GA PERNAH COBAIN TABLET SEPECAH INI!!! šš¤Æš„ (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan kita bakal cobain tablet gila dari Lenovo. Tab Plus Gen 2. Ini tablet udah ketanem speaker yang jumbo di bodi belakangnya. Liat tuh, bentukannya! Beuh! Ini langsung dipamerin di kotaknya, biar kesannya langsung nampol. Saya belum pernah liat yang kayak ginian ya. Dia udah debut duluan sih di luar negeri, pake nama Motorola MotoPad 70 Groove. Motorola kan emang punya nya Lenovo, jadi sama aja, terserah mau pasang logo yang mana, mau Motorola, mau Lenovo. Kalau di Indonesia, dia pake nama Lenovo, Walaupun di sini juga ada Motorola ya. Buat harga, pastinya saya sendiri belum pegang, tanggal 5 September nanti baru ada pengumuman resmi, saya dapet bocoran aja kalau harganya dimulai dari 7 jutaan. Let's go kita cobain tablet yang pake speaker meriam gini, sedentum itu kah? Saya akan lawan sama iPad, si tablet yang speakernya bagus, terus saya akan lawan pake MacBook Pro, laptop yang speakernya bagus banget juga, terus saya lawan pake Bluetooth speaker yang dulu saya beli, harganya 1 juta kira-kira, lumayan. Terus lawan pake TV 55 inci. Bisa sampe mana kira-kira? Tapi sebelum kita adu-aduan, kita unbox dulu dong... yang kotaknya sih super gede gini ya. Kayak unboxing laptop udah. Di sini, Lenovo Tab Plus Gen 2 with clear case. Dia Gen 2, karena udah pernah ada yang Gen 1 ya. Yang justru dari desainnya kalau saya lihat di website, ini lebih mirip laptop lagi, yang modelnya kayak convertible 2 in 1. Kalau di sini desainnya udah beda banget, ada speaker buletan gede gini, saya kirain awalnya dia ditempel pake magnet ala-ala aksesoris MagSafe ya, tapi tidak! Ini speakernya ditanem di dalam tabletnya, jadi sangat menarik. Ada Lenovo, terus dia juga soundnya by JBL, tidak tanggung-tanggung. Ada Lenovo with clear case, terus ini juga versi kebalikannya, di sini ada logo-logonya doang yang agak sulit diartikan kalau tidak. Sering ngikutin dunia HP ini kayak, ini apa ini kotak-kotak ini prosesor, ini ada 360 derajat, ada hinge-nya, ada layar 2.5K, ada speaker, ya tabletnya ada speaker. Terus ini apa ini? Apa ini? 4 speaker ya? Oke, mungkin ini subwoofer ini twitternya. Ya ini twitternya ada 4. Ya nggak usah nebak sih, ternyata di belakang sini ada nih. JBL 9 unit pro speaker system, ada cinematic audio dengan dedicated bass unit, ini layar 12.1, spin metal kickstand dan octa core prosesor. Varian yang kita unbox ini RAM-nya 8GB dan internalnya 256GB. Itu varian yang gede berarti karena ada yang variannya 8GB 128GB, ini 8GB 256GB, ada 2 varian. Sama warnanya adalah celestial white, satu warna aja. Sekarang kita lihat isinya, udah kayak laptop sih tebelnya itu. Wuhhh, langsung di welcome oleh buletan gede Lenovo ya. Ini sangat besar, udah bisa kelihatan lubang-lubang speakernya sangat gede. Ini arahnya bisa 2 sih. Pertama dia speakernya bagus banget, atau yang kemungkinan kedua, speakernya fail kayak waktu itu kita pernah cobain HP Nubia yang... kayaknya jualan speaker banget, belakangnya itu gede lubangnya, tapi pas didengar ya masih bagusan iPhone sih. Kalau Lenovo ini kayak gimana? Nanti kita cobain! Kita lihat dulu kelengkapannya, dapetin apa aja. Ini harusnya casing. Yup, ini isinya casing. Casing silikon biasa sih. Terus ada kartu garansi, Wuhhh, semuanya serba besar ya. Di sini ada jaringan servisnya yang banyak banget. Jaringan servisnya Lenovo. Di sebelah kanan sini ada charger, Wih dih, cakep ini lubang Type-C nya. Saya suka sih, kayak Motorola juga charger mereka itu... kelihatan kelas aja. Ini 45, terus bungkusannya pakai kertas, ini berasa mikirinnya lebih jauh lah, nggak plastik-plastik biasa. Terus ada kabel, ini dia Type-C to Type-C. Cakep! Di sebelah kirinya sini ada Quick Start Guide, Safety and Guarantee, dan Ejector. Ini sih nggak ada SIM tray-nya ya, dia ada microSD aja. Tengahnya sini tidak ada apa-apa. Kopong saja, jadi dibelah 2 gini, kanan-kiri, tengahnya hanya dummy aja. Oh, sama satu lagi, sebelum kita lanjut ke si tabletnya, ada 1 aksesoris lagi sih yang cakep, tapi ini dijual terpisah ya. Namanya Lenovo Sleeve Suite. Jadi dia ada casing tambahan yang ada talinya buat digantung, ini berasa tas, dan ada 1 casing yang kayaknya lebih bagus lagi. Forteplus Gen 2. Dan ini, hati-hati... Ya sebenarnya ini logo yang serius sih, tapi waktu saya lihat dari jauh kok ini kayak anabul yang lagi diajak jalan gitu. Tapi ini artinya hati-hati anak kecil jangan main-main sama talinya, bisa kelilit, bahaya. Jadi all around protection, ini kayak casing kamera juga sih, lensa di sini, terus ada lightweight, ya ya ya, ini keunggulannya. Kotaknya juga besar ya, ini casing dan... Oke, kosong. Ya kayak beli laptop! Nggak bisa berhenti ngomong karena kesannya sangat... berasa seperti itu ya, di sini casingnya Lenovo. Ini soft pouch. Wih, ada kayak motif-motif jahitan juga, di sini ada lubang buat ngaitin talinya, dan ini ada... Oh! Jangan masukin lipstick! Dan jangan masukin parfum! Biar ya mungkin ada kreatif-kreatifnya ya. Bisa lepas soalnya. Talinya cakep sih, ini warnanya bagus, terus dia made in China, 100% polyester, sleeve strap, Lenovo. Dan kaitannya juga finishingnya bagus, pakai warna yang matte, jadi nggak terlalu mantul mengkilat. Cara ngaitinnya kayak karabiner ya, tinggal diteken, terus masukin, dan terpasang. Tidak segampang itu. Nah, udah. Oh, saya baru sadar satu, di baliknya sini ada lubang buat... stylus juga. Memang si Lenovo ini ngesupport stylus sih. Paket lengkap, tinggal dipenteng saja seperti ini. Sama ini ada casing yang lebih keras daripada clear case gratis bawaannya tadi. Kalau ini kan harus beli, dia tetap lumayan fleksibel, bisa patah, tapi kayaknya lebih premium aja rasanya. Ya, kayak kamera gitu ya. Tadi rasanya ada yang mengganjel, ternyata saya lagi mikirin ikon kamera gitu. Oke, sekarang kita cobain... tablet Lenovo Tab Plus Gen 2. Ya, Tab Plus Gen 2. Kita buka saja. Ini... casing yang lubangnya paling besar ya. Mungkin cocok buat case yang ada donut-donutnya gitu. Yup, ini langsung berasa spesial ya pegang beginian. Coba lihat ketebalannya. Walah, tabletnya lebih tipis daripada ketebalan speakernya. Ini spek speakernya emang nggak tanggung-tanggung sih. Namanya JBL 9 Unit Pro Speaker System 9, karena dia itu hasil dari 4 tweeter, 3 woofer, dan 2 pasif radiator. Channelnya 7,2 dan dayanya 48 Watt ya. 48 Watt itu gimana ya cara gambarinnya? TV standar biasanya speakernya 2x5 Watt. Yang agak bagusan mungkin 10x20 Watt. Ini 48 Watt. Laptop aja paling speakernya 5 Watt ya. Jadi entah se-powerful itu atau se-gimmick itu. Soalnya Watt itu cuma gambarin daya dari speakernya ya, tapi soal bening atau enak didengar itu belum tentu. Karena udah pernah beberapa kali ngetes TV yang Wattnya gede speakernya, tapi ternyata