Jungkat

Enteng Buat Gaming AAA & Kerja Berat: Review Legion Pro 7i Gen 10 (2025) (YouTube Video)

  • 30/06/2025

Laptop gaming ini bisa main Black M Wukong di atas 100 FPS dengan setting mentok kanan. Cyberpunk yang katanya berat itu juga enteng di atas 100 FPS dengan R tracing aktif. Buat rendering 3D atau editing video 4K 60 fps. Enteng banget. Laptop game ini pakai RTX 5090 GPU laptop yang paling kencang untuk saat ini. Prosesornya juga engak main-main ya. Ini Intel Core Ultra 9 dengan 24 core di dalamnya. RAM-nya langsung 32 GB dan masih bisa di-upgrade. SSD juga langsung PCI GN 5 yang super kencang. Layarnya juga olet ya, jadi mantap untuk editing serius dan main game kompetitif. Laptop gaming monster yang satu ini adalah Lenovo Legend Pro 7i Gen 10 keluaran 2025. Oke, sebelumnya kita udah pernah ng-review laptop gaming dengan RTX 5070 Ti dan RTX 5080. Nah, kini saatnya kita uji tipe yang mentok alias yang pakai RTX 5090. Sekencang apa sih monster satu ini? Yuk, kita mulai. Untuk prosesornya dia pakai Intel Core Ultra 9275 HX, fabrikasi TSMC N3B. Base power-nya 55 watt. Dia punya 24 core dengan 24 trad yang terdiri dari 8 performance core dan 16 efficient core. Untuk cash memorinya juga besar di 36 MB. Integrated graphicsnya pakai Intel Graphics dengan 4X Course. IGP ini udah support encode dan decode video AV1 serta Intel Quicksnya juga bisa ya. Untuk NPU dia pakai Intel AI boost dengan kemampuan komputasi hingga 13 tops. Untuk memori atau RAM-nya 32 GB DDR 5 6400 MHz dual channel 128 bit. Ya, ini standar kecepatan baru untuk RAM DDR5 Sodim. Ini beda dengan sebelumnya yang hanya di MHz aja tentunya karena dia pakai sodium jadi masih gampang untuk di-upgrade. Untuk Sorus dia pakai 1 TB SSD M2.22 NVMA PCI Gen 5 by 4 ya ini SSD PCI Gen 5 bukan Gen 4 lagi nih ya. Laptop gaming ini juga sudah menyedakan slot M.2 kedua untuk SSD PCI Gen 4. Jadi gampang kalau mau upgrade. Nah, kedua slot M.2 ini ya sudah dilengkapi dengan hating pendingin supaya suhu SSD-nya terjaga. Nah, untuk disk GPU dia pakai RTX 5090 laptop GPU. GPU ini sudah punya 10.496 kuda cores yang berbasiskan arsitektur blackwell. Jadi, dia mendukung penuh fitur DLS4 termasuk multifame generation. Untuk kemampuan E-nya diklaim mencapai 1824 tops jauh di atas RTX 4090 yang cuman 686 tops. Sementara untuk kapasitas RAM-nya adalah 24 GB GDDR7 dengan memori Bass di 256 bit. Untuk nilati GP maksimumnya adalah 175 watt. Ini lebih tinggi daripada standarnya yang biasanya 150 watt aja. Tentunya di sini kita bisa mengatur apakah GPU terus akan aktif terus-menerus bergantian dengan IGP atau hanya IGP-nya saja yang aktif. Nah, untuk W connectivity kita menggunakan modul Intel yang mendukung Wii 7 gigabit WiFi, dan Bluetooth versi 5.4. Kapasitas baterainya lumayan besar juga di 80 wat hour. Sementara untuk OS dia pakai Windows 11 24H2. Untuk body factornya adalah clamp shell dan materialnya adalah aluminium untuk punggung layar dan penutup bawahnya. Untuk warna ini namanya adalah Eclipse Black ya, hitam ya. Ya, penampilan Regin Pro 7i terbaru ini tampaknya beda dibandingkan dengan pendahulunya. Kesan laptop gaming lebih terasa di sini. Apalagi kalau ornamen-ornamen RGB-nya kita nyalakan semua. Ini