Ga ada bedanya sama FLAGSHIP! - Nyobain Samsung Galaxy S24 FE (Fans Edition) (YouTube Video)
FE merupakan kepanjangan dari Fan Edition. Artinya, seri ini memang dibuat khusus untuk fan Samsung yang duitnya nggak banyak, tapi pengen ngerasain punya HP flagship. Dan dari yang sudah-sudah, semua seri Fan Edition ini selalu punya perbedaan mendasar dibandingkan seri flagshipnya. Tapi hal itu tidak terjadi lagi di seri Samsung Galaxy S24 FE ini, karena secara visual atau experience, HP ini nyaris identik dengan HP flagship mereka. Untuk desain, HP ini tentu aja mirip dengan flagship, karena memang seperti yang kita tau, desain HP-HP Samsung itu semuanya mirip gitu. Mulai dari garis desain, sampai tata letak kameranya. Untuk urusan build quality, seperti yang saya bilang tadi, Samsung Galaxy S24 FE ini terasa jauh lebih premium dibandingkan S23 FE, dimana bodinya juga nyaris identik dengan seri flagshipnya, yaitu berbahan kaca dan berframe metal. Pokoknya, definisi sebuah flagship, secara desain dan build quality, HP ini bisa memenuhi parameter tersebut. Kalau ditanya apa yang beda dari seri S24, salah satunya adalah layarnya. Dimana layar di HP ini tidak menggunakan panel berjenis LTPO, melainkan masih menggunakan panel AMOLED konvensional. Secara kualitas, menurut saya layar Super AMOLED Samsung ada di level yang berbeda dengan layar AMOLED dari brand lain. Super AMOLED Samsung mungkin jadi standar bagus untuk sebuah panel berbasis OLED. Karena tidak atau bukan LTPO, sudah pasti konsumsi dayanya lebih tinggi, mengingat refresh rate layarnya tidak adaptif. Untuk jeroan, HP ini sedikit identik, yaitu sama sama menggunakan Exynos 2400. Saya tau, pamer SoC Exynos ini memang tidak sebesar atau tidak sebaik Snapdragon ataupun Mediatek. Tapi percayalah, SoC ini ngebut sob! Terlihat dari hasil benchmark sintetis yang saya lakukan. Angka-angka yang didapat surprisingly tinggi karena memang dia menggunakan SoC yang digunakan di HP flagship. Tapi kalau kita perhatikan, ada sedikit perbedaan di antara SoC yang digunakan oleh HP ini dengan S24 regular. Seri Exynos 2400 di HP ini ada embel-embel "e" di bagian belakangnya. Jadi namanya Exynos 2400e. Sebenernya perbedaannya cukup dikit, hanya ada di kecepatan dari performance score-nya aja. Kecepatan performance score dari Exynos 2400 regular ada di 3,2 GHz. Sementara kecepatan performance score dari Exynos 2400i adalah 3,1 GHz. Sedikit perbedaan angka ini harusnya tidak memberikan perbedaan yang signifikan dalam urusan user experience. Yang pasti, performa dari HP ini ngeboot walaupun saya merasa ada gejala demam pada saat digunakan dalam waktu yang lama. Samsung Galaxy S24 FE ini juga udah punya sistem pendingin menggunakan vapor chamber yang menjamin panas yang dihasilkan oleh SoC bisa diredam dengan cukup baik. Sehingga nggak bikin si HP demam waktu dipake dalam waktu yang relatif lama dan intensif. Salah satu nilai jual HP ini adalah Galaxy AI, dimana fitur ini secara default sudah tertanam dan nggak perlu nunggu update update lagi. Nah bahas soal AI, banyak banget fitur AI yang relevan dan memudahkan kehidupan sehari-hari. Sebut aja CTS, AI Composer, Listening Mode, PDF Overlay, Live Translate dan lain-lain. Sektor baterai juga mengalami upgrade dimana seri sebelumnya punya baterai 