GADO-GADO BOPLO, RASA LEGENDARIS YANG NEMENIN KITA DARIi GENERASI KE GENERASI (YouTube Video)
Jangan malulah kalau memang bisnis kalau dari orang tua enggak apa-apa kok. Pewaris sama perintis sama-sama susah kok. Iya. Kesusahannya masing-masing ya, Pak. Iya. Karena kita kalau kita juga punya mengemban tanggung jawab ee kamu bisa berhasil enggak lu? Kalau kalau pewaris kan eh perintis kan dia sudah susah payah. Jadi ee kita bisa enggak sih e membuat suatu lepatan yang lebih besar lagi dari usaha orang tua itu? Karena yang namanya perintis itu punya ee pemikiran yang berbeda. Dia kan dari nol. Jadi dia menganggap tuh dirinya adalah brand itu tersend itu itu sendiri. Ee agak susah ya untuk ee berinovasi atau lagi mengikuti perkembangan zaman. Sekarang aja kita sudah bikin restoran. Si nyokap masih sering digantung-gantung kerupuk pisang. Kita nih anak-anak muda. Kita mau buka usaha lagi gado-gado tapi enggak mau ribet. He. Itu kira-kira bisa enggak Pakai bubu ini? Hm. Tapi enggak boleh nama 20 ya. Kita ada tiga rahasia. I satu konsisten dirasa, pelayanan yang ramah, dan juga kemampuan beradaptasi. Oke. Nah, resep kita itu memang sudah turun-temurun dari nyokap. Nyokap bikin tahunta tahun 0-an sehingga dari sekarang eh dari dulu sampai sekarang itu tidak berubah. Ini aku ada coba dibuka rujak rujak juh. Oke, kita cobain nih pakai cumi terus ada kentang sama selada. Sausnya pakai ebi. Oke, selanjutnya kita akan cobain gado-gadonya. Ini aku pakai lontong sama sayur-sayurannya. Ini cobain ya, Pak. H. Hmm. Kacang medenya berasa banget sih. Tadi pas masuk mulut dia langsung ya itu ide dari pelanggan loh. [Musik] Welcome tocc podcast Resto Cafe and Coffee. Hari ini kita kedatangan tamu spesial dari Gado-gado GoPro, Pak Kalvi. Thank you, thank you. Halo, halo, halo, halo. Gimana, Pak ya sudah diundang ya. Iya. Jadi Bapak baru ke studio baru ini ya, Pak? Iya, iya, iya. Iya. Sip. Mantap. Sebelumnya Bapak tuh pada di atas tapi sekarang Bapak baru ke bawah. Oke, kesempatan kali ini kita mau ngomongin tentang gado-gado itu makanan yang tradisional tapi Pak Kavin bisa buat menjadi mewah dan menjadi viral. Nah, aku mau bertanya sih, Pak. Kan Pak Kavin sudah jalanin gado-gado BPlo ini sekitar sudah 50 tahunan kan. Nah, rahasia Bapak untuk konsisten selama 50 tahun ini apa, Pak? Ya, kita ada tiga rahasia. Nyokap bikin tahun tahun 0-an sehingga sekarang itu tidak berubah dan cara penyajian kami itu di adalah ee sangat mudah terjangkau dan pelanggan-pelanggan kami juga ikut mengikuti perkembangan zamannya. Oke, Pak Kavin. Kan tadi Pak Kavin bilang ini turunan dari ee Pak Kavin ya. Nah, aku mau tanya nih, Pak. Misalkan karena itu curang dari nyokap artinya kan Bapak kan disuruh ngelanjutin usaha dari orang tua sendiri kan. Tapi kira-kira Bapak ada perasaan kalau kita nih sebagai anak-anak anak-anaknya muda nih Pak yang mungkin orang tuanya punya bisnis kita kayak kadang-kadang malas ngelanjutin usaha orang tua tadi Pak. Nah kira-kira Pak Kalvin kenapa Pak Kalvin mau mengiyakan gitu usaha lanjutan orang tua? Iya tadinya di awalnya aku enggak enggak terlalu suka karena memang jujur aja memang pertama di awal kan enggak ada duitnya. Jujur ya kita jujur ya satu cabang ya pasti enggak punya uang enggak dapat uang lah. Tapi lambat laun kan saya juga mengikut ee apa kerja juga sama orang. Nah di situ kan saya lihat pokoknya persaingan juga keras. He. Dan ada satu ee tetangga saya yang bilang, "Kenapa kamu enggak ngikutin nerusin usaha mama kamu aja?" Di situ saya mulai coba. Dan ketiga adalah ketika saya