beda dengan pendahulunya yang lebih terkesan seperti laptop profesional. Tapi secara keseluruhan penampilannya tetap keren dan gagah. Untuk dimensinya panjang 36,4 cm, lebar 27,5 cm, dan ketebalan di sisi paling tipisnya 2,19 cm, sisi paling tebalnya adalah 2,66 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 2,59 kg dan chargernya 1,05 kg. Ini berat juga ya chargernya ya. Tapi wajar karena ini adalah charger bukan 200-an watt, bukan 300-an watt. Ini adalah charger 400 wat. Jadi total bogat kalau di bawah-bawah adalah 3,64 kg. Nah, untuk display ini adalah panel berukuran 16 inci. Resolusinya 2560 * 1600 pikel dengan aspek rasio 16 b. Benar, ini RTX 5090 cuma dikasih layar 2,5K. Agak tumpah-tumpah nih frame rate-nya nih harusnya ya. Refresh rate-nya 240 Hz dengan response time di bawah 0,5 ms dan sudah mendukung fitur variabel refresh rate G sync ya. Untuk panel tentunya adalah panel OLED. Menurut Lelovo tingkat caran maksimumnya ada di 500 nitz dengan color gambut di 100% di CP3. Nah kalau kami ukur hasilnya tingkat kecaran maksimumnya ada di 508 nits di mode SDR dan 595 nits di mode HDR. Gambut coverage di 99,9% DC IP3 dan rambut volume di 117,5% DC IP3. Layarnya ini juga sudah xride certified dan dikalibrasi warnanya di pabrik. Jadi cocok untuk editing kelas profesional. Buat main game triple A atau game kompetitif pastinya juga mantap nih ya. Dan dia juga udah punya sertifikasi Dolby Vision dan display HDR True Black 1000. Jadi mantap buat streaming film atau main game di mode HDR. Permukaan layarnya punya sifat yang glossy ya. Dan ini memang umum kami ketemukan di laptop-laptop dengan layar OLED. Permukaan seperti ini akan menantumkan sedikit bayangan tapi perpaduan OLED dan permukaan gloss ini membuat warna yang ditampilkan jadi lebih cemerlang. Untuk bing layar sudah menggunakan desain yang tipis di keempat sisinya. Jadi lebih kekinian aja ya penampilannya. Nah, sekarang kita lihat kamera dan mikrofonnya. Laptop gaming ini dilengkapi dengan kamera dengan kemampuan mengambil gambar 5 megapel dengan aspek rasio 4 b 3. Kalau kita pakai 16 b 9 resolusinya menjadi 1440p. Sementara kemampuan perekaman video mencapai 1440p 30 fps. Nah, kamera ini sudah mendukung fitur Windows Studio Effect seperti automatic framing, eye contact, serta background effect. Saat diaktifkan, fitur-fitur ini akan dijalankan di NPU ya, bukan di GPU tambahan. Jadi ini lebih irit. Untuk model mikrofonnya ada dua buah ditempatkan di sisi kanan dan kiri kamera. Saat kami coba di studio kami, kamera ini mampu menangkap gambar dengan jernih. Detail muka kami juga cukup jelas terlihat dengan warna kulit yang masih tampak natural. Mikrofon di laptop ini juga mampu menangkap suara kami dengan jelas. Menariknya, meskipun tidak menemukan menu untuk mengaktifkan noise cancellation, mikrofonnya ini dapat menghilangkan suara bising yang diperdengarkan dengan baik. Oke, jadi seperti inilah kemampuan noise cancellation laptop Lenovo Legend terbaru yang satu ini. Jadi, gimana nih suara kipasnya? Apakah masih masuk ke mikrofon atau enggak? Ya, jadi seperti inilah kemampuan kamera dan mikrofon laptop Lenovo Legend Pro 7i yang satu ini. Jadi, gimana nih kualitasnya? Oke atau