GADGET SOLUSI MASALAH 😎 GOTM Agustus 2025 (YouTube Video)
Oke, halo guys. Welcome back to BK YouTube channel. Dan ya, video Gadget of the Mone kali ini agak telat karena memang kemarin seperti yang gua share juga di YouTube Community Post kalau kita delay ee upload-nya karena kondisi Indonesia ya yang lagi kurang kondusif dan ya syukurnya ini tanggal 1 September kelihatannya sudah mulai kondusif dan gua berharap juga semua akan e pastinya turut berdukaita, turut bela sungkawa buat Afan Kurniawan yang kemarin jadi ee korban ya. Gua harap keluarganya semua ditabahkan, diberikan kekuatan ya. Dan semoga ya ini semua ee ada outcome yang positif buat negara kita. Karena gua juga ee ya berharap pastinya demikian sebagai warga Indonesia. Dan kemarin pun gua juga bikin gadget of the man-nya bulan Agustus tuh bulan yang spesial ya. Karena kalian bisa lihat nanti di videonya itu mau balik lagi ya. Gua ngucapin thank you buat yang udah eh support dan semangat terus buat teman-teman untuk bisa ee kita memajukan negara ini bersama ya. Dan ya enjoy langsung aja ini dia Gadget of the Mone Agustus 2025. Yo, what's up guys and welcome back to Best Inot YouTube channel sama gua Malvin dan ya sudah akhir bulan Agustus 2025 which saatnya kita share ke kalian gadget of the month ya. Ini udah bulan ke-8 di tahun 2025 yang mana nih spesial karena yes bulan kemerdekaan Indonesia jadi dirgahayu Indonesiaku. Semoga negara ini semakin baik dan spesialnya lagi juga karena ni bulan Agustus ini bulan kelahiran gua jadi udah bertambah 1 tahun umur gua di bulan ini dan di bulan Agustus ini juga gua sekeluarga juga bisa dibilang udah official pindah ke rumah ini selama kurang lebih sebulan. Jadi, makanya gadget of the man kali ini itu bakalan seru karena beberapa gadget yang akan gua share ini bisa dibilang kayak solusi dari problem yang gua hadapin di rumah ini dan bisa dibilang ini mungkin problem sehari-hari ya. Makanya hopefully bisa relate juga ke kalian. Jadi langsung aja siapin teh, siapin kopi, siapin snack. Ini dia Gadget of the Month Agustus 2025. Let's go. [Musik] Oke, sebelum kita mulai videonya, kalau kalian bisa lihat di belakang gua ini kan udah ada pemandangan yang cukup familiar ya karena I ini adalah akustik panel dari panelku dan gua udah pakai ini memang udah banyak di studio buat kita ngeredam suara di podcast studio juga kita pakai dan ini juga bisa jadi pemanis ya sekaligus di dinding. Nah, ini jenisnya yang gua pakai namanya Pine Grey Series. Dan sebelumnya memang di studio Basotch kita pakainya yang pine juga, tapi ini versi eh yang warna grey-nya ya. Kalau di yang di studio Bastech itu hitam kan. Nah, ini yang lebih baru yang grey ya. Karena gua pengin suasananya lebih terang dan ya kalau kalian lihat kan memang kita beda total ya konsepnya kan dan hasilnya ya bisa kalian lihat gua suka banget sih ini. Proses pemasangannya juga simpel bisa dibilang di IY bisa atau kalian pakai tukang juga oke karena nempelnya tinggal dipakaiin kayak silen aja jadi enggak terlalu berbau juga secara akustik ini cakep banget plus fungsi peredaman suaranya nih yang oke banget bikin minim echo. Jadi minim pantulan suara dan ya gua bisa syuting di ruangan dengan tenang. Nah sekarang panelku juga punya banyak seri baru ya. Ada namanya hexaform, dia segi enam, ada paraform yang persegi panjang, dan ada juga yang triangle panel