sudah berumah tangga, saya waktu itu pernah kerja sama mama saya. Ee jualan gado-gado di Sogo, supermarket. Dan pada saat itu kita apa dapat tawaran ikutan e bergabung di bazar festival di Plaza Indonesia. Nah, di situ saya kan waktu pas merit itu saya angpaunya diambil sama nyokap kan waktu tahun '98 ee keadaannya kan enggak bagus ya, banyak kerusuhan dan terjadi juga ee pembakar-bakaran gitu loh. Dan akhirnya uang angpau itu saya diambil sama mama untuk biaya ee resepsi pernikahan itu dan saya dalam keadaan nol waktu itu. Oke. Eh, Yosafat dan ee kan dapat tawaran nih. Saya lapor bos dong. Bos kan nyokap. Iya, Mam. Ini kita dapat tawaran tapi nyokap saya anehnya tidak tidak merespon alias biasanya dia kalau ada peluang langsung dia tangkap. Enggak. Rupanya memang itu ee secara Tuhan untuk nyuruh saya untuk ikutan bergabung dan akhirnya kita kan mesti punya uang R,5 juta ya per untuk 3 minggu untuk bazar. Itu istri saya. Terus saya enggak punya duit. Saya bilang sama istri saya, "Gimana ee pinjam aja sama mertua kamu." Karena waktu itu kan enggak punya uang. Jadi dirop lah uang R,5 juta itu dari Cirebon. Waktu itu ee mertua saya masih di Cirebon. Cirebon. Oke, gitu. Akhirnya set R juta ikut ikutan festival dan kita ee bagus di situ posisinya ya. Terus keterusan ee istri saya juga bilang kalau kamu ikut mama mama kamu terus kapan kamu bisa berdikarinya bisa lebih cepat lagi untuk jadi pengusaha. Betul. Jadi kayak ada lompatan. Betul. Oke. Jadi itu saran buat teman-teman tuh yang mungkin I jangan malulah kalau memang bisnis kalau dari orang tua enggak apa-apa kok. kok. Iya. Susahnya masing-masing ya, Pak. ee kamu bisa berhasil enggak lu kalau lepatan lebih besar lagi dari usaha orang tua itu? Dan tantangannya juga besar kok. Benar. Dulu tuh, Pak, teman-teman saya tuh suka banyak cerita, Pak, kalau yang bapak-bapaknya punya usaha ketika mereka masuk ke dalam usahanya tuh mereka tuh ke usaha keluarganya, Pak, ya. Mereka tuh kayak, "Aduh, gua kalau udah masuk usaha bapak gua nih, bapak gua maunya begini, gua maunya begini." Enggak itu cara Bapak untuk apa ya, Lif? Ya, untuk nego lah untuk bernegosiasi. bisa mulus karena yang namanya perintis itu punya ee pemikiran yang berbeda. Dia kan dari nol. Jadi dia menganggap tuh dirinya adalah brand itu itu sendiri. Sekarang aja kita sudah bikin restoran pisang. Jadi ya kalau kita maunya emosi ya enggak bisa akan berlangsung baik. Kuncinya adalah ee kita bisa menjaga harmonisasi kita sama orang tua kita dan kita tap mesti tetap respek. Heeh. Cari solusi ya, Pak? Iya. Cari solusi yang baik. Fokus pada solusi ya. Iya. Fokus pada solusi. Fokus pada solusi. Ben benar. Pertikaian mah selalu ada. Tapi ya kita sebagai anak ya harus hormatin orang tua lah. Atau di Alkitab juga bilang ya hormati orang tua supaya lanjut usiamu. Usamu sekali sekali. Oke, Pak. Sekarang, sekarang, Lif. Banyak anak Buddha itu yang maunya tuh makan tuh di tempat-tempat mewah, tempat dining. Tapi kan masalahnya image gado-gado, Pak. Itu kan image-nya pasar. Nah, kira-kira itu inovasinya gimana, Pak? Kalau misalkan suatu saat gini gado-gado ini akan dibawa ke ranah internasional atau ke tempat-tempat finda ini. Cara Bapak gimana? Sekarang kan kita sudah pindahin ee dari yang tadinya sinyok apa waktu pas mulai di garasi lah, terus di warung lah, ngemperlah pokoknya. Nah, sekarang kita dipindahin ke sebuah restoran yang representatif. Jadi ee kita kasih cuacanya nyaman, ada wifi, ada ee mereka juga tempatnya juga Instagramable. Jadi, anak-anak muda kita udah udah siakan tempatnya