Jungkat

Gak di HPnya gak di laptopnya, ngerusak pasar teruuuus !! Tecno Megabook T1 (YouTube Video)

  • 17/10/2025

Ini laptop bikin kita jatuh cinta. Bukan cuma harganya aja yang murah, tapi semuanya bikin kita geleng-geleng kepala. Dan kalau kalian minta ke orang tua, pasti mereka akan ngomong, "Iya, soalnya dipakai desain bisa, render bisa, untuk nge-game juga aman tanpa kendala." Ya udahlah ya, enggak usah terlalu banyak bertutur kata. Selamat menonton pejabat yang pandai beretorika. [Musik] Hai Andika, guys, di sini kenalin ini adalah tekno megabook T1. Lah, bukannya udah pernah review ya, Bang? Beda ya. Kalau yang dulu itu yang varian Intel CoreF seri High Performance yang harganya R jutaan. Kalau yang ini versi AMD yang harganya lebih terjangkau. Pas kita buat video ini ya, harganya itu untuk yang varian 8 GB 512 itu di Rp6.200. Kalau yang 16 GB 512 di Rp6.400. 400. Jadi selisihnya sekitar Rp200.000. Nah, di harga pas kita syuting ini ya kompetitornya ada dari brand lokal ya Axio Hype 5 itu dia pakai Ryzen 5 7430 U juga harganya itu untuk yang 16 GB Rp6.99.000 selisihnya sekitar Rp400.000 lah. Berarti worth itiu dong, Bang. Enggak bisa ya kalau cuma dilihat dari perspektif itu aja enggak bisa karena kalau kita lihat si AXI SSD-nya itu dia pakai 256 plus untuk layarnya si AXO memang udah IPS full HD tapi pas kita tes dia cuma dapat sekitar 50-an sRGB. Sementara Techno di baternya ini aja udah tertulis 100% sRGB 350 nit. Cuman pas kita tes sih dia agak meleset ya dengan 92% SRGB. Tapi selisih 8% ya masih okelah ya. Jadi dengan selisih berapa tuh? Sekitar R00.000. R000 kita dapat layar dan juga SSD dua kali lipat. Tapi kalau misalkan kalian carinya yang high performance bukan baterai yang awet ya pilihannya di harga segitu yang belum masuk akal atau belum ada lawan sih tetap advance dengan Ryen 5 6600 H-nya ya itu di sekitar Rp6.600 atau Rp6.700. Cuman sekali lagi enggak bisa kita cuman lihat dari sisi dapur pacu, prosesor RAM dan juga SSD aja enggak bisa. Kita juga harus lihat dari angle yang lebih luas. Terutama kalau seri itu pasti baterai. Jadi, gimana soal desain, baterai, fitur, performa, dan lain-lainnya? Kita bahas dulu dari sisi desain, ya. Soal desain, jujur saya suka banget sih dengan desainnya Tekno Megabook ini. Dia bahan materialnya pakai full aluminium, full metal. Jadi, semuanya ketika dipegang itu feel-nya premium dan dingin di tangan. Kesan luksurinya jadi dapat walaupun memang secara desain agak mirip-mirip ya, kayak brand CH juga, kayak contohnya Infinix, bahkan sama Advance pun juga mirip-mirip. Paling bedanya di bagian kiri kanan layar itu kayak ada sedikit kayak tonjolan atau jambul yang jujur entah gunanya untuk apa, mungkin untuk lips atau mulut kalau misalkan kita buka laptopnya biar lebih gampang ya. Tapi kan biasanya ada di tengah ya, ini ada di pinggir. Tapi ya it's ok lah ya buat pembeda. Coba ya. Saya pengin tahu kalau misalkan kita buka dari lips-nya ini enggak enak loh. Padahal ya harusnya sih jambulnya di tengah dan di bagian tengahnya pun juga udah disediain lips untuk kita membuka dengan mudah dan dia bisa dibuka dengan satu tangan plus bisa 180 di relay buat presentasi. Di bagian belakang ada logo Tikno dan kalau laptopnya terbuka kayak gini menurut saya sih saran saya buatno mungkin