yang mana ukurannya kayak gini kotak-kotak, tapi dia panelnya segitiga segitiga gitu. Jadi bisa langsung dicek aja ke e-commerce-nya si panelku di mana dia tersedia di Tokopedia dan Shopee. Plus gua juga dapat info nih diskonnya lumayan untuk September diskon 10%. Jadi kalau kalian emang pengen upgrade akustik kamar kalian, langsung aja dicekin di panelku. Linknya aja gua langsung taruh di kolom deskripsi di bawah. Cus langsung aja kita mulai ke gadget of demoman yang pertama. Oke, gadget pertama adalah ini dia smart switch dari brand Arbit. Jadi, ini sebenarnya sebuah solusi dari masalah yang gua hadapin. Kenapa? Karena posisi dari si saklar lampu ini itu jauh banget dari posisi kita lewat. Biasanya kan posisi lampu itu kan pas kita kayak masuk ke kamar ada di posisi sampingnya yang mana kita jadi gampang aksesnya. Nah, ini waktu itu tuh digambar sama eh desainernya. interiornya itu posisinya memang agak e aneh gitu dan kita juga enggak nyadar sampai kita tinggal gitu kan kayak oh iya ya kenapa dipasang posisinya jauh banget dari posisi kita lewat gitu kan jadi posisinya ini adalah di samping dari kamar anak gua sedangkan kamar gua itu ada di seberangnya jadi kalau gua pengen ngidupin lampu gitu misalnya gua mesti nyebrang dulu dari kamar gua ke sini alhasil gua ya jadinya kayak malas gitu kan ujung-ujungnya jadi jarang dipakai lampunya makanya akhirnya gua coba pikirin solusi dan gua ketemu solusi yaitu dengan pakai si Smart Switch ini. Tapi sebenarnya bukan si Smart Switch ini yang jadi solusi, tapi lebih ke dia itu ada namanya satu remote-nya yaitu Arbit Scene Switch yang mana sekarang gua tempel di seberang. Tapi gua ceritain dulu aja ya. Jadi setelah kalian pasang si Smart Saklar-nya ini ya, kita itu bisa kontrol seperti biasa pakai HP gitu kan. Terus bisa juga dikontrol pakai kayak smart voice assistant, Google Assistant gitu. Jadi bisa ngomong pakai suara, bisa juga pakai HP. Cuma memang gua pengen lebih suka tuh ada kontrol fisiknya. Jadi si Arbit ini ngejual ada satu alat yang mana dia ada kayak semacam empat buah tombol yang mana gua bisa jadi pakai remote untuk si tombol-tombol ini. Nah, prosesnya gimana? Pertama gua pasang dulu ya si smart fish-nya. Ini kebetulan gua ada empat lampunya kan. Dan si smart fish ini memang kita mesti pairing ke hub. Hub-nya itu juga kita mesti beli lagi. Jadi kalau smartfish ini sekitar Rp300.000, hub-nya itu sekitar R200.000-an ya. Dan switch-nya ini sendiri ada beberapa pilihan. Ada yang satu, ada yang dua, ada yang tiga. Ini gua pakai yang dua dua. Nah, setelah dikonein ke aplikasi, kekin ke hub-nya. Nah, di situlah kita bisa pairing ke remote-nya yang mana remote-nya ada di seberang sana. Yuk, kita ke sana. Oke, jadi kalau gua keluar kamar, gua pengen hidupin lampu. Ini dia remote-nya tinggal ditekan aja. 1 2 3 4. Dan hidup semua lampunya, gitu. kita gak perlu lagi jauh-jauh ke seberang sana. Dan kita juga bisa atur remote ini tuh buat ngelakuin hal-hal lain. Kalau kalian koneekin ke device-device lain kayak dia punya infrared remote, gua bisa pakai buat mati hidupin AC. Gua juga bisa program misalnya kayak tap and hold. Misalnya gua tap and hold kayak gini untuk ngidupin semua atau kita bisa tap and hold ini juga untuk matiin semua. That's simple gitu. Jadi benar-benar fleksibel dari segi pemakaian. Highly recommend kalau kalian misalnya ada satu saklar