Jungkat

GADGET HOBI BARU!! BIT Mega UNBOXING eps.25 September 2025 (YouTube Video)

  • 13/09/2025

Ah. Oh, right. Jadi kita bisa pencet untuk Oh, langsung aktif. Kalau kayak gini apa dia lama-lama gak burn in ya? Karena kan dia amolet. Oke. Yo, what's up, guys? And welcome back to B YouTube channel sama gua Malvin dan yes, Mega Unboxing is back. Dan kali ini kita lagi enggak di studio karena gua syutingnya di studio gua di rumah ya. Terang-menerang ya, suasana baru. Jadi biar enggak bosan kan kita di studio terus. Tapi memang gua juga akan tetap e lakuin mega unboxing ini di beberapa certer ya. Jadi mungkin ada yang di studio sama mungkin ada yang di rumah. Nah, kali ini udah ada beberapa box di depan kita. Seperti biasa mega unboxing ada beberapa yang gua jajan, ada beberapa kiriman dan ada beberapa yang requestan juga dari kalian. Jadi make sure siapin snack, siapin Indomie mungkin ya. Karena hopefully enggak selama mega unboxing episode sebelumnya yang hampir 1 jam. Langsung aja kita mulai videonya. Let's go. [Musik] Yap, syuting di rumah lagi. Karena di Home Studio ini space-nya udah hampir selesai ya, udah proper, terutama di aspek audionya yang enggak eho-eho, enggak mantul-mantul lagi. Karena yes, kita pakai aquistik panel dari panelku. Nah, gua pakai ini buat ngeredam suara sekaligus jadi pemanis di dinding ya. Ini jenisnya adalah pine gray di mana kita itu pakai di studio Basch juga ada yang versi Yaki Sugi untuk studio podcast dan pine yang regular. Dan yes, ini baru aja kelar yang dinding yang ada lemari TV-nya. Ya memang ini agak tricky butuh dipotong-potong tapi gak butuh alat spesifik, cukup pakai gergaji yang tipis gitu aja. Dan setelah dipasang juga ini minim residu ya atau bau-bau yang bahaya bagi kesehatan. Kalau biasanya pakai panel akustik itu tuh kayak ada bau lembor-nya yang biasanya itu butuh waktu buat baunya tuh hilang. Nah, kalau ini enggak bisa langsung dipakai setelah dipasang dan ya tinggal rekaman atau syuting video kayak gini. Nah, sekarang panelku juga punya banyak seri baru ya. Ada hexaform itu segiam, ada paraform yang persegi panjang, dan ada triangle panel yang segitiga gitu. Jadi bisa langsung aja dicek di e-commerce-nya panelku yang tersedia di Tokopedia dan Shopee. Oh ya, gua juga dapat info kalau diskonnya lumayan untuk bulan September itu ada diskon 10% dan nanti juga bakalan ada payday sale. Jadi kalau kalian pengen upgrade akustik kamar kalian, langsung aja dicek di panelku. Linknya nanti gua langsung taruh di kolom deskripsi di bawah. Cus langsung aja kita mulai ke Mega Unboxing episode 25. Oke, jadi untuk loter pertama ada beberapa barang yang gua beli memang buat di rumah ya karena gua lagi setup studio baru des setup buat gua kerja juga dan ada beberapa buat mainan. Yang mana dulu nih Nat paling kecil dulu. Oke, jadi ini kita dapat kiriman dari Amerika dari FedEx ya. Kalau ingat sebelumnya kita kemarin dapat kiriman dari UAG UAG Amerika. Nah, kali ini kita dapat kiriman dari Tada Nomad, sebuah charger 100 watt USBC yang slim. Yang mana emang gua paling demen ya kalau urusan charger-charger yang slim kayak gini tapi powerful. Nanti kita lihat. Nah, sama ada yang di dalam plastik. Kalau plastiknya FedEx tuh ada full tap-nya gitu. Jadi lebih gampang. Dan uh oke. Yap, ada dua buah barang yang hitam-hitam gelap dari Nomad. satu tadi charger yang kedua ini adalah tracking card dari Nomad ya yang udah kompatible sama Apple Find my. Nah, kalau kalian semua ngikutin ya pada tahu sekarang Apple Find My device itu enggak cuma di Apple Airtech aja, tapi udah banyak beberapa e barang-barang dari brand third party yang udah bikin ya. Bikin gantungan. Ada yang bikin buat dompet juga ada yang bikin-bikin sekarang pakai jam tangan itu ada Apple Find My padahal bukan jamnya Apple. Jadi kalau kalian misalnya mau pakai buat anak kalian itu bisa. Pertama kita buka dari chargernya aja. Oke. Uh, wah matad keren banget ya. Selalu ya kalau urusan packaging, urusan desain. Nah, ini dia guys chargernya gila kecil banget ya. Udah bisa 100 watt ya chargernya ya. Kalau kalian lihat ada tulisannya ya 100 watt. Tuh memang sayangnya ini sih kepalanya cuma kepala gepeng aja. Jadi kepala dari US ya ini ya harusnya ya. Makanya mungkin kalau di Indonesia mesti kayak ditambahin sesuatu yang kompatibel dengan ya colokan Indonesia gitu. Ditambahin adapternya. Nah, untuk port USB-nya dia ada dua biji ya, dua buah USB type C semua. Mungkin dibatasin juga jangan terlalu banyak, takutnya terlalu panas. Karena memang kelemahan dari charger-charger tipis ini adalah dia tuh enggak bisa terlalu panas karena bentuknya ya yang mana ya kalau udah ngecas 100 watt itu kan panasnya pasti tinggi dan rata-rata charger itu kalau udah semakin tipis katanya dia enggak bisa tahan, enggak bisa sustain 100 watt atau full power-nya terlalu lama karena dia tipis. Gua tuh dari dulu sempat pengen cobain mereka juga ada beberapa versi ada yang 35 watt, ada yang 65 watt. Nah, akhirnya pas mereka rilis 100 watt gua langsung sikat karena menurut gua ini bakalan kepakai banget. Terutama gua lagi siapin setup-setup gua. yang minimalis ya, yang simpel ya. Ini bisa jadi opsi yang oke dan ya biasanya sih sebenarnya ini bagusnya dibuat di bawah-bawah sih ya, di bawah travel 100 wat udah bisa ngecas banyak banget. HP, laptop, gaming, handheld semua bisa cukup dicas pakai satu ini aja. Oke, yang kedua kita lihat ya. Nom tracking card noh boknya tuh kayak boxnya casing Apple gitu loh yang dibuka tutupnya tuh ada kleknya gitu. Satisfying banget ya. Nah, ini dia. Jadi, itu tulisan press and hold to connect to define my app. Nah, jadi