EDUKASI NYETIR | Belok Kiri di Perempatan Boleh Langsung? Siapa yang diutamakan di Area Bundaran? (YouTube Video)
Yo, guys. Back again with me, Coco Driver. Hari ini hari Jumat, udah hampir di penghujung liburan lebaran ya. Gua mau tes orderan nih. Apakah orderan masih gacor, apakah Argo masih bagus? Ya, buat yang penasaran ikutin terus videonya. Ini sekarang gua lagi on the way jemput penumpang pertama. Mobilnya baru ya, Kok. Oh, udah mobil lama sih, Tant. Ini bisa dibuka sih. [Musik] Mumpung pasti lega si ayam. Oh iya, sama-sama nambil. Oke, orderan pertama untuk hari ini selesai. Tagih tunainya Rp20.500. Tadi gua dikasihnya Rp22.000. Sip. Thank you. Nah, karena kemarin ada yang komen sambil nge-vlog sambil edukasi nyetir di jalan tuh gimana? Gua mau mulai edukasi dari yang paling simpel dulu, ya. Ini yang masih banyak orang Indonesia nyetir tuh enggak tahu nih. Di sini ada tiga lajur, tengah, kanan, sama paling kiri. Nah, ini biasanya lajur paling kiri ini ada dua aturan, Guys. Kalau ada plangknya, ada pemberitahuan nih di atas, belok kiri jalan terus, berarti kalian bisa untuk jalan terus tanpa ngikutin lampu lalu lintas tanpa berhenti, ya. Kalau gak ada plangnya, kalian wajib ikutin rambu-rambu lalu lintas. Yang berarti kalau merah kalian harus berhenti, dia hijau baru kalian boleh ke kiri. Jadi, kesimpulannya kalau ada belokan ke kiri seperti ini di perempatan, kalau enggak ada plang pemberitahuan ya kalian harus ngikutin hukumnya atau undang-undangnya belok kiri itu ngikutin lampu merah. Kalau ada plangnya kalian harus baca. Soalnya plangnya juga enggak mesti berisi belok kiri jalan terus. Enggak. Kadang-kadang ada pelang yang bacaannya itu belok kiri ikutin lampu lalu lintas kayak yang sebelah jalur sana. Nanti gua tunjukin ya. Kita putar balik dulu. Nih, gua sengaja ambil lajur paling kiri ya. Nanti akan kelihatan ada plang di sebelah kiri itu ada pemberitahuan kalau belok kiri ikutin lampu lalu lintas. Tuh, kelihatan enggak? Kebaca enggak? Belok kiri ikuti lampu lalu lintas. Jadi jangan mentang-mentang dari jauh kalian ngelihat ada plang biru pemberitahuan. Terus kalian enggak baca, kalian udah PD aja, ah berarti belok kiri langsung. Enggak ya, Guys. Kalian harus baca dan ikutin rambu-rambunya. Kalau enggak ada, berarti by default-nya, by undang-undang, kalian harus ikutin lampu lalu lintas. Enggak boleh langsung. Itu udah diatur di undang-undang. Jadi, kalau kalian mau sanggah, mau debat, ya kalian debat sama yang bikin undang-undang, ya. Jangan sama gua. Gua hanya mengedukasi di sini, ya, supaya kita nyetirnya bisa lebih benar lagi di Indonesia. Kesimpulannya dua ya, Guys, ya. Kalau enggak ada plang, kalian itu berarti harus ikutin lampu lalu lintas. Kalau ada plang, kalian harus baca dulu plangnya. Gue juga punya pembahasan menarik nih dari yang gua pelajarin dari aturan berkendara. Kalau kalian warga kota-kota mandiri pasti sering banget ketemu sama yang namanya bundaran. Sebetulnya aturan di bundaran ini mana yang harus didahulukan? Nah, yang harus didahulukan itu adalah orang yang sudah berada di dalam bundaran dan berasal dari sisi kanan kalian kayak tadi tuh. Bukan berarti gua bilang dia benar, enggak ya. Maksud gua kalian juga masukin bunderan ya kira-kira juga gitu. Jangan main di gaspol aja. Mentang-mentang diutamain tuh enggak gitu. Kayak tadi tuh main nyelonong aja. Enggak gitu caranya juga. Kita sama-sama jadi pengendara yang defensif, yang aware sama situasi sekitar. Tapi kalau berdasarkan hukum, kalau di bundaran seperti tadi itu yang berhak diutamakan itu kendaraan yang sudah berada di dalam bundaran dan berasal dari dari sisi kanan kalian. Kayak gitu tadi Expander nyelonong baik gitu. Makanya gua ngalah karena memang dia lebih berhak secara undang-undang. Tapi pun begitu ya menurut gua kalian walaupun di jalur yang diutamakan atau harus berhati-hati jangan kayak tadi juga gitu benar-benar kayak enggak ada remnya masuk bundaran ngeng gitu takutnya kan ada yang enggak ngerti atau biasa kan sor ya pemotor-pemotor di Indonesia ini kan juga masih selonong boy nih ya kalian rugi sendiri juga nanti. Tapi balik lagi kalau amit-amit terjadi