Entry Level vivo Jelek? Cobain dulu yang ini! - Review vivo Y19s GT 5G (YouTube Video)
Mengikuti perkembangan smartphone dari Vivo tuh memang butuh tenaga ekstra ya, karena kalau kita perhatikan mereka tuh kayak nggak capek-capek gitu loh, ngeluarin handphone terus. Kemarin ada Vivo Y19s, Y19s Pro, sekarang mereka ngeluarin Vivo Y19s GT 5G. Buset, rajin banget. Dan sesuai namanya, handphone ini selain punya performa yang ngebut karena ada kata GT-nya, dia juga udah mendukung konektivitas 5G. Kenapa saya bilang ngebut? Karena untuk performa, hape ini pake SoC buatan MediaTek, yaitu Dimensity 6300 5G. Yang sesuai namanya, dia sudah mendukung konektivitas 5G, dan diklaim ini adalah hape pertama dari Vivo di range harga 1 jutaan yang sudah mendukung Soal Dimensity 6300 sendiri, kita semua tau kalau SoC ini sudah cukup oke. Untuk Antutu, dia dapet angka 400 ribuan. Begitu juga untuk beberapa aplikasi benchmark lainnya. Angka-angka yang didapet juga cukup impresif. Tapi apalah arti sebuah angka, kalau soal dipake main game, nggak nyaman. Untungnya, waktu saya coba main game di hape ini, game yang biasa saya mainkan, dan kebetulan gamenya cukup berat, bisa berjalan dengan sangat lancar. Pokoknya untuk performa, hape ini sudah sangat oke untuk harganya. Untuk RAM, hape ini punya RAM sebesar 8GB, yang bisa kita tambah hingga 8GB lagi melalui Extended RAM secara virtual. Untuk Storage, berukuran 256GB, yang menurut saya ini udah gede ya. Itulah alasan saya bilang kenapa hape ini ngebut untuk harga 1 jutaan. Lanjut ke desain, secara visual, tampilannya masih punya garis desain yang sama atau mirip dengan varian lainnya. Hanya saja, bedanya, disini kita tidak menemukan aura light atau LED khas punya Vivo yang bulat. Terus, bentuk modul kameranya juga membulat dibandingkan varian lainnya yang terlihat tidak terlalu bulat. Bagian framenya rata, dengan ukuran bodi yang seperti ini tipis, saya nggak tahu kenapa saya ngerasa hape Vivo zaman sekarang itu bodinya tipis-tipis banget ya. Padahal mereka punya baterai yang lumayan gede lho. Biasanya di atas 5000 mAh, tapi entah bagaimana caranya mereka bisa memasukkan baterai yang besar ke dalam bodi tipis hape ini. Termasuk hape ini, yang punya baterai berukuran 5500 mAh, tapi ketebalan si hape hanya 8,19 mm saja. Bisa tipis begini berkat teknologi BlueVolt-nya Vivo yang memungkinkan naruh baterai berkapasitas besar di hape yang tipis. Di hape ini juga, kita masih menemukan jack audio di bagian bawah di samping port USB Type-C. Terus, ada sebuah tombol power yang menyatu dengan sensor fingerprint dan tentunya, bagian belakangnya punya finishing glossy dengan motif partikel-partikel kecil gitu. Pokoknya, pemilihan warna hingga desainnya sangat terlihat Vivo sekali. Ada dua pilihan warna, yaitu ungu kristal dan hijau geok. Dan yang saya punya ini berwarna ungu kristal. Oke, itu untuk desain. Sedangkan untuk layarnya, hape ini punya layar berukuran 6,74 inci berresolusi HD Plus dengan refresh rate 90 Hz. Layarnya cukup nyaman dan responsif. Saya bilang responsif karena memang selain waktu saya coba main pakai Real Drum, tidak terasa adanya latensi yang mengganggu. Nah, seri GT itu biasanya adalah seri-seri yang memang fokus ke performa atau memang dibuat, tanda kutip, buat main game gitu. Biasanya, kalau hape ini pun didesain khusus buat main game, tentu saja, hal terpenting selain performa adalah layar. Jadi, bisa saya pastikan bahwa responsifitas layar di hape ini itu bagus. Saya juga coba beberapa kali main Real Drum, tidak kelihatan atau terasa adanya gejala