Jungkat

EXPLORE VIETNAM BERSAMA JAJAGO!! (PART 2) (YouTube Video)

  • 27/07/2025

Dear guests, we are descending for landing. Hari kedua di Vietnam. Asli loh. Aku masih berdebat. Aku bilang ini palsu. Asli. Asli bagus banget anggreknya. Vietnam barang-barang tuh semua asli ya. Tanaman semua asli. Jalan bunga di sini anti kepalsuan. Wis tidak ada yang palsu di sini. Asli semua. Even kita kemarin ke pabrik I ke apa namanya restoran itu mereka senang banget tepi-tepi jalan aja talama semua. Nah kalau itu ada Pikachu tuh. Oh lucu dikasih ini ya ada selingannya coy. Heeh. Nah hari ini kita mau explore Vietnam. Oh ya tumben ke mana kita mau ke mana-mana termasuk kita mau ke Vincom. Oh kemari ya kita mau pergi ya mall-nya ya. Tapi beda kan Vincom mall-nya ada banyak. Oh, bukan cuma satu. Bukan cuma satu. Terus kita mau ke dealer juga yang terbesar di Vietnam. Se Vietnam atau sehanoy? Vietnam kayaknya deh. Woi. Nanti kita lihat aja deh. Let's go. Nah, ini dia dealer Vinp-nya. Pasat sekali sampainya ya. Iya. Banyak banget mobilnya ya. macam-macam nih. Ini VF5 yang ada di Indonesia. He. Terus ini VF6 yang baru masuk Indonesia ini kayaknya punya orang lagi mau servis kali. Ini VFE34 ada di Indonesia juga. Nah, ini dia mobil pertama FinFast basisnya BMW 5 series yang F10. Oh, ini yang ambil casisnya dari apa? Sasis mesin kaki-kaki itu BMW. Bodinya Pinin Farina didesain sama Italia zaman masih ice compression engine bukan? Iya masih ice. Ada yang ini sama yang di depan tuh Lux SUV. Wah ini ada lagi handover lagi. Handver VF6 baru ya. Kita lihat ya. Nah, ini nih. Ini mobil SUV mereka paling besar. Ada yang versi lebih tinggi lagi yang presiden. Coba dong lihat dalamnya dong. Kursinya yang tengah ini ada yang cat seat. Ini cat seat bukan dikuji yang itu ya. Persis kayak di Indonesia ya. Ah, persis banget ini. Sama sama cuma bedanya setir kanan ini setir kiri sama persis. Nah, ini VF6 baru masuk. Indo ngintip yuk. Oh, ini yang versi yang belum pakai power back door. Oh, bagasinya luas. Oh, ini interiornya. Bedanya kalau di Indonesia ini mulai dari 3,5 sampai 4,5. Oh, harganya ini masih manual. Yang ini nih. Kalau Indonesia kalau salnya udah matic ya. Udah elektrik. Ini mirip kayak VF7 interiornya. Layarnya mirip ya, AC-nya mirip. Tombolnya juga sama kayaknya. Tapi bagian sininya tuh enggak nyambung dia. Ini tipe belum pakai adaptive cruise control ya. Terus transmisinya itu kalau kita mau masuk PRND itu ada di sini. Tombol-tombolnya tuh. Karena dia mungkin dulu awalnya ngambil BMW sebagai basic ya, rasa BMW-BMW-nya tuh berasa kayak misalkan nih di tuasnya ini kayak tombol autonya tuh ada lampunya di sini ya, terus juga layarnya itu ngadapnya ke kita ya. Jadi rasanya kayak BMW banget yang arahnya tuh ke driver semua gitu, driver oriented. Oke, yuk kita keluar even sampai kursinya nih ya. Tombol buat ngatur headr-nya itu ada di sini kayak BMW. Nice loh. Nah, ini VF7 yang kemarin kita pakai. Ukurannya beda. Dia lebih panjang, lebih lebar, makanya dalamnya pun juga lebih lega. Nah, ini nih. Kalau ini gua udah ngerasain gimana. Suspensinya sih enak, pedailnya juga natural, handling-nya bagus, dan larinya kencang. Kalau yang all wheel drive 0-nya 5,8 detik. Jadi kita ternyata enggak sengaja ketemu dengan YouTuber lokal ya, Trada Oto ya. Beliau ternyata temannya Om Widodo Prorok ya. Prorok engineering. So you drive FinFast in here? I'm sorry. You drive a FinFast? Yeah. Ya. What car? I have some the gasoline and the gasoline. The the first one the Lux ya Lux Lux the sedan. No the SUV. Oh the SUV. So it's basically the BMW X5 right? That's that's true. Ya. How does it feel? Yes I think that because I I love driving so that So it feels like BMW. Yeah, some kind of but much less money in less money. How much is the difference between the X5 and the Lux SUV? You mean that the difference between the BMW and Yeah. The price different in here. Wow. Wow. It's so much different because so much different because last time I bought this ay for I think00 the the but the beam should be about about 150 something y oke so huge difference ya triple triple price triple the price jadi bayangin bisa beli BMW X5 ya tapi dengan harga lebih murah sepertiga. Menarik. Oke, let's take a look of your car. Oh, that's your car ya. Hanoy offroad club. I ya. So, you go offroading. I am the debut chair of the club in Oh, I see. So, you bring this to the offroad? Yeah, I go to the Malaysia. Malaysia. With this car? Yeah, with this car. Oh. Jalan ke Malaysia naik mobil ini. I to Malaysia. Is it hard to find the charging station? No problem at all. In we go through to Thailand and we TVP station. PTT station all they have charging charging station. Oke. So it's the same plug ya. The CCS2 CCSC. Oke. So you very happy with this car? Yes, sure. Ya, I drove it all over. Oke, ya. Menarik juga kalau kita jalan-jalan mobil ini ya, jauh-jauh ya. Udah dari Vietnam, Law and Thailand. Thailand and Malaysia. And Malaysia and back. Ya, should be 7000 km. Around 7000. Ya. Yeah. I go deep. I go deeply into the forest. Deeply with this car. No problem. No problem. Even though I have the wingch. Oh, this is a winch. Ok wch. So, where do you put the winch? Here. Here. Actually, today I I intend to to make a video. So, I bring the winch with me Oh, itu dia bawa winch portable. Winch here. So, it's a portable winch. Ha. It's a portable winch. This kind of browny winch. Oke. Oke. I push inside the car and when in I put it out and plug in just play. Oke. Nice. Nice. Jadi kepikiran juga peng punya one. Oke. Because I am a car guys. H so with a lot of money and then I can buy and something like a fun car you know. Yeah. How much the VF in Vietnam? In Vietnam I think it should be $10,000. 10.000 wah jutaan ya. 10,000 ya. 10,000 oh in dollars ya. Not Vietnam dong. In 10,000 US. Oke. 10,000. Oke million. 