enggak? Nah, laptop gaming ini dilapi dengan empat buah speaker. Dua speaker posisinya mengarah ke alas laptop. Sementara dua lagi ditempatkan di area sebelah atas keyboard atau tepat di bawah layar. Kita bisa mengatur profil dan equalizer suaranya melalui aplikasi Nahimik. Nah, suara yang dikeluarkan sebenarnya sudah cukup lantang ya, tapi kami merasa agak kurang menggelegar lah di tengah kami. Tapi untungnya kualitasnya sudah cukup memuaskan dengan bass yang terasa bulat dan cukup dalam. Nah, untuk konektor di kiri ada 1 DC inch, 1 HDMI, 1 USB 3.2 Gen 2 yang sudah mendukung power delivery dan display output. Lalu ada satu Thunderbolt 4 yang sudah mendukung USB 4, power delivery, display output, dan perangkat-perangkat Thunderbolt lainnya. Lalu kemudian terakhir ada 1 USB 3.2 gen 2. Lalu di sebelah kanan ada 135 mm audio combo jack. Ada 2 USB 3.2 gene. Lalu ada e shutter switch untuk mematikan kelistrikan modul kamera dan ada satu 2,5 GBPS Ethernet. Ya, di sini tidak ada konektor sama sekali di sisi belakang laptopnya. Lanjut untuk keyboard-nya. Laptop gaming ini lagi-lagi menggunakan Legion True Strike Keyboard yang selama ini dikenal tidak hanya nyaman untuk main game, tapi juga buat ngetik. Bentuk dan tata letak tombolnya bisa dibilang nyaris enggak berbeda dari pendahulunya. Hanya saja untuk travel distance-nya sekarang jadi 1,6 mm. Sedikit lebih dalam dibanding pendahulunya yang 1,5 mm. Key caps-nya juga punya cekungan nih sedalam 0,3 mm. Ini mencegah resiko jari bergeser dari tombol saat kita ngetik. Mungkin kalau kita ngetik cepat gitu ya. Jadi lebih presisi aja. Menariknya kita bisa mengganti key caps bawaan dengan Legion Colorful Ceramic Key Caps yang diklaim punya daya tahan lebih baik dan feel yang beda saat digunakan. Saat kami coba, keyboard ini memang nyaman sekali digunakan ya dengan feedback yang terasa cepat. Kami juga bisa beradaptasi dengan cepat padahal sebelumnya kami tidak menggunakan keyboard Lenovo. Keyboard ini dilengkapi dengan backlit per QR RGB. Jadi warna setiap tombolnya bisa dibuat berbeda satu dengan yang lainnya. Kemudian kita bisa mengatur tingkat kecerahan dan efek lampunya di aplikasi Legend Space. Sementara untuk tombol function plus space bar ini digunakan untuk mengganti profil efek warna. Oke, untuk touchpad-nya ini areanya memiliki ukuran 12 * 7 cm dan ini menggunakan bahan milar untuk permukaannya. Ya, tentunya Lenova menempatkan touchpad laptop mereka sejajar dengan tombol space bar. Jadi, ini memberikan kenyamanan optimal saat kita mengetik. Saat kami coba, jari kami itu dapat bergerak mulus sekali di atas permukaan touchpad dan tombol klik kiri dan kanannya terasa empuk saat ditekan. Beralih ke cooling systemnya, laptop gaming ini menggunakan Legion cold front vaper untuk pendinginnya. Ini adalah sistem pendingin dengan vaper chamber berukuran besar yang diklaim mampu menghandle TDP prosesor dan GPU hingga 250 watt. Jumlah kipasnya ada tiga buah di mana dua adalah kipas utama dan satu lagi adalah kipas kecil tambahan yang meniup angin ke atas permukaan blok heatsing. Untuk semua lubang ventilasinya ini mengarah ke belakang. Menurut Lenovo walaupun tidak ada ventilasi kanan dan kiri ya performa pendinginannya