beach atau stikernya diminimalis lagi ya. Karena kalau kayak gini terlihat terlalu ramai. Kalau terlalu ramai itu ya selera sih ya. Kalau menurut saya sih terlalu ramai gini kayak kesannya jadi murah aja gitu. Lanjut, sekarang kita bahas untuk spesifikasi dan juga performanya. Jadi spesifikasinya seperti yang saya bilang tadi, dia pakai Ryzen 5 7430 U yang artinya ultra low performance yang artinya memang dia mengedepankan efisiensi biar baterainya lebih awet dan jelas lebih awet dibandingkan seri H. Tapi seri H itu menang kencang. Prosesor ini punya 6 core 12 trad dengan turbo boostnya ada di 4,3 GHz dengan arsitekturnya itu Zen 3. Lanjut untuk RAM-nya. Dia kan ada 2 SKU ya dan yang kita bahas ini RAM-nya yang 16 GB. Nah, menurut saya mending beli yang 16 GB aja karena selisihnya cuman berapa tadi? Sekitar Rp200.000. Karena RAM-nya ini enggak bisa di-upgrade, dia pakai LP atau solder. Jadi saran saya mending beli langsung mentok yang 16 GB karena kalau udah beli yang 8 GB LP di solder enggak bisa upgrade lagi. Terus untuk SSD-nya yang 1/2 TB ini dia pakai NVMi Gen 3 yang speed-nya juga lumayan kencang diit-nya itu hampir 3.500 500 Mbps wide-nya di 2.500 Mbps yang menarik walaupun dia seri U tapi tuningannya tekno ini cakep loh ya kencang dan enggak trotel kita coba dulu di benchmark sintetis ya di R15 kenario plugin atau pakai adapter single core dia dapat 215 multiore-nya stabil di kisaran ya 1100 sampai 1300 poin lah. Nah, ketika enggak pakai adapter karena ini seri U memang harusnya seri U itu enggak ada penungan performa kalau tanpa adapter atau batery only. Dan hasilnya single core ya. Single core sih turun tapi enggak banyak ya 175. Tapi untuk multiore-nya sama dengan mode plugin tadi di kisaran 11.000 sampai 12.000 poin. Di R23 juga sama baik mode skenario plugin atau not plugin. Dia enggak ada penurunan performa yang signifikan dan hasilnya kalian bisa langsung cek aja chart yang ada di sini. Nah, kalau kita lihat performanya di suhu ketika R15 mode plugin tadi, suhunya itu bisa spek sampai 100 derajat celcius dan untuk powernya di 25 watt. Seperti biasa, Cine Bandch emang kayak gitu ya, dia spek-spek aja. Sekarang kita coba dulu untuk rendering deh. Rendering pakai Adobe Poo dengan template yang memang biasanya kita pakai untuk export ke 4K. Untuk Ryzen 5 yang seri U surprisingly ini cukup kencang ya dengan Xort 4K dia cuma selesai dalam waktu 6 menit 13 detik. Asio seingat saya itu masih sekitar 8 menit lebih. Jadi dia lebih kencang. Terus untuk yang full HD lebih kencang lagi 4 menit 25 detik. Terus kalau kita coba untuk render blender dengan template BMW 3D rendering, apakah kuat? Ya kuat sih dengan waktu yang juga lumayan kencang kok. CPU rendernya di 6 menit 12 detik. GPU rendernya ya karena dia pakai IGP jadi mirip-mirip 6 menit 46 detik. Nah, untuk Premiere Pro tadi suhunya itu terjaga di 70 derajat Celcius dan untuk power-nya terjaga di antara 20 watt terus dibanding lagi ke 16 wat. Kalau untuk blender, CPU rendernya awal-awal dia bisa nyentuh di 90 sampai 95 derajat terus dibanting di 85 derajat celcius dan power-nya awalnya naik 20 watt terus dibanting di 15 watt. Jadi kalau kita lihat dari power-nya memang dia kayaknya ngejaga di 15 watt tapi kalau misalkan dibutuhkan dia bisa expand lagi sampai 20 watt. Lanjut