Gak Nyangka Laptop 2-in-1 Bisa Gini ?! Acer Travelmate P4 Spin 14 AI (YouTube Video)
Laptop 2 inone biasanya identik dengan satu hal. Fleksibilitas yang harus dibayar dengan kompromi. Kita bisa dapat laptop sekaligus tablet, tapi harus rela kehilangan sesuatu di performa, konektivitas atau durability. Nah, yang satu ini malah enggak ada kompromis. Tapi apakah benar seperti itu atau cuma sekedar halu? Ya udah enggak usah Favivu. Selamat menonton warga Desiu 1. [musik] Hai Andika, guys di sini. Di video kali ini saya akan bahas Acer Travel Made P4 Spin 14 AI laptop 2 inone yang nyaris enggak ada kompromi. Mulai dari port yang lengkap, bodinya yang kuat, dan bahkan punya stylus yang bisa disimpan di bawah laptopnya. Mirip Indomie pakai telur lah. Komplit nice. Cuman di balik kesempurnaannya masih ada kompromi yang ada di laptop ini. Apa aja itu? Yuk kita bahas. Acer Travelmid P4 Spin 14A ini pakai prosesor Intel Core Ultra 7 Series 3 356H dengan total 16 core dan max turbo frekuensi di 4,7 GHz. Sesuai dengan nama laptopnya ada kata AI-nya. Jadi pemrosesan AI itu gak mengganggu CPU dan juga GPU-nya. Karena laptop ini udah punya dedicated NPU sampai 50 tops dan berguna banget buat jalanin fitur yang butuh neural processing kayak on device, contohnya kayak Windows Studio Effect dan fitur-fitur lain yang ada di copilot plus PC pada umumnya. Untuk performanya sendiri pas kita tes gokil di sini BCH R23 di mode skenario rata kanan dengan dicas single core dia dapat 1814 dan multiore-nya kalian coba lihat tabel ini running pertamanya itu Rp14.000 terus stabil di antara 12 sampai Rp3.000. Nah, yang menarik ketika mode on batery [musik] enggak dicas, enggak ada penunan performa yang gimana-gimana dengan single core-nya itu di 1866 malah lebih kencang dan multior-nya tetap stabil di 12.000-an. Kalau untuk suhunya pas kenario rotak kanan dengan adapter tadi di 90-an derajat celcius spike-nya. Dan untuk power-nya itu spike di 50 watt awal-awal yang pas tadi 13.000 terus turun ditahan di sekitar 25 watt. Dan kalau mode on bater dia spek di antara 85 sampai 90 wat dan power-nya itu tetap di 25 watt. [musik] Dan kalau kita lihat dari sini memang kayaknya limitnya di 25 watt biar laptopnya ini enggak cepat panas dan baterainya enggak cepat habis. Tapi 25 watt dapat angka sekitar 12.000-an. Ribuan di CD Bench R23 itu udah kencang untuk laptop 2 inone. Dan berkat limitasinya tadi kalau kita tes di Mark dengan Time Spice 3 test yang artinya itu di loop sebanyak 20 kali, dia lolos dengan skor 99,2%. Kalau untuk skor lain kalian bisa lihat di sini untuk time spy, firestrike dan juga solar B-nya. Sedangkan dari sektor memori di tengah komponen memori dan juga N Flash storage ini mahal, Acer tetap ngasih RAM yang gede 32 GB dengan DDR5 dual channel lagi ya. Terus kalau untuk storage-nya kita juga langsung dikasih 1 TB dengan kecepatannya itu di read hampir 7.000 Mbps Wright-nya hampir 6.000 1000 Mbps. Terus buat kalian yang suka rendering Adobe Premiere Pro contohnya ya, kalian export 4K dengan template yang memang bisa kita pakai itu dia bisa selesai dalam waktu 3 menit 12 detik aja. Kalau full HD lebih kencang lagi 2 menit 43 detik. Untuk rendering 3D yang pengin belajar-belajar 3D bisa juga renderingnya CPU render dia selesai dalam waktu 2 menit 52 detik. GPU render 1 menit 2 detik. Dan untuk char-cartnya kalian bisa lihat di sini untuk Perm Pro dia cuman butuh sekitar 20 watt. Tapi kalau untuk blender awal-awal dia naik di 45 watt terus dijaga lagi di 25 watt. Lanjut kita tes buat gaming. Walaupun sebenarnya ini bukan Acer Predator, bukan Acer Nitro, tapi karena dia prosesornya nih kencang seperti di ser Bench R23 tadi. Jadi kalau kalian gunain untuk game-game yang masih CPU base, contohnya kayak Valoran kalian lihat aja chartnya ini masih aman. Padahal ini dengan resolusi natifnya [musik] ya di 2,8K. Dota juga aman dengan average 40 fps masih playable Cyberpunk dengan settingan grafik high tapi ini dengan catatan frame gen-nya di 4 kali ya terus Intel XS SR performance-nya juga nyala. Dia dapat average FS di 49 dropdropnya cuma 43. Wering wave juga sama playable juga padahal resolusi native-nya ya tapi ya MFG-nya nyala. Dan dengan performa yang kencang dan masih playable untuk bahkan untuk main game Cyberpunk tadi ya. Baterainya sebenarnya enggak gede, enggak yang 99 watt hour, tapi dia di 65 watt hour. Tapi ngomongin dayaan baterainya, karena prosesornya ini efisien dan Ecer juga tuningnya bagus untuk sistem cooling. Jadi untuk baterainya pas kita tes di PC Ma 10 modern Office, dia bisa bertahan 11 jam 42 menit. Nah, kalau kalian kerja biasanya kan 8 jam ya, kalau hampir 12 jam. Jadi kalian masih bisa kerja 1 hari setengah lah. What? [musik] Cuman emang ada kompromisinya ya. Biasanya lapton itu kan dia tipis dan juga ringan. Nah, untuk Acer travel mid ini travel mid yang berarti dia teman travel sebenarnya. Nah, untuk travel bisa dibilang ini agak lumayan berat dan agak lumayan tebal dengan ketebalannya itu di 16,9 mili bobotnya sekitar 1,3 kg. Terus dia juga udah punya military standar dengan STD 810H yang berarti laptop ini udah teruji soal ketahanannya. Dan karena namanya laptop 2 inone ya, jadi dia bisa jadi mode laptop, tablet, dan laptop ini bisa kalian lipat sampai 360 derajat. [musik] Tapi ya memang untuk ngejar performanya tadi laptop ini kalau kalian bandingkan dengan laptop 2 ininone lain bahkan dari Acer 2 inone yang lain pun dia tergolong lumayan heavy. Tapi dengan tebalnya tadi laptop ini bisa jadi travel mate buat kalian yang suka banget dengan port karena portnya ini lengkap banget mulai dari sebelah kirinya HDMI type A dua buah USB type C terus di depan ada micro SD reader terus ke sebelah kanan ada type E ada combo jack audio. Dan terakhir, lubang yang udah jarang di laptop two inone, lubang RJ45 atau input L. Port ini kepakai banget. Apalagi kalau kalian itu kerjaannya mungkin teknisi atau kalian itu trader yang butuh benar-benar koneksi yang stabil, enggak boleh ada delay ataupun latency sama sekali. Jadi, kalian enggak perlu beli USB hub, mending uangnya buat beli kopi sambil overthinking. Kenapa kerjaan enggak habis-habis tapi gaji tetap? Ya, itu overthinking yang paling enak itu sambil minum kopi. Enggak ketinggalan Eser juga ngasih kita active stylus pen buat bikin coretan atau nulis-nulis. Ukurannya sih kecil ya. Dan dari segi experience-nya sih enggak senyaman ketika kita pakai stylus yang normal. Mungkin buat sebagian orang stylus ini akan kerasa kekecilan dan enggak nyaman buat dipakai gambar. Tapi ternyata stylus ini kenapa kecil? Karena untuk disesuaikan di body laptopnya. Jadi kalau udah enggak dipakai, kita bisa taruh aja di tempatnya langsung ya. Tapi karena kecil mungkin butuh penyesuaian lah ya. Apalagi tangannya yang gede-gede kayak saya gini. Pennya-nya tadi dibuat untuk ngoperasiin layarnya yang wah secara resolusi 2,8K, touch screen 14 inch dan pakai panel IPS. Dan pas kita tes pakai Kalman srb coverage-nya itu 95,5% dengan volume 105,2%. P3-nya di 73,9% dengan brightness hampir 400 nitz. Ya walaupun belum 100% sRGP ya, tapi selisihnya cuman 4, sekian. Dan kalau kita lihat di bagian warnanya itu udah mendekati natural. Warna yang dihasilkan laptop ini udah cukup buat pemakaian content creation casual dan enggak bakalan bikin klien kalian marah-marah. Karena kalau misalkan enggak 100% sb kalian gambar tomat yang harusnya tomatnya itu segar, pas sampai ke klien tomatnya pucet. Itu bukan berarti karena kerjaan kalian kurang sebenarnya. Tapi layar kalian aja yang pakai TM. Terus di atas basel-nya terdapat webcam 5 megapel dan ada infrared yang udah support sama Windows Hilo. Jadi kalau kalian pengen login bisa pakai Face ID aja dan enggak ketinggalan. Ada fitur andalannya yang namanya purified voice dan purified [musik] view yang bisa kalian pakai pas meeting biar suara bising atau noise bisa teredap. Nah, untuk footage-nya dan kualitas mic-nya langsung aja sama Azura biar kalian enggak bosan nontonin saya. Oke, ini adalah Camela webcam-nya dari Asm Spin P4. Nah, ini dia udah ada Windows Studio Effect-nya. Jadi, kita bisa nyalain auto flaming. Ini auto flaming-nya jalan. Nah, tuh. Terus habis itu ada background effects juga ada potlate blur sama standard blur. Terus dia juga ada yang pufied voice yang bawaannya si esel nih. Kalau kita nyalain ini kondisinya sekarang ini minim suala sebenarnya di belakang tapi ada suala dari AC sama ada suala olang makan. Nah ini kalau kita nyalain. Nah ini kalau semisal kita nyalain yang mikrofon effects-nya itu untuk personal call. Terus habis itu ada juga yang confence call. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Acer Travel Made P4 Spin 14 AI ini yang menurut saya memang membuktikan kalau ini adalah laptop two inone yang [musik] ya masih ada kompromi. Tapi komprominya ini bisa ditoleransi karena dia bisa kasih kita port yang lengkap. Jarang loh ya ada laptop 2 inone yang punya port selengkap ini. Bahkan input L masih ada. Laptop yang gak 2 inone aja itu udah jarak. Terus dengan bodinya yang gede ini kita juga dapat ketahanan militer standar 810H. Selain itu performa Intel Call Ultra 7 356H yang dikombo dengan RAM 32 GB dengan storage 1 TB yang kencang itu tadi. Seperti yang kalian lihat di hasil tes-tesnya ini untuk laptop 2 in1 tergolong kencang di kelasnya. Dan penurunannya ketika SBCH R23 pakai adapter dan enggak pakai adapter [musik] itu cuma sekitar 8% aja. Pennya juga oke karena bisa disimpan dan dicas langsung di dalam body. Jadi kita enggak perlu ribet ngecas pennya secara terpisah. Ditambah lagi garansi 3,3,0 artinya garansi 3 tahun untuk suku cadang, parts 3 tahun untuk jasa, dan non onside dengan jangkauan 106 service center yang udah tersebar di seluruh titik di Indonesia. Dan seperti biasa, karena ini laptop garansi resmi Acer, bukan barang PI, bukan kalau kalian lihat di marketplace ada garansi distributor itu biasanya gak ada Windows 11 dan Office-nya. Nah, ini udah include. Jadi istilahnya kalian tinggal pakai aja. Cuman karena ya dia dibikin tebal dan agak berat komprominya yaitu tadi ya bobo-nya kalau kalian bawa travel mid ya jadi agak lumayan walaupun cuma 1,3 kg aja sebenarnya tapi untuk kelas Lin1 masih tergolong berat. Terus stylus-nya ukurannya buat tangan [musik] saya terlalu kekecilan. Jadi ya butuh adaptasi mungkin sekitar 3 sampai 5 hari lah. Kalau ditanya siapa yang cocok pakai laptop ini ya bisa [musik] aja buat network engineer, teknisi IT, pekerja lapangan atau profesional corporate yang sering mobile tapi tetap butuh colokan LAN serta colokan proyektor tanpa repot bawa dongle lagi. Karena untuk USBC-nya juga udah support sama display port. Tapi kalau kalian adalah animator, desainer grafis yang berat banget, rendering 3D yang berat banget, ya gak bisa sih cari aja laptop Acer yang lain. Mungkin predator bisa atau workstation Acer yang lain. Kalau untuk harganya pas video ini dibuat saya belum tahu berapa jujur aja. Jadi nanti mungkin saya update di pojok kiri video ada link pembeliannya dan juga deskripsi. Tapi Acer sih biasanya enggak semahal brand yang itu loh ya biasanya ya. Jadi kalian cek aja di bawah. Budi and see you on the next video. Bye bye.
