FORD EVEREST PALING TERJANGKAU: FORD EVEREST SPORT! (YouTube Video)
Ford balik lagi ke Indonesia lewat RMA. Dan 2023 kemarin mereka m-launching Ford Everest terbaru, tapi harganya mahal banget dan semuanya 4* 4. Ada XLT, ada titanium. Nah, gimana nih buat kau mendang-mending yang pengen beli Ford Everest tapi pengen harganya lebih bersahabat buat kantong? Let's say kalian punya duit buat beli Fortuner Pajero Sport tapi bosan mau ganti lagi ya kan karena kan Fortuner Pajero Sport 2016 ya. Nah, kalau dia mau ganti lagi, Fortuner Pajero bentuknya masih kayak gitu. Tapi Ford Average bentuknya udah beda, cuma mahal. Jadi yang XLT itu harganya eh 899 atau R00 juta. Yang sport ini harganya lebih terjangkau dengan R99 aja atau Rp800 juta. Masih mahal sih, tapi dibandingkan dengan XLT atau Titanium ini jauh lebih murah ya. Jadi lebih murah Rp100 juta dibandingkan dengan XLT. Bedanya apa aja? Yang pasti kalau dari luar Ford Ares Sport ini dibandingkan dengan XLT, dia punya warna hitam di bagian yang harusnya ada chrom-nya. Kayak misalkan di grill depannya bagian bawah ada silver-silver velegnya ini jadi full hitam sampai ke samping segala macam itu semuanya dibikin full hitam enggak ada silver-silvernya sama sekali. Dan mobil ini gede banget ya. Panjangnya nyaris 5 m ya. Lebarnya juga lebar sekali. Tingginya 200 mm, ground clearance-nya dan water wedding-nya itu 800 mm. Jadi 80 cm bisa diajar banjir. Apalagi tambahin snorkel tambah ganteng lagi, tambah bagus lagi water wedding-nya. Dan seperti yang kalian tahu aest itu sama seperti Fortuner atau Pajero Sport. Dia punya kembarannya yang versi double cabin namanya Ford Ranger. Jadi kalau Ranger itu double cabin, Everest itu dia single cabin. Bukan cabin, bukan single cabin, wagon ya. wagon juga nanti orangnya kira station wagon lagi. Ya, pokoknya seperti itulah kayak Fortuner atau Pajero Sport. Nah, bedanya dengan yang SLT dengan harga lebih murah Rp100 juta, pertama dia bukan fourwheel drive, dia rear wheel drive. Jadi depannya enggak ikut gerak. Terus yang kedua ada di mesinnya sama-sama 2000 cc tapi enggak biturbo. Jadi tenaganya PS dan torsinya itu 405 Nm. Jadi bukan yang terbesar di kelasnya. Dan kalau kalian lihat, hah panas. Hah adem. Ada atopnya. Ini mesin 2000 cc di mobil segede gini kecil banget ya. Iya kecil. Bahkan kita punya space yang cukup gede di sini ya. depannya tuh bolong dan dia tuh pakai electric fan, enggak pakai Visco fan. Turbonya ada di sini cuma satu bukan biturbo. Kalau yang biturbo itu 200 PS lebih 220 dan torsinya 500 Nm. Yang ini lebih kecil. Tapi meskipun kecil menurut gua tenaganya besar ya, sama transmisinya kalau yang XLT sama Titanium itu 10 percepatan. Yang ini kurang 4 gigi. Jadi cuma en percepatan aja. Jadi emang secara technical details itu bedanya banyak sekali dengan yang XLT dan yang titanium. Makanya harganya bisa lebih murah Rp100 juta. Tapi kalau secara features-features kurang lebih sama XLT itu mirip ya. Mesinnya enggak terlalu rapi memang kabel-kabelnya selang-selangnya banyak gitu ya. Tapi cat di dalam mesinnya itu bagus, rapi. Sama di sini ada tulisan build for tough. Wih, Ford emang kalau Ford itu di Amerika sana itu dikenal mobil yang tangguh ya. Jadi Ranger sama F150 ya. Aduh panas panas panas. Aduh panas banget. Ya Allah. E jadi kalau di Amerika itu emang dikenal sebagai mobil yang tangguh ya. Dan kalau kita lihat desain depannya gua suka ini. Ganteng sekali ya. E grillnya bagus, lampunya bagus. Cuma dibandingkan dengan titanium, dia belum pakai projecttor. Jadi dia masih pakai multireflektor semuanya meskipun sudah semuanya LED. Di bawah ada fog lamp, bawahnya juga hitam lagi. Ya, logo Ford-nya besar. Tapi karena ini mobil kelihatannya gede dari depan ya, lampunya gede, ininya gede, logo Ford tuh jadi kelihatan kecil. Even nih ya, lu lihat nih pelegnya itu 20 inci pelegnya. 