Jungkat

Flagship sih, tapi... - Review realme GT 6 (YouTube Video)

  • 27/08/2024

Kalo dipikir-pikir, hape ini tuh memang flagship. Semua hal yang harusnya ada di flagship, kita bisa temukan disini. Tapi ada satu hal yang bikin dia jadi nggak bener-bener berasa flagship. Yaitu pemilihan SoC-nya yang... Dibilang SoC flagship juga nggak. Karena ada hape di bawah 5 juta yang juga pake SoC ini. Tapi dibilang hape midrange juga bukan. Karena kerasa flagship banget desainnya. Mewah banget. Jadi nggak salah kalo saya bilang sebenernya hape ini tuh... Potato ya? [Mouldie]: Kok potato flagship bang? [Irwan]: Kentang bang! [Mouldie]: Eh emang kentang flagship? [Irwan]: Kan kentang! Jadi maksudnya ini potato banget, kentang gitu. [Mouldie]: Kentang butter berarti tuh. Hah? Kok kentang butter? [Mouldie]: Yaaa ada yang nggak biasa belanjakentang. [Irwan]: Gue nggak relate beneran. Oke, Realme GT 6. Hape ini waktu launching harganya 8 jutaan. Tapi waktu saya cek di marketplace, harganya sekarang ada di bawah 8 juta ya Kalo melihat hukum ekonomi, anjay... Ada 2 penyebab kenapa harganya turun. Pertama memang stoknya banyak. Kedua karena mungkin demennya kurang. Menurut saya lho ya. Saya nggak bilang nggak laku, cuma bilang demennya kurang. Lebih halus kan? Untuk desain, sebenernya hape ini cakep banget menurut saya. Bodi belakangnya kaca, finishingnya bagus, pemilihan warnanya cantik, layarnya melengkung, dan bagian-bagian pada hape ini dibuat simetris. Pokoknya nggak ada alasan untuk bilang kalo hape ini jelek ya. Paling cuma satu aja yang bikin feel mewahnya jadi kerasa kurang sempurna. Adalah material plastik di frame. Yang bikin dia berasa sedikit kurang flagship aja gitu. Nggak ada rasa dingin-dinginnya gitu kalo digenggam. Sangat mudah buat saya berkesimpulan kalo frame di hape ini menggunakan material plastik. Karena di bagian frame, tidak kita temukan garis antena. Untuk desain, saya nggak ada komplain. Karena memang desainnya subjektif ya, tapi ya saya mau oke-oke aja sama desainnya. Cakep kok. Layar di hape ini lumayan oke, dengan panel LTPO AMOLED plus refresh rate 120Hz dan punya tingkat brightness yang menurut saya paling tinggi di antara hape-hape Android lainnya. Yaitu tembus 6000 nits di kondisi peak. Pas saya coba ngeliat si layar di bawah terik matahari, layarnya emang keliatan jelas banget. Layar melengkung ini udah pake Corning Gorilla Glass Victus II, yang mana di atas kertas seharusnya layarnya keras. Tapi jujur secara pribadi saya nggak suka sama layar lengkung seperti ini. Karena menurut saya, layar lengkung tuh cuma ngasih kemungkinan lebih besar buat pecah dibandingkan layar datar ya. Tapi soal experience pake layar lengkung memang satisfying banget ya. Dan berasa beda banget dibandingkan layar datar. Karena feel mewahnya itu bisa dengan mudah kita dapetin gitu. Secara visual juga layarnya bagus, dia juga sudah mendukung HDR10 plus dan Dolby Vision. Artinya kita bisa nonton konten-konten HDR di beberapa platform, seperti YouTube ataupun Netflix. Responsifitas layarnya sendiri juga menurut saya bagus. Nggak kerasa ada delay gitu. Beberapa kali saya coba buat main game dan real drum, masih bisa ngejar kecepatan jari saya. Artinya untuk responsifitas, saya nggak punya keluhan. Bagian yang bikin HP ini kerasa kurang kalau disebut sebagai flagship, tentu aja adalah performanya. Snapdragon 8s Gen 3 ini sebenernya adalah Snapdragon 8 Gen 3 yang disunat ya, jadi kecepatannya diturunin. Walau