yang mungkin agak jauh posisinya atau kurang ideal dan mungkin gua juga emang pas desain awalnya kurang teliti ya. Jadi akhirnya muncullah problem kayak gini dan ya ini solusi yang gua temuin. Oke, jadi daripada Misscom sebenarnya ini tuh kita enggak bobok dinding ya. Ini tuh dia cuma kayak stiker doang ya. Jadi di dalamnya ada baterai. Jadi itu tuh kayak cuman remote sebenarnya cuma bentuknya kayak saklar lampu aja ya. Kalau diklik dia bisa ngidupin lampu. Gua modenya settingnya dua kali klik itu mati ya. Itu bisa diape and hold juga. Kalau diape and hold dia langsung hidup semua tuh ya. Cuma lagi pagi jadi enggak gitu kelihatan. Dan kalau kita tap and hold gua ya. Tap and hold yang samping ini juga bisa matiin semua tuh kayak gitu kurang lebih. Sip. Dan yang keren nih ini. Gua baru aja masang layar proyektor ya. Dan ini karena dia smart juga gua bisa atur mode. Gua tape and hold yang ketiga sampai lampunya mati baru kita angkat. Nah, dan AC-nya nyala. Tuh, ready. Tinggal nonton aja. Kalau remote ini juga kurang lebih harganya di sekitar Rp200.000-an. Jadi total-total solusi yang gua pakai ini e biayanya ya bisa kalian lihat di sini. Oke, itu problem yang pertama. Ada problem yang berikutnya ada di seberang sana. Coba kita cekin. Nah, problem berikutnya adalah Yes. Kalau kalian bisa lihat di belakang gua ini ada sebuah eh mini blind ee ini dari Ona. Cuma memang mini blind ini kan bisa dibilang kayak mini blind standar yang mana dibuka tutupnya itu kan dia ada alatnya gitu ya istilahnya ada putaran sama ada tarikan tali. Nah, ini kalau kalian lihat ke bawah posisinya itu tinggi. Jadi ini tuh di high ceiling gitu posisinya. Gua tuh memang pengen pakai ini biar gua dapat cahaya masuk. Nah, kadang-kadang di beberapa angle ketika blind-nya itu ngadap ke depan atau ke bawah cahayanya itu enggak dapat dengan maksimal. Nah, gua akhirnya putar otak gimana caranya biar gua bisa kontrol blind ini di jam-jam tertentu dan dengan e istilahnya pakai remote kali istilahnya kayak gitu. Dan gua menemukan sebuah alat yang bisa ngretrofit blind Mini ini dari yang sebenarnya manual. Jadi bisa dikontrol pakai HP. Namanya adalah dari switchbot blind and tilt. Nah, di sini gua udah pasang. Kalau kalian lihat di atas kiri itu ada putih-putih ya. Jadi itu adalah kayak motornya yang dijepit ke tiang untuk putterin si mini blind-nya. Dan di sini kita bisa kayak kontrol menggunakan smartphone aja gitu. Kita bisa e buka dengan kita bisa fully open ya. Kita bisa pencet ini nanti dia akan naik nih. Tada. Tuh dia jadi bisa kebuka atau kita bisa kalau mau J. Gua sendiri biasa ngarahinnya itu biar dia ke bawah. Jadi, e cahayanya tuh bisa ke bawah juga terang gitu dan kita bisa atur, bisa kita schedule gitu-gitu jamnya. Dan kalau kalian lihat juga di dalamnya sana itu tuh ada semacam solar panel karena dia ngecasnya itu dapat solar panelnya. Jadi, kalian enggak usah pusing ngecasnya gimana. Dia cukup dapat sinar matahari aja dari luar untuk ngecas alat atau si motor switchbot ini. Keren banget. Cuma memang gua posisi si solar panelnya itu salah kayaknya ya, karena dia terlalu atas dan kebetulan gua itu ada kayak topi jendela di luarnya. Jadi dia enggak kena matahari dan rumah gua ini kayak kenanya di matahari pagi. Jadi sebentar banget kena mataharinya. Nah, di sini dia juga ada semacam sensor cahaya di mana kita bisa e ngecekin