Jungkat

DUEL RAJA FLAGSHIP šŸ”„| Android terkencang vs iPhone terbaru… (YouTube Video)

  • 07/01/2026

Di video yang sebelumnya gua udah pernah aduin chipset flagship Android yaitu MediaTek DT 9500 dan Qualcom Snapdragon 8 Elite Gen 5. Nah, di video yang kali ini gua mau ngaduin chipset lagi masih di kelasan flagship tapi yang ini lintas platform yaitu Qualcom Snapdragon 8 Edit Gen 5 lawan Apple A19 Pro. Mari kita adu. Bismillah. Alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua Romi. Seperti yang teman-teman lihat ya, HP yang gua pakai buat adu jotos kali ini adalah IQ 15 dan iPhone 17 Pro. Pengujiannya tentu akan fokus di performa CPU dan GPU aja. Gua enggak akan ngebahas baterai ataupun temperatur selama pengujian berlangsung karena enggak akan Apple to Apple. Kedua HP ini beda kapasitas baterai, beda dimensi, jadi beda pula optimasi sistem pendinginnya. Nah, FYI A19 Pro dia pakai arsitektur big little. Ada dua core untuk performa dan 4 core untuk efisiensi dengan clock speed 4,26 GHz. Snapdragon 8 Elite G lebih ngeri ya dengan arsitektur all big cores. Ada dua core prime 4,61 GHz dan tambahan 6 core performa. Jadi 6 core lawan 8 core sama-sama pakai fabrikasi 3 nanm dari TSMC. Untuk GPU A19 Pro dia pakai custom GPU dari Apple punya 6 core juga. Sedangkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dia pakai GPU Adreno 840 yang terdiri dari tiga slice ya. Jadi bukan pakai sistem core lagi. Biar lebih efisien. Di dalam masing-masing slice atau blok atau cluster ini udah ada shadernya, udah ada memorinya. Jadi bisa kerja sendiri-sendiri. Misal kita pakai buat main game enteng, dia cuma satu slash yang bakal kerja. Tapi pas dipakai main game berat, ketiga slice-nya bakal aktif. semua barengan gotong-royong. Oke, sekarang kita langsung mulai aja tesnya. Kali ini kita lupakan sejenak UnTu benchmark. Untuk pengujian CPU-nya kita akan pakai Geekbench 6 yang memang support cross platform. Hasilnya bisa dicompare antara Android dan juga iOS. Nah, gua sama-sama download latest version dari Play Store dan juga App Store di iOS versinya 651 dan di Android 650. Sebelum benchmark, gua tutup dulu semua aplikasi yang berjalan. suhu ruangan itu sekitar 26 sampai 27 derajat celcius. Buat dapatin skor yang relevan, gua juga ngelakuin tiga kali pengujian. yang akan gua ambil adalah skor tertinggi. Kemudian akan gua compare. Nah, di sini kita bisa lihat ya bahwa untuk performasi single core A19 Pro ini lebih unggul ya dengan skor 3.628 poin. Sementara Snapdragon 8 Elite Gen 5 ini enggak sampai 3.500 poin. Padahal clock speed Apple ini lebih rendah, tapi terbukti dia punya efisiensi yang lebih tinggi. Sebaliknya untuk urusan kerja multore Snapdragon 8 Elite Gen 5 dia lebih unggul ya dengan skor tembus Rp10.000 sementara Apple A19 Pro cuma 9.600-an poin. Tapi ya ini wajar karena secara jumlah core pun Snapdragon punya 8 core kan sedangkan si Apple cuma 6 core aja dan dari dulu pun kita itu sama-sama tahulah kalau multitasking di Android memang lebih enak, lebih responsif dibanding iOS. Walaupun makin ke sini, multitasking di iOS juga sebenarnya udah bisa makin mendekati Android. Sekarang kita lanjut ke pengujian untuk GPU grafis ya dengan benchmark kita pakai 3D Mark yang juga memang sudah support cross platform. GPU Apple dia manfaatin API metal 3.0 sedangkan GPU Snapdragon dia pakai API Vulcan versi 1.1. Pertama kita pakai 3D Marklife Extreme. Ini adalah test render grafis konvensional. ala zaman dulu ya, tapi dengan resolusi yang super tinggi di 4K. Pengujiannya sama-sama gua lakukan masing-masing tiga kali dan gua ambil skor yang paling tinggi. Di sini Snapdragon 8 Elite Gen 5 berhasil unggul dengan raihan 42 frame pers. Perbedaannya cukup jauh karena Apple A19 Pro ini cuma bisa dapat 32 frame pers. Artinya selisih 10 FPS yang mana GPU di Snapdragon ini terbukti lebih jago ya untuk urusan pemrosesan grafis dengan teknologi yang konvensional. Terus gimana dengan kestabilannya? Nah, di pengujian stres test 3D Mark Life Extreme nonstop ya selama 20 menit angka kestabilan Snapdragon juga sedikit lebih baik di 63% lawan 60%. Dan gua anggap ini sangat wajar mengingat kedua HP ini dia punya eh perbedaan dimensi yang lumayan. Jadi dengan form ve vor yang lebih besar otomatis bisa pakai cooling system yang logikanya lebih besar juga. Lanjut pengujian grafis yang kedua masih di 3D Mark tapi kali ini kita pakai Steel Nomad Light. Ini adalah test render grafis yang lebih advance dari