begitu, dia tetap ngebut dengan skor Antutu tembus 1.5 juta. Dan untuk Geekbench, dia bisa dapetin angka 1820 untuk single core dan 4361 untuk multi core. Performanya menurut saya ngebut, walaupun sekali lagi kurang sempurna untuk sebuah flagship. Saya coba- [Mouldie]: Bentar bentar bentar bentar... Kamu kalau lari pelan ya? [Irwan]: Kenapa emang bang? [Mouldie]: Disunat berarti... [Irwan]: Kan saya emang disunat bang! Abang nggak percaya? [Mouldie]: Abis tadi bilangnya disunat jadi pelan! [Irwan]: Oh iya bang, emang saya larinya agak pelan sih bang. [Mouldie]: Iya gara-gara disunat. [Irwan]: Iya saya emang disunat. Bang mau liat nggak? Saya foto nih. Saya tag. Saya coba melakukan pengujian untuk cari tahu apakah Snapdragon 8s Gen 3 di HP ini mengalami throttling atau tidak. Dan pada hasil pengujian, terlihat SOC ini tidak mengalami throttling yang parah. Disini terlihat performanya cukup turun sekitar 7% aja, yang artinya HP nggak akan kerasa lambat kalau digeber dalam waktu yang lama dan dalam intensitas yang tinggi. HP ini cuma dijual dengan 1 varian, yaitu RAM 12GB dan Storage 256GB. Cuma ada yang ganjel ya. Saya tuh kadang nggak tahan sama gimmick brand yang terlihat seperti membodohi calon konsumen gitu loh. Mungkin menggunakan diksi membodohi terlalu kasar dan terlalu berlebihan ya. Tapi saya merasa brand-brand sekarang tuh lebay. Contohnya ya, HP ini tuh RAMnya 12GB, tapi di website mereka, dengan pedenya mereka menulis kalau RAMnya 24GB tanpa keterangan apapun. Di website mereka cuma tertulis 24GB dengan tanda bintang, tapi tidak menjelaskan apa maksud dari tanda bintang tersebut. Untuk yang mungkin belum tau, 24GB disini artinya 12GB memori fisikal dan 12GB lagi adalah memori virtual. Yang mana sekarang memang lagi ngetrend banget sama virtualisasi memori. Jadi tuh berasa kayak life hack aja untuk menjual produk mereka dengan spesifikasi yang lebih tinggi dari seharusnya. Misalnya lagi, ada brand yang punya HP dengan RAM cuma 8GB, tapi di website mereka bisa nulis RAMnya 16GB gitu. Memang, untuk orang yang punya literasi yang baik, informasi ini valid ya. Karena kita paham, 16GB itu adalah 8GB physical memory dan 8GBnya virtual memory. Tapi untuk mereka yang nggak ngerti-ngerti amat sama hal-hal objektif seperti ini, saya tetap merasa mereka itu telah dibodohi. Ini opini saya aja ya, menanggapi banyaknya brand-brand yang melakukan hal yang sama. Apakah ini salah? Oh tentu tidak. Mereka tidak berbohong. Karena mereka cuma tidak mengatakan apa yang seharusnya calon konsumen tau. Dan itu 2 hal yang berbeda. Saya berharap kalau memang realme menganggap produk ini adalah sebuah produk flagship, semoga kedepan cara seperti ini tidak digunakan lagi. Mungkin bisa mencontoh Samsung atau Apple lah, yang beneran punya HP flagship, yang mana mereka pede dengan produk mereka dan menyampaikan apa adanya. Eh maaf ya, kok jadi curhat. Oke lanjut. Storage di hape ini juga ngebut. Dia punya kecepatan baca 612mbps dan kecepatan tulis 1,1gbps. Storagenya sendiri udah pake UFS 4.0. Realme GT 6 punya setup dual speaker yang menurut saya lumayan kenceng, walaupun nggak kerasa mewah suaranya gitu. Frekuensi low-nya masih kerasa kurang nendang aja menurut saya. Jadi pada volume tinggi, suaranya kerasa agak kering gitu. Hape ini juga sudah punya sertifikasi IP65 yang bikin dia tahan terhadap debu dan semprotan air. Tapi IP65 ini belum bisa diajak nyelem ya by the way. Jadi jangan coba-coba ngajak hape ini