Ferrari 365 GTB/4 Daytona Competizione (YouTube Video)
Belakangan kita sering cobain mobil listrik ini, itu dan jujur aja bosan. Nah, buat refreshement, kenapa kita enggak bahas mobil yang satu ini? [Musik] Ya, sekali-kali kita videoin mobil klasik, tapi bukan sembarang mobil klasik. Ini adalah Ferrari 365/4 GTB Dayitona Competition namanya panjang. Tapi intinya ini adalah sebuah grand touring Ferrari bermesin V12 di depan sini dan ini spek balap. Jadi bayangin kalau 599 GTB kan versi biasanya meskipun enggak ada Ferrari biasa ya. Nah 599 GTO ini versi racing-nya. Nah, ini ada 599 GTO sekitar 50 atau 60 tahun yang lalu. Nah, mobil ini bakal dilelang tanggal 30 Juni nanti di lelang.id. nilai limit lelangnya sekitar R,5 miliar dengan jaminan lelang Rp500 juta dan biaya saya gudang sekitar Rp77,6 juta. Jadi kalau misalnya kalian punya rezeki yang cukup mungkin kalian coba bisa lela untuk memiliki mobil ini. Dan ini bukan sembarang mobil karena ini adalah mobil balap Ferrari yang cukup sukses di beberapa ajang balap s kayak e lemang. Dia melarahi posisi yang cukup dominan gitu ya. Dan kenapa namanya Daona itu juga karena dia dominan di balapan Daitona. Nah, kalau misalnya kalian lihat ada beberapa hint atau mungkin elemen desain klasik karena ini mobil klasik gitu ya yang dibawa lagi oleh Ferrari modern. Ambil contoh bagian depan yang flat dan lampunya ini, ini dihidupkan lagi di Ferrari Dodich cilindri ya. Si Ferrari 12 cilindri e Grand Touring V12 baru Ferrari. Dan seperti yang gua bilang tadi, di sini adalah desain yang dihidupkan kembali di Ferrari Dodich Cilindri. Nah, sebenarnya Ferrari 365/4 ini dia punya dua pilihan lampu. Lampu fix dan lampu pop up. Tapi khusus kompetition nih dia pakai lampu yang fix kayak gini mungkin karena alasan aerodinamika juga ya. Dan lagi-lagi mungkin sirip ini juga untuk aerodinamika. Makanya didesain seperti ini dan dia belang. Jadi sebelah kiri warna biru, sebelah kanan warna hijau dan semua ventilasi udara di sini asli. Ini asli, yang tengah asli, dan sebelah sana juga asli. Dan ini adalah buat ngederek mobil ini kalau misalnya di balapan dia nyangkut atau gimana dereknya di bagian sini. Karena gimanapun juga ini mobil balap jadi selalu ada risiko masuk gravel atau mungkin ya stuck gitu-gitu di didk tetap perlu. Terus lihat deh lampu seinnya dia ada logo Ferrari. Jadi ada kemungkinan besar kalau ini masih ori dari Ferrari-nya dan ini masih bertahan sampai puluhan tahun sekitar 30 40 tahun 50 tahun mungkin. Dan ini adalah pelek dengan center lock wheels yang kalau misalnya kalian lihat ini mungkin ada baut-baut biasa, tapi kalau misalnya buat benar-benar lepas peleknya itu enggak bisa pakai alat biasa. Kalau di mobil-mobil modern baut kayak gini terus dilepas pakai alat yang sama buat ngelepas pelek truk. Iya benar, truk. Jadi ini mungkin biar kuat kali, biar bannya enggak ngapang cobek dan dia peleg 15 inci zaman sekarang. Pelek 15 inci mungkin buat hatchback LCGC. Dulu 50 tahun yang lalu Ferrari balap pakai peleg 15 inci. Gokil. Dengan ukuran ban 9.1 gar 235 15 inci. Wuh. Peleg gold dan dia pakai ban buatan Avon. Avon ini brand mobil eh sori kok brand mobil. Brand ban atau merek