gitu ya kayak cahaya-cahayanya tuh kuatnya jam berapa gitu kan. Jadi kita bisa kayak atur juga kebutuhan cahaya kita dan ya ini sih menurut gua oke banget dan harganya sih terutama yang enggak terlalu mahal banget ini di sekitaran Rp600.000-an ribuan per biji dan gua pakai dua ya kiri kanan ya dan so far selama sebulan ini oke banget cuma ya gua pengen ganti aja posisi si solar panelnya buat e agak turun biar lebih lama kena mataharinya dan lebih ngecas gitu karena sekarang gua selama sebulan ini ngecasnya kayak 1 hari cuma 2% 2% 2% gitu dan sekarang masih agak low bet gitu baru di 23%. So, kalau kalian yang ada jendela begini, pengen kalian motorize, bisa apalagi posisinya kayak gua yang high ceiling yang agak susah diakses ya. Ini jadi solusi yang oke banget. Nah, ini semua dikontrol di smartphone-nya tuh pakai Bluetooth ya. Jadi, kalian mesti dekat posisinya ke sini. Tapi kalau kalian pengin kontrol menggunakan Wii, kalian bisa beli hub-nya yang mana harganya kurang lebih sama kayak si alat ini ya, sekitar Rp700.000-an kalau enggak salah itu yang basic. Tapi ada juga yang hub yang lebih canggih, ada display-nya itu sekitar sejutaan dan itu kalian bisa koneekin ke Apple Home Kit ya karena dia udah kompatibel sama meter eh codex istilahnya kayak gitu atau format. Jadi smart home yang Home Kit kan sekarang udah kompatibel sama meter itu bisa kalian sambungin ke Home Kit dan bisa kalian atur-atur pakai Siri, pakai Google Assistant juga bisa. Tapi kalau kalian pengin akses ke fitur-fitur itu tadi harus beli hub-nya. Dia juga ada remote-nya sekitar Rp200.000-an. itu bisa kalian atur. Sama kayak tadi ya, remote yang lampu mungkin bisa single press, double press. Jadi kita bisa atur angle-angle-nya. Pengen bukanya segede apa bisa dihortcut ke yang lain-lain lah canggih. Nanti gua bakal update mungkin ke depan setelah gua pakai berapa lama biar kalian juga bisa tahu fiturnya lebih canggihnya kayak gimana. Make sure follow ke Basinotch biar enggak ketinggalan. Oke, lanjut Gadget of Dam. Berikutnya adalah yes, perkabelan yang sebenarnya gua udah pernah share mungkin ya di Gadget ofan. Gadget of wem sebelumnya. Cuma memang yang gua berasa banget sekarang setelah pindah ke rumah ini, gua tuh menemukan lagi satu bok isi kabel-kabel gua yang berantakannya parah dan ini bisa dibilang jadi kayak solusinya lah ya untuk kabel yang kita enggak pusing harus kita rapi-rapiin. Nah, yang pertama adalah ini dia. Ini kabel magnetic dari brand Cuktech sama brand Kip ya. Jadi kabelnya ini kalian bisa lihat dia nempelnya langsung kayak ada magnet di bagian kabelnya dan tinggal dibalikin lagi juga dia ada magnetnya gitu. Nah, kalau kalian punya iPhone, lucunya juga adalah kabelnya ini bisa di semacam ditempel kayak jadi buat make shift-nya gitu tuh. Nah, jadi kayak ya lucu aja sih sebenarnya enggak ada fungsi yang gimana banget tapi balik lagi ya secara organize ini bakal lebih gampang, lebih rapi gitu kan. Tinggal ditemperin balik aja dan dia langsung jadi satu. Sama satu alternatif lagi adalah kabel yang retractable. Yes. Kayak Lanyard kalian. Jadi kabelnya bisa dimasukin, bisa dikecilin, bisa diadjust juga mau pendek panjangnya berapa dan bisa di beberapa stage kayak gitu ya. Dan ini gua pakai ada dari dua brand. Satu dari brand Kip, satu lagi dari brand Baseus. Nah, kalau yang Baseus ini namanya free to Pool. Kalau