Jungkat

Era PC Gaming Terancam Lagi?? (YouTube Video)

  • 24/10/2026

Ini adalah mobilator level dewa, Guys. Dia bisa nge-running [musik] Steam Client secara native tanpa routing, tanpa streaming, langsung di Android-nya. Jadi, ini namanya adalah Droid Deck. Ini adalah aplikasi Android yang bisa nge-running Steam Client pakai ARM 64. Jadi, dia bisa nge-running game langsung di Android-nya pakai Proton. Jadi, dia ditranslasi, kita enggak perlu pakai streaming-streaming lagi. Tapi, memang karena ini adalah aplikasi yang butuh sebuah acceleration GPU. Jadi, GPU minimalnya adalah Adreno 730. Jadi, minimal banget nih HP kalian itu mesti pakai Snapdragon 8 Gen 1. Buat instalnya cukup gampang ya, kita tinggal ke droiddeck.app aja. Dan buat download-nya ini ada langsung download Droid Deck APK. Versinya masih 0.5.0, yang berarti dia masih dalam tahap pengembangan. Terus kita bakal dikasih kayak APK package variant. Ada empat nih, ada standard edition, antutu benchmark, spoof ya. Itu buat eh spoof-spoof ini sebenarnya cuman kayak buat developer lah. Nah, ini sama beberapa ini ya, sama beberapa OS spesialnya kayak Color OS, Origin OS. Nah, cuman kalau kayak kita kan eh pakai lagi pakai ROG Phone yang ini ya, yang standar aja sebenarnya juga udah bisa. Download APK, terus download. Ini yang instal apa? Yang instal unsafe-nya di instal anyway aja. Open, terus dia bakal minta izin ke storage kita. Oke. Nah, ini pas kalian udah masuk ke dalam interface-nya, dia bakal starting Steam. Dia baru bakal download Linux runtime-nya itu sekitar 790 MB. Pas lagi proses instal, dia bakal minta kita untuk masuk ke developer option dulu. Di dalam developer option itu dia ada disable child process restriction. Ini adalah formalitas aja sebenarnya, kita harus uncheck dulu sih disable restriction-nya. Nah, eh habis itu baru dia bakal nge-download si [musik] eh Linux runtime-nya. Itu ada di sekitar 790 MB. Ya, ini adalah kayak semacam driver Linux-nya lah di dalam si aplikasinya. Nah, ini gua ganti device ya. Ini kalau misalnya udah ke-install, dia akan seperti homepage masuk sign in ke Steam biasa. Ini kita enggak tahu sih sebenarnya data kita aman apa enggak. Jadi, sebenarnya ini gua nyoba-nyoba aja. Kalau kalian mau coba, do it with your own risk. Kita tinggal masuk. Dan pas udah masuk, ini mirip banget tampilannya ama Steam Deck ya. Dia ada list game-nya langsung. Terus juga dikontrol pakai controller sih paling enak ya. Tuh, intuitif banget. Dan dia bahkan juga ada yang mirip ama Steam Deck-nya nih kayak ada quick setting-nya. Jadi, kita bisa ngelihat ini baterai kita berapa persen, Wi-Fi-nya juga bisa di-drive dari sini, ada night mode. Terus juga friend Steam juga ada, ada performance overlay. Jadi, ada overlay seperti di Steam Deck, ada frame limit juga, scaling mode juga. Cuman paling enggak ada ininya yang kalau di Steam Deck tuh ada TDP, TDP limit kan biasanya ada. Di sini enggak ada. Ya, paling kita tinggal nge-running Android-nya aja. Tinggal kita batasin aja di aplikasi native-nya [musik] dia. Nah, contoh ya kita lihat di sini ada game yang udah kita install itu adalah ada Batman Arkham Asylum, Expedition 33, Spider-Man Remastered ama Resident Evil Village. Sekarang kita coba aja main game di Steam. Kita coba di sini pakai tablet Legion Tab Gen 5. Dia udah pakai Snapdragon Elite Gen 5 dan 12 GB RAM. Dan untuk game pertamanya kita pakai game jadul dulu nih Arkham Asylum. Setting-nya kita set di highest. kita bisa dapat sampai 61 FPS-an. Termasuk oke ya menurut gua mengingat ini adalah emulasi. Nah, tapi kalau game yang agak berat zaman sekarang macam Spider-Man Remastered itu cuma dapat 40-an FPS di setting-an lowest. Itu bisa dimaklumin kalau menurut gua karena ini mainnya di tablet bukan di PC ber-RTX dan Spider-Man Remastered itu berat ya menurut gua. Nah, tapi ya karena aplikasi ini masih early development jadi ada beberapa game juga yang masih anomali. Contohnya kayak Claire Obscure itu enggak bisa masuk, terus game yang butuh launcher lain seperti Ubisoft Connect juga enggak bisa. Dan entah kenapa Cyberpunk 2077 juga enggak bisa karena alasannya sih ray tracing driver. Ya, semoga aja ini kan project open source kalau nanti software-nya semakin matang, semakin banyak juga [musik] game yang bisa dimainin di sini. Intinya aktif aja di komunitas. Terlepas dari semua bug-nya tadi, aplikasi ini kan masih early development stage kan. Jadi ya menurut gua masih maklum kalau ada beberapa bug terutama di game-game tertentu. Tapi ya kalau misalnya kita ngomongin soal performance sih sebenarnya dia masih ada frame drop-frame drop tapi dikit gitu enggak kayak yang sebelumnya ada juga namanya GameHub. Itu GameHub dia itu frame drop-nya lebih sering dan eh nge-freeze-nya itu lebih lama. Tapi kalau misalnya Android Deck ini ya menurut gua dia itu bisa nge-unlock full potensial dari sebuah gaming HP atau gaming tablet gitu. Jadi ini ya sebagai pengguna ROG Phone 9 Pro gua suka banget sama aplikasi kayak gini karena yang kita mainin tuh enggak cuman kayak Wuthering Waves, N.T.E., Star Rail, Genshin lagi. Paling kemarin kan ada RDR 1 kan tapi itu pun juga cuman itu doang. Ini kan enggak benar-benar kita main game PC di dalam Android gitu. Cuman ya itu juga kekurangannya karena ini adalah game PC jadi size-nya juga gede banget. 60 giga, 70 giga dimasukin ke dalam storage Android kalian yang mungil itu. Contohnya kayak Resident Evil Village saja kemarin kita coba bandingin tuh sama yang di iPhone. Kalau di iPhone dia makan storage-nya adalah sekitar 18 GB, sementara di Steam ini makannya sampai 30 GB. Jadi beda juga antara porting official dengan yang porting secara emulasi. Nah, tapi kalau misalnya menurut gua sih ya ini sudah lumayan oke lah tapi buat early development ya. Nah, kalau buat kalian sendiri nih, kalau kalian bisa berkesempatan main game Steam di dalam Android apa game yang kira-kira bakal kalian mainin pertama?

Lihat di YouTube