20 inci tapi kelihatan kecil. Enggak cuma kecil nih. Lihat dong. Tuh lihat tuh kita masih dapat banyak space yang banyak ya. Jadi suspensinya itu dia cenderung empuk dan kalau kalian lihat yang versi Ford Ranger Raptor ya kan dia kan suspensinya pakai Fox ya beda ya gede gitu ya travelnya tinggi. Jadi meskipun 20 inci tetap dikasih space yang besar biar suspensinya itu travelnya bisa panjang gitu. Emang disiapin sebagai offroader sejati gitu bukan buat dalam kotak. Tapi RWD buat kalian yang pakai mobil ini karena senang gagahnya tapi gak enggak perlu yang fourwheel drive ini jawabannya. Nah, dia pakai suspensi double wish bone dan lihat tuh ya shocknya eh pairnya itu juga tebal besar lindernya juga rapi. Bannya sendiri dia pakai good gear tipenya teritory yang HT. Ukurannya 255 R20 inci pelegnya enggak kelihatan kan 20 inci kan? Karena saking gedenya mobil pelegnya kelihatan kecil padahal dia 20 inci. Nah, sama dari samping dia enggak ada tulisan biturbo. Kalau yang XLT sama si Titanum ada tulisan biturbo. Spionnya warna hitam. Dia sudah pakai keyless. Kalau ngebukanya pencet yang ini. Kuncinya pencet yang di sini ya. Touch sensor semuanya. Sama karena ini mobil tinggi sekali ground clearance-nya, kita dikasih footstep plastik. Bagus nih. Kenapa? Karena kalau plastik gini, kalau dia rusak ya, ini tuh bahan plastiknya tuh kayak sand leader plastik yang suka dipakai buat menyelamatkan kita pas lagi kena ee mata atau pasir di taruh situ ya. Nah, ini bahan plastiknya tuh mirip. Jadi bukan plastik yang murahan ini plastiknya kayak plastik standar ee perangkat offroad ya. Nah, biasanya kalau plastik-plastik gini itu kalau misalnya penyokal dipanasin nanti bisa balik lagi. Bagus sih. Ke samping masih sama. Belakangnya dia pakai multilink independent suspension. Dan biasanya kalau kita lihat Ford itu linknya banyak banget tuh. Lihat dia pakai solid exel di belakang tapi bushing apa segala macamnya itu wah complicated banget ya. Kalau kita lihat ya suspensi belakangnya Ford itu memang ee luar biasa. Jadi kalau habis ngelihat mobil ini, habis itu ngelihat ke Fortuner Pajero Sport, suspensi belakangnya kayak beda kelas banget sih. Dia tuh banyak sambungan ini kiri kanan apalagi lah itu ada busing lagi. Memang dia lebih advance dan dari belakang bentuknya sebenarnya kalem ya dan gua suka tulisan sportnya itu dikasih warna hitam juga jadi enggak terlalu mentereng. Kelengkapannya juga lengkap. Wiper, defoger dan kawan-kawan semua ada. Termasuk fog lamp belakang pun juga ada. enggak dikurang-kurangin. Antena belakang enggak pakai Sharpin, dia pakainya pol modelnya. Dan kita juga dapat power back door. Jadi pintu belakangnya udah dikasih elektrik meskipun dia varian paling bawah. Nah, sama mereka juga dikasih ini nih karpet karet ya. Kalau mereka mungkin bilangnya weather mat ya. Jadi buat cuaca. Kalau misalkan mau bersihin gampang tinggal diginiin aja. Terus di bawahnya ada tempat penyimpanan tapi kecil sekali cuma bisa sebelah kanan sedikit sama ada dongkraknya gede banget. Jadi kalau misalkan buat naik