yang siip ini namanya Kip RCTC ya. Jadi gua rekomen sebenarnya di antara dua ini, tapi lebih rekomen ke Busali karena Bus ini lebih slim ya secara form factornya nih ya. Jadi kalauika kalian masukin ke dalam tas, ke dalam pouch gadget kalian ya ini lebih enggak makan tempat. Dan gua juga sebenarnya pernah beli satu lagi basus Noos ya. Itu dia e retractable tapi kotak bentuknya ya. Dan gua kemarin beli yang warna hitam tapi dikirimnya warna ungu. Jadi gua rada kesal dan itu bentuknya gede banget juga. Jadi gua enggak rekomen kalau kalian pengen mending beli yang ini aja karena kan ini fungsinya sebenarnya buat ngecas. Walaupun ya secara data dia juga bisa, tapi enggak yang kencang banget, cuma 480 MB/s. Jadi, ya secara organization menurut gua ya better kalau kalian pengen start scratch ya dari awal ya ini bisa jadi opsi yang oke. Kabel retractable dan juga kabel magnetic. Harganya juga super terjangkau kalau yang magnetic ini. Kalau yang itu di bawah Rp100.000. Kalau yang cuktech itu sedikit lebih mahal di Rp150.000. Sedangkan kalau yang retractable dari kip dan basis ini dua-duanya di bawah Rp100.000. Jadi overford double banget panjangnya. Oke, bisa ngecas full juga 100 watt ya dan ya overall bikin space jadinya lebih organized tanpa clutter kabel berantakan. Lanjut gadget offan berikutnya adalah ini dia smartwatch yang gua pakai di tangan gua sekarang. Sorry kalau agak mantul-mantul. Kira-kira udah ada yang tahu ini smartwatch apa? Yes, ini adalah dari Samsung Galaxy Watch 8 Classic. Iya, kalau seri-seri klasik itu emang munculnya cuma di seri-seri genapnya Galaxy Watch aja ya. Dan yang Kel ini menurut gua menarik banget karena bentuknya menurut gua super ganteng. Ini kayak rectangular tapi ada buletannya juga tengahnya. Jadi memang kayak mirip sama versinya si Galaxy Watch Ultra ya. Cuma di versi lebih minimalis ditambah ada rotating beel kalau ngomongin yang versi klasik ini kan. Jadi emang keren banget secara desain gua suka banget. Mungkin gua juga bosan banget kali ya sama Apple Watch Ultra yang kayak gitu-gitu doang gitu kan. Makanya waktu gua pakai ini dan desain ini gua suka banget dan overall gua pakai baterainya oke, bisa bertahan sampai 2 hari. Watch face-nya juga ada yang baru walaupun sedikit dan overall experience ya karena dia udah pakai berbasisnya Ware OS kerja sama antara Samsung sama Google. Overall experience smooth banget udah ada Jmenai-nya, software-software-nya juga udah lengkap. Spotify buat save lagu semua udah bisa langsung di jamnya. Dan dia juga ada bio sensor yang baru di mana dia bisa kayak ngukur kadar antioksidan di dalam tubuh kalian ya. Jadi kalian ketahuan kalau kayak gua kadang malas makan sayur ya, antioksidannya tuh kayak rendah gitu. Cuma memang karena dia pakai sensor baru, ada satu fitur yang gua sayangkan hilang daripada Galaxy Watch sebelum-sebelumnya, yaitu fitur reverse wireless charging dengan HP Samsung. Ya, ini gua ada ZF 7 itu udah enggak kompatibel lagi. Yang mana itu bikin gua sedih karena gua itu kan pengin banget sebenarnya ya full ekosistem yang lain, tapi terhambat sama faktor-faktor kecil kayak gini gitu. Karena gua mesti bawa charger lagi ekstra, mesti ya pakai yang lain-lain lagi. Yang mana itu bikin gua agak ya challenging untuk mengubah kebiasaan kan cost untuk kita pindah. Kemarin baru aja dibahas sama NKBHD, cost tuh butuh effort, butuh