GAHAR BANGET, TAPI MERCY SLK 55 AMG SAYA JUGA PUNYA MINUS (YouTube Video)
Halo semuanya, selamat datang di channel Fitra Eri MercedesBenz SLK5 AMG yang belum lama ini saya beli. Akhirnya saya bisa bikin konten lagi dengan mobil ini setelah kemarin sibuk e syuting road party, harus ke luar negeri. Dan sekarang saya akan sebutkan sejumlah hal yang saya suka dan tidak dari mobil ini. Karena yang namanya setiap mobil pasti ada plus minusnya. Dan akhirnya saya juga udah ee bisa pakai mobil ini beberapa ratus kilometer untuk bisa tahu secara keseluruhan mobil ini apakah benar keputusan saya membeli mobil ini? Karena seperti saya bilang di video sebelumnya, saya membeli mobil ini benar-benar karena speknya yang absurd. Bodinya kecil, convertibel, tapi mesinnya 5.500 cc V8 dan ini adalah SLK generasi terakhir. Serta terakhir kali pula AMG itu menggunakan mesin naturally aspirated dan terakhir kali pula ada roadster seperti ini dengan mesin sebuas dan sebesar ini. Tapi apakah spek yang membuat saya membeli mobil ini itu terkompensasi dengan kelemahan-kelemahan yang ada di mobil ini? Makanya sekarang saya akan sampaikan ke Anda apa yang saya rasakan tentang mobil ini. Dan by the way, ini juga baru selesai ee dilapis ulang PPF. Jadi, yang sebelumnya itu kan PPF-nya hanya setengah ke depan jadi belang warnanya. sekarang sudah tidak blang lagi karena PP lamanya yang menguning itu sudah dicabut semua dan digantikan dengan fikur PP. Oke, kita akan mulai dari hal pertama yang saya rasakan dari [Musik] [Tepuk tangan] sebelum kita masuk ke hal pertama, kalau misalnya Anda perhatikan pada saat saya opening tadi, saya memakai sepatu yang berbeda dari biasanya. Anya. Nah, untuk menemani saya hari ini, saya pakai Ventella V23 sneaker klasic modern yang fleksibel buat segala aktivitas dan ini buatan Indonesia. Ini yang saya pakai ini adalah koleksi terbaru dari Ventella. Desainnya clean, retro inspired dengan pilihan warna yang timeless. Sekarang saya akan masuk ke hal pertama yang kurang saya suka terlebih dahulu. Yang pertama yang saya kurang suka sebenarnya adalah velegnya. Dan ironisnya sebenarnya ini veleg adalah penanda ini model yang lebih mahal. Karena kalau misalnya SLK 55 AMG biasa itu menggunakan veleg palang 5. Nah, yang dimasukkan ke Indonesia ini sudah yang performance package. Performance package termasuk juga velegnya yang menjadi palang 10. Jadi ini sebenarnya penanda trim yang lebih tinggi tapi secara model ini justru lebih ke arah elegan ketimbang sporty ya. Jadi agak ironis juga gitu ya. Ternyata eh veleg untuk model yang performance itu justru desainnya lebih elegan. Tapi ya itu kembali lagi ke masalah selera. Kalau saya lebih suka yang palang lima AMG palang 5 karena lebih cocok. Jadi enggak tahu mungkin nanti veleg yang originalnya bisa aja saya simpan. Saya coba ganti veleg lain yang palang lima atau kalau misalnya dapat veleg AMG yang palang lima mungkin saya pasang karena saya lebih senang aja modelnya. Tentu saja hal yang pertama yang saya sangat suka dari mobil ini adalah karakter dari mesin 5.500 cc V8-nya dan juga derumannya selalu tersenyum sendiri gitu. menyadari saya itu berada di sebuah roadster yang mungil yang ukurannya kompact tapi ketika digas Dan itu teredam kalau jendelanya kita tutup. Itu paling enak tuh kalau misalnya atnya dibuka atau misalnya dib jendelanya dibuka sedikit seperti ini gitu ya. Kita juga bisa buka jendela belakangnya