FERRARI PALING MELENGKING YANG BISA DIBELI SAAT INI | FERRARI 12CILINDRI (YouTube Video)
Halo semuanya, selamat datang di channel Fitri. Selamat datang lagi di Evans Motor, tempat mobil-mobil impian Anda berada. Dan di sebelah saya sudah ada Ferrari terbaru yang bisa saja ini menjadi akhir dari sebuah era. Nama Ferrari ini namanya sangat unik. namanya diambil dari konfigurasi mesinnya Ferrari 12 silinder atau kalau nama aslinya dalam bahasa Italia lebih indah terdengarnya Ferrari Dodisi Cilindri. [Musik] Well, dari namanya pasti Anda sudah bisa menebak bahwa mobil ini memiliki mesin 12 silinder karena itu sampai tersemat dinamanya dan memang 12 silinder memiliki tempat ters tersendiri di Ferrari pada saat pertama kali mereka membuat mobil di tahun 1947, mesinnya adalah 12 silinder. Bahkan Enzo Ferrari, pendiri dari Ferrari pernah bilang bahwa Ferrari adalah 12 silinder. Ferrari yang bukan 12 silinder itu adalah ya produk turunan, bukan produk yang ininya yang topnya gitu. yang topnya itu 12 silinder. Nah, tapi sekarang mesin-mesin seperti ini agak susah untuk mendapatkan tempat di dunia ini karena ada regulasi ee ramah lingkungan dan lain-lainnya yang membuat banyak sekali yang mengubah formatnya menjadi V8 ataupun kalau V12 masih diberikan ee turbo atau diberikan sistem hybrid tapi Ferrari. di balik mesinnya ini masih 12 silinder naturally aspirated engine. Makanya banyak yang menduga bahwa ini bisa saja menjadi Ferrari 12 silinder terakhir karena Ferrari memakai nama 12 cilindri. Dodi Cicilidri dipakai. Seakan-akan ini menjadi nama perpisahan untuk Ferrari 12 silinder. Walaupun Ferrari sendiri bilang bahwa mereka akan tetap memproduksi mesin 12 silinder selama mungkin. Selama itu masih memungkinkan. Jadi, Ferrari akan membuat V12 sampai detik-detik terakhir atau titik darah penghabisan ketika mereka sudah tidak bisa lagi membuat, baru mereka berhenti. Dan ya kita semua berdoa ini bukan yang terakhir. Tapi kalau dilihat dari namanya ini bisa menjadi pertanda mungkin ini yang terakhir 12 silinder naturally aspirated engine. Nanti kita akan bahas lebih detail mengenai mesinnya, tapi kita lihat dulu dari style-nya karena style-nya ini kontroversial. Banyak jurnalis dan pengamat di internet yang langsung menghujat tampang dari Dodi Cicilindri ini pada saat mereka melihat pertama kali mobil ini di internet. Iya, karena mobil ini enggak enggak biasa gitu modelnya. Anda bisa lihat sudah sejak kapan ini model yang ada warna hitam di ee depan kap mesin ini e model seperti itu itu mungkin seperti mobil konsep di masa lalu gitu. Terus habis itu ee bagian belakangnya juga mengundang kontroversi. Enggak banyak orang bilang bahwa ini bentuknya aneh. Lihat ini shape di atasnya, bentuk di atasnya. Tapi kalau kita melihat langsung mobil ini, wow ini sesuatu karya seni. Bahkan di balik desainnya ini ada heritage dari Ferrari. Karena kalau Anda perhatikan, terutama bagian depannya, ini sangat terinspirasi dari Ferrari 365 GTB 4 yang itu diproduksi sejak tahun 1968 dan yes 12 silinder juga dan juga merupakan nenek moyang dari Ferrari 550, 575, F12, 812, dan terakhir adalah Dodich Cilin. Indri karena Dodi Cicilindri ini adalah penerus dari Ferrari 812 SuperFast dan ini lebih fast lagi daripada 812 super fast. Nanti kita akan lihat bagian depan ini ya bagian depan yang saya bilang mirip sekali dengan 365 eh GTB 4. Dan yang menarik dari desainnya adalah di bawah lampu ini ada DRL. DRLR-nya ini menonjol keluar