delay. Bratasnya juga sudah lumayan tinggi, digunakan dalam kondisi terik. Layarnya juga masih terlihat, walaupun saya tidak dapat informasi jenis kaca hape yang digunakan pada layar di hape ini. Tapi kalau ngomongin soal durabilitas, seharusnya hape ini sudah lumayan tinggi, karena dia punya SGS 5 Star Plus Military Grade dan IP 64. Yang artinya, dia kuat atau tahan waktu tidak sengaja kebanting, dan dia akan tahan terhadap air hujan dan debu. IP 64 ini artinya hanya tahan percikan air hujan, jadi tidak bisa diajak berendam atau berenang. Oh iya, lupa, ada juga teknologi Wet Touch yang membuat selayar masih bisa disentuh dan dioperasikan, walau layar dalam kondisi basah. Untuk konektivitas juga lengkap. Selain dia bisa terhubung ke jaringan 5G, ada juga NFC Multifunction yang bisa dipakai buat top up e-money dan duplikat kartu akses. Terus ada Wi-Fi 6, ada Bluetooth 5.4, dia juga sudah menggunakan konektivitas USB Type-C. Untuk keamanan, dia juga punya fingerprint yang menyatu dengan tombol power yang tentu saja performanya ngebut plus responsif. Untuk baterai, dia punya baterai yang cukup tinggi, yaitu 5.500 mAh, yang punya daya tahan baterai yang cukup oke menurut saya. Bahkan, mereka mengklaim kalau hape ini bisa bertahan hingga 2 hari pemakaian. Selain punya baterai yang besar, Vivo juga memberi 5 tahun proteksi baterai, menjamin battery health hape ini akan tetap terjaga selama 5 tahun. Jadi, bakal awet banget kalau kalian berencana pakai hape ini dalam jangka waktu yang lama. Nah, untuk software, dia pakai Android 15, Funtouch OS 15. Fiturnya saya suka, karena Funtouch OS 15 ini kayak beda banget dibandingkan versi-versi sebelumnya, di mana fiturnya udah lengkap. Tampilannya terutama lebih mateng, lebih dewasa gitu. Anjay, lebih dewasa. Pokoknya saya suka banget, terutama untuk manajemen shortcutnya, di mana kita bisa mengklasifikasikan shortcut yang sangat mudah, terus kita bisa membedain sekaligus, kita bisa menghapus sekaligus, dan hal-hal spil ini yang nggak kita temukan di antara muka-muka lain di handphone-handphone yang lain. Itulah kenapa, salah satu alasan kenapa handphone ini bagus atau nyaman, nggak ngomongin bagus ya, tapi lebih kepada nyaman adalah manajemen shortcutnya yang oke. By the way, Dubai lagi panas banget. Panas, bro! 44 derajat, mantap! Ada juga fitur AI di software, yaitu AI Screen Translation, di mana dia bisa nge-translate secara real-time si tangkapan layar. Kamera utama hape ini beresolusi 50MP, sedangkan kamera sekundernya adalah kamera auxiliary, yang saya juga bingung, apa sih sebenarnya fungsi dari kamera sejenis ini? Untuk kamera depannya, dia beresolusi 5MP, terasa cukup standar dan wajar untuk sebuah hape entry-level. Kualitas foto di kamera hape ini, menurut saya, lumayan. Dalam kondisi cahaya yang cukup, foto yang ditangkap cukup bagus, detailnya juga masih, dengan mudah ditangkap. Warna juga lumayan akurat, nggak terlalu pucat, dengan tingkat saturasi yang lumayan vibrant. Kemampuannya menangkap foto HDR aja, yang menurut saya agak kurang ya. Beberapa foto terlihat gagal meng-highlight bagian yang gelap dengan baik, tapi saya juga susah komplain soal ini, mengingat ini adalah hape entry-level, jadi kita akan dapetin apa yang kita bayarkan. Dia juga bisa mengambil foto portrait. Untuk kualitasnya ya... sosol lah. Foto bokeh masih bisa tertangkap dengan baik, tapi separasi antara foreground dan backgroundnya tidak sempurna, karena masih terlihat beberapa bagian sulit diidentifikasi oleh si hape. Vivo Y19s GT 5G ini juga punya fitur yang belakangan