Jungkat

Enggak Pernah Sebagus Ini! Reviewnya ASUS ROG XBOX ALLY X Indonesia (YouTube Video)

  • 23/10/2025

[Musik] Halo, apa kabar semuanya? Balik Project Review dan langsung aja di video kali ini saya pengin ngebahas satu hand health device yang sangat menarik karena udah resmi juga di Indonesia. Ini dia Asus ROG Xbox L X. banyak yang nungguin dan saya excited banget untuk ngebahas produk ini setelah pakai kurang lebih 2 mingguan terakhir. Ada beberapa poin menarik yang menurut saya oke banget dan bikin saya tuh jadi betah berlama-lama pakai device ini. Hal pertama sekaligus yang paling saya suka itu adalah bagaimana perubahan di soal desain. Dibandingkan dengan ROGI yang versi-versi sebelumnya, ini jelas langsung kelihatan paling beda. Khususnya kita bisa lihat di sini tempat buat kita megang perangkat pas lagi main. Di sini desain itu dibuat seperti controller. Nah, dengan perubahan ini aja silalight desain dari ROG Xbox LAX ini langsung beda dibandingkan dengan lain. Untuk preferensi saya yang emang suka main game konsole dengan controller kayak gini tuh udah kayak 100% lebih nyaman saat dipegang. Ditambah lagi dengan adanya tekstur di bagian belakang yang bikin lebih nge-grip. Berasa lebih ergonomis dan enggak bikin pegal. Apalagi dengan bobot perangkat yang memang lebih berat dibandingkan yang versi sebelumnya. ini tuh ngebantu banget dengan desain alat controller begini emang sebagai gantinya si ROG Xbox L X ini jadi kelihatan lebih besar dan lebar. Enggak bisa dicopot juga kan, tapi karena emang saya udah suka dan nyaman sekali dengan model seperti ini jadinya ya udah happy-happy aja gitu setelah ng pakai. Sekarang kita ngelihat lebih dekat ke perangkatnya. Masih kita bisa temuin di sini detail-detail khasnya ROG. mulai dari tulisan ROG, ada logo matanya di bagian belakang sampai yang paling menarik nih, yaitu detail tulisan Xbox ROG yang cuma bisa kita lihat dari dekatnya. Kalau kita lihat tuh di samping-sampingnya sini ada. Di bagian atas formasinya kita bisa lihat ya, masih mirip. Di sini ada dua port USBC untuk nge-charge yang salah satunya sudah mendukung Thunderbolt 4. Terus di sampingnya juga ada tombol volume, habis itu ada card reader ya untuk micro SD. Ada exhaus udara juga. ada audio combo jack dan tombol power yang juga berfungsi sebagai fingerprint sensor. Habis itu untuk susunan tombol ya, tombol-tombol mayoritas juga masih sama. Respon atau feel saat dipencetnya pun juga menurut saya enggak berubah ya dibandingkan yang versi sebelumnya. Nah, yang baru di sini itu adalah kehadiran satu tombol yang ada logo Xbox-nya. Sebelumnya enggak ada nih yang kayak gini. Guna tombol ini adalah ngebuka menu seperti yang bisa dilihat sekarang ini. Kita bisa lihat game apa yang lagi aktif ya, tab library segala macam. game yang terinstal, akses ke armor crate dan segala macamnya itu bisa kita lihat langsung dengan satu tombol di sini. Dan ngomong-ngomong soal Armory Create, di sini ada yang namanya Armory Crate SE ya. Pengaturannya masih lengkap dan mudah sekali. Kita bisa atur TDP, kita bisa atur refresh rate, resolusi, dan lain-lainnya sesuai dengan kebutuhan saat kita main. Next ngebahas soal software ini juga sedikit beda nih. Soalnya ada Xbox full screen experience sebagai tampilan UI default-nya si ROG Xbox L. Perangkat ini base-nya tentu masih pakai Windows ya, tetap kita masih bisa install Steam, Epic Games dan lain-lainnya seperti biasa. Cuma emang tampilan UI utamanya aja yang diwakick al Xbox dengan full