itu bisa panjang ya dan lain-lainnya termasuk tulisannya ada Fomoko dan kawan-kawan. Tapi untuk yang varian ini speakernya cuma ada delapan aja jadi empat twitter sama empat e midbus dia enggak ada subwovernya. Even sampai titanium, kita gak dapat yang varian pakai bank and speaker yang kelasnya di atasnya lagi yang lebih bagus. Tapi meskipun gitu suaranya udah bagus banget. Iya. Ini speakernya tuh gak pakai Sony, gak pakai Bose atau apa, tapi sama Bose audionya bisa diadu. Nah, terus di belakang kalau yang titanium di sini tuh ada tempat buat tombol karena kursi belakangnya itu bisa dinaikin secara otomatis pakai elektrik kayak Ford Everest yang lama juga sama Titanum juga bisa elektrik. Oke, ini kita turunin dulu ya. Bisa dilipat rata lantai sampai baris kedua juga. Kita mau naikin aja tinggal ditarik mundurin lagi. Nanti kita akan coba seperti apa bangku belakangnya. Tapi bangku belakangnya enggak bisa dimundurin lagi. Cuma segini aja sepertinya ya. Habis itu dinaikin. Tapi kita dapat space yang cukup besar di belakang karena belakang enggak bisa rebah-rebah banget gitu. Oke, let's go. Kita masuk ke dalam. Mulai dari belakang dulu. Oke, sekarang kita ke baris tengahnya ya. Dan kursinya karena dia mobil Amerika gitu kan, artinya e biasanya setir kiri tapi ini versi setir kanan diimpor dari Thailand. Nah, kursi tengahnya ini mirip-mirip kayak mobil Cina yang setir kiri tapi enggak di-convert ke setir kanan. Jadi, yang dipisahnya itu bukan yang sebelah kiri. Yang terpisah tuh justru yang kursi tengah sebelah kanan. Dan cara ngelipatnya ya itu kita kalau mau majuin ke depan, kalau mau mundurin sama majuin recline-nya itu dari bagian sini, siku sini ya. Tapi kalau kita mau ke belakang, kita tarik yang dari atas sini. Oke, kemudian kita majuin. Dan enggak cuma sebelah kanan doang, sebelah kiri juga bisa untungnya. Oke, yuk kita ke belakang sekarang. Minta tolong yang sebelah kiri dilipat juga. Nah, untungnya ini mobil ya ketika kita duduk di belakang, kita mundurin ke belakang seperti ini, kita naikin ya kan kita masih dapat ruang kaki yang lumayan cukup loh ini. Ini lebih dari cukup sih sebenarnya sih masih bisa lumayan lah. Kecuali kalau misalkan yang tengahnya ini direbahin lagi ya baru kita enggak dapat space di belakang. Jadi emang harus toleransi sedikit ya. Majuin lagi dikit. Oke, segini aja. Nah, ini baru pas banget tuh kita lega banget di belakang sama di belakang sini itu kita dapat space di bagian kepala. Enggak mentok sih buat gua 170, cuma menurut gua dia terlalu tegak ya. Jadi kalau misalkan bisa dibikin lebih rebah ini belakangnya agak sayangnya tegak banget sih. Jadi kalau misalkan kalian di belakang sini ini cocoknya buat hakim ya yang suka menegakkan keadilan. Nice. Dan kursinya rata juga ini. Sayang banget. Tegak banget ya. Kalau misalkan bisa dibikin lebih rebah lagi ya, mungkin bawa ke Om Ferry atau e tukang jok dibikin lebih ke belakang ini pasti jadi lebih enak. Dan di belakang sini kita dapat AC blower ya, kiri kanan individual ya. Sebelah kanan sini ada cup holder, ada tempat pegangan terus enggak ada colokan USB. Di sini ada tempat buat speaker tapi enggak ada speakernya karena ini untuk yang tipe di atasnya. Sekarang kita keluar dan kita coba bangku baris tengahnya. Nah, sekarang ini adalah space di mana kalau kita pengin duduk di belakang lebih lega, tapi depannya itu harus kompromi. Sebenarnya ini masih oke ya, enggak mentok, cuma nempel dikit aja