ban dari Inggris. Tapi sebenarnya ban ini enggak straight legal. Jadi enggak boleh dikendarain di jalan raya. Bahkan ada tulisan for racing purpose only, not for highway use gitu ya. Jadi benar-benar buat sirikit doang. Buat jalanan biasa sangat tidak diizinkan, sangat tidak direkomendasikan. Karena G juga ini ban semi yang kayaknya tapaknya ini ya, dia punya kompon yang kalau berasa sih ini agak keras tapi mungkin empuk pada zamannya dan hampir enggak ada alur sama sekali. Jadi buat kering pasti enak. Tapi kalau buat basah nanti dulu. Mundur lagi sekarang gua pengen jelasin ini ada huruf E sama gambar yang kayak alus listrik. Ini buat kalau keadaan darurat. Jadi kalau kita tekan ini itu dia akan langsung mengaktifkan sistem pemadam kebakaran atau pemadam apinya. Aparnya lah alat pemadam api ringan yang tertanam atau udah embedet di dalam mobil ini. Jadi kalau misalnya ada api, kebakaran, apa-apa tekan ini apinya langsung padam. Nah, yang ini buat matiin kelistrikan atau arus listrik dari mobil ini biar pembalapnya enggak ee kesetrum gitu ya. Terutama kalau misalnya ada kecelakaan atau apa ini langsung kita putar biar listriknya berhenti mengalir. Ini udah standar di mobil balap karena baik lagi namanya balapan penuh resiko dan mungkin ada kecelakaan, ada insident atau apa. Dan untuk menyelamatkan pembalapnya ini sangat wajib ada di dalam sama ada juga di bagian luar. Nanti kita lihat yang di bagian dalam. Dan karena ini mobil klasik banget ya, ini mobil balap jadi dia enggak ada ledge buat buka kamis segala macam. Dia cuma ditahan pakai ini doang nih. Pakai beginian. sama ada strap kulit kayak misalnya di tas, diikat pinggang gitu-gitu pakai begini. Entar kita buka mesinnya. Dan by the way, detail ini sudah diulang kembali oleh Pagani di Pagani Wira. Nah, lanjut ke bagian kap mesin. Kita bisa lihat di sini ada bolong-bolong kayaknya ya. Kayaknya ini buat mengurangi bobot. Jadi namanya mobil balap terutama zaman dulu belum ada teknologi carbon fiber yang sec canggih. Sekarang mereka harus mengurangi berat dengan cara yang mereka bisa. Salah satunya adalah dengan banyakin lubang-lubang kayak gini. Dan lubang di kap mesin ini juga asli untuk membuang panas yang berlebih dari mesin V12 4.400 cc-nya. Nah, mungkin kalau misalnya entar kalian lihat lagi mobil ini, dia enggak sebetulnya standar. Tapi ya karena adanya ini, kita juga penginnya bahas ini. Jadi apa yang ada kita bahas. Dan enggak cuma soal lubang di kap mesin ini aja. Bahkan sampai kaca-kacanya pun kalau bisa diganti biar enteng diganti. Jadi di mobil ini cuma kaca depan yang kaca beneran kaca asli. Tapi di bagian sini dia pakai kaca sejenis leksan polikarbonat. Bisa dibilang mika plastik segala macam. Intinya ini bukan kaca tapi cuma plastik bening yang pastinya lebih ringan. Jadi lumayan buat ngurangin bobot mobil ini biar larinya tambah kencang. Dan kalau kalian lihat proporsi desain mobil ini benar-benar kelihatan. Kalau mobil tahun 1970-an mobil eksotis tuh kayak gimana ya? Dan dia didesain oleh seorang desainer bernama Leonardo Vura Fenty. Sekarang spionnya lihat deh. Spinnya kecil dan ini cuma plastik biasa dan ada brand vital di sini. Tapi ini benar