FRONX : Mobil Suzuki Indonesia tercanggih❗ (YouTube Video)
Pejamkan mata. Bayangkan wajah Grand Vitara. Wah, mirip. Halo, Teman-teman. Selamat datang di Autonet Max sama gua Grady reviewer backup. Dan sekarang di sini udah ada Suzuki Frongs ya. Namanya tuh Frong si ya. Agak sedikit susah nyebutnya tapi dia itu artinya dari frontier atau barisan terdepan batasan dan X itu ya crossover. Suzuki juga salah satu brand yang mempopulerkan huruf X diartikan crossover ya dari SX4 waktu itu. Nah, jadi ini dia Suzuki Frongs. Kita ngomongin dulu ya. Suzuki FX ini tuh sebenarnya bukan yang baru-baru banget karena dia di India itu udah dijual sejak 2023 dan sejak Oktober 2024 dia dijual di Jepang. Iya. Jadi kalau teman-teman yang pengin modif tempel stiker ee ini apa emisi Jepang gitu di kaca belakang ya enggak salah-salah banget. Dan untuk yang dijual di Jepang sana dan di negara-negara lain itu rata-rata dirakit di India. Tapi untuk yang dijual di Indonesia dan nanti di Asia Tenggara ya itu dirakit lokal di Indonesia. Keren kan? Oke, sekarang kita lihat dulu bagian luarnya ya. Jadi Suzuki Frog ini itu sebenarnya basic yaitu Suzuki Baleno. Iya, tapi diubah sedemikian rupa jadi mirip-mirip Grand Vitara gitu. Menurut gua sih ini cukup keren ya. Jadi di bagian sini dia punya lampu DRL yang keren. Dia tuh kayak LED-nya tuh nonjol gitu bentuk 3D ya. Lumayan khas dan gampang dikenalin. Untuk lampu utamanya dia di bagian sini dia pakai LED yang model dipantulin gitu dan dia ada tiga titik ya. Dan untuk grillnya dia bentuk trapezoid. Dan ini yang menariknya nih, di grillnya ini itu disematkan fitur ini. Di sini ada radar untuk fitur adasnya. Yes, mobil ini punya fitur adas. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Suzuki punya fitur adas. Weh, dan ada sensor-sensor lainnya juga. Jadi, di bumpernya ini tuh enggak ada yang tiba-tiba nonjol sensor sembarangan gitu loh. Jadi, ini rapi gitu. Oke, untuk bagian depannya kurang lebih kayak gitu. Sekarang kita lihat ke bagian sampingnya. Sebelumnya gua pengen bahas warnanya ya. Ini warnanya lucu banget. Ini namanya gryish Blue dan ini hero colornya dari Suzuki Frongs nih. Keren banget. Dan dia tuh ada beberapa pilihan warna dan ada pilihan two ton juga. Ini contoh yang two ton ya. Jadi dia ada yang single tone-nya juga nih. Nah, untuk dimensinya dia sama persis loh sama Baleno dia 3995 mm. Jadi 4 m kurang dikit gitu ya. Masih ramah banget nih buat karpot ya atau parkiran di rumah. Dan sekarang kita lihat di bagian sini dia untuk bannya dia pakai ban ukuran 195. Untuk tebalnya profilnya dia 60 dan ring 16 gitu ya. Jadi bannya cukup tebal. Dia pakai ban Good assurance dan tadi gua belum jelasin kalau misalkan dia itu ada tiga varian. Jadi yang paling rendah itu ada GL terus ada GX di atasnya dan yang paling tinggi atau yang kita bahas ini dia yang varian SX. Dan yang varian SGX itu untuk velegnya dia single tone warna hitam aja. Kalau yang GX ataupun GL dia twoon ya. Jadi kalau yang SGX dia kelihatan lebih sporty gitu. Dan untuk yang varian di Indonesia dia pakai yang baut 4. Kalau di Jepang dia ada yang baut lima. Nah kita geser lagi untuk di bagian spionnya. Di bagian bawah sini dia udah ada kameranya ya. Ini untuk membantu fitur kamera 360-nya. Dia udah punya fitur kamera 360 dan di bagian atas ini dia ada roof rail yang kelihatannya sih ini buat estetika aja ya. kayaknya gak bisa dibebanin nih. Tapi cukup kuat