GAK NYANGKA! Laptop bisnis bisa seasik ini... | Review ASUS ExpertBook PM3 (YouTube Video)
Akhirnya gua kebagian juga buat review laptop bisnis Ases. Ini adalah Expert Book PM3. Dia bukan cuman cantik, dia strong, dia powerful, dan dia juga punya fitur keamanar enterprise. [musik] Ayo kita bahas semua. Pertama pegang gua langsung tahu kalau laptop ini bakal menyenangkan buat kita yang punya mobilitas tinggi. Dia punya dimensi yang kompact, tebal ya cuma 1,8 cm dengan bobot 1,4 kg. Bodinya full aluminium, makanya pas dipegang-pegang tuh kerasa banget premiumnya. Warnanya juga cuman ada miss gry yang kayak gini. Gua suka warna greya tuh cerah. Dia close ke warna silver. Dia juga punya finishing sandstone yang buat kayak ala-ala berpasir gitu. Laptop ini sangat mudah untuk dibuka menggunakan satu tangan. Katanya ini udah ciri khas laptop premium ya, tapi sendiri ini kerasa sangat premium dan exelnya sendiri bisa direbahin sampai 180 derajat. Kalau kita lihat di sebelah kiri, di sini ada dua USB type C 3.2 Gen 2 yang support power delivery display port sekalian menjadi port charger untuk laptop ini. 1 HD S HDMI TDMS 2.1 1 USB tipe A 3.2 gen 1, 3,5 mm combo jack audio. Di sebelah kanan satu canon lock, satu LAN RG45 dan 1 USB A 3.2 Gen 1. Buat dibawa-bawa laptop ini lumayan effortless banget. Dia ringan, [musik] gampang dibawa dengan tangan, dan enggak makan banyak ruang di tas kita. Laptop ini sudah tersertifikasi standar militer 810H dengan 24 prosedur pengetesan. Laptop ini juga sudah melewati pengetesan Asus superior durability. Apa aja tesnya? Bisa lihat di sini ya. Dengan ini ada dua hal yang teruji ya. Yang pertama dimensinya kompact jadi gampang dibawa ke mana-mana. Yang kedua dia punya duralabilitas yang strong. Terus gimana performanya? L ini ditenagai oleh AMD Ryzen AI 7350 prosesor. Punya konfigurasi 8 core dan 16 three. Clock speed-nya bisa dibost up to 5 GHz ditandemin sama GPU AMD Radion 860 dan MPU AMD Ryzen AI yang bisa proses data up to 50 tops. RAM-nya ada 32 GB DDR5 bisa di-upgrade sampai 64 GB. Storage-nya 2 slot 1 TB NVNI PCI [musik] 4.0 yang bisa di-upgrade sampai dengan 3 TB. WiFi 7 dengan Bluetooth versi 5.4 dan by default laptop ini sudah terinstal Windows 11 Home Edition. Dia juga sudah menggunakan Asus Expert Cool Thermal yang bisa menjaga suhu laptop ini tetap dingin. [musik] TDP-nya lumayan gede ya, 45 watt. Gua sudah coba running berapa benchmark di PC max 10 laptop ini berhasil mendapatkan overall score cukup tinggi di 7.200. Ada tiga aspek yang punya nilai paling tinggi yaitu essential productivity dan digital content creation. [musik] Di Geekbench 6, laptop ini berhasil mendapatkan skore single core di 2861 dan multior-nya ada di 11397. Ini angka yang cukup tinggi ya. Di GPU Bchmark di API OpenCL skornya ada di 23.107 dan di AP full skornya ada di 26.036. Desain band R23 score multicore ada di 15.11 dan single core ada di 1964. Di 3D Mark storage test skornya ada di 1389. Gua juga running Kristaal DM. Storage laptop ini punya segintal Rich speed di 6,3 GB dan R-nya di 3,9 GB. Layarnya menggunakan panel IPS 14 inci yang punya resolusi 2560 * 1600 piksel dengan rasio 16 bing 10, refresh rate 144 Hz, screen to body ratiya 88%, pick brightness di 300 nits, dan layarnya ini punya lapisan antig glade. Gua jujur kepenginnya layarnya ini menggunakan panel OLED, tapi ternyata layar IPS lautop ini tuh sangat memuaskan. Ini tuh kayak layar IPS tire tinggi ya. Detailnya tajam, kontrasnya sangat baik, dan image range dirasa luas dan warnanya diusi dengan sangat baik. Warnanya itu punya karakter yang natural. Sayangnya baik di YouTube ataupun Netflix layar ini belum support clback HDR. Tapi nonton di laptop ini tuh masih nikmat banget. Paling kepekatan warna hitamnya aja sih yang kalah sama layar OLED. Tapi menurut gua layarnya dia cukup sasifying. Speakernya juga cukup lantang. Gua suka dia punya layering dan kontras yang cukup baik. Detailnya juga lumayan rich. Audionya sudah ditune by direct. Efek surroundinnya juga cukup baik untuk kita nonton Netflix. Dan jujur, laptop ini sangat enak dan sangat proper buat kita pakai kerja. Pertama, touchpad-nya itu gede ya, sangat responsif dan akurat. Pas kita pakai, materialnya terasa premium dan tombol kliknya juga punya feedback yang empuk. Keyboard-nya ini juga enak banget. Dia sudah spear resistant keyboard jadi aman banget kalau ketemukan air ataupun kopi. Dia punya key travel 1,5 mm yang empuk. Jarak antar to pas dan ukurannya juga lumayan besar. Jadi lebih amanlah dari Taipo. Webcam-nya punya resolusi full HD yang sudah dilengkapi dengan privacy setter dan ear function. Kualitas kamera itu sangat decent buat meeting online ya. Dengan adanya ear function berasa ya kalau efek potret blur background-nya lebih rapi dan natural. Berkat MPU yang bisa proses data up to 50 tops, laptop ini tuh terasa effortless banget buat jalanin Windows Studio Effect. Mikrofonnya ada dua array yang langsung menghadap ke kita. Posisinya ada di sebelah kanan dan kiri webcam-nya. Ada AI noise cancelling yang bisa kita aktifkan di aplikasi Meas. Untuk biometric unlocknya juga udah lengkap. Ada Windows Hellof unlock dan fingerprint dengan video to security key yang sensornya jadi satu dengan tombol power-nya. Keduanya punya speed unlock yang cepat yang bikin dia beda sebagai laptop bisnis yang pertama dia sudah menggunakan trusted platform module 2.0 atau kita biasa singkat ppm 2.0. Ini adalah sebuah chip sekuritas yang dipasang di motherboard untuk menyimpan data sensitif jadi lebih aman menghadapi serangan cyber. BIOS sendiri sudah menggunakan rekomendasi panduan Nest SP8155 support Absolute Presistent 2.0 yang bisa kita aktifkan di menu advance di menu BIOS. BIOSnya sendiri sudah support self recovery dan akan dikasih update sampai 5 tahun ke depan. Dan laptop ini juga sudah didukung sama chip Microsoft Pluton. Yang ini chipnya terpisah dari motherboard. Jadi beda dengan chip TPM 2.0. sudah di-support juga sama Microsoft Secure Core PC, Microsoft Security level 3 dan setiap pembeliannya akan mendapatkan 1 tahun free MV plus premium. Karena NPU-nya sudah bisa proses data up to 50 tops, laptop ini resmi menjadi copilot plus PC [musik] di mana respon copilot-nya tuh memang cukup terasa instan. Terus ada fitur kedua, kita bisa mengaktifkan recall. Tapi fitur ini masih statusnya preview ya. Intinya recall ini bakal mengambil snapshot atau screenshot saat kita pakai laptop ini. Kalian bisa track tuh apa aja yang sudah kalian kerjakan di laptop ini. Ya, sebalik ngomongin Windows Studio Efectless ya karena powerful bahkan waktu kita aktifin semua fiturnya. Kita juga bisa pakai fitur life caption dan proses trans-nya ini juga instan. Sayangnya ini belum support bahasa Indonesia ya. Ada juga aplikasi expert Mid. Ini aplikasi besutan Ases yang statusnya masih beta dan berbasis AI. Ada tiga fiturnya, yaitu untuk translate, untuk enskripsi, dan summary hasil meeting kita, dan kita juga bisa kasih watermark pas kita lagi meeting online. Baterainya ada di 70 watt hour yang gua pakai baterainya itu berkurang sekitar 50%-an selama kurang lebih 3 jam pemakaian ringan untuk ngetik dan browsing-browsing. Patuk chargernya udah cukup kompact, sudah menggunakan USB type C dan support passaging 90 [musik] watt buat ningkatin mobilitas. Oke, untuk harga start dari R jutaan, laptop ini tuh udah memenuhi segala aspek untuk laptop bisnis ya. Apalagi Asus enggak main-main soal ketahanan bodinya. Dia juga kasih 3 tahun international warranty dan 1 tahun accidental damage protection. [musik] Jadi nih kalau kalian punya bisnis yang skalanya cukup besar, bolehlah laptop ini diajuin ke puring kalian.
