Jungkat

Dulu 12 juta. Sekarang cuman 4 Juta dapet PC i5 !! (YouTube Video)

  • 16/10/2025

daripada beli laptop 6 jutaan yang performanya cuma pas-pasan kalau dibuat rendernya dutan. Tenang, kita punya solusi yang lebih mapan. Karena di harga R jutaan kita dapat layar yang menawan bisa dipakai main game tipis-tipis tanpa beban. Bahkan kalau cuma layar harganya bakalan jadi cuma R jutaan. Ya udahlah ya enggak usah sok jadi jutawan. Selamat menonton pengambil kebijakan yang suka rapat sambil tiduran. [Musik] Hai Andika, Guys. Di sini di sebelah saya udah ada PC buisnis yang harganya biasanya itu kadang bisa nyentuh tujuh. Bahkan kalau saya lihat di e-commerce ada yang jual R10 jutaan. Nah, sekarang dia udah turun harga harganya itu sekitar R jutaan aja tapi belum monitor sama belum VGA. Ya, ini udah kita modif. Jadi dalamnya ada VGA loop profile, ada monitornya juga yang kalau di tootal-total VGA sama monitor itu sekitar R jutaan. Nah, kalau harga R jutaan ini dibuat ngerakit PC saya udah coba kalkulasi di website-nya Enter Computer. Untuk spesifikasi yang kayak gini tanpa VGA ya, itu nyentuh di Rp5,3 juta. Dan spesifikasi PC build up ini mirip sama yang ada di enter komputer ini. Cuman dia harganya sekarang jadi sekitar R jutaan. Link pembeliannya nanti akan saya cantumin di pojok kiri atau di kolom deskripsi. Jadi untuk spesifikasinya ya mirip sama kayak yang saya kalkulasi di enter komputer tadi. Jadi untuk basic mubunya dia pakai Intel H570 chipsetnya LGA 1200 yang sebenarnya memungkinkan opsi upgrade-nya sampai 128 GB untuk RAM dan dia juga memungkinkan untuk speed USB-nya itu sampai 10 Git/ Beda sama mainboard H510 yang sekarang ada di pasaran karena H570 itu udah discontinue. Bedanya H510 itu support di 64 GB dan speed USB-nya itu cuma 5 Gbit/s. Karena soketnya ini LGA 1200, sebenarnya untuk prosesornya ini bisa di-upgrade lagi sampai 11900K. Cuman enggak bisanya di PSU sih. Karena PC build up yang dipakai sama XP ini. Jadi ini build up PC dari XP ya. Namanya itu XP Pro 280 G8. PSU-nya itu cuma di 180. Walaupun memang dia bukan PSU murah ya, karena kalau saya lihat dia punya sertifikasi 80 plus gold. Bukan white, bukan bronze, bukan silver. Ini yang gold. Apaan tuh artinya, Bang? Kalau yang gold efisiensinya itu sampai 90%. Jadi bakalan lebih hemat listrik. Coba kalian lihat saat posisi render Premiere 4K aja ya. cuman jalan di 50-an watt dan kalau idle bisa 22 watt kalau kita tes pakai voltmeter. Jadi kalau saya tanya ke chat GPT nanti editor tolong dipopin pertanyaan saya ya. Per bulan itu sekitar R00 sampai Rp300.000 untuk biaya listriknya. Jadi ya hemat pakai banget. Nah untuk prosesornya si PC build up dari XP ini dia pakai Intel Core i5 ada yang Gen 10, ada yang Gen 10 ya. Harganya lebih mahal sekitar Rp400.000 R lah untuk yang varian i5 gen 10 dan juga gen 11. Untuk yang kita review ini yang gen 11 ya. Jadi dia 11.500 yang punya 6 core 12 trad dengan turbo boost sampai 4,6 GHz yang sebenarnya untuk harga R jutaan performanya cukup lumayan. Yang sebenarnya untuk build up PC-nya aja itu udah include mouse sama keyboard dan juga Windows 11 Pro karena dia versi untuk bisnis ya. harganya itu di R jutaan, 499 untuk yang varian core i5 Gen 11 dan yang varian core i5 generar R.500. Nah, karena menurut kita budget Rp4 juta itu masih oke, akhirnya kita punya ide gimana kalau misalkan kita tambah VGA-nya pakai VGA low profile. Jadi, yang perlu dicatat dia enggak support VGA yang high profile ya, yang low profile. Kebanyakan sih di Indo pakainya 1030 ya. Atau sebenarnya bisa pakai yang RTX 3050 low