biaya yang harus dibayarkan lagi dan itu salah satu faktornya. Terutama juga sekarang di Galaxy Watch 8 ini tuh udah enggak bisa pakai strap-strap dari Galaxy Watch sebelumnya ya. Jadi kita harus beli strap yang baru lagi itu harus official Samsung at least untuk saat ini. Jadi dia belum jual versi buckel yang baru ini gitu ya. Jadi ya itu sih agak disayangkan. Jadi watch-watch yang generasi sebelumnya kalau kalian pakai dan kalian pindah ke Galaxy Watch 8 itu harus beli strap-strap-nya yang baru-baru lagi juga. Nah, sekarang juga layarnya jadi lebih terang di 3.000 nit plus ada tombol baru di mana kita bisa setting ya quick button ini buat fast akses ya, akses cepat ke aplikasi-aplikasi. Buat workout juga bisa. baterainya juga lebih gede. Jadi buat penggunaan tadi bisa 2 hari full dalam use case memang satu hal yang bisa dibilang good news dan sedikit bad news buat brandnya adalah harganya tuh sekarang udah turun banget, Guys. Karena pas rilis setahu gua itu tuh di sekitaran Rp6999 juta dan sekarang udah turun kalau kalian cek pasaran itu di sekitar R jutaan aja R jutaan kecil lagi. Jadi diskonnya udah lumayan banget ya hampir 25%. So, kalau kalian yang penasaran pengen cobain smartwatch-nya Samsung, ya mungkin ini saat yang tepat. Cuma memang buat kalian pengguna iPhone ya masih belum bisa 100% pakai si Galaxy Watch karena waktu gua cek dia enggak support secara official. Support terakhir official Samsung itu cuma sampai Galaxy WR3 ya. Kalau sekarang itu dia ada aplikasi third party yang mana ya masih belum e 100% reliable kali ya. Tapi kalau gua cek kayak notif WhatsApp itu bisa masuk, teleponan bisa, dan ya berbagai e mungkin fitur-fiturnya enggak bisa maksimal aja. Tapi ya kalau kalian pakai HP Samsung sih no brainer. Ini menurut gua smartwatch-nya oke banget. So, ya guys, itu tadi buat gadget of the man kita yang keempat, Galaxy Watch 8 Classic. Sekarang kita lanjut ke gadget of rumah yang terakhir. Ada di lantai bawah rumah gua. Kita turun ke sana lagi. Lantai satu sih. Tadi kan kita pertama di lantai dua. Yes. Yang terakhir dari ini dia coffee station gua. Mungkin buat kalian yang demen kopi ya, akhirnya gua bisa punya coffee station di rumah. Tapi sebenarnya ini alat-alatnya cukup basic lah, bukan yang kayak high end banget kayak gimana. Tapi ya gua sendiri ee dulu pernah jadi barista di restoran fast food ya waktu gua kuliah sambil kerja dan ya jadi gua masih ada ingat-ingat sedikit-sedikit lah. Nah, waktu dulu sebenarnya mesin kopinya ini dibeliin sama bini gua tahun lalu, Agustus lalu. Hadiah ulang tahun buat gua. Nah, selama gua pakai sebenarnya gua happy banget sama mesinnya juga. Tapi memang kalau memang ngomongin kopi yang lebih penting itu adalah sebenarnya grindernya ya. grinder dari biji kopinya kalau kalian beli itu better yang bagus. Kalau mesinnya sebenarnya kayak longghini aja. Ini Dedica EC berapa gua lupa gua taruh aja di layar ya. Ini mesinnya oke banget dan so far gua sangat happy sama hasil kopi yang dibikin. Plus frotter milk-nya juga oke dan ya enggak ada kendala sih so far. Cuma kendalanya waktu itu adalah gua memang terjadi di grindernya yang mana waktu itu ketika gua beli biji kopi ini ya, Arabica waktu itu yang eh medium dark rose, dia itu ketika digrind gitu untuk hasilin kopi yang enak dan itu kendala dari grinder gua sebelumnya yang mana grinder gua sebelumnya