cuma spion yang sangat-sangat biasa. Pengen lipat begitu doang. Jadi ini kayaknya biar mobil ini muat yang masuk ke peti kemas kayak truk gitu-gitu atau mungkin ke kargo kayak begini gitu ya. Dan kalau pengen ngatur spion ya manual begini. Dan ini dia pakai cermin datar bukan cermin cembung kayak mobil-mobil modern. Jadi kalau misalnya amit-amit kenapa-napa mungkin bisa digini sama spion Suprabapa, spion Kirana, Suzuki Tornado, Suzuki RGR, e mungkin Yamaha Lexam segala macam. Kaca biasa kok. Nah, kalian lihat di sebelah sini ada knalpot. Iya. Jadi kalau mobil biasa kan knalpotnya lurus ke belakang, dia dipendekin. Jadi keluarnya di kiri sama kanan mobil. ini biar jaluk knarpotnya tuh enggak terlalu panjang. Jadi respon pembuangannya juga lebih bagus, aliran udaranya juga lebih lancar seperti itu. Ya, mungkin kenapa enggak di depan mungkin biar kalau misalnya knalpotnya di sini kan ee bau ya buat pembalap ya, bau asap knalpot gitu kan. Jadi mungkin agak ke belakang dikit. Tapi mungkin kalau knalpotnya di sini pas naik turun mobil terutama pas turun ya hati-hati benis kita kebakar knalpot. Kayak waktu kecil betis kita kebakar knalpot Supra Bapak waktu diajarin motoran sama Bapak. Nah, karena kalian lihat ya di pintu ini ada enggak yang hilang dari mobil biasa tapi enggak ada di mobil ini lubang kunci ya. Karena mobil balap enggak butuh lubang kunci. Buat apa? Itu ngeberat-beratin doang sih. Nah, cara buka pintunya ada tuas di sini. Kita tarik ini buat buka dan nutupnya. Nah, tapi begitu kalian buka, mungkin kalian lihat ini dia ada kayak roll bar atau low cage gitu ya. Nah, kalau misalnya kita pengin keluar masuk ini kan ngalangin ya. Jadi caranya gimana? Ini kita tekan ada di sini nih. Tekan angkat. Terus ini bisa dibuka bareng sama pintunya. Nah, mumpung kita lagi bahas pintu, kita tutup lagi. Oke, kalian lihat pintunya. Mobil kalian punya apa? Power window, trim lapis kulit, kantong segala macam. Ini cuma kabel, bare metal, baut. Udah. Jadi lebih banyaklah bersyukur dengan mobil kalian wahai kalian para kaum kufur nikmat. Ya, di sini kita bisa lihat kalau mobil-mobil klasik itu bahkan masih punya pengaruh desain ke mobil-mobil baru. Di sini kita lihat ada spoiler ducttail atau ekor bebek yang masih dipakai di mobil-mobil sekarang. Ini diciptakan biar di sini ada hambatan udara bisa nekan mobilnya ke bawah dan gripan belakang itu makin bagus. Nah, lanjut lagi. Di sini juga Lexan polikarbonat ya. Dan mungkin ini buat pengaman atau sejenisnya gitu ya. Oke, sekarang kita lihat bagian belakangnya. Sebenarnya simpel ya, empat lampu lingkaran dan ini masih dibawa sampai Ferrari si 812 GTS terakhir ya. Soalnya kalau si Dodi cilindri bentuk lampunya udah kotak, 296 GTB juga kotak segala macam. Nah, sekarang kita lihat. Karena tadi kan knalpotnya di kanan kiri. Dia di bagian belakang enggak ada knalpot sama sekali. Sekarang kita mau lihat tutup bensinnya dulu. Ini nih. Jadi tinggal buka kayak gini nih. Set. Dan ini bukan sembarangan tutup bensin. Ini substansial besi. Mobil sekarang mana ada beginian. Dan kita mau lihat cara buka bagasinya. Jadi nih dia enggak ada kunci bagasi kayak konvensional. Jadi ini ada dua karet warna