justru jadi lebih baik dibandingkan pendahulunya. Oke sekarang kita masuk dalam aspek performa. Laptop gaming ini dilengkapi dengan empat profil performa, yaitu quiet, balance, performance, dan custom. Kita bisa mengubah profil tersebut dengan menekan tombol function plus huruf Q atau melalui aplikasi Legend Space. Nah, di aplikasi tersebut juga disediakan switch untuk mengoverclock GPU biar lebih kencang lagi. GU bisa dipush hingga 175 watt saat kita overclock. Oh ya, kalau kita pilih mode performance, GPU akan otomatis dioverclock nih. Oke, langsung aja kita lihat e konsentrasi performanya kalau kita pakai Cab R23 ya. Nah, disabilitas selama 30 menit, skor tertinggi dicapai adalah 32.461 poin di mode balance dan di mode performance dia bisa dapat 38.471 poin. Sementara untuk skor yang bisa dipertahankan itu 31.400 sampai 31.900 poin di mode balance atau di mode performance di 35.000 sampai 35.200 poin. Untuk su kerjanya pesat menjalankan cband R23 stabilitas selama setengah jam. Di mode balance su rata prosesor ternyata dapat dikendalikan di bawah 80 derajat celcius. Meskipun memang ada spike suhu di 80 derajat celcius saja akibat colongan performa di awal setiap looping. Sementara di mode performance su rata-rata pressor mengalami kenaikan sedikit di atas 90 derajat celcius dengan spike suhu sekitar 100 derajat celcius akibat colongan. Performa aja ya di awal setiap looping. Tapi tenang ya, kita kan juga enggak pakai sinband setiap hari ya. Kita lihat nih nanti ya suhunya bagaimana kalau kita pakai aplikasi sehari-hari. Oke, langsung aja kita lihat. Kita pakai Blender 4.3.2 dengan barber shop. Scene ini scene yang berat ya. Untuk CPU rendering sesai dalam waktu 12 menit 46 detik. Kalau untuk GPU rendering dengan kuda dalam waktu hanya 1 menit 12 detik saja. Nah, suurnya pada saat melakukan GPU rendering dengan kuda suhu tertinggi prosesor tercatat hanya mencapai 82 derajat Celcius. Sementara untuk GPU tambahannya itu hanya mencapai 73 derajat celcius. Masih aman banget. Lanjut untuk Adobe Premiere Pro 2025. Kita coba dulu pakai video 4K60 yang 2 menit 7 detik. Untuk software on dalam waktu 3 menit 37 detik. Kalau pakai kuda ini hanya butuh waktu 51 detik saja. Sementara kalau videonya adalah full HD 2 menit 7 detik, software only S dalam waktu 40 detik. Sementara kalau pakai kuda itu hanya 15 detik. Kencang banget ya. Nah, untuk suhu kerjanya perat melakukan 4K video export dengan kuda. Selama pengujian prosesor hanya mengalami spek suhu sekali aja ke 85 derajat celcius. Selebihnya ada di bawah itu. Sementara suhu GP tambahan tuh hanya mencapai 65 derajat Celcius saja. Lanjut ke Davincy Resop 19.1. Ini adalah software video editing class profesional versi gratisnya. Untuk videonya sama ya, 4K60 2 menit 7 detik. ini selesai dalam waktu 1 menit 30 detik kalau videonya adalah full HD 60 fps. Durasinya sama, selesai dalam waktu hanya 23 detik saja. Sementara untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video exporting di pengujian ini suhu prressor terlihat bergerak di rentang 90 sampai 104 derajat celcius. Tapi tenang, suhunya naik turun kok, bukan yang konstan di situ. Dan suhu seperti ini juga cukup wajar karena Davin seriesof versi