Flagship tapi "Ekonomis" - Unboxing Samsung Galaxy S23 FE Indonesia! (YouTube Video)
Halo guys, David di sini dan kita sudah kedatangan seri HP favorit. Samsung Galaxy S versi FE! Alias HP flagship Samsung yang harganya paling murah, semua suka harga murah. Buat yang kita unboxing kali ini, Samsung Galaxy S23 FE ya! Kalau kita bandingin sama versi regular, yang ini memang lebih murah 2-3 jutaan. Atau bisa lebih murah sampai 5 jutaan kalau kita bandinginnya sama S23+. Apakah ada fitur yang dipotong? Yang dikorting dari seri FE ini? Ya sudah pasti sih, nggak ada yang gratis bro! Justru topik utama video kali ini kita bakal cari bagian apa aja yang dipotong dan bagian apa aja yang dijaga. Atau malah bagian apa gitu, ada yang ditambahin dari seri FE ini? Sekarang kita coba lah, kita unboxing salah satunya yang warna mint ini, soalnya yaa ini warna yang paling apa ya? Paling beda kali ya? Soalnya ini Purple, Graphite, Cream, nanti kita sekali lwat lah, ini kita fokus ke sini. Sett, minggir dulu, nggak jadi, kita sebarin aja sini, sini, sini. Biar kelihatan rame gitu kan, isoke... Sekarang kita unboxing yang versi mint, ini dari depannya, ada langsung kelihatan warnanya kayak gimana, ada setup 3 kamera juga, ini ada nama HPnya, Galaxy S23 FE, ada Galaxy S23 FE, kotaknya tentu saja tipis seperti HP-HP flagship Samsung sejati ya, jadi... Jangan terkejut isinya yang sudah bisa ditebak. Di belakangnya ada ketulis dibuat di Indonesia, regulasi-regulasi, dan di belakangnya ada varian itu namanya Mint yang kita unbox tadi, kelihatan di depan, RAMnya 8GB dan memori internal 256GB. 256GB itu harganya 9.999 atau 10 juta. Kalau mau yang lebih murah lagi ada yang 8.999, dia memorinya 128GB. Cuma yang namanya Samsung ya, kalau misalnya kita pesan pas PO sampai tanggal 16 Oktober nanti, kalau kita pesan yang 128, bayar 8.999 dapatnya yang ini. Jadi itu andalan mereka sih, free upgrade istilahnya. Sama ada Samsung Care+ juga, 6 bulan gratis, kalau misalnya kita pesan pas PO lagi-lagi. Sama ada 1 lagi sih, ini, kita bakal dapatin, kalau kita nabah sejuta sih, yang tadi itu gratis, promo PO, tapi ini nambahnya 1 juta. Apa ini, paket apa namanya? Paket gaming. Jadi dengan nambah 1 juta, kita bakal dapetin... Ini bagian HPnya harusnya, bolong ini... Kita sepaket 1 kotak dapat HP, terus ada gaming finger sleeve, biar jari lebih licin dan lebih pewe, nggak terlalu kena hangat-hangatnya layar, sama ini ada PlayStation Backbone. Works with Android. Wow, mungkin karena itu dipilih Samsung. Kalau kita lihat harganya lumayan cuan sih. Soalnya 1.449, 1.6, satu setengah jutaan lah! Kalau kita nambah sejuta, bisa dapat barang yang harganya 1.5 juta sudah pasti untung dong? Belum tentu, kalau misal kita nggak pakai, mau semurah apapun, ya jangan dibeli! Mau nambah sejuta, dapat 5 juta, nggak kepakai sayang juga kan? Kecuali dijual. Tapi kalau semuanya pada jual, ya harganya turun juga ya? Yaa terserah lah, pokoknya itu promonya cuma ada satu lagi, ini kalau nambah sejuta bisa pilih yang tadi atau yang ini, namanya... Health & wellness. Kalau ini isnya ada ohh... Ini ada Galaxy Buds FE, jadi ini TWS baru Samsung, dia dilaunching bareng si S23 FE, harganya sejutaan juga, jadi lagi-lagi valuenya lebih tinggi dari duit yang kita keluarin, terus ada ini. Ini New Balance... New Balance dipilih Samsung kenapa ya? Karena BAnya IU kali? IU ya? BA nya IU kan? Mungkin karena sama-sama Korea ya? Sepatu saya, ada Adidas juga sih. Ya ini kalau mereknya New Balance sudah pasti di atas 100-200-300 ribu sih. Jadi lumayan lah, kalau nambah sejuta, kalau misalnya kepakai lagi-lagi, ini sih, saya rasa 90% orang butuh ini sih. Biar lebih asik pakai TWS. Cuma kalau sudah punya TWS, mau menghemat, apalagi orang yang beli seri FE ini pasti orang yang benar-benar pengen ngehemat lah ya, pengen yang penting-penting doang. Namanya aja dulu saya sebut Fenting