mobil. Jadi dia tidak di kurva yang sama dengan lampu utamanya, tapi dia lebih seperti lempengan yang keluar dari mobil. Untuk mobil yang dipek oleh Evans Motor ini sudah menggunakan option carbon fiber. Jadi, Anda bisa lihat. Jadi, Anda bisa lihat ini di bumpernya ada aksen-aksen carbon fiber yang saya rasa ini sangat pas buat mobil ini. Warnanya juga keren ya. Abu-abu tuanya tuh terlihat mahal sekali. Kemudian velegnya dong. Aduh, velegnya ini desainernya hebat sekali. Ee kelihatan dinamis tapi juga unik. Ini bannya 21 inci. di depan ukurannya 27535 R21. Sedangkan yang di belakang ini dia ukurannya 31535R 21. Nah, di balik velegnya ini ada option carbon ceramic brake juga dengan kaliper. Ini juga option berwarna kuning. Kemudian ini option carbon fibernya juga sampai ke lip spoiler bawah sampai juga ke side skirt-nya. di sini ini semua carbon fiber dodi cilindri ini ciri khasnya adalah atapnya Anda bisa lihat ini atapnya kaca ini kaca jadi depan sampai ke tengah sini ini kaca mereka tidak memilih untuk yang carbon fiber karena ini mobil sejatinya adalah mobil GT Grand Touring. mobil yang disiapkan untuk melahap kilometer. Berjalan jauh secara mengasyikkan. Konfigurasinya mesin di depan kapnya panjang, belakangnya pendek. Jadi ini Grand Tourer yang sebenarnya bukan diciptakan untuk di sirkuit. Makanya mereka enggak terlalu peduli dengan merendahkan center of gravity dengan atap karbon. Tapi ini atapnya kaca. Yang jelas jadi lebih keren dan lebih elegan. Nah, ini kita masuk ke bagian belakang. Garis guratan garis inilah yang menjadi kontroversi orang karena sangat tidak biasa. Tapi kalau kita lihat langsung seperti pesawat luar angkasa jadinya ya. Dan ini lihat permainan 3D-nya di bumper dan diffuser belakang keren sekali. Serta lampunya, lampu belakang ini tidak lagi membentuk sebuah lingkaran atau oval. Benar-benar hanya garis saja. Jadi bentuknya retro karena terinspirasi dari produk mereka di tahun 60-an, tapi sentuhannya sangat modern dan mobil ini tahun 2025 juga sempat menerima sejumlah penghargaan di sektor desainnya. ini memang beda ya konsepnya dengan Ferrari yang eh mid engine di mana kalau mid engine itu dia lebih ee lebih seperti super car gitu ya. Kalau ini seperti GT car karena memang ini GT Car ini bukan masuk e superc engine untuk di sirkuit ini untuk eh perjalanan jauh. Jujur awalnya saya pertama kali lihat di internet enggak suka begitu melihat langsung keren sekali. Banyak orang berteori tentang kunci kebahagiaan. Macam-macamlah teori orang bagaimana kita mencapai kebahagiaan. Tapi di tangan saya ada salah satu kunci kebahagiaan ini. Kuncinya buat penggemar otomotif mungkin bisa jadi salah satu key of happiness. Nah, kita akan bahas mesinnya. Tapi sebelum kita bahas mesinnya, kita dengarin dulu suaranya karena ini adalah V 12. Jadi mesin V12 di mobil ini itu dibuat satu supaya ada soul dari mesinnya yang benar-benar ee terasa gitu. Tapi di lain sisi harus juga bisa memenuhi regulasi tentang kebisingan. Jadi ee engineer Ferrari berusaha mencari titik tengahnya. Nah, sekarang kita dengarkan. Wah, ada tulisan Ferrari 12 cilindri Dodich cilindri di situ. Starternya e sama seperti Ferrari modern lainnya, dia pakai heptic touch panel aja di sini. Enggak ada enggak ada tombol fisik. Oke. Wow. Enggak enggak nyaring suaranya. Tapi coba kalau kita modenya kita pindah. Oh, begitu modenya keres langsung e begitu diace itu langsung lebih nyaring. Nah, ini kita masih call start