Jungkat

Full Tangki Cuma Rp 100 Ribu, Padahal SUV Ganteng Ini Sebesar HR-V dan Creta! (YouTube Video)

  • 20/08/2022

[Musik] Ini adalah MG ZSV dan kalau sebelumnya kita pernah ng-review lengkap ZSIV, tapi itu adalah versi sebelum facelift-nya yang akhirnya enggak jadi dijual di Indonesia. Nah, yang ini adalah versi facelift-nya yang katanya mau beneran dijual di sini. Sebelum mulai videonya, simak dulu sponsor dari video kita kali ini. Armor All. Pasti udah familiar sama brand dari Amerika yang satu ini lah ya, yang udah ada di Indonesia dari tahun 2000. yang nawarin berbagai macam produk buat bersihin, kilapin, dan ngelindungin hampir semua bagian dari mobil kita. Salah satunya misalnya ada Armor All Shield Even Better Than Wax. Ya, sesuai namanya cairan ini memiliki teknologi shield buat mengusir debu dan kotoran di body mobil kita dan bakal ngasih efek daun talas alias water beeding. Jadinya mobil kita bakal kinclong lebih lama karena debu dan kotoran-kotoran lain jadi bakal lebih sulit nempel. Cara pakainya kita cuci dulu mobil kita sampai bodinya bersih dan baru deh kita semprotin shield even better than Wax ini. Dan tinggal kita lap pakai kain microfiber deh. Nih kita bandingin kalau kita tumpahin air dibanding yang enggak dipakaiin cairan ini. Kelihatan ya yang ini lebih langsung jatuh dibanding sebelahnya yang enggak. Nah, ini bahkan bisa bertahan di cat kendaraan kita sampai 10 kali pencucian loh. Detail lebih lanjut atau pembelian produk Armor ini bisa cek di kolom deskripsi ya. Nah, bedanya apa aja? Buat detailnya simak di 10 hal dari MGZs EV. Satu belum dijual. Hmm, kayak DJU ya. Soalnya diws preacelift kita dulu, kita juga ngomong mobil itu dulu belum dijual kan di sini. Nah, yang model facelift ini juga sebenarnya sekarang belum dijual ya. Jadi emang MG Indonesia masih memamerkan ini aja sambil riset nanti mau dijual harganya berapa. yang artinya sekarang juga belum ada harganya di sini ya. Semoga nanti bisa lebih murah dibanding Ionic sedan dan Kona Electric lah ya. Karena kalau ZSIV ini bisa nyentuh kepala lima aja harganya. Misalnya paling murah R70 jutaan sampai paling mahal R50 jutaan itu bakal sangat-sangat menarik. Anyway, MG bilang nanti kemungkinan si ZSV ini bakal ada tiga varian kayak yang bensinnya juga ya, Activate, Ignite, dan Magnify. Dan katanya yang lagi kita videoin ini adalah varian terbawahnya alias activate. Yang mengejutkannya cukup menarik loh buat varian terbawah gini. Pilihan warnanya di Thailand ada lima. Putih, silver, hitam, merah, dan biru. Dua, baterai lebih besar. Buat mengingatkan sekilas ZSIV ini adalah mobil full listrik ya, so kalian enggak bisa isi bensin di sini. Sumber energi yang bakal tenagain motornya buat jalan adalah baterai litium ion raksasa yang ada di bawah mobilnya. Nah, kalau di ZSIV sebelum facelift aja sebenarnya baterainya udah termasuk besar dibanding Kona, Ionic sedan dan Nissan Leaf yang dijual di sini. Nah, yang facelift ini baterainya dibuat lebih besar lagi ya. Kapasitasnya yang dulu 44,5 kWh sekarang dinaikin jadi 50,3 kWh dan kalau klaim jarak tempuh sekali charge full yang dulu bisa sampai 335 km sekarang naik jadi 403 km. Not bad kayak sebelumnya. Buat nge-charge-nya tinggal tekan aja grill yang di depan sini. Tapi sekarang kebukanya jadi ke samping. Nih jenis sport yang dipakai adalah type 2 buat AC charging dan CCS buat DC charging. Jadi sama kayak sebelumnya ya. Dan kalau pakai AC charging yang kencang yang MG sebut MG home charger gini yang kita pasang di rumah butuh 7 jam 15 menit