Jungkat

Ga Perlu Upgrade, Langsung Kencang! Review HP OmniStudio X AIO Desktop 27 (YouTube Video)

  • 13/05/2025

Hah. Kalau beli all-inone PC yang satu ini kayaknya gak perlu upgrade lagi deh. RAM-nya 32 GB dual channel. Jadi kapasitasnya langsung lega dan langsung kencang. Kapasitas storage-nya juga langsung 2 TB. Tenang, ini bukan hardisk, ini SSD PCI Gen 4. Tapi kalau mau di-upgrade masih bisa juga. Prosesor juga kekinian dengan Intel Core Ultra Series 1 yang punya NPU di dalamnya. Jadi bisa menjalankan AI tanpa perlu connect ke internet. Ukuran juga besar layarnya ya di 27 inci dengan panel IPS 99% sRGB. Jadi mantap juga buat editing maupun buat nonton-nonton film. Selain itu all inin one PC ini juga korektornya berlimpah, speakernya menggelegar, punya webcam 5 megapel, dan ada keyboard mouse wireless-nya juga ya. All inone PC ini adalah HP Omni Studio X allinone desktop 27. Oke, seperti lini laptopnya, produk all-inone PC dari HP ini juga mendapatkan penamaan baru di bawah seri Omni. Ya, seri Omni sendiri umumnya diisi jajaran produk PC dari HP dengan kemampuan AI terintegrasi, jadi menggunakan prosesor yang ada NPU di dalamnya. Selain itu, seri Omni ini bisa dikatakan produk premium dari HP di mana hal itu bisa dilihat dari penggunaan logo HP yang berbentuk 4 garis miring vertikal. Oke, langsung kita mulai aja dari prosesornya. Nah, untuk prosesor dia pakai Intel Core Ultra 7 155H fabrikasi Intel 4 atau Intel 4 ya. Lalu base powernya 28 watt dengan 16 score dan 22 trad yang terdiri dari 6 performance core dan 8 efficient core serta ada dua low power efficient core. Untuk Intel Smart Case-nya juga lumayan besar di 24 MB. Integrated graphicsnya itu menggunakan Intel Arc Graphics dengan 8X Course. Tentunya IGP ini sudah dukung fitur array tracing dan Intel XS serta kemampuan encode serta decode video AV1. Untuk NPU dia pakai Intel AI boost. Jadi All in one PC ini bisa menjalankan komputasi AI secara lokal tanpa perlu terhubung ke internet. Nah untuk RAM-nya dia pakai 32 GB DDR5 5600 MHz dual channel. All inis ini juga dilengkapi dengan dua slot SodIM. Jadi, ini masih bisa di-upgrade. Theoritis prosesornya ini mampu mendukung KSS RAM hingga 96 GB. Untuk storage, dia udah langsung pakai 2 TB SS di M.2 NVME PC gen 4x4. Ini gede banget kapasitasnya ya. Untuk wir connectivity-nya, nah all inin one PC ini dilengkapi dengan modul Intel yang sudah support Wii 7 dan Bluetooth versi 5.4. Jadi, kekinian dan future proof. Untuk power adapter atau power supply-nya itu 180 wat, OS-nya pakai Windows 11. Nah, untuk body formnya adalah all inone PC tentunya. Materialnya ini memadukan logam dan polikarbonat. Untuk warna namanya adalah meteor silver. Nah, dari desain kita lihat ya penampilannya ini bisa langsung kelihatan ya bahwa ini adalah produk kelas atas dari HP. Desainnya memang tampak sederhana dan minimalis tapi kelihatan mewah dengan warna silver dove-nya itu. Secara keseluruhan all in one piece ini tampak profesional jadi cocok digunakan kalangan pebisnis atau pekerja kantoran. Nah, untuk dimensinya adalah di 61,2 * 20 * 53,7 cm. untuk bobot ya PC-nya aja itu all PC-nya aja itu ada di 8,32 kg sementara power adapternya itu di kisaran 465 gr tentunya ini kan bukan untuk dibawah-bawah ya. Nah, untuk display ukuran tentunya 27 inci sesuai dengan namanya ini terlalu besar ya untuk sebuah all in one PC. Resolusinya 920 * 1080 pikel dengan aspek rasio tentunya 16 b 9 refresh rate-nya bukan 60 tapi ini udah 75 Hz panelnya panel IPS. Nah, menurut HP tingkat keceraan maksimumnya adalah di 300 Nit dengan kelar harga gambut di 99% sRGB. Kalau kita ukur, kita dapatkan bahwa tingkat kecaran maksimumnya ada di 354 nits dan gamut coverage-nya ada di 99,7% sRGB. Sementara gambut volume ada di 113,7% sRGB. Biasanya sih kalau kayak gini sudah pada diklaim 100% sRGB. HP itu ambil angka paling kecilnya. Nah, dengan hasil seperti ini, kita bisa menggunakan layar all in one piece ini untuk editing ataupun desain yang membutuhkan akurasi warna yang baik. Mau dipakai untuk film atau untuk browsing koleksi foto pastinya juga mantap karena ukuran layarnya besar. Menariknya lagi, layar all inone PC ini sudah touch screen. Jadi lebih mudah kalau kita mau scrolling halaman website, dokumen, browsing, koleksi foto, zoom in, zoom out gambar itu cukup dengan sentuhan jari saja. Uniknya walaupun dia pakai touch screen, layarnya itu pakai permukaan antiglare. Jadi lebih nyaman digunakan karena enggak ada banyak pantulan bayangan-bayangan atau objek-objek dari sekitar kita. Biasanya kan layar taskir itu permukaannya glossy, jadi agak kurang nyaman aja pantulan-pantulannya. Nah, bingkai layar yang satu ini sudah menggunakan desain yang tipis untuk sisi kanan, kiri, dan atas. Jadi terasa lebih kekinian aja. Layar ini juga bisa diatur kemiringannya ke arah depan dan belakang serta dapat kita naikkan dan turunkan ketinggiannya. Nah, untuk kamera mikrofon all one PC ini dikapi dengan kamera infrared 5 megapel dengan kemampuan mengambil gambar hingga resolusi 1800p dengan aspek rasio 16 b. Sementara untuk kemampuan perekaman videonya ini mencapai resolusi 1440p 30 fps dan aspek rasio 16 b 9. Kamera di all-inone One PC ini sudah dilengkapi dengan fitur Windows Studio Effect, jadi bisa membantu saat kita video call atau lagi online meeting. All in One B ini juga dilengkapi dengan modul mikrofon yang ditempatkan pada sisi kanan dan kiri kameranya. Nah, kita bisa munculkan dan menyembunyikan modul kamera dan mikrofonnya seperti ini nih. Nah, gitu ya. Bisa ya. Jadi kita tetap aman dari diintip walaupun mungkin kameranya mau berusaha untuk di-hack. Walaupun menggunakan sensor 5 megapel, kualitas kamera all in One Piece ini terasa ya sebetulnya biasa aja sih ya. Tapi ini bukan berarti buruk ya. Hanya saja tidak seperti kamera 5 megapel lain yang pernah kami gunakan. Nah, untuk online meeting atau video call kualitasnya sudah tergolong oke dengan noise yang minim saat kami coba dengan pencahaan yang mencukupi. Mikrofon dapat menangkap suara kami dengan jelas nih. Fitur noise cancellation-nya juga mampu menghilangkan sepenuhnya suara bising yang kami perdengarkan. Tapi sayangnya suara kami jadi agak sengau, agak berubah ya saat fitur noise slash-nya berusaha menghilangkan suara bising yang volumenya kencang. Untungnya kata-kata yang kami ucapkan tuh masih bisa didengar dengan cukup jelas sih sebetulnya. Oke, jadi seperti inilah kemampuan kamera dan mikrofon dari All in One PC HP Omni Studio yang satu ini. Jadi, gimana nih kualitasnya? Oke atau enggak? Oke, saat ini saya lagi mau ngutan Expresion Audi TV F yang satu ini. Jadi, gimana nih suara bising di sekitar saya? Apakah masih masuk ke mikrofon atau enggak? Nah, untuk audio all ini dilengkapi dengan dua buah speaker dengan arah keluaran suara ke permukaan meja. Kita bisa mengatur profil dan juga equalizer suara dengan menggunakan aplikasi My HP. Ol One PC ini ternyata punya suara yang menggelegar ya. Jadi cocok nih buat nonton film action atau ya film apapun lah ya sebetulnya ya. Soalnya juga punya kualitas yang oke baik untuk dengarin musik, nonton film, main game, ataupun aktivitas lainnya. Untuk konektor-konektor kita lihat di belakang layar ada satu USB 3.2 Gen 2 yang type C. Kemudian ada USB 3.2 gen 2 yang type A yang besar. Ada 1 HDMI input, ada 1 HDMI output, ada 1 dc in, ada 1 Gabit Ethernet, dan ada 1 3,5 mm audio combo jack. Bisa kita lihat ya, ada konektor HDMI input. Kita bisa mengubah all in One PC ini jadi monitor nih untuk perangkat yang lain seperti untuk laptop, console game, PC, desktop, Blu-ray player atau apapun lah ya. Nah, kalau mau jadiin TV digital juga bisa sambungin aja ke setup box. Nah, bisa tuh. Ya, uniknya selain di belakang layar disediakan juga konektor pada sisi kanan tiang penyangga. Jadi itu kita lebih mudah mengaksesnya. Nah, kalau yang di sini itu adanya 1 USB 3.2 Gen 2 yang type C dan ada 2 USB 3.2 Gen 2 yang type A ya. Nah, tiga konektor ini ternyata terhubung ke mesin di belakang layar melalui konektor female to male USB type C yang terletak di sambungan layar dan tiang penyangga. Selain itu, ada juga konektor pada sisi bawah layarnya. Di situ ada satu USB 2.0 yang type A. Nah, di sini HP meletakkan tombol-tombol pada bagian belakang layar di sudut kanan bawah saat kita akses dari sisi depan ya. Tersedia dua tombol di sini, yaitu tombol power dan tombol menu pengaturan layar. Tombol menu tersebut dioperasikan seperti joystick. Jadi, navigasi menunya lebih mudah di sini. Sementara untuk pengaturan yang disediakan adalah ada profil warna, ada tingkat kecerahan, volume suara, dan ada display input. Nah, untuk security-nya All in one PC dilengkapi dengan sistem pengamanan biometrik yaitu pengenalan wajah. Nah, untuk cooling system All One Piece ini menggunakan sistem pendingan aktif dengan satu heat pipe besar dan satu kipas blower yang ukurannya juga besar di sini. Untuk ventilasi pembuangannya itu mengarah ke atas. Paling B ini juga dilengkapi dengan keyboard dan mouse wireless ya dalam paket penjualannya. Jadi enggak perlu lagi mau dibeli terpisah. Awalnya kami ngira kalau koneksinya menggunakan Bluetooth karena kami tidak menemukan USB receiver. Ternyata kami keliru. Keyboard dan mouse ini ternyata punya satu USB receiver yang langsung terpasang di all-inone PC ini. Nah, USB receiver itu terpasang di konektor USB 2.0 dan ditutupi dengan penutup karet. Jadi tersembunyi. Tentunya paket penjualan keyboard dan maswara seperti ini jadi sangat menarik ya karena setup di atas meja kita jadi rapi, bebas dari kabel-kabel. Untuk baterai, keyboard, dan mouse ini menggunakan masing-masing dua buah baterai triple A. Nah, sekarang kita masuk ke dalam aspek performanya. All 5 PC ini dilengkapi dengan lima profil performa yaitu balance, cool, quiet, power saver, dan performance. Kita bisa mengubah profil performanya nih melalui aplikasi My HP. Oke, sekarang kita langsung lihat kalau kita pakai Cineb R23. Nah, kalau kita lakukan stability test selama setengah jam, skor tertinggi yang mampu dicapai adalah 14.141 poin di mode balance dan 16.216 poin di mode performance. Sementara untuk skor yang bisa dipertahankan adalah 12.400 sampai 12.600 poin di mode balance. Sementara di mode performance, skor sempat bertahan di 13.000 sampai 14.000 poin di beberapa run yang awal sebelum akhirnya turun ke 12.300 sampai 12.500 poin. Nah, untuk suhu kerjanya pakai Sinans R23 juga di mode balance su rata-rata prosesor itu ada di bawah 80 derajat celcius. Walaupun di awal sempat ada lompatan sekali doang ke 95 derajat Celcius. Sementara di mode performance supressor sempat naik ke 100 derajat Celcius di awal pengujian. Lalu dia turun ke 80 sampai 80 derajat Celcius sebelum akhirnya bertahan di bawah 80 derajat Celcius. Tapi tenang, itu harusnya aman karena prosor tipes yang satu ini limitnya bukan di 100 derajat celcius, tapi di 110 derajat Celcius. Oke, kita langsung masuk ke konsumsi dayanya. Nah, untuk penggunaan daya itu sempat naik ke kisaran 112 watt di awal sebelum akhirnya dia bertahan di kisaran 84 sampai 85 watt. Oke, langsung aja kita lihat kalau pakai aplikasi beneran gimana. Kita pakai Adobe Premiere Pro yang 2025 ya. Video 4K60 2 menit 7 detik dengan software ini selesai dalam waktu 6 menit 40 detik. Kalau kita pakai open seal