Edition. Sekarang kita lihat HPnya saja. Tanpa lihat bonus, kalau kita beli HPnya doang bakal dapetin apa? Ada tada! Ini kayak penjahat gitu yang pakai apa? Masker-masker cuma kelihatan matanya doang ya... Kita taruh dulu. Di belakangnya kita bakal melihat tidak banyak sih seharusnya. Kalau ngelihat kotaknya ini garansi, terus ya regulasi-regulasi, ada type C to type C, dan ada SIM Ejector! Begitu saja, kenapa bonusnya bukan charger? Kenapa bonusnya bukan charger? Paket apa lah gitu, paket... Essential kah, casing, charger, mungkin nggak... Biar nggak dibilang : "Wah, kok malah diduitin itu?" Wah lumayan. Terus ada HPnya tentu aja, di sini sudah selesai sih. Ini sudah-sudah. Pokoknya unboxing Samsung gampang dah. Langsung fokus banget ke HPnya, kita coba buka, ini adalah Samsung Galaxy S23 FE warna Mint. Mungkin kelihatan lumayna familiar, mungkin bakal ada yang bilang: "Bang, kok mirip kayak Samsung Galaxy A54?" Itu komen yang sangat valid karena HP-HP Samsung memang bentukannya gitu semua, mau dari yang S23 regular, mau sampai Galaxy A34, atau A54, S23 FE, memang desainnya kayak gini semua sih. Jadi mungkin itu ya ruginya ya, kalau pengen sama ratain semua kelas, tidak ada diskriminasi itu sayangnya kayak kondangan keluarga gitu kan? Yang paling kecil sampai yang paling tua, gaunnya sama semua, kalau cowok, eh kalau cewek, kalau cowok, jasnya sama semua. Habis kondangan soalnya. Jadi mau sepupu, mau ortu, mau kakek, ya sama. Kecuali keluarga... Gua ngomong apa sih? Jadinya itu, di keluarga Samsung juga sama ya. Jadi mua yang levelnya 2 jutaan, 3 jutaan, sampai belasan juta semuanya dianggap sama oleh Samsung. Di mata kita juga paling warna doang ya? Soalnya pilihan warnanya kan beda-beda, kalau yang S23 FE ini ada yang warna Purple, dia lumayan kuat, ada yang warna Cream, ada yang warna Graphite. Entar, saya keluarin dulu barangnya. Langsung cut aja biar nggak lama. Jadi warnanya kayak gini, 4 pilihan, ada 1 lagi sebenarnya, warna Indigo, dia agak kebiruan tapi dia dijualnya di online aja, jadi... Channel belinya beda, kalau ini bisa dibeli di semua tempat, kalau Purple, Cream, Graphite, Purple-nya ini lumayan berani warnanya, kalau S23 kan dia lavender yang lumayan apa ya? Lumayan sopan gitu, lumayan halus, jadi... S23 FE, dia lebih keras. Mungkin dari situ bedanya, kalau ada yang bisa hafal. Jadi saya ngerti sih, kalau ada yang bilang Samsung S23 FE ini mirip kayak A series, yaa nggak salah, mau dibilang mirip S series juga nggak salah. Karena sama aja, kalau dibalik-balik sama aja. Bedanya baru bakal kerasa kalau kita pegang. Ini kalau saya pegang memang kerasa keras sih, soalnya frame-nya ini aluminium, dia dari metal sampai ada garis antena gini, ini tanda-tanda fix kalau dia kebuat dari metal soalnya antena itu sinyalnya bakal keganggu kalau kita nggak kasih ruang khusus di frame metalnya. Terus kacanya juga dari Gorilla Glass 5. Jadi dari bahannya emang udah yang premium sih. Ini memang bahan kelas flagship dipegang berasa solid, kalau dipukul ini juga keras banget, bukan plastik, bukan kaleng, mau bilang bukan kaleng-kaleng tapi kaleng dari metal juga. Bukan kaleng murahan sih. Di sebelah kanan sini ada tombol power sama volume, di atas ada mikrofon, ada SIM Tray, ini dual SIM yang bisa support e-SIM, jadi nggak ada slot buat Micro SD. Terus di sini dia polosan saja di kiri, dan di bawah ada mikrofon, ada speaker dan ini ada 1 lagi biar kelihatan imbang aja, plus port Type C. Terus setup kameranya tentu aja, ini level flagship, ini Ultrawide 12MP, ada kamera utama 50MP, dan kamera tele 3x Optical Zoom, dia 8MP. Kalau kita lihat kayak gini, ini bisa dibilang S23 beneran sih. Kalau saya rasain bodinya ini memang berasa solid banget lah. Dari spek kamera juga memnag pantas namanya S23 FE ya. Kenapa FE karena... Kalau kita balik sini, terus kita buka, hidupin... Samsung. Nah udah kelihatan? Belum