berenang. Karena itu... Konyol. Kelengkapan lain juga bisa kita temukan disini, seperti NFC 360 derajat yang memungkinkan dia untuk bisa di-tapping di seluruh bagian bodi. Nggak ketinggalan juga sebuah sensor inframerah yang ditaruh di bagian atas. Dimana ini berguna kalau remote AC atau TV kalian hilang. Bagian paling wah dari hape ini, yang mungkin nggak akan kalian temukan di hape lain dengan harga yang sama, adalah kemampuan fast chargingnya yang tembus di 120W. Charger ini bisa ngisi baterai berukuran 5500mAh dari 0-100% hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Dan ini menurut saya ngebut banget sob. Saya tau nggak semua orang butuh fast charging secepat ini ya. Bahkan saya pun merasa nggak butuh-butuh amat fast charging seperti ini. Karena saya pikir hanya beberapa skenario yang bikin saya pada akhirnya mengoptimalkan kecepatan 120W. Dan menurut saya, kalau baterainya awet, kecepatan ngecas yang nggak cepet -cepet amat bukanlah jadi masalah lho. Menurut saya... [Mouldie]: Yang ini baterainya awet lho guys! Yang ini baterainya awet. [Irwan]: Ini? Oh ini awet banget nih parah! Jadi 120W kayak bonus aja gitu lho. Baterainya awet banget sih. Lebih awet dari Poco menurut saya. Poco lagi dibandingin nanti. Fansnya marah lho. Yooo! Nanti fansnya marah dibandingin sama Poco. [Mouldie]: Udah fans saya bang. [Irwan]: Jadi! Yo... Versus. Versus bang. [Mouldie]: Ngadu! [Irwan]: Ngadu... Realme GT 6 pake Android versi 14 dengan balutan antarmuka Realme UI 5.0. Experience menggunakan UI ini cukup nyaman menurut saya. Minim bloatware dan fitur-fiturnya nggak terlalu lebay gitu lho. Experience menggunakannya sama menyenangkannya dengan menggunakan HyperOS-nya Xiaomi. Terakhir kita akan bahas soal kamera. Hape ini total punya 4 buah kamera. 1 buah kamera di bagian depan beresolusi 32MP, sementara kamera belakangnya ada 3, yang masing-masing 50MP dengan OIS, plus sensor Sony LET808, terus ada 50MP lensa telephoto dan 8MP lensa ultrawide. Kualitas foto pada kamera di hape ini menurut saya bagus. Sedikit mendekati level flagship, atau mungkin bahkan udah masuk kelas flagship kali ya. Karena seperti yang kita lihat, fotonya terlihat tajem dengan warna yang natural. Terutama untuk foto-foto dalam kondisi yang terang ya. Fotonya terlihat konsisten, white balance juga jarang salah, dan menurut saya dia punya dynamic range yang cukup bagus. Alasan kenapa hape ini punya kamera telephoto, salah satunya adalah dapetin depth of field yang natural pada foto portrait. Diluar foto portraitnya, kualitas foto zoom di hape ini menurut saya cukup bagus, dengan detail yang tetap terjaga, dan tone warna yang juga tidak terlalu jauh dengan lensa utamanya. Sedangkan untuk hasil kamera ultrawidenya, saya merasa sulit untuk berharap lebih terhadap kamera beresolusi 8MP, karena ngasih opsi lensa ultrawide di hape ini kayak cuman belangkap aja sebenernya. Tapi hasilnya juga nggak jelek-jelek amat menurut saya. Warnanya lumayan oke, distorsinya lumayan minim, cuma memang detailnya agak kurang aja. Karena kalau kita zoom, ya keliatan bagaimana detail sebuah foto beresolusi 8MP. Kualitas foto lowlightnya juga cukup oke, lumayan tajem serta minim noise. OIS dan raw power yang besar di hape ini ngebantu banget untuk ngeproses foto lowlight dengan cepat. Jadi waktu yang dibutuhkan buat ngeproses sejak tombol shutter di pencet sampai selesai. Memakan waktu yang cukup sebentar. Untuk kamera depannya, menurut saya juga lumayan. Resolusi