300 million ya. Very interesting. Ini ada fin yang dimodifikasi ya. VF3 layarnya jadi dua kiri kanan sama setirnya jadi ada tombol. Nah, ini juga kursinya elektrik dia ini kayaknya punya BMW deh. Lucu ya doang. Gua tertarik sama layarnya sih. Wih, agak ekstrem ya dia. Bannya sampai keluar, depannya dibikin mirip kayak defender gitu. Lucu juga. Nah, ini kebetulan ada perwakilannya dari pemilik mobil, tapi bukan pemilik mobilnya ya. Jadi, mobil ini nanti akan dibawa keliling sampai ke Malaysia juga. Terus mereka tuh sudah melakukan perjalanan ke lima negara di South East Asia menggunakan VF6 dan VF8. Nah, ini channelnya ini nih. Unik juga ya. Jadi ternyata kalau di Asia Tenggara itu naik EV keliling-keliling tuh lebih mudah dibandingkan dengan di Indonesia. Nah, ini yang look yang gua bilang tadi yang sedan nih tapi nabrak ya. Ya, gasolin ya, Mas ya. Iya. Itu yang BMW X5. Jadi, jadi FinFast. Kita pakai itu enggak kita pakai ini VFC [Musik] ya. Tadi SIM kita minta dilihat dulu karena ini adalah unit test drive yang dimiliki oleh dealer. Oke, udah pas. Wah, ini kursinya elektrik. Beda sama yang tadi di showroom ya. Kursinya elektrik, ada headup display. Jadi speedometer ini enggak ada nih. Tapi kita bisa lihat informasinya semua di depan kayak si VF7 tuh di depan semua ya. Termasuk layarnya ini juga mirip dan ini sih yang bikin rasanya tuh kayak Eropa banget ya. Dia tuh semuanya driver oriented. Even tombol-tombol di sini juga semuanya menuju driver. Kita mundur dulu bentar ya. Ada kamera 360 sedikit yuk. Masuk de gas. Rasanya panjang-panjang. Klaksonnya panjang-panjang. Enggak enggak enggak enggak marah sih. Cuman ngasih kode aja. Enggak semuanya begitu. Jadi ee gua naik taksi tuh taksinya tuh wuduh pepegangan tahu enggak ya? Benar. Sama kayak kita tadi waktu menuju ke Dirnya juga gitu. Waduh gimana ya? Tapi sini biasa aja gitu. Jadi kita tuh bawanya justru ee terlalu lemah di sini ya. Tapi ini mobil impresi pertama gua ya ini pedal-pedal F-nya enak sih. Ee mobil listrik kan biasanya rem-nya ee agak terlalu sensitif. Ini rem-nya kita rem. dia tuh bodinya tuh enggak diving ke depan gitu loh, enggak ada brake dive-nya. Terus kita gas pun juga halus. Power trend-nya udah matang banget nih mobil. Larinya enak ya karena di FWD ada sedikit tor setir kerasa agak sedikit lari tapi itu wajar untuk mobil yang punya tenaga besar. Gas lagi sut. Nah enak loh. Ada adasnya juga ya. Kita nyalakan. Kita atur gap. P mobil depan. Harusnya di tol sih, tapi ini kita coba aja di sini. Suspensinya nyaman ya, suara luar juga kedap ya. Kurang lebih ini rasanya kayak VF7 tapi yang dikecilin ya. Semuanya handling dan kawan-kawannya itu mirip. Ciri khas FinFas itu kalau bikin mobil itu dia comfort oriented ya, tapi handlingnya sama body roll-nya itu masih terjaga sih. Bukan yang keempukan yang lari-lari itu enggak. Dia kan bisa krip bisa diam. H. Nah, pas dia kripnya itu halus banget. Cek nih. Nah, nih kita masuk R kita lepas rem dia kan langsung gripping tuh. Tapi kiepingnya halus banget dan kita bisa pilih mau crep atau biasa atau diam. Jadi car mode kalau enggak salah. Nah, ini crep mode off. Kalau masuk crep mode off kita masukin ke D dia enggak bakal maju. Nah, tapi dia tuh beda sama yang kalau kita dia kan enggak ada auto hold. Jadi kalau auto hold kita masuk KP modinya kita offin. Nah dia kita gas itu lepas dia berhenti kan. Dia berhenti kan. Tapi pas kita gas dia tuh enggak aktifin rem tangan cuma berhentinya tuh pakai motor listriknya aja nahan. Jadi enggak ada jeduknya gitu. Kadang-kadang kalau pakai auto hold kan suka ada dek gitu dikit kan. Dia nunggu waktu si eh parking brakenya rilis dia enggak ada. Tinggal pilih mau crep mode atau crer modenya kita offin. Oke, let's go. Ini katanya salah satu yang rameai di Vietnam ya. Tempatnya keren banget kayak eksotis gitu. Chinese. Chinese zaman dulu ya. Jadi memang Chinese apa? Eh, Vietnam sih. Vietnam ini kan topi-topi yang ini. Yang ini enggak tahu ya. Tapi kayaknya iya sih. Tapi ini keren banget. Coba baca, Mas. Baca dulu Mas tepatnya Mas. A little hoy an coffee and tea. Ini sapu ya? Ini ijuk. Ijuk diwarna-warni. Oh, keren. Mantap. Sej bagus. Cuma enakan di bawah sih, lebih dingin. Ini tetap sejuk tapi enggak sedingin bawah. Ini struktur bangunannya kayu ternyata. Hah? Cor, Mas. Ini bukan kayu ya? Ini cor ya? Cuma semen kayak kayu garis-garis gitu. Semen. K. Ini bekas begasengnya. Begas-bagas setengah cor. Iya. Bagus ya. Kayu ini yang atas. Atasnya cor mungkin kayu ya. Ini cover. Ini cover. Berarti dicor dulu terus dicover kayu. Oke. Inya juga lucu ya. Kayak arsitek aja ya aku ya. Heeh. I think we are going down. Oke Jadi kita mesin kopi ini enak dan dibandingkan dengan kopi Vietnam yang ada di Indonesia ya. Iya. Susunya enggak terlalu kental. Coba dulu susunya dikit. Enak kan? Hmm. Pas banget nih. Jadi ceritanya dulu di Vietnam itu kan habis perang kan susu itu sangat sulit didapat. Nah, kalau mereka minum kopi pengen lebih creamy, mereka ngasih telur kayak gini. Kopi ya. Tapi enak sekali. Bawain kopi ya. Dibikin less sugar juga biar semuanya bisa minum. Enak, enak, enak, enak. Enggak tahu ya, gua belum pernah nemu yang kayak gini sih. Jadi tadi kan kita dikasih air putih ya. Iya. Eh, kayaknya emang habis ngopi itu harus dinetralisir sedikit deh. Iya, bisa. Karena agak sedikit nyangkut di sini. Eh, dark. Terlalu dark. Bukan terlalu dark ya. Oh, beda. Lu enggak nyobain yang custard kan? Nah, yang custard tu agak sedikit nyangkut. Jadi emang harus di e netralin pakai air putih. Tapi overall enak sih. Enak. Rasa yang belum pernah gua coba sebelumnya muncul. kayaknya perlu ada di Indonesia ada yang bikin nih. Kayaknya gampang sih bikinnya sih. Iya kan belum ada nih bener-bund kafe kan. Iya. Tinggal gimana caranya dapat komposisi yang pas aja sih. Tadi sih pas banget makanya enggak heran jam segini belum jam 12. Ramai ram. Aduh. Ini tahu enggak rasanya kayak di mana? Mana sih, Mas? Kayak di bawah tol Wiyoto Wiyono tahu enggak? Nah, di Jakarta. Jakarta itu kalau di Jakarta aku buta ini kanan Kelapa Gading K. Ini ini paling catek sama Mas Pala itu kalau ngomongin Jakarta. So we turn around. Yes. Yes. Where? Eh here. Oke. Oke. Nah. Tuh udah terbiasa menjadi orang Vietnam sekarang. Nyetirnya udah lancar. Langsung gas B. Gas aja. Udah gas. Karena nanti mereka akan nyingkir sendiri. Jadi agak unik gitu loh. Iya. Heeh. T di klakson pun juga iya sama. Pas di klakson dia langsung ngasih jalan dikit atau enggak diam aja. kayak mereka tuh sadar gitu loh maksudnya, oh iya gua enggak sendirian gitu, ada banyak orang lain dan dia harus ee aware gitu. Jadi setelah gua perhatiin orang-orang yang nyetir di sini terutama waktu kita naik taksi ya Heeh. Ya udah itu ada motor sebelah kanan pepet aja udah nanti dia akan nyingkir sendiri pokoknya yang penting masuk aja duluah sama kayak kita pas nyeberang gitu udah santai tenang aja tuh nih udah gas aja tuh dia akan nyari jalurnya sendiri gitu agak unik sih kalau kita melakukan