untuk gaming. Walaupun sebenarnya dia bukan laptop gaming karena Tekno Mega Bukti One ini lebih untuk produktivitas medium lah ya. Ngetik-ngetik sambil editing ringan. Tapi kalau kalian mau gaming masih bisa. Contohnya di game Valoran dia dapat average FPS di 146, maksimumnya bisa tembus 202. Dropdropnya cuma di 119 FPS dengan grafik rata kiri resolusi full HD. Dota 2 dengan settingan yang sama juga masih bisa dengan average IPS 74 maksimum bisa tembus 114 drop-dropnya di 68. Nah, kalau kita naikkan game-nya game triple Aering wave contohnya average FPS dia gak sampai 30 sih ya dengan 28 aja dan drop-dropnya bisa sampai 21 FPS. Jadi saran saya kalau main game ya game yang CPU bon aja, jangan game yang butuh dedicated GPU karena dia enggak punya dedicated GPU. Tapi yang saya mau highlight di suhunya sih ketika main game Valoran suhunya itu stabilnya cuma di 70 derajat Celcius dengan power yang dibanting lagi di 15 wat. Ini bukti berarti memang Tikn pengen laptop ini tuningannya itu gak terlalu yang kencang yang jadinya efisien. Karena untuk baterainya, baterainya ini lumayan gede ya. Untuk sebuah prosesor seri U ada di 75 wat hour. Jarang-jarang laptop 6 jutaan itu 75 wat hour. Dan ketika kita tes pakai PC Mark 10 dengan modern Office, dia bisa 15 jam 27 menit dengan settingan brightness 50%. Nah, ini saya coba tarik datanya Advance Ryzen 5 6600H yang pernah kita review modern Office itu di 6 jam 32 menit. Jadi selisihnya 2 kali lipat lebih. Tapi kalau dibilang kencang mana ya jelas kencang Advan dengan Ryen 5 6.600 hanya high performance. Jadi ya pilihannya tergantung kalian. Kalian pengin laptop yang baterainya awet atau laptop yang baterainya kencang tapi ya baterainya jadi kurang awet. Kalau untuk lock data realnya pas kita coba tes ya, YouTube 10 menit dia cuman berkurang 1%, terus browsing-browsing 10 menit cuman berkurang 2%, gaming 10 menit cuman berkurang 5%. Ini termasuk salah satu laptop yang awet yang pernah kita review. Terus kalau kita tes sesuai kodratnya kayak Office contohnya, PowerPoint 150 slide, kita export ke PDF, dia cuma selesai dalam waktu 14 detik. Excel randomis data yang large cuma selesai dalam waktu 62 detik. Nah, sekarang kita masuk ke bagian layar. Layarnya ini surprisingly saya suka ya karena layarnya ini agak unik di kelas 6 jutaan. Dia pakai golden ratio 16 bayarnya IPS dan color akurasinya ini loh dia dapatnya itu di 92% sRGB. Adob RG-nya 79,1%, P3 76% dan brightness-nya udah hampir sesuai klaimnya ya 335 nit ya, selisih 15 nitz okelah. Dan untuk laptop 6 jutaan di atas 300 nits itu udah oke banget. Jadi kalau misalkan di bawah outdoor, kita enggak usah kayak wah harus cari tempat yang teduh dulu untuk lihat layarnya. Enggak perlu. Input device kayak keyboard dan touchpad-nya saya juga suka. Pembilihan fontnya itu elegan, enggak yang Nora. Jadi mirip-mirip font-nya MacBook. Tombol power-nya juga udah memisah dengan keyboard. Dan tombol power-nya juga udah include sama fingerprint sensor. Jadi kalau mau login ke Windows Hero gampang. Keyboard-nya juga udah tactile empuk dengan travel distance yang pas buat saya. Plus dia juga udah ada backlit keyboard dengan empat tingkat kecerahan brightnessnya. Biasanya kan tiga doang, ini dikasih empat ya. Nice to have aja sih. Turun ke bawah ada touchpad yang