buat isi baterainya dari 0 sampai 100%. Meski MG enggak bilang sih berapa daya yang dipakai mungkin sekitar 7 kW ya kayak wall charger kebanyakan. Kalau pakai DC charger misalnya kayak di SPKLU PLN 30% sampai 80% itu charging-nya cuma butuh 60 menit aja. Sekali lagi enggak ada keterangan ini diisi charger berapa kilw, tapi kemungkinan besar 50 kW yang kayak di kebanyakan SPKL PLN juga ya. Tentunya dapat portable charger. Kalau pakai ini kita bisa colok ke mana aja yang ada colokannya selama dayanya cukup. Oh dan kayak di Ionic 5 ZSIV ini juga sekarang ada fitur V2L alias vehicle to load. Jadi kalau kita colok adapter khusus di colokan depannya nanti dia bisa dipakai buat tenagain peralatan a elektronik rumah sampai daya maksimal 2.200 wat. Mantap bisa jadi genset berjalan. Tiga, motor listrik. Selain baterainya tambah besar, motornya ZSIV ini juga ada improvementnya. Sekarang tenaganya 174 HP atau 176 PS dari sebelumnya yang cuma 141 HP. So, kenaikannya cukup jauh nih. Meski yang aneh, torsinya justru turun ya. Dari yang dulunya 353 Nm, sekarang jadi 280 N. Hmm, apakah bakal pengaruh banget ke rasa bawnya sehari-hari? Tunggu sambil kita bisa cobain aja deh. Enggak ada transmisi ya, adanya hanya reduction gear aja buat menyesuaikan rasio motor listriknya ke rasio putaran ban alias hanya ada satu gigi aja. Dan buat masukin giginya pakai knop ini putar sedikit buat masukin ke N dan putar yang dalam buat masukin ke D atau R dan tekan yang tengah buat masukin ke P. Ada tiga mode berkendara yang bisa dipindah pakai tombol ini. Ada eco, normal, dan sport. Dan kayak sebelumnya juga ada sistem regenerative braking ya atau di ZSV ini disebutnya curse yang adalah singkatan dari kinetic energy recovery system. Artinya, pas kita udah lepas pedal gas, motor listriknya bakal berubah fungsi jadi generator yang bakal ngubah energi kinetik jadi energi listrik buat disimpan di baterainya. Jadi, pas kita ngelepas pedal gasnya, dia bakal memelankan laju mobilnya sambil nge-charge baterainya. Ada tiga level yang bisa kita pilih ya, 1 sampai 3. Intinya semakin kuat angkanya, semakin kuat juga rasa mobilnya kayak di rem gitu pas kita lepas pedal gasnya. Empat, eksterior tampan. Ketika kompack SUV kebanyakan sekarang main tampang-tampang berani dan nyeleneh kayak kereta Celtos atau HRV baru gitu, ZS ini menurut kita ambil approach yang aman ya. Mungkin enggak bakal bikin orang sampai suka banget gitu kalau lihat ini. Tapi enggak bakal benci juga ngelihatnya. Tampan malah menurut kita. Dan di yang EV facelift ini dikasih aroma-aroma lebih futuristis dibanding ZS yang bensin. Jauh lebih ganteng lah dibanding yang sebelum facelift yang kelihatan biasa banget. Anyway, dimensinya dibanding mobil listrik lain yang sudah dijual di Indonesia, ZSV sedikit lebih besar dibanding Kona elektrik ya. Sedangkan dibanding Nissan Lift sedikit lebih pendek. Detail desainnya depannya yang dibuat paling berubah dari yang biasa nih. Kalau yang biasa ada grillnya bolong-bolong di sini grillnya ditutupin aja dan dikasih motif heksagonal-heksagonal gini ya. Nah, garis ujung grillnya itu juga dibuat langsung nyambung sampai ke bumper bawahnya tuh. dibuat lebih simpel ya dia tanpa fog lamp di bawah tapi malah mendukung model kefuturistik-futuristiknya sih menurut kita dan garisnya kayak mecah dua di tengah-tengahnya. Model lampunya juga mirip kayak yang di biasa ya yang ada kayak diamond-diamondnya gitu di dalam. Nice lah. Detail lampunya full LED diarel LED, lampu besar dan lampu jauh LED projecttor dan lampu sein LED. Sampingnya sebenarnya bedanya sangat-sangat minim sih sama yang ZS yang bensin, cuma di velegnya aja. sama-sama 17 inci, tapi yang di EV ini pakai veleg yang kayak di 5GT persis modelnya. Tapi emang nanti dikasih aerover kayak gini biar tambah irit kalau jalan di kecepatan tinggi. Bannya 2155 R17 ya. Oh dan di EV yang model ini enggak ada roof rail karena ini varian bawah. Nanti di varian atasnya bakal ada roof rail juga kayak di ZS bensin. Detail lainnya sama kayak ada lampu sein di spionnya, lins chrome di jendela, dan handle pintunya yang bagian atasnya ada chrome-nya. Nah, belakangnya ada beda lagi sedikit sama ZS yang biasa di bumper bawahnya. Kalau yang biasa dibuat kayak ala-ala diffuser dan knalpot palsu. Kalau yang di EV ini dibuat dua garis gini aja. Lebih simpel senada sama bagian depannya. Sisanya sama sih kayak housing fog lamp belakang yang ada panel hitam-hitam tajamnya, lampu belakang yang tajam-tajam dan sama kayak yang depan juga emblem yang lebih bersih warna abu-abu gini. Oh, antenanya di sini long pool ya, bukan yang siw. Tapi ini karena yang kita videoin varian bawah aja sih sebenarnya. Det lampu belakangnya, lampu malamnya LED, lampu remnya LED, lampu sennya halogen, lampu mundurnya halogen, dan ada fog lamp belakang LED di kanan bawah. Lima. Interior mirip yang bensin. Dalamnya ZSIV ini mirip banget sama ZS facelift yang bensin ya. Mungkin kalau kalian ingat yang ZS bensin kombinasi bahan dan warna dalamnya kan beda ya. Well, itu karena yang kita videoin adalah varian magnify. Nah, varian activate-nya itu benar-benar mirip sama ZSV activate ini. Kayak sebelum facelift yang beda di varian EV ini ada di laci konsol tengah yang modelnya lebih tinggi gini ya, langsung tersambung ke dashboard-nya. Soalnya kan di sini tuas transmisinya diganti ke gini ya. Dan ada storage tambahan di sini juga jadinya sisanya kayak ZS activate bensin kok dari dashboard yang pemakaian bahannya termasuk premium nih. Di paling atasnya ada soft touch yang ada cetakan jahitan-jahitannya. Di bawahnya ada bahan kulit sintetis yang kayak ada pakai motif ala-ala carbon fiber gini dengan jahitan kulit warna merah. Yang di bawah head unit ini yang kayak pegangan itu juga dilapis kulit dengan jahitan merah. Setirnya juga nih flat bottom dan lingkarnya di lapis kulit yang ada jahitan merahnya. Pintunya yang paling atas bahan plastik dan ada panel silvernya. Tengahnya juga plastik tapi ada yang insert kulit ala karbon berjahitan merah gini juga ya. Dan yang dibuat sandaran tangannya itu lebih polos. Begitu juga pintu belakangnya sama persis pemakaian bannya kayak pintu depannya. Nah, joknya motifnya unik nih. Kita gak tahu sih ini motif apa ya, tapi yang jelas ini bahannya kain sama ya. Yang ZS activate Bensin itu juga kayak gini model dan bahan joknya. Begitu juga jok belakangnya pakai motif yang sama kayak di depan dan ada jahitan-jahitan merahnya. Tapi headr-nya hanya ada di kiri dan kanan aja dibanding yang di bensin yang ada di ketiga sisi. Tapi perlu diingat ini varian activate. So nanti di varian Ignite dan Magnify aja beda kombinasi bahan dan warna-warna jok plus dashboard-nya. Detail lain di dalam. Pegangan tangan plafonnya di depan hanya ada di sisi penumpang depan aja. Di driver engak ada. Sedangkan di belakang yang kiri kanan gak ada gantungan bajunya ya. Sunfisernya kanan dan kiri dapat card holder di luar dan dalamnya ada kaca yang bisa ditutup buka tapi tanpa lampu. Lampu kabinnya di depan ada dua nih halogen. Sedangkan di belakang enggak ada lampu kabin