Jungkat

FIX MENDING INI ! Kaya Smartwatch, Harga Murah, Fitur Melimpah ! HUAWEI Band 11 (YouTube Video)

  • 19/02/2026

Hai Andika, guys. Di sini ini adalah Huawei Band 11. Jam yang udah nemuin saya sekitar satu minggu ini di Jepang. Mulai dari di Gunung Eski, main salju dengan suhu minus berendam di onsen yang panas banget sampai tidur enggak pernah saya lepas. Dianya sih kuat ya sampai sekarang baterainya itu masih sisa berapa? 64%. Gila, dia kuat sayanya enggak kuat ya. Jadi saya lagi flu, jadi maaf kalau suaranya agak bintang. Tapi beneran deh. Saya mau cerita kalau smartband-nya Huawei ini dengan harga 500.000-an kayaknya enggak bakal ada lawan deh. Karena si ini smart band tapi beneran rasa smartwatch yang canggih. Kenapa bisa seperti itu? Yuk, kita bahas. Sebenarnya jujur ya, kenapa saya bawa device ini ke Jepang? Simpel sih. Karena Huawei Bandle ini kan mau launching ya. Sekalian aja saya bawa biar saya bisa upload duluan review-nya. Awalnya cuma kayak gitu aja. Saya pengen review duluan, tapi setelah saya pakai 1 minggu ternyata luar biasa sih. Karena dari namanya aja udah Huawei Band ya. band. Jadi dia nemenin saya sambil nyanyi. Ini yang bikin script [musik] siapa sih? Bapak-bapak banget, Guys. Mas intinya sih dia adalah smartband yang fiturnya itu secanggih smartwatch. Pertama layarnya aja. Layarnya sekarang lebih gede, lebih terang. Jadi nyaman kalau dipakai outdoor, baterainya juga tahan lama, fitur-fiturnya lengkap. Dan Huawei udah best seller li generasi berturut-turut loh ya. Number one buat World Wide Warn Wheet. Si Huawei Band 11 ini punya dua versi ya, ada yang basic, ada yang Pro, dan yang saya pakai ini yang basic. Nah, sekarang saya mau ceritain dulu soal desain lah ya. Kalau ngomongin desain, Huawei band ini tipical Huawei banget lah. Minimalis, clean tapi tetap kelihatan cakep. Masih sam kayak generasi sebelumnya, cuman sekarang lebih tipis dan lebih ringan aja. Dimensi panjang bodinya itu 42,6 mili. Ini lebih pendek dibanding generasi sebelumnya yang 43,5 mili. Bandnya juga tipis sekitar 8,99 mili dan ringan juga cuma sekitar 16 gr. Rasanya itu kayak enggak pakai apa-apa. What? Kalau soal B quality dia udah nyaman banget. Dan yang paling saya suka feel penggunaannya sih. Karetnya ini enggak bikin gatal walaupun saya berkeringat. Dan kemarin di Jepang saya coba untuk main salju di gunung es di Hakubat. Ya, intinya dia di Gunung Salju terus di sumber air panas enggak ada masalah. masih nyala. Berarti seminggu ini saya enggak lepas jamnya sama sekali. Tidur pun saya pakai karena emang senyaman itu. Kayak enggak pakai apa-apa dan enggak gatal aja. Soal ketahanan, dia juga udah punya sertifikasi 5 ETM. Jadi kalau misal dibuat berenang atau nyelam di air tawar masih aman. Salah satu poin lagi yang saya bilang kalau dia ini smartband tapi rasa smartwatch ada di bagian layarnya. [musik] Huawei Band 11 punya layar 1,62 inch bukan angka yang wah. Tapi kalau dikombinasiin sama body kecilnya bikin baselnya jadi lebih tipis. Jadi lebih lega gitu lihatnya. Karena layarnya ini lebih lega. Kalau ada notif jadi lebih kebaca. Data-data yang ditampilin juga lebih kelihatan dan monitoringnya bisa jadi lebih simpel. Belum lagi panelnya ya Rp500.000-an dia udah pakai AMOLED yang resolusinya itu tingkat kepadatan pikselnya tinggi. Jadi warnanya itu tajam kalau kata Mbak V tajam. Tajam sewa. Si Huawei Band 11 ini juga punya brightness yang tinggi. Klaimnya itu 1500-an nits yang bikin layarnya jadi tetap kelihatan. Pas saya pakai kemarin ski di gunung itu kemarin kebetulan pas benar-benar terik banget walaupun bersalju. Tapi enggak ada masalah. Saya bisa lihat layarnya dengan sangat jelas. Biar kebayang gimana sampai tampilannya yang sekarang ya. Coba kita sandingin sama Huawei Band 10 atau 10. Tampilannya jadi lebih lega kan ya. Terus