Gak Perlu Bawa Kamera Mirorrless ?! Unboxing DJI Osmo Pocket 4P (YouTube Video)
Baru aja 3 atau 4 bulan lalu saya beli DJI Pocket 4, wah DJI ngeluarin lagi. Hah, namanya DJI Osmo Pocket 4 [musik] Pro. Dan ini yang sebenarnya saya butuhin ini sih, karena Pocket 4 ini kamera bagus kalau buat nge-vlog, kalau buat A-roll, tapi dia zoom-nya ini digital, bukan optical. [musik] Nah, saya udah liat-liat si Pocket 4 Pro ini dia punya 2 kamera. Selisih harganya kalau dibandingkan sama yang ini ya, sekitar 3,4 juta terus bobotnya dia lebih berat 40 gram dan baterainya malah lebih pendek kalau saya liat. Set. Jadi, apakah si DJI Osmo Pocket 4 P ini bakalan jadi P-nya ini profesional atau P-nya malah jadi pengeluaran? Langsung aja kita bahas. [musik] Kalau dari box-nya sih, coba kita baca dulu selling point-nya. Ini kita taro sini, kamu pensiun dulu ya, Nak. Nah, dia sama-sama bisa 4K 240 FPS sama Pocket 4 non P juga kayak gitu, juga sama-sama punya internal memori 103 GB, terus ada 3 axis, ada live foto, sensornya pakai CMOS, dual kamera, cinematic, Dlog-M, sama classic focal length untuk portrait. Jadi, langsung aja deh kita unboxing dulu ya. Ini bukan video review, tapi nanti tetap kita tes tipis-tipis sama Pocket 4 yang non P. Nah, di dalam paket pembeliannya yang saya suka dari DJI, mereka itu selalu enggak pelit gitu, banyak banget aksesorisnya. Dan ekosistemnya udah terbentuk, jadi kalau kalian mau beli third party misalkan casing-nya, lighting-nya, terus magnet-magnetnya itu juga lengkap. Eh, tapi ada tas baru nih, apa ya? Coba kita liat. Jadi, kita dapet satu tas lagi selain tas biasanya. Ini kan tasnya si Pocket 4 non P ya. Nah, ini kita dapet tas lagi kayak mungkin buat parkir lah ya, karena bentuknya kayak kayak tas parkir. Enggak lah, ini buat beberapa aksesorisnya. Terus juga ada buku panduan seperti biasa plus coba kita lihat. Nah, ini anaknya nih. Wah, harusnya sih ini ada banyak di sini ya dan semuanya in plastik. Jadi pertama ada extended battery yang juga bisa jadi tripod sama kayak di DJI Pocket 3 juga. Mic-nya dia pakai mic mini 2 yang terbaru ya dengan magnet kayak gini sama kayak Pocket 4 non P juga. Terus kita juga dapat uh fill light. Jadi ini lighting-nya. Jadi kalian bisa cuman pakai magnet aja gitu. Kita copot aja nanti kita demoin. Terus ada tripod, tripod-nya DJI seperti ini tapi saya kurang suka sih ya karena dia jadinya panjang gitu. Ada saya biasanya beli tripod kayak magnet cuman kecil aja gitu dari punyanya Ulanzi kalau enggak salah itu lebih enak aja lebih enteng dan lebih kuat. Terus ini ada cover-nya mic. Wah, lengkap banget ya banyak kayak ada baterai. Bentar, ini baterai apa nih? Kok dapat baterai lagi? Uh, bukan baterai ternyata guys. Ini layarnya ya. Layarnya bisa dicopot. Hmm, menarik juga ya. Bentar, sekarang kita buka si Pocket 4 P-nya. Wah, ini dia. Ini versinya yang vlog combo bundling ya. Hah? Kok ini udah ada layar ini ada layar lagi. Berarti ini bisa jadi remote layarnya. Jadi kalau misalkan kalian pakai tripod jauh bisa pakai ini nih. Nah, kalau yang satunya itu kan dilepas. Nah, ini malah kita dapat dua layarnya ya. Jadi layar yang ini tetap, layar yang ini tetap. Nanti koneksinya gimana kita coba dulu. Terus bentar. Kalau di Pocket 4 itu ada penguncinya ini enggak ada ya. Masih banyak guys. Bentar ya, kita buka satu-satu. Oke, jadi ini udah saya buka semuanya ya aksesorisnya DJI itu memang selalu the best lah menurut saya mereka itu enggak pelit bahkan untuk magnetnya aja kita dapat dua nih magnet mikrofon. Terus untuk cover mikrofonnya juga dapat dua kalau di Pocket yang non P itu cuman satu ya. Jadi kita bisa ganti. Jadi kalau misalkan warna transparan ini kurang kalian tinggal tutup aja