pengujian Wlife Extreme sebelumnya. Tapi resolusinya ini lebih rendah yaitu di 1440p bukan 4K. Pengujiannya juga sama gua lakukan masing-masing tiga kali dan gua ambil skor tertinggi kemudian untuk dicompare. Hasilnya ternyata 1112 dengan e Wild Llife Extreme di mana GPU Snapdragon ini masih bisa mengungguli Apple. Tapi kali ini gap-nya atau perbedaannya makin tipis. Snapdragon dapat 20 frame pers sedangkan Apple dapat 18 frame pers. cuma selisih 2 FPS aja. Ini benar-benar ketat banget dan hampir enggak berasa sih ya. Dan untuk kestabilannya selama 20 menit pengujian nonstop, Snapdragon kali ini dapat angka yang lebih rendah di 56%. Sementara Apple masih konsisten di 60%. Sekarang kita masuk ke benchmark yang terakhir di 3D Mark yaitu dengan pengujian solar bayr ini adalah test render grafis yang paling kekinian, yang paling canggih dengan teknologi rid racing. Jadi pastinya bukan kaleng-kaleng ya pengujiannya dan resolusi yang dipakai juga lumayan di 1440p. skenarionya masih sama. Gua ambil skor tertinggi dari tiga kali pengujian. Dan hasilnya kali ini Snapdragon harus mengakui keunggulan Apple di mana Snapdragon dapat 8 frame pers sedangkan si Apple ini bisa ngantongin 13 frame pers. Selisih 5 FPS ini tentu enggak gede, tapi termasuk lumayan ketika kita pakai untuk main game berat. Dan untuk kestabilannya kali ini Apple harus mengakui keunggulan Snapdragon dengan angka 51% berbanding 56%. Kenapa kok kalah? Karena mungkin saking beratnya ng-render grafis yang kita tahu API metal di GPU Apple itu memang lebih capable soal rate racing. Jadi itu dipush maksimal dan jadilah angka kestabilannya lebih kecil karena kerjanya terlalu berat. So, dari pengujian benchmark sintetis GPU di 3D Mark ini kita bisa simpulin kalau GPU Adreno di Snapdragon dia lebih mumpuni ya buat mengolah grafis konvensional pada umumnya. Tapi ketika udah bicara teknologi rayracing di custom GPU dari si Apple ternyata masih sedikit lebih baik. Selain pengujian benchmark sintetis cross platform tadi, gua juga coba bandingin performa untuk real gaming. Di game pertama gua pakai Red Dead Redemption to the point. Di game ini kedua chipset udah dapat benefit bisa jalanin mode performance di mana frame rate-nya bukan 30 fps tapi 40 fps. FI chipset flagship lain kayak dari Mediatek, dari Exyos apalagi Tensor ya Google itu so far belum dapat mode performance di game ini. Kemudian di game kedua gua coba yang enggak kalah berat yaitu wewind yang juga merupakan game portingan dari PC dan konsol. grafisnya sama-sama gua pentokin rata kanan. Tapi selama main gua ngerasain frame rate di Apple ini lebih sering ngalamin ada microst startering ya. Sedangkan di Snapdragon dia lebih smooth dan lebih stabil. Game ketiga gua coba Gensin Impact. Di sini gua baru ngeh ya kalau ternyata di Snapdragon 8 Elite Gen 5 di IQ 15 dia belum unlock 120 FPS. Jadi mentoknya di 60 FPS aja. Sementara di GPU Apple udah bisa 120 FPS. Dan selama gua coba main sekitar 10 menit di kedua device ini, gua nemuin ada sesekali startering di Apple. Sedangkan di Snapdragon ini relatif aman dan lancar. Hal yang sama juga gua rasain di game berat lain. Ada Cartrete dan arena Breakout dengan grafik sama-sama gua pentokin rata kanan. Ya pastinya memang bisa running dengan frame rate yang tinggi. Tapi experience-nya ternyata tetap sama. di mana gua lebih sering ngalamin micro startering di GPU-nya Apple. Memang cuma sesekali dan cuma sepekian detik aja, tapi gua jarang ngalamin ini di Snapdragon. So, dari sederet pengujian barusan, seenggaknya kita udah bisa dapat gambaran kalau chipset Apple A19 Pro dan Qualcom Snapdragon 8 Elite Gen 5 itu ada di level yang sama. Eh, 19 Pro dia lebih unggul di performa single core. Snapdragon 8 Elite Gen 5 unggul di multicore. Kemudian untuk performa grafis sintetis GPU Apple dia unggul di pengujian modern dengan ray racing. Sedangkan GPU Adreno 840 di Snapdragon dia lebih unggul di pengujian grafis konvensional tanpa rayracing. Dan untuk real gaming test sebenarnya kapabilitas keduanya ini juga seimbang ya, bisa sama-sama mentok rata kanan. Tapi somehow dari yang gua coba, gua masih ngerasain ada micro startering di GPU-nya Apple dibanding Snapdragon. Gua yakin ini juga barcard optimasi yang ada di IQ 15. Kalau pakai HP lain hasilnya mungkin aja bisa berbeda. So, kalau gua tanya antara chipset flagship-nya Apple dan juga Qualcom, kalau teman-teman punya dananya lebih pilih yang mana coba? Komen di bawah.

Lihat di YouTube