seperti ini. Jadi ketika ketika kita ketika kita ngegas itu tuh itu bikin ketagihan mau nyetir sepanjang hari. gitu buat mendengarkan derumannya itu. Tenaganya sih mungkin enggak gede-gede amat ya, 420 HP tergolong tenaga yang biasa sekali dari sebuah mesin 5.500 cc V8. Bahkan Firady Znismo aja 3000 cc twin turbo bisa 420 HP. Tapi bukan masalah kencangnya. Kencangnya juga udah lumayan banget kok 014,6 detik. Tapi lebih ke teriakannya mesin itu ketika berakselerasi. Seakan-akan mesin itu menceritakan proses yang terjadi di ruang bakar dan langsung dikeluarkan lewat knalpot sehingga kita bisa mendengar gitu. Kita bisa mendengar letupan-letupan ruang bakar itu yang itu enggak didapat lagi di mobil zaman sekarang seperti mobil hybrid, plugin hybrid atau apalagi elektrik gitu. Usaha dari 8 silinder yang naik turun mengumpulkan energi menggerakkan mobil ini itu terdengar jelas di sini. Sehingga ada kesan mobil ini tuh anes gitu, jujur gitu. Bahwa untuk menghasilkan tenaga segitu inilah effort yang dia lakukan yang kita bisa dengar dari knalpot dan itu enggak ternilai harganya. Kemudian hal berikutnya yang saya kurang suka adalah pajaknya mahal. Ini mobil walaupun diregister tahun 2014, tapi ini sebenarnya mobil tahun pembuatan 2011. Artinya udah 15 tahun. Pajaknya lihat ini. PKB-nya aja Rp31.980.000 total dengan biaya lainnya. Ini tanpa denda ya, enggak ada denda. Rp32 jutaan per tahun saya mesti bayar. Ini mobil udah 15 tahun. Mobilnya juga enggak se enggak seberapa gede. Tapi mungkin karena mesinnya yang besar kali ya, jadi pajaknya gede. Dan memang ini di pemilik sebelumnya ini adalah progresif ketiga. Tapi artinya saya bayangkan kalau ini enggak kena progresif pun ini bisa di Rp20 jutaan masih. Apalagi kalau misalnya saya, saya sekarang udah progresif ke berapa belas. Wuh, wow. Bisa 6070 juta kali nih. Tapi ya kita lupakan progresifnya dulu. Tapi Rp2 jutaan kira-kira untuk mobil yang buatan 2011 ya cukup mahal. Hal berikutnya yang saya suka dari mobil ini adalah konsumsi BBM-nya. Loh, kok bisa? Ini mobil V8 NA. Kenapa bisa suka dengan konsumsi bahan bakarnya? Karena konsumsi bahan bakarnya tidak seboros yang saya kira. Jadi saya sebelum beli mobil ini tuh sudah mendapatkan sejumlah ini sejumlah e bocoran dari review-review di luar negeri bahwa ini adalah mobil V8 yang paling hemat. Karena mobil ini ketika kita cruising seperti ini, kita e mesin akan secara otomatis menonaktifkan 4 silinder. Jadi 4 silinder itu akan mati total. Dia tetap bergerak tapi mati total. Tetap ada pelumasan tapi tidak membakar bahan bakar sama sekali. Hanya 4 silinder. Dan itu ditunjukkan dengan tanda eco di sini. Dan ketika kita mau gas lagi, ah langsung derumannya berbeda. Dan dia 8 silinder jalan lagi. Ketika kita normal lagi cruising, dia akan, Mas. Nah, dia akan masuk ke 4 silinder lagi. Membuat mobil ini saya tes di jalan tol, dia bisa di atas 10 km/l. Bahkan kalau misalnya kita jalan konstan itu bisa di 12 13 km/l. Dan di rute kombinasi ketika kita bawanya normal gitu ya, bukan yang darah muda gitu ya, maksudnya kita bawa normal aja itu bisa dekat ke 10 km/l. Beda cerita kalau misalnya kita udah tarik-tarik ya dengan 8 silinder apalagi mode sport itu bisa borosboros banget. Tapi menyenangkan gitu loh bahwa ini mesin V8 yang bisa diajak untuk lumayan irit. Tidak irit-irit amat, tapi ini sangat irit untuk sebuah mobil V8. Bahkan ini saya pertama kali bawa mobil ini tuh bensin difulin