gratis cenderung lebih membandi CC prosesor dibandingkan GPU. Sementara suhu tertinggi GPU tambahan hanya mencapai 72 derajat Celcius. Oh ya, perlu ketahui juga ya, bahwa mencapai 100 derajat Celcius itu bukan mencapai limit maksimumnya. Karena maksimumnya prosesor ini adalah 15 derajat celcius. Jadi, masih dalam batas aman. Oke, kita lanjut ke CapCut. Video 4K 60 2 menit 7 detik selesai dalam waktu hanya 21 detik saja. Sementara kalau full HD durasi yang sama 11 detik aja. Ini sih kencang parah eksportnya. Klik plus jadi gitu ya. Kita bakal engak sempat bikin kopi nih kalau kayak begini ya. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video export su rata-rata prosesor terlihat masih berada di bawah 80 derajat celcius dengan sekali spike aja ke 90 derajat Celcius. Sementara suhu tertinggi GPU tambahan itu hanya mencapai 65 derajat Celcius. Oke, kita lanjut untuk handbreak. Di sini kita melakukan konversi video 4K 62 menit detik ke full HD 60 fps dengan kodex AV1 tanpa akselerasi. Semua selesai dalam waktu 1 menit 46 detik. Ini udah kencang ya. Lalu dengan akselerasi NV Encoder selesai dalam waktu 1 menit 6 detik. Nah, su kerjanya saat konversi dengan NV Encoder, supressor terlihat bergerak di antara rentang 99 sampai 105 derajat Celcius. Ini sampai ke limitnya banget memang ya. Nah, selain Dave Cisoft, aplikasi yang satu ini memang cenderung membebani prosesor. Jadi cukup wajar ya kalau suhunya sampai setinggi itu ya. Kalau kalian khawatir bisa saja menggunakan mode balance ya supaya suhunya bisa lebih rendah. Nah, sementara untuk SH tertinggi GPU itu hanya mencapai 60 derajat celcius saja. Oke, kita lanjut ke UL Prosion. Benchmark ini menguji performa AI di RTS 5090 dalam menghasilkan gambar dari input tex atau prom dengan menggunakan stable division. Di stable division 1.5, RTX 5090 membutuhkan waktu sekitar 1,6 detik untuk menghasilkan gambar 512* 512 piksel. Sementara untuk stable Division XL, RTX 5090 membutuhkan waktu sekitar 11,9 detik untuk menghasilkan gambar 1024 * 1024 pixels. Oke, tapi ini namanya laptop gaming ya. Jadi sekarang mari kita uji dia untuk gaming. [Tepuk tangan] [Musik] Nah, di game terakhir ini Assassin's Creed Mirage ya. Kita lihat suhu kerjanya selama kita mainkan setengah jam. Di sini prosesor terlihat ada di rentang 86 sampai 90 derajat Celcius. Sementara untuk GPU tambahan itu dapat terkendali di bawah 80 derajat Celcius. Untuk suhu permukaan body saat mainkan game yang terakhir tadi untuk keyboard area paling panas itu kami temukan di tombol huruf L dengan suhu berkisar 41 sampai 42 derajat Celcius. Ada yang panasinnya kami temukan di dekat tombol anak panah dengan suhu berkisar 44 sampai 45 derajat celcius. Sementara tombol WASD suhunya itu aman di 35 sampai 36 derajat Celcius. Untuk area sebelah atas keyboard ini suhunya ada di kisaran 49 sampai 50 derajat Celcius di dekat tombol power. Sedangkan di area palmr suhunya lebih aman lagi di bawah 35 derajat Celcius. Oke, sekarang mari kita lihat kecepatan dari storage-nya. Dengan kristal disma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 9.736 MB/ dan kecepatan tulisnya adalah 11.578 578 MB/s. Ini unik ya, kecepatan tulisnya malah lebih tinggi dibandingkan