dulu nih. Tapi aduh suara AC-nya mengganggu sekali. Oke, kita akan mulai gas. Wah, wah, wah. Dahsyat. Dahsyat. Cepat sekali itu RPM-nya naiknya. Ini yang enggak dimiliki karakter ini oleh turbo. Karena turbo itu kan basically dia adalah low compression. Jadi mesinnya sebenarnya lebih lemas. Baru ketika turbonya memberikan tekanan baru ee mesinnya bertenaga. Ini dari awal sudah sangat responsif. Anda juga bisa lihat tadi RPM-nya betapa cepatnya naiknya dan ini RPM-nya. Red line-nya bukan di 7.000. Biasanya kalau mobil turbo itu di 7.000 ya, maksimal-maaksimal 7.500. Ini di atasnya bukan R8.000, bukan R8.500, bukan R9.000 R tapi R 9.500 ini di luar nalar naiknya RPM-nya tuh. Anda bisa lihat dari 4.000 ke 9.000 cuma 0 kom sekian detik mungkin. Wah wah wow wow. Ini salah satu mesin paling responsif yang pernah saya coba. Yang lebih responsif dari ini mungkin hanya mesin mobil Formula. Tolong dong Ferrari dan pabrikan-pabrikan mobil lainnya. Jangan hentikan mesin 12 silinder. Jangan ikuti langkah salah dari Formula 1 yang membuang V12 menjadi V10 dibuang lagi jadi V8 dibuang lagi sekarang menjadi V6 dan suaranya jadi jelek. Tapi ini suaranya masih sangat indah. Dan ini masih pakai knalpot standar, belum pakai knalpot yang racing-nya gitu ya. Mungkin kalau misalnya mau modifikasi kita mau bawa track D, kita bisa pakai eh knalpot yang lebih nyaring. Ini akan sangat-sangat indah. bukan cuman karakter suaranya, tapi juga respons gasnya itu yang enggak masuk akal. Even dibandingkan SF90 ya. SF90 juga eh menarik ya. Tapi kan SF90 kan mesinnya V8 ya. Tetap enggak bisa enggak bisa sedramatis ini suaranya. Aduh senang banget lihat bukaan kup mesin seperti ini. Glamor gitu apa? Hah? epik gitu bukaan mesinnya tuh dan kita langsung bisa punya akses ke mesin V12-nya yang indah. Tapi ini pewarnaan merah ini di bagian e Intakech manifold-nya ini memang khas sekali dari Ferrari. Mesinnya sendiri ee lebih ke bawah lagi. Kapasitasnya 6.500 cc V12 dan mesin 6.500 1500 cc V12 ini memang diambil dari 812 tapi bukan dari 812 Superfast tapi dari 812 Competitionione versi balapnya atau versi track ready-nya dari 812. Jadi di situ connecting road-nya sudah yang lebih enteng, piston yang lebih enteng, engine management-nya beda, dan ada beberapa eh parts yang terinspirasi dari F1 termasuk sistem buka tutup katupnya itu juga menggunakan sistem buka katup, tutup katup seperti yang digunakan Ferrari di mesin Formula 1 mereka. Hasilnya mesin ini di 9.200 50 rpm menghasilkan 830 PS tenaganya. Torsinya sih enggak gede-gede amat ya, tapi ya tetap gede 678 Nm ya karena ini mesin naturally aspirated engine gitu. Tapi mesin ini akan memberikan tenaga yang rata dari bawah sampai atas. Apalagi 80% dari torsi maksimalnya itu sudah tersedia bahkan sejak di 2000-an RPM. Nah, tenaga sebesar itu disalurkan kedua roda belakang lewat transmisi otomatis 8 speed dual clutch. Dan dengan ban yang cukup lebar di belakang, aerodinamika yang baik, mesin yang melengking sampai 9.500 rpm, tenaga yang sangat besar, mobil ini bisa menyelesaikan 0 sampai 100 km/h dalam 2,9 detik. 