hitam yang kayak bentuk huruf T. Kita tarik nih satu-satu. Tarik ya. Enggak usah, enggak usah takut. Iya. Lepas ya. Mobil kalian punya mekanisme bukaan bagasi yang lebih bagus daripada Ferrari ini. Sekarang kita buka. Enten lu. Dan kalau pengen disangga ya pakai ini nih ya. Seperti ini. Emang memang repot. Tapi balik lagi, ini tuh mobil usianya udah hampir kalau misalnya dibilang kayak orang tua gua kali ya, seperti itulah. Tapi kita dorong aja. Nah, begini juga ada lock rupanya. Di sini ada tangki bensinnya. Ini kapasitasnya kayaknya di atas 70 L kali ya. Ada penunjuk ee dia penuh setengah gitu-gitu dan ada saluran bensin buat dari tangki ke mesinnya. Di sini enggak ada apa-apa. Ada struktur penguat gitu ya. Jadi ini tangki di belakang kalau kena sundul dari belakang sih agak-agak ngeri-ngeri sedap ya. Semoga enggak sih ya. Apalagi pas balapan. Ingat pas balapan semua bisa terjadi. Tutup. Nah lihat kan enggak ada kancingnya. Kancingnya ya. Ini kita tarik lagi. Huh. Nah, kalau di kaca sebelah driver dia ada tulisan atau stiker ya. E monterey historik tahun 2004. Jadi mungkin Ferrari ini di tahun 2004 dia pernah ikutan acara Monterrey historik. Sekarang kita masuk kita buka ini. Eh dengar suaranya ya. Mobil tua ya kan? Kita buka. Taruh sini. Dan lihat ini ada e sejenis kain ya dia warna biru ini. Ini buat pengganti jendela. Karena mobil ini enggak punya kaca samping kayak mobil kita pada umumnya. Ini buat membatasi antara bagian luar dengan bagian dalam. Dan ini yang bagian atas itu disangkutin ke sini. Dia ada dudukannya. Ini buat membatasi antara bagian interior dengan eksteriornya. Terus kalau dibuka taruh sini. Dan sebenarnya udah dikasih bukan kayak gini gua enggak yakin bisa masuk sih, tapi coba dulu. Iya. M. Aduh. Duh. Duuh. Ah. Iya. Ah. Untung muat. Pertama-tama dia pakai setir yang ada bolong-bolongannya. Jadi mungkin ini buat mengorengi bobot juga biar mobil ini ringan gitu ya. Dan enggak cuma setirnya, pedalnya juga pakai merek yang sama. Setir sama pedal itu dia pakai Momo. Nah, buat yang belum tahu Momo itu brand dari Italia singkatan dari Moretti dan Monza. Moretti itu nama pembalap yang punya brand ini, Momo ini. Dan Monza itu nama kota di Italia. Jadi orang Italia tuh kelihatan ya rasa nasionalismenya itu kuat banget. Kalau bisa pakai produk Italia, pakailah produk Italia. Ferrari, Momo, Magnet Marelli segala macam. Dan kalau pengen tahu seberapa gede ego orang Italia, coba kenalan sama Enzo Ferrari. Sekarang kita bahas instrumennya karena di sini masih full analog. Gua senang banget, udah bosan gua ngelihat layar dan dia cuma yang penting-penting aja kayaknya. ini ee ini ya pressure fuel pressure gitu ya, terus oil pressure, ada juga oil temperatur, temperatur oli dan temperatur coolent atau air dan voltase aki dan takometer dengan red line lain sekitar 8.000 rpm. Dan ada juga lampu merah di sini kayaknya ini buat e seifle gitu ya, buat tandak pindah gigi waktu takometer udah menyentuh red line. Jadi kalau udah nyala pindah dari gigi dua ketig gitu-gitu seperti itu. Tahu enggak apa yang enggak ada di mobil ini? speedometer. Ya, kita enggak bisa tahu kecepatan kita berapa. Tapi percaya enggak percaya