gitu. Karena kursinya juga ada kayak space masuk ke dalam gitu tuh modelnya coak ke dalam. Nah, tapi kalau kita mau mundurin, nah ini jadi lega banget. Nah, kalau untuk varian sport sama XLT dia enggak dapat panoramic sunroof. Ya, kalau yang tipe titanium dapat sama AC-nya itu ngaturnya dari bagian bawah sini. Dan sekarang beda sama yang dulu. Kalau yang dulu itu kita bisa ngatur buat temperaturnya. Sekarang cuma bisa diatur kecepatannya aja. Sama di bawahnya ada colokan buat USBA sama USBC. Nah, kalau yang titanium itu ada colokan buat 220 volt. Jadi kita bisa colokan rumah biasa itu kepakai banget tuh buat kalau yang suka kerja di dalam mobil gitu ya sambil buka laptop atau semacamnya bisa dicolokin. Tapi yang tipe sport itu enggak ada. Tapi yang tipe sport kita udah dapat jok dalam itu kulit ya. tengahnya ada perforated yang bolong-bolong tengahnya. Nah, dia punya amres bisa dibuka juga cup holdernya. Terus sebelah kanan dia punya bahan-bahan itu yang sama seperti bagian depan. Jadi enggak dikurang-kurangin. Atasnya soft touch, terus ada jahitannya di bawahnya soft touch lagi. Pokoknya kalau buat interior, Ford itu enggak ngurang-ngurangin lah yang di bagian depan sama di bagian belakang. Even dia adalah varian yang sport yang paling bawahnya ya. power window dia belum all auto sama kita dapat ini nih. Nah, jadi kalau buat ngunci mobil bagian depan sama belakang itu tetap dikasih tombol walaupun enggak ada indikator kayak naik turunnya gitu. Dan ini penting banget karena mobil sekarang itu dikurang-kurangin ya tombol buat gini kan masukin satu gitu ya harusnya enggak sulit kan. Kenapa zaman sekarang tuh dikurang-kurangin? Meskipun dia enggak auto power window sama buat bukaan pintunya ya itu dia tersembunyi karena dia ada di sini nih nih buat buka pintunya tuh ada di tuas di dalam sini. Dan sebagai orang yang duduk di bangku tengah gua ngerasa ini tuh enggak klaustrofobik ya. Eh beberapa mobil kayak Pajero Sport Fortuner yang leather frame itu ketika kita duduk di bangku tengah itu rasanya sempit, kurang nyaman. Yang ini tuh di belakang sini rasanya lega, kacanya besar jadi enggak kayak krem di dalam gitu. Yuk, sekarang kita ke depan. Oke, ini pus start stop engine buttonnya tuh di sebelah kanan sini ya, naruhnya agak tersembunyi. Jadi ini setir, nah di sebelah buat kita nyolokin kunci. Posisi duduknya tuh enak ya, kursinya pas terus dia sudah elektrik ya. Ada lambar supportnya juga. Kursi sebelah kiri juga sudah elektrik. Dia sudah tilt dan teleskopik. Sama teleskopiknya itu panjang sekali ya. Jadi buat kalian yang senang setirnya lebih dekat kayak gua. Nah ini tuh enak gitu set. Nah pas pedalnya pas ya. Kaki kita pas ya. Meskipun leather frame biasanya agak sedikit naik ya. Tapi karena dia panjang masuk ke dalam gitu gua enggak ngerasa ada keluhan sih di mobil ini sih. Pas banget semuanya. ini buat teman-teman yang biasa yah layarnya gede banget nih. Pasti semuanya ditaruh layar enggak kejadian di sini ya. Meskipun untuk yang tipe XLT ini ya eh XLT tipe sport ini layarnya lebih kecil dibandingkan dengan titanium. Kalau titanium itu 12 inci lebih gede. Yang XLT sama sport ini dia 10 inci jadi lebih kecil. Kelihatan dari sini bezelnya gede ya. Baselnya gede. Jadi enggak dibikin mepet ke kanan kiri gitu. Tapi tetap aja kerasanya gede. Dan yang gua suka adalah dari mobil ini. Hah. Ini harusnya mobil Cina mencontoh Ford bagaimana mereka membuat touch screen. Karena touch screen-nya