lagi ya. Spion tengahnya day and night manual. Jadi kalau silau tinggal dicetekin aja. Oh dan di kabin belakang sini dapat ventilasi AC tambahan nih. Enggak kayak yang di varian bensinnya tapi gimana rasanya duduk di dalam? Enam. Konfigurasi jok buat masuk ke depan. Pintu depannya termasuk berat nih. Dan bukanya termasuk lebar juga dan nampaknya cukup tinggi ya. Tapi enggak nyusahin. Posisi duduk kalau di set ke paling rendahnya termasuk cukup tinggi. Visibilitas ke depan termasuk aman tapi ke sampingnya agak kehalangan spion ya yang masih tinggi banget gini. Pengaturan joknya yang varian bawah ini full manual. Yang driver slide recline dan bisa dinaik turunin ketinggiannya. Dan yang penumpang depan manual slide dan recline aja. Headr-nya hanya bisa naik turun aja ya. Posisinya udah cukup ergonomis sih buat nyetir sambil sandaran. kepala kita enggak ngedanga dan headro-nya aman ya, soalnya di sini enggak ada sunroof-nya. Buat sandaran tangan di tengah yang EV ini dapat armr yang panjangnya dan empuk juga di lapis kulit. Dan karena memanjang gini, jadi kita bisa sandarin tangan sambil pegang setir. Sedangkan yang di pintu juga udah dilapis kulit jadi empuk juga. Seat belt-nya sayangnya tetap enggak bisa dinaik turunin. Dan setirnya ini hanya tetap bisa tilt aja. Buat yang bensin sih enggak apa-apa ya. Tapi mengingat yang EV ini nanti harganya R00 600 jutaan harusnya kan udah bisa teleskopik lah ya. sandaran kaki kiri driver ada gundukan tapi enggak ada pad plastiknya. Sekarang kita ke belakang. Pintu belakangnya masih termasuk berat juga dan sudut bukanya cukup lebar. Tapi karena atap belakangnya agak turun, jadi kepala kita harus nunduk juga pas masuk. Posisi duduk di belakang lebih tinggi dibanding di depannya. Nah, yang menarik sudut paha kita nih dia mirip sama yang di varian bensin loh. Jedanya alias kenaikan sudut paha kita itu enggak terlalu tinggi. Padahal ada baterai raksasa loh di bawahnya. Okelah dibanding naik di Ionic sedan atau Kona elektrik jelas lebih enak di sini. di sudut bah kita. Jok ini fix ya, enggak bisa digeser maju mundur. Tapi ruang kakinya termasuk aman bangetlah segini. Ruang gerak sepatu kita juga aman banget ya. Meski jok depan udah di set paling rendah. Headr adjustable-nya sayangnya hanya di kiri dan kanan aja. Ruang kepalanya termasuk aman. Sedangkan sudut sandarannya fix ya. Enggak bisa diubah-ubah. Posisinya enggak terlalu tegak. Oke. Kalau mau duduk bertiga napak ke tengahnya kakinya enggak usah terlalu ngelipat soalnya konsol tengahnya enggak mundur-mundur banget. Dan kalau yang di bensin ada gundukan di lantai tengahnya di yang EV ini enggak ada ya rata. Jadi, kaki kita masih bisa di tengah sini. Dudukan joknya sedikit lebih tinggi nih dibanding kiri kanannya dan lebih keras juga. Yang buat sandaran juga sedikit lebih keras dan lebih maju dibanding kiri kanannya. Dan karena enggak ada headr ya di tengah sini, jadi kepala kita udah pasti ngedangak kalau mau sandaran. Tapi ruang kepala buat duduk di tengah masih aman dan seat belt di tengah sini tiga titik. Tujuh, fitur berlimpah. Sebenarnya kita cukup kaget waktu MG bilang ZSIV baru ini yang lagi kita lihat adalah varian terbawah. Soalnya fiturnya sebenarnya cukup oke loh ya. Minus-minus panik sunroof sama jok elektrik lah ya. Yang emang biasanya ditaruh di varian atas doang. Tapi sisanya termasuk banyak ini tetap yang beda dari varian bensin jelas yang ada di tengah ini nih. Di ZSIV ini rem parkirnya elektrik. Tinggal dorong dan injak rem buat nonaktifin dan tarik buat aktifin