kalau di mobil balap pas kita balapan di sirkuit yang penting bukan kecepatan kita, tapi takometer buat tahu kapan kita harus ganti gigi. Speedometer enggak terlalu penting di mobil balap kayak begini. Terus ini ada huruf E dengan tombol merah di sini. Ini buat ngaktifin sistem pemadam apinya. Jadi ingat kayak yang di lewat tadi. Ini juga sama. Jadi kalau misalnya kebakaran gitu, ada tanda-tanda asep gitu, driver kalau misalnya masih sadar dia bisa nekan ini buat langsung matiin api atau asep yang ada di mobil ini. Nah, lanjut lagi. Dia pakai jok bucket Recaro. Yang ini benar-benar ngejepit asli. Jadi sekali duduk itu kita kayak enggak bisa ke mana-mana lagi biar badan kita enggak banyak gerak di sirkuit dan kita lebih mantap ngendalin mobilnya. Tapi kalau lihat stiker di sini kayaknya dia dibuat sekitar Juni 94. Juni 94. Wow, ini mobil joknya hampir seusia gua. Ada-ada aja ya. Terus dia pakai transmisi manual dengan sistem doclect. Artinya kalau normalnya kan gigi satu kan kita geser ke kiri terus ke atas. Ini lain. Gigi satu itu ke kiri terus ke bawah. Baru setelah itu dua tiga. Alasannya apa? Karena kalau di mobil balap, di trek balap gitu ya, gigi dua sama itu adalah gigi yang paling sering kepakai. Jadi ini biar pas pindahin dari gigi dua ke tiga karena itu sering dipakai itu berada dalam satu garis lurus kayak begini nih. Kalau normal kan kayak gini, gigi dua, set gigi tiga. Sedikit lebih panjang. Jadi dengan meluruskan perpindahan antara gigi dua dan 3 diharapkan bisa memberikan ee keuntungan lebih pas di balapan seperti itu ya. Dan ini adalah shifter classic Ferrari dengan bahan-bahan metal dan suara waktu shifty itu asik banget. Dengerin dehin Terus di dashboard ada banyak tombol ya. Ini buat nyalain mesinnya. Tapi kita enggak punya kuncinya jadi kita enggak bisa dengar suara mesinnya. Tapi kalau misalnya kalian bangga mobil gua punya start stop button. ini juga punya, enggak usah banyak song deh. Nah, ini buat lampu se belok kiri belok kanan. Nah, ini kayaknya buat ini ya. Jadi, ada kunci di sini buat ee apa namanya? Nyala sama matiin aran listrik. Tapi udah kita biarin gini aja enggak usah dianeh-anehin. Dan ini yang ada angka-angka ini kayaknya sering buat kelistrikan dan ini kayaknya fungsi buat kayak misalnya ini nyalain fuel pump gitu ya, kita cetek gitu dia bakal nyala. Kalau low high wiper ini mungkin buat e low wiper ini ya. Pelan-pelan wipernya. wipernya juga ini buat ini cuma buat nyala atau matiin wiper dan fan ini kayaknya dia tuh buat apa ada AC di mobil ini karena biasanya kan mobil balap enggak pakai AC mungkin dia buat stra buat mesinnya kali ya ya seperti itu. Jadi ingat ini mobil balap kalau misalnya emang enggak penting atau enggak mendukung performa itu enggak usah dimasukin semua di sini penting buat mobil ini. Terus kalian lihat ini spion tengah buat ngelihat ke belakangnya dan dia cuma punya manual day and night. Jadi enggak beda jauh sama mobil em yang harganya 100200 begini juga. Jadi berbanggalah mobil kalian ada sedikit kesamaan dengan Ferrari. Terus di bagian sini dia kan ada kayak kisi AC gitu ya, tapi dia ngadapnya ke kaca. Jadi mungkin ini bukan buat kita ngadem gitu ya, tapi