selesai dalam waktu 5 menit 46 detik. Sementara kalau videonya full HD 60 fps durasinya sama. Pakai software on saya dalam waktu 1 menit 21 detik. Kalau pakai open saya dalam waktu 1 menit 31 detik. Nah, sekarang kita lihat suhu kerjanya pada saat kalian melakukan 4K video export dengan Open CL. Di mode performance suhu tertingginya prosesor tuh hanya mencapai 75 derajat celcius saja. Jadi aman kalau pakai aplikasi beneran ya. Lalu untuk konsumsi daya itu ada di kisaran 73 sampai 76 watt saja. Bagaimana kalau kita coba Dafin Vinci Resoft 19.1 software video editing kelas profesional tapi versi gratisnya nih ya. Untuk video 4K60 yang sama durasinya kita butuh waktu 10 menit 49 detik. Sementara kalau full HD 60 fps selesai dalam waktu 2 menit 34 detik. Nah, suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video exporting di mode performance rata-rata prosesor berada di bawah 80 derajat celcius. Walaupun sesekali sempat ada lompatan cuman ke 82 derajat celcius kok. aman. Sementara untuk konsumsi daynya ada di kisaran 75 sampai 80 watt. Langsung kita coba pakai caput juga sekalian deh untuk video 4K60 yang sama selesai dalam waktu 1 menit 47 detik saja. Kencang ya kalau pakai full HD 60 fps selesai dalam waktu 44 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan exporting video yang 4K tadi di mode performance suhu tertinggi prosesor hanya mencapai 74 derajat celcius saja. Untuk konsumsi daya itu ada di kisaran 72 sampai 76 watt walaupun ada lompatan sekali ke 79 wat ya intinya masih di bawah 80 watt lah ya. Nah, kita coba handbrak di pengujian ini kita coba konversi video 4K 62 menit 7 detik ke full HD 60 fps formatnya AV1 tanpa akselerasi selesai dalam waktu 4 menit 12 detik. Sementara kalau pakai Intel Quix selesai dalam waktu 2 menit 11 detik. Ini kencang ya. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat konversi Intel Quicing tadi di mode performance supressor itu berada di kisaran 95 sampai 100 derajat Celcius di awal pengujian tapi akhirnya dia turun sampai di bawah 90 derajat Celcius. Lagi-lagi tenang ini aman karena prosesornya itu limitnya bukan di 100 tapi di 110 derajat celcius. Lanjut ke konsumsi dayanya. Penggunaan daya sempat naik ke kisaran 114 watt di awal sebelum akhirnya bertahan di kisaran 80 sampai 83 watt. Oke, sekarang pasti pada nanya kalau buat gaming bagaimana? Dan hasilnya kurang lebih seperti ini. [Musik] [Tepuk tangan] Oke, di game yang terakhir akhir ini suhu kerjanya pada saat menjalankan ee setengah jam Assassin's Creed Mirage ya di mode performance suurnya prosesor ada di kisaran 69 sampai 76 derajat celcius dengan sekali lompatan ke atas 80 derajat celcius. Jadi, lagi-lagi masih aman ya kalau buat gaming. Sekarang kita coba lagi untuk konsumsi dayanya kalau kita streaming video 4K60 AV1 ini naik turun ya direntang 45 sampai 74 watt. Kalau misalnya dia idol di desktop Windows tanpa menjalankan aplikasi apapun dia di kisaran 24 sampai 26 watt. Jadi biaya pemakaian listriknya berapa sih dari hasil pengujian? Kami coba asumsikan all inone PC ini memakan daya maksimum yang dari pengujian tadi ya ada di 114 watt itu sudah maksimum banget sebetulnya. rata-rata di 70 sampai 80-an ya sebetulnya ya. Tapi enggak apa kita ambil 114 watt aja lah kondisi terburuknya ya. Nah, kalau AIO ini dipakai secara terus-menerus selama 12 jam dalam sehari dengan asumsi dia ada di 114 watt terus-terusan yang harusnya enggak terjadi ya. Nah, tapi seandainya 114 watt terus-terusan biaya pemakaian listriknya ada di kisaran Rp19.976 per hari. Jadi kalau kita kalikan 30 untuk asumsi selama 1 bulan harusnya sih ada hal liburnya. Tapi kita usah hitung libur deh ya. 30 hari full kita butuh biaya sekitar Rp59.260 di bawah Rp60.000 lah. Oke, sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan Krystal Desma kita temukan bahwa kecepatan bacanya ada di 5.976 MB/s. Sementara kecepatan tulisnya ada di 5173 MB/s. Kita sebenarnya agak sedikit berharap ini yang 2 TB lebih tinggi lagi karena biasanya kalau yang 2 TB bisa di atas 6.000 1000 MB/s. Tapi ya kecepatan atas 3.000 apalagi ini di atas 5000 MB/s ini udah kencang banget. Aktivitas apapun akan terasa lancar-lancar aja kalau pakai yang satu ini. Oke untuk harganya all inone PC yang kelas premium ini ya harganya ada di kisaran Rp24.499.000. Nah untuk bonus pembeliannya tentunya dapat wireless keyboard, wireless mouse Microsoft Office home and Student 2021. Lalu ada juga langganan Microsoft 365 selama 1 tahun ya. ini Office ya 365 ya 1 tahun tapi yang berlangganan ya tapi dikasih gratis 1 tahun. Nah untuk garansi dia dapat 1 tahun dari HP Indonesia. Selain itu HP juga mengadakan promo double bonus spesial nih. Dengan membeli produk yang masuk dalam promo ini, kalian akan berhak mendapatkan hadiah secara langsung berupa cashback hingga Rp2 juta dan ada bonus voucher e-wallet hingga Rp500.000. Promo ini berlaku hingga 15 Mei 2025. Oke, kita masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama resolusi layar ini masih full HD ya. Untuk kelas segini sih kita sebenarnya berharap dia ada di 2,5K atau lebih tinggi lagi 4K mungkin gitu ya. Kemudian suara vokal agak sengau nih kalau ada fitur nice cancellation-nya lagi berusaha menghilangkan suara bising di sekitarnya ya. Ya, apalagi kalau suara bising itu kencang banget volumenya. Lalu untuk masa garansinya ini cuma 1 tahun. Nah, dari segi menariknya ini praktis ya, tinggal dikeluarkan diet up langsung pakai beres ya. Ukurannya juga cuma seperti satu monitor 27 inci. Jadi ini hemat tempat. Lalu dia menggunang prosesor Intel Call Ultra. Jadi ini lancar buat multitasking atau video editing. Bahkan bisa nyampai 4K 60 fps pun bisa ya. Lalu dia punya NPU jadi dia bisa jalanin aplikasi E secara offline. Ternyata dia juga masih kuat main game triple A di resolusi 1080p dengan setting yang disesuaikan dan ini lumayan irit listrik untuk spesifikasinya. Ukuran RAM dan SSD-nya juga masif. RAM dan SSD-nya juga gampang bisa di-upgrade di sini. Ukuran layarnya juga lumayan besar dan ini udah layar touch screen. Panelnya pun IPS 99% sRGB katanya HP. Kalau menurut kami ini 100% sRGB sih. Untuk konektor dia juga melimpah. Ada HDMI input juga. Jadi dia sendiri bisa dipakai untuk jadi monitor. Lalu dia punya pengamanan biometrik. Disertakan juga wireless, keyboard, dan mouse dalam paket penjualan. Dan tentunya karena ini jadi satu ya, garansinya tuh satu tempat untuk semua komponen. Jadi kalau ada masalah lebih mudah aja pengurusannya. Nah, pertanyaannya all in one PC dari HP yang satu ini ya. Cocoknya untuk siapa? Pada dasarnya All PC itu cocok untuk mereka yang butuh PC desktop instan dan bisa langsung dipakai tanpa perlu rakit-rakit lagi. Apalagi kalau buat perkantoran, sekolah atau instansi tertentu yang butuh puluhan atau ratusan PC desktop pastinya e bakal ribet ya kalau mesti rakit satu persatu. Nah, bisa juga cocok buat yang butuh PC desktop yang irit listrik tapi kekinian dan cukup kencang. Oh, ini cocok juga ya. Atau mau dipakai sebagai PC keluarga yang bisa dipakai bersama orang tua dan anak juga bisa. Lalu all in one B seperti ini juga bisa menjadi solusi untuk mereka yang ukuran tempat tinggalnya atau kantornya mungkin kecil, tapi pengin punya PC desktop yang komplit. Jadi kalau butuhnya PC desktop yang penampilannya mewah, hemat tempat, irit listrik, layar besar, performa kekinian, dan fiturnya komplit, rasanya sih HP Omni Studio X ini adalah salah satu all inone PC class premium yang layak masuk dalam wish list. Saya Did Irfan, Jaka TV.

Lihat di YouTube