packagingpackagingnya nomet ini nih sudah net zero ya, carbon neutral. Jadi enggak mengandung istilahnya tuh mereka udah bebas karbon gitu ya. Harusnya gampang didaur ulang istilahnya gitu kan. Gua sih selalu nyimpan packaging-packaging ngebang nomad gitu. Jadi kita bisa pencet untuk Oh, langsung aktif. Dan ini untuk bentuk kartunya tadi ya. Tipis banget juga dan uh super keren dengan desainnya yang bagian belakang terutama nih ya eh bagian depannya sih ini dengan bagian-bagian garis-garisnya. Nah, kalau kalian lihat ya tadi charger tadi itu bisa dibilang hampir seukuran kartu ya cuma lebih gede sedikit. Kalau yang versi 65 watt dia yang benar-benar seukuran kartu dan versi 65 wat sendiri sebenarnya udah cukup banyak beredar ya yang e charger tipis kayak gini darius ada dari Cutek. Cutek ya dari Cutek juga gua pernah bahas warna putih. Jadi ini bisa dibilang versi premiumnya. Solid banget. Wah gila keren habis. Nah ini kita tinggal pairing aja ya ke Apple Find My atau add Other item nih biasanya nih. Nah dia akan searching. Jadi kita tinggal press and hold. Tuh ada nomat card ya. Langsung tertulis ya dengan jelas ya. Kita tinggal connect aja. Kita bisa kasih nama dompet 2 apa kalian bisa slipin mungkin di mana-mana. Cuma memang setahu gua ya si tracking card atau beberapa third party brand yang pakai ada fitur Apple Find My itu tuh enggak ada fitur precision finding yang mana biasanya ada di produk-produknya Apple yang kayak Airteagu- gitu. Precision finding sendiri memang sebenarnya enggak kompatibel di Indonesia. Jadi kita enggak bisa tuh pakai fitur karena frekuensinya masih diblok kalau enggak salah sama pemerintah ya. Belum dibuka buat fitur precision finding. Jadi masih enggak bisa cuma bisa buat dibunyiin aja nih. Kita coba ya. Oke. Nah, kita bisa play sound. Oke, jadi itu tadi kalau kalian ya kehilangan di dompet atau apa ya itu bisa kalian cari ya dan kalian bisa lihat nih posisinya dan ya posisinya semua bisa kalian cek dan bisa di-share juga kalau kalian pengin e kayak istri kalian atau keluarga kalian tahu posisi barang yang kalian pakai di mana. Untuk harga-harganya kalian bisa cek ya kalau ngomongin brand nomed pastinya premium. Tapi yang kalian dapat juga emang ya high quality banget harus gua bilang. So far gua pakai kayak strap-nya Nomad lah. Gua pakai casing HP-nya juga noad. Semuanya benar-benar ya bikin gua happy sih. Kualitasnya memuaskan. Lanjut. Oke kedua T ya. Ada sebuah casing buat Nintendo Switch 2 dari brand Joox. namanya Shock Absorber Storage Case. Tapi sebenarnya nama aslinya kalau kita search di e-commerce itu adalah JSOX Split. Nah, case ini itu sebenarnya sempat pre-order lama banget dari zaman Nintendo Switch keluar ya dan gua nunggu-nungguin di Indonesia enggak realisis. Akhirnya minggu kemarin gua menemukan orang akhirnya jual. Gua enggak tahu kenapa search-nya juga setengah mati ya di e-commerce. Karena kalau kalian search Jsock Split itu enggak keluar. Keluarnya itu pakai kode PC0114 ada di bagian belakang nih ya. Jadi di sini tuh kalau nama brandingnya padahal JSOK Split tapi tidak ada tulisan split sama sekali di bagian sini. Ini dia. Oke. Oke. Itu tutup atasnya. Oke. Ini bagian gripnya. So, ini dia untuk barang-barangnya. Pertama kita dapat tutupan depannya ya. Ini mirip sama kalau kalian yang pakai Steam Deck atau pakai ROJL, mungkin familiar sama case penutupnya JSox. Dia ada di bagian dalamnya ini buat taruh kartridge, kaset-kasetnya bisa ditaruh di bagian dalamnya dan ada port USBC-nya kebuka di bagian atasnya. Nah, yang gua tunggu tuh sebenarnya ini nih. Jadi, dia case dan Joycon grip-nya itu terpisah. Yang mana rata-rata beberapa case yang beredar di pasaran itu tuh gabung kan. Yang mana Nintendo Switch kan kalau JoyCon kan kita sering lepas ya, sering dicabut pakai, cabut pakai. Makanya butuh yang ininya tuh sebenarnya dilepas. Dan di episode sebelumnya mega unboxing kemarin kita sempat unboxing tuh yang case-nya di brand. Nah, dibrand itu salah satu yang pertama dan JSOX akhirnya ya ada juga nih produk yang e bisa dibilang menurut gua paling oke kalau buat casing-nya Nintendo Switch. Oke, ini dia Nintendo Switch gua. Sampai sekarang enggak pakai case karena ya gua belum menemukan case yang tepat gitu kan dari kemarin dan ujung-ujungnya gua jadi jarang main karena sakit guys main pakai Nintendo Switch kalau enggak ada ergonomicnya gitu. Jadi dia suruh langsung masukin aja. Kita copot aja dulu ya. Oke masuk. Oh, nice. Gripnya tight sekali. Dan yang satu lagi ini masukinnya mesti pas juga nih. Oke, dari bawah ke atas terus diklik ke bawah tuh. Oke. Uh. Uh. Gripnya mantap. Ada tekstur-teksturnya gitu ya. Mantap kali. Nah, dia case-nya pun juga masih kompatible sama kick stand bawaan ya. Jadi, kita tinggal slipin aja nih. Nah, oke. Nah, jadi kayak gini bentuk belakangnya dan tinggal dipakaiin si Joycon-nya. Satu. Ini dua. Nah. Oh, man, nice. Kita coba ya. Kemarin kan sempat kasus tuh CD brand punya grip. Sekarang kalau kita pakai, nah dia tetap ada kelihatan sedikit kalau kalian angkat pakai satu tangan, tapi gak senongol punyanya di brand kali, ya. Jadi masih aman kalau kalian pakai satu tangannya diangkat ya, tidak jatuh. Kayak yang diband kemarin juga sebenarnya aman sih, cuma kan diband punya harganya mahal banget ini ya. Harganya super duper terjangkau, cuma sekitar Rp200.000-an dan kalian juga tadi dapat lengkap penutupnya juga ya. Kalau di brand tuh sejuta lebih gitu. Wih, simpel banget jadinya gitu. Super duper slim ya. Cuma gua sendiri mungkin gua enggak akan pakai nih penutup depannya karena gua pakai case bawaan ini tuh sekalian gitu. Gua bawa sama kayak dongle