Ferrari 12Cilindri Spider : Coupe dan Convertible Dalam Satu Paket (YouTube Video)
Luar [Musik] biasa. Halo semua. Sekarang saya ada di Portugal bersama Ferrari Dodich Cilindri Spider. Versi ini adalah versi yang tanpa atap. Jadi setelah dia mengeluarkan versi coue, Ferrari mengeluarkan versi yang atap terbuka. Tampilan Dodichi cilindri versi Spider memang tak jauh berbeda dari versi kupenya. terutama bagian moncong depan. Garis desainnya mengingatkan pada Ferrari 365 GTP Daitona di akhir tahun 1960-an. Ciri yang terlihat jelas dari bentuk panel hitam yang melintang di ujung bonet. Bagian ini didesain warna hitam apapun warna mobilnya. Ferrari hanya punya dua opsi warna panel hitam atau carbon fiber yang tidak mengizinkan warna lain untuk menjaga garis desain secara keseluruhan. Di tengah bonet diselipkan dua buah kisi sebagai saluran pembuang udara panas mesin V12 yang ditempatkan di bagian depan. Posisi mesin depan ini memang jadi ciri khas mobil Grand Touring yang mengutamakan kenyamanan berkendara jarak jauh. Terakhir sebagai sebuah spider dengan atap terbuka. Bagian belakang terlihat lebih ramping dibandingkan dengan versi kupenya. Ini berkat hilangnya kaca belakang yang berukuran besar pada Dodich cilindri versi coupe. Spoiler elektronik seperti juga di versi kupenya tetap dipertahankan di spider. Letaknya di kedua ujung body belakang terluar yang berguna menambah traksi roda belakang saat melaju di kecepatan tinggi. Kontrol spoiler ini cukup unik karena secara otomatis bisa naik dan turun sesuai input dari sejumlah sensor di mobil. Di kecepatan 60 hingga 300 km/h, spoiler akan secara gradual naik hingga sudut kemiringan maksimal 10 derajat. Efeknya akan menambah traksi tambahan di roda belakang hingga maksimal 50 kg. Bisa dibilang tampilan belakang Dodich Cilindri Spider ini jauh lebih seksi dibandingkan versi kupenya. Apalagi atap bisa dibuka tutup secara elektronik hanya dalam tempo detik. Cukup lewat tombol di konsol tengah pengemudi, atap bisa dibuka tutup saat mobil sedang melaju di bawah kecepatan 45 km/h. Ferrari menyebut mekanisme atap elektronik ini menambah bobot hingga 60 kg, termasuk beberapa bagian sasis dan body yang diperkuat akibat hilangnya konstruksi bagian atap. Meski bertambah berat, namun tidak signifikan mengurangi performa mobil. Saat berkendara di jalanan pedesaan Portugal, Dodici Cilindri Spider ini terasa mengasikkan. Terpaan angin tak sampai membuat hembusan yang berlebihan di kabin. Apalagi saat kedua kaca samping dalam posisi tertutup. Kabin terasa terisolasi namun tetap terasa lapang. dengan atap yang terbuka. Buka tutup atap spider ini bisa dilakukan ketika mobil sedang berjalan di bawah kecepatan 45 km/h. Sekarang kita coba tutup, ya. belakang akan membuka. Kemudian secara elektrik dia akan membuka bagasi dan menutup. Terakhir dia akan menutup semua ee kaca samping kiri dan kanan mobil. Jadi kembali jadi kupe. Oke, sekarang kita coba atapnya untuk dibuka. Cukup dengan menahan tombol di bagian tengah dashboard. Kaca akan membuka dulu. Kemudian bagasi membuka secara elektrik. Berdua atap melipat masuk ke dalam Keren. Saya tidak menyangka ya mobil Ferrari yang identik dengan mobil performance sports car ternyata suspensinya bisa segini empuk. Ini kita jalan di kecepatan sekitar 50 km/h, 50 sampai 60 km/h. Kondisi jalannya juga enggak mulus-mulus banget sih, cuma ee pengendalian mobil nih kayak bukan mobil sports car, kayak mobil salon biasa. Jadi memang benar Ferrari ini menyebut mobil ini sebagai Grand Touring yang memang eh nyaman bahkan untuk dipakai sehari-hari. Pastinya enggak banyak pemilik Ferrari yang memakai mobilnya tiap hari bukan. Cuma kalau mau dipaksakan ya bisa aja. Ini nyaman. Kita menyusuri jalan jalan-jalan sempit di pegunungan di sekitar daerah Kaskai di ee Portugal. Jalanannya ini tajam. Ketika kita tidak menyetir mobil ini ugal-ugalan ya, seperti menyetir mobil salon biasa nyaman. Apalagi dengan ee kondisi pemandangan seindah ini dengan atap terbuka ini memang