oleh Evans Motor. Karena saya ngambil mobil ini dari Evans Motor itu sampai sekarang belum habis-habis ini. Jadi jalan kayak gini mode 4 silinder. Habis itu gas pindah ke 8 silinder lagi. Cruising lagi dia cepat langsung pindah ke 4 silinder lagi. Nah, di video pertama saya sempat ee ada Anda yang melihat dan saya juga kemudian lihat videonya ketika dari 4 silinder pindah ke 8 silinder itu ada asap tebal di belakang. Wow. Saya pikir mungkin ada trouble ya ini mobil ya. Karena setiap kali setiap kali pindah dari 4 silinder ke 8 silinder tuh ada asap. Tapi anehnya pada saat akselerasi tidak ada asap sama sekali. Dicek ke bengkel Mercy juga semua kompresi masih bagus. Dan kemarin setelah di video itu ada asep, saya tadinya mau bawa mobil ini lagi untuk diperiksakan. Siapa tahu ada sesuatu yang ee salah gitu ya, atau sesuatu yang rusak. Tapi ternyata hilang sekarang. Benar-benar hilang 100%. Mau 4 silinder 8 silinder enggak ada asap sama sekali. Jadi kemungkinan pemilik mobil ini sebelumnya tuh jarang sekali makai. Jadi ada residu-residu mungkin di ee ee knalpot yang itu kemudian keluar pada saat pertama kali saya pakai. Jadi sekarang sudah enggak ada masalah sama sekali. Saya bisa menikmati silinder de activation ini dan menikmati konsumsi bahan bakar yang tetap lumayan boros tapi irit untuk ukuran V8. Hal berikutnya yang saya kurang suka, bahkan mungkin saya tidak suka dari mobil ini adalah buka tutup atapnya yang benar-benar harus hampir berhenti. Lihat ini saya sekarang pelan. Saya cuman ini sekarang di jalur lambat ya. Saya cuman 20 km/h enggak mau di crris speed. Di crris speed udah tinggal 10 tuh. Masih enggak mau. Masih enggak mau. 7 km/h harus di bawah 5 km/h. Ini ini benar-benar menyebalkan memang ya. Buka atapnya itu cuman 16 detik tuh udah selesai gitu ya. Dan ketika atap terbuka ini bentuk mobilnya keren. Kemudian juga suara mesin juga terdengar lebih jelas gitu. Derumannya tuh asik sekali terdengarnya. Suaranya itu langsung kedengaran uh ada serak-srak gitu ya. Tapi itu effort untuk membuka tutup atapnya itu yang agak-agak menyebalkan. Misalnya nih lagi jalan seperti ini lagi menikmati suara tiba-tiba wah hujan. Waduh. Ini yang harus saya lakukan adalah pelan-pelan. Pelan sekali. Tidak bisa kencang. Harus 5 km/h. Aduh. Ee udah ini sih sama aja sama berhenti. Ini enggak ada bedanya dengan berhenti. Dan saya harus jaga kecepatannya terus karena begitu kecepatannya nambah dia otomatis berhenti. Dan itu buat saya pribadi agak menyebalkan karena eh roadster saya sebelum ini adalah Mazda Miata yang roadster yang tipe atap kanvas ya. Itu buka tutup cuma 2 detik dan itu bisa di kecepatan berapa aja. Tiba-tiba sekarang saya harus nunggu 16 detik dan harus hampir berhenti. Mungkin bisa dicoding ya, karena itu sebenarnya tinggal masalah bahasa komputer ee tinggal masalah pemrograman komputernya aja. Tapi saya memutuskan saya tidak mau meng-coding apapun mobil ini. Mobil ini akan saya biarkan standar seperti dari pabrik. Ya memang itu salah satu kelemahannya. Ya udah. Hal berikutnya yang saya suka dari mobil ini sebenarnya saya enggak duga-duga adalah kapasitas bagasinya. Mobil ini ukurannya enggak jauh dari Miata, tapi kalau kita buka bagasinya ini besar sekali. Ini koper medium saja bisa. Aksesnya juga gampang. Lihat ini ada lima pasang sepatu Ventella beserta boknya. Sepatunya tidak dimasukkan ke bok di luar bok. Ini masih bisa ditumpuk lagi di atasnya. Benar-benar kapasitas yang ee besar. Dan kalau kita mau lipat atapnya memang kita akan mengurangi bagasi ini. Kita harus tutup dulu traynya. Tapi di bawah sini juga masih cukup masih cukup besar. Sehingga ini mobil cukup praktis untuk sebuah roadster. Enggak nyangka dari body sekecil ini ada bagasi sebesar ini. Nah, sekarang karena saya memakai sepatu-sepatu dari Ventella ini untuk e display ruang bagasinya, sekalian saya sebutkan kenapa saya senang memakai sepatu ini. Padahal saya baru makai, itu nyaman. Jadi, yang langsung terasa di sepatu ini, di bagian dalamnya itu ada soft materialnya. yang kalau diinjak itu dia ee seperti ini mengikuti kontur kaki. Jadi, kita tuh seperti berada di sepatu tuh yang empuk, yang lembut. Dan ini bahannya juga e sangat bagus. Dia paduan antara PVC leader dengan suade. Kemudian dia juga memiliki bentuk yang keren serta di sini ada stiker 3M yang reflektif. Jadi, ini cukup aman kalau kita pakai malam hari kena sinar lampu mobil, dia bisa memantulkan e cahaya. Sepatu ini tersedia dari ukuran 36 sampai 44. Jadi, ya normal orang Indonesia ya. Tapi yang menarik adalah harganya. Walaupun kualitasnya bagus, bentuknya keren, dipakainya nyaman, harganya tidak sampai Rp350.000, Rp349.800. Dan sepatu ini mudah untuk didapat karena dia juga bukan versi limited nih, unlimited. Dan Anda bisa cari sepatu Ventella ini di reseller-reseller baik di offline maupun di marketplace online. Terus warnanya juga banyak. Jadi, Anda bisa menyesuaikan untuk kebutuhan Anda. Ada yang putih dengan sol putih, ada yang putih dengan sol coklat, ada abu-abu dengan so coklat, krem dengan sol coklat, atau hitam dengan so coklat. Dan untuk warna-warnanya juga Anda bisa lihat langsung di reseller-reseller mereka. Hal yang kurang begitu saya suka berikutnya adalah khas yang terjadi di Mercy di zaman-zaman itu. Bahkan masih terbawa sampai zaman sekarang. Yaitu ada dua. Pertama, setir ini agak offset ke kiri sedikit. Sedikit sih enggak jauh cuman 2 cm atau 3 cm. Tapi begitu kita udah menyadari hal itu, kita enggak bisa enggak notice hal itu, gitu. Iya. Memang setirnya agak ke kiri sedikit. Enggak enggak persis di tengah. Mungkin kalau misalnya ini mobil mobil yang bukan driver car gitu ya, masih bisa dimaafkan lah. Mungkin di mobil komersialnya Mercy. Tapi ini kan driver car yang kita expect setir itu tetap di tengah. Serta satu lagi yang khasnya Mercy yang terjadi itu adalah ventilasi AC selalu membuka sendiri. Ini tadi pas berangkat saya ee tutup ventilasinya, sekarang sudah membuka sendiri. Saya harus pencet lagi. Nah, itu setiap beberapa menit selalu membuka sendiri. itu menurut Mercy dibuat seperti itu untuk mengizinkan udara segar dari luar untuk masuk ke dalam kabin untuk meresirkulasi udara yang kotor di kabin akibat kita bernafas misalnya. Iya, udara segar gitu kalau di Eropa. Kalau di Indonesia dijamin lebih segar udara yang di dalam dibandingkan yang di luar. Apalagi pernah ee kejadian saya bawa Mercy itu membukanya persis ketika mobil itu lagi ngantri kemacetan di belakang truk sampah. Tiba-tiba dengan cerdasnya mobil itu membuka sendiri ventilasinya berharap udara segar dari sampah itu masuk ke dalam kabin. Nah, itu kurang menyenangkan dan itu juga terjadi di sini. Itu kelemahan bukan kelemahan SLK tapi kelemahan di Mercedes-Benz yang memang disengaja oleh Mercedes-Benz seperti itu. Kalau yang setir saya enggak tahu alasannya kenapa. Tapi kalau yang