warna hitam karena dia magnetik. Nah, sesuai dengan bajunya lah. Terus kita juga dapat charger-nya untuk mikrofon. Nah, seperti ini kalau misalkan ngecas mikrofon. Cuman kalau kalian punya DJI Mic Mini 2, paling enak sih tinggal ditaruh di case-nya aja udah ngisi. Biasanya kalau saya pakai itu. Jadi saya bawa mikrofon itu bisa sampai tiga ya. Karena ya saya malas ngecas satu-satu lah. Kayak ini juga kita dapat cas-nya untuk si remote-nya ini ya. Nah, kayak gini. Coba kita nyalain deh, apakah dia nyala? Kita coba pairing ya. Sambil kita coba buka ini lensa kameranya. Satu, dua, sensornya coba 1 inch dan dia di sini ada tulisannya tiga kali. Jadi harusnya sih optical-nya tiga kali. Nah, kalau misalkan mau pasang fill light tinggal kayak gini aja. Dia dia serba magnetik dan ini kita bisa eh arahkan lighting-nya kayak gini. Tuh, oke. Bentar, uh lumayan berat sih ya. Sayangnya di tahun ini ya, kalau di Pocket 3 itu kan dapat extender battery yang lumayan ya. Nah, ini enggak ada. Kalau saya biasanya dari Pocket 3 itu saya tol colokin si extended battery-nya. Cuman jadinya lebih panjang sih. Ini baterainya jadi lebih cepat habis dibanding Pocket 3. Oke, sebentar saya mau coba lihat dulu untuk pairing si ini ya, si remote-nya ini ya. Bentar, kita coba nyalain. Wah, lighting-nya langsung nyala. Padahal ini belum saya set up ya, tapi kita bisa lihat nih coba. Ini saya bisa gerakin dari sini juga. Dan enggak delay ya. Nih, coba. Tuh. Walaupun kecil sih, tapi lumayanlah kalau misalkan kita eh kameranya ditaruh jauh bisa pakai remote ini. Menariknya dia enggak delay ya. Coba kita [musik] skip dulu aja ini set up-nya. Nanti aplikasinya. Oke, kita close aja. Ah. Nah. Nih. Cuman lighting-nya ini, BTW lighting-nya ini harusnya bisa diatur, Guys. Bentar. Oh, ini ini ini nih. Di bagian atas ini kita bisa atur untuk warnanya kuning atau putih atau mau keterangannya mau kayak gimana. Nah, kayak gini nih yang paling rendah. Nah, ini Guys, coba lihat nih hasilnya ya. Dia bisa nge-zoom sampai tiga kali itu detail muka saya masih kelihatan tapi nanti kita coba ya hasilnya tipis-tipis kita bandingin sama Pocket 4. Tapi ini bukan video review ya, review-nya nanti aja kita coba kalau misalkan saya liputan saya bawa kayak gimana. Wah, tapi lumayan berat sih ini ya. Ini kalau misalkan sama lighting-nya lumayan berat. Ini Pocket 4 coba deh misalkan saya timbang. Entar ya, ini kita lepas dulu. Eh eh eh eh. Ini kita timbang si Pocket 4P dan dia dapatnya di 230 g. Uh, udah kayak bawa HP ya 230 g ya aku udah kayak bawa HP full seven. Terus ini 199 g. Jadi dia memang lebih enteng padahal ini udah ada ininya ya. Kalau misalkan ini saya lepas kuncinya harusnya lebih lebih rendah lagi 189 g. Ini uh, lumayan berat sih ini kalau misalkan dibuat nge-vlog karena saya terbiasa pakai Pocket 4 yang enteng jadi lumayan kerasa bedanya. Nah, sayangnya untuk Pocket 4P ini dia enggak ada kunciannya ya. Menakutkan enggak sih? Kalau ini kan di Pocket 3 sih enggak ada ya dia kan pakai keys gitu. Saya lebih suka yang mechanical kunci kayak gini nih jadi lebih aman daripada yang keys Pocket 3. Cuman di Pocket 4P enggak ada. Jadi agak bahaya sih. Ah, iya kan. Dia untungnya ketika mati ya gimbalnya mati sih. Oke, sekarang kita coba mungkin beberapa menunya dulu ya. Harusnya sih sama sih kayak fitur-fiturnya sama. [musik] Kayak misal kita geser dari atas menu-menunya juga masih sama kayak Pocket 4 tuh ya. Ada subject tracking. Nih ada internal storage sama kalau misalkan menurut kalian 100 giga kurang bisa tambahin lagi. Terus untuk film tone-nya coba kita lihat harusnya sih sama kayak Pocket 4 ya. Jadi ada CC film ini. Memang agak PR-nya itu kalau misalkan jempol kalian itu gede kayak saya gini ya dan dia enggak enggak bisa pakai kontrol joystick nih. Jadi mengandalkan touch screen aja terus bentar ya kita slide kanan dulu. Tadi menunya ada apa lagi? Live Glamour Effect, Compensation ini sama juga buat mikrofon. Terus kalau saya dari bawah kita bisa lihat 4K nya ini bisa sampai 60 FPS. Tapi kalau misalkan mau 240 FPS, bentar harusnya bisa dong. Kita harus ganti ini dulu. Nah. Ini video, low light, bentar slow mo. [musik] Nah kalau misalkan kita akan jadi slow mo dia bisa 4K 240 FPS. Nih yang ini ya. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera depan dari eh kamera depan. Enggak deh. Maksudnya kamera yang di flip ke depan 4K 60 FPS dari DJI Pocket 4P dan Pocket 4 yang biasa. Ini enggak pakai filter apa-apa ya ini natural dari sananya dan jujur kalau saya lebih suka skin tone nya di Pocket 4P ya karena kayak lebih dalam gitu lebih deep. Kalau ini kayak terlalu agak putih gitu ya di Pocket 4P ya. Ini kayak lebih iya enggak sih? Coba kalian tulis di kolom komentar deh. Tuh kalau buat jalan sih sama-sama stabilnya karena gimbalnya DJI itu [musik] saya akui the best lah ya. Terus kalau untuk dynamic range sebentar ini ke atas misalkan nah bagian langit masih mirip-mirip aja cuman skin tone nya saya lebih suka di Pocket 4P ya. Iya enggak sih? Hmm. Terus kalau untuk jalan kira-kira seperti ini. Masih sama-sama aja ya karena stabil memang. Nah sekarang kalau misalkan kita mau coba zoom coba ya saya mau zoom apa ya bunga ini deh. Saya balik dulu. Nah ini. Ini di Pocket 3 eh sorry Pocket 4 yang ini ya misalkan saya zoom. Kayak gini nih ini zoom nya tiga kali dan dia digital ya karena kameranya cuman satu. Nanti kita bandingkan. Nah ini ada UI untuk tiga kali nya langsung zoom. Wah bedanya coba kalian lihat guys. Blur nya kelihatan enggak ya blur nya ya? Beda banget. Langsung kayak kamera mirrorless gitu enggak sih blur-nya? Wah, gokil. Kalau misalkan saya zoom ini di berapa di 4 kali doang mentoknya. Sementara, eh sorry. Sementara yang Pocket 4 P itu bisa sampai berapa? Woh! Gila! 9 kali, 10 kali dan masih bagus ya. Tuh, coba bokeh-nya, detail-nya, bahkan kayak benang yang ada di bunga itu kelihatan. Gila! Wah, anjay! Keren sih. Wah! Cuman memang Pocket 4 P lebih berat sih, Guys, ya dibandingkan dan dia lebih lebih kerasa hangat juga dibandingkan Pocket 4 yang biasa. Tapi itu dulu kira-kira nanti di video review-nya kita bahas lebih detail. Okelah, jadi mungkin cukup segitu saja first impression saya dari DJI Pocket 4 P. Perbandingannya kalau sama yang biasa ya, harganya itu kalau yang biasa ini 9 juta, ini start from 11 juta sampai 12 juta tergantung [musik] variannya. Nah, menurut saya kalau buat saya pribadi, saya butuh yang Pocket 4 Pro karena biasanya kalau misalkan saya liputan, misalkan diundang brand, ya saya kan kalau pakai ini ya zoom-nya ini digital. Jadi kayak kurang nyaman gitu. Nah, ini walaupun cuma 3 kali, tapi kalau misalkan saya buat birol itu lebih menyenangkanlah karena kalau misalkan harus bawa kamera yang kayak kalian lihat sekarang itu pakai kamera Lumix itu berat banget ya kalau buat liputan. Cuman sayangnya memang dia lebih berat ketimbang Pocket 4 P. Dan ini [musik] lebih menyenangkan kalau misalkan buat nge-vlog ada remote-nya juga. Tapi kalau kalian tanya, apakah Pocket 4 biasa bisa ada remote-nya juga? Hmm. Ini tadi aja pas di pairing dia langsung nyala ke sini. Nah, untuk low light-nya harusnya sensor 1 inch sih aman. Cuma nanti di video review-nya sambil kita bandingin juga sama Pocket 4 P gimana. Tapi sementara itu dulu. Kalau kalian ada pertanyaan nanti di video review-nya tulis saja di kolom komentar nanti saya jawab ya. Saya Dika Satabudi and see you on the next video. Bye bye.