gitu-gitunya. Gua butuh grip belakangnya doang sebenarnya gitu. Terus kita pasang bisa enggak ya? Wah, agak ketat sih kalau dipakaiin di case travelnya. Tuh, bisa enggak nih? Coba ya. Ini case-nya Transnovo. Oh, masih bisa, Guys. Wah, susah sih. Tapi walaupun agak ketat, jadi mungkin ya ngegempel di bagian sininya. Tapi enggak apa-apa sih harusnya, ya. Gua sih bawa kenapa? Karena gua bawa ini nih charger sama kabel docking-nya yang gua kemarin sempat share juga compatible sama Switch to, tapi mesti di-update untuk software-nya. Ini dari Hagibis ya. Mungkin beberapa bulan gua akan bikin review lanjutan soal Nintendo Switch setelah ya beberapa lama gitu kan ya. Menarik sih mungkin kalau di rumah ya gua bisa pakaiin ini tapi kalau gua keluar gua akan bawa pakai si case caring case-nya. Wih, asik banget sih ini. Nice gua jadi semangat untuk main Nintendo Switch lagi. Satu lagi ada ini dia ya sebuah Thunderbolt Docking dari brand Wave Link. Nah, kalau kita ngomongin soal Thunderbolt Dog, banyak banget sekarang beredar di pasaran. Itu adalah semacam kayak USB hub, tapi dia tidak terlisensi Thunderbolt yang mana memang harganya biasa lebih terjangkau sekitar R jutaan, ada di bawah R1 juta, bisa colokin beberapa port sekaligus. Cuma memang dari beberapa yang gua tangkap sekara, beberapa experience-nya itu sempat banyak masalah. Entah ada yang rusak docking-nya, entar ada yang USB-nya enggak connect lagiah, segala macamnya lah. Jadi intinya dia enggak awet gitu. Nah, makanya gua sempat selalu rekomen itu pakai yang ada lisensi Thunderbolt-nya karena biasanya dia lebih berkualitas dan lisensi Thunderbolt-nya sendiri memang ya lumayan sih ya mungkin bayar harga jadinya dapat kualitasnya yang lebih bagus. Cuma gua akhirnya menemukan satu buah thbolt doc yang harganya bisa dibilang terjangkau banget ya R jutaan setengah tapi udah kompatibel sama banyak banget fitur dan yang gua paling tunggu sebenarnya bagian port satu portnya yang udah kompatibel dengan speed yang tinggi. Kita cek ke bagian dalamnya. Yes. Ini dia untuk bentuknya ya. Udah bisa dilihat ya dari tadi ya. Udah ada tulisan Thunderbolt-nya juga nih yang mana ini lisensi yang mahalnya mungkin di sini tapi gua enggak tahu kenapa dia bisa murah banget harganya ya. 40 GB/s. Thunderbolt 4 ya, Thunderbolt 4 with Display Docking Station ya. Kalian bisa lihat ya, port-portnya ya. TB40 GB/s. Ada PD 96 watt ya. Yang mana cocok buat MacBook Pro sampai 16 inci walaupun yang 16 inci kayaknya perlu lebih. Ada PD 30 wat display sampai 8K 60 fps. Ada USB C 10 Gabit/s, USBA 10 GB/ dan USBA 5 GB/s. Jadi banyak banget urusan portnya. Nah, dua yang ggak dimention adalah ini ada SD card reader-nya yang mana udah lumayan kencang bisa 300-an MB/s. Dan yang gua cari-cari selama ini adalah ini dia nih port RJ45 2,5 Githernet. Karena mungkin teman-teman kalau yang kemarin udah nonton video eh iCloud storage tips kita gua habis upgrade NAS ke versi yang kompatible 2,5 GBit. Nah, Mac Mini sama MacBook Air gua itu kan enggak support sama 2,5 GB. Jadi, gua mesti beli USB adapter gitu. Nah, USB itu RJ45 ya dari brand Link. Gua juga ada brand wavelink juga di kantor pakai ini biar USBC-nya jadi 2,5 GB ke RJ45. Jadi kalian tinggal masukin kabel LAN yang kompatibel aja dan Mac Mini atau MacBook Air kalian jadi support 2,5 GB. Karena kan dulu sempat ada memang opsi ke 10 GB, tapi yang bawaannya kan cuma 1 GB. Makanya biar koneksi semakin lancar, enggak perlu pakai adapter-adapteran lagi, gua pengen pakai si wavling Thunderbolt Doc ini. Wis. Oke, langsung kita menemukan si Thunder Bldog-nya. Uh, tidak terlalu berat ya harus dibilang. Ada kabel-kabel, dapat kabel Thunderbolt-nya pastinya dan ada oh ini si bricknya ya. Ini brak si kabelnya sendiri. Apa sih namanya nih? Power supply ya. Jadi ini power supply-nya dan ada manual-manualnya. Dapat beginian juga nih buat nanti kita ngunci kabel Thunderbolt-nya kayaknya ya. Oke sekarang kita coba cekin si Thunderbolt doc-nya. Uh, nice. Oke, ya. Jujur agak ringan sih ya. Gua tuh sebelumnya kan pakai ini K Digit TS3 ini Thunderbol Bolt Dog. Udah berapa tahun ini? mungkin udah 5 tahun, 6 tahun kali cuma ini tapi ini yang Thunder B itu dan ini sempat dijual mahal banget ya kalau enggak salah di Indonesia tuh Rp jutaan. Gua sendiri belinya di luar negeri justif waktu itu di Singapura sekitar R jutaan doang gua enggak tahu kenapa di Indonesia mahal banget dan sekarang mereka udah keluarin yang versi Thunderbolt sama Thunderbolt juga ada dari Cal Digit. Cuma kalau digit mahal banget. Tapi memang ini awet luar biasa. Sampai detik ini masih oke. Cuma memang sayangnya itu sih fitur si RJ45-nya cuma 1 Gbabit. Gua mesti nambahin USB-nya tadi biar bisa lebih kencang. Dan eh USB tadi kita sempat pakai juga di kantor kayak LAN ke USB dan ada yang sempat hangus ya nanti ya dari si brand waveling. Jadi sebenarnya gua agak e ngeri-ngeri sedap tapi gua testing dulu aja ya. Nah kita run through aja sekali lewat lagi ya. Di bagian depan nih kita bisa lihat nih ada portnya 3,5 mm untuk headphone atau bisa untuk speaker dan mikrofone juga jadi multi jack ya bisa dibilang ya. Terus ada SD card, micro SD card, SD-nya 4.0. Nah, di sini ada port 10 GB/s ya dan USBC-nya bisa PD juga 30 watt. Jadi kalau kalian mau ngecas-ngecas iPad itu bisa 30 watt dan di depan ada USBA juga. Jadi port bagian depannya ini udah aman banget bisa dibilang. Nah, di sini untuk colok ke laptopnya yang mana ini sebenarnya jujur gua agak kurang suka. Kenapa? Karena posisi di bagian depan kalian mesti keluarin kabel gitu kan. Jadinya agak kurang estetik lah gitu kadang-kadang. Cuma enggak ada pilihan lain