biasa aja. Lubang speakernya sangat banyak ya, sampai di kanan kirinya. Ini desain speaker ala-ala laptop gitu, cuma segaris aja, MacBook juga desainnya mirip-mirip kayak gini. Dan Lenovo juga memberikan satu fitur yang lumayan killer di tablet ini. Kualitasnya juga sangat solid ya, ini kemiringannya cuma paling 15-30 derajat. Ya 30 derajat saya goyang-goyangin gini, baru dia bisa turun. Kalau kita tahan aja, kalau kita gantung atau kita nggak ayun-ayunin, dia bisa stay, bisa tetep mempertahankan posisinya. Angle-nya solid sih. Nah kalau kayak gitu baru bisa. Solid banget sih. Ini salah satu fitur yang bikin tabletnya bisa punya banyak mode. Nggak jelas main kayak ini juga bisa. Ekbal ini idenya emang ada-ada aja ya. Yup, yup. Dan spesialnya, ring ini juga bisa diputer loh. Wih! Wuh! Ada suara yang satisfying banget, saya agak merinding dengarnya. Mungkin karena geli atau karena keren aja dipikirinnya jauh banget. Karena dia bisa nge-click kayak gini nih. Nggak loss atau nggak harus diputer yang kenceng, atau ada klip-klipannya ditekan baru bisa nge-loss, nggak, dia langsung kayak lagi marut sesuatu. Dan dia 360 tanpa ada batasannya, puter aja terus. Seniat itu ya, demi ngedukung speaker ini. Bisa langsung kayak gini juga nih. Hah? Bisa kayak gini juga dong? Dan bisa kayak gini. Nanti kita lanjutin lagi, ini kita denger suaranya, kita coba tur dulu di sekitaran tabletnya. Ini desain kameranya mirip kayak desain-desain iPhone sih, lucu sih kayak desain iPad. Ini resolusinya 13MP, terus di sebrangnya, di pojok kiri bawah atau kanan kiri atas, tergantung cara liatnya, ada tombol power. Jadi tombol powernya bukan di sisi-sisi ya, tapi ada di belakang. Dan ada dimple-nya juga, ada cekungan masuk ke dalam, biar kalau kita ngeraba-raba dari depan, kita bisa tau kalau ada tombolnya. Di sini tombol power, tombol volume. Udah kayak remote sih feelingnya. Di sini ada port type C, terus ada tweeter, 1, 2, 3, 4, dan ada bass-bassnya di sini. Di atas ini ada mikrofon, terus ini ada slot buat micro SD card. Kalau di bawah, dia tidak ada apa-apa sih, tapi dia ada kayak beras gitu, kecil kayak gini, putih. Tapi kalau dipikir-pikir, ini lagi-lagi dipikirin banget ya, dia adalah penahan biar tabletnya nggak lecet kalau kita senderin seperti ini. Jadi mau kita geser-geser, rasanya tetap halus. Kalau misalnya nggak ada, coba ya bandingin suaranya. Kayak gitu. Geli sih. Yup! Sampai detail kayak ginian. Saya kayaknya belum pernah lihat tablet yang ada beginian. Karena emang nggak punya ring kayak gini juga sih, jadi mengandalkan casing. Cuma saya mulai menemukan kelemahan nih, dari Tab Plus Gen 2. Yup, Tab Plus Gen 2. Kayaknya sebagai tablet yang sangat mengandalkan audio, kesannya kan kuat banget nih. Ini no debat nih, tablet speaker banget, tablet audio. Tapi dia nggak ada headphone jack ya? Agak aneh sih. Kan kalau misalnya speakernya bagus banget, bisa colok pake headphone yang bagus banget, ada driver yang oke juga, kayaknya itu perfect gitu buat audio. Tapi ternyata headphone jack pun dia nggak punya. Kita hidupkan di belakang sini. Ya... Tudung, bel, Lenovo! Kita pakein casing aja kali ya? Boleh lah ya. Pakein casing. Speakernya nggak ketutup dong. Namping. Nggak dong, masa speaker ketutup? Ini casing apaan Oke, ini lubangnya sampe tadi... Ini juga sampe ada lubangnya sih. Ada slot sendiri, biar nggak ganjel. Sama dia kamera