ukurannya jumbo, posisinya senter sama body. Dan walaupun jumbo dia ada pump race rejection juga. Jadi kalau misalkan kalian ngetik-ngetik terus touchpad-nya kegeser-geser aman. Paling ya di sebelah touchpad ini yang saya enggak suka ya. Sekali lagi stikernya terlalu banyak. Untuk konektivitas lengkap ada tiga buah USB type A, ada type C, HDMI, sampai micro SD pun ada. sayangnya yang absen itu adalah input RJ45 ya atau lat karena memang secara dimensi dia lumayan tipis kayaknya agak susah kalau misalkan harus masukin input RJ45 tapi kita bisa pakai dongle karena untuk ketebalannya itu di 1,48 cm dan bobotnya di 1,48 kg bisa sama gitu angkanya ya. Yang unik chargernya. Chargernya seperti kayak di bat-nya ini dia punya teknologi gun namanya. Gun itu teknologi kaskus jadi agan-agan beda ya. Gun itu galum nitrit. Jadi dia bisa bikin adapter yang harusnya gede jadi kecil. Nah, kalau chargernya kecil enak untuk dibawa ke mana-mana dan pastinya udah support sama type C. Chargernya ini bobotnya cuman 100 gr loh. Jadi kalau dibawa sama laptopnya ya kira-kira 1,5 kil lah. Masih entek. Terus untuk speakernya atau audionya cukup impresif. Frekuensi lu atau bassnya masih cukup kerasa. Tapi yang juara kualitas mid atau vokalnya sih lumayan mantap. Kira-kira seperti ini suaranya. Nah, dari tadi kan kita ngomongin bagus-bagusnya aja ya, tapi ada hal yang dipangkas atau dikompromosi sama tekno biar harganya itu lebih terjangkau. Tapi pemangkasannya ini menurut saya masih oke lah, yaitu Wii, cib wifi-nya dia pakai Wii 5. Kalau di Indo enggak masalah lah, karena untuk provider yang jaranglah provider yang punya WiFi 6, WiFi 5 okelah dan Bluetooth-nya memang bukan Bluetooth yang paling baru. Bluetooth-nya itu di versi 4.2 dua. Tapi buat saya pribadi, Wii enggak masalah. Bluetooth pun juga enggak masalah. Yang kedua, ya sayangnya dia enggak bisa upgrade RAM ya. Tapi ya saya saranin tadi harus beli yang langsung 16 GB karena selisihnya cuma Rp200.000. Karena R00.000 itu kalau kita beliin RAM 8 gig juga enggak cukup apalagi ini diolder ya. Jadi saran saya sih langsung ambil aja yang 16 GB. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Tchno Megaabukti One yang harganya pas video ini dibuat ya. Jadi kalau misalkan harganya ada naik, tolong jangan salahin saya. Tadi kan udah saya kasih bukti screenshot tuh harganya pas video ini kita shoot. Harganya itu ada di 6.200 untuk yang 8 gig, Rp.400 untuk yang 16 GB. Dan di kelas harganya memang ya saingannya ya seperti yang sebel tadi Axio Hype 3. Terus kalau misalkan yang seri H itu ada Advance yang Ryzen 6 eh Ryzen 5 6600H. Nah, sekarang pilihannya kembali ke kalian. Kalau untuk sama Axio sih selisih Rp400.000. Jujur saya pribadi bakalan pilih tekno ini ya. Karena selisih Rp400.000 R kita dapat SSD dua kali lipat plus layar yang color akulasinya lebih luas. Cuman kalau dibandingkan dengan Advance ya, Advance ya kalau saya sih bakalan beli Advance karena saya butuh performa yang kencang. Tapi kalau kalian butuhnya baterai yang lebih awet bisa 15 jam lebih sementara advan cuma 6 jam, ya si Tekno Megabuk T1 ini dengan harga Rp jutaannya belum ada lawan kalau kalian carinya baterai dan juga fitur-fitur yang udah saya sebutin tadi. Saya dikasih and see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube