Jungkat

Gak Nyangka Ternyata RTX 50 Series bisa Lakuin ini.. (YouTube Video)

  • 23/01/2026

Hai Andika, guys. Di sini belakangan ini saya lagi terngiang-ngiang sama tiga kata lucu. Scriptwriter, update, GPU. Karena menurut saya lucu aja gitu karena script writer dikid si Yanza yang kerjaannya itu cuman buka chrome beberapa tab minta buat upgrade GPU. Lah, buat apaan? PC dia sih sekarang sebenarnya ini ya, ini adalah PC yang pakai prosesor 5 tahun lalu si Ryzen 7 5800X. GPU-nya pakai RTX 3070. Pas saya tanya ngapain mau upgrade GPU? Alasannya sih bikin saya lebih kesal lagi ya karena katanya kalau misalkan lagi mumet bikin script notok jedok enggak ada ide dia bisa main game Triple H sebentar dan pakai full tracing. Kan alasan kurang ajar itu ya. Cuman karena kerjaan kita ini memang di bidang kreatif, okelah sayain aja sambil kita tunggu nanti outputnya apakah di Kedi setelah video ini tayang video selanjutnya bakalan lebih oke secara script writing. Kita tunggu aja ya. Wah, kalau misalkan enggak sih kacau sih. Dan dari semua pilihan GPU menurut saya yang harganya masih masuk akal dan bisa jadi game changer, akhirnya pilihannya jatuh ke Nvidia Zotak GeForce RTX 5070. Solid, solid, solid, solid. Cuman karena kan saya orangnya enggak mau rugi ya. saya udah beli GPU-nya, masa enggak kita kontenin dulu sih? Ya walaupun adsennya enggak mungkin bisa nombokin hasil dari saya beli, tapi enggak apa-apalah, kita kontenin aja. Dan saya pengin tahu apa sih upgrade-nya dari PC Yanza yang dari RTX 3070 ke 5070 ini kita dapat apa sih? Seberapa mantap upgrade-nya? Dan seberapa garang si Zotak GeForce RTX 5070 solid kalau dikawinin sama platform PC baru. Untuk spesifikasi PC lengkapnya kalian bisa lihat aja di sini. Jadi kalau misalkan nanti kalian beli tapi beda performance ya kalian lihat dulu ya spesifikasinya apa. Sama. Buat kalian user yang pakai RTX 20 series ataupun RTX 30 series pasti udah mulai kerasa lah ya. Ada beberapa limitasi enggak di cuma gaming triple Aja tapi juga di bagian editing juga buat ngedit. udah lumayan ngos-ngosan. Render video itu butuh waktu lumayan lama buat main game kalau aktifin retracing. Drop FPS-nya lumayan. DLSS-nya juga generasi lama, bukan yang 4.0. Jadi kalau kalian pengin dapat FPS yang tumpah-tumpah di Artic atau 30 series itu enggak bisa. Tapi daripada cuman retorika, enggak ada datanya, nih saya jabarkan data yang udah kita tes ya. Kalau kalian lihat dari skor ini di prosesor baru ataupun prosesor 5 tahun lalu, perbedaan dari Nvidia GeForce RTX 3050 ke RTX 5070 itu selisih performa sintetisnya. hampir dua kali lipat. Gokil emang. Nah, kalau untuk rendering Premiere Pro 4K di template yang sama persis yang pakai RTX 3070 1 menit 11 detik. Sedangkan yang RTX 5070 cuma dapat di 56 detik. Jadi 27% lebih cepat hitungan kita dengan prosesor yang sama ya. Dan sisanya kalian bisa lihat di chart ini aja biar durasinya enggak terlalu panjang. Jadi kita juga coba di Premiere Pro Full HD terus blender pakai GPU render dengan kudanya aktif dan blender dengan GPU yang optiknya aktif. Dan hasilnya secara peningkatan untuk rendering 3D jelas RTX 5070 jauh meninggalkan RTX 3070 ya. Tapi perbedaan yang paling jelas itu kalau kita coba dia untuk main game sih. Di tes game ini settingan pad racing-nya kita aktifin buat nunjukin seberapa berpengaruh fitur DLSS4 dan multiframe generation yang jadi fitur penting di RTX 50 series. Di tes game yang pakai RTX 3070 settingannya agak beda karena pa tracing tetap nyala tapi enggak ada multif frame generation-nya. Dan hasilnya di Cyberpunk RTX 3070 itu dapatnya average di 12 FPS. Sementara yang pakai RTX 5070 dengan resolusi yang sama ya 2,5K average FPS itu di 33 jadi dua kali lipat lebih. Nah, enaknya di VGA yang baru ini memang dia banyak interpolasi atau banyak fictif FPS atau entahlah kalian nyebutnya apa, penipuan FPS atau apa, tapi secara output memang FPS-nya nambah. Jadi kalau misalkan kita pad racing-nya on, terus di LSS-nya kita tes di Bance dengan multiframe generation-nya off, itu di average FPS di 48. Tapi kalau MFG-nya kita naikkan dua kali, average FPS-nya bisa jadi 101. Kalau kita naikkan tiga kali, average FPS naik lagi 178. Terus kalau kita naikkan lagi MFG-nya ke 4empat kali, average FPS-nya jadi 196. Memang ini secara teknikal dia itu kayak nambahin frame kosong untuk nambahin FPS ya. Tapi kalau kita lihat sebagai mata manusia aja walaupun MFG-nya itu kita naikkan empat kali kayak enggak ada perbedaan gitu. Jadi enggak berkurang kualitas gambarnya tapi kita dapat FPS yang lebih. Jadi visualnya dapat terus smooth-nya karena FPS-nya 196 FPS lebih, jadi ya kerasa lebih smooth aja. Makanya kalau kalian lihat sekarang banyak monitor yang ngeluarin refresh rate itu di 500 Hz ya. Kalau misalkan kalian enggak punya RTX 50 series yang punya MFG enggak bakal bisa nyentuh di 500 FPS di game-game tertentu. Nah, itu tadi kan settingan game yang pakai Cyberpunk ya. Battlen-nya enggak begitu kerasa kalau misalkan di game Cyberpunk. Cuman battle light-nya ini bakal kerasa kalau kalian coba pakai buat main game di resolusi rendah. Nah, kita juga sempat tes di game baru juga Battlefield 6. Meskipun pakai prosesor lama, GPU-nya masih bisa ngasih FPS tinggi di game ini. Apalagi kalau MFG-nya aktif. Kalian lihat aja chart ini. Settingan yang kita pakai sama kayak di Cyberpunk tadi. Kita pakai MFG off, MFG du kali sampai 4 kali. Nah, kalau kalian lihat average FPS-nya penambahannya ini juga lumayan berasa kayak di Cyberpunk tadi. Nah, yang lebih nyaman lagi kalau kita combo si Zotak Georce RTX 5070-nya ini sama prosesor baru. Visualnya enggak cuma cakep aja, tapi FPS-nya juga nambah. Padahal settingan grafiknya kita buat rata kanan. Di game Cyberpunk dan Battlefield 6 tampilan dan FPS-nya malah lebih mantap lagi. Dan kalau kalian lihat fitur DLSS4 dan multiframe generation ini benar-benar ngebantu buat ngejaga visualnya tetap imersif tapi FPS yang didapat tetap tinggi. Jadi game-nya itu lebih kerasa smooth dan stabil tapi visual triple A-nya juga masih dapat. Dan kalau kalian pencinta game kompetitif contohnya kayak Valoran Dota 2 dan lainnya si Zotak GeForce RTX 5070 ini juga membawa fitur Nvidia Reflex. Jadi bisa bikin pergerakan mouse dan keyboard lebih responsif dan anti delay kalau kita aktifin. Terus di Zotak RTX 5070 ini juga ada fitur EV1 encoder kayak tipe-tipe atasnya entah itu RTX 5080 atau 5090. IV1 encoder ini bisa bikin kualitas visual live streaming kalian lebih tajam, lebih bagus tapi lebih efisien karena bitre datanya lebih rendah. Ada juga Nvidia Broadcast. Ini fitur khusus buat streamer dan yang sering meeting online kayak Scririptwiter Yanza juga. Di dalam Nvidia broadcast ini ada banyak fitur juga. Jadi buat audio ada studio voice yang bisa ningkatin kualitas suara kita. Ada juga noise removal biar suara kita lebih clear. Di bagian video ada virtual background yang bisa kita custom. Ada video noise removal juga biar videonya minim noise meskipun kondisi low light. Dan yang menarik ada virtual key bikin wajah kita lebih cerah di kondisi low light kayak pakai lighting. Fitur-fitur ini base-nya dari AI yang ada di RTX 5070 ini. Jadi AI-nya juga bisa ngebantu produktivitas harian kita, enggak cuman editing ataupun gaming. Kita juga udah sempat tes buat komputasi AI pakai LM Studio. Load-nya kita bebanin full ke GPU-nya dengan reasoning effort kita set di high biar jawabannya lebih detail dan lebih akurat. Dan kalau kalian lihat respon dari pemrosesan EA-nya ini udah lumayan responsif. Nah, itu kan fitur-fiturnya ya. Tapi secara tampilan gimana sih desain dari Zotak GeForce RX 5070 Solid ini? Sesuai namanya solid dia adalah keluaran dari brand Bupuan ya, bukan ya Buuan kan solid. Solid solid enggak yaak bukan gitu ya. GPU-nya ini juga solid secara build quality. GPU ini juga udah punya Nvidia SFF ready yang artinya dimensinya kompact dan bakal muat