sesuatu kalau berdasarkan undang-undang ya yang di dalam bundaran itu yang diutamakan. Ya, ini sambil kita sharing-sharing aja ya. Soalnya ini dari tadi belum bunyi nih aplikasi. Udah dua aplikasi gua nyalain loh. Agak nge-delay ini orderan. Mungkin efek orang udah mulai pada kerja sama kedua efek gua nyortir juga kemarin. Kemarin itu gua pernah on bit seharian terus gua sortir keras dah. Benar-benar sortir banget dah. Gua ngeterimain orderan tuh cuman yang gua mau aja. Jadi efeknya kayak gini. Mungkin jalanan terpantau masih lowong ya. Tapi orderan pun ikutan lowong nih, Guys. Belum bunyi-bunyi lagi nih aplikasi. Astaga, Guys. Dari tadi yang GR belum gua nyalain, ternyata belum gua onlinein. Kocak. Kalau Go sih udah harusnya. Nah, udah aman ya. Sambil muter-muter cari orderan sambil ngajak kalian jalan-jalan virtual ya. Gua sambil mau jawab pertanyaan juga nih. Ini ada yang tanya kok ini kan tahun 2025 gua masih bisa daftarin Teana gua ini karena kan 2017 memenuhi kriteria ya maksimal umur 8 tahun. Nanti kalau udah ganti tahun apakah mobilnya juga harus ganti? Apakah mobilnya akan terhapus di aplikasi? Kalau dari pengalaman gua, mobilnya enggak akan terhapus dari aplikasi dan kalian juga enggak perlu ganti mobil. Kalian tetap bisa pakai mobil yang sama yang sudah terdaftar di aplikasi. Tapi downside-nya layanannya ada beberapa yang dihilangkan sama si aplikator. Misalkan contoh ya, kalian di tahun 2025 ini mobilnya tuh masuk ke layanan comfort, layanan luxury atau enggak layanan yang premium. Nah, nanti kalau pada saat tahunnya udah ganti dan ternyata umur mobil kalian udah keluar dari syarat yang ditentukan, nah layanan itu akan hilang. Jadi layanan yang tersedia itu akan hanya ada layanan-layanan basic aja seperti Argo hemat atau pilihan Argo standar. Paling banter kalau di gokar gosen masih tetap ada. Tapi kalau seperti gokar comfort, gokar look ya pokoknya layanan-layanan yang di atas yang layanan basic. Kalau umur mobilnya sudah enggak memenuhi syarat ya layanannya yang dihilangin bukan mobilnya. Jadi kita tetap bisa narik, tapi ya gitu layanannya downgrade, argonya pun ikutan downgrade. Sekian jawaban dari gua ya. Semoga membantu. Barangkali juga ada yang lebih tahu atau ada kesalahan nanti dikoreksi aja di kolom komentar. By the way, ini mana ya? Buset, enggak enggak bunyi cuy. Melipir-melipir udah sampai rumah lagi tuh. Lihatin berapa kilo yang udah gua tempuh. 17 kilo. Muter-muter cari orderan tuh. 17 kilo. Ini enggak ada orderan masuk tuh ya. Enggak ada yang gua cancel, enggak ada yang di-cancel. Begitu pula di Grab. Oh, enggak ada sama sekali. Gua putuskan udah offline aja deh. Karena kalau dari pengalaman gua, kalau dari pas nyalain tuh udah anyep akunnya. Ya, sampai akhir hari itu biasanya anyep. Jadi percuma dilanjutin dipaksa. Kalau gua muter-muter juga gua jadinya cuman buangin bensin aja. Mendingan gua offlinein aja. Hari ini enggak jadi on bit. Dan jadinya gua sharing seputar aturan-aturan berkendara ya. Kesimpulannya tadi satu, kalau belok kiri di perempatan itu enggak selalu bisa langsung belok kiri. Kalian harus selalu perhatikan rambu-rambu ada dua jenis, bisa langsung belok kiri atau ikutin lampu lalu lintas. Kalau enggak ada rambunya, enggak ada plangnya, kalian by default harus ikutin lampu lalu lintas. Kesimpulan yang kedua, kalau kalian ketemu bundaran, mobil yang harus diutamakan itu yang sudah berada di dalam bundaran dan berada di sisi kanan kalian. Tapi bukan berarti walaupun kalian sudah berada di dalam bundaran, kalian seenaknya juga kalian tetap harus aware sama harus tetap menghargai pengguna-pengguna jalan lain. Dan yang terakhir, yang ketiga, kalau tahun mobil kalian itu sudah tidak masuk ke dalam kriteria aplikator, bukan mobilnya yang dihapus atau akunnya yang dihapus, tapi layanannya aja yang dihapus. Ya, dan guys, sampai di sini dulu video kali ini ya. Semoga sharing sama edukasi dari gua bisa membantu kalian. Dan harapannya dengan sharing edukasi kayak gini, gua bisa menciptakan lingkungan berkendara yang lebih kondusif di Indonesia ini. Alright guys, stay safe. Thank you for watching. See you in the next video. Bye.