sih, Samsung lumayan pinter sih. Pakai lockscreen yang kayak beginian, kalau kita giniin, wallpapernya juga pintar, udah dipikirin. Kita buka play store. Nah... Nih baru kelihatan kalau bezel bawahnya dia lumayan tebal, lebih tebal, dari kanan, kiri, atas, yang sudah tebal! Jadi ini ngingetin saya sama Galaxy A54 yang waktu itu juga saya komenin kalau bezelnya berisi lah ya. Dan bikin orang tambah yakin buat bilang kalau ini kelihatan kayak Galaxy A54. Jadi belakang feelnya kayak S Series, tapi depannya kayak A Series. FE mungkin Fusion Edition gitu. Kalau dari speknya sendiri, dia lebih bagus, dari A54 dia lebih terang, sama panelnya juga lebih tinggi lagi soalnya dia pakai AMOLED 2X, Dynamic AMOLED 2X, jadi walaupun desainnya begini, speknya sudah dipikiri, dinaikin, cuma... Saya tetap setuju lah sama orang yang bilang kalau feel flagshipnya ini memang jadi berkurang soalnya jarang sih flagship yang bezelnya kayak gini, kalau dari UInya sendiri tentu aja ini sudah UI paling barunya Samsung. Informasi perangkat lunak, ini OneUInya versi 5.1, Android-nya 13. Samsung ngejanjiin kalau softwarenya bakal diupdate OSnya sampai 4 tahun sama security patch 5 tahun. Sesuatu yang standar buat Samsung, tapi nggak standar buat yang lain, masih ketinggalan, Samsung mau levelnya kayak gimanapun, sampai A series pun komitmennya bagus sih. Sekarang kita coba dengarin suara, dia stereo, beda, beda sih sama HP-HP yang sering kita dengar. Ya, ada isinya kalau ini. Detailnya juga lebih enak, bassnya lebih berasa, enak sih, enak sih. Beda ya kala kita sering dengerin HP yang walaupun stereo, tapi harganya mid range sama yang flagship, beda sih. Berasa nggak di situ? Ada ya? Kita coba lihat angka benchmarknya, ini AnTuTu Benchmark, ini dia pakainya Exynos 2200, dia chipset yang dipakai di S22 series kemarin, tapi buat versi Eropa, soalnya S22 series yang versi Indonesia kan dia pakainya Snapdragon 8 Gen 1, yang terkenal ganas dan panas. Kalau Exynos 2200 saya belum pernah coba. Apakah di Eropa sana ceritanya sama, apakah kayak Snapdragon 8 Gen 1 juga, nanti kita tes, kita coba lihat AnTuTu-nya dulu. Ehh lumayan, sejuta... Oh ya, ini AnTuTu 10 jadi sejuta seratus. Sejuta ya? Oke, berarti ini mirip kayak Snapdragon 8 Gen 1... Yaa mirip lah, mungkin performanya mirip. Dari panasnya aja paling. Baru tahu sih, soalnya berita soal Exynos 2200 nggak gede-gede banget, baru kali ini, saya bisa ngerasain di S23 FE, kalau kita Genshin... Wow, wow, wow, wow, wow... Ini saya mainnya di setting highest, di 5 menit pertama, dia... Wah eh, eh... Di 5 menit pertama dia lancar, 60 fps kena, kalau buat sampai 30 menit itu yang jadi pertanyaan habis ini bakal coba kita lihat datanya kayak gimana... Kalau dari spek sih dulu, Exynos 2200 ini sempat disayangin banyak orang ya, kenapa malah Snapdragon 8 Gen 1 yang masuk di S22 series... Kenapa bukan Exynos 2200? Kenapa masuknya malah dikasih Eropa... Soalnya Exynos 2200, dia punya GPU yang katanya hasil kerja sama bareng AMD jadi orang nunggu-nunggu gitu. Ada yang spesial nggak nih? Tapi malah masuk Snapdragon, karena dari dulu konsumen Indonesia mintanya ya Snapdragon lah kalau buat flagshipnya Samsung jangan Exynos mulu. Sekalinya masuk Snapdragon malah request Exynos, sekarang waktu yang tepat buat nyobain segimananya GPU kerja sama kayak ginian. Dan sampai sekarang sih masih mulus ya. Walaupun ininya sudah sekarat, aduh... Sabar, sambil ngomong, kita kabur dulu aja. INi kita coba jalan-jalan dulu aja, performanya ini kalau awal-awal flagship, coba kita langsung skip setelah mainnya 30 menit. Ini data setelah saya mainin S23 FE, selama 30 menit, di setting highest Genshin Impact, dapatnya rata-rata di 50an FPS ya? 51 fps, 52 fps, di 10 menit pertama dia lancar banget kayak yang tadi kita lihat, 60 fps turun dikit-dikit aja, terus 10 menit kemudian dia turun, 20 menit kemudian, dia turun