untuk mereka berapa, ya? Bersosialisasi ber apa? Ee apa kita ngomong ya? Eh, berkumpul di situ. Iya. Explore Iya, di situ kita sudah siapkan kok itu tempatnya semua. Sekarang sudah enggak seperti kayak yang dulu-dulu lagi. Oke. Bapak kenapa kepikiran untuk bertransisi tuh, Pak? Karena memang nanti kan ee apa pelanggan kita yang gen yang gen sebelumnya ini kan pasti enggak mungkin terus-menerus ada gitu ya, Sahabat. Jadi tetap anak-anak muda tuh harus digrab, harus ditarik untuk bisa ee makan produk kita. Karena bagaimana ee anak-anak sekarang kan kita tahu ya ee sori banyak yang kena penyakit di masa usia muda itu karena mereka pola makannya tidak bagus gitu loh. Karena tubuh kita butuh fiber itu sahwat butuh sayur ya. Iya butuh sayur. Fiber itu tidak tergantikan. Dengan protein dengan apapun itu tidak tergantikan karena fiber itu yang membuat usus kita bergerak sehingga pembuangannya secara bisa lebih lancar. Kita dengar-dengar Bapak sudah ekspor ke tujuh negara. Puji Tuhan. Mantap sekali. Kita mau tanya nih, Pak, inovasinya apa dan bagaimana Bapak menjaga konsistensinya, Pak? Iya. Ee waktu pas sebelum ini jadi itu kan kita bantuin sebuah sekolah untuk bikin acara belajar ngulek. Oh, di TK di Zoom. Di Zoom. Ee itu pada saat pandemi saya lagi pandemi itu tahun 2020 saya lagi jalan di lorong ee BPL Cikini itu ee ya dengan keadaan gontai dan sedih. Tiba-tiba saya dapat telepon dari ee kepala sekolah yang minta saya ngajar ngulek dia via Zoom. Ee boleh saya beli bumbunya? Kata kepala sekolah itu. Wah, pada saat itu istri sama mama enggak setuju enggak menyetujui ide penjualan bumbu karena takut disalahgunakan. Kalau kita enggak bikin sebuah terobosan, maka ee kita akan mati ramai-ramai. Karena memang pada saat itu luar biasa ya. Kaum merat aja pusan-pusannya juga jatuh ya. Iya, betul. Akhirnya puji Tuhan mereka setuju. Dan dibuatlah sebuah produk bumbu gado-gado yang itu masih belum ini sudah bagus. Oh, ini udah bagus. Nanti ee bentuknya ee tempat nasi goreng itu loh yang transparan, yang kotak yang diinwall gitu ya, Pak. Heeh. Tetin itu masukin gula jawa, ee bumbu gado-gado ee garam, kerupuk udang. Iya. Awalnya masih perlu dirakit. Hm. Jadi ee itulah saya akhirnya saya kirim ke sana dan ibu kepala sekolah itu sambil saya bilang ee tolong jangan lupa beliin ulekan kayu karena ulekan kayu tuh gampang didapat dan harganya murah kan. Ketimbang saya suruh belikan batu nanti pecah lagi ya. Akhirnya berlangsunglah ee acara itu dan saya bilang istri saya harus bikin ready supaya bumbu kita bisa tahan 6 bulan. Oh 6 bulan dan jadi laginah. Jadi lagi. Oke. Ini tahan berapa lama nih Pak? Ini 6 bulan. 6 bulan bumbu gado-gado. Iya. Dan inilah inovasi kita sehingga bisa akhirnya Tuhan buka jalan lagi. Iya. Ee dengan adanya Pegorita dan kita bisa masuk. Berarti satu pack ini dia bisa dua porsi. Ini harganya berapa, Pak? 30-an. Rp30.000. Du porsi. Kalau misalkan nih kita nih anak-anak muda, Itu kira-kira bisa enggak, Pakai bubu Hm. Tapi enggak boleh nama boplo. Ya udah. Iya iya iya iya. Kan biasanya kan ada yang bikin kayak gitu kan. Daripada gua ribet gua beli aja bubu jadi. Iya. Iya. Paling ini dikonsumsi sendiri belum. Jadi kalau misalkan kita malas di rumah ya kalau makan-makan di rumah nih boleh nih. Berarti ini tinggal seduh aja ya, Pak? Enggak usah pakai air panas, air dingin juga bisa kok. Iya. Jadi kayak bikin kopi. Oh ini tinggal pakai air doang. Iya ada tulisannya di sini nih. Oh jadi kita tinggal tambahin air sama sayur. Oke mantap sekali. Sekarang kita flashback jauh nih ke belakang