sih kalau kita goyang-goyangin gini. Dan di bagian sini dia gak ada krom-kroman. Cakep banget. Cocok gitu sama temanya. Dia kelihatan sporty, crossover. Dia punya clading di sekitar body bagian bawahnya dari depan sampai ke belakang. Dan di bagian tengahnya sini dia ada aksen warna silver gitu ya. Dan ada satu hal yang gua langsung tertarik nih buat ngelihatnya. Ini loh gap antara ban dan inner vendernya. ini kok gede banget ya. Nah, tapi funf tadi udah diisi sama orang ya, jadi udah diisi penumpang ternyata langsung bagus gitu fitmennya. Jadi memang ini travel suspensinya dia panjang ternyata guys. Jadi bukan cungkring sembarangan. Sekarang kita bahas bagian belakangnya ya. Teman-teman tahu dong ya bentuk belakangnya balino tuh kayak gimana. Agak unik. Nah tapi di Suzuki Prini tuh keunikannya bisa dikemas jadi sangat-sangat menarik ya. ini dibikin e jadi kayak semakin landai gitu tapi dibikin kotak-kotak jadi lebih kelihatan sporty. Dan ini tuh kalau istilah mobil Eropa tuh SUV coupe gitu ya dibikin wih licin begini. Dan untuk lampunya dia itu model yang ada LED barnya di tengah menyambung gitu. Dan lagi-lagi dia di bagian sininya dia ada e positioning lamp yang menonjol ya kayak 3D gitu. Keren deh. Dan bentuk lampunya sendiri pun ini dia tuh keluar dari bodinya gitu loh. Ini kalau malam waktu lampu LED bar-nya ini nyala itu lumayan menunjukkan empis dimensi lebar mobilnya gitu ya. Keren, lebih kelihatan sporty. Terus kita geser lagi di sini ada emblem hybrid ya. Dia termasuk SHVS ya atau smart hybrid vehicle by Suzuki tapi dia m hybrid. Jadi dia menggunakan sistem ISG aja atau integrated starter generator. Dan dia punya baterai juga yang kapasitasnya sangat-sangat kecil cuman 10 amp ya. Ya itu sebenarnya lebih buat mengoptimalkan sistem kelistrikan pada saat mobilnya berhenti pas di posisi idle start stop ataupun ya kelistrikan pas mobilnya baru nyala gitu deh di starter dan AC gitu. Oke, terus kita intip sedikit untuk bagian bagasinya. Dia bukanya masih manual ya, tapi tombolnya udah elektrik. Dan ya ini untuk bagian bagasinya lumayan mirip sama baleno. Jadi ini tuh untuk opening-nya ya dia tuh enggak gede-gede banget dan ini bagasnya dia dalam nih. Tuh lantainya tuh rendah gitu. Jadi kalau misalkan mau angkat barang itu harus diangkat cukup tinggi ya. Ya itu dari dulu masih kayak gitu-gitu aja nih. Belum ada improvement di bagian opening bagasinya. Dan di bagian bawahnya kita masih dikasih ban serep full size tapi pelek kaleng. Oke. Dan ya enggak ada fitur lain-lain sih. Dongkrak di sini ya. Cukup. Oh ya untuk pelipatan kursi belakangnya dia 6040. Dan di bagian bawah bumpernya ini dia punya aksen ini loh yang cukup gede ya ini e cladingnya. Cuman kalau warna biru gini dia enggak gitu kelihatan nih. Karena di bagian sini dia di cat grey yang gloss gitu ya. abu-abu gloss. Kalau mobilnya warna hitam atau warna lain itu di sini silver doang gitu. Jadi kelihatan kayak pampers ya, kayak bayi pakai pampers gitu. Oke, sekarang kita lihat bagian dalamnya. Wah, tiba-tiba hujan gede ya. Kita bahas interiornya sekarang ya, Guys, ya. Kita nyalain dulu mesinnya. Nah, kalau Teman-teman dengar itu ada welcome note-nya gitu loh. Dan ini head up display-nya juga langsung keluar ya. Oke, jadi setup display ini cuman ada di varian SGX atau varian tertinggi. Sekarang kita lihat bagian interiornya nih. Ya, interiornya ini secara desain mirip-mirip sama Baleno ya, tapi dia didesain lebih kelihatan raget gitu ya. Lebih kelihatan gagah. Dan untuk materialnya sih dia dominasi plastik semua ya. Cuman dia dicampur warnanya nih ada yang hitam, ada ini kayak bronze gitu. Dan ini warna bordau ya, bordeaux tulisannya itu jadi kayak marun tapi agak coklat-cokelat gitu. Dan di sini juga campur-campur ada eh piano black juga dan ada silver di sini ya. Oke, secara desain sih cukup familiar dengan baleno. Dia cukup konvensional juga untuk template-nya. Dan kita lihat di sini untuk speedometernya atau klaser instrumennya ini lagi-lagi dia familiar banget ya. Rata-rata Suzuki bentuknya kayak gini untuk speedometernya. Cuman paling beda di warna dan fontnya aja. Di tengah dia ada mid yang kecil sih ya, tapi dia udah berwarna dan ada beberapa informasi seperti ini. Sekarang ini infonya lagi penggunaan mesin atau baterai ya. Jadi karena mobil ini udah hybrid, kita bisa lihat indikator itu bisa kita ganti-ganti juga. Oh, yang ini. Ini speedometer. Terus ini ada e ini apa namanya? jarak antara mobil depan untuk fitur adaptive cruise control-nya dan ini average fuel economy ya. Ini lebih real time-nya dan ada driving time juga. Dan ini ada untuk efisiensi dari sistem hybridnya udah tersimpan sekitar 95 mili. Ada jam dan ini ada G sensor, torp, power, ael, dan brake. Ini kalau kita injak gasnya dia Oh, lagi mesti jalan sih. Ya, kayak gitu sih ya. Infonya kurang lebih sama kayak Baleno juga sama KX7 dan R3 ya. Cuman dia bedanya hybrid aja gitu. Sekarang kita lihat setirnya ya. Familiar banget. Semua Suzuki kayaknya pakai setir ini ya. Mungkin kecuali APV sama carry kali ya. Nah, jadi setirnya ini lagi-lagi bentuknya sama, cuma di bagian sini dia beda ya. Kalau di bagian sini dia pakai aksen ini e kayak metallic black gitu. Jadi ada berkilau-berkilaunya gitu ya. Mungkin kalau dipoles bisa nyala nih. Terus di bagian sini sama seperti Suzuki lainnya, dia ada untuk eh pengaturan telepon dan voice command. Voice comen ke handphone ya. Dan ada nah di sini ada tombol land keepeping assist-nya nih untuk fitur ADAS l keepeping assist gitu. Cruise control dia di bagian sini untuk tombolnya dan ini untuk mengatur jarak ke mobil depannya tadi. Terus ya di sini untuk pengaturan audio. Dia juga setirnya di belakangnya udah ada pedle shift nih. Wah, jadi bisa lebih spirited driving kalau teman-teman pengen e agak ngebut gitu ya. Dan untuk pengaturan setirnya juga bisa diatur tilt dan teleskopic. Tapi khusus untuk varian yang SX atau varian tertingginya. Varian GL dan GX belum bisa, baru tilt aja. gitu. Di bagian kanan setirnya di sini ada tombol-tombol yang cukup banyak ya. Wah, agak tumen-tumenan nih. Suzuki biasanya polosan gitu. Di sini ada tombol-tombol untuk mengatur fitur adas-adasnya ya, seperti e automatic emergency braking, terus ada land departure warning, traction control, adling, start stop, dan ada kamera 360 gitu. Sebelumnya di sini juga untuk pengaturan headup display-nya bisa diatur dari tombol di bagian kanan sini ya. Sekarang gua bakalan pencet tombol yang kamera 360-nya. Nah, akan muncul gambar mobilnya di head unit. Dan kita bisa lihat dari eksterior ataupun dari nah POV dari dalam mobil gitu ya. Cuman ini memang untuk pengoperasiannya dia kurang fleksibel ya. Jadi kayaknya kita enggak bisa geser-geser gitu nih. Dia muternya ya semaunya dia gitu ya. Atau kita mesti nunggu seberapa berapa saat. Enggak juga. Berarti