karena ini yang harganya juga menurut gua terjangkau banget. Makanya ya gua don't mind lah enggak apa-apalah ya ada kotoran kabel keluar dikit nanti gua coba rapiin. Nah, di sini ada tombol power ya. Sistemnya diklik aja nih. Jadi cukup clicky ee dan bagian belakang. Nah, kita cek di sini ada dua buah HDMI yang mana sekarang memang MacBook MacBook Air yang baru itu dia udah bisa support sampai tiga layar ya. MacBook R M4 itu udah bisa sampai kalian pakai 2 HDMI lagi. Jadi that's good. Ada Thunderbolt juga di bagian belakang sini dan ada beberapa port lagi ada si 10 GB/ seconds dan 5 Gabbit/ Warna biru. Kok tumen ya? Biasanya yang warna biru lebih kencang ya ini. Jadi warna biru yang 5 GB yang hitam yang 10 GB. Dan terakhir ini dia yang gua bilang tadi, LAN RJ45 2,5 GB per second yang mana gua akan sambungin ke Sinogi DS925 gua buat gua backup backbackup data biar semuanya lebih seamless, lebih lancar, enggak perlu pakai adaptor adaptoran lagi gitu. Nah, itu tadi untuk wavelink tadi seperti gua bilang, harganya itu ada di sekitar Rp1,6 juta waktu gua beli dan sekarang gua lihat sempat lebih murah ya di R1,5 juta. Jadi kalau kalian nyari Thunderbolt doc yang proper Thunderbolt ya, bukan USB abal-abal yang setahun dipakai rusak ya. Sebenarnya gua enggak tahu sih ini setahun dipakai rusak atau enggak ya. Mungkin ini bisa jadi pilihan karena udah ya official Thunderbolt License. Oke, itu tadi buat unboxing yang di rumah. Habis ini mungkin gua akan teleport ke studio ya. Layoutnya mirip-mirip sih karena kan tadi kan ini panelnya dari panelku juga. Cuma yang ini memang warnanya yang e background-nya abu-abu jadi lebih terang lagi gitu. Sip. 1 2 studio ada 1 2 3 4 5 box di cloter kedua. Kita mulai dari yang mana ini ya? Wah. Uh. Lard max 2. Tuh hasil beli ya guys ya. Rp4,399 juta. Yap, ini dia wireless lavellerier microphone system ultimate combo. Ya, yang menarik nih. Ini nih. Itu ada TWS-nya tapi sebuah mikrofone. Resmi Indonesia ya, Biden Denka Pratama. Ada garansi 2 tahun. Kita sebenarnya udah pakai Holyland juga. Kalau kalian enggak lihat nih di sini. Ini Holyland lars ya. Tapi ini terkenal banget karena memang ini mic yang kecil tapi kualitasnya bagus. Makanya kita decide untuk invest ke mikrofon yang berikutnya. Karena gua pengen bawa ini buat ditaruh di studio di rumah. Kasihan mereka enggak ada mic lagi. Jadi gua e kita desain untuk cobain yang paling baru karena ini menarik banget ya. Wi wis tuh Prospak ada Candra Liau ini aing enggak tahu siapa ini bule teman-teman. Kalau tahu silakan dikomen di bawah. low latency wireless audio monitoring. Nah, ini nih tadi yang ada TWS.TWS-nya 32 bit float internal recording. Jadi bisa record suara 32 bit. Nanti gua ceritain kenapa 32 bit karena dijelasin lagi 32 bit lagi ya. Terus AI noise cancellation ada time code juga ada 4AT transmitter bisa satu receiver dan bisa sampai 340 m masa sih? Nanti kita coba. 36 jam baterainya dan sangat ringan. Cuma 14 gr aja lah. Elah, kita coba ya, Guys. Kita keluarin isinya aja langsung langsung segepok begini ya. Uh. Uh. Langsung satu paket begini ya. Ini yang gua suka nih kalau isinya tuh langsung jadi satu gitu kan. Jadi kita enggak terpisah-pisah karena ada beberapa mikrofon setahu gua tuh kayak pisah-pisah. Ada yang isinya mic-nya doang, ada yang ngisinya aksesorisnya doang. Ya udahlah intinya kita lihat yang di dalam sini. Nah, ada plastik-plastikannya lagi yang mana banyak banget. Kita coba keluarin semua. Nah, ini dia, Guys, untuk isi dari dalamnya tadi, ya. Banyak banget. Cuma yang utama pastinya ada di kotak yang gede-gede dua ini. Yang satu kita udah buka. Kita langsung aja lihat, ya. Isinya ya adalah tada. Yes, ada TWS-nya yang bentuknya tuh kayak semacam TWS open ear gitu ya. Nah, yang menarik adalah TWS open ear ini itu dia bisa adjust bagian belakangnya dan fungsinya adalah buat kalian bisa dengerin suara dari yang kita bakal pakai mikrofonnya ini. Karena biasanya kita kan mesti nyolok earphone ke kamera nih kalau yang lagi syuting-syuting kayak gini biar kita bisa mantau monitoring. Kalau ini kita bisa langsung wireless ya tanpa perlu ee istilahnya nyolok kabel-kabel lagi. Sebelum kita buka yang utama kita kasih tahu dulu aja. Pertama ada dua buah mikrofon clip on-nya ya. Dapat dua buah kabel AUX 3,5 mm yang bisa satu pendek, satu panjang. Dapat kabel USBC 2C, terus dapat kabel USBC to lightning. Ya, mungkin yang HP-nya masih pakai Lightning, ini masih bisa buat converter gitu kali ya. Ini kayak semacam magnet-magnetan gitu buat ditempelin di mikrofonnya mungkin ya. Tuh, nempelnya kuat. Nah, ada dua buah deadcat ya kita bilangnya ya. Ini buat ditaruh di atas mikrofonnya biar enggak kena angin sama ada ini nih yang menarik nih. Jadi dia itu ee kayak adapter buat dicolokin ke 3,5 mm atau ke mikrofon lavalier-nya. Jadi kalau kalian mau pakai mikrofon ini, kalian mesti colokin si USBC ini ke mikrofon yang ada di dalam sini tuh. Baru dia bisa pakaiin si mikrofon kabelnya. Dan langsung aja, Guys, kita cek. Alright, kita buka. Langsung aja. 1 2 3. Nah, jadi kalian dapat dua buah mikrofone. Kalau gua pakai kan yang ini nih, kecil gini. Nah, dia agak gedean dikit sih ukurannya. Tapi memang dia ada memory, build in memory di dalamnya. Jadi, dia bisa record langsung ke dalam sini. Yang mana recordingnya tadi bisa 32 bit. 32 bit itu apa sih? 32 bit itu istilahnya kalau kalian teriak suara kalian tuh kencang gitu ya, kayak sampai distorsi, sampai pecah. Kalau ngomong bahasa speakernya, dia tetap bisa ngeredam kayak ada pengaturan levelnya lah gitu. Dan dia enggak bakal sampai pecah suaranya karena dia sampai 32 bit tadi. Jadi, suara kalian bakalan aman banget. Walaupun misalnya kita kayak bisik-bisik itu kita bisa naikin gainnya, tapi kalau kita teriak itu kita bisa kecilin gitu. Jadi tetap enggak pecah dan kualitasnya terjaga bisa dibilang kayak gitu. Nah, ini si e receivernya tadi ya. ini yang ditempelin di atas e kamera dan juga bisa dipakaiin ke dalam tadi pakai kabel USBC ke lightning buat bisa dicompolin, dicolokin ke iPhone. Terus satu lagi sih terakhir ada ini. Nah, ini buat dicolokin ke HP ya. Jadi kalau k HP kalian pakai USBC ya. Ini tinggal ditempelin aja ke bawah. Jadi dia juga bisa connect ke HP sama kayak yang sebelumnya yang lama ini. Jadi memang mic-mic yang ini nih menarik banget. Holy Land ini ya. Setelah gua cobain yang ini sih menurut gua kualitasnya oke banget suaranya ee dibandingin yang lain secara value for money juga oke banget. Yang lunas lunas lunas guys. Yes. Karena ini kiriman dari luar negeri. Jadi mesti bayar pajaknya dulu sampai lunas. Hup. Ya, ini familiar nih kayaknya nih. Yap. Kalau kalian yang kayaknya episode lalu apa episode du episode sebelumnya ya pernah lihat yang satu ini? Yap, ini dia Switch Doc. dari brand namanya Ant. Nah, kemarin gua sempat beli yang versi buat Switch 2 dan itu benar ya kompatibel. Cuma memang dia tuh ada sedikit masalah waktu itu. Jadi e doc itu tuh kayaknya di bagian bawahnya enggak ada lubang angin yang mana si Switch 2 itu tuh ada tempat lubang buat buang anginnya. Jadi akhirnya mereka ngeluarin versi yang baru namanya yang versi S 3. alright. Bentuknya sih kurang lebih mirip. Nah, kalau kalian familiar ya. Cuma kalau kalian noti sekarang di bagian sini nih, tuh ada lubang-lubang buat anginnya. Walaupun kalau dipikir-pikir sebenarnya anginnya keluar lewat mana itu juga kita tidak tahu karena sisanya tertutup dia. Cuma sebenarnya alasan gua beli tuh bukan karena ini, karena sebenarnya dari yang sebelumnya pun itu gua enggak ada masalah soal suhu karena adem-adem aja gitu. Switch-nya juga enggak sampai panas gimana ketika di doc. Masalahnya adalah si yang kemarin itu cuma bisa doc buat switch 2. Sedangkan gua masih kadang-kadang itu pakai Switch yang versi awal, Switch 1 sama switch OLED karena anak gua masih suka mainin. Nah, di versi yang S3 ini dia bisa dua-duanya. Jadi bisa buat switch 2 sama bisa buat switch 1. Jadi ya dia dudukannya enggak ada gerigi-geriginya gitu gitu. Jadi kita bisa tinggal colokin aja di port USBC-nya. Walaupun gua juga tahu e port USBC-nya ini sebenarnya agak pendek. Jadi kalau kalian pakai casing, dia suka enggak bisa masuk. Tapi at least ini udah kompatible buat keduanya tadi ya. Bisa switch 2, bisa switch 1. Jadi gua bisa tinggal satu doc aja buat tuker-tukaran. Jadi gua rencana taruh di kamar tidur gitu ya. Jadi ketika mau main sama anak, anak gua masih pakai Switch yang lama, gua pakai Switch 2 e buat main-mainan kayak Mario Kart gitu-gitu. Kadang sama istri bisa main game yang lain juga. Jadi main game yang lain jadi bisa dipakai, bisa buat keduanya secara langsung. Dan harganya pun juga beda tipis doang. dan ada kode voucher buat diskon 10%-nya juga. Jadi nanti kalau kalian perlu ya dipakai aja. Sekarang perjalanan gua mencari switch doc sudah lengkap karena gua udah ada doc satu buat e studio, satu doc buat e rumah di living room yang dok aslinya, terus satu doc lagi buat di kamar tidur gitu. Jadi aman switch-nya bisa dibawa di man ke mana-mana aja. Oke, dari Uniklow. Tapi bukan dari Uniclo sih. Ini kayaknya tuh kiriman hadiah ulang tahun dari dari teman kali ya. Cuma enggak ditulis dari siapa. Nah, guys. Wih, ada apa nih? Ups. Sorry. Dari Anthony Rodrick. Antoni terima kasih untuk kirimannya. Mungkin ini dari dari teman brand kita ya. Everyone yang ngasih ini boleh dikomen di bawah. Pak Antoni terima kasih. atas kirimannya. Kita lihat yuk. Wih, dapat tasback-nya juga. Terus ada kartunya. Nah, oke. Ketahuan, guys. Thank you dari Tekno, ya. Jadi, Tekno Indonesia. Tekno yang tahun lalu juga ngirim ini ngirim e Unicllo. Thank you so much buat kadonya. Kita lihat, ya. Masih suka gua pakai sih polonya yang tadi tahun lalu karena lumayan enak. Nah, kita dapat warna biggy. Uh, mantap. Wis. Oh, tangan panjang. Wah, mantap. Langsung kita coba pakai aja ya. Oke, siap. 1 2. Wah, gila, Guys. Pas banget. Wah, kirain tadi bakal kegedean tapi ternyata oke banget. So, thank you so mucho. Bakal kita pakai dan kita cuci dulu habis ini. Sip. Lanjut. Nah, Joy Room ya. Ini adalah magnetic wireless watch charger tapi bukan buat Apple Watch. Yes, kalau kalian notice gua beberapa video akhir-akhir ini lagi suka pakai ini nih, smartwatch baru. Ada yang tahu ini smartwatch apa? Salah. Ini bukan dari Garmin. Enggak deh, Guys. Ini Samsung Galaxy Watch 8 Classic yang mana gua harus bilang gua hampir pindah 100% ke sini setelah ya sebelumnya kan gua banyakan pakai Apple Watch. Cuma memang masalahnya adalah selama gua pakai ini, gua tuh terkendala sama aksesoris. Gua kan sempat mention ini Gadget of the Mone kalau smartwatch ini itu enggak bisa dicas pakai reverse wireless charging dari HP Samsung. yang mana sebelumnya itu bisa karena gua enggak punya charger dan gua enggak bawa-bawa chargernya waktu itu. Jadi, gua kayak stres banget enggak bisa nge-chas karena ya enggak bisa dicas pakai reverse waring. Jadi, akhirnya ya ini gua beli si Docking wireless charger eh yang mana yang bisa Samsung itu cuma enggak terlalu banyak pilihannya ya. Ada sih beberapa yang tapi rata-rata dia no brand gitu. Nah, ini yang bisa dibilang kayak paling oke kali ya, paling menarik buat dicoba dari Joyiro. Kita coba lihat ya, sip. Gede juga ternyata ya. Kayaknya digambarnya kayak kecil