nih. Soalnya kan Bapak pengalamannya sudah lebih banyak kan daripada kita-kita yang mau buka usaha nih. Misalkan misalkan nih kalau Bapak mulai dari nol lagi satu hal yang bakal Bapak hindari dan satu hal yang akan Bapak lakukan lebih awal. Oh ya yang akan saya hindari adalah berekspansi secara terburu-buru tanpa persiapan yang matang ya. Karena pasti ee biayanya semua modal yang dikeluarkan pasti besar bengkak di awal jadinya. Iya. Sedangkan kita enggak pernah e ada persiapan, tidak pernah melakukan riset tempat itu gimana. Bapak ada pengalamannya? Oh, banyak. Kami kami juga sering menutup cabang yang enggak bagus. Oh, ya. Iya. Karena memang sekarang kita itu harus benar-benar ya competition kan sangat-sangat ketat sekali. Kita enggak bisa jor-joran sembarangan. Kita harus riset filsafat. Kita harus duduk di tempat itu. Kalau kita memang mau buka cabang. Ee saya baru e buka di cabang di BXC. Exchange Bintaro ya Bintaro Exchange itu tempatnya agak e belok-belok ya food coat ya istri enggak setuju dia kayaknya maju mundur maju mundur saya duduk situ saya menanyakan ke pedagang ada yang saya beli produknya baru saya korek-korek tuh iya berapa omsetnya dan sebagainya terus ngobrol juga sama tukang ee cleaning service tanya hari apa yang ramai ee hari biasa gimana dan sebagainya dapatlah sebuah ee apa inputan saya bilang sama si saya buka, saya enggak terlalu pintar loh untuk berhitung istri saya jago gitu. Saya bilang, "Bu, Kak, saya ee udah lihat, udah cek gitu." E istri a setuju buka dan kemudian sebulan kemudian dia ini bagus ya. Terus Mas saya bilang, "Emm dulu siapa ya yang ragu-ragu ya nanti?" Jadi, jadi dulu siapa yang ragu-ragu ya? Jadi ya dibutuhkan juga institusi ya supaya kita bisa tahu ini tempat cocok apa enggak. Faktor Lak juga ada, faktor ee menu makanan cocok atau enggak ada. Oke, sekarang kita ke segmen disorder, Pak. Jadi, akan ada dua pertanyaan. Bapak pilih utamakan cepat berkembang atau menjaga kualitas? Jaga kualitas dulu. Karena dari kualitas itu baru akan terjadi pertumbuhan. Oke, ya. Ee customer kita membeli adalah membeli kualitas. Yang kedua, silakan ekspansi outlet di mall besar atau di pusat kuliner lokal? Kalau saya mulai di pusat kuliner lokal dulu. Pelan-pelan. Ee jangan terlalu mau cepat-cepat ke tempat yang lebih besar ya. pelan-pelan karena pondasi kita dalam usaha e usaha kuliner itu adalah usaha yang paling susah. Pondasinya e diperkuat seperti kalau kita ngelihat pohon ya, akarnya tuh sudah ke bawah ke mana-mana maka akan jadi kuat. Jadi goncangan angin pun tidak akan bisa merubuhkan. Jadi harus perbaiki dulu dari kualitas rasanya, pelayanannya dan ee ke customernya juga menjawab apa engagementnya. Oke. Ekspansi, outlet atau ekspor ke lebih banyak negara? Ee saya pilih outlet dulu. Outlet diperbanyak dulu. Kita banyak sekali ee contoh kayak contoh ya kasus ya orang buru-buru ekspansi goe ya keluarlah sementara di sininya belum berantakan dan akhirnya berakibat yang di luarnya juga tutup kok. Berarti fokus di Indonesia dulu. Indonesia itu kan marketnya luas banget 270 juta kok. Ngapain buru-buru ke ke sana sini sudah banyak baru orang-orang sudah tahu nomor e apa mereknya. Bapak mereka akan beli juah kok kalau di luar. Oke, selanjutnya Bapak lebih pilih promosi lewat event offline atau campaign online? Bisa dua-duanya, tapi kalau boleh pilih ee campaign online. Kenapa, Pak? Karena bisa menjangkau generasi baru atau genset. Itu perlu banget itu makanan kita. Jadi rananya lebih luas ya, Pak. Oke. Mungkin Bapak boleh enggak ngasih saran ke kita-kita