aja. Ada brake holdle juga. Nanti kalau diaktifin dia bisa nahan remnya pas kita berhenti misalnya lagi di macet atau di lampu merah gitu. Jadi kita enggak usah nahan pedal remnya terus-terusan. Instrumen clusternya beda nih isinya sama yang bensinnya. Sama-sama dengan speedometer dan power meter digital plus mid 7 inch TFT LCD kayak gini. Tapi isinya beda. Di tengahnya ada status motor dan baterai. Di bawahnya ada trip meter, waktu berkendara, kecepatan rata-rata, dan konsumsi listrik rata-rata buat yang ke-iset otomatis. Dan satu lagi yang buat ke resiset manual. Terus ada layar safety aktif-nya, ada TPMS plus status aki dan ada settings-nya bisa naik turunin brightness plus peringatan kalau udah tembus kecepatan tertentu. Inputnya USB port di depan ada satu type A dan ada satu type C plus ada satu per outlet juga. Di balik spion tengah ada satu USB port. Ini buat pasang dash cam ya biasanya. Dan di belakang ada satu lagi USB port A dan satu lagi type C. Head unitnya juga meski sama-sama 10 inci kayak di ZS bensin, tapi isinya beda nih. Intronya keren banget sih ini menurut kita. Oke, ini layar sentuh dan ada shortcut yang nangkring di bawah situ ya, termasuk buat atur AC juga. Dan di bawahnya lagi ada beberapa shortcut tombol fysikal kayak home button dan tombol volume. Ada CarPlay dan Android Auto ya. Tapi sayangnya kita enggak bawa kabel buat cobain. Kalau tarik dari atas ada buat langsung matinya nyaline stability control dan heill control. Nih di kiri sini ada menu detail kelistrikan mobilnya sekaligus buat atur beberapa fitur charging kayak scheduling dan buat angetin baterainya. Medi yang bisa diputar ada radio, Bluetooth, USB, dan ada DAB alias digital radio. Wah, unit buat Australia nih ya kayaknya aslinya. Ada menu navigasi juga. Nah, terus menu lengkapnya kayak gini nih. Yang pertama ada buat atur energy management itu yang tadi ada buat detail AC, Bluetooth teleponi, settings mobil yang isinya ada buat atur segala fitur safety aktif-nya. Ini kita detailin di nomor setelah ini aja ya. Terus ada buat atur tombol favorit di setir. Mati nyalain auto high beam, volume, home, dan welcome light dan detail soal mobilnya. Lanjut, ada buat buka kamera 360 derajatnya, buat setel dari USB, dan settings mobilnya yang menarik paling di setting suara ya. Ada SVC alias buat ngebikin volumenya tambah kencang sendiri pas kita jalannya makin kencang. Dan sebaliknya ya, ada sound stage dan bahkan ada 3D sound buat bikin fokus suara ke seluruh kabin atau ke driver aja. Oh, dan ada tombol baterai di bawah ini ya buat langsung buka si detail layar baterainya tadi itu. Oh, dan kalau AC di ZS bensin manual di sini otomatis ya, alias ada auto climate control-nya. Ada tombol fikal ya buat atur kipas sama temperatur juga di bawah. Tapi nanti statusnya bakal muncul di layar. Suhu paling dingin 15 derajat celcius dan paling panasnya 29 derajat Celcius. Ada heaternya jadinya ya. Ada buat arahin angin ke kaki juga. Nah, yang kita senang dia ada settings buat gantiin. Kalau dibikin auto bakal seagresif apa mode autonya. Not bad. Ada filter PM25 juga dan ada defoster kaca depan dan di fogger kaca belakang. Oh, dan yang beda sama ZS bensin juga di belakang ini dapat ventilasi AC. Tentunya aturnya sama kayak yang di depan. Sisanya miriplah sama ZS bensin. Oh, dan karena ini varian paling bawah, jadi dia enggak ada spion lipat elektriknya. Kalau yang nanti di atas pasti ada L ya. Lampunya otomatis nih dan wipernya intermittent variable. Kuncinya ada passifless entry. Jadi kalau mobilnya