gitu loh. Ini dia guys isinya ya dari boxnya tadi ada dua macam si dudukannya yang mana dia ada port USBC female di sini dan di belakangnya. sama ada si putaran ini yang mana fungsinya itu adalah kalau kita pakai itu kita bisa kayak putar buat adjust tinggi pendek si e dudukan ininya nih tuh lah lah gitu doang guys dan enggak bisa ditekan-tekan ya dan ini build coltinnya semua dari plastik ternyata ya harganya padahal lumayan loh sekitar Rp200.000-an Ribuan. Oke. Wih, ada lampu warna merahnya ya. Bisa enggak Galaxy Watch 8 Classic? Oh, bisa. Oke, there you go. Oke, dia bisa eh rotate juga ya. Ternyata ya. Tuh, jadi kalau kita ngecas begini, Guys. Yang mana gua sebenarnya agak deg-degan sih kalau kayak gini apa dia lama-lama enggak burn in ya? Karena kan dia AMOLED dan panel AMOLED itu kan dia lumayan rentan burn in gitu kan. Kalau kita lama-lama tampilannya kayak gini terus gitu dan dia enggak mati-mati nih. Mati enggak? Mati. Didiamin mati sih. Oh diamin mati ya? Mati. Padahal katanya Samsung itu waktu itu kenapa dia enggak bisa dicharge di e reverse wireless charging? Karena dia pakai sensor baru di mana dia ada sensor yang bio active apa gitu yang baru ya yang antioksidannya gitu-gitu. Nah ini yang bisa bikin enggak kompatibel dan sekarang udah kompatibel ya mungkin jaga-jaga. Satu gua bawa ini buat taruh di rumah, satu buat di taruh di kantor, satu lagi buat travel. Ini kan baterainya cuma bisa 2 3 hari. 3 hari sih kalau kita malamnya matiin gitu kan. So, ya itu tadi perjalanannya. Nanti gua mungkin akan review lengkap ya si Galaxy Watch ini. So, stay tune. Kalau kalian pengen cepat komen di bawah sebanyak-banyaknya. Gua akan share karena banyak insight-insight menarik soal smartwatch ini. Yang mungkin buat kalian yang udah bosan sama Apple Watch ya. Karena gua udah cukup bosan. Enggak tahu nih by data video ini tayang. Kayaknya Apple udah keluarin Apple Watch yang baru, tapi bentuknya kayaknya masih sama gitu. Nah, coba kita tes. Oke, jadi kalau mau buat travel. Oh, bisa, Ris. Hidup nih. Ni kalau buat bawa buat travel. Nah, travel tuh bisa juga ya. Jadi bawa si ininya aja gitu ya. Ini biarin di rumah gitu ya. Ya, enggak. Entar kalau udah balik rumah c tempel lagi tinggal gitu. Last but not least ada paket dari Digisell. Oh, Digisell tuh maksudnya selnya seluler kali ya. Dua box tuh. Nah, oke. Jadi, ini dia kita dapat kiriman dari nilkin yang banyak sekali. 1 2 3 4 5 6 7 10 13 15 casing. Kira-kira lu udah tahu buat apa? Kita keluarin ya. Dam. Wah, jadi yes buat HP iPhone terbaru ya. Kalau kalian bisa lihat ada 1 2 3 macam iPhone. Kita mulai dari yang iPhone biasa. Ada iPhone 17 ya, 6,3 inci 2025. Nah, ini bentuknya mungkin kurang lebih sama dengan iPhone 16 ya terlihat ya. Nah, yang menarik sebenarnya ini nih sekarang ada namanya iPhone 17. R ya. Ya, ada iPhone 17R 6,6 inci ukuran layarnya dan kelihatan ya cuma satu buah kamera aja yang ada di iPhone-nya dan kelihatannya cas-nya juga kayak lebih tipis gitu loh ya. Ini yang namanya Camshield Pro Magnetic. Ada penutup buat kameranya. Kemudian ada lagi ya. Jadi masih ada yang versi Pro dan Pro Max. Nih kita ambil yang sejenisnya sama ya, ada super frosted. Jadi kalau kalian cek tulisannya ini yang buat Pro 6,3 inci dan satu lagi buat Pro Max 6,9 inci. Yang mana dari kemarin LX-Lix yang beredar kelihatan jelas kalau ya di bagian kamera frame-nya dia itu berubah menjadi kotak yang gede banget gitu yang dari ujung ke ujung dari bodinya sendiri gitu ya. ini yang mungkin nanti akan ada fitur-fitur menarik dari bagian kameranya. Bocoran-bocoran yang sudah beredar selama ini bisa dibilang ya benar adanya. Jadi akan ada iPhone 17. 17 Plus udah enggak ada lagi simply karena mungkin enggak laku ya digantiin sama 17R yang mana nanti kayaknya juga bakal diikutin sama Samsung nih. Jadi ya itu untuk case-nya Nilkin ya untuk seri iPhone 17. Jadi ditunggu nanti gua akan bahas lebih lengkap soal case-nya karena ini banyak banget ya kalau kita bahas satu-satu bakalan 1 jam lagi videonya kayak yang kemarin dan lelah sekali dieditnya capek, ngomongnya juga capek dan ya intinya untuk ada berbagai macam jenis case untuk iPhone 17. Kalau kalian mau siap-siap pengen upgrade iPhone dari sekarang, make sure beli dulu aja. Karena dari yang kemarin gua dengar pas gua bahas ZF sama ZFlip ya, case-nya Nilkin itu langsung sold out semua. Dan kalau ngomongin case, kalau Nilkin kan brand global ya. Jadi dia itu kayak dapat jatahnya dikit di Indonesia gitu kan karena kan terbatas gitu. Jadi kalau kalian pengen langsung siap-siap mending beli dulu aja sekarang. Siap-siap kalau kalian nanti pemakaian upgrade yang mana ya langsung beli dulu aja intinya gitu. Milkin udah siap untuk dibeli ya. Ada berbagai jenis tadi ya. Nanti gua kasih birol-nya aja buat kalian bisa pilih. Gua kasih teks-teksnya juga nama-namanya apa aja silakan dicek nanti dia. Nah nanti gua akan tes lebih lanjut juga. Kalian pastinya gua nanti bikin rekomendasi untuk casing-casing aksesoris buat iPhone 17 terbaru. Sip. Itu tadi yang terakhir. Oke, cloter ketiga tuh. Sisa barang yang kecil banget dan yang gede banget. Dan yang gede ini ya bisa dibilang hobi baru gua. Kita buka dari yang kecil dulu aja ya. Buat smart home rumah. Yup. Yes. Jadi ini dia Switch Boot Hub 2. Jadi kalau kalian ingat kemarin di Gadget of the Mone gua sempat share satu gadget e buat mengontrol jendela dengan pintar ya smart home. Jadi kalau kalian yang punya jendela-jendela yang pakai mini blind itu bisa dikontrol dengan device-nya switch Wat Hub. Nah, kemarin gua juga sempat mention kalau kalian pengin kontrol itu dari mana aja menggunakan internet dia