lagi, habis itu stabil di situ-situ aja. Jadi ini mirip kayak Snapdragon 8 Gen 1 sih setelah dipakai lama-lama, jadi apakah ada pengaruhnya ganti dari Snapdragon ke Exynos, secara performa main game, ternya ya ini kayak S22 series sih. Mau Exynos-Snapdragon sama aja. Dari thermal juga sama aja, eh... Di layar, setelah main Genshin, kita dapatnya di 43 derajat, belakang 44-45 derajat. Ini sedikit lebih mending dari Snapdragon sih karena Snapdragon 888, 8 Gen 1, itu waduh... Cuma kalau pengen yang the best banget sih saran saya nambah 2-3 juta buat S23 ya, soalnya Snapdragon 8 Gen 2... Teruji luar biasa, performa sampai ke thermalnya itu... Pokoknya mantap lah itu. Sekarnag kita coba tes kameranya, saya berharap banget ini kualitas flagship soalnya Exynos itu terkenal sama processing fotonya, kita fotoin kakaknya, ini S23 Ultra, si Snapdragon 8 Gen 2, Z Fold5, Snapdragon 8 Gen 2, cuma mau kayak gimanapun Fold nggak bakal menang lawan S23 FE, pasti lebih bagus dari Fold. Padahal sebagai pengguna Fold, fotonya bagus cuma nggak kelas S. Ya kalau kita lihat hasilnya, ini cakep sih, mau buat malam, saya suka, mau buat siang, suka, dia fotonya kelihatan memang berkelas lah. Bukan banyak processing yang aneh-aneh, ditajamin, warnanya di kencang-kencangin, ini semuanya berasa memang dari hardware kameranya bagus, dari dynamic range bagus, dari detail bagus, warna enak dilihat, berasa motret pakai S Series yang biasanya, bukan yang FE. Karena memang sudah seharusnya kayak begitu sih, namanya S Series ya? Dari video juga bagus, ini bisa rekam sampai 8K, cuma yang saya tunjukin sekarang 4K aja karena itu yang paling masuk akal, kalau 8K yah memori habis nanti sama sisanya 24 fps buat yang cinematic banget. Bisa cuma nggak bakal banyak dipakai orang. Kesimpulan saya buat Samsung Galaxy S23 FE. Ini buat harga 9 juta, dapat 128GB, atau 10 juta dapat 256GB, saya kesimpulan langsung yang pasti, kalau Anda bisa nambah 2-3 juta, mending tambah buat S23 yang biasa. Itu mesinnya lebih bagus, layarnya desainnya lebih tipis bezelnya, terus bodinya sama, sisanya sama sih. Tapi dari prosesor sama layar itu... Nambah 2-3 juta itu worth it banget. Kalau misalnya Anda pertimbangin yang Plus buat dapetin layar yang lebih gede, kayak si S23 FE baru, mungkin berasa ya beda 5 juta. S23 FE kali ini buat saya pasarnya bener-bener sempit ya karena tanggung tadi, kalau misalnya budget Anda bener-bener mentok 10 juta doang, nggak bisa lebih, nggak bisa dinego, ya ini baru boleh dipertimbangin karena kameranya flagship, fiturnya memang flagship, terus desainnya memang flagship, gua lupa, celupin ke air belum ya? Ya terima aja sih, biar flagship, atau biar makin sip, apa lah, sambil nunggu Ekbal. Terima kasih biar kita mendapatkan penutup yang menyenangkan kita bikin es buah istilahnya ya. Tapi harus agak hati-hati, kaca layarnya jangan sampai tergores oleh kameranya karena Kaca kamera ini dia lebih keras dari Gorilla Glass sudah pernah ngerasain sendiri itu jadi jangan ditumpuk-tumpuk, ya ini juga fiturnya flagship, IP68, ada wireless charging, ada reverse wireless charging, jadi bedanya di layar sama di chipset tadi, kalau misalnya Anda bisa nambah itu lebih oke, kalau memang mentok, ini boleh dipertimbangin, karena ya itu lah tujuan dari FE series sih, buat ngasih alternatif yang lebih murah dengan potongan-potongan tadi. Kalau Anda suka dengan potongannya ya silahkan, kalau nggak ya nambah aja. Jadi gitu aja dulu, unboxing dari Samsung Galaxy S23 FE. Pilihan warna... Kita keluarin. Warna Mint, warna Cream, warna Graphite, warna Purple, like kalau Anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, dan kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Closed Caption by @subbox.id Wireless charging kalau basah-basah kayaknya nggak oke deh. Ya udah lah, bisa.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