kekunci remote ini tinggal kita kantongin aja dan dekatin mobilnya. Klik tombol ini buat buka kuncinya. Buat kunci lagi tinggal tekan sekali lagi nanti bakal kekunci lagi. Dan kalau kita udah mau jalan tinggal klik tombol start stop ini aja. Nanti muncul tulisan ready di instrumen clusternya. Ada pengaturan ketinggian lampu manual juga nih. Setirnya yang sebelah kiri ada tombol pengatur audio dan teloni, sedangkan yang kanan buat atur mid dan voice command. Di kiri bawah belakang ada tuas cruise control dan adaptifnya. Jendelanya keempatnya auto down, tapi hanya yang CC driver aja yang auto up ya. Gimana? Not bad lah ya buat varian bawah. Delapan. Safety sangat lengkap. Sama kayak fiturnya, fitur keselamatan di ZSIV facelift ini juga sangat-sangat lengkap buat hitungan varian paling bawah. nya kayaknya benar nih unit yang harusnya buat pasar Australia. Soalnya di sana biasanya varian paling bawah pun fitur safety-nya harus komplit juga. Nah, ZSIV ini ada MG Pilot ya, alias fitur safety aktif yang ngandalin radar di depan bawah sini, kamera di balik spion tengah ini, dan dua sensor sembunyi di bumper belakang kiri kanan buat pakaiin sistem safety yang bisa mencegah dari terjadinya kecelakaan. Pertama ada lane assistance buat lane keeping assist. Ini bisa ngasih peringatan plus getaran setir kalau terdeteksi kita mau jalan keluar lajur. Terus ada adaptive cruise control. Jadi ini kita bisa ng-set kecepatan konstan plus jarak sama mobil di depan kita. Jadi kalau nanti mobil depan memelan, kita juga bakal ikut memelan. Dan kalau dia tambah kencang lagi, kita juga bakal kencang lagi sampai batas kecepatan yang tadi udah kita set. Jadinya kita bisa enggak usah injak pedal gas dan pedal remnya karena mobil kita bakal ikutin mobil depannya. Dan ada juga traffic jam assistance. Jadinya adaptif cruise control tadi bisa juga dipakai di kemacetan alias di kecepatan yang sangat rendah. Dan setirnya juga bakal ikut gerak-gerak supaya kita dijaga juga tetap di dalam lajur sambil ikutin mobil depan ngegas dan ngremnya. Nice. Ada front collision assist. Ini bakal ngasih peringatan kalau mobil kita bakal nabrak mobil depan dan bisa kita set supaya ada rem otomatisnya juga pas kita enggak ngegubris waktu udah dikasih peringatannya. Ini termasuk ada menu pedestrian ya alias bakal ngerem otomatis juga kalau mau nabrak pejalan kaki di depan. Ada blind spot warning buat ngasih peringatan berupa lampunya L ini di spion kalau terdeteksi ada objek mendekat di kanan atau kiri 3/4 belakang kita dan bakal berkedip kalau kita tetap ngasih lampu sein ke situ. Dan ada rear cross traffic alert yang bakal ngasih peringatan kalau kita lagi mundur dan ada mobil mendatang dari belakang kiri atau kanan kita. Ada speed assist juga nih yang bisa ngebaca tanda kecepatan maksimum jalanan dan ngebatasin kecepatan kita. Dan ada auto high beam yang bakal otomatis nyalain lampu jauh kalau terdeteksi di depan enggak ada mobil yang berpotensi kena silau dan matiin lagi lampu jauhnya. Kalau syarat tadi enggak terpenuhi ya. Sisanya mirip sama ZS bensin yang ada di sini nih. Rem depan cakram ventilasi dan rem belakangnya cakram. Tentunya sistem rem ABS, IBD, dan electronic brake assist-nya komplit ya. Mati nyalan stability control dibuat sembunyi lagi di head unit. Begitu juga heal desain control yang bikin mobilnya bisa jalan dan rem perlahan di turunan biar kita bisa fokus sama nyetirnya aja. Ada heill staris juga yang nahan rem beberapa detik ditanjakan pas kaki kita mau pindah dari pedal rem ke pedal gas biar