ventilasi AC saya tahu alasannya kenapa walaupun enggak cocok buat Indonesia. Hal yang saya suka berikutnya dari mobil ini adalah bantingannya. Eh, ketika kita membeli AMG, apalagi AMG-nya itu dalam wujud sebuah roadster, maka kita enggak akan mengharapkan bantingan suspensi yang nyaman. Memang mobil ini tuh enggak empuk-empuk amat, tapi untuk sebuah AMG ini adalah AMG paling eh paling nyaman yang pernah saya coba dan dibandingkan dengan SLK biasa ya enggak terlalu enggak terlalu jauh-jauh banget gitu ya. Memang kalau misalnya di garis kejut seperti di depan ini masih terasa ya. Tapi di jalan-jalan yang bergelombang tuh enggak yang seperti mobil yang TRK ready gitu. ada sedikit kompensasinya. Memang pengendaliannya itu bukan yang super-super presisi amat. Masih ada eh ada kelimbunganlah sedikit tapi enggak enggak jauh juga pada saat kita belok. Tapi itu masih acceptable dan rasanya orang ketika membeli SLK 55 AMG juga bukan untuk membawa mobil ini ke TRK, tapi lebih membawa mobil ini buat ching jalan-jalan sore ee sehingga pemberian suspensi yang masih lumayan lembut untuk sebuah AMG ini bikin itu adalah hal yang saya suka dari mobil ini. Tidak melelahkan ketika dibawa jalan jauh. Kekurangan satu lagi yang saya rasakan dari mobil ini adalah mobil ini tuh kalau lewat jalan yang agak rusak ya, e yang bikin sasis itu agak defleksi ya, itu ada bunyi kriet kriet kriet gitu kayak kayak mobil udah tua gitu. E ada mungkin kayak gesekan antara konsol atau panel plastik dengan panel kulit di ee interior. Tapi ternyata saya baca-baca referensi kondisi seperti itu memang sudah terjadi dari mobil ini saat baru. Itu karena mobil ini sasisnya tuh enggak rigit-rigit amat gitu. Jadi masih bisa fleksibel. Mungkin itu alasan juga kenapa mobil ini juga masih cukup nyaman. Tapi ya itu ketika kita lewat jalan yang agak bergelombang, yang memaksa sasis itu agak e defleksi gitu ya, ada suara ee kriet-kriet yang kedengaran jadi kayak kayak mobil agak murah gitu ya. Tapi ternyata itu memang dari awal seperti itu. Flash betat listr, satu lagi yang saya suka dari mobil ini adalah option yang dipilih oleh Mercedes-Benz Indonesia karena mobil ini adalah mobil dari APM resmi, tapi speknya itu sudah menggunakan spek yang lumayan tinggi. Seperti saya bilang tadi, veleg dan big bracket-nya itu dari performance package. Kemudian audionya sudah Harman Cardon. Jadi ee bisa masih bisa di-upgrade, bisa lebih dahsyat lagi. Tapi tanpa perlu di-upgrade pun ini sudah lebih dari cukup suaranya, bassnya, detailnya itu sudah bagus. Kemudian karena option-nya mobil ini lumayan tinggi, dia juga sudah menggunakan jam dari iWC. Itu adalah merek jam premium. Kalau di SLK yang tipe standar itu bukan termasuk salah satu option yang dipasang. Kemudian juga ada air scarf. ini area ee adalah ee penyembur udara hangat ketika kita membuka atap. Ya mungkin enggak kepakai di Indonesia. Tapi siapa tahu sekali-kali saya ke daerah puncak gitu ya pakai mobil ini dingin ini ada air scarf-nya itu kanan. Nah, tapi sayang ada satu option yang tidak dipasang di mobil ini adalah Magic Sky. Kalau apa? Magic Glass ya. Pokoknya itu kaca yang di atas ini yang bisa gelap, bisa terang hanya dengan sentuhan tombol bikin mobil kelihatan lebih mahal. Tapi ya di mobil ini enggak ada. Tapi option yang lainnya eh hampir lengkap semuanya dipasang oleh MercedesBenz Indonesia bikin mobil ini terasa seperti memang versi lebih spesialnya daripada