kecepatan baca. Secara seluran kecepatannya sudah sangat sangat tinggi sekali karena 5.000 sampai 7.000 aja udah tinggi. Ini udah dekat-dekat 10.000 nih ya. Oke, kita lihat sekarang daya tahan baterainya. Kita menggunakan brightness di 150 nit dengan volume sara 25% dan modenya dibalance ya. Layar di 2,5K 240 Hz. Untuk 1080p local video playback. Kalau GP tambahnya kita aktifkan terus-menerus baterai habis di 2 jam. 4 menit. Sementara kalau GPU tambahan dan IGP-nya aktif, kita butuh waktu 4 jam 51 menit untuk menghabiskan baterainya. Untuk spesifikasi yang monster ini sebetulnya cukup irit ya. Meskipun kami sebetulnya berharap daya tahannya bisa sedikit lebih lama lagi. Nah, untuk charging kita coba dulu dengan rapid charge-nya kita off-kan. 30 menit pertama terisi di 54%. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 17 menit saja. Entar duluentar. Ini rapid charging-nya belum nyala loh. Belum. Ini kencang banget nge-charge-nya ya. Mari kita nyalakan rapid charge-nya. 30 menit pertama terisi di 58%. Sementara dari kosok sampai penuh butuh waktu 1 jam 7 menit. Ternyata dia bisa jadi sedikit lebih cepat pada saat rapid charging-nya aktif. Kalau gini caranya sih enggak perlu diaktifin rapid charging-nya ya. Biarin aja udah kencang banget kok. Oke untuk harganya laptop yang monster banget ini memang ya tidak mungkin lah ya harganya Rp10 juta. Yang satu ini dijual di Rp74.999.000. Untuk bonus pembeliannya dia mendapatkan Microsoft Office Home 2024 yang aktif selamanya ya. ee udah enggak usah bayar-bayar lagi di situ. Tapi kalau mau coba Microsoft 365 itu juga dikasih langganan selama 1 tahun. Nah, laptop gaming ini juga dilindungi garansi Legend Ultimate Support sekaligus accidental damage protection selama 3 tahun. Dengan garansi tersebut, kita akan mendapatkan panduan dan saran dari teknisi ahli Lenovo yang juga seorang gamer dalam hal optimalisasi hardware dan juga software. Teknis ini dapat dihubungi selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun melalui fitur chat, telepon, tol free, maupun email. Selain itu disediakan juga dukungan perbaikan cepat di tempat pengguna. Jadi kita enggak perlu tuh datang ke service center. Sementara untuk garansi accidental damage protection akan menawarkan proteksi terhadap kelalaian pengguna di luar garansi utama. Misalnya kalau ketumpahan cairan, jatuh enggak sengaja, retak di panel LCD, keyboard mati, core setting listrik, dan lain-lain. Ya, ini ditanggung 100% selama 3 tahun. Bisa diklaim lebih dari sekali, tapi selama bukan di part yang sama. Untuk part yang sama itu maksimum dua kali klaim. Menariknya lagi, Lenovo menyebutkan kalau garansi ADP ini bisa diperpanjang sampai 4 tahun dengan menambah biaya tentunya. Oke, kita masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama, yang satu ini mungkin kurang cocok untuk kaum mendangming ya. Tapi perlu diperhatikan ya, dengan spek setinggi ini harga laptop gaming ini pastinya enggak mungkin jadi murah dong. Apalagi prosesornya 24 core, RTX 5090, RAM-nya udah DDR 56.400, SSD PC Gen 5, layar OLED, WiFi 7 ya. Ah, enggak mungkinlah muram-murah amat. Suprovisor juga di sini agak tinggi di mode performance pada aplikasi tertentu. Hal ini