profile juga cuman harganya lumayan. Jadi kita pilih yang Nvidia 2030 aja. Harganya itu sekitar R jutaan, R,2 juta. Jadi kita nanti coba juga gimana performanya ketika belum di-upgrade GPU sama udah ada GPU-nya. Sebenarnya kalau di-upgrade ke 11.900K ya masih aman ya untuk PSU-nya asalkan enggak nambah GPU. Karena kalau nambah GPU pakai Coron 11900K PSU-nya yang enggak sanggup. Nanti kalau videonya ramei kita coba lah ya pakai RTX 3050 Profile. Tapi nanti link pembelian bekas review-nya. Ini ini sebenarnya barang baru cuman karena kita udah ulik, udah bekas. Jadi untuk nanti untuk link bekas review-nya akan kita jual di kolom deskripsi juga kita buat untuk beli RTX 3050 yang loop profile. Untuk harganya yang bekas review ya pasti kita rugiin lah ya. Gimana lagi untuk RAM? Basic-nya 8 GB dengan speed maksimal yang bisa ditampung H570 itu di 2.933 megfer. Untuk storage-nya kita udah dapat dua. Yang pertama itu ada storage NVME Gen 3 yang speed-nya itu 3.500 Mbps kapasitasnya 256 GB. Dan yang kedua ada hardisk 1 TB yang speed-nya ya hardisk pasti 100-an Mbs. Tapi hardisknya lumayanlah untuk simpan data atau foto hasil render video. Tapi kalau untuk instal aplikasi saya saranin di SSD-nya karena biar bootingnya lebih cepat ya. hardisk sebagai arsif untuk ya file-file aja, jangan aplikasi yang harus diinstal. Kalau dirasa storage-nya masih kurang, tenang aja masih ada satu slot SATA untuk hardisk atau SSD 2,5 inch tambahan lagi. Terus untuk support soketnya ada tambahan PCI yang bisa dipakai untuk soundcut. Terus ada X16 untuk VGA dan satu lagi X1 untuk video capture. Nah, enaknya PC build up kayak gini, apalagi ini PC build up yang built for business, secara fungsional atau desain dia benar-benar bisa diperhitungkan ya di bagian pantat atau belakang PC-nya. Cuma ada HDMI, USB type E aja dua. Ini bisa dipakai untuk mouse dan keyboard atau printer yang enggak perlu cabut colok. Terus sisanya diletakkan di depan. Jadi, ada port type E-nya. Buset, ini banyak banget. Total ada en port type E. Empat yang di atas itu versi 5 Gabbit/s. Sedangkan dua di bawah itu versi 10 G/ Sanya ada Audio Jaumbo dan masih ada optical disk drive. Jadi kalau misalkan kalian butuh untuk ya sekarang buat apa ya dis drive ya? Ya, kalau misalkan kalian butuh dis drive masih bisa nih. Zamannya Nero juga enggak ada ya sekarang. Coba deh kalau misalkan disc drive itu zaman 2025 di mana serba digital file-nya. Menurut kalian buat apa? Kalau setahu saya sih biasanya di rumah sakit atau di kejaksaan itu masih pakai disk drive ya. Jadi untuk backup lah digitalnya tetap ada backup hard copy-nya di dis drive di disk itu masih ada. Jadi kalau tiba-tiba ada file tanda kutip kebakaran seenggaknya dia ada dua file. Ada yang di cloud, ada yang offline. Dan ingat ya, ini PC bisnis class desktop. Nah, karena ini bisnis class secara build quality walaupun secara desain simpel dan low profile, cuman aksen garis-garis di depan dan logo Intel Core FF aja, tapi bahan-bahan yang dipakai ini masih solid bahkan sampai di bagian dalamnya, enggak cuma luarnya aja. Untuk dimensinya sendiri kompact dengan dimensinya segini dan tebalnya cuma 15,5 cent. Enggak banyak makan tempat kalau kita taruh di ruangan yang sempit. Nah, kenapa saya beli ini? Karena sebenarnya saya ada project untuk foto box di dalam VW kombi. Nah, saya butuh PC yang lumayan powerful, efisien karena nanti bakalan ngabis-habisin aki. Tapi secara space juga hemat. Cuman saya masih bingung antara ini atau mini PC karena kalau mini PC kan lebih kecil lagi. Tapi nanti saya share lah ya hasil projjectnya