Jungkat

GA ADA TABLET ANDROID YANG SE-NGEBUT INI! - Lenovo Legion Tab Gen 3 (YouTube Video)

  • 30/12/2025

Kalau ada tablet yang bisa dibilang kecil-kecil cabe rawit, Lenovo Legend T Gentry ini adalah salah satunya dari luar kelihatannya kayak biasa aja gitu, enggak neko-neko tanpa gimmik yang bikin perih mata. Bahkan mungkin kelihatan kayak tablet Android biasa. Tapi begitu saya pegang, saya pakai dan saya gas buat gaming atau multitasking berat, barulah kerasa kalau tablet ini sebenarnya adalah sebuah mesin yang ngebut yang terjebak di dalam body yang imut. Dan di kelas tablet kompact yang sering dianak tiikan produsen lain, Lenovo justru ngasih effort ekstra tanpa banyak basa-basi macam pejabat. Kita bahas aja Lenovo Legend Tab Gen 3. Si tablet yang hebat. Lenovo kayak sengaja bikin tablet ini sebagai tablet yang gak mau ikut-ikutan tren tablet gede 11 sampai 13 inch yang sebenarnya enak buat kerja tapi kurang enak buat dibawa ke mana-mana. Tablet ini datang dengan ukuran 8,8 inch ukuran yang pas di tangan. Lebih gede dari smartphone tapi tetap bisa digenggam satu tangan dengan nyaman. Materialnya kerasa premium. Bodinya pakai aluminium di bagian belakang dan frame. Sementara bagian depannya dilapisi kaca. Dari segi build quality, tablet ini kerasa solid banget, padat, dan metal banget gitu. Gak ada bagian yang ngerasa ringkiy atau longgar ya. Kesan pertama waktu pegang tablet ini tuh oke. Lenovo serius bikin tablet ini kayaknya. Tebalnya cuma sekitar 7,8 mm dan beratnya sekitar 347 gr. Enteng sudah pasti. Tapi bukan enteng kayak plastik murahan ya. Lebih ke enteng yang solid gitu loh. Kayak tablet mahal yang memang didesain untuk dipakai lama tanpa kerasa capek. Berat 350 gr ini bikin Legion Tab Genry ini enak banget buat dipakai sambil tiduran, baca komik, scroll TikTok atau gaming portret. Ini tablet yang bisa kalian pegang lama tanpa bikin tangan capek ya. Dan itu nilai yang jarang dibahas reviewer padahal penting banget buat penggunaan sehari-hari. Desain belakangnya minimalis. Lenovo enggak nambah elemen hias yang terlalu gaming ya kayak lampu RGB atau pola agresif. Mungkin sebagian gamer bakal ngerasa desainnya terlalu polos. Tapi kalau menurut saya justru ini bikin tablet kelihatan lebih dewasa, lebih clean, anjay. Lebih dewasa coy. Bagian yang menurut saya paling stand out dari Legend Tab Gen 3 ini adalah layarnya. Lenovo enggak pelit di setor ini. Tablet ini bawah layar 8,8 inch dengan resolusi 1600* 2560 piksel atau 2.5K. Kerapatan pikselnya tajam, warnanya hidup, dan brightness-nya udah lumayan tinggi loh, 900 snits dalam kondisi pak tapi tetap kelihatan jelas bahkan di kondisi outdoor. Refresh rate. Nah, ini yang gila sampai 165 Hz di dunia tablet compact ini tuh kayak sesuatu yang langka gitu. Dan buat gaming, scrolling, animasi UI ini kerasa baterai smooth. Saya nyari istilah yang asik AP. Iya, baterai smooth. Kalau kalian terbiasa pakai layar 60 Hz atau 90 Hz terus pindah ke 165 Hz, saya jamin akan sangat memuaskan batin. Anjay. Warnanya juga luas karena udah support di IP3 bahkan mendekati 98% RGB. Support HDR1 dan Dolob Vision juga ada. Jadi, buat nonton konten-konten HDR tuh enak ya. Kontrasnya emang gak sepekat LED karena panel ini masih pakai LCD atau mereka menyebutnya sebagai pure sight display. Tapi kualitas layarnya termasuk bagus dan premium menurut saya. Enggak kayak LCD murahan yang warnanya pucat atau backlight-nya bocor gitu. Kalau mau jujur, satu-satunya kekurangan layar ini cuma satu yaitu bukan OLED. Tapi sisanya nyari enggak ada celah, coy. Sekarang kita masuk ke bagian yang bisa bikin tablet ini disebut sebagai tablet yang wadidw performanya. Lenovo pakai SOC Snapdragon 8 Gen 3, SOC flagship yang biasa dipakai di HP R 15 sampai R jutaan. RAM-nya 16 GB LP DDDR 5X dan storage-nya udah pakai UFS 4.0. Kecepatan baca tulisnya juga ada di atas 1 GB/s ya. Antutunya ada di R jutaan dan untuk tablet ini ngebut banget coy. Racikan kayak gini bikinn setablet tuh kerasa paling ngebut gitu. Dan jujur untuk sebuah tablet Android ini adalah tablet yang paling ngebut yang pernah saya coba. Semua aplikasi kebuka secara instan. Multitas skin juga lancar banget dan game berat kayak Garena Delta Force, Mobile Legends sampai game laknat Genisin Impact yang makan storage lebih dari 30 GB juga lancar jalanin di tablet ini di settingan mentok rata kanan. Lenovo juga ngasih sistem pendinginan bernama Cold Front Vapor Chamber yang gede lebih dari 9.000 mm² dan 14% lebih gede dari generasi sebelumnya. Artinya panas menyebar lebih rata dan performa bisa dipertahanin lebih lama tanpa throtling yang signifikan. Main game 1 jam lebih pun tabletnya gak kerasa panas di tangan gitu. Padahal saya main gak pakai casing loh. Bagian belakangnya emang keras hangat gitu, tapi bukan panas yang ganggu gitu loh. Saya coba tes pakai aplikasi benchmark. Kelihatan kalau performanya cukup stabil di 85%. Buat experience gaming ada juga Legend Space Plus Game Assistant. Ya, mau ngatur experience gaming jadi lebih santai atau serius, fitur ini bisa kalian pakai. Kalian bisa langsung ubah thermal mode biar baterainya awet pas lagi main atau gas ke mode performa buat visual yang lebih maksimal. Pokoknya ngatur settingan untuk tiap game jadi jauh lebih fleksibel. Jadi ini tablet tuh kecil tapi performanya beneran flagship banget menurut saya. Mungkin salah satu tablet 8 sampai 9 inch ter ngebut di dunia saat ini. Tablet ini pakai Android 15 dengan UI Lenovo bernama ZUI 17. UI-nya mirip kayak Android stock gitu ya, tapi dengan sedikit sentuhan dari Lenovo, terutama optimasi buat multitasking, floating window, dan mode gaming. Kita bisa buka banyak aplikasi sekaligus, masuk mode split screen atau pakai floating window yang bisa digeser-geser kayak smartphone foldable. Buat saya, implementasi multitasking Lenovo ini termasuk oke buat tablet Android. Walaupun masih belum bisa mengalahkan tablet premium yang pakai OS khusus kayak iPad OS. Antara muka ZUI ini emang enggak sempurna ya. Ada beberapa bagian UI yang kerasa kayak kurang cakep aja gitu. Animasinya enggak semulus di iPad OS dan beberapa aplikasi kadang belum sepenuhnya optimal di layar lebar. Tapi buat penggunaan tablet kom harian, experience pakainya tetap nyaman menurut saya. Sekarang kita masuk ke bagian yang ya jujur aja paling biasa di tablet ini. Kameranya. Tablet ini punya kamera belakang 13 megapel dan kamera depannya 8 megapel. Untuk sebuah tablet kamera ini sebenarnya enggak jelek tapi juga enggak bisa dibilang bagus banget ya. Bu di kondisi terangnya masih oke, detailnya cukup, warnanya juga lumayan natural, tapi dynamic race-nya menurut saya sempit. Begitu masuk ke kondisi low light, kualitasnya langsung turun cukup jauh ya. Naik, warnanya mulai pudar dan detailnya jadi hilang