hal itu di Indonesia duar ketabrak karena mereka jalan mereka enggak lihat kiri kanan mereka tuh lihat tapi mereka menghindar gitu loh tapi sensasi naik ini taksi di belakang Mas kayak Kita ikut ngerim-ngerim enggak sih, Kak? Dipepet. Astagfirullah. Tapi mobilnya enak loh ini. Enak. Benar. Suspensinya enak, nyaman ya. Setirnya juga tuh stabil ya dan ada bobotnya. Kita mau kencang juga agak PD gitu. Enak loh ini loh. Nanti gua mau pinjam ah di Indonesia VF6 biar kita bisa ee review lebih panjang lagi gitu. Karena kalau cuma sedikit sedikit. Iya. Ini kan kita baru nyobain sekilas ya. Beda sama VF7. VF7 tuh kita cobain kencang, cobain pelan ya. Ee terkencangnya 120 karena di sini gua enggak berani lebih kencang dari 120. Gua set di cruise control 119 ya. Cruise controlnya bagus, adaptifnya bagus, bisa ng-rem, e ngegas, eh lens centeringnya juga bagus. Tapi tetap harus kita aware. Soalnya kita tiba-tiba dipepet sama Mercedes set. Aduh. Waduh. Aduh, du du. Dan meskipun traficnya kayak gini, coba lihat mobil-mobil sekeliling kita, Mulus-mulus dan relatif bersih ya dibanding beberapa negara Asia Tenggara lainnya tuh. Walaupun Pak, tapi jarang juga yang lecet tuh, Mas. Ada goresan nyenggol-nyenggol gitu kan ada. Nah, that's our showroom ya. Oke. Depan macet. Oke. Enggak apa-apa. Aman. Iya. Seru loh nyetir di sini loh. Awal-awalnya agak agak kagok ya. Aduh. Lama-lama. Oh, adaptasi dulu, Mas. Adaptasi. Adaptasinya cepat kita. Tapi kalau malam sih benar trafficnya motor tuh banyak banget. Banyak banget. Banyak banget. Justru gua penasaran pengin coba sewa motor sih. Sewa motor ya. Tapi kalau kalian di sini enggak ada salahnya ee naik taksi aja. Jadi naik taksi itu ee biayanya ya pertama kali buka itu Rp20.000. Nah, dalam rupiah berapa? Coba cek deh. 20.000 VND in IDR berapa? 20.000 VND. Dan taksinya itu semuanya Finfast ya. Kita bisa dapat yang VF3 atau VFE34 berapa? R.000. R.000 sekali buka ya. Nah, terus untuk dari ee kan 1 kilo tuh 2 kilo sampai ke 9 kilo kalau enggak salah ya, itu kita kena jadi 15.500 VND. Jadi turun dia tarifnya. Nah, dari 9 ke 16 kilo turun lagi jadi 14.500 per kilo. Habis itu kalau kita di atas 26 kilo kalau enggak salah ya. Iya ee itu tarifnya jadi R.500 dong. Jadi dia tarifnya itu semakin jauh dia semakin murah. Kenapa bisa begitu? Enak re. Iya. Tapi di sini daripada di ASEAN yang sebelum-sebelumnya di sini paling gampang cari parkir, Mas. Masa sih? Iya gampang banget di sini kita parkirnya. Beda siapa yang ASAN kita sebelumnya? Iya gampang banget. Jadi ee salah satu alasan kenapa kita hari ini ee naik taksi ya karena kita mau mengunjungi tempat-tempat wisata. e landmark-landmark di Hanoi lah. Nah, masalahnya adalah cari parkir susah. Jadi kita kemarin ee berdiskusi kan malam kita makan tuh naik taksi ya. Emang sih gua enggak kebayang kalau kita semalam dinner pakai mobil parkirnya susah banget. Jadi lebih baik pakai taksi. Taksinya juga murah ya. Ya, kita tinggal dari taksi nanti pesan taksi lagi dan taksinya cepat karena di sini semacet-macetnya Vietnam ya itu macetnya cuma lampu merah doang jadi lebih kayak nunggu sih. Lancar macet lancar. Tapi gua kalau jadi warga sini ya gua beli FinFast loh. Pakainya yang apa, Mas? Hah? Pakainya yang apa? Tergantung. Kalau buat daily, jarak-jarak dekat gua pakai VF3. V karena kecil ya di kecil kalau sama keluarga mungkin kalau enggak VF7 VF9 yang gede. Oh yang gede yang VF9 buat jalan-jalan kan seven sister ya kali VF7 itu kalau enggak salah range-nya itu 500 kilo dia. Jadi enaklah mau ke mana-mana. Ada ini juga tapi yang biasa dipakai taksi kayaknya VF5 ya Mas ya. VF5 sama E34. Pokoknya kalau warnanya kayak gitu cian ya. Apa sih cian S ya? Ya, itu taksi biasanya dan itu adalah warna khas color identity. Identity-nya Vietnam tuh kayak bangunannya yang klasik-klasik itu warnanya kayak gitu. Giant. Giant lucu ini nih. Nih, Mas nih. Coba kita tarik ya. Ini kita lagi 332 sekarang kita gas. Set. 1 2 Ye. Oh, berdecit dia. Kencang. Jadi tenaganya itu 201 horsepow dan torsinya 310 Nm. Tapi ada yang 174 tetap aja gede. Ya betul. Nah, bedanya sama VF7 yang kemarin itu dia ada all wheel drive. Jadi depan belakang itu jalan makanya dia nol 100-nya 5 detikan kencang. Nah, ini dia sampai kita cepat ya. empuk tapi dia tetap stabil sih. Kayaknya benar banget ketika FinFast itu pertama kali bikin mobil mereka tuh ngambil basis dari BMW sehingga ketika buat mobil-mobil lainnya mereka tuh standarnya ada BMW. Kita tadi habis makan siang di Fincom Plaza. Ini mall punyanya FinFast. Dan di seberang sana ya ini namanya komplek ini namanya ee Fin Home R side ya. Jadi perumahannya FinFas di pinggir sungai. Nah, terus ini gedung ini depan kita ini ini adalah kantornya Vinvas. Jadi, semua pegawai Vinfas itu kerja di situ yang di headquarternya. Nah, kita jalan-jalan makan segala macam, tahu enggak? Terus teman kita yang di Finvas dia bilang, dia bilang mobil dia adalah VF9. Terus gua tanya, "Boleh enggak kita cobain?" Boleh. Yuk, kita masuk yuk. Ini adalah mobil SUV terbesar dari FinFast. Dan sepertinya ini tidak akan masuk ke Indonesia karena mereka enggak ada rencana buat masukin ini. Tapi ini pas kita lihat langsung gede banget. Mungkin kelasnya kayak Paliate kali ya, panjang besar. Velegnya 21 inci ya. Nah, seperti ini dia desainnya. Nah, ini yang gua bilang tadi nih. Ini tuh bolong sampai ke depan jadi bisa masuk. tangan ya gitulah kurang panjang tangan gua ya kita masuk ke dalam tapi dia setir kiri weh mewah sekali terus pintunya kalau kita tutup dia juga sudah pakai pintu vakum jadi dia akan ngisep otomatis entar kita matiin head unitnya besar dan setirnya juga agak beda nih ya dan sama-sama ciri khas mobil FinVas yang VF6 ke atas gitu ya dia tuh semuanya pakai headat display Jadi semua informasinya ada di head up display, tapi kita gak dapat speedometer di sini. Jadi udah inilah mewakili sama dia punya nih ada sensor buat ngelihat kalau kita ngantuk atau semacamnya ya. Hsinya aja beda loh. Enak loh. Ini kursi Finvas yang paling enak sih. Ini setirnya beda ya. Tombol-tombolnya ada metal-metalnya di sini. Terus tu head up display-nya segede itu. Jadi kalau misalkan dilihat tuh emang gede banget sama kayak VF6 atau VF7. Tapi tetap kita dapat speedometer di layar yang besar ini. Yuk kita masuk. Pencet R di sini. Oke kita atur dulu kursinya lihat. Oh ini mewah ya. Enak. Dan ciri khas dari Finfast itu dari mulai yang paling murah sampai