tulisan-tulisannya juga lebih gampang dibaca. Layarnya juga lebih smooth dan terang karena band 10 punya 450 nits aja. Sedangkan band 11 1500 nits. Buat saya yang umurnya udah kepala tiga ini ngebantu banget. Dan kalau kita sandingkan sama Apple Watch SE, Apple Watch SE emang tampilan layarnya cakep, tapi band 11 ini secara experience dan tampilan udah hampir salah bagusnya ya. Padahal harga band 11 ini sekali lagi harganya cuman Rp500.000-an. Yang saya perhatiin banget selama 1 minggu ini di Jepang ya. Pertama jelas kualitas tidur karena pola dan kualitas tidur ini kunci biar saya itu tiba-tiba imunnya gak drop. Dan ini padahal saya tidurnya udah lumayan bagus polanya tapi mungkin karena cuaca sekarang ya masih pilek sama demam aja sih kalau malam ya. Terus yang saya suka lagi itu ada slip monitoring di smartwatch-nya karena gak cuma nunjukin deep slip atau light slick-nya, tapi sampai slip HRV atau hard rate variability-nya juga di monitoring. Dan bahkan ada slip breeding awareness juga yang gunanya buat mantau kualitas pernapasan kita pas tidur. Jadi intinya kalau semisalkan ada anomali entah itu di pernapasan atau pola tidur saya, saya langsung bisa konsultasi ke Halo Dok. Tapi kalau misalkan enggak ada anomali ya saya bisa konsultasinya ke Halo Dik. Selain tidur, selama saya pakai ini ya, 1 minggu ini yang saya agak lumayan deg-degan itu jantung ya. Karena kadang ketika entah cuaca atau apa karena saya enggak melakukan aktivitas apapun, tiba-tiba jamnya geter terus nunjukin kalau hard rate saya 100 bpm. Wah, itu sebenarnya cukup baik ya. Karena kalau misalkan tidak ada aktivitas harusnya sih di bawah 100, tapi ini 100 bpm. Fungsinya kalau misalkan dia udah 10 menit 100 ppm atau 15 menit di atas 100 ppm itu bahaya sih. Makanya dengan adanya jam ini mungkin karena perokok juga ya, jadi saya harus benar-benar memperhatikan pola tidur dan juga kesehatan lah. Enaknya pakai jam gitu. Jadi saya bisa lebih aware dengan kesehatan saya. Nah, di Huawei Band 11 ini punya fitur yang namanya Pulse Wave Aritmia Analysis yang biasanya fitur ini tuh cuma ada di smartwatch Huawei yang mahal paling enggak seri GT lah. Tapi ini di seri bandnya masuk dan si Pulse Wave Aritmia Analis ini sudah punya sertifikasi CE di Cina, Thailand, dan juga Malaysia. Buat saya pribadi ini fitur berguna banget sih ya karena kan saya sering kerja mobil jadi seenggaknya ada alarm kalau tubuh saya udah mulai ngasih sinyal. Terus apalagi ya pengalaman pas di Jepang mungkin ya emotional sama breeding awareness ya yang bisa dipantau selain kesehatan dan juga pola tidur. Karena jujur untuk perjalanan ke luar negeri itu stres banget ya. Harus bikin itinerary ini itu terus juga debat sama istri. Istri pengin belanja saya penginnya enggak belanja ya gitu-gitulah. Nah, di Huawei Band 11 ini punya fitur yang namanya emotional wellb. Fitur ini bisa ng-detect kondisi mood kita lagi kayak gimana dan yang bikin seru, visualisasinya ini lucu. Jadi, ada watch face, panda atau hewan lain yang bisa disesuaikan yang tampilannya bisa berubah sesuai mood kita. Kayak mood kita lagi happy, netral, atau lagi bete sebelum saya ke Jepang, sebenarnya saya udah preparation untuk lari olahraga dikit-dikit lah ya. Karena di Jepang saya yakin bakalan banyak jalannya karena taksi di sini mahal. Nah, di Indonesia kemarin monitoringnya saya juga masih pakai Huawei Band sebel ini karena mode olahraganya banyak banget sih untuk ukuran smartband ya. Mulai dari lari atau jalan, indoor, outdoor, cycling, sampai pilat test pun ada semua. Tapi lebih sering sih saya pakai buat jalan dan lari ya, karena kebutuhan saya sekarang lebih ke situ. Dan yang bikin saya emis datanya ini lengkap apalagi buat sekelas smartband di hasil datanya. Bahkan ada running ability index atau RAI. RAI ini ngebantu banget buat ngukur