idaman semua karena antusias apalagi memang kacanya ini lebih keren kalau dibuka ya. Memang angin dari kiri dan kanan cukup kencang. Tapi okelah masih dalam batas kacanya. Ferrari nyebut mobil ini Dodich Silindri Spider. Dia merupakan versi atap terbuka dari eh Dodichis Cilindri yang e coue atau disebut barlineta. Definisi spider atau eh atap terbuka ini juga khas dimiliki oleh beberapa merek termasuk Ferrari. Beberapa merek juga menyebut atap terbukanya sebagai cabriole lah, ee convertibel lah. Ada juga yang menyebutnya targa. Cuma kalau Ferrari dari sejak dulu memang konsisten memakai nama Spider di mobil-mobil atap terbukanya. Yang unik adalah eh Spider ini memang dirancang bersamaan dengan Ferrari merancang versi couenya. Jadi bukan belakangan didesain, tapi bersamaan dengan ee versi ee cupe-nya. Jadi memang desainnya memang dijaga supaya tidak menabrak garis-garis yang ee sudah diterapkan oleh desainernya. Oke, sekarang kita akan coba akselerasi mobil ini dari posisi diam. Kita lihat seberapa hebat ee kecepatan atau performa mobil ini. Oke, sekarang kita coba ee akselerasi dari posisi diam. Oke. Eh, 3 2 1 W. Luar biasa jambakan mesinnya luar biasa. [Tepuk tangan] Sesuai dengan namanya, Dodich Cilindri yang artinya 12 silinder memakai mesin konfigurasi V12 berkapasitas 6.500 cc, bertenaga 830 HP di 9.250 RPM dan torsi hingga 678 Nm di 7.250 RPM. Basis mesin yang sama dengan Ferrari 812 Superfas dan Purosange, namun dengan sejumlah pencemuraan di bagian internal mesin. Karakter mesin ini sangat bertenaga di kecepatan tinggi, namun tetap nyaman saat melaju di kecepatan rendah. Ini membuat Dodi Cicilindri mudah dikemudikan dan tak membuat pengemudi lelah meski berkendara jarak jauh. Nyaman sekali mengendarai Dodich Cilindri Spider ini. Mesinnya meskipun 800 30 HP tidak intimidatif. Padahal gas juga tidak ee terlalu apa ya ee sensitif terhadap eh gerakan atau e respon dari mobil. Jadi sangat nyaman dikendarai dengan sedang. Kenyamanan ini juga disumbang dari ayunan suspensi yang cukup lembut. Meski masih terasa sporty khas supercar, namun tak membuat badan terasa sakit terbanting ke jok semi baket. Kita sekarang ee menanjak ke daerah pegunungan. Coba kita gober sebentar. Huh, keren keren keren keren keren. Semoga kedengaran ya suara knalpotnya. Oh ya, mesin E V12 ini ada di depan. Jadi memang Ferrari itu merancang suara mesin dan suara knalpot itu jadi satu bagian yang merdu yang bisa dinikmati oleh pengendara mobil ketika dia menggeber mobilnya. nih. Ini cuacanya mendukung. Semoga tidak hujan. Kalaupun hujan ya gampang aja, tinggal tekan tombol. atap akan menutup 14 detik waktunya dari posisi terbuka penuh ke ee menutup penuh. Begitupun ketika membukanya kita ke arah Kabur Rosa. Saat terjebak kemacetan, eh Ferrari Dodich Cilindri Spider ini juga dilengkapi dengan start stop ya. Jadi meskipun dia berkarakter sport cars, tapi dia juga masih memikirkan ee efisiensi bahan bakar. Tapi saya yakin semua pemilik Ferrari enggak peduli konsumsi bahan bakarnya berapa atau seberapa irit. Yang penting kan mereka mendapatkan kesenangan berkendara dengan performa Oke, eh begitu aja ee review singkat saya. Berkendara sekitar 126 km menyusuri ee pantai dan pegunungan di daerah Portugal. Ferrari cukup berhasil memposisikan Dodich Cilindri sebagai sebuah sport car berkarakter Grand Touring, bahkan untuk dipakai sebagai mobil harian sekalipun. Nyaman, suspensi lembut, dan letupan tenaga mesin gradual tidak intimidatif. Bonusnya, tampilan body belakang yang lebih ramping terlihat lebih atletis dibanding versi kupenya. Jika Anda tak ragu mengeluarkan budget 10% lebih mahal dibandingkan versi kupenya, Dodich Cilindri Spider bisa jadi pilihan paling menggiurkan. Atap buka tutupnya seakan menghadirkan dua mobil dalam satu paket combo. Bonusnya kenyamanan berkendara jarak jauh sebuah supercar. Oke, sekian saja eh review singkat saya tentang Ferrari Dodich Silindri Spider. Terima kasih sudah menonton. Sampai berjumpa di lain kesempatan. Salam.