paling mahal itu suspensinya sih juara sih ya. Apalagi yang ini suspensinya berasa banget pas lagi jalan tuh kayak teng kayak bawa S class. Oke. Oh, nice. Dan ini ya suara luar dan kawan-kawannya itu juga e kedap suara ya. Jadi emang terasa seperti mobil mahal sih. Oke. Hup. Uh. Polisi tidur gitu doang nih. Lagi nih polisi tidur nih. Deng deng. He. Gitu doang. Tapi satu hal di bawah tuh enggak kerasa mobil gede ya. Dia setirnya tuh tetap lincah akurat. kayak kita belok tuh kayak manut gitu loh. Enggak kerasa bawa mobil gede sih. Coba ya nanti kita ee ngegas dikit. Kita coba gas dikit ya. 1 2 3. Wuh. Wow. Oke. Jadi dia pertama kali kita injak dia smooth dulu, habis itu baru keluar tenangnya. Teng. Jadi gak langsung semuanya dikeluarin. Nice. Ini bagus kalau kita pakai driver, kita duduk di belakang ya, ketika driver kita pengen ngebut, nah tarikan awalnya tuh di ditahan dulu sama dia. Jadi smooth banget. Set. Nah, baru kencang. Oh, enak mobilnya. Tapi bukan yang lagi ya, natural rasanya. Tetap dia natural, tapi pas angkatan pertama itu dibikin smooth dulu. Enggak langsung dideng nih. Wah, suspensinya enak banget. Eco mode. Oke, e mode. Sport mode if. Oke, bisa diubah ke sport mode ya. Oh, I beda banget. Toel dikit langsung lari. Tapi juga masih smooth loh. Sama Finfas ini dia punya pedal rem itu enak loh. Ah, radius putarnya juga bagus. Let's go. Bentar. Ada ada posur dulu. Kita pelan. Oke, kita coba akselerasi di sport mode. Oke, lebih kencang terasa ya ke jantung ya. Oke, let's go. 1 2 3. Uh. Ya, 100. Cepat ya. Nice. Let's go. Wuhu! Wah gila loh Vietnam bisa bikin mobil. Even di Asia Tenggara itu ada Proton Pro 2. Tapi menurut gua FinFast tuh yang paling mewah, paling mature, dan meskipun dia paling baru loh. tuh ya. Remnya halus. Gede banget durennya. Mana mana mana mana. Wuduh tu. Aduh. Wah, gila gede banget Jon. Gede kali. Gede banget. Coba kita ambil satu nih. Apa bahasa duriannya di Vietnam yuk? Apa bahasa Vietnamnya yuk? Wah, gila gede banget. Gede banget. Pegang berapa kilo? Ah. Woi durinya woi. Tahan tahan. Sakit ya? Berat cok. Ya, sakitlah. Gede banget durennya. Edan. Apa bahasanya sih duren sih ini? Gak tahu. Rowena, what is durian in Vietnam? So oh my god like Vietnamese. Oke berarti udah cocok jadi orang Soziang. Soang Uh mantap kali. nih lihat mangganya aja segede gini. Lihat itu mangga ini. Mangga segede gini. berserap. Eh, itu itu persik ya. Itu peach. Peach ya? Peach itu peach leci. W. So, how much is one dur? One durian it depends on how big it is. So, right now, right now I think it's around like for kilogram. K. Three of four. Three of four. J per kilogram, right? Yes. Lich. Wuh. Lihatathat tuh. You can try both a kind of here. We have two kind of two ofan so you can try both. Do you have the kind that have a bitter in the end of the face? The bitter. It depends on how it is. We love the bitter one. How about you? Ya, cobalah. So, what is your favorite? I like both and like she accepts the in all shapes all color and all. You like the smell? Ya. Oh ya. The best smell in the world. Ya. I want to use this. Minum. Makan sekarang. I have to make us how to eat. We have go. Sorry. Sorry. I'm so excited. Danian. Asik. Ye. Oh my god. Durian. Coba ya. Wow. Keren banget. Gede full ini keras. Woi, Bang. Oke. Yus, yus, Yus. Enggak strong sih ya. Yang ini, yang ini keras. Mending. Hmm. Mending. Tapi tebal, cok. Heeh. Tebal banget. Uh, Iya, Kita di Kamboja sama Laos enggak beli duren. Kenapa? Karena pas ngelihat durennya kayak Thailand. Thailand tuh agak keras. Dan tidak strong. Agak tawar. He agak tawar kayaknya. Emang sengaja untuk bule-bule ya. Iya. Karena enggak semua bule kan suka sampai keras gitu. Ini lebih mirip duren Indonesia. Kayak Musangking lah. Agak agak Cuman memang dia punya manis dan dia punya aroma enggak setrong nendang kita yang biasa ya. Tapi ya udah cukup mengobati duren karena kemarin kita di Thailand tidak berasa duren ya. Waju aja lama dan murah. Berapa? 3 dolar sekilo. Ini total berapa kilo sih? Murah sekitar Rp0.000 lah sekilo ya? Murah namanya. Dan dia ngitungnya itu pas sudah dibuka bukan sebelum dibuka. Bukan plus kulit bukan murah dong makanya. Oke. I love Vietnamis Duren. Ya, jadi paling enak ketika kita jalan-jalan di Harnoy adalah di sore hari ketika adem, tidak terlalu panas. Sekarang jam 5. Adem benar dan gelap itu jam 07. Bukan jam 6.00. Betul. Kita pai 2 jam. Tergantung musim sih. Ini kebetulan lagi musim panas kita belajar tentang garis semu matahari. Iya. Lihat apa lagi yang listrik tade. Tapi ada kabel listrik sedikit nih kayaknya buat lampu jalan ya. Iya. Iya. Yah. Lihat tuh trotoarnya besar-besar. Ter itu terutama H ya buat jalan-jalan even kemarin kita ke Hoang apa Hoang yang mana yang kemarin ke pabrik oh pabrik itu dipsi lah dipsi popin iya sebelum ya itu itu juga trotuarnya gede-gede. H. Jadi walaupun di sini ada banyak sekali motor ya dan seringkiali trotor dipakai juga buat parkir motor ya seperti Indonesia tapi sangat enak sekali buat jalan kaki sebenarnya kalau enggak panas. Kalau gak panas suhunya sini bisa mencapai 40 derajat. Terus kita mau ke tempat ee apa namanya? Tempat wisata di sini. Tapi kita cek ternyata udah tutup. Karena jam 5. Ternyata tutupnya. Tapi enggak apa-apa. Kita coba pengen masuk aja sih. Lihat-lihatlah ya apa namanya. Hoi. Hola. Hoala. Hoalo. Ho prison. Prison. Jadi itu penjara zaman Prancis. Di situ kita bisa lihat berbagai macam bentuk penjara dan bentuk penyiksaan. Oh my god. Apa? Oh my god. Pak apa? Ah lu sadar sesuatu enggak di depan? Apa Ger? Amazing apa ini? Aku udah udah di amazing. Wow. Apa sih Sam? Ingat enggak ini semalam diapain? Iya udah jadi langsung semalam ini dibongkar jalannya ini dibongkar sekarang udah balik lagi semalam ini dibongkar sampai ke sana jalannya. Anda tadi malam minum kah? Kagak tanya ingat enggak, Ger? Iya inget. Lagi ada kering bongkar. Gila ini enggak kelihatan kayak habis dibongkar. Kau yakin? Yakin. Ini kan jalannya kan. Lihat ini bekasnya nih. Tuh ada bekasnya dikit tapi. Wow. Magic. Kabar baiknya adalah Anda berada tepat di sebelah penjaranya. Itu penjaranya. Iya. Oh itu besi. Oh. Oh, ini tuh semalam dibongkar sampai ke sana pekerja juga enggak banyak. Kau kira yang bongkar tuh orang atau pengisi penjara? Ini lagi keluar penjara kali mereka. 