kemampuan kita. Jadi olahraganya terukur bukan asal capek aja. Oh ya FYI ya untuk Huawei Band 11 Pro itu sudah build in sama GPS loh. Jadi kita tetap bisa nge-tracking jalur dan jarak outdoor sport meskipun enggak bawa HP. Dan hasil tracking-nya jangan tanya lah ya kalau Huawei itu masalah persinyalan dari dulu udah akurat banget. Dan menariknya lagi dia punya wheelchair mode juga. Jadi buat yang mohon maaf pakai kursi roda. Kalau kalian lagi ngaktifin mode ini hasil workout-nya tetap akan kedetect. Tampilan activity ring-nya buat teman-teman kita yang pakai kursi roda mohon maaf sekali lagi ya itu bakalan berubah jadi yang awalnya itu step atau langkah kaki bakalan diganti jadi hitungan dorongan kursi. Fitur lain apa ya? Fitur lain buat saya yang harus cepat reply karena kan saya ada beberapa line up bisnis. Paling fitur yang menurut saya simpel, nice to have dan kepakai banget buat saya itu ada quick reply yang bisa kita custom juga dan bisa kita pakai buat aplikasi-aplikasi umum yang kita pakai kayak WhatsApp, Instagram. Jadi kalau mau balas chat singkat kayak oke iya atau terima kasih bisa langsung dari smartband-nya aja tanpa harus buka AP. Terus fitur-fitur kecil kayak kalkulator, Find Myphone, Kompas dan lain-lain juga ada. Yang sebenarnya ini fitur yang mungkin jarang dibuka di smartband tapi Huawei tetap ngadain. Dan yang paling saya suka baterainya sih ya, baterainya sih Huawei klaim bisa tahan sampai 14 hari kalau misalkan always on display-nya mati. Nah, kebetulan ini saya pakai always on display-nya saya matikan dan sekarang saya berangkat tanggal 6. Saya shoot ini tanggal berapa tuh? 12. Berarti berapa hari ini? Intinya dia masih sisa 64% ya. Kalau soal baterai sih Huawei mau smartwatch-nya, mau smartband-nya emang awet sih dari dulu. [musik] Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja ya video pengalaman saya menggunakan Huawei Band 11 ketika seminggu lebih di Jepang ini. Dan nanti ketika launching harganya itu bakal ada di kisaran untuk yang basic Rp519.000 sementara yang pro itu di R99.000. Apa aja bedanya? Apakah GPS aja? Enggak kok, tapi nanti mungkin kita bahas di video terpisah lah ya. Kita fokus ke basic-nya dulu. Dan kesimpulannya buat Huawei Band 11 ini selama seminggu saya pakai di Jepang jujur saya puas banget sih ya. Pertama jelas baterainya. Desainnya sih ya desainnya gitu-gitu aja. Cuman yang saya suka itu feel pemakaiannya. Saya pakai mandi tidur sampai sekarang pun saya enggak ngerasa kayak risih, strapnya enggak bikin gatal. Buat monitoring kesehatan sama olahraga gampang. Hasil monitornya juga detail. Fiturnya lumayan banyak. Dan sekali lagi baterainya ini awet banget sih. Gokil kalau buat baterainya. Kalau untuk kekurangannya mungkin yang versi basic ini ya dia masih pakai polikarbonet atau plastik ya. Terus desainnya masih lumayan kelihatan agak murah ya karena memang harganya murah. Plus dia enggak big inin sama GPS. Tapi kekurangan itu tadi adalah kekurangan yang menurut saya masih bisa ditoleransi lah. Karena mengingat harganya cuma 519.000 daripada kalian beli smartwatch smartwatch yang ODM Rp500.000, wah mending ini jauh sih ya software-nya, ekosistemnya lebih tertata dan lebih mat ngjek. Overall kalau kalian cari fitur smartwatch tapi kalian malas pakai smartwatch karena gede, smartwatch kan dipakainya gak enak ya, apalagi kalau buat tidur. Nah, si Huawei Band 11 ini bisa jadi pilihan yang sangat menarik [musik] karena harganya cuma Rp500.000 tapi fitur-fitur smartwatch masuk di sini menurut keyakinan saya Rp500.000. Huawei Band 11 udahlah belum ada lawan. Saya and see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Huawei

Hubungkan inspirasi, sinergikan produktivitas dengan ekosistem digital HUAWEI Indonesia. Temukan smartphone premium, tablet, laptop, dan wearable canggih di sini.