gimana. Sekarang kita lanjut ke bagian performanya. Jadi di uji pengetesannya ini, ini bakalan ada tiga skenario ya. Tiga skenario itu yang ya default aja. Terus yang kedua RAM-nya 16 GB kita upgrade. Dan yang ketiga RAM 16 GB plus 1030-nya. Dan untuk VGA yang kita pakai itu dari MSI X30 yang low profile. Dan ingat ya, ini butuh VGA yang low profile. Jadi cari tanpa pin power. Kalau Nvidia Y30 dan juga RTX 3050. Tapi kalau AMD bisa pakai RX550. Cuman saran saya cari yang VAM-nya gede ya, karena lu profile itu ada yang 2 GB, ada yang 4 GB. Cari yang 4 GB aja. Untuk MSI ini harganya 1,2 jutaan kok. Jadi enggak terlalu mahal. Kita mulai dari benchmark sintetisnya dulu untuk RAM 8 GB dan 16 GB hasilnya mirip-mirip aja. Jadi kita ambil CPU performance yang 8 GB aja ya. Untuk skor R15-nya kita dapat rata-rata di 1331 poin untuk looping 10 kali dan single core-nya di 215 poin. Kalau di R23 kita dapat hasil multiore sekitar 7997 average-nya dan untuk single core-nya di 1393. Jadi skor segini itu sebenarnya kalau saya cek datanya ya itu mirip sama Intel Core FF 135 Gen 13 tapi untuk prosesor laptop dan untuk laptop yang pakai prosesor IF 1355U kalau saya cek itu harganya ada yang Rp7 juta, Rp8 juta bahkan ada yang Rp16 juta ya tergantung konfigurasinya lah. Kalau secara harga masih lebih terjangkau PC build up ini. Bahkan kalau kita ada monitor dan ada low profile GPU-nya. Lanjut kita tes di 3D Max ya. Untuk GPU-nya kita uji dengan tiga konfigurasi tadi. Dan hasilnya ya jelas yang pakai GPU hasilnya itu lebih tinggi di time spy dan fast track-nya. Untuk stres-testnya sih walaupun udah ditambah GPU mirip-mirip aja 99% ke atas. Nah, sekarang kita masuk ke uji coba real skenarionya. Seperti biasa kita coba dulu di Adobe Premier Pro dengan template yang memang biasanya kita pakai. Kita pakai untuk tiga konfigurasi. Untuk default Premiere 4K dia selesai dalam waktu 19 menitan. Kalau nambah RAM lumayan jadi 15 menit 1 detik. Kalau misalkan pakai GPU, wah terpangkasnya hampir dua kali lipat ya dengan GPU itu 10 menit 25 detik. Kalau kita render ke full HD, hasilnya kalian bisa lihat tabel ini jelas yang pakai GPU juga lebih kencang hampir dua kali lipat. Terus untuk blender dengan template BMW enggak ada kenaikan yang signifikan ya karena ini CPU rendering. Tapi kalau kita pakai GPU rendernya ya yang pakai GTX 1030 profile lebih kencang dengan 4 menit 20 detik. Terus kalau digunain untuk kegiatan Office sih ya kalau kalian cuma buat Office gak perlu upgrade GPU. Karena ketika kita tes pakai GPU ya mirip-mirip aja L ya dengan PowerPoint itu sekitar 8 detik selesainya ketika export PDF 150 slide. Excel juga sekitar samalah 50 detik untuk randomis data yang gede banget. Untuk di game kita pakai langsung dua skenario aja lah ya. Jadi, RAM 16 GB plus 1030-nya. Dan hasilnya kalau pakai RAM 16 GB tanpa GPU Valoran average FPS dia dapat 75, maksimumnya 86, drop-dropnya di 59 fps. Dota 2 average di 90 maksimum 95, dropdropnya 78. Nah, kalau pakai GPU kita tes itu sambil main game triple A juga ya. Jadi untuk Valoran kalau pakai GPU naik tuh tembus di 147 FPS average. Maksimumnya 171, drop-nya 108. Dota juga naik lumayan signifikan. Average FPS 105, maksimum 119, drop-dropnya 98. Terus karena Roblox lagi ramai ya, jadi kita coba Roblox juga. Roblox sih sebenarnya enggak perlu karena ini game ringan banget, tapi ya dia dapat maksimumnya sih di 60 fps dan jarang drop FPS. Terus kita coba juga untuk main PS 2023 FPS sudah dapat 41, maksimumnya 49, drop-drop di 34. Kalau untuk main game yang agak triple A dengan bantuan GPU, sayangnya