10 orang enggak nyampai ya yang kerja ya. Beres. Adakah tahanan keluar semalam? Ya enggak tahu. Ini tuh kemarin dibongkar ininya tuh dikeluarin satu-satu gitu ya. Enggak ngapain? Ini kemarin dibongkar sampai ke sebelah sana itu baru. Oh nih ini ada ada ah ini ada bekasnya dikit. Btw masuknya ke sana, Pak. Bukan dari sini. Hah? Dari sana. Sana. Oh, ini penjaranya. Bukan si masuknya. Eh, gila loh ini. Kok bisa? Biasanya proyek trotoar gini bisa berminggu-minggu loh. Aku takutnya tuh yang gali semalam tuh bukan orang, tapi tahanan penjara lagi mau keluar dari penjara. Jangan-jangan ini penjara tua kan. Jangan-jangan itu hantunya tuh bendera Vietnam dan bendera komunis. Di sini cuma ada satu partai yaitu partai komunis saja. Nah, Vietnam itu kita tidak boleh bicarain politik ya. Yap. Jadi enggak boleh ngomongin pemerintahan atau segala macam. Jadi kita menikmati sebagai turis saja. Betul sekali ya. Nah, nih Noiban V tiket Office ya. Mari kita beli kalau Mas bisa beli. Gila loh ini loh. Gua enggak habis pikir loh. Cepat banget dalam semalam ya. Nah. Nah, udah tutup. Benar. Ini dia penjara Hoalau atau yang dikenal dengan sebutan Hanoi Hilton dibangun pada tahun 1896 yang sekarang menjadi sebuah museum bersejarah yang menarik di pusat kota Hanoik. Penjara ini adalah saksi bisu dari sejarah politik Vietnam. Dan tempat ini tidak hanya menampilkan kehidupan dalam penjara pada masa penjajahan Prancis dan perang Vietnam, namun juga mengabadikan semangat perlawanan dan kegigihan tahanan politik yang mendekam di dalamnya. Pengunjung dapat melihat secara langsung sel-sel penjara, artefak sehari-hari, serta alat-alat penyiksaan yang digunakan ketahanan. Pameran ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang kondisi kehidupan di dalam penjara dan tantangan yang dihadapi oleh para tahanan. Ya, kurang lebih seperti itulah dalamnya. Ih, bagus ya. Iya, bagus. Sayang, coba kita 1 jam lebih cepat ya. Itulah hidup ya. Dan di sini adalah tempat ee kayak kota tuanya mungkin ya. Tuh, lihat tuh di situ tuh bangunan-bangunannya ala-ala Prancis dulu ini jadi kayak tempat ininya lah, pusat-pusatnya lah. Nah, kemudian di sebelah kita ada Supreme Card. Apa itu? Kejaksaan Agung. nah bentuknya keren ya. Aku kira teater di sini mobil dinas itu warnanya biru platnya. Ya, harusnya mereka udah pulang jam segini sih. Tapi ini orang depan Hi ketabrak cok. Mana ketabrak? Tadi dia udah lompat kalian kah? Ah dia jalan terlalu lompat. Gini caranya. Yuk udah ikut aku saja. Cem lihat mereka akan menghindar tuh. Stop warry. Wah udah jalan. udah actel kita kan. Cross like local. I ya. Terus. Nah, ini tahu enggak apaan? Apa lagi? Ini namanya Taca. Vaiung. Vicaidung. Favi suteno. apa? Gak tahu. Oke. Oh, ini Benpien Pusantrum Uwong. Ah, Cin Samsung Wong. Iya. Masa gitu aja enggak tahu sakit. Iya, iya. Oh, Samsung Wong ya. Ya. Ya. Tuh, ada kodam. Ini adalah rumah sakit. Oh, Sang Cung Wong. Ya, ya, ya. Oh, ini rumah sakit sebelah kita. Jadi ini rumah sakitnya kayaknya rumah sakit yang besar ya di sebelah kiri ya. I gede banget itu. Ini coba ada rowena kita bisa tanya-tanya ya. Ah itu masalahnya di mana Romena? Heeh tuh. National Hospital of Obstetrix and Ginecolog. Obstetrix itu apa ya? Aku tahu ginekolog itu yang kerahiman cewek. Kalau obstetri rumah sakit. Ibu dan anak. Oh ibu dan anak. Obstetri. Alright. Seru ya jalan-jalan ya. Ya, aku ketemu ini, ketemu itu. Apalagi pasnya berang seru banget. Ah, iya. Tiba-tiba ada bangunan megah. Tahu enggak ini apa? Ah, pasti rumah sakit lagi. Buka nih. National Library of Vietnam. Perpusnasnya Vietnam. Tempat kaulah. Iya. Belajar. Jadi sebagai lulusan ilmu perpustakaan, mari kita masuk. Bolehkah? Boleh. Halo. Tuh, gede banget perpustakaannya ya. Lebih kayak klasik sih, kayak masuk ke dalam kampus kayak FKUI di Salemba tuh lihat gedungnya kayak gitu. Apa asiknya main ke ppusakaan Bapak? Ya st banding lah. Woi, Anda lagi sudi banding kawan. Jadi perpustakaannya itu kalau kita lihat sekilas ini adalah bangunan dari zaman dulu ya. National Library of Vietnam adalah perpustakaan nasional di Vietnam yang terletak di Hanoi. Perpustakaan ini didirikan pada tanggal 29 November 1917 sebagai perpustakaan pusat IndoCina. Pada September 1919, perpustakaan ini dibuka untuk umum dengan tujuan mendukung dan memajukan arsip dan karya perpustakaan negara bagian barat. Perpustakaan ini awalnya bernama Pierre Pasquare di tahun 1935 lalu berubah menjadi bibliotek Nationale pada 1945 dan pada Februari 1947 berganti menjadi bibliotek Sentral de Hanoi atau perpustakaan pusat Hanoi dan akhirnya menjadi Tu vienkok giaia Vietnam pada November 1958. Perpustakaan ini juga menyediakan situs web online dalam bahasa Vietnam, Inggris, dan Prancis. Situs ini menyediakan berita terbaru mengenai perpustakaan dan memberikan rincian tentang acara dan kegiatan perpustakaan terkini. Selain itu, situs web ini memuat informasi tentang pengembangan profesional, publikasi, dan kepustakawanan yang ada di Vietnam. Jadi, kau tahu katalog buku? Yap, ini katalog buku zaman dulu seperti ini. Maksudnya aku cari buku. Iya, daftar buku ya. Iya. He ini tentang psikologi e apa psikiatri dan eksperimental. Pas kita buka apa sih dalamnya? Katalog sakan nih masih ada enggak sih isinya? Masih ada. Jadi kau mau cari buku tentang apa? Ini kayaknya berdasarkan traong traic tung. Iya. Ini kayaknya eh katalog kanalog kan ada banyak kan. Ini kayaknya yang berdasarkan DDC ya. Do we decimal classification. Jadi buku itu diklasifikasikan menggunakan DDC. Terus kamu mau cari tentang eh nih tentang sejarah roman nih ya. Rogations Roman. Nah, kita tinggal cari ini katalog buku. Nanti kau bisa itu ditulis manual. Gila nih. Ada di A220 A6 nih. Ini bahasanya bahasa Prancis cucok. Alim 9. Nanti lu tinggal ikutin aja rak yang mana di sini. Jadi raknya kita cek ke dalamnya. Iya. Dan ini dulunya ini dia ada tusukannya. makanya diginian ya biar enggak diambil. Jadi dia cuma bisa dilihat doang buat nyari buku gitu. Kalau sekarang lu buka ini teret. Nah, jadi kan ada yang berdasarkan ee namaul, ada yang judul, ada yang berdasarkan kategori. Nah, ini yang berdasarkan kategori buku tentang apa tuh sebanyak itu katalognya. Jadi zaman dulu itu bikin klasifikasi itu susah sekali. Sekarang tinggal kita search tekkek keluar langsung keluar. Ada bubik dulu nyari set lu bayangin perpustakaan yang gede sekali koleksinya sampai jutaan bikinnya pos bikinnya even lu mencari buku aja itu butuh waktu berarti kerjaan lama anda itu adalah ini ee sekarang udah jarang dipakai sekarang kebanyakan