yang gede juga bisa menangkap detail yang lebih banyak yang bikin foto selfie terlihat lebih tajam. Kesimpulannya, menurut saya Realme GT 6 sebenernya bukan hape yang jelek. Karena pengalaman saya menggunakan hape ini ya nyaman-nyaman aja gitu. Dan nyaris nggak ada keluhang. Yang saya keluhkan mungkin bukan hapenya atau experience menggunakannya, tapi lebih kepada harganya ya. Saya mau curhat lagi dikit-dikit aja. Apa ya? Dulu, Realme memulai bisnis ini dengan cara yang benar menurut saya. Membuat sebuah smartphone dengan spesifikasi paling tinggi yang bisa mereka kasih di range harga tertentu. Melakukan hal yang sama seperti apa yang Xiaomi lakukan untuk pasar Indonesia saat pertama kali mereka masuk ke sini. Dulu, Realme itu nggak banyak gimmick ya. Nggak banyak jualan fitur in itu. Pokoknya hapenya murah dan ngebut lah. Titik. Tapi makin ke sini, mereka berubah. Karena saya merasa yang mereka jual pada akhirnya bukan spesifikasi, tapi lebih kepada fitur dan user experience. Lalu apakah itu salah? Hmm... Menurut saya sih nggak ya. Saya kan memang nggak bilang kalau itu salah. Saya cuma bilang bahwa Realme berubah. Buat sebagian orang, mungkin berpikir bahwa harga 8 juta untuk hape ini adalah harga yang pantas dengan fitur-fitur dan kata-kata manis ala calon wakil rakyat yang mereka tawarkan. Dan saya tidak pernah ngejudge siapapun yang membeli hape ini adalah orang yang bodoh ya. Saya yakin mereka beli karena mereka mampu, mereka butuh, dan mereka merasa hape ini layak buat dibeli. Tapi buat saya, kalau saya harus memposisikan diri sebagai seorang konsumen yang harus memilih hape apa yang akan saya beli dengan harga segini, kemungkinan besar saya nggak akan pilih hape ini. Bukan, bukan karena jelek, tapi lebih kepada... kayaknya hape ini nggak cocok sama saya deh. Atau kayaknya duitnya nggak ada sih. Nah itu yang paling bener kayaknya. Apa yang kalian denger dari awal video ini adalah opini saya pribadi. Mau didengerin syukur, nggak didengerin juga nggak apa-apa. Bebas-bebas aja. Sesuai dengan konteks video ini ya, yaitu review. Yang sudah pasti adalah sebuah opini. Kalau punya pendapat lain, itu sah-sah aja, terserah kalian. Tapi kalau kalian marah dengan pendapat saya dan maksakan pendapat kalian, berarti memang ada yang salah sih dengan kalian. Sukanya kok maksa ya? Mirip kayak... kayak apa ya? Hahahahaha... Ah takut! Ya suka maksa, suka menguasai semua gitu. Ah takut... [Mouldie]: Yang maksa 3 periode kemarin siapa? [Irwan]: Gua udah nahan dong, jangan terusin... Abis itu langsung main depan soalnya... Ya udah, segitu aja review singkat saya soal Realme GT 6. Tapi ingat, kalau mau beli, di Erafone aja ya. Biar bisa sekalian nyobain gitu, pokoknya Erafone mantep. [Mouldie]: Yang maksa bikin ibu kota siapa? [Irwan]: Hahaha udah bang!

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Realme

Realme adalah brand teknologi dengan lini smartphone, tablet, wearable, dan AIoT berperforma tinggi. Realme menghadirkan perangkat stylish dengan harga terjangkau, baterai besar, dan fitur modern untuk gaming, hiburan, serta produktivitas harian.

Realme GT 6

Realme GT 6 yang dijual resmi di Indonesia hadir dalam satu SKU retail dengan konfigurasi RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB. Konfigurasi RAM menggunakan LPDDR5X dan penyimpanan menggunakan UFS 4.0. Pilihan warna yang tercantum untuk model ini adalah Fluid Silver dan Razor Green.Ponsel ini memakai chipset Snapdragon 8s Gen 3...