depannya, ini 8MP ada di tengah horizontal ya. Dia landscape, jadi kalau buat webcam, dia enak juga kayak laptop. Sip, jadi ini adalah penampilan paling awal dari Lenovo Tab Plus Gen 2. Dia ukuran layarnya 12.1 inci, lumayan gede. Panelnya IPS LCD, dan resolusinya 2.5K. Dia lumayan terang buat sebuah tablet 800 nits, buat high brightness mode. Terus dia juga katanya udah support Dolby Vision sama HDR 10+. Coba kita langsung cek di Netflix. Dilan ITB 1997. Ini saya mute dulu, biar nggak copyrightan. Buat ngetes speaker juga abis ini aja. Apakah ini ada Dolby Special Audio? Coba play aja ya. Tidak muncul sih. Kita coba Stranger Things. Di sini nggak muncul sih logo Dolby-nya, jadi entah kenapa ya. Padahal di speknya dia ada bilang kalau dia ada Dolby Vision. Peaky Blinders juga nggak ada di bagian listnya ini, nggak ada Dolby Vision. Padahal kalau di HP, dia ada Dolby Vision. Jadi entah kenapa, di sini masih belum ada. Dia udah Widevine L1, udah support Full HD juga, tapi dia HDR-nya tidak ada, none. Kalau di, apa ini, Oppo ya. Kalau Oppo ini dia ada, HDR 10, Vision, HDR 10+. Jadi entah kenapa nggak aktif di Netflix. Kalau YouTube, dia aman HDR-nya. Jadi sudah aktif settingannya. Jadi secara spek, si Lenovo ini bisa. Cuma software-nya yang mungkin belum di update, jadi belum terlalu optimal ya. Buat prosesornya sendiri, dia pake prosesor kelas mid-range ya, yang banyak ditemuin di HP 5 jutaan, 6 jutaan yang sekarang. Dia pake Dimensity 7400, RAM-nya 8GB yang tadi, dan internalnya 128 atau 256GB. Baterainya gede, 10.200 mAh, dan chargingnya 45 Watt. Baterai yang sangat gede, buat ngedukung speaker yang juga gede. Sekarang, mari kita cobain! Bagusnya ngadep kemana ya? Eee... Nonton ya, jadi layar ngadep ke saya, speaker buang ke belakang. Dan settingan paling enak itu, utar dulu. Wesss, set, atau gini ya? Nah, bebas sih. Nah, nah! Oke, oke, gini ya. Oke, gini, hap, nah. Nah, kita buka lagu yang biasanya dulu, yang bass! Mari kita langsung besarkan. Dari bass awalnya aja udah... šµ Music šµ Bassnya itu lho... Dalem banget. Sampai suara tinggi yang agak ketarik-tarik dikit aja, enak dengerinya. Detailnya itu... Ini udah jelas lebih bagus dari iPad sih. Kalau MacBook Pro, nanti coba kita tes deh. Karena... Buat saya, speakernya MacBook itu bagus banget. Kalau belum dibandingin, nggak tau apakah bisa lebih bagus atau sama. Satu lagi, satu lagi. Oh iya, ini kalau denger pake headphone lebih enak ya. Coba kita lihat trailer Mac Mini. Rame banget. Dari suara orangnya, tekstur-tekstur getaran, dan cara ngomongnya itu aja... Udah bikin salfok gitu. Saya sampe nggak denger dia ngomong apa. Terus sound effectnya juga saling nabrak, rame banget. Powernya berasa di telinga bikin... Cuma bisa mejem pengen dengerin aja. Dan itu dari tablet ya. Kita langsung bandingin aja deh. Biar bisa dapetin kira-kira sejauh apa bedanya. Kita bandingin sama yang udah bagus ya. Kita mulai dari yang pasti kalah sih kalau iPad. Saya respect banget, tapi... Kali ini gamenya beda mainnya. Kok langsung nggak enak ya dengernya? Biasanya udah enak, tapi kok... Abis kontrasnya tuh... Emang ya kalau telinga udah dinikmatin gitu... Rasanya iPad nih waktunya narik nafas gitu. Ini nahan nafas, uff... Sejauh ini, jauh banget. Ayo panggil kakaknya. Nah ini... Mungkin bisa dibilang speaker terbaik di laptop. Bobotnya juga berat banget. MacBook Pro! 16 inci. Bal, pilih