ini buat kalau misalnya kaca berembun kita nyalain yang fan gitu dia bakal ee apa namanya? Menghilangkan embun di kaca depan. Nah, lanjut lagi. Tadi kan kita bilang dia ada sistem pemandang kembakaran. Ini dia. Jadi kalau misalnya kayak ini dan ini dia tuh pemandang kembakarannya. Plus kalau misalnya apa namanya? Kalian lihat interior ini. Ini benar-benar sebasic-basicnya sebuah interior mobil. Enggak ada kulit mewah, jahitan, trim aluminium segala macam. Enggak ada. Baik lagi ini mobil balap. Kalau misalnya cuma nambah berat doang, mendingan enggak usah dipakai sekalian. Bahkan peredam enggak ada. Peredam enggak ada. Dan karena mobil balap juga ya, dia pakai sabuk pengaman 5 titik. Jadi yang ini nih di sini kita kalau ini bilangnya kalau di pesawat ini lab belt ya. Ini kita bisa beginiin nih. Tapi ini mungkin dari pemilik sebelumnya tapi gua intinya peragaan aja lah. Terus ada satu lagi di sini nih di sekitar sini. Kejepit lagi. Ah, ya mungkin lebih gampang di jok numpang ada ini nih yang di antara paha kita di bagian e adik kita nih. Jadi satu, dua, 3, 4, lima. Makanya disebut pengaman lima titik. Terus kalau pengen rilis itu kita tekan yang bagian sini nih. Ini kita twist di bagian sini buat ngelepas semuanya. Terus lihat deh sebagai bukti kalau mobil ini benar-benar sebasic-basicnya. Cuma yang perlu-perlu aja. Bahkan sampai aktuator gear manualnya pun sampai keekpos dan kita bisa lihat gerakannya kayak gimana. Ini sangat memuaskan ya. Gua udah lama enggak lihat beginian asli karena mobil manual makin hari makin jarang gua senang ngelihat beginian dan ee sebenarnya kalau kalian penasaran mobil sport itu mobil yang nyusahin. Bahkan tadi kameraman kita Ivan aja setuju kalau mobil sport kayak gini itu nyusahin. Dan mungkin kalian mikir ngapain orang ada keluar duit ratusan juta bahkan miliaran buat beli mobil yang nyusahin enggak bisa dipakai, berisik enggak mewah segala macam. Karena kita suka. Karena kita suka. Ini impian kita dari kecil buat punya mobil sport. Dulu waktu kecil kita cuma bisa ngelihat Hot Wheels-nya mainannya sebagai anak kecil. Sekarang kita bisa lihat bentuk aslinya. Bahkan mungkin bisa memiliki gitu loh. Ini baik lagi sama kayak perempuan. Beli High Heills kenapa sih enggak bisa jalan cepat, sakit ditumit segala macam ngerepotin tapi bikin kalian jadi lebih cantik, lebih jenjang lebih tinggi kan. Baik lagi. Beauty is a pain. Termasuk mobil sport. Ngelihatnya enak, ngendaranya seru, tapi pasti ada pain atau deritanya. Makanya ngapain beli mobil miliaran segitu, tapi enggak lebih mewah daripada mobil-mobil kebanyakan sekarang. Kita suka, kita pengen ini mobil impian kita gitu loh. Oke, sekarang kita bahas mesinnya. Oh ya, sekarang kita pengin kasih lihat kalau keluarnya susah banget. Dan by the way, gua kan iseng ya nginjak koplingnya. Pedal koplingnya berat banget. Tapi mungkin karena ini mesin V12 dengan tenaga yang sekitar 400 horsepow ya. Dan inilah kenapa mobil modern jarang pakai owol. Karena kalau gua pernah nyobain mobil manual 700 horsepow, itu keplingnya berat banget. Jadi ee mungkin kalau misalnya dikasih mobil 800 HP manual, mungkin kaki kita enggak bakal kuat buat nginjek