mobilnya enggak merosot. Ada TPMS real time alias pengukur tekanan ban di midia. Ada sensor parkir belakang tiga titik. Ada kamera mundurnya dan ada tambahan kamera di masing-masing spion. Dan satu lagi di depan sini yang nghasilin pandangan 360 derajat. Keren ya. Garisnya bakal ikut belok kalau kita putar setirnya. Dan ada banyak angle yang tersedia buat manfaatin kamera ini yang bahkan bisa juga masuk ke tampilan tiga dimensi gininya. Mantap. Dan terakhir jok belakang ada dudukan isofix buat jok bayi. Nice. Sembilan. bagasi dan storage. Buat buka bagasi ZSIV ini bisa dari remote ya. Kalau kita tahan ini nanti kunci pintu bagasinya bakal kebuka. Jadi kita bisa buka pintu bagasinya tanpa perlu bawa remote-nya. Dan bagasinya juga nyambung sama sistem passif kills entry-nya. Jadi kalau mobilnya kita kunci, remote-nya tinggal dikantungin aja dan dekatin mobilnya. Terus mana nih buat buka pintunya? Hayo nih tekan emblemnya gini dan pintu bagasinya langsung kebuka. Tapi tiap pintu lainnya masih kekunci ya. Oke ini bagasinya. Bibirnya termasuk mengotak jadi enggak masalah masukin barang yang lebar. Jarak bibir bagasia dari lantai kayak SUV compact kebanyakan sih cukup tinggi dari tanah. Jadi kalau angkat barang yang berat bakal agak PR ya. Nah, ini kan ada jarak ya antara bibir bagasi dan lantainya. Jadi kalau mau keluarin barang kita harus angkat dulu barangnya. Tapi ternyata lantainya emang ada dua posisi nih dan bisa kita ubah-ubah nih. Kalau kita angkat jadi lebih tinggi, tada, lantainya jadi hampir rata sama bibirnya. Tapi emang kalau kayak gini efeknya ruang bagasinya jadi jauh lebih pendek. Kalau diturunin lagi ruang bagasi jadi jauh lebih tinggi, ya. Oke, beberapa detail bagasi. Yang sebelah kiri sini ada lubang dan ada netnya kayak gini. Yang sebelah kanan ada lampu halogen gini dan ada lubangnya juga di bawah lantainya. Kalau di yang ZS bensin ada ban seriver. Di sini adanya cairan penambal ban, kompresor, charger, dan tempat buat peralatan V2L-nya. Lanjut. Ada parcel shelf nih yang bisa nutupin barang-barang di bawah sini. Jadi enggak bisa diintip dari luar. Ini bisa kita lepas gini juga supaya bisa taruh barang di atasnya gini atau bisa dilepas total supaya bisa naruh barang yang lebih tinggi ya. Nah, kalau maueluasin kapasitas bagasinya, jok belakang bisa dilipat dengan konfigurasi 60 bing 40 pakai tali di atas ini ya. Kalau yang kanan dilipat, kita jadi bisa masukin barang lebih besar sambil tetap duduk dua penumpang di belakang. Kalau dua-duanya dilipat, ruangnya jadi jauh lebih besar. Nah, kalau lantainya mau diratain, tinggal dinaikin aja dan nanti jadi rata sama depannya gini. Jadi, kalau mau majuin bareng tinggal didorong aja. Ada handle di kanan nih buat nutup pintu bagasinya. Dan ini sisa storage di dalam kabin. 10 detail-detail lain. Oke, karena ini belum dijual resmi di Indonesia, jadi belum ada info ya soal garansi mobilnya, garansi baterainya atau program servisnya gimana. Soal itu harus tunggulah nanti pas sudah dijual resmi beneran di sini ya. Dan kayak sebelumnya ZSV ini diimpor langsung dari Cina. Beda sama ZS bensin yang dari Thailand. Tapi nanti pas sudah dijual resmi dibawa dari mana, kita juga harus tunggu lagi. Dan lagian list fitur dan lain-lain yang tadi udah kita sebutin juga bisa berubah kok nanti pas sudah dijual resmi. So, sabar aja ya. So, gimana menurut kalian soal ZSIV Face ini? Silakan sampaikan komentarnya di bawah. Klik dan jangan lupa subscribe ke channel YouTube video-vide kayak gini. See you next time.

Lihat di YouTube