langsung pakai ee online. Iya iya iya iya iya gitu. Itulah perpustakaan dengan katalognya. Jadi terbukti kan gua lulusan perpustaka beneran kan. Oh iya iya iya. Jadi kita enggak perlu lagi keluar ijazahnya. Udah terbukti sah. Oke let's go. Oh kau gak kau gak mau baca buku nyebut apa k kau datang buat baca buku itu bahasanya bahasa Prancis bahasa Vietnam emang lu ngerti? Pamer sikit lagi. Datangnya orang belajar racing itu bah. Tuh itu k ada raknya. Jadi perpustakaan itu adalah bukan cuma rak buku. Wis mulai dalam nih Pak. Mulai dalam dia nih. Kalau kita butuh ilmu. Misalkan nih lu pengin mempelajari tentang sejarah ee yang spesifik sejarah kota Hanoi di tahun 1900 awal. Oke. Nah, kita tinggal tanya ke CJPT enggak? Oh, bukan tanya ke pustakawannya. Saya punya penelitian tentang ini kategori ini. Bisa tolong carikan saya buku-buku yang terkait ini. Dan pustakawan harus bisa hafal di mana lokasinya. Bukan, dia harus mencari mereferensikan entah di katalog entah nanti mungkin ada kliping juga semacamnya lah. Jadi mendukung penelitian Anda dan dia itu orang berarti ya yang menghafal lokasi-lokasi titik bengeknya. Enggak menghafal lah kita pustakawan itu tidak akan mungkin menghafal semua buku ada di mana. Itulah gunanya katalog. Oh, gitu. Membantu mencari referensi. Ya, kalau koleksi lu mungkin masih cuma ratusan, cuma 100, 200 buku, lu mungkin masih bisa hafal. Kalau udah ribuan jutaan, bagaimana menghafalnya? Betul. Luar biasa. Dan yang paling penting adalah bagaimana antar pustakawan itu bisa mengerti. Artinya ketika ada satu sistem khusus Heeh. siapapun pustakawannya entar nanti dia dipindah atau pustakawan baru, dia tetap bisa mengerti polanya, mengerti bagaimana bekerjanya si perpustakaan itu sehingga para sacientis ya kan orang-orang yang mencari data itu bisa terbantu dengan pustakawan dengan adanya library. Jadi bukan cuma sekedar tempat buku ditaruh. Wei dalam kali kali ini perjalanan baru berapa menit sudah sangat penuh daging kawan-kawan. Ah, luar biasa. Kalau ngomong perpustakaan bolehlah diadu boleh beradu kita ya. Terus kita udah nyampai di suatu tempat yang dekat sama tujuan kita karena kita pengin lihat water PET show tutupnya jam . Sekarang jam 6 6. Le kurang 15 ya. Jam 5an lah ya. Nah, ini ada Unicla, ada 7-Eleven. Tapi ini yang lucu nih. Ini gedung. Kalau kita lihat di Google Maps itu adalah polsek sebenarnya. Kantor polisi. Tapi enggak kelihatan seperti kantor polisi. Coba ada tulisan komisariat polis yaitu enggak ada logo-logo polisi. Ada nih di atasnya Cung Atudo. Ini gedung polisi yang paling keren sih yang pernah gua lihat sih kayak kayak polisi kantor polisi zaman dulu gitu Zaman artistik. Artistik zaman film Dono Casino Intro itu ini artistik banget sih untuk sebuah kantor polisi. Berarti karena bangunan dari Prancis. Keren ya. Yuk kita nyebrang yuk. Masih merah aman. Jangan masih merah tolong. Oh iya depantor polisi enggak boleh ya? Iya depan polisi. Pak mau ke sevel cari minum. Ah haus. Dan di sini banyak kopi di pinggir jalan. Gua penasaran sama satu tempat. Aha. Aha cofe. Karena dia frenchise banyak di mana-mana. Kalau di Thailand ada Amazon. Di sini ada Aha Coffee. Ya. Ata Hilintar bikin coffee di sini. Ah betul kali. Ah hijau. Awas. Eh, tamannya bagus. Woi, lawan dia, Bang Ridwan. Jangan kalah. Kalah, kalah, kalah. Tengah kota ada danau bagus begini dan banyak sih danau di sini ya. Yap, ini rapi, bagus, cantik, enggak ada sampah. Betul, itu paling penting enggak ada Sampahnya cuma daun-daun kering doang. Lihat semua orang berkegiatan di sini. Ada yang bawa anak, ada yang olahraga, ada yang jualan juga. Tapi rapi, sangat menyenangkan ya. Damai kali ya view-nya ya. BTW, kita di sana lokasinya. Hei, mantap jiwa. Tiba-tiba ada ikan besa gigit kaki abang. Wak gitu. Jadi deh yang ngomong lu sih. Soalnya lu kan expert soal perikanan. Ada sesuatu yang mengampang di atas soalnya. Kayak kayak m sesuatu tuh. Danau Hoan Hiem. Danau Hoan Hiem juga dikenal sebagai Hogw atau Danau Pedang. Adalah sebuah danau di tengah-tengah kota Hanoi, ibu kota Vietnam. Danau ini merupakan salah satu tempat menarik di tengah kota dan menjadi sebuah titik pusat keramaian bagi masyarakat setempat. Dana Juan Kiem merupakan tempat bertemu yang populer di Hanoi dan lokasi salah satu kuil terindah di kota ini. Ditempuh dengan berjalan kaki singkat dari kota tua, danau ini merupakan tempat yang rindang untuk menghindari keramaian dan panasnya udara kota. Di danau ini kita juga bisa melihat berbagai aktivitas yang dilakukan penduduk setempat maupun turis seperti berolahraga, piknik, atau berjalan bersama keluarga sambil foto-foto. Uniknya, di tengah-tengah danau ini terdapat sebuah tugu yang bernama tugu kura-kura yang menjadi salah satu karya arsitektur paling ikonik, simbolis, dan paling dikenal yang mewakili Hanoi dan seluruh Vietnam. Keren ya, bisa ada tugu di tengah-tengah gitu. Ada ikan mas mati ya, Jon. Ini ikan mas mati yoi. Kenapa matinya kira-kira? Kapal piknya kalau dia mati begini berarti aman, Pak. Kenapa? Karena kalau harusnya dibawa P Predator udah enggak mungkin yang ngambang gitu. enggak mungkin ada bangkai lagi. Berarti di sini enggak ada predator ya? Ada gabus kan di tepi-tepi. Aku lihat banyak anaknya gabus. Oke, ada ikan lagi yang mati. Dan ini ikannya ikan mas lebih besar. Dibanding yang kita makan kemarin di Lawo. Gede banget loh. Ada apa ya? Kenapa banyak enggak sih? Enggak banyak sih, cuma ada dua ikan mati. Dari dari danau segede gini ikan mati dua itu berarti berapa persennya? Sangat-sangat wajar. 