SLK 55 AMG biasa. Suara Cold start mobil ini juga menyenangkan untuk didengar seperti ini. juga dalam keadaan netral ketika kita gas-gas juga suaranya wah seperti orang yang ukuran tubuhnya mungil tapi suaranya menggelegar seperti Ah ya. Jadi itulah kelebihan dan kelemahan dari Mercedes-Benz SLK5 AMG ini. Ya, namanya setiap mobil pasti ada kelebihan, ada kelemahan. Tapi tidak menyesal sedikit pun saya membeli mobil ini. Bahkan saya bersyukur bisa mendapatkan satu produk legendaris dari AMG mesin V8NA mereka yang sekarang sudah tidak diproduksi lagi dan rasanya sulit untuk mencari mobil dengan konfigurasi seperti ini lagi. Dan juga kalau Anda perhatikan dari tadi hari ini saya syuting ini ditemani oleh sepatu Ventella V23. Sepatu buatan Indonesia yang bentuknya keren, kemudian dipakainya nyaman, dan harganya terjangkau. Hanya Rp349.800 e. Bentuk dan desainnya itu clean, retro inspired, nyaman, stylish. Materialnya juga lumayan premium. Kemudian juga dengan detail rapi dan fleksibel buat dipakai ke berbagai acara. Apalagi sepatu ini juga tidak limited, unlimited. Jadi, Anda dengan mudah bisa mendapatkannya kalau Anda mau coba di reseller-reseller mereka, baik di offline maupun di online. Untuk info lebih lanjut mengenai sepatu ini, Anda juga bisa follow dan DM Instagram mereka di @ventella shoes. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan video ini. nanti kalau misalnya ada hal-hal lain mengenai mobil ini, karena mobil ini saya rencanakan untuk di ee rawat terus dan semoga sih enggak ada trouble ya. Tapi kalau misalnya ternyata nanti ada sesuatu, ada trouble atau saya bikin perjalanan tentang mobil ini, insyaallah nanti saya akan bikinkan videonya juga. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Tidak lupa teriring doa saya bagi Anda pecinta otomotif. Jika Anda memiliki mimpi ingin memiliki satu mobil tertentu, semoga dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala. Tapi ingat, selalu cari rezeki dari cara yang halal. Jangan menghalalkan segala cara dan jangan lupakan sedekah. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitra Eri jika Anda belum. Follow Instagram saya @vitra. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye. Oke, sebelum kita tutup video ini, tadinya saya sudah mau menutup video ini karena sudah ada lima kelemahan dan lima kelebihan menurut saya. Tapi ada satu lagi yang saya baru notice dan kayaknya sayang kalau enggak dimasukin di video ini. Ini adalah lihat ini konsol tengahnya tidak bisa dibuka sama sekali. Ini enggak bisa dibuka. Saya pikir rusak tapi ternyata tidak tahu penyebabnya apa. Karena pintunya terkunci. Begitu kuncinya terbuka seperti ini, dia bisa membuka normal. Jadi ketika Anda mengunci ee pintu Nah, sekarang saya mau coba juga ininya nih. Coba lacinya Revi bisa buka enggak, Rev? Kekunci juga. Begitu kita buka sekarang dia bisa kebuka enggak? Wow. Itu adalah fitur eh keamanan ya, bukan keselamatan tapi keamanan. Jadi kalau mobil kita dipecahin orang kacanya atau kita parkir dengan keadaan terbuka seperti ini, e kita kunci aja mobil, barang-barang berharga di laci itu dia akan aman terkunci, tidak bisa dibuka kecuali ada kunci mobilnya. Tapi kalau kita lagi berjalan kan dia juga akan mengunci otomatis kan. Tapi kalau misalnya kita lagi dalam kondisi berjalan, dia mengunci, kita tetap bisa membuka. Dia hanya mengunci kalau misalnya kondisi mobilnya mati dan kita kunci dari luar.