siapa Bal? Agak ngeri ya, mungkin menang di bass. Kita cari yang bass banget deh. Tapi ini bassnya kan mengerikan nih subwoofernya. Bening ya? Rapi. Nggak kenceng kali. Udah mentok? Udah mentok. Sorry ya, udah kebiasa ini ya. Udah mentok kan? Rapi, rapi banget. Dan suaranya nggak ketelen bassnya kan? Separasinya bagus. Bassnya juga menuhin ruangan. Kayak lagi di tempat disco. Hah? Iya sih. Tapi kalau soal... Biasa aja jadi ya. Kalau dibandingin langsung beda gitu. Iya deh. Beda deh. Seru-seruan ini jelas. Tapi apakah ini ada menangnya? Ya milih deh. Oke kita mau denger musik pake mana? Ini sih. Oke. Iya nih. Kita lawan bluetooth speaker 1 juta. Let's go. Macbook ini. Bluetooth speaker. Rambut. Nggak langsung merasa. Ini sih. Iya yang bass di belakangnya itu loh. Tep-tep-tep-tep kecilnya itu ini berasa banget clear-nya. Tuh. Udah. Berarti... Kira-kira standarnya itu bluetooth speaker 1 juta. Merk Irfan ya. Kurang ya. Kayak kurang dikit gitu. Udah bagus. Apakah bass ini bisa meredemption yang tadi? Rame dia. Rame ya. Eh nggak ya. Oke ini yang menang. Iya-iya-iya. Bagus banget tapi ternyata bisa dihajar. Bisa di kalahkan yang memang dedicated buat itu. Coba bawa yang 5 jutaan atau 6 jutaan lah. Yang bossnya studio ini. Taboo Sound Revolver. Kita selalu jadi referensi. 1, 2, 3. Kok nggak kenteng? Ini baru meriam beneran sih. Nggak sih. Bahkan saya salah. Kalah. Nggak bisa. Ini beda. Udah-udah. Beda cerita. Satu ini sama satu ini. Tapi kayak gitu kira-kira. Bagus banget. Kita bandingin sama TV TCL 55 inci. Ini TV yang levelnya agak entry level ya. Nggak sampai 10 juta buat 55 inci. Dan bukan mini LED juga sih. Jadi speakernya yang kira-kira harganya mirip sama si tablet ini. Trailer Wukong. Speaker TV emang nggak segitunya sih. Jadi nggak ngarep sih kita bandingin. Kalau Lenovo. Volumenya gedean TV sih. Tapi... Dalemnya... Jelas lebih... Ini rasanya agak kemana-mana gitu. Agak berantakan. Kalau ini lebih... Lebih dalem. Jelas sih. Nggak banyak kejutan. Tadi kita udah cobain yang jauh lebih bagus. Lenovo ini punya satu fitur asik sih. Jadi seharusnya TV ini bakal nemuin sound core. Ini mah TWS. Lenovo ada nggak? Tidak ada ya. Padahal kalau kita search-nya pakai HP kayak OPPO ini. Dia nemu Lenovo Tab Plus Gen 2. Tinggal pair, pair. Ini dia bisa langsung jadi bluetooth speaker. Nih, Dolby Atmos. Full. Video-nya play di sini. VR-nya... Dan di sini. Kita bisa pause di sini. Kok TV nggak bisa? Atau TV yang ini ya? Kalau yang lebih mahal mungkin bisa. Padahal itu fitur yang bagus ya. Kalau misalnya dia bisa pairing ke TV jadi meng-upgrade suara TV lah. Dapat bonus... Beli tablet dapat bonus speaker kemana-mana gitu. Dan TV bakal kepake banget. Karena speaker TV biasanya tidak sebagus itu. Jadi kayak gitu kira-kira kualitas... Tab Plus Gen 2 dibandingkan dengan... Barang berspeaker yang lain. Dia sebagai sebuah tablet yang portable, yang kegabung sama layar. Dia menang sih. Dia ini emang spesial sih. Tapi kalau lawan yang emang khusus speaker, dia kalah. Sesuatu yang tidak mengejutkan, saya lebih terkejut sama... Betapa jauhnya dia lawan iPad, atau bisa menang jelas lawan MacBook. Itu udah prestasi sih buat barang sekecil ini. Tapi dia segede ini. Dan hebatnya lagi, dia juga bisa portable, dibawa kemana-mana, digantung dimana-mana juga. Jadi mau kita gantung kayak gini, buat temen nongkrong di dapur, atau misalnya temen nongkrong di mobil, kita sangkutin, dia bisa, atau gimana lagi ya, selipin di sini, kreatif-kreatif, bisa, nah kayak gini dia bisa. Jadi ringnya ini benar-benar pelengkap, yang brilliant sih buat saya. Dia bikin fungsi dari Lenovo ini, jadi jauh lebih luas lagi. Bukan cuma tablet yang diberdiriin doang, tapi bisa dibawa kemana-mana. Ini saya barusan dari WC, denger suaranya dari luar kayak bluetooth speaker, atau speaker yang proper sekali sih, kayak bukan dari tablet. Enaknya juga, karena dia kegabung sama tabletnya, jadi posisinya itu bakal selalu di tengah kita. Kalau bluetooth speaker mungkin harus di posisi-posisiin, atau terlalu jauh, atau nggak nempel lah sama kita. Kalau buat performanya sendiri, sayangnya dia pake chipset yang levelnya mid-range aja ya, jadi nggak bisa ngarep dia terlalu ngebut. Kalau buat Genshin yang suaranya mantep banget, tetap jalan suaranya, tapi dari grafiknya nggak bisa yang maksimal. Diangkat dikit lebih enak sih. Penuh sih, penuh sih. Telinga, ruangan penuh sih sama suaranya. Saya jarang denger suara motor, ya ya ya, berkendara yang tidak fokus sih. Eh gimana terbangnya? Saya baru kali ini denger suara motornya si Mafuika. Biasa pake HP nggak kedengeran. Buat performanya sendiri udah ketebak ini Dimensity 7400, performa ala HP mid-range dia dapet di 40-an fps setting lowest ya. Kalau buat MLBB udah kami coba juga dia dapet di 90 fps aja mentoknya. Terus apalagi ya disini yang menarik ada smart connect ini mirip kayak fitur di Motorola. HP-HP Motorola punya juga di Lenovo juga sama jadi dia bisa connect ke PC atau mirroring atau bisa kontrol dari jauh dan lain-lain. Yep disini juga pake Motorola punya iconnya. Tapi kok ini iPhone? Oh yep karena pair with your iPhone. Memang dia terbuka buat semuanya. Kelemahan tablet ini yang mungkin agak beda dari HP Motorola yang waktu itu kita unbox, dia USB-nya portnya hanya... Oh disini. USB 2 aja. Dia tidak bisa. Ngomong-ngomong ini aplikasi bawaannya lumayan banyak sih. Ada blok keras bass keres buat main game ya. Kayaknya lucu main game anak-anak pake speaker orang dewasa gitu. Kalau dari OS-nya dia pake Android 16. Oh ini ada speknya Android 16, Lenovo ZUI, RAM-nya 8GB. Android 16 dan dia katanya bakal dapetin update sampe 2 versi kedepan sampe Android 18 dan security patchnya sampe 2030. Ngomong-ngomong buat kualitas kameranya dia belakangnya 13MP ya dan kalau kita lihat bersama disini kayak kira-kira HP 2 juta lah ya. Nggak ancur tapi sama sekali tidak bisa dibilang bagus sih apalagi waktu malam. Noise dan lightingnya udah agak nyebar-nyebar sih. Ini bisa rekam 4K. Hebat juga. Sama goyang ya. Sama kalau lagi ngerekam pake kamera belakang gini orang pasti langsung Wah apaan tuh? Speakernya. Lu ngerekam pake speaker? Kalau 1080p juga ternyata goyang ya. Jadi nggak ada sistem stabilisasi disini. Kesimpulan buat Lenovo Tab Plus Gen 2. Ini tablet spesial sih. Tidak ada saingan dari sisi entertainment dari sistem speakernya terus dari ringnya ini kelihatan simple tapi sangat-sangat dipikirin tombolnya juga lucu dan layarnya juga bagus. Layar bagus digabung speaker buas buat nonton denger musik nongkrong puas. Tablet hebat buat ini. 11 persepuluh. Dari tadi anda udah lihat reaksi saya terdiam senyum-senyum sama fitur yang ada di tablet ini Cuma kalau anda nggak butuh tablet yang terlalu ekstrim gini jom pulang ke speaker ya gampang lah kalau mau speaker bagus bawa bluetooth speaker tambahan aja easy lah. Ini nilai plusnya justru bakal jadi kekurangan ya. Soalnya speaker gede bikin dia jadi berat. Dia dapetnya di 770an gram itu jauh lebih berat daripada rata-rata tablet sekarang yang 500 gram lah. Artinya 1,5 kali lebih berat. Dia juga tebel bagian speakernya ini jadi kalau mau dipegang lama-lama mungkin kurang cocok ya buat baca misalnya. USB 2 nya ini juga mana ya? Lupa terus USB 2 nya ini. Juga nggak bisa connect monitor. Nggak ada headphone jack buat sebuah tablet yang keliatannya audio banget. Gaming juga seru speakernya tapi grafiknya nggak sebebas itu. Kalau pengen gaming banget justru ada Lenovo Legion Tab ya atau Xiaomi Pad yang pake Snapdragon 8 yang udah gen 4s dan gen 3 lebih kenceng. Jadi Lenovo Tab plus gen 2 dia rajanya seru-seruan. Killer banget. Tapi buat yang pengen tablet serius buat kerja gaming pengen maksimal di bagian itu dia kurang cocok. Bisa kerja bisa gaming tapi nggak nyaman-nyaman banget sih kalau bobot dan performanya standar aja. Like kalau suka dengan video ini. Dislike kalau tidak suka. Mari kita coba masukin dulu. Habis itu baru tutup videonya. Ini ada casing yang bening tadi ya. Coba kita masukin. Bisa ya? Play kayak gini? Nggak bisa berdiri sih. Tutup. Bagus ya? Kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Tablet sih. Play musik. Wah! Kayak wah! Ya ditutup kayak gini. Gimana? Penasaran jadi. Gini. Oh iya. Kayak gini ya. Gede banget. Masih tembus. Kasar ya. Mayan.
Video Lainnya
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Huawei kembali menggebrak pasar tablet lewat gebrakan yang membuat para kompetitornya, termasuk lini iPad Mini, harus waspada. Melalui dimensi super ringkas dan...
Kehadiran HUAWEI MatePad Mini membawa kejutan tak terduga di segmen tablet ringkas yang selama ini nyaman dikuasai oleh iPad Mini. Bersembunyi di balik dimensi...
Kehadiran sistem operasi terbaru Apple selalu memicu rasa penasaran, namun menjajalnya lebih awal lewat versi developer BETA kerap kali menjadi buah simalakama bagi...
Lenovo tampaknya berhasil mendobrak dominasi pasar lewat lini Yoga Tab terbaru, menyajikan alternatif menyegarkan bagi para pencinta gawai yang mulai jenuh dengan...
Menyambut musim liburan sering kali memicu dilema klasik tentang bagaimana cara menjaga produktivitas sekaligus memaksimalkan hiburan tanpa membuat tas bawaan...
Memilih antara iPad Pro ukuran 11 inci dan 13 inci ternyata bukan sekadar urusan seberapa luas layar yang Anda butuhkan di atas meja. Lewat pengujian langsung yang...
Pasar gawai berukuran ringkas kembali memanas lewat kehadiran tablet ringkas terbaru garapan Xiaomi yang digadang-gadang siap mengguncang dominasi mutlak sang...
Membeli tablet baru sering kali berujung pada kebingungan akibat membanjirnya opsi di pasaran, mulai dari yang ramah di kantong hingga yang menawarkan performa...
Menemukan perangkat yang tepat untuk menjaga produktivitas tinggi di tengah mobilitas padat sering kali berujung pada kompromi antara bobot laptop yang berat atau...
Pasar tablet produktivitas kembali memanas dengan kehadiran HUAWEI MatePad 12 X (2026) yang berani menantang dominasi iPad Air lewat penawaran paket penjualan super...
Huawei tampaknya benar-benar serius mendefinisikan ulang batas kemampuan tablet kelas menengah lewat lini teranyarnya. Melalui peningkatan masif pada sektor layar...

