screen experience-nya yang emang bagus banget menurut saya. Di sini kita bisa langsung lihat game apa aja yang udah diinstal dan bisa sekalian juga buka library game untuk kita nyari yang seru-seru. Kalau gak punya subscription Xbox game pass sebenarnya juga enggak masalah gitu ya. Karena game yang dipasang dari Steam itu bakal tetap muncul. Tapi memang yang dari Game Pass itu bakal lebih diutamakan. Lagian enggak ada ruginya juga sih kalau kalian punya Game Pass gitu. Karena dengan subscription menurut saya enggak terlalu mahal. Kita bisa nikmatin banyak banget game ya. itu ratusan judul bahkan enggak cuma judul-judul lama yang baru-baru kayak CL Obs ya, Hollow Knight, Metafor, Revantazio, dan lain-lain itu udah ada dan bisa langsung kita mainin. Nah, kabar baiknya setiap pembelian perangkatnya ini udah termasuk langganan si game pass tadi. Jadi, habis beli kita bisa langsung main sampai puas. Lanjut lagi ke soal SPCs. Nah, di bagian layar sebenarnya enggak ada perubahan. Masih dengan layar 7 inci, IPS 500 nits, refresh rate-nya sampai 120 Hz. touch screen udah pasti dan dilapisi dengan Gorilla Glass pictus dan Gorilla Glass DC coating. Jadi lebih tahan gores tapi tetap sih ya kayak HP aja walaupun udah banyak proteksinya tapi tetap kalau emang kita bisa tambahin creor tentu sangat direkomendasikan. Secara kualitas dari layarnya sendiri sebenarnya udah kelihatan bagus warna juga cukup vivfit untuk jenis IPS. Kemudian di bagian prosesor di sini ada IMD Ryzen AI Z2 Extreme yang tentunya lebih kencang. Ada NPU juga untuk pengolahan AI dengan 50 tops. Terus untuk RAM-nya 24 GB LPDDR 5X dan penyimpanan SSD 1 TB dengan jenis M.2280. Jadi kalau emang kali aja gitu pengin di-upgrade lagi jadi 2 ter ya bisa-bisa aja sebenarnya. Dari segi performa setelah saya nyobain si ROG Xbox LX emang berasa lebih cepat dan lebih bertenaga untuk main game. Memang kalau kita bilang signifikan mungkin enggak ya dari versi sebelumnya, tapi tetap ada peningkatan. Kalau untuk gambaran aplikasi benchmark, dia dapat angka segini nih yang mana udah termasuk bagus ya sekalipun dalam kondisi tdp saya set di 13 atau 17 watt. Dan kalau misalnya kita naikin di TDP 25 atau yang lebih tinggi lagi ketika dicolokin tentu juga bakal jadi lebih powerful. Dengan kemampuan yang ada sekarang saya udah bisa main game dengan grafis yang cukup intens seperti contoh kayak main blackmate Wukong, Cyberpunk, Clear opskure ya dengan nyaman. Umumnya saya pakai TDP di 17 watt aja dengan setting yang tentunya dikondisikan. Pasti enggak rata kanan tapi dikondisikan dan tetap nyaman. Seperti contoh saya main Blackpint Wong ini bisa nyaman dengan setting medium di resolusi 900p dan kalau pengin yang pakai di 1080 main di low sih menurut saya bakal lebih enak. Pakai TDP 25 watt sebenarnya menurut saya lebih recomended sih untuk game berat begini. Meskipun tentunya di sisi lain akan makan lebih banyak baterai. Karena saya cobain di sini bisa main hanya sekitar 1,5 jam aja ya dengan si 25 watt. Tapi ya okelah sebenarnya. Lebih enak lagi kalau misalnya kita main sambil colok nih bisa sampai dapat TDP yang maksimal banget. Dan ini menurut saya paling pas kalau kita tambahin lagi dengan aksesoris kayak docking gitu ya. Kita colok ke monitor dapat deh performa terbaiknya. By the way, seperti biasa karena ini kan adalah perangkat Windows, jadi kalau kita docking atau colok ke monitor tentu sekalian bisa jadi mesin produktif juga bisa buat kerja, bisa kita pakai untuk ngedit video dan lain-lainnya seperti layaknya komputer Windows biasa. Jadi kali aja pengin izin gitu sama istri beli barang baru, bilang aja beli komputer buat kerja. karena emang kan benar bisa dipakai buat kerja tapi powerful juga untuk main game. Nah, balik lagi ke soal main game. Kalau untuk game yang lebih ringan secara grafis, saya bisa mayoritas pakai TDP di 17 watt aja. Ini udah sangat cukup. Contoh kayak Digimon Time Stranger yang baru. Setting default aja itu bisa lancar, ya. Paling ada drop-drop dikit, tapi menurut saya sama sekali enggak mengganggu. Rata-rata saya masih dapat di 50-an FPS yang mana itu masih oke banget. Habis itu kalau gameennya kayak Hollow Night, nah ini lebih enak lagi sih. Main di TDP 13 volt aja udah lancar dan bisa dapat FPS sampai beratus-ratus. Paket TDP rendah gini menurut saya emang paling enak sih kalau buat game-game yang grafisnya simpel atau game-game remaster kayak Soden Remaster. Nah, itu kita bisa main hampir 4 jam dalam satu kali charge. Oh ya, untuk baterai ROG Xbox Lux ini masih dengan 80 watt hour seperti sebelumnya. Enggak ada peningkatan mungkin ya kelihatannya tapi dengan prosesor yang lebih powerful. dia bisa dapat sampai 2eng jam di game berat atau bahkan sampai 6 jam untuk yang ringan itu sebenarnya udah bagus sekali. Jadi memang kelihatan enggak cuman lebih powerful tapi ternyata lebih efisien juga. Overall kalau saya pribadi sebenarnya udah puas dan happy banget dengan ROG Xbox LX yang baru ini. Performanya bagus, baterainya oke ya, lebih efisien, enggak luar biasa tapi enak banget ya. Karena secara kapasitas kan memang dia enggak naik gitu, tapi ternyata bakal tetap bagus dan enak untuk dipakai main. Namun tetap yang paling saya suka itu adalah desain ala controller yang benar-benar bikin nyaman dan betah main berlama-lama. Kalau kalian belum sempat beli ROG Ali seri-seri sebelumnya dan sekarang udah ada budgetnya, saya sangat rekomen langsung gas beli yang ini aja. Tapi kalau emang pengin yang lebih murah baru pengin coba kali aja gitu ya, ada ROG, Xbox LI juga yang bisa kalian pertimbangkan. Masing-masing itu harganya di Rp9.999.000 dan juga Rp14.999.000. Rp.000. Jadi, sesuaikan aja dengan budget masing-masing. Oh, ya. Kalau ada pertanyaan tambahan juga gimana buat yang sudah punya Lix versi sebelumnya upgrade atau enggak? Kalau mempertimbangkan dari segi performa memang IMD AI Z2 Extreme ini ada peningkatan dibandingkan yang sebelumnya. Tapi kalau menurut saya nilai jual yang lebih menarik dari ROG Xbox LA X ini adalah yang pertama dari segi bentuk ya, desain kayak grip controller itu menarik banget dan menurut saya sangat nyaman. Habis itu ada juga dengan si Xbox full screen experience-nya itu sangat menarik ya karena akan memudahkan dan memberikan tampilan yang lebih fresh dibandingkan sebelumnya karena ini enggak ada di ROG Ali versi sebelumnya tapi balik lagi ke kebutuhan masing-masing tinggal disesuaikan aja. Kalau saya sih ya udah jelas suka yang kayak gini karena berasa lebih nyaman. So, buat kalian yang pengin tahu lebih lengkap, mau cek promo dan segala macam, langsung saya taruh aja linknya di kolom deskripsi di bawah. Dan saya juga pengin tahu pendapat kalian gimana tentang si ROG Xbox LX ini. Menarik atau enggak? Coba tulis aja di kolom komentar. Untuk sekarang kayak segitu aja dulu review-nya setelah saya pakai kurang lebih 2 minggu terakhir. Makasih banyak nonton sampai habis. Putri pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa have a nice day.

Lihat di YouTube