perlu hub dan ini adalah hub-nya yang versi 2 di mana ada fitur-fitur canggihnya. Nih di sini ada tertulis nih gimana dia bisa connect dari Wii 4G atau 5G ke cloud karena si hub-nya ini yang menghubungkan nih. Jadi bisa jadi Bluetooth buat e kunci-kunci konein ke tadi yang kita punya nih ya blind tilt ya yang kita pakai kemarin. Bisa buat tombol boot juga bisa buat motion sensor dan lain-lain dan bisa buat ngontrol jadi IR remote. IR remote buat apa aja? Buat AC, TV, buat e lain-lain lah. Projjecttor juga bisa. Nah, ini yang menarik karena selain itu juga dia juga bisa jadi eh scs buat e button, buat remote button bisa jadi hub IR remote atau jadi build-in hygrometer. Jadi untuk ngontrol ee tingkat rumah punya kelembaban. Nah, ini dia. Uh, kecil banget ternyata barangnya ya. Oke, dan yang menarik adalah ini dia nih. Ini udah meter compatible. Jadi, kalau kalian pakai hub ini nanti alat-alat dari Switchbot itu bisa dikontrol menggunakan Apple Home Kit. Karena Apple Home Kit sekarang udah kompatibel sama meter meter apa sih namanya? Protokol ya. Dapat kabel dan ada chargernya 10 wat 5 volt 2 amp. Ada 3M ya buat nempelin kabelnya. Dan kabelnya ini sendiri kalau kita cek ya di mana ada sih ini nih yang mengukur temperatur sama kelembaban. Di belakangnya ini ada port USB type C-nya di mana kita bisa e masukin kabelnya. Oke, udah masuk. Jadi, kalian bisa pakai ini untuk ditempel di dinding atau bisa ini sebagai standnya juga nih bisa. Oke, itu dia tuh ada layarnya warna putih. Yang gua tadi bilang seperti di awal, fitur yang menarik adalah sekarang itu kita bisa pakai si hub ini tuh jadi remote juga. Fungsinya apa? Nanti kita bisa kontrol si jendela gua. Cukup gua tekan dia ada tombol on off di sini. Nanti ketika gua tekan nanti jendelanya bisa posisinya nutup. Ketika kita tekan yang on misalnya bisa jendelanya ngebuka dan itu bisa diatur semua pakai HP aja lewat aplikasi Switchbot-nya. Dia pakai energinya juga kecil banget tadi ya. Sampai gua mesti hidupin mode low watt di power bank-nya baru dia bisa nyala. Nih cuma 0,4 watt aja. Jadi selama seharian mungkin cuma berapa watt lah. Enggak bakal menghabisin listrik yang gimana. Nah, untuk harganya sendiri ini lumayan. Kemarin sekitar Rp1 juta gua belinya. Cuma habis gua timbang-timbang, dia tuh ada versi yang lebih murah memang, cuma dia enggak ada layarnya dan enggak ada fitur remote-nya. Kalau ini kan kita bisa bilang kayak kita dapat F five inone gitu ya feature-nya ya. Dapat jadi hub, dapat jadi IR remote, dapat jadi thermometer higrometer dapat jadi kontrol ke online juga dan segala macamnya gua rasa. Jadi secara value for money oke. Jadi gua kemarin beli yang Blind tilt itu Rp600.000-an terus ini Rp1 juta. Jadi sekitar R juta gua bisa dapat kontrol yang full dari jendela gua. Kurang lebih kayak gitu. Oke, itu tadi yang pertama yang kecil. Sekarang kita lanjut ke yang gede. Oke, yang gede sekarang. Gila, gede banget boksnya. Kita coba lihat ya kira-kira isinya apa. Cuma bisa dibilang ini berkaitan sama hobi. Wah, yap. Kalau kalian lihat yang pertama adalah isinya sebuah 3D printing filamen ya. Jadi ini isinya atau yang bisa dipakai buat bikin karena di dalamnya inilah ada si mesinnya. Yes. Oke, gua mau mencoba menekuni hobi baru 3D printing dengan ini dia BambuLab A1 Mini ya. Ini adalah mesin 3D printing yang bisa dibilang e user friendly dan entry level yang paling bisa dibilang terjangkau kali ya dari segi harga. Bentuknya enggak terlalu gede ya sesuai namanya yang mini dan ya nanti kita cek kayak gimana. Jujur gua banyak nonton video, cuma gua sendiri enggak tahu sih nanti kayak gimana kira-kira starting awalnya. Kita coba buka dulu aja ya. Wih. Oke. Ini enggak ada apa-apa. Ini kayaknya ada isinya. Buka. Do not grab or press on the X. Oke, buku manualnya bersama stiker-stiker. Ada safety guidelines-nya juga kayaknya udah. Dan yes, tinggal dikeluarin aja nih semua. Terakhir ada hmm oh dapat PLA sama dapat selangnya. Oke, Guys. Jadi ini dia untuk isi dari boknya ya. e perkakas-perkakasnya apa aja. Dan ini filamen yang gua beli sebenarnya. Jadi kalau kalian beli mesinnya, kalian mesti beli filamennya lagi walaupun ya tadi dapat ya walaupun secuil doang. Nah, filamennya itu ada beberapa jenis. Yang basic itu adalah PLA ya. Jadi PLA ini tuh kayak yang plastik lah. Bisa dibilang plastik paling eh basic secara eh build quality katanya gitu. Cuma udah oke roughly dan e secara penggunaan katanya PL basic-basic harusnya aman. Dan kalau kalian pengin yang lebih keras, kalian bisa pakai yang ini. Namanya adalah Pet G. Pet G ini lebih keras katanya secara bahan dibandingin sama si PL. Jadi gua cobain satu-satu biar gua ngerti dan ya intinya banyak banget video yang beredar soal 3D printing ini dan hopefully nanti ke depan gua bisa bikin video dedicated proses-prosesnya dan apa aja yang gua bikin buat 3D printing gua. Jadi stay tune buat video itu dan ya untuk mega unboxing ini paling itu dulu aja guys mega unboxingnya sesuai dengan judul kita unboxing hobi baru dan ya ditunggu buat konten-konten selanjutnya. Jangan lupa kalau kalian pengen ikutin di-subscribe ke Bbe channel dikasih jempol di konten ini. Komen di bawah kalau kalian pengen ngecekin nanti ada apa aja yang kalian pengen request ya gua nanti akan baca-baca. Gua masih pengen bikinin konten buat Coffee Station kita pastinya. Ya. Terus nanti ada ini juga 3D printing ya. Banyak hobi-hobi yang menarik nih eh buat konten base Indotech. Oke, suara gua hilang. Thank you semuanya yang sudah nonton. E itu aja. Nama gua Malvin. Stay safe, stay healthy. I'll see you guys on the next video. Ciao. Buset deh, ini gimana?