2,9 detik itu sangat kencang karena kita juga harus ingat bahwa mobil ini bukan all wheel drive tapi rear wheel drive dan artinya itu butuh traksi yang bagus dari roda untuk bisa meluncurkan mobil itu dari berhenti 02,9 detik dan hanya butuh 5 detik lagi dari 100 km/h ke 200 km/h. Jadi 7,9 0 sampai 200-nya. Dan top speed mobil ini bisa menembus kalau Anda berani 340 km/j. Bagasinya dia udah elektrik dan iya memang enggak gede tapi untuk ukuran super car atau mobil Grand Touring ini cukup besar. Kapasitasnya itu ee mendekati 300 L. Dan lihat ini ada ada celongan di sini cukup dalam loh sampai ke pinggir mobil. Ini ya, Anda benar. Ini buat bawa golf back. Jadi bisa Anda ee main golf dengan bawa mobil ini. Nah, yang di sini Anda juga bisa lihat kalau Ferrari itu di bagian bagasinya nih ada ee daftar option yang ee dibeli untuk mobil ini. Jadi, kalau Anda mau liburan ini masih bisa masuk copper medium, masih bisa masuk dua atau tiga buah backpack, bisalah. Ini Ferrari buat diajak liburan bukan cuman sekedar car meet up aja. Ini kalau dilihat dari belakang ya, mobil ini enggak kayak mobil lainnya sama sekali. Dan ini mobil lebar. Lebarnya itu hampir 2,2 m. Cantik banget. dan dalamnya lebih cantik lagi. Woh, ini ada satu option yang saya senang sekali ini dipilih oleh Evans Motor yaitu carbon fiber seat. Karena ini enak, ergonomis, kemudian dia ee bentuknya keren dan ini secara langsung dia melindungi material kulit di baliknya. Jadi kalau kita keluar masuk kan yang kegesek ini yang carbon fibernya ini keras enggak masalah dan ini akan lebih terlindungi dan ini keren sekali bentuknya dan dia masih manual benar-benar manual semuanya ee reclining-nya juga ee manual diputar. Ya, memang agak keras kursinya, tapi ini lebih rasanya tuh lebih seperti balap gitu dan dipilih yang option yang big size. Jadi, kalau Anda ukurannya itu agak besar juga masih bisa nyaman duduk di sini. Kemudian option carbon fibernya juga ada di konsol tengah dan setir dengan RPM LED. LED RPM ini interiornya ya. Ini sama seperti Ferrari. Ferrari modern. Eh, mirip seperti yang di 296 GTB juga. Dia tiga buah layar. Sebenarnya hanya dua buah layar, infotainment dan instrumen. Tapi Evans Motor mengambil option untuk eh passenger display. Jadi, Anda bisa merasakan ketegangan yang miriplah. Anda bisa lihat sejumlah keterangan mobil di sini termasuk RPM dan speed, putaran mesin dan speed. Oke, kita akan nyalakan lagi mesinnya. Huh. Oke. Wah, ini tampilan layarnya benar-benar jernih dan eh ada gradasi-gradasi warna. Indah sekali tampilannya. Harus diakui memakainya memang enggak mudah-mudah amat ya. Anda harus terbiasa dengan menu-menunya. Tapi kalau Anda nyetir Ferrari kan Anda enggak perlu terlalu banyak unutak-ngatikin nih. Karena Anda benar-benar konsentrasi ke nyetirnya aja. Di sini semuanya tombol sentuh dengan heptik ya. Cukup ini sih cukup responsif sih. Cuman buat yang belum pernah pakai Ferrari sebelumnya butuh waktu untuk terbiasa. Terutama untuk SE-nya yang dia di kanan dan di kiri SE-nya. Tapi kalau udah terbiasa enak kok. Tombol-tombol sampai ke belakang setir semua ada. Ini buat wiper di balik e kanan yang di kiri ini buat ee ngedm lampu jauh. Dan ini ada pedal shift yang juga dari carbon fiber. Posisi nyetirnya enggak usah ditanya, posisi nyetirnya ee rendah dan pas sekali. Kaki kita menjulur ke depan. Setir juga bisa tilt dan teleskopik. Tapi setirnya memang masih ee manual ya pengaturan tilt dan teleskopnya, tapi enggak ada masalah. Lingkar setir ini benar-benar berpaduan dengan lingkaran dari instrumennya sehingga tidak ada yang terhalang sama sekali. Ini transmisinya. Transmisinya sebenarnya di pedle shift ya. Jadi kalau kita mau masuk ke maju, kita tinggal seperti ini. Kalau mau netral, dua-duanya ditarik. Kalau mundur, kita harus dituas di sini. Ini mundur R ke belakang. Nah, ini