0,00. Kita enggak tahu nih seberapa dalam ya. Jangan Pak. Cuma kenapa enggak ada yang makan dia ya? Ada sebuah bangunan ini kayak kuil Cina ya. Tiba-tiba ya ada bahasa Cinanya. macam film Harry Potter dia masuk peron yang tebus dunia lain. Wow. Wow. Tiba-tiba kita keluar di Vietnam. Wow. Om. Setiap berapa meter kita jalan, kita menemukan hal menarik di sini. Ya, betul. Tidak bosan-bosannya kita sini. Heeh. Ada apa? Ada apa? Ada apa? Tadi ada beberapa juga enggak kita videoin ya. Ada tempat jualan cangkir handmade ya kan. Guci-ci, guci-guci cangkir. Terus ada kopi dengan telur. Ee enggak kopi bukan kopi dengan telurnya. Kopinya tuh kayak tempat yang agak masuk. Oh, iya. Ih, cocktail bar. Cocktail bar itu ya kalau engak salah. He macam-macam deh. Seru deh. Enak ya sing di sini ya? Jalan-jalan ya. Jel aja udah happy kok. He ada sosis dipanggangnya pakai batu ya. Cuma kayaknya itu bukan sesuatu yang halal. Anda mau coba boleh enggak? Apa-apa aman? Masih kenyang. Saya masih kenyang. Saya butuh air. Thank you. Ya, Aus. Eh, ih gila. Sadu banget. View-nya bagus banget. Uh, daun beruguran. Gila, keren. Di situ ada tempat ada patung besar. Kita ke sana yuk. Itu siapa? Hah. Gas. Oke, kita nyebrang. Justru kita nyebrang nunggu rame [Tertawa] sepi kau nyebrang. Ini taman ternyata dipakai buat main sepatu roda, main motor listrik dan lain-lain. Dan kita bisa sewa termasuk kita bisa sewa sepatu roda di sini. Hm. Tak lama aku jejok bapak-bapak ini beneran. Patung Le Taito. Patung Le Taito adalah patung perunggu yang menggambarkan Kaisar Lee Taito, pendiri dinasti Lee di Vietnam. Patung ini terletak di pusat kota Hanoi, ibu kota Vietnam. Le Taito juga dikenal karena mendirikan kota Tanglong pada tahun 2010 yang sekarang dikenal dengan Hanoi. Patung ini juga merupakan monumen penting yang menghormati Kaisar Lita Haito dan dinasti yang ia dirikan. Leito adalah penguasa keenam Daiviet dan memerintah dari tahun 2009 hingga 1028. Di patung ini, tangan kanan Lit Taito memegang arahan atau keputusan pemindahan ibu kota ke Tanglong dan tangan kiri menunjuk ke lokasi dimulainya pembangunan. Pada tahun 2004, pemerintah Vietnam membuat patung ini di seberang danau Juan Kiem sebagai bentuk penghormatan pada The Founding Father Hanoi jelang 1000 tahun Tanglong Hanoi. Jadi kalau El memindahkan ibu kota akankah di zaman sekarang lu akan dibuatkan patung di ibu kota tersebut yang baru dipindahkan? Oh, saya tahu ini arah ke mana loh. Enggak kan dia ini kan karena dia memindahkan ibu kota dibikinin patung. Betul ya kan? Dailo sekarang namanya jadi Hanoy ya kan. Apakah itu di zaman sekarang akan berlaku juga sama? Hmm. Menarik. Kita jalan sedikit ya. Di sebelah kanan kita ada namanya People Committee. Apa tuh, Pak? DPR, komunitas para warga rakyat. Oh, apa tuh? DPR mungkin ya. Mungkin ada yang tahu? Coba komen di bawah ya. bentuknya seperti ini. Dan kalau emang DPR ya kok enggak ada apa enggak ada kawat beduri atau semacamnya Mereka sangat terbuka. Seperti enggak ada security thread gitu ya. Dan di belakangnya ada Kementerian Luar Negeri Kemenlunya. Terus ada namanya Children Palace. Istana Anak. Gu juga enggak ngerti. Gua lihat di Google Maps sih. Jadi kayak semacam pusat pemerintahan. tapi orang dengan bebas jalan di depannya. Ah, ini mungkin tempat buat mancing. Lihat ada tempat duduk duduk begini. Mancing. Lihat yuk. Tuh. Yakin nih buat mancing? Lah kalau ada kursi-kursi kecil gini apaan? Nongkrong minum kopi kali tuh. Jual kopi dia. Jual minuman Ah. Ya udah. Aus gua. Gua beli minum yuk. Oh ada WC umum G. Mantap. Bersih kayaknya ya. Kita lihat yuk. Oh bayar ding. Bayar. Enggak apa-apalah WC bagus ya. Wajar sih kalau kita baik. Kalau bagus ya bersih. Oh ini unisex ya. Bisa cewek-cewek masuk. Mana bayar tuh depan kan itu tisu. Oh no smelly. Oke. For stuff operate and prescribe. Dirawat ya. Always clean. No smelly. Save modern service. It's free. Oh gratis tuh. Langsung dikasih tahu. Silakan. Oke, kita mendingan beli minum di aus. Dalam satu taman ini kayaknya udah berapa menit sendiri ya, tiba-tiba ada kayak semacam tempel lagi dan di situ ada patung. The P Tower terletak di tebid danau Juan Kiem. The Pen Tower dibangun pada tahun 1865 di kaki Gunung Doctton. Menara batu lima lantai ini merupakan mercu suar penting secara budaya dan sejarahnya. Seperti yang ditulis oleh Nguyen Vano Xiao, pada tahun 1865, menara ini memperingati kemenangan atas pemberontakan dan menjadi sebuah simbol kemenangan dan budaya. Ana tahunya apa? Ah, ini tanaman. Yang kalau digosok-gosok gatal bukan keluar busa. Masa? Ini kan banyak di Indonesia juga. Iya. Katanya kalau lu gini-giniin kasih air itu keluar. Keluar tuh keluar bui. Jangan jangan nanti dilarang di sini. Aku tak tahu. Showtime 1930. Ini beda kali. Beda beda beda beda beda beda. Ini beda ini beda apa sih? Mysterious night. Beda. Beda. Beda. Kita cari papet shop. Apa sih? Terus jam 19. 30 kan? 19-nya Belum toh. Ini bukan papet kali. Jeda. Beda. Beda. Beda. Beda. Beda. Beda. Oh ini ada show di sini tuh jembatan tadi tuh lihat tuh. Jadi ada show ada yang naik kapal kayak drama gitu loh. Tapi drama di tengah danau tuh. ada joget-joget. Punten, Pak. Depan lagi Pak. Eh gubrak de ah. Jadi dia show-nya itu di tengah sini pakai kapal dia. ini tempat tujuan kita yaitu Water Puppet Theater. Boneka air. Itu paling murah. Friday 18.30 cuman hari Friday hari ini Thursday Thursday dong 1830 K. Iya udah lewat baru mulai. Udah lewat dong atau udah mulai ya nanya dia sih ya 1837 sudah mulai dong mereka baru beli. Baru beli gimana nanya tapi sudah lewat 7 menit. Kalau showya 20 menit tinggal 13 menit kita. Halo. How long is the show? 50 minutes. 50. 50 pr 50 minutes 15 or 50 50 So if we pay now still we can go inside oh still happening in the show ya lama sih 50 menit 50 menit waktu tipe 3 paling murah Rp000 VND Rp80.000 R mauah? Aku sih penasaran. 50 menit sih masalahnya. Aku sih penasaran ya. Aku penasaran. Ah gini aja kau masuk gua ng-vlog di luar nanti lu rekam. Boleh ada kamera. Aku pakai kamera ini ya. Aku ambil semua bilolnya aja ya. Ya wes siap. Oke. Karena sekitar 50 menit jadi yang masuk John dan Rihan saja cukup lama ya. Tiketnya Rp100.000 VND sekitar Rp80.000. Nah, sementara John dan Rihanna nonton Water Puppet Show di dalam, kita lanjut keliling buat cari tempat makan. Karena kalau kita ikut nonton itu lama sekali, sekitar 50 menit. Rame pol. Ini kayaknya emang tempat wisata Ini kayak naik marketnya yang semalam bukan je? Bukan ya? Beda ini. Beda jalan. Ini kayaknya di sini enggak ada kereta. Trung coffee house. Wow, ramai. Ini tahu enggak kayak apa? Malioboro. Ah, Malioborov versi Vietnam. Iya, dari ujung ke ujung rameai loh. Oh, lihat tuh. Since 1979 Wessel itu apa ya? Kopi luak Blue Mountain Tradisional Arabica robusta. Tapi ini cuma buat beli doang. Dia enggak ada tempat buat duduk-duduk. Ya, Enggak ada seduhannya. Iya. Ini bukan. Oh, ini bukan nih. Wih, PF7 kalau lagi malam ganteng ya. Ada durian lagi ya. Tadi kita jalan dari sana ya, terus sampai ke sana tuh masih ramai loh. Ternyata emang kayaknya ini coba gua heran ya, tempat kayak gini tuh banyak banget loh. Betul. Iya. Soalnya dekat hotel juga ada. Ada. Benar. Ini jalan jauh dari hotel ada lagi kayak tiap spot itu tempat wisata. Seru ya. Tiba-tiba kok kita masuk ke sini