nih anak muda yang pengin buka usaha FnB kayak Bapak yang tertarik di FNB? Tertarik di FNB nih, Pak. pertama adalah pilihlah menu makanan yang udah rakyat karena ee apa kuliner Indonesia itu lebih lebih apa ya namanya lebih sehat, lebih banyak diminati ketimbang produk-produk luar makanan terlezat di dunia kan makanan Indonesia rendang rendang rendang rendang. Kenapa orang lain bisa menghargai produk kita tapi kita sendiri enggak apresiasi gitu loh. Senangnya bangganya makan produk-produk luar yang juga kita tahulah. Tapi sekarang kita sudah mulai transisi enggak sih, Pak? Kayak banyak artis. Heeh. Mereka bukanya nasi padang. Mul. Iya. Sudah mulai diplomasi kuliner itu sudah mulai jalan. Terus juga gastronomi Indonesia itu juga mulai berkembang karena ada mulai rasa cinta makanan kita sendiri. Oke, kita sekarang mungkin Pak Kalvin jadi bawain kita gado-gadonya ya, Teman-teman ya. Kita mau cobain gado-gadonya sama apa, Rujak juhi sama sopet. Oke, Teman-teman. Jadi, e berhubung Pak Kalvinnya datang, jadi Pak Kalvin bawanya dengan packaging takeaway ya secara langsung bisa dilihat teman-teman. Bukan seperti gado-gado yang di pasar ya. Ini food grade. Food grade bukan yang pakai kertas coklat ya, Pak ya. Bukan pakai kertas kertasnya kayak gini. Ini aku ada coba dibuka. Rujak rujak juhi juhi. Oke. Kapan lagi podcast sambil food review? Mantap. Two in one. Yang Livia ada apa nih Livia? Coba kasih. Nah, di sini udah ada gado-gado boplo. Ini spesialnya lontong. Dengan lontong ya, Pak. Oke. Mantap. Ada kentangnya, ada tahu. Jadi, jadi ibu-ibu yang takut badannya menjadi gemuk pakai ini aja sudah kenyangan. Iya. Karena kalau fiber itu dia sifat mengenyangkannya lebih lebih lama. Lebih. Oke, kita coba ini. Pakai cumi terus ada kentang sama selada. Eh, ya. Ada selada juga. Terus kentang. Kentang. Ini saus apa ini, Pak? Oh, itu ee pakai ebi. Pakai ebi. Berarti beda sama ini ya? Iya, beda warnanya. Jujur baru pertama kali si nyobain rasa kayak gini, Pak. I jadi dia kayak gimana ada pedasnya ya? Karedok bukan kayak apa ya? Kalau keredok pakai kencur. Pakai kencur. Ini apa ya? Kayak beda sih Pak. Tapi sesuatu yang baru untuk Iya. I baru ini baru banget tapi enak. Itu bumbu kacangnya kayak gado-gado cuma dikasih ee cabe merah dan eby. Oke selanjutnya kita akan cobain gado-gadonya. Ini aku pakai lontong sama sayur-sayurannya. Nih cobain ya, Pak. Ho. Ya, itu ide dari pelanggan loh. Saran gua nih ke Lulupad nih anak-anak muda nih ya. Jangan malu deh makan gado-gadojuhi. Iya. Ini sehat loh. Ini sehat. Terus kemasannya juga bagus kok. Ini saya masukin Instagram saya juga mau kayak gitu loh. Kita mulai makan real food dari seang. Iya. Kita mulai real food dari sekarang. Kita stop makan fast food. Betul. Betul. Indonesia juga enak. Ini harganya berapa, Pak? Kalau enggak sampai Rp50.000. Buat apa kamu? Sama. Sama. Oh, di bawah semua 50. Di bawah R semua. Buat apa makan yang lebih mahal-mahal tapi enggak bukan real food? Ya, benar. Bapak ada kata-kata lagi buat teman-teman kita yang masih muda? Buat teman-teman yang mau jalanin bisnis kuliner atau yang lagi jalanin bisnis kuliner memang keadaan tidak lagi baik-baik saja, tapi kita perlu menumbuhkan semangat optimisme ee kita pada saat berjualan. Jangan menyebarkan apa ke apa ya kalau lagi jualan lagi susah jangan disebarin. Cukup kita aja terus kita minta sama yang di atas untuk bantu nolongin kita tetap berusaha. Ora Labora tuh penting banget. Oke mantap sekali. Terima kasih banyak. Thank you. Thank you so much. Makasih banyak banget. Iya. Thank you.