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Apple

Apple adalah brand teknologi premium dengan produk iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, dan AirPods dalam satu ekosistem terintegrasi. Apple menghadirkan inovasi, performa tinggi, dan keamanan terbaik untuk produktivitas serta hiburan modern.

iPhone 17 Pro Max

iPhone 17 Pro Max merupakan varian paling besar dan paling lengkap dari lini iPhone 17 yang dipasarkan secara resmi di Indonesia. Perangkat ini dijual melalui jaringan Apple Authorized Reseller di Indonesia seperti iBox dan Digimap. Produk yang beredar merupakan unit retail resmi Indonesia, bukan varian impor atau pasar lain.Dari sisi...

iPhone 17 Pro

iPhone 17 Pro adalah salah satu smartphone flagship terbaru Apple yang hadir resmi di Indonesia dengan membawa kombinasi performa tinggi, desain premium, dan sistem kamera profesional dalam ukuran yang tetap nyaman digunakan sehari-hari. Perangkat ini tersedia melalui jaringan penjualan resmi Apple di Indonesia seperti iBox, Digimap, dan berbagai Apple Authorized...

iPhone 17

iPhone 17 merupakan model utama dari lini iPhone 17 yang dipasarkan secara resmi di Indonesia. Perangkat ini dijual melalui saluran resmi Apple Indonesia seperti iBox, Digimap, dan Apple Authorized Reseller lainnya. SKU iPhone 17 yang tersedia di Indonesia hanya satu varian produk yang sama dengan yang ditampilkan di Apple Indonesia.Perangkat...

iPhone Air

iPhone Air adalah model iPhone terbaru yang tersedia secara resmi di Indonesia. Perangkat ini dipasarkan melalui Apple Authorized Reseller seperti iBox, Digimap, dan outlet resmi lainnya, dan tersedia dalam pilihan kapasitas penyimpanan internal hingga 1 TB. iPhone Air tampil sebagai perangkat dengan desain sangat tipis namun tetap bertenaga, cocok untuk...

Apple Watch

Apple Watch adalah smartwatch premium dengan fitur kesehatan dan kebugaran terlengkap untuk aktivitas harian. Apple Watch menghadirkan pemantauan detak jantung, notifikasi pintar, dan integrasi ekosistem Apple yang seamless.

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.