ya? Ini kayak kayak sempit pasar di Indonesia tahu enggak? Bringharjo Jogja. Pasar Bringer Jogja kayak gini, Mas. Jual pakaian-pakaian gini. Iya. Tiba-tiba masuk pasar kita. Cuman kalau di Brengelcja itu kan batik-batik Ini bukan. Iya. Tiba-tiba masuk ke dalam. Wah rame sebelah sananya. Kayaknya ini lebih ramai dibandingkan tempat kemarin sih. Kalau yang kemarin itu kayak lebih ke loko-loko gitu enggak sih? Lihat ada Grab. Oh iya. Tapi ada bendera Vietnam-nya. Rocketman. Bun. Good morning Vietnam. Tapi fotonya trum yang di atasnya Rocketman. Eh Kim Jog. Nyong Unuc ya. Agak bahaya sebenarnya. Berani. Tapi [Tepuk tangan] J. Sekarang kita mau masuk dulu ke dalam buat nonton Water Pupet Show. Sayangnya Bang Ritwan dan yang lain enggak mau masuk nih karena durasinya memang terlalu lama. Tapi karena aku dan Riana penasaran banget, akhirnya kita coba masuk aja. Panggungnya tuh menarik banget karena show-nya itu di atas air dan semua lagu yang dimainkan itu live. langsung di lokasi dengan instrumen khas Vietnam. Lalu nyanyiannya juga langsung di tempat. Ini udah b konser itu loh. Dan show ini menarik karena gerakan dari bonekanya itu enggak kaku tapi benar-benar lues kayak hidup gitu loh. Dan penonton bakal dibuat penasaran dengan mekanisme dari cara kerja boneka ini. Lalu setiap adegan ini rupanya seperti cerita rakyat. Jadi semua penonton terhibur dengan perunjukan ini. Kan seru banget. Total acaranya itu adalah 50 menit. Banyak banget kayak kisah-kisah mungkin kerja lokal ya kayak cerita rakyat. Dan yang PR adalah aku gak tahu gimana cara mereka bikinnya itu papet hidup banget. Wayang wayang versi air. Seru banget. Kami pilih yang paling murah. Cuma Rp100.000 PND ya, kurang lebih Rp80.000 per orang dan menurutku ini worth it banget. So, kita nyusul dulu ke tempat yang Bang Rat. Let's go. Hmm. Enak. Gua mulai, Bapak. Ah, makan kah? Udah. Jadi, kita itu tadi muter-muter cari ve yang enggak ada babinya. Ketemulah di sini. Nih ya. Ini semuanya sapi ya. Even ayam aja enggak ada. Oh kok mau nyari ayam emangnya? Enggak kan ada chicken ve kan. Oh ada chicken ve ini beve fo iya tulisannya bacanya. Tulis bacanya. Ini kuahnya enak banget nih. Bon brot we. Artinya ee kaldu dari tulang yang direbus api kecil lama bisa 12 jam lebih persis rasanya kayak gini. Wangi sih. Lihat kuahnya ya. Terus kita coba dagingnya yuk. Aku suka tekstur myya sih. Itu mie yang enggak terlalu tebal. Dia nyaman empuk. Kayaknya cocok dikasih merica sama cuka. Enggak ada mericanya habis minta lagi Jon. Oke. Ini tadi aku pakai c myya beda lebih lembut dibanding ve yang biasa gua makan di Jakarta. Iya. I beberapa restoran kegiatan gua coba iniya empuk banget. Makanya berbeda toh dengan babaya di Jakarta. Ya kita pas kita ngomong ke orang Vietnam asli dia ngomong yang dia makan di Indonesia kurang. Nonjok ini yang lokal lebih fresh katanya. Enak sekali. Tapi porsi gede ya. Ini porsi gede banget. Enggak. Ini medium. Ini medium padahal. Nah, John sama Rihana mesan yang Super Bowl. Super B. Terus kita lagi nungguin ngon. Ngon tuh. Enak. Terbaik. Terbaik. Kawan. Terbaik. Setelah ditambahin bumbu-bumbu Iya. Iya. Mohon maaf, Pak. Berarti ini karya Rihanna. What's that? H Pandanti. Pandanti. Is that pandant? Nah, nih kita mesan pandanti. Pandanti. Kalau enak nanti gua coba bikin di rumah. Enak enggak? Enak banget gila. Iya kan dia punya sapi lebih berasa kan. Udah aku bilang enak. Kasih berica lagi. Bica lagi. Lagi lagi lagi. D kok rasanya kayak bukan pandan malah jadi kayak vanila ya. Oh vanila. Tapi enggak pakai ini ya. Enggak. Ini enggak apa namanya? Ah, after taste-nya pandan tapi enggak manis. Enak. Jadi rasanya lebih kayak vanilati tapi after taste-nya pandan. Enak enak enak enak. Bukan yang untuk seterusnya lah. Cuma buat sekali coba aja. Kalau gua sih kurang harganya Rp15.000. Oh ya. Ini porsi berapa Cofi ya? Ini Rp119.000. Ini Rp69.000. Punya kita Rp119.000 bagi du. Oke. Enak enak enak. Ah gila kangen banget.000 Alhamdulillah enak dan kenyang. Kenyangnya pas, porinya oke. Ya, dari kemarin kita enggak makan ve tapi sekalinya makan ve kita dari ujung kejung tuh banyak ve ya kan. Cuma kita nari gak ada babinya, gak ada porknya. Ini kebetulan yang ini semuanya beef. Even chicken dia gak ada. Tapi gimana? Ini masuk dumis yang akan kuk kunjungi ulang kalau aku datang ke Vietnam. Nah, jadi pokoknya di TV danau nih. Pokoknya di daerah sini ya, sebelahnya Hagendas. Dan dari itunya kan kita di bawah dikasih permen ya. Oh ya. Kiss. Kiss. Kalau sini namanya fresh. Itu sengaja karena habis makan vo itu di mulut tuh masih ada berasa-berasa daun-daunnya gitu loh. Iya iya iya daun bawang-bawang itu ya. Heeh. Enggak sama aja dikasih itu. Jadi karena besok pagi jam 5. Kita harus sudah ke bandara maka vlognya sampai di sini aja. Iya. Hanoida. Oke kesimpulannya gimana tentang Vietnam? Vietnam dia gabungan dari Malaysia sama Singapura aku lihat. Secara infrastrukturnya mirip Singapura, tapi cara mengebudinya ke Kamboja. Gimana lu? Gimana? Gua dulu ke Hochimin City. Beda sih. Hochimin tuh lebih tradisional. Ah. Ini ternyata modern. Cantik. Dan perhatiin deh di Malaysia, Thailand itu suka ada gedung-gedung yang enggak kerawat yang catnya daripada udara. Ah, iya. Iya. Ya, di sini enggak loh rapi loh. Malah tempat tradisional dibuat makin cnya tuh lebih tradisional lagi. Jadi itu tempat wisata gitu loh. Iya, di foto cakep. Dan gua enggak nyangka ternyata di sini pariwisatanya luar biasa karena orang turis-turis itu banyak banget. Oh, kaget loh. Ble. Even lebih banyak dibanding Thailand. Iya dong. Kita ke Pataya ke ini. Banyak kan bule kan? Iya. I di sini lebih banyak. Jadi kayaknya Vietnam ini udah benar-benar pariwisata jalan sih. Wisata jalan sih. Gua malah pengen kepikiran Vietnam 360. E kita dari Hochimin ke bawah lagi, habis itu ke atas Hanoi lanjut lagi sampai ke border Cina. Iya kali aja Finfast mau ngajak kita ke sana. Tapi orangnya emang agak kelihatannya enggak sopan tapi senyum. Masih sih dia seke forward ya. Aku lihat sih orang-orang sih se forward. Jadi dia ak bilang no gak ada babi punya. Ya itu aja vlog kita kali ini ya. So far itulah perjalanan kita di ASEAN walaupun ini enggak termasuk dalam one milion jernih dan yang lebih dulu tapi ya begitu. Oh iya ya aku lupa ya. Jadi kalian akan saksikan mulai dari awal ASEAN. Ya udah deh kita kebut deh one million journeynya deh. Gas gas biar tayang lebih cepat. Bye bye.

Lihat di YouTube