ini jadi fitur-fitur wajib hape-hape Vivo, yaitu AI Erase 2.0. Dengan fitur ini, kita bisa menghilangkan objek-objek yang tidak kita inginkan dalam sebuah foto. Lumayan terpakai buat kita yang malas nge-retake foto atau sulit mengulang skenario foto yang sama ya. Terus ada juga AI Photo Enhance yang bisa bikin foto yang kalian tangkap jadi auto bagus, tidak perlu lagi edit-edit manual. Capek bro! Kamera depan di hape ini juga bisa menangkap foto selfie yang lumayan bagus menurut saya. Untuk kemampuan mereka dalam meracik kamera depan, saya tidak pernah ragu ya. Normalnya memang, kamera depan di hape-hape mereka akan lebih baik dari hape-hape lain. Ini adalah sampel dari main kameranya. Ini resolusinya ada di 1080p, 30 fps. Aku tidak tahu goyangannya bagaimana, guncangannya bagaimana, dan suaranya seperti bagaimana. Dengar saja sendiri ya. Sedangkan ini adalah sampel dari kamera depannya. Resolusinya pun sama, 1080p, 30 fps. Suaranya bagaimana? Nilai saja sendiri. Saya dapat musibah di Dubai. Dongle microphone saya hilang. Jadi saya ngomong sekarang tidak pakai dongle ya. By the way, saya lagi di padang pasir. Anjay! Lihat orang lagi naik ontak. Oke, saya ngomongin soal handphone ini lagi. Tadinya saya itu bingung ya, kenapa brand itu kalau bikin smartphone itu, bikin banyak banget varian gitu. Kayak misalkan si Vivo ini kan. Dia punya, aduh anginnya kencang banget ya. Semoga suaranya masuk ya. Si Vivo ini kan punya banyak varian ya, kayak Pro, GT, terus yang S gitu. Tapi sekarang saya paham bahwa ternyata varian-varian tersebut dibuat untuk memang punya kelebihannya masing-masing gitu. Misalnya GT yang fokus ke performa, terus Pro untuk fokusnya ke yang lainnya gitu. Jadi macam-macam, dan memang varian-varian seperti itu tuh memang ada pasarnya gitu, dan ada yang beli memang gitu. Itulah kenapa brand-brand itu mikirin sampai segitunya gitu. Jadi sekarang paham gitu, kenapa alasan mereka bikin begitu banyak varian. Melihat key selling point yang ditawarkan Vivo, hape yang dijual di harga mulai dari Rp 1.999.000, ini menyasar untuk mereka yang nyari hape-hape terjangkau. Tapi punya beberapa kelebihan, seperti durability yang bagus, performa yang ngebut, dan baterai yang awet. Keunggulan mereka dalam hal layanan purna jual juga perlu jadi pertimbangan, karena kalian pasti nggak mau kan? Abis beli hape murah, terus waktu hape kenapa-napa, bingung mau service hapenya kemana. Sekaliannya nemu tempat service centernya, eh tempatnya barengan sama brand lain. Oke sob, itu dia cerita saya soal hape Rp 1 jutaan ini. Ya menurut saya kalau kalian memang mau cari sebuah handphone yang komplit dengan performa yang oke, dan sudah support 5G, hape ini bisa dibelihan. Pokoknya ada satu hal yang kita dapetin kalau beli hape Vivo, dan mungkin nggak kita dapetin di hape-hape lain. Dengan harga yang sama yaitu ketenangan hati. Karena memang after sales dari brand ini tuh cukup bagus menurut saya. Service centernya jelas, nggak patungan kayak brand lain. Gitu aja. Terima kasih kalau udah nonton video ini. Kalau kalian suka dengan video ini, dan kita akan ketemu lagi di jalan-jalan berikutnya. Video-video berikutnya. See ya!
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Pasar smartphone flagship kembali diguncang oleh kehadiran vivo X300 Ultra, sebuah perangkat yang tidak hanya mengaburkan batas antara ponsel dan kamera...
Pasar ponsel kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran vivo T5 Series yang mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dijuluki sebagai "HP...


