4500 mAh. Sementara di seri FE terbaru ini punya baterai yang cukup besar 4700 mAh yang juga tentu aja udah mendukung fast charging 25W dan juga wireless charging sampai 15W. Perbedaan selanjutnya tentu saja di kamera. Samsung Galaxy S24 FE punya kamera utama beresolusi 50MP yang sudah dilengkapi dengan OIS. Kamera keduanya beresolusi 8MP berjenis telephoto dan kamera ketiganya adalah kamera ultrawide dengan resolusi 12MP. Kamera depannya juga sedikit berbeda dibandingkan seri S24 biasa yang mana varian FE ini punya kamera depan beresolusi hanya 10MP sementara varian flagshipnya punya resolusi kamera depan 12MP. Untuk kualitas fotonya, jujur menurut saya sangat Samsung sekali. Maksudnya tetap dengan standar bagusnya Samsung. Kita bisa lihat fotonya terlihat lebih tajam dengan warna yang cukup vibrant. Tidak terlalu banyak processing komputasi yang terjadi di fotonya. Jadi ketajaman fotonya tidak mengalami oversharpening. Kualitas kameranya menurut saya juga cukup oke. White balance-nya juga cukup konsisten. Perbedaan tone warna dari setiap lensa juga tidak terlalu signifikan yang mana kalau kita lihat lensa ultrawidenya terlihat lebih warm dibandingkan lensa utamanya. Fitur Super HDR juga ngebantu banget waktu kita ngambil foto dengan sumber cahaya yang banyak. Super HDR ini berhasil nge-highlight bagian yang harusnya gelap. Untuk foto low light, fitur nitrography-nya juga kepake banget. Lihat deh foto-foto ini. Cakep kan? Fotonya tajam dan minim noise. Saya butuh waktu lebih lama untuk mengetahui bagaimana kualitas sebenarnya dari hape ini. Tapi kalian bisa lihat dan menilai sendiri dari beberapa foto yang saya ambil menggunakan Samsung Galaxy S24 FE. Untuk perekaman videonya sendiri tentu hape ini punya upgrade yang cukup kerasa. Hape ini sekarang bisa merekam video hingga resolusi 8K di 30 fps. Sebuah fitur yang masih jarang kita temukan di hape-hape flagship. Kamera depan hape ini bisa merekam video di 4K hingga 60 fps dengan kualitas yang seperti yang kalian lihat sekarang. Kalau soal video, menurut saya Samsung bagus ya. Untuk mid-range-nya aja bagus, apalagi untuk flagship-nya. Dynamic range-nya bagus. Kalian bisa lihat, membelakangi cahaya tapi muka saya masih bisa di-highlight dengan baik. Yang pasti adalah kemampuannya untuk merekam 4K di 60p itu tidak dimiliki oleh semua smartphone di range harga yang sama mungkin. Hape 10 jutaan yang bisa merekam begini itu jarang. Kesimpulan sementara saya, ini adalah sebuah flagship terjangkau yang bisa jadi solusi buat kalian yang emang pingin banget punya hape flagship, tapi punya budget yang lebih bersahabat. Samsung Galaxy S24 FE akan dibanderol dengan harga 9.999.000 rupiah untuk varian 8GB RAM dan 128GB Storage, dan 10.999.000 rupiah untuk varian 8GB RAM dan 256GB Storage. Selama periode promo, kalian akan dapetin free upgrade 128GB Storage. Jadi kalau kalian beli yang varian 8GB/128GB, kalian akan terima yang 8GB/256GB. Harganya nggak nyampe 10 juta dan menurut saya ini layak untuk dibeli. [Mouldie]: Ya, yaudah, jangan lama-lama, takut jatuh. [Irwan]: *ketawa* [Irwan]: Eh iya, dia dari tadi deg-degan, "Ah! Ah! Ah!" [Mouldie]: Dari tadi gua lihatin di sini guys. Closed Caption by @subbox.id
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...

















