZX DCH Pro yang cuman sekedar dua buah doang. Tapi di ZX DCH Pro masih menyediakan LAN port untuk tambahan konektivitas kalian selain Bluetooth dan juga Wii. Untuk port C-nya punya jumlah yang sama dan secara fungsi dia keduanya menggunakan full function USB type C yang bisa kalian pakai untuk display port, untuk power delivery. Jadi kalian bisa pakai untuk external screen. Jadi total kedua laptop ini punya maksimal tiga port display. Jadi mau empat layar sekalipun tinggal gas aja. Jadi ya kesimpulan singkatnya untuk perihal keyboard dan port. Untuk port ya soso lah ya. Kalian bisa pilih lebih cari yang port USB type E-nya lebih banyak atau cari LAN port untuk kestabilan koneksi. Tapi yang paling jelas di bagian keyboard ZCH Pro jauh lebih unggul. [Musik] Nah, untuk pengujian baterainya gimana? Kedua, laptop ini punya size baterai yang sama persis 60 wat hours atau sekitar 5.200 mAh. Tapi dengan dynamic TDP, apakah 7535HS itu lebih irit? Karena memang dia punya daya bawahnya itu di sekitar 35 wat. Tapi faktanya enggak. Pada pengujian kita di modern Office ya ini simulasi seperti kalian kerja di kantoran. Pada ZX Detect Pro dengan 60 wat hours-nya itu mampu menjangkau hingga 8 jam 45 menit. Sedangkan Advance Worpless Heritage itu hanya dapat di 6 jam 32 menit. Selisihnya 2 jam lebih. Pada real penggunaannya juga sama saat kita pakai 10 menit sama-sama 10 menit gitu ya. Untuk penggunaan YouTube di ZX Detect Pro berkurang cuma 4%. Untuk pakai ketik-ketik hanya 3% dan kalau dipakai main game itu berkurang hanya 11%. Tapi di Advance Worpl Heritage untuk kita pakai YouTube 10 menit itu sudah berkurang 9% untuk ketik-ketik 4% dan kalau dipakai main game 10 menit berkurang 20%. Salah satu alasan kenapa dia bisa lebih boros. Jadi Advance bisa lebih boros dibandingkan ZX Dect Pro. Yang pertama pada pengujian kita di ZX Detect Pro itu menggunakan RAM yang low power atau yang tidak bisa di-upgrade sehingga dayanya juga lebih rendah yang dipakai. Yang kedua di Advancebard Plus Heritage karena memang dia TDP-nya dinamis, dia bisa dipush sampai 54 watt. Ya, dari dua faktor itu aja udah kelihatan Advance Work Plus Heritage harusnya lebih boros, tapi bisa jadi ceritanya berbeda. Nah, saat kemarin kita coba komunikasi dengan orang ZX, ada kemungkinan ke depan ZX akan produksi ZX di Tech Pro yang versi menggunakan RAM socket atau dua slot RAM. nilai plusnya RAM-nya kalian bisa upgrade maksimal sampai 32 atau 64 gig, tapi nilai minusnya jelas akan lebih boros di baterai. Oke, sekarang kita akan ngomongin after seal ya. Kalau kita ngomong ZX seperti pada video sebelumnya, perbandingan antara Zyrex Dech yang versi 3.500 atau Ryzen 5 3500 dengan Advan Soulmate Plus, Advance lebih unggul secara after sales ya, karena memang dia punya service center yang tertata rapi di data rapi. Dia punya total 82 service center yang terdaftar di Indonesia. Beda banget dengan ZX. Saat kalian buka website ZX, kalian tidak akan bisa menemukan informasi kalau kalian cari service centernya. Atau kalau kalian ada problem di kota-kota kecil gitu ya, ya kalian harus telepon ke service center pusat terlebih dahulu. Jelas kalau ini Advance pasti lebih unggul. Oke, sekarang kita masuk kesimpulan dari dua produk ini atau dua SKU ini, kira-kira mana yang lebih unggul? ZX Detect lebih unggul dalam hal desain, build quality, keyboard, dan port, dan juga baterai yang jauh lebih tahan lama serta harganya juga jauh lebih murah ya sekitar Rp350.000. 1000 tadi. Tapi untuk Advance Warp Heritage lebih unggul dalam hal performance, layar dan after sales. Nah, kalau kalian disuruh milih nih antara dua produk ini atau juga ini produk yang sama-sama seksi yang ada di rentang harga R jutaan, kalian pilih yang mana? Apakah kalian jadi tim Advance dengan after seals yang jauh lebih baik, layar lebih cakep, performance lebih kencang, ataukah tim ZX Tech Pro dengan desain yang jauh lebih cakep, baterai lebih awet, kalian bisa utarakan di kolom komentar. Oke, cukup sekian review kita kali ini. Saya Rico. See you on the next video.