juga dari Delongihi itu yang standar banget ya ee harganya sekitar R00800.000-an. Makanya akhirnya gua decide gua pengen cari grinder yang lebih oke dan waktu itu wajib gua sekitar 2 jutaan dan gua akhirnya menemukan ini namanya Time More Bricks atau gua suka ngomonginnya Tem More karena kayak lebih klasik gitu kan namanya ya. Ini adalah grinder. Sebenarnya kalau brand memoreyi sendiri cukup terkenal dengan grinder yang tangan ya hand grindernya. Cuma waktu itu gua iseng-iseng nyari dan ini sebenarnya cukup jarang masih dipakai dan cuma ada beberapa doang review-nya dari Indonesia. Ada juga sih beberapa review bahasa Indonesia yang gua cekin dan kata mereka hasilnya lumayan oke. Waktu itu tuh kandidatnya ada beberapa ada kayak Vellow Opus namanya itu sekitar Rp3 jutaan. Ada satu lagi tuh e kodenya VF54 apa 64 gitu. Nah itu harganya lebih tinggi lagi karena dia itu ada dua jenis grinder tuh. Ada satu yang conical burd, ada satu lagi yang flat bir si motor e pemotong biji kopinya gitu atau yang grindernya. Jadi akhirnya gua desain untuk cobain ini karena memang secara bentuk dia estetik banget, cakep banget desainnya. semuanya pakai bahan metal. Ada Good Design Award 2024. Jadi memang cakep banget dan ya tadi karena buitnya metal berasa solid dan minimal gitu. Nah, ini workflow gua kalau gua pakai biasanya gua e grindnya di sekitaran 1,2 1,4 tapi ini bisa di-adjust ya per 10 micron. Diputar-putar aja nih. Jadi gua udah ingat settingan gua di sini. kita tinggal masukin aja biji kopinya dan nanti pas keluar dia udah jadi ee halus dan bisa dibilang kayak retensi atau sisanya itu cukup minimal sih dari yang gua lakuin ya. Beberapa kali gua tes selalu pas-pas aja gua masukin 12,5 grnya juga sekitar 12,5 gr dan hasilnya oke banget. Terus ada nocker juga di sini yang mana fungsinya kalau kalian ada yang tersisa-sisa ini lumayan ngebantu gitu untuk kita ngebersihin sisa-sisa yang ada di grindernya gitu ya. Overall menurut gua kopi yang dihasilin akhirnya gua menemukan settingan yang pas buat si biji kopi Arabika ya. Ini actually istri gua juga yang rekomen karena dia demen juga ternyata cari-cari dan ya itu waktu gua ganti biji kopi yang ini jadi agak challenging aja kalau kita enggak pakai grinder yang kayak precise gitu. Makanya ini gua akhirnya pakai dan so far gua happy banget. bentuknya bagus, kualitas grandernya oke, dan harganya sih masih tergolong e budget yang buat harga segini mungkin menurut gua value for money lah. Harganya gua kemarin dapat di sekitar 2,6 jutaan sempat diskon kalau lagi tanggal kembar turun sedikit 2,5 jutaan lah. Jadi kalau kalian pengin cek nanti gua taruh juga linknya di bawah apa mungkin next kita bikin video sendiri soal coffee setup eh atau coffee station gua. Kalau kalian mau komen aja langsung di bawah. Oke, sip. Paling itu aja, Guys, buat Gadget of Duman bulan Agustus 2025 ini. Semoga videonya bermanfaat dan kalau kalian ada yang pengin direkomen, ada yang pengin ditanyain, kita diskusi aja langsung di kolom komen section di bawah. Seperti biasa, link-link produk gua akan taruh lengkap di kolom deskripsi dan juga di link YouTube shopping-nya. Itu aja. Thank you semua yang sudah nonton. Nama gua Mafin. I'll see you guys on the next video. Ciao. Trihayu Indonesia. Telat dikit gak apa-ap l ya. Yeah.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