pada saat kita berkendara, kita bisa pilih antara automatic atau manual. Dan ini ada launch control yang mana tidak akan kita gunakan kali ini. Aduh, ini saya udah kebayang sih gimana asyiknya berkendara jauh dengan mobil ini. Interiornya tidak membosankan sama sekali. Posisi nyetirnya enak. Dan oh i Ferrari itu punya satu fitur di mesin ini yang namanya ATS aspirated Torque Shipping. Jadi itu adalah eh manipulasi mesin ketika kita berada di gigi tiga dan empat. Jadi dia akan mengatur torsinya supaya tercipta rasa berkendara yang menyenangkan. Nah, saya kan juga enggak enggak enggak ngerti seperti apa sih rasa berkendara yang menyenangkan tuh seperti apa gitu dengan adanya tor shapping itu. Ternyata ee menurut sejumlah jurnalis di luar negeri yang pernah ee test drive mobil ini, ATS itu membuat di gigi 3 dan 4 dari putaran bawah dari sekitar 2.000-an RPM sampai 9.000 itu tenaganya terasa sangat kuat tapi natural. Rasanya menurut mereka itu seperti naik pesawat ulang-alik yang tenaganya tuh datang terus. Jadi enggak ada enggak ada pik tenaga terus habis itu turun tuh enggak ada. Tapi tenaganya tuh flat terus sampai atas yang membuat ee mobil ini sangat terprediksi dan sangat menyenangkan. Dan itu hanya ada di gigi 3 dan EMP. Karena menurut Ferrari gigi 3 dan EMP itu yang akan banyak dipakai ketika kita melewati winding road, ketika kita ee ee berjalan di ee satu jalanan yang berkelok-kelok yang membuat kita akan serasa lebih menyatu dengan mobilnya. Sekaligus memberikan perasaan bahwa mobil ini tenaganya besar dari RPM bawah dan tidak terhenti tenaganya itu sampai 9.500 RPM. Kira-kira begitu. Saya sendiri belum pernah coba secara langsung, tapi eh teknologi ATS ini tidak diterapkan di semua Ferrari. Ee tapi ada 488 itu kalau enggak salah pakai ATS untuk menghilangkan ini menghilangkan gejala turbo lag-nya. Jadi istilahnya manipulasi torsi. Oke, kita nyalakan lagi. nyalain dan matiin. Dan ini ada satu detail yang menarik ya. Ini kan jendelanya ya, jendelanya itu bukan double glass. Biasanya kalau di mobil biasa saya akan komplain, "Mobi udah semahal ini kenapa belum double glass?" Tapi enggak, karena Ferrari itu butuh suara itu masuk ke dalam kabin dan itu sudah dihitung oleh engineer dari Ferrari. Mereka tidak perlu memakai suara-suara palsu dari speaker karena mereka punya sumber suara yang lebih bagus dari sistem audio manapun yaitu mesin V12-nya dengan ekhaosnya di belakang yang itu dipastikan suaranya bisa meresap sampai ke dalam. Jujur aja ini kabin terlihat modern, tapi buat saya panel-panel sentuh ini masih butuh ee keterbiasaan gitu. andaikan mungkin ee lebih banyak tombol-tombol fisik gitu ya, mungkin akan ee satu mungkin akan lebih tahan lama dan kedua akan lebih mudah untuk digunakan. Tapi ya ini kemajuan zaman. Setidaknya Ferrari masih memakai ee mesin yang cukup konvensional di depan konfigurasinya walaupun teknologinya tidak konvensional sama sekali. Apple CarPlay juga sudah ada di e sini. Tapi saya enggak akan berpanjang lebar tentang infotainment-nya karena e buat apa? Karena Anda pasti akan fokus ke nyetir. Nah, mode berkendara ini ada yang wet, sport, race, city off, danc off. ESC off dan city off ini artinya traction control, stability control, eh control traksi ya. Kalau yang CT F itu eh city off itu tanpa eh traction control. Kalau ESC off benar-benar mobil bisa buat drifting semua. Hanya untuk Anda yang sudah punya skill atau Anda yang berani atau Anda