gitu. Kamera depannya juga relatif biasa aja. Untuk video call mungkin lebih dari cukup, tapi buat selfie bisa tapi ya hasilnya enggak istimewa gitu. Walau ukurannya kompact, tablet ini punya baterai 6550 mAh dan ini termasuk gede buat tablet kecil ini ya. Dengan optimasi yang cukup baik, tablet ini bisa bertahan sekitar 7 sampai 8 jam buat main game. Atau untuk penggunaan casual bisa bertahan sekitar 1 sampai 2 hari. 2 hari bisa tercapai kalau memang main game-nya enggak intens ya. Yang lebih nyeninginnya lagi, tablet ini support fast charging sampai 68 watt. Dari kosong sampai penuh itu bisa terisi sekitar 1 jaman aja. Ditambah lagi ada fitur bypass charging. Jadi waktu main game sambil nyolok charger, si power langsung masuk ke device tanpa ngisi baterai. Ini penting banget buat jaga kesehatan baterai dalam jangka waktu yang panjang. Overall daya tahan baterai tablet ini sangat memuaskan menurut saya untuk ukuran sebuah tablet kecil yang punya performa yang sengebut ini ya. Oh ya saya lupa ini port USB t-nya ada dua ya di samping sama di bawah. Sekarang kita bahas soal speaker port dan fitur-fiturnya. Nah ini juga bagian yang menurut saya penting. Pertama speakernya. Tablet ini punya speaker stereo super liner yang kencang, clear dan bassnya itu lumayan panciy gitu loh. Dipakai buat nonton Netflix atau main game. Enak banget. Buset. Kedua, seperti saya bilang tadi, dia punya dua port USB type C ya, yang mana ini jarang banget di sebuah tablet. Jadi kita bisa ngecas sambil pakai set USB type C, SSD external, atau sambil nyambungin tablet ke monitor pakai display port 1.4. Output ke monitor ini bikin tablet bisa jadi kayak PC-Pan gitu loh. Tinggal sambungin ke monitor gede, pasang keyboard dan mouse wireless. Jadi deh, PC jadi-jadian. bisa buat presentasi, browsing atau nonton channel sobat AP. Ketiga, ada Heptic Feedback X Axis yang kerasa premium. Bukan getaran murah kayak di tablet lain ya, yang bikin tremor dan gejala kolesterol muncul gitu. Buat gaming ini nambah sensasi terutama buat game-game FPS ya. Jarang banget nemu beginian di dalam sebuah tablet Android terutama. Kesimpulannya tablet ini tuh ibarat Mio tapi pakai mesin R25. Kecil tapi tenaganya gila. dari layar, performa, speaker sampai cooling systemnya semuanya kerasa didesain khusus buat dua hal, gaming dan hiburan. Kalau kalian lagi nyari tablet Android yang ukurannya kompact, performanya ngebut, layarnya super smooth, spek tinggi mentok rata kanan, enak dibawa ke mana-mana, dan harganya masih masuk akal, menurut saya tablet ini adalah salah satu tablet yang paling worth it di tahun ini. Bahkan bisa dibilang di kelas 8 sampai 9 inch hampir enggak ada lawan loh. Oh, iya terakhir soal garansi. Tablet ini punya yang namanya ADP1 atau Acidal Damage Protection 1 di mana ada garansi 12 bulan dan servis kerusakan satu kali akibat ketidaksengajaan konsumen. Hmm, menarik. Tapi ingat, ini bukan template yang sempurna karena kameranya biasa aja. Software-nya juga kadang kurang halus dan layarnya belum OLED atau AMOLED. [musik] Tapi buat mayoritas user terutama gamer, kekurangan ini kayaknya bukan sebuah deal breaker deh. Good job Lenovo. Sumpah ini nagih banget si pakai tablet ini. Parah. Dan percaya atau enggak hampir seisi kantor saya mintain impresi dan mereka setuju sama saya. Ini tablet Android paling ngebut yang pernah kami coba. Yeah.

Lihat di YouTube