Jungkat

Gak Perlu Lagi rakit PC!! ini aja, Simple, Kenceng, Murah! (YouTube Video)

  • 14/06/2025

Enggak cuman bisa bikin kita duduk manis, tapi performance-nya bisa bikin kita meringis. Apalagi all inone sekarang bisa dipakai untuk rendering grafis, bahkan sampai bisa dipakai untuk gaming tipis-tipis. Dan yang pasti performance-nya bisa dikatakan cukup sadis. Dan tipe apa itu? Ini dia all-inone PC dari Advance Force on Max. Standarisasi untuk Olimpan sekarang sudah berubah sangat pesat. Kalau kalian perhatikan pada tahun 2017 dulu, frame-nya tebal-tebal setebal iman kita, tapi yang sekarang itu cantik banget. Apalagi dengan harga yang cukup terjangkau, kalian bisa mendapatkan Intel Core AFF 1240p dikombinasikan dengan RAM 16 gig, dual channel, dan SSD-nya 512 GB. Speed yang kita dapat cukup kencang untuk sebuah Genree di 3.500-an untuk RID-nya dan 2.600-an untuk pride-nya. Desainnya minimalis dan cukup cakep dan bisa dikatakan frame-nya tipis banget dan screen adjustment-nya itu lengkap banget. Mulai dari tilt, high adjustment-nya kalian bisa naikkan atau turunkan seperti ini. Bahkan kalian bisa pivot atau kalian putar seperti ini. Wah, keren banget enggak tuh? Enggak cuman desainnya aja yang cakep, tapi layarnya bisa dikatakan cakep juga. Dengan layar 27 inch FHD 100 Hz dengan layar segede ini kita dapat refresh rate yang cukup oke dan color gambutnya kalau dia ngomong up to 100% sRGB. Dan benar pada pengujian kita, kita mendapatkan di angka sekitar 96 sRGB. P3-nya di angka 80,1%. Adob RGB-nya di 83,5%, NTSC-nya di 78,1%. Yang agak disayangkan untuk brightance-nya kita hanya dapat di 200 nit saja. Tapi untuk penggunakan indoor harusnya sih ini lebih dari cukup. Siapa juga pakai all-inone yang di outdoor. Dan yang enggak kalah penting kalau kalian perhatikan di bagian stand layarnya ini sudah disediakan lubang untuk kabel manajemen. Dan memang kita harus apresiasi hal sesimpel ini sama Advan diperhatikan. Jadi dengan akurasi layar seperti itu cukuplah ya untuk kita pakai editing atau mungkin light room yang butuh akurasi warna yang cukup tinggi. Jadi ini cukup bisa dianjalkan. Tapi bagaimana dengan performance-nya? Tapi sebelum masuk ke pengujian rilnya, kita akan masuk ke pengujian sintetisnya terlebih dahulu. Seperti biasa, kita uji pertama di R15. Pada pengujian pertama kita dapat di 1521 poin dan kita run 10 kali. Dan pada pengujian selanjutnya turun hingga 1400 poin sampai 1300-an. W lumayan jauh ya sebenarnya ini ya. Dan stabil rata-rata pada pengujian 10 kita dapat di 1400-an. Single core-nya di 238 poin. Lanjut ke R23. Sama seperti R15, kita looping juga 10 kali. Dan pada pengujiannya rata-rata stabil di 8.000-an ribuan dengan single core di 1620 poin. Nah, pada signeb sendiri kalau kalian perhatikan skornya tidak benar-benar konsisten. Kadang naik kadang turun. Tapi kalau diomong anjlok banget sebenarnya enggak. Dia bisa menjaga performance-nya cukup stabil dan suhunya bisa dipertahankan di angka sekitar 60 sampai 70 derajat. Bisa dikatakan e dibandingkan laptop all-inone ini punya ruang yang jauh lebih gede. Artinya harusnya konsistensi performance-nya bisa diandalkan. Dan itu juga terbukti pada pengujian kita di stres tes pada spy. Dia lolos dengan 98,2% dan untuk skor spay-nya di 1424 poin dan fire strike-nya di 3.733 poin. Sebuah skor yang bisa dikatakan ya lumayan tinggi untuk sebuah all-inone PC atau spesifikasi yang menggunakan integrated GPU. Lanjut ke pengujian ril-nya. Kita coba tes layarnya. akulasi layarnya menggunakan Adobe Premiere 4K Plus performance Performance Intel CoreF-nya bagaimana 4K seperti biasa kas DKID kita menyelesaikan dengan waktu 6 menit 42 detik. Tapi kalau pengin lebih cepat format FHD kita mampu menyelesaikan di 4 menit 30 detik saja. Dan sekali lagi lumayan kencang untuk sebuah all inone PC di range harga yang bisa dikatakan di mid range lah ya. untuk 3D rendering bisa? Bisa dong. Dan pada pengujian kita di Blender untuk CPU rendernya kita dapat di 6 menit 36 detik