bisa kita akali dengan menggunakan mode balance, jadi suhunya lebih rendah. Kalaupun mau pakai mode performance, gunakan di ruang yang beracin ya, agar lebih aman aja. Lalu untuk daya tahan baterainya ini membnya agak kurang cocok untuk aktivitas mobile tanpa bawa-bawa charger. Lalu untuk kelas harganya, kapasitas SSD-nya ini baru 1 TB ya. Sedikit berharap bahwa paling enggak dia dapat yang 2 TB lah ya. Tapi paling enggak di situ masih ada M.2 kedua ya kalau mau di-upgrade ya. Kemudian untuk suara speakernya ini rasanya masih agak kurang menggelegar aja untuk kelasnya. Nah, dari segi menariknya performanya nih super kencang. Lalu udah pakai prosesor Intel Core Ultra yang 24 core. Ini enteng buat multitasking. Enten jalanin aplikasi yang berat, siap jalanin aplikasi yang butuh NPU bahkan ya. Lalu untuk GPU-nya pakai RTX 5090. Ini udah main game triple A itu yang berat-berat juga entank. Kalau cuma main game kompetitif sih waduh terbang-terbang tuh game kompetitif ya. Lalu enteng buat editing video 4K60 atau rendering 3D juga enteng banget ya. Lalu dia siap jalanin aplikasi yang pakai tensor core juga. Suku kerjanya relatif aman di mode balance. RAM juga udah langsung 32 gig dan ini langsung RAM DDR 5 6400 MHz dan SSD-nya juga langsung PC Gen 5. Kemudian udah bisa pasang langsung 2 SSD di sini dan layarnya mewah untuk gaming dan editing. Charging juga super super kencang. Konektor juga lengkap. Ada Thunderbolt 4-nya di sini. Lalu dia punya backlit keyboard pergi RGB. Ada Wii 7, ada garansi 3 tahun dan lengkap dengan ADP. Jadi Lenovo Legend Pro 7 ini cocoknya buat siapa sih? Harusnya ini cocok ya buat orang yang mencari komputer yang masih bisalah dibawa-bawa tapi punya performa sekencang PC desktop. Buat kerja sih enak banget ya. Kita bisa gampang banget mau bikin presentasi kerjaan di depan rekan kerja atau klien. Apalagi kalau presentasinya dalam bentuk desain 3D ya. Enggak usah pakai videonya enggak usah enggak usah enggak usah pakai video atau screenshot. Enggak perlu enggak perlu. Langsung aja aplikasi tradingnya dijalanin di situ. Ya, kalau sering pindah-pindah tempat juga kita enggak perlu ngangkut-ngangkut PC desktop ya. Karena yang segini aja udah powerful banget. Buat yang kerjanya editing video pasti mantap banget. Apalagi kalau cuma 4K60 ya keentengan lah. 8K lah sekali-sekali ya. Mau rating video AV1 juga bisa. GP-nya udah support encode video F1 juga. Mauing video dengan color format 422 bisa juga enggak ada masalah. Mau dipakai untuk desain dan rendering 3D juga harusnya enteng. Kan RTX 5090 nih ya. Buat dipakai sebagai mesin AI harusnya juga mantap ya. Asalkan aplikasinya memang mendukung si RTX 5090 dan pasti ini cocok banget buat gamer yang butuh laptop gaming super kencang yang kekinian untuk memainkan game triple A dan game kompetitif dengan setting mentok kanan tanpa takut ada patah-patah di frame rate-nya. Kalau ada patah-patah sudah ajaib sih, udah aneh banget game-nya ya. Jadi kalau butuhnya laptop dengan performa tanpa kompromi untuk kerjaan super berat atau bahkan mungkin gaming yang super berat juga Lenovo Legend Pro 7 ini sepertinya layak dimasukkan dalam daftar pilihan kita. Saya Didi Irfan Jaka TV. Yeah.

Lihat di YouTube