di berbagai jenis casing bahkan kalau casing-nya kecil. Terus urusan suhu dan kebisingan juga udah dipikirin sama Zotak di GPU ini. Dia pakai sistem cooling Istorror 2.0 yang dikombinasiin sama Blade Link Fan yang diklaim bisa ngalirin udara yang lebih optimal dan enggak berisik. Menariknya lagi, dia punya fitur freeze fans stop. Jadi, semisal scripter saya cuma ngetik-ngetik atau reset ringan, kipasnya enggak bakal muter, PC-nya jadi lebih hening, komponen bisa lebih awet, dan suhunya tetap terjaga di kondisi aman. Buat kalian yang suka tuning-tuning GPU, entah itu setting RPM, setting RGB, custom-custom tuning, kalian bisa download aplikasinya juga. Namanya itu Fire Stop. Tapi karena GPU 5070 ini solid, jadi dia berat. Nah, Zotak juga ngasih stand di paket pembeliannya ya biar kalau dipakai jangka panjang GPU-nya itu enggak melengkung ya karena beban dari GPU-nya itu sendiri. Nah, ini nih standnya nih. Nah, stand itu kalau bahasa jawanya jagrgrak lah. Kalau untuk harganya pas video ini dibuat ya di e-commerce, saya lihat sih harganya itu R10 sampai Rp11 juta. Nah, sekarang pertanyaannya si Zotak GeForce RTX 5070 ini cocok buat siapa? Ya, cocok buat siapa aja sebenarnya ya? Banyak user entah itu gamer, streamer, content creator, 3D desainer, atau kalian yang kerjanya cuman produktif itu juga AI juga bisa masuk semua di sini. asalkan kalian punya duit buat belinya karena harganya lumayan ya 10 sampai Rp1 juta. Cuman harga Zotak ini memang kalau dibandingkan sama brand-brand lain Zotak itu termasuk harganya masih oke lah ya kalau untuk RTX 5070 di range harga segitu. Nanti link pembeliannya akan saya taruh di kolom deskripsi. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Zotak GeForce RTX 5070 solid. Dan semoga aja script wi saya dengan pakai RTX 5070 ini dia lebih produktif lagi lah ya. Jadi scriptnya bisa selesai dalam waktu 2 jam dan lebih lucu lagi scriptnya ya. Karena skrip-skrip lucu dan kayak nyenggol pemerintahan itu kadang bukan dari saya ya, dari Yansa. Jadi biar saya enggak kena juga ya, biar kenanya bareng-bareng gitu. Nah, sekarang pertanyaannya kalau kalian punya RTX 3070, wajib enggak upgrade ke RTX 5070? Wah, jawabannya sih setelah kalian lihat datanya tadi jelas wajib dan kalau perlu sih kalian imbangi dengan prosesor yang baru juga biar performanya itu keluar banget optimal, enggak ada button. Cuman kalau misalkan memang belum ada duitnya, masih pakai prosesor generasi Rama ya masih bisa. Tapi ya di beberapa game contohnya kayak Indiana Jones yang kita coba tadi, dia gak terlalu signifikan gitu naiknya dibandingkan dengan pakai Intercall Ultrenanden yang udah kita coba dengan MFG dengan settingan yang sama rata kanan dengan interculten. Prosesor yang lebih baru. Bukan perkara ini Intel terus AMD ya. Karena ini AMD yang kita contohin itu AMD generasi lama karena saya enggak punya prosesor Intel yang generasi lama. Terus kelebihannya jelas fitur-fiturnya kayak EV1, terus Nvidia Reflex di LSS 4.0-nya, multiframe generation itu bisa kepakai kalau kita pakai platform PC yang baru. Mau main game berat, editing full effect, atau bahkan streaming pakai EV One encoder, semuanya lancar. SH dari GPU-nya juga masih bisa kejaga. Bodinya kompact, desainnya dari Zotak ini cakep. Dan belatinnya juga sesuai dengan namanya, solid. Dan buat kalian yang ready buat upgrade, belinya di mana? Ya jelas sih di aggress komputer aja. Kenapa diagres? karena stoknya banyak dan harganya itu dijaga sama ARES. Jadi kalau kalian lihat banyak selain Agres ya, tuku-tuku tuh yang ngejualnya mark up-nya lumayan. Nah, di Agridnya ketika video ini saya buat ya. Nanti kalau misalkan kalian lihat di tokonya Agres terus markup-nya ugal-ugalan nanti DM saya aja ya, "Bang, ini Agres mark up ugal-ugalan nih. Nanti saya teleponin orang Agrer DKID jangan dib up." Nah, saya punya orang dalam tuh diagres jadi lebih gampang lah ya. Saya and see you on the next video.

Lihat di YouTube