itu ketika dipakai Android Auto, dia tuh enggak langsung jadi full. Android Autoonya kepakai cuma bagian atas sini sampai segini aja ya. Jadi ketika kita mau lihat informasi di atas ada jam, ada temperatur dan kawan-kawan tuh masih dikasih tombol dan ada tombol shortcut buat masuk ke menu. Masih ada. Kadang-kadang beberapa mobil Cina ketika udah jadi Android Auto, even sampai di bawahnya tuh hilang, kita harus di swipe lagi ke atas baru bisa dipencet. Ini enggak. Terus juga tombol-tombol penting AC itu masih ada tombol fisiknya. Temperatur kiri kanan masih ada ya. buat ngatur kecepatan anginnya juga masih ada ya. Sama meskipun dikasih tombol fisik tetap dikasih tombol digital di sini dan tombol digitalnya itu enggak hilang meskipun dia pakai Android Auto atau Apple CarPlay. Jadi tetap dikasih space yang enggak bisa hilang. Ini cuma buat bahas si AC-nya aja. Itu bagus ya. Volume pun juga ada di sini dan kita tetap dapat shortcut buat Nah, ini controls-nya ya. meskipun tetap aja dia electrol parking brake, tapi auto hold-nya ada di layar. Nah, kemudian ada calm screen. Jadi kalau misalkan kalian enggak suka dengan layar teru rameai, pencet aja calm screen. Jadi kalau calm screen ini informasinya cuma sedikit aja. Nah, enggak cuma itu. Di atas ini juga ada passenger airbag ya. Ada notifikasi di bagian atas. Ke bawah kita dapat wireless charging. Di bagian sini ada USBC, USBA, tempat buat naruh-naruh sesuatu. Di sini ada tempat buat naruh-naruh lagi. Cup holder dua biji ya. Nah, ini harusnya jadi tombol buat 4WD. Tapi karena dia adalah 2WD, enggak ada switch-nya. Jadi dibikin bolong seperti ini aja. Mungkin bisa dipakai buat naruh apa ya? K cup holder kayaknya kekecilan ya. Itulah. Terusonic parking b ada sama di bawahnya lagi ini ada buat parkir sensor parkirnya ya. Ada buat matiin stability control sama ada buat modenya. Dan modenya ini agak lucu karena pas kita pencet itu yang keluar itu dia ada normal, eco, toow, sama yang terakhir itu buat slipery. Jadi modenya tuh cuma itu aja gitu. Dia sport modenya malah enggak ada. Jadi emang kayaknya walaupun dia tipenya sport, enggak dikasih mode sport. Oke, lanjut tombol setirnya. Dia lengkap ya sebelah kiri untuk cruise control sama limiter. Tapi sayangnya dia belum ada ADAS adaptive cruise control, l keeping assist dia enggak ada meskipun dia sudah pakai electronic power steering. Jadi harusnya sudah ready. Kalau kalian pengen yang ada ADAS-nya langsung aja beli yang titanium. Tapi menurut gua harusnya Ford masukin yang 2WD tapi dengan ADAS. Karena 2WD itu biasanya dipakai buat dalam kota, luar kota tapi enggak offroad. Nah, ketika mereka pakai keluar kota buat overland, adasnya itu bakal kepakai banget. Nah, sebelah kanan ini buat ngatur speedometer ya, sama di bawahnya buat e telepon sama preview sama nextong. Nah, speedometernya sendiri dia tuh lebih kecil ya walaupun sudah full digital karena untuk varian yang titanium dia itu mentok dari ujung ke ujung itu layar semua. Yang ini dibikin lebih kecil. Nah, switch-nya itu untuk sein dia ada di sebelah kanan bukan sebelah kiri ya. Sama untuk wiper ini juga tombolnya lengkap di sebelah kiri. Nah, sebelah kanan kita dapat cup holder ya. Sama di sebelah kiri juga ada cup holder sama ada buat ngatur lampu, tombol power back door, sama buat dimmer, sama buat ngatur ketinggian lampunya. Nah, di sebelah kiri sini kita dapat tempat penyimpanan yang ya cukup oke, sama dia pas dibuka dia enggak