yang memang sudah bingung uangnya mau di ke mananakan. Jadi kalau mobil ini nabrak juga enggak masalah buat Anda. Tapi kalau kebanyakan pengemudi normal akan di sport atau race. Bahkan kalau jalanannya ee licin atau basah sebaiknya di wet. Karena di wet ini walaupun dia menjaga traksi ban, tapi mobil ini pintar sekali traction control-nya sampai dia terasa itu benar-benar masih sangat-sangat powerful. Setidaknya itu yang saya baca dari sejumlah review berkendara mobil ini dari media di luar negeri. Ya, aduh atapnya juga panoramik ya. Panoramnya Ferrari ya segini aja ya, enggak sampai belakang ya. Tapi memberi kesan lebih mahal, elegan, terang di dalam dan ada kesan lebih lega. Dan ini juga cukup lega. Ini mobil enggak sempit-sempit amat. Di sini juga masih ada Anda buat ee tempat menyimpan gadget. Bahkan di belakang Anda juga masih bisa meletakkan barang-barang bawaan tas kecil. Anda bisa taruh di belakang juga ada laci di sini. Sini ada finishing alcantara dengan tulisan 12 cilindri di sini. Uh, baik luar maupun dalam mobil ini sebuah karya seni. Sebelum kita tutup video ini, ada baiknya kita gas-gas lagi. [Tepuk tangan] Mengagumkan. Kalau Anda ingin superc atau sports car bermesin V12 naturally aspirated engine yang benar-benar soulful seperti ini, apalagi pilihannya? Lamborghini sudah mengganti Aventador dengan Revelto yang walaupun mesinnya sama-sama 6.500 cc V12, tapi dia sudah dilengkapi dengan hybrid. Aston Martin bahkan di DB12 meninggalkan mesin 12 silindernya dia. Dan kalau Anda ingin 12 silinder di Ferrari pilihannya antara Puro Sangue kalau Anda berjiwa adventurous karena dia ground clearance-nya lebih tinggi, dia all wheel drive, dia lebih seperti crossover atau yang ini sebenarnya ini lebih cocok bernama Puro Sangue karena lebih pure breed gitu ya. benar-benar gear heritage-nya kuat dari segi body dan juga dari segi mesin. Dan oh no Ferrari jangan sampai berhenti bikin mesin V12 seperti ini. Kami para petrol head butuh suara mesin yang indah seperti ini. Di mana mesin itu meraung keras menunjukkan kerja kerasnya mengubah bensin-bensin itu menjadi tenaga. Nah, kalau kita ngomong bensin, berapa konsumsi bahan bakarnya? Enggak penting karena yang beli ini enggak perlu konsumsi bahan bakar. Tapi kalau Anda penasaran dari beberapa tes di ee luar negeri itu konsumsi bahan bakar rata-rata di 6,5 km/l. Jadi walaupun ee tangki bensinnya besar sekali 92 L, tapi mobil ini ya paling 500 kman jalannya. Kalau misalnya itu jalannya ee normal. Tapi kalau misalnya jalan di dalam kota mungkin hanya 400 km bisa mobil ini berjalan. Tapi itu enggak masalah. Karena semua bensin, semua hasil ekstrak dari fosil dinosaurus itu diubah bukan hanya menjadi tenaga, tapi menjadi simfoni yang keluar dari knalpot untuk memanjakkan telinga Anda. Luar biasa. Nah, buat Anda yang ingin keterangan lebih lanjut tentang mobil ini, silakan langsung hubungi Evans Motor di sini atau kalau Anda di Jakarta, Anda bisa main ke showroom Evans Motor di Jalan Sultan Iskandar Muda, daerah Pondok Indah. Kalau mobil ini belum laku, Anda bisa langsung melihatnya di sini. Tapi untuk video kali ini e sekian dulu rasanya pengen nyoba mobil ini. Semoga nanti yang beli mobil ini boleh undang-undang saya untuk nyoba. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini. Komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitra jika Anda belum follow Instagram saya @vitra. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.
