Jungkat

Duel laptop Murah!! Advan Soulmate Plus vs Zyrex D-Tech (YouTube Video)

  • 16/07/2025

Laptop murah itu sama kayak mie gelas cuman disiram air panas jadi. Tapi ya gitu asal aja. [Musik] Tapi beda dengan dua brand ini. Dua brand ini lagi sedekah atau gimana ya? Karena di bawah R juta dia kasih Ryzen 5 3.500 U dan itu prosesor yang kencang banget untuk sebuah laptop under R jutaan. Di mana enggak, rata-rata untuk laptop di bawah R juta itu dia kasih 2 core 4 red, mentok 4 core 4 red, tapi yang ini udah 4 core 8 red. Dipakai multitasking itu udah enak banget. Sama kayak emak-emak pagi hari gitu ya, nyiapin makan, bangunin anak, lalu lihat harga cabe, mainin krypto, semua dilakuin bersamaan. Ya udah, mumpung momennya juga lagi back to school dan pasti banyak banget teman-teman yang cari laptop untuk kuliah atau sekolah yang harganya murah-murah atau entry level. Kita akan coba bandingkan dari Advance Soulmate Plus dan ZCH yang punya harga sama-sama di bawah R juta. Untuk spesifikasi keduanya mirip-mirip. Dia pakai Ryzen 5 3500 U dengan eh storage 256 gig. Lalu layarnya juga sama persis juga HDTN. Yang membedakan itu hanya ada di RAM. Untuk Advance Ultmate Plus menggunakan RAM 8 gig untuk default-nya. Sedangkan Z detect itu sudah cukup matang dengan 16 gig dengan selisih harga yang tipis banget. Tapi pertanyaannya apakah secara otomatis ZX akan lebih unggul dibandingkan dengan Advance Holmate atau ada faktor lain? Kita akan bandingkan dan bagi menjadi lima segmen mulai dari desain, performance, lalu lain-lain seperti layar, keyboard, port, dan juga after sales. Dan yang paling penting juga harga. Kita akan mulai dari desainnya terlebih dahulu. Sebenarnya kedua brand ini secara build quality itu mirip-mirip aja, enggak jauh beda. Yang membedakan itu ada di bagian punggung layarnya. Walaupun desainnya sedikit banget beda. Kalau di Advance itu untuk logonya dia pakai kayak sablonan gitu ya. Yang kurang cocok jujur aja ada di bagian sini dan logo Advance-nya cukup gede jadi agak lebay. Tapi untuk yang si Z ini lebih cakep, lebih simpel. Logonya dibuat di bos jadi agak masuk ke dalam. Lalu untuk warnanya juga dibuat mirip-mirip seperti warna backgroundnya. Terkesan clean dan juga ya simpel aja gitu. Kalau untuk bagian dalamnya juga mirip-mirip jadi enggak enggak terlalu yang beda. Hanya beda di bagian bawah touchpad-nya di mana di Advance itu ada lip sedikit yang masuk untuk kalian bisa jadi handle saat buka laptopnya. Tapi kalau di Zsnya ada di bagian layarnya untuk kalian bisa buka seperti ini. Dan keduanya bisa dibuka sampai 180 derajat. Overall secara desain, saya jauh lebih suka si Z karena lebih simpel gitu ya, enggak nego-nego juga enggak gila branding juga. Jadi skor desain kita kasihkan ke Zvlmate Plus 0 dan Z 1. Sekarang kita masuk ke pengujian yang kedua. Mungkin ini pengujian yang sangat krusial karena spesifikasinya mirip-mirip yaitu pengujian performance. Kalau kita lihat dari sintetisnya terlebih dahulu pada pengujian R15 single channel Advance rata-rata dapat di 478. Nanti kalian bisa lihat di grafik ini. Lalu untuk ee Z detect yang memang sudah dual channel itu dapat rata-rata yang lebih tinggi di 494 poin. Dan single core-nya untuk si Advance itu dapat di 124 poin, sedangkan Z detect di 137 poin. Lalu untuk main game-nya gimana, Bang? Sekarang kita tes juga dengan tiga buah game yang sama persis dan grafik kita buat sama dan resolusi kita buat HD juga. Untuk Dota 2 di Advance Soulmate Plus kita rata-rata dapat di 43 frame pers, maksimal di 70 fps dan minimnya paling drop di 31 fps. Gensin impact kita rata-rata dapat di 48 paling drop di 36 fps. Sedangkan maksimalnya ada di 60 tapi itu pun jarang banget. Valoran ini masih aman dengan grafik low kita dapat rata-rata di 69 fps, maksimal di 101 dan minimumnya di 65. Sekarang kita pindah ke Zahirex DTCH yang punya RAM 16 gig dual channel. Untuk data 2 kita rata-rata dapat di 43 fps, maksimal di 52 fps. Paling drop, wah ini cukup jauh ya di di 27 fps. Untuk genin kita rata-rata di 48 fps maksimal di 60 mirip-mirip seperti Advance Soulmate Plus dan minimumnya tapi cukup rendah di 28 FPS dan valoran itu ya kita dapat rata-rata di 83 FPS maksimal di 137 dan minimumnya ada di 73 fps. Sekarang kita akan masuk ke produktivitas dulu. Di Advance Soulmate Plus, Premiere 4K seperti DKED biasa lakukan itu dapat waktu di 16 menit 55 detik, FHD-nya di 11 menit 4 detik. Untuk blender, CPU dan GPU-nya mirip-mirip di 14 menit lebih. Sedangkan untuk ZX Detect kita dapat Premiere 4K di 12 menit 49 detik. Selisihnya cukup jauh dengan Advance. FHD-nya di 9 menit 7 detik. Blender CPU di 14 menit 20 detik dan GPU-nya di 13 menit 49 detik. Dan jujur aja kalau lihat kita lihat dari perbandingan seperti ini eh Z detect cukup unggul telak ya dibandingkan dengan Advance Houlmid. Tapi waktu itu kita juga coba untuk Advance Soulmate Plus ini kita upgrade ke dual channel. Hasilnya bagaimana? Langsung berbalik. Ini dia hasilnya. Nah, pada saat sudah kita ubah ke dual channel di Advance Soulmate Plus, Dota 2 rata-rata kita dapat di 51 FPS. Yang awalnya itu kita dapat di 43 fps. Minimum kita dapat 33 dan maksimumnya di 93 dengan resolusi SD dan graphic fastest. Genin kita dapat FPS yang jauh lebih stabil di 56 FPS, minimumnya di 36 FPS dan maksimumnya ada di 60 fps sesuai ketentuan dari Gensin. Valoran dual channel kita dapat FPS yang jauh lebih stabil juga di 86 FPS dan maksimalnya di 119 FPS dengan grafik low dibandingkan dengan eh ZCH yang sama-sama dual channel itu Dota 2 rata-rata di 43, Gensin di 48 dan Valoran di 83. Jadi saat posisi Soulmate Plus ini kita upgrade RAM, performance-nya naik signifikan dan lebih tinggi jika dibandingkan dengan ZX Dictch Plus. Tapi pertanyaannya saat posisi teman-teman upgrade RAM gitu ya kan ada potensi untuk ngilangin garansi, kalian jatuh harganya juga lebih dari R juta, kira-kira sisi performance ini enaknya jatuh ke mana? Ya, kalau saya pribadi sih kita coba bicara mengenai default-nya aja ya. Jadi kalau si Advance Soulmate Plus ini kan ada di sekitar 3839 gitu ya. Sedangkan Z detech itu ada di 399. Kalau saya pribadi saya akan jatuhkan penilaian performance ini pemenangnya ada di Zahirec detech. Alasannya ya karena kalian enggak perlu lagi untuk upgrade-abrade RAM gitu ya. Enggak perlu repot-repot lagi datang ke service center. Enggak perlu lagi ada potensi untuk kehilangan garansi karena kalian upgrade RAM di laptop Advance Solmate Plus sudah matang. Tinggal pakai aja udah cukup kencang. Jadi untuk Advance sori Advance Soulmate Plus 0, Zc 2. Sekarang kita masuk ke pengujian atau perbandingan yang ketiga yaitu layar, keyboard, dan bagian portnya. Kalau bagian layar kayaknya kita enggak perlu bahas terlalu banyak karena dia sama-sama pakai layar HD dan penel. Cuman Advance punya e color gamut lebih tinggi jika dibandingkan dengan Z detect. Nah, Advance sendiri punya color gamut di 62% sRGB dan brightness-nya bisa sampai 349 nitz. Jadi kalau kalian pakai di kondisi outdoor juga masih enak si Advance Solmate Plus ini. Tapi untuk Z detect kita dapat color gamut di 54,2% sRGB dan brightness-nya cuman di 290 nitz. Jadi perbandingannya cukup jauh untuk layar seperti ini. Tapi ya apa yang bisa diharapkan dari layar TN gitu ya, sudut pandangnya tidak akan seluas IPS dan SD juga. Dan kalau untuk bagian keyboard-nya jujur aja Advan Soulmate Plus ini keyboard-nya masih sangat basic banget kh entry level dengan finishing yang memang kasar. Jadi kayak apa ya ada sablonan begitu dan enggak ada backlit keyboard juga key. Cuman untuk key travel dan travel-nya juga cukup oke. Cuman memang keyboard-nya agak sedikit berisik. Tapi kalau untuk Z detect ini finishing-nya udah cakep banget. Ini bukan berarti kita terlalu memuji ZX ya. Cuman kalau memang kalian pegang dan bandingkan mungkin saat datang ke store gitu ya, ada dua tipe ini. Coba bandingkan. Finishing keyboard dari ZX Detect ini udah kas-kas laptop eh midrange gitu ya. Ada backlit keyboard juga dengan kalian tekan function F4. Lalu juga yang paling penting tombol navigasinya sih kalau Z ini enak banget sih karena dia page up, page down. Lalu untuk eh multimedianya full ada di bagian kanan. Jadi mempermudah banget kalau kalian suka suka dengerin Spotify atau mungkin suka bekerja dengan Office ini sudah enak banget dan untuk portnya juga mirip-mirip gitu ya. Hanya saja di ZCH ada dua buah port USB type C full function sekaligus plus charger bawaannya juga sudah menggunakan USB type C. Jadi udah jelas ya kalau untuk Advance sendiri dia masih pakai konvensional yang jarum itu. Jadi untuk perbandingan layar Advan mungkin lebih unggul cuman untuk bagian keyboard dan portnya ini Z detect jauh lebih unggul sih. Jadi untuk pengujian yang ketiga atau perbandingan yang ketiga perihal layar keyboard dan port itu kita lempar di Z detect secara otomatis Advance Soulmate Plus ZCH 3. Sekarang kita masuk ke perbandingan yang keempat yang enggak kalah penting juga kalau kalian beli laptop lokal kalian pasti takut kan kalau kenapa-napa? Kalau kalian kalian enggak seyakin itu gitu ya, beli laptop lokal. Cuman harusnya sih aman banget yaitu after sales. Dan kalau kalian buka website Advance gitu ya udah langsung terpampang jelas gitu ya. Dia punya 82 service center yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan enggak cuma ini itu semuanya terdata secara rapi. Mulai dari kota, lalu alamat, nomor telepon, sampai jam operasional pun terdata. Dan itu sangat berbanding terbalik kalau kalian buka website-nya si Z. ZX ini kalau kalian banding lihat website-nya itu jujur aja bingung banget sih. Itu sebenarnya lagi ngelist kota atau lagi ngelist service center? Kalau kalian klik ya itu cuman image doang. Enggak ada keterangan lain di kota mana, terus alamatnya di mana, titiknya di mana, dan itu semuanya abu-abu. Kalau kota-kota itu kalian hitung, itu pun enggak sampai 82 titik. Kalau kalian lihat di pencarian di Google gitu ya, mengenai Advance Service Center walaupun tahun-tahun lama itu pemberitaannya masih cukup banyak. Sedangkan Zirect atau mungkin karena dia baru launching lagi juga jadi tidak terlalu diblast gitu ya. Cuman memang kalau dari sisi kematangan service center skornya kita kasih ke Advan. Jadi untuk skornya Advance Soulmid Plus 1, Z 3. Ya, sebenarnya kalau kita berkaca dari tiga pengujian awal sudah kelihatan jelas siapa pemenangnya dari kedua brand atau kedua SKU ini. Cuman kan ada beberapa orang yang enggak cuman sekedar lihat performance, lalu lihat sekedar fitur-fiturnya doang, fisiknya. Kadang-kadang ada juga yang lihat perihal after sales-nya. Dan yang terakhir kita akan uji masalah harganya. Dan kalau kita lihat harganya di pencarian di Tokopedia gitu ya, Advance Soulmate Plus ini ada di rentang harga sekitar 38 sampai 3,9 juta. Jadi selisih kurang lebih sekitar Rp100.000 jika dibandingkan dengan Zahirec detech. Dan kalau kita berkaca juga pada pengujian performance tadi, kita tidak mentoleransi kalau kita harus upgrade RAM di Advan Soulmate Plus gitu ya. Perihal performance. Di harga kita juga tidak mentoleransi secara otomatis. Secara harga Advance Soulmate Plus punya harga lebih murah jika dibandingkan dengan Zc dan perihal harga jelas kita kasih skornya ke Advance Soulmate Plus. Tapi mungkin ini bisa jadi perdebatan gitu ya teman-teman ya. perihal harga dan performance karena itu kalkulasi yang memang enggak bisa dipisahkan. Kalau kalian sendiri kalau misal punya duit dan harus beli antara dua brand ini under R jutaan, kalian lebih pilih yang mana? Z Detect dengan performance yang cukup matang, spesifikasi yang cukup matang gitu ya, tapi dalam tanda kutip after sales-nya agak abu-abu atau Advance Soulmate Plus kalian bisa mentoleransi harus beli atau ngeluarkan ekstra duit untuk upgrade RAM gitu ya. Harus datang ke service center dengan biaya yang lebih mahal tapi dengan service center yang jauh lebih jelas. Tapi di sisi lain juga untuk masalah keyboard Zirc lebih unggul, Advance lebih lemah. Kalian coba tulis di kolom komentar kita pengin tahu preferensi kalian seperti apa. Oke, cukup sekian video kali ini. Kalau kalian memang ada pertanyaan atau ada hal yang mau diperdebatan, kalian bisa tulis di kolom komentar atau kalau ada produk yang memang kita coba compare lagi, kalian bisa tulis dan nanti siapa tahu kita punya barang ya. Cukup sekian saya Rico. See you.

Lihat di YouTube