ini ya, enggak dibikin halus ya, enggak dibikin soft opening ya, langsung dibuka begitu aja. Nah, ini dia. Eh, nah, ini dia nih. Ford Efres Titanium. Lihat ya, lampunya beda. Spion chrome-chromnya banyak sama ada roof rail-nya. Sama kalau yang titanium itu, ini kan dia bikinnya kayak beras aluminium ya, warna hitam. Dia itu warna coklat kayu. Interiornya juga warna coklat. Coklat tuh kayak coklat krem gitu. Ada kamera 360-nya, ada adasnya, select drive modenya juga ada. Ya, emang lebih banyak dibandingkan dengan yang versi ini sih. Kemudian door trim-nya mirip sama kayak bagian belakang. Bedanya dia allonya itu di depan kiri kanan. Belakangnya dia belum pakai auto power window. Nah, terus untuk spionnya dia juga ada tombol buat ngatur elektriknya. Terus di atas sini, nah lihat ada kaca kiri kanan. Sebelah kiri juga ada. Kita buka. Ini tempat buat naruh kacamata. Di dalamnya ada karet biar enggak bunyi-bunyi. Lampu semua interior sudah full LED sama ada down light projection-nya warna biru. Sama mobilnya emang enggak ada pas malam itu tuh enggak ada eh ambiience light-nya ya. Tapi karena dia tombol-tombol itu warnanya biru ice blue itu rasanya keren sih. Jadi rasanya mahal gitu. Beda sama yang warnanya masih orang atau merah. Let's go. Sebenarnya kalau mobil ini kita lihat dari e spesifikasi dan kawan-kawannya dibandingkan dengan Pajero Sport Fortuner ya mirip-miriplah. Tapi pas udah kita pakai nyetir baru berasa beda kelas. Yes, beda kelas. Jadi memang kerasa nih seperti mobil yang one step ahead atau kelasnya di atasnya atau mungkin kayak beda tahun gitu. Memang sih Fortuner Pajero Sport kan pertama kali 2016 ya di Indonesia ya. Ini di Indonesia pertama kali keluar 2023. Jadi platformnya sudah lebih modern. Suspensinya sih terutama sih pas kita lewat jalan-jalan jelek bergelombang terutama ketika kita hajar kecepatan tinggi. Ini mobil enak sekali. W enak pol. Kita ada lubang kita hajar. Polis tidur kita enggak nguring kecepatan itu kayak deng deng gitu doang gitu. Untuk sisi pengemudi sama penumpang itu the best. Rasanya enak ya. Tapi kalau di belakang, di tengah itu masih agak kerasa. Jadi kalau kalian sebagai driver gitu ya, bawa mobil itu PD aja gitu rasanya apapun dihajar terus ya. Dan biasanya mobil yang tinggi seperti ini gitu kan pasti setirnya berat dong ya kan. Tapi di mobil ini enggak. Karena dia sudah pakai electronic power steering ya. Jadi IPS-nya enteng ya. Kita mau manuver, mau belok, mau parkir itu rasanya mudah dan gampang. Enggak kayak kita bawa Innova Reborn atau yang wah kalau udah parkir tuh udah malas banget deh ya kan. Ini enggak, ini enggak cuma pakai IPS, tapi juga steeringnya bagus banget. Gua suka dia well tune ya. Jadi e akurasinya bagus, bobotnya pas, dipakai di kecepatan tinggi juga rasanya itu enggak oleng gitu. Jadi ini seiringnya sih driving dynamicnya baguslah. Cuma memang kalau misalkan kita ngomongin body roll ketika kita belok kecepatan tinggi itu body roll-nya kerasa banget ya, tapi masih dalam batas yang aman. Jadi buat gua pas ketika nyetir mobil ini mungkin kalau ngelihat spek gitu ya diadu sama Pajero Sport Fortuner yah ini mah enggak jauh beda gitu kan tenaga mesinnya tipis-tipis gitu kan bahkan kalah dibandingkan dengan Pajero Sport atau dibandingkan dengan eh Fortuner yang 1 GD gitu yang 2800 tenaganya transmisinya gitu kan tapi ketika kita nyetir baru berasa oke benar ini mobil satu kelas di atasnya jadi dengan pricing 799 ya Rp800 juta dapat 2 WD doang ya. Lu mesti coba dulu sih. Mesti coba nyetir dulu sih. Terutama gua senang sama setirnya, posisi duduknya. Overlander itu banyak banget yang pakai Ford Ranger dan Aest itu ya salah satunya dipakai mengemudi itu dia menyenangkan. Dan ketika dipakai bawa jalan jauh dia kay gitu ya. Dia emang lesic enggak bikin pegal, enggak bikin ee pinggang sakit copot gitu ya. Di bawah 140 pun juga masih nyaman. Di atas itu dia udah mulai mental-mentul tapi kekencanganlah kalau di atas 140 ya. Nah, paling yang gua enggak suka headr-nya itu dia keras sekali. Jadi kalau misalkan kalian pengin jarak jauh pakai mobil ini dikasih bantal leher gitulah itu pasti jadi lebih nyaman. Kalau untuk sandaran kursi dia emang agak keras khas Amerika. Tapi ya emang buat safety sama buat ergonomic sih. Karena empuk juga kalau ergonominya enggak enak ya buat apaan gitu. Ini benar-benar kelasnya di atas Fortuner atau 4 Euro Sport. Nah, gimana soal engine-nya? Engine-nya ini sebenarnya enggak sehalus yang gua kira ya. Yang 2000 cc bit turbo gua belum coba. Tapi kalau yang ini ketika kita lagi berhenti, lampu merah kita injak rem, dia getarannya masih ada. Suara mesinnya itu halus ya, tapi getarannya itu masih ada. Meskipun getarannya enggak ganggu yang frekuensinya kecil-kecil kayak ya diesel-disel zaman dulu lah. Ini kerasanya tuh kayak deng deng deng deng deng deng kayak gitulah. RPM-nya rendah banget soalnya. Dan tenaga mesinnya menurut gua udah lebih dari cukup ya. Meskipun secara di atas kertas enggak sebesar yang lainnya. pakai pelek 20 inci, bodinya gede, tapi pas kita bawa jalan seperti ini buat kita salip-salipan ini udah lebih dari cukup. Dan yang paling gua suka adalah dia punya transmisi itu rasanya modern. Jadi ketika kita gas, dia cepat banget respons-nya, turun giginya cepat, enggak butuh waktu lama atau delay yang kita mesti misalnya mau nyusul nih sebelum kita nyusul udah ngegas duluan karena transmisinya sama mesinnya enggak nyaut-nyaut tuh lama kan. Ini tuh enggak. Ini kita lagi jalan ya. Dia six speed-nya itu entar ada motor lewat terus tiba-tiba kita butuh tenaga lebih. Langsung gas aja set cepat dia nyautnya tuh langsung ngeng. Cuma memang enggak sekencang itu sih. Enggak sekencang itu. Tapi udah lebih dari cukup. Mungkin kalau yang bit turbo itu tenaganya lebih asik lagi ya. Tapi ini udah lebih dari cukup ya. Sekarang kita udah masuk ke tol ya. Dan ketika kita masuk tol bawa 80, 100 itu baru sih terasa mobilnya suspensi ya. Bantingannya tuh bukan yang paling empuk tapi enggak keras juga dia balance. Dan kalau gua deskripsiin ini mobil tuh suspensinya kayak kita pakai mobil Jeep besar gitu ya. Misalkan kita pakai Rubicon terbaik gitu ya. Kita ganti lift kit yang lebih gede pakai suspensi yang mahal. Nah, ini tuh mobil tuh tanpa kita harus ganti suspensi yang mahal rasanya udah kayak pakai mobil offroad yang suspensinya mahal gitu ya. Tinggi banget pas kita nyetir tuh comending banget ya. Kayak Innova aja itu atapnya kelihatan ya. Tapi pas jalan bandingannya itu terasa tuh teng langsung tek kerasanya mahal. Dan mobil ini juga perdaman kabinnya bagus. Meskipun dia kacanya enggak double glass, tapi suara kolong, suara kanan kiri ada mobil lewat itu suaranya bisa dired dengan baik. Even kita jalan sekarang nih 104 km/h. Rasa berisiknya itu datang dari angin ya, wus gitu. Suaranya itu masuknya di situ. Tapi kalau kita udah setel audio udah hilang semua apa yang tadi gua sebutin 110 kita set cruise control. Oke, 109 ya. Nah, buat CC driver itu suspensinya pas banget ya, driver dan penumpang. Kalau di belakang, di tengah itu ya masih agak terasa lompat-lompat dikit aja. Tapi kalau dibandingin sama Fortuner Pajero Sport jauh ya. Benar-benar beda kelas. Begitu pula dengan steeringnya. Menurut gua steeringnya ini untuk mobil leather frame enggak berasa kayak mobil leather frame ya. akurasinya bagus, enggak geol gitu ya, dibawa kencang gini aja tuh juga rasanya kita mantap gitu. Jadi sepertinya mobil itu waktu didesain itu emang dibikin buat orang yang suka overland, jarak jauh dan offroad sih. Karena ketika dia pakai offroad dengan bantingan suspensi kayak gini, gua udah kebayang rasanya kayak gimana pas lagi di jalan. Even kita pakai speed offroad ya yang kencang dikit ya, der ini juga pas suspensinya enak banget sih. Enggak perlu ganti lift kit bisa dapetin bantingan suspensi yang kayak gini dari bawaan standarnya. Apalagi Ranger Raptor ya. Kayak gimana tuh rasanya? Karena ketika gua di Kamboja itu ya, itu ngelihat Raptor itu udah kayak berserak banget. Bisa dibilang kayaknya mobil yang paling laris di sana Ford Ranger Raptor. Ini Rest saja udah begini rasanya. Gimana yang Raptor? Kemudian bagaimana soal konsumsi bahan bakarnya? Ya, mobil ini besar, tinggi, berat, pelegnya besar ya tentunya kita enggak bisa berharap dia irit ya. Jadi ini mobil sudah menempuh 2.434 km, average speed 27 km/h dan average time-nya 89 jam dapat 10,3 km/l. Nah, gimana kalau kita ee ini ya kita reset dulu? Nah, sekarang kita reset. Kita konstan di 100 ya. Oh, udah ada rest area di situ. Beberapa kali lewat kok baru tahu ada udah ada rest areanya di sini. Udah jalan, udah ada musolanya. Kita 100 kita set cruise control di 100 99 100 ya biar pas ya. Tuh jalannya dilubangin. Nanti kita lihat dapat berapa kilomlit. Oke, kita udah keluar tol. Dan kita dapetin sekitar 13,2 km/l untuk 6 kilo perjalanan ya. E sebagian di tol, sebagian di luar. Dia sudah ini sih sudah terprediksi ya. Jadi emang untuk mobil yang segede gini sih sebenarnya lumayan irit ya. Jadi setelah gua nyobain Ford Ares tipe sport ini, sebenarnya kalau kalian R juta itu gak terlalu berpengaruh ketika purchasing mobil, menurut gua langsung ambil yang XLT 4* 4 sealian atau titanium sekalian. Kenapa? Karena keunggulan mobil ini setelah kita cobain itu ada di suspensi kaki-kakinya yang rasanya itu mahal. Jadi kayak kita beli mobil offroad dengan lift kit atau suspensi yang udah di-upgrade. Dan ini tuh kayak kita langsung dapat tanpa harus kita upgrade gitu. Bantingannya, rasanya ketika lewat jalan jelek itu persis seperti yang di pikiran gua tuh kayak gitu. Wah, ini kayak kita naik mobil offroad yang udah di-upgrade nih kaki-kakinya itu persis tanpa harus kita ganti. Apalagi yang Ranger Raptor itu pasti lebih wah lagi, ya kan? Tapi kalau misalkan kalian enggak butuh, kalian cuma pakai buat keluar kota aja, enggak main offroad dan kawan-kawannya, ya ini adalah pilihan yang tepat. Tapi dengan harga beda Rp100 juta dapat mesin yang lebih besar tenaganya, dapat transmisi yang lebih banyak percepatannya, dan tentu saja penggerak 4* 4. Agak kentang sih kalau gua sebagai buyer yang pengen beli Ford Everest tipe sport ini langsung ke XL sekalian atau titanium sekalian. Itu aja mungkin vlog kita kali ini. Buat teman-teman yang udah beli coba komen di bawah seperti apa rasanya. Sajif sampai jumpa di vlog berikutnya. Bye bye.