kayak kurang playable ya. gua watering wave dia average FPS cuma dapat 15 maksimum 22. Kalau black mid of Wukong average FPS cuma dapat 13 maksimumnya 16 FPS. Jadi saran saya sih hmm ternyata enggak perlu upgrade GPU ya kalau dibuat nge-game. Tapi kalau buat editing tadi sih perlu karena kenaikannya lumayan signifikan. Tapi game untuk game triple A Black Meid Wukong aja dia enggak kuat. Jadi kalau misalkan kebutuhannya untuk nge-game ya jangan. Tapi kalau misalkan untuk rendering 3D, rendering Adobe Edit masih okelah kalau kalian pengen upgrade GPU. Nah, di dalam paket pembeliannya kita itu udah dapat mouse dan juga keyboard. Yang keyboard ini saya suka ya karena gak biasanya keyboard eksternal itu feel-nya enak. Ini feelnya bukan kayak keyboard warnet yang murah gitu, enggak. Keyboard-nya ini feel khas membrin empuk full size. Keyboard-nya ada numeric pad juga ya. Lumayan lah ya. Kita enggak perlu beli lagi. Bisa hemat juga. Duitnya bisa dipakai untuk beli RAM atau upgrade GPU. Cuman dia belum wireless ya. Jadi kalau kalian pengin set up yang clean banget ya harus beli keyboard dan juga mouse yang wireless. Dan untuk monitornya kita enggak pakai monitor bawaan dari XP Pro-nya ini ya. Kita pakai monitor yang menurut saya lebih oke lagi karena harganya cuman R1 jutaan. Tapi ini monitor gaming yang bisa nyala RGB di bagian belakangnya. Refresh rate-nya juga kencang. Harganya cuma sekitar R1,3 juta. Ini monitor dari digital Alliance. Resolusinya full HD 24,5 inch dan sRGB-nya diklaim sampai 99%. Tapi nantilah ya kita review di video terpisah. Kalau misalkan kalian pengin kita review si monitor R1 jutaan ini, coba tulis di kolom komentar ya. Kesimpulannya dengan harga R jutaan ya. Kalau untuk PC build up-nya doang kalau ditanya worthed atau enggak ya menurut saya sih worthed banget ya. Bahkan kalau menurut kalian Rp juta itu terlalu murah, masih bisa di-upgrade lagi. Dapat GPU plus monitor itu sekitar ya R juta ini tambah R1 juta GPU-nya R1 juta. Sekitar 6 sampai R jutaan lah kita sudah dapat GPU dan juga monitor juga. Bahkan kalau saya lihat di e-commerce harganya itu ada yang jual Rp7 juta, R juta bahkan ada Rp2 juta karena ini memang kelasnya B2B biasanya lebih mahal karena ada TPM generasi kedua terus ada Windows 11 Pro-nya. Cuman ini kayaknya udah turun harga deh. Jadi turun harganya lumayan untuk dapat R jutaan Intel Core FF Gen 11. Menurut saya sih worth banget ya. Apalagi storage-nya doble. Dan kalau buat untuk ngetik-ngetik aja udah cukup. Apalagi kalau misalkan kalian mau spare budget lagi untuk upgrade RAM, upgrade GPU, wah bisa jadi alat rendering yang sangat-sangat terjangkau. Tapi renderingnya waktunya itu cukup memukap. Minusnya paling karena form vektornya kecil, jadi kita enggak bisa pasang GPU powerful. Apalagi nih PSU-nya enggak ada pin power tambahan hanya 180 watt. Tapi kalau pasang GPU yang lu profile yang tanpa pin ya bisanya itu yang AMD RX 550, 1030 dan RTX 3050 itu cukup mumpunilah asalkan prosesornya enggak di-upgrade ya. Kalau prosesornya diupgrade ke Intel Core i9 enggak cukup PSU-nya enggak cukup. Jadi ya antara kalian upgrade prosesor i9 atau enggak kalian upgrade prosesornya tapi upgrade ke GPU-nya itu baru bisa. Terus kalau dibanding PC jelas opsi upgrade-nya lebih enak PC ya, karena lebih customiz-nya itu lebih enak. Terus kalau dibanding laptop ya dia minusnya gak bisa dibawa ke mana-mana. Tapi kira-kira dengan budget 4 sampai R jutaan kalian pilihnya laptop atau PC atau PC build up? Coba tulis di kolom komentar. Saya Andikudi and see you on the next video.

Lihat di YouTube