memang enggak bisa diatur gitu, Guys. Dia cuma bisa di-play doang ya. I gitu. Nah, selebihnya sih ada pengaturan ini doang, brightness dan lain-lain ya. Dan di head unitnya ini ya untuk yang varian SGX ini dia pakai head unit e dengan layar sebesar 9 inci. Kalau yang tipe di bawahnya itu pakai layar 7 inci dan dia udah support Android Auto dan Apple CarPlay juga. Nah, di sini kita bisa lihat ya ada vehicle info. Kita pencet dashboard. Nah, di sini bakal kelihatan average speed-nya. Terus fuel ekonomi. Ini 4,7 nih lagi ini ya. Soalnya mobilnya pas dipakai review ini cuman parkir nyala doang enggak dipakai jalan. Jadi f ekonominya enggak real. Nih harusnya sih dengan sistem hybridnya ini bisa dapat sekitar 17 sampai 18 km/l dipakai di perkotaan. Dan kita bisa lihat juga untuk energy flow-nya dari sini. Di sini kita bisa lihat kalau misalkan si mesinnya ini lagi ngecas baterai dan kondisi ngecas baterainya itu cuman bisa didapatkan ketika regenerative breaking gitu. Nanti bakal ada ee ya kelihatanlah animasinya di sini waktu lagi ngecas baterainya ya. Terus kita lihat di sini ya fitur-fitur yang lain sih ini alert-nya, warning ya. Jadi kita bisa bilang head unitnya ini dia udah terintegrasi ya sama mobilnya. Jadi buat teman-teman yang hobi audio pengen ganti head unit ya mungkin fitur-fitur yang kayak tadi tuh vehicle infonya enggak bisa dilihat lagi jadinya. Nah sekarang kita lihat untuk pengaturan AC-nya. Dia di sini udah digital ya. Dan ini pengoperasiannya cukup ttile tombolnya ya. Jadi lumayan lucu nih. Dia single zone sih tapi udah digital dan ada auto climate-nya juga gitu. Tapi untuk di varian SGX doang yang auto climate-nya ya. Kalau yang digitalnya sih dia di semua varian. Terus kita lihat lagi bagian bawahnya dia ada wireless charging buat ngecas HP kalian yang udah support wireless charging. Terus ada di sini ada colokan USB. Ini untuk mengakses Android Auto dan Apple CarPlay-nya. Dan di bagian kirinya dia ada colokan 12 volt ya. Nah, di sini ada cup holder yang ini sih bentuknya mirip sama R3 ataupun XL7 gitu ya. Tapi sayangnya dia belum ada kisi AC-nya untuk mendinginkan minuman gitu. Ah, sayang banget nih. Oh ya, di sini juga ada kuncinya ya. Kuncinya Suzuki ya. Bentuknya kayak gini ya di mana-mana ya. Cuma dia enggak ada biru-birunya nih. Apa ketutupan? Oke, di sini untuk tuas transmisinya lagi-lagi dia common parts dengan Suzuki yang lain. Untuk layout-nya dia PRND, dan M untuk manual ya ee maksudnya pengoperasian manual gear-nya gitu. Terus di bagian sini dia ada rem tangan yang masih mekanical. Kalau untuk yang pasar Jepang, Suzuki Frongs itu udah pakai EPB atau electronic parking brak. Nah, tapi untuk maintenance-nya sih sebenarnya yang mekanical gini lebih aman ya gitu. karena ya lebih gampang dimaintain aja, lebih gak gampang rusak gitu. Terus di bagian sini dia ada center conso yang ya ini cukup kecil sih untuk nyimpan barangnya, tapi ini bisa dijadiin armr dan posisinya bisa dimaju mundurin. Nah, terus kita lihat lagi ya untuk bagian joknya ini dia pakai bahan leather untuk yang varian SGX ini. Kalau yang varian di bawahnya itu masih pakai fabrik, tapi fabriknya tuh kayak suat gitu loh. Jadi lembut banget gitu ya. di bagian kursi, di bagian armr tangannya juga dia kalau yang varian di bawahnya masih pakai suet gitu. Wah, oke sih. Nah, sebelum nyetir kita bahas dulu bagian belakangnya. Yuk, kita pindah. Nah, sekarang kita duduk di baris keduanya si Suzuki Froongs. Ini sebenarnya sih dari segi keluasan dan ergonominya ini mirip-mirip sama Baleno ya. Dia untuk posisi duduknya cukup tegak dan dia enggak bisa diatur recline-nya. Jadi cuman satu step fix begini aja. Dan untuk tinggi badan seperti gua 180 cm headroom-nya ini rambut gua sih udah mentok ya. Sisanya cuman segini doang nih ya. Karena dia atap itu dibikin ee landai gitu ya. Paling duduknya kalau mau enak agak merosot gini guys. Nah, terus ini tadi posisi gua nyetir. Tinggi gua 140 cm lagi-lagi dan gua masih ada lightroom yang cukup gede nih. Segini nih. Nah, cuman ya lagi-lagi mirip sama baleno ya. dia untuk ee kursi di bagian bawahnya sini tuh gede ruangnya. Jadi buat menopang badan gua yang gede ini juga gitu. Yang lebar ini cukup ideal sih, cukup enak sih gitu. Nah, terus untuk di belakang ini dia ada AC di bagian tengahnya sini yang sebenarnya kecil ya, cuman satu doang tapi bisa diatur kiri kanannya dibagi dua lagi gitu. Jadi AC-nya setengah-setengah. Jadi oke jugal di belakang enggak kepanasan gitu. Di bagian bawahnya lagi dia ada colokan USB A dan type C. Keren. Nah, oke. Overall sih kayak gitu ya. Ini mobil tuh menurut gua tuh kurangnya apa? Panoramic sunroof. Wuh, kalau ada panoram enggak usah panoramic sunroof deh. Panoramic aja gitu. Kayaknya bakal kelihatan lebih elegan lagi nih. Hm. Sekarang kita cobain rasa nyetirnya. [Musik] Oke, Teman-teman sekarang ini gua lagi nyobain Suzuki Prongs yang varian GX tapi varian manual ya. Jadi, varian manualnya itu ada di varian yang GL dan juga GX ya. Kalau yang SX itu khusus automatic aja. Dan di sini untuk impresi, wah pedal koplingnya sih enteng ya. Untuk penggunaan harian sih ini harusnya enggak jadi masalah. Terus untuk shifternya juga ya, shifternya sih bukan yang rigit-rigit banget untuk e kita shifting, tapi enggak susah buat nyari lokasi gearnya ada di mana- di mana gitu. Jadi masih masih enak dia. Mirip-mirip sama Suzuki-Suzuki lain sih untuk ee rasa e manualnya ya, untuk shifternya ya. Dan ya dari impresi berkendara, kalau dari posisi duduknya sih dia cukup ngebaket gitu suir eh kursinya. Jadi untuk orang yang badannya kayak gua yang lumayan lebar dan tinggi 180 cm ini lumayan ngeplak gitu loh. Lumayan memeluk gitu loh untuk bucketnya. Dan enak banget. Ini kita mau coba akselerasi ya. Kita shift down dulu. Lagi dari 60 terus sekarang 80. Wah, napasnya panjang banget gigi duanya. Oke, udah 100 ya. Jadi kalau untuk varian yang GX dan SGX itu ini yang hybridnya. Nah, berarti dia pakai mesin yang K15C. Kalau misalkan yang GL itu dia pakai mesin yang K15B yang sama kayak R3, XL7, Jimny, Carry itu K15B. Kalau yang K15C ini dia sama kayak Grand Vitara gitu. Dan untuk tenaganya itu di angka 100,6 PS dan torsinya 135 Nm. Kalau yang K15B dia lebih besar sedikit ya. Dia 104,7 PS dan torsinya 138 Nm. Bedanya kalau yang K15C ini yang varian GX dan SGX itu udah dilengkapi dengan sistem mild hybrid gitu. Dan untuk pembawaannya sih ini cukup halus ya untuk manualnya. Oke juga. Nah, sekarang kita cobain yang varian maticnya kayak gimana ya. Oke, sekarang kita lagi bawa varian yang GL tapi yang transmisi otomatis. Nah, jadi kalau yang GL ini dia berarti masih pakai mesin yang K15B. Nah, perbedaannya itu di otomatisnya juga beda loh. Jadi, kalau misalkan yang GL ini dia pakai matic yang 4 speed. Kalau misalkan yang varian GX dan SGX yang pakai mesin K15C itu pakai maticnya yang six speed atau 6 percepatan ya. Dari performa otomatisnya sendiri ya, transmisinya ini ya halus. Cara kerjanya matic Suzuki sih meskipun dia masih konvensional tapi tuh dari dulu gua enggak pernah ada keluhan gitu. Ini enak-enak aja, halus. Terus nanti di lurusan sini kita cobain sedikit untuk akselerasinya ya. Oke, sekarang ini kita lagi jalan sekitar 50. Oke, kita kick down ya. Ya, sekarang di 60 udah di 80. Wah, gila range gear-nya panjang banget. Oke, udah di 100 cukup. Itu dari tadi enggak ada perpindahan gear. Jadi tetap satu gear ya dia ee ya empat percepatan dan napasnya panjang-panjang banget memang. Dan yang gua suka itu ya dari Suzuki itu ya dia tuh eh meskipun variannya ini varian yang terendahnya gitu tapi dari segi kenyamanan kayak NVH ya noise vibration sama harshness-nya itu enggak disunat gitu loh. Jadi ini kondisi kenyamanannya masih sama aja sama yang SX. Jadi peredamannya ini juga masih bagus. Suara mesin yang masuk ke dalam interior tuh minim gitu. Dan ee ini juga ya root noisnya sih sebenarnya masih sedikit terasa gitu dan ya getarannya juga masih nyaman gitu. Wah oke sih enggak disunat-sunat gitu untuk yang varian bawahnya. Cuman paling yang perbedaan yang terasa itu adalah nih setirnya dia belum dilapisin kulit gitu. Jadi feel-nya agak beda aja meskipun bentuknya sih desainnya sama. Termasuk safety-nya yaitu airbag ya. Jadi di semua tipe dari bawah sampai atas itu enam airbag-nya. Mantap Suzuki. Oke teman-teman sekarang kita lagi coba varian GL dan manual. Jadi ini varian yang terendahnya nih. Oke gua pengin ngomongin angka tenaga mesinnya dulu ya. Jadi dia pakai mesin K15B dengan tenaga 104,7 PS dan torsinya 138 Nm. Jadi dari angkanya sebenarnya K15B tuh lebih gede ya angkanya daripada yang K15C. Tapi yang K15-nya itu diklaim lebih irit untuk konsumsi bahan bakarnya gitu. Dan ya yang gua suka tuh ya kalau misalkan ee manualnya Suzuki itu tuh dia tuh bisa apa ya jalan pelan tapi pakai gigi rendah gitu. Jadi kita tuh bisa kayak eco driving tuh lebih enak gitu di mobil e manualnya Suzuki gitu. Dan untuk handling-nya ya. Nah, dia ini punya suspensi sebenarnya yang cenderung soft, tapi uniknya itu dia punya body roll yang masih bisa dikontrol banget ini. Noh, ini tadi gua udah cobain jadi penumpang juga dan jadi pengebudi. Ini body roll-nya sih benar-benar ketahan sama kursinya juga ya, karena dia punya kursi bucket gitu. Dan untuk melewati guncangan juga ini lumayan meredam meskipun masih ada sedikit terasa getaran di bodinya ya, tapi masih oke banget dah. Dan untuk setirnya, nah setirnya ini memang karakternya Suzuki banget ya. Jadi setirnya ini ringan untuk bobotnya. Enak buat dipakai harian. Harusnya enggak ada masalah dipakai sama wanita sekalipun gitu. Tapi dia punya akurasi dan respon itu juga yang bagus. Ya, memang rata-rata mobil Suzuki karakter setirnya begini semua dan itu satu hal yang bagus ya. Nah, tapi gua juga suka satu hal lagi ya untuk varian manualnya ini itu masih dikasih footr untuk kaki kirinya. Jadi kalau misalkan mobil-mobil manual yang lain itu kebanyakan soalnya udah pada enggak dikasih foot rest gitu. Lagian memang populasi mobil manual udah udah sangat sedikit kali sekarang ya. Tapi ini masih dikasih foot restr yang bikin ya ergonomi kaki kita lebih enak gitu. Oke teman-teman sekarang kita lagi cobain Suzuki Frs yang varian tertinggi nih SGX. Jadi dia punya fitur Adas dan kita mau ngetes adasnya. Jadi dia tuh punya fitur ADAS yang lengkap banget sebenarnya ya. Dia ada eh tadi tuh ada 12 fitur ADAS dan ya dia itu punya fitur adaptif cruise control ya jadi dia bisa menyesuaikan kecepatan dengan mobil depan hingga land keepeping assist jadi bisa ngikutin jalur juga itu kalau misalkan kita aktifin kita sebenarnya santai banget sih enggak perlu injak gas setir juga ya perlu diawasi kalau misalkan setirnya dilepas selama 15 detik nanti dia bakal muncul peringatan soalnya gitu gitu. Jadi ee fiturnya juga yang lain ini selain dia punya radar di depan, dia juga dibantu dengan ada 12 sensor di sekitar mobil ini untuk membantu fitur ADAS itu bekerja gitu. Dan selain itu juga dia punya kayak RCTA, rear cross traffic alert tapi belum disatukan dengan AEB-nya ya atau automatic emergency breaking. Mereka punya istilah sendiri tuh untuk eh automatic emergency breaking-nya. tadi namanya DSBS ya pokoknya ujung-ujungnya sih fitur autonomous emergency breaking atau sistem ngeremnya sendiri guys. Nah, jadi ini sih wah sebenarnya ya di mobil di brand-brand lain ini ya fitur ini udah banyak banget tapi gua engak expect banget tiba-tiba Suzuki ngeluarin eh fitur ADAS yang selengkap ini gitu loh. Karena ya seperti kita tahu ya biasa Suzuki main di value. Nah, yang gua penasaran itu kalau udah ditambahin sama fitur ADAS kayak gini, apakah harganya masih kayak biasa? Nah, penasaran nanti kita lihat aja. Oh, ya. Dan satu hal yang gua suka juga ya dari yang varian SGX ini karena dia setirnya udah bisa diatur teleskopik, ini posisi mengemudinya buat gua ini lebih ideal lagi. Ini enak banget. Dibantu juga sama head up display-nya ya. Jadi, visibilitas kita juga lebih bagus. enggak perlu ee ini ya ngelihat ke speedometer buat info-info yang lain gitu. Nah, sekarang gua pengen cobain lewat jalanan yang bergelombang. Wah, ini sih kalau di kecepatan 30-an km/h ini lembut banget suspensinya ya. Ini memang comfort oriented banget sih. Ini lembut loh. Dia enggak ngebanting-banting tuh. Oke sih, boleh sih. Ini suspensinya sih cocok buat jalanan Jakarta ya, khususnya Kelapa Gading. Oke, kita udah cobain nih, Teman-teman, ya. Suzuki Frongs. Hampir semua variannya yang enggak ada di sini tuh cuman yang GX ya. Dan gua jujur senang banget karena gua udah lama banget enggak lihat Suzuki seffort ini buat jual mobil yang ada di Indonesia gitu ya. Udah mobilnya bentuknya sekarang mudah diterima gitu ya. Bentuknya keren mengikuti pasar Indonesia. Lancip-lancip, tajam. Terus udah dilengkapin sama fitur safety juga ada ADAS, terus airbag 6 biji di semua varian gitu. Jadi, wah ini gokil sih. Dan mobilnya juga comfort oriented, nyaman buat dipakai harian dan gampang juga di setirnya. Dia memang bukan yang engaging, bukan yang fun to drive, tapi dia tuh comfort banget nih. Nah, sekarang tinggal harganya. Waktu kita bikin video ini, kita belum tahu nih harganya. Jadi nanti kita bakal tambahin di komentar gimana menurut teman teman soal harganya. Wah, kalau harganya mungkin 300 kecil, wah parah sih kalau sampai enggak laku sih. Ini aja gua lagi naksir nih, Guys, sebenarnya. Oke, gitu aja dulu buat video first impression kita mengenai Suzuki Frog. Buat teman-teman yang sudah nonton sampai habis, thank you banget. Jangan lupa tekan tombol subscribe dan tekan loncengnya kalau teman-teman belum. Oke, gua Grady. Jangan lupa makan sampai ketemu kapan-kapan. Love fall in love.