koplingnya. Tapi kita keluar. Aduh, tim gua 178 by the way. Dan ah aduh du aduh duh demi Tuhan susah banget. Aduh hah aduh tutup tutup. Ya, sekarang kita pengen bahas mesinnya. Dan cara buka mesinnya gimana? Enggak ada tuas di dalam kayak mobil biasa. Jadi, ada pin di sini. Kita angkat putar baru kita bisa buka. Ya, sebelah sana udah kita buka. Jadi, iya tapi ini panel ada flimsy. Jadi, kita butuh bantuan dari masnya buat ayo buka bareng-bareng. Ini buka mesin butuh dua orang karena balik lagi panelnya itu flimsy tipis dan disangga kayak gini. Iya. Di sebelah situ ya. Iya kita lihat kan padelnya flex banget nih. Dan udah kayak begini aja. Dan setelah kita buka panel kap mesin yang tipis ini, kita bisa lihat mesin 4400 cc V12 naturally expirated dari Ferrari yang diberi nama Colombo. Puas-puasin lihat mesin ini karena nanti ketika semua mobil jadi hybrid, elektrik segala macam, kita enggak bakal lihat mesin kayak begini lagi. Nah, mesin Colombo Ferrari ini yang bermesin 12 silinder dia punya tenaga sekitar 430 horsepow dan torsinya 461 Nm. Dan kalau mobil modern kan pakai empat kartu per silinder. Atau mungkin kalau mesin 4AG 20V dia kan 5 katup per silinder. Ini dia cuma dua katup per silinder. Katup intake sama katup ekha masing-masing satu di tiap silindernya. Nah, karena ini mobil jul mobil klasik dia masih pakai karburator. Ada enam karburator mereknya dari Weber 40 DCN 21 dan mobil ini punya rasio kompresinya itu 9,9 bing 1. Jadi kalau ngacu pada spek ini harusnya mobil ini bisa minum bensin Ton 92 dengan aman. harusnya ya. Dan tadi kalian udah lihat gearbox manual doc lima percepatan satu gigi mundur. Dan karena ini mobil balap yang udah ditingkatin performanya kalau Ferrari 3654 GTB biasanya kan tenaganya enggak segede ini. Dia sistem pendinginannya lebih serius, fannya lebih gede, jalur intake buat apa namanya? intake manifold-nya juga gil serius ini mah. Dan ya itu dia mesin si Ferrari 365 4 GTB Daytona kompetitionnya ini kita tutup. Kita butuh bantuan lagi. Dan ingat panelnya tipis. Jadi kita harus ekstra hati-hati dan kalau bisa dua orang, dua orang yang bantu kita nutup ya. Oke, ketutup. Terus buat angka performa ya, misalnya 0 ke 100 aja deh. Mobil ini waktu baru dia bisa 0 ke 100 dalam waktu 5,8 detik. Itu bahkan masih cepat buat standar sekarang. Ini mobil 70-an loh. Mobil tahun-an, 60-an tapi nol kecep udah 5,8 detik. Itu pasti udah kayak kayak Bugatti Veron di masa kini atau Bugatti Chiron gitu ya. Gila emang ya. Jadi kesimpulannya ini memang sebuah barang koleksi yang pantas kalian koleksi. Ini bukan sembarang Ferrari, ini mobil balap setir kiri. Dan ini bukan sembarang mobil balap st kiri. Tapi dia juga mendominasi kejuaraan tempat dia balapan lemang, Daitona segala macam. Dan sekarang bisa jadi milik kalian kalau misalnya kalian ikutan lelang di lelang.go.id dan siapa tahu dia bisa parkir di garasi kalian. Cuma ingat ini bukan mobil mewah. Ini mobil balap. Gak ada peredam, gak ada bahan kulit, transmisi manual, kopling berat, segala macam. Ingat, mobil sport itu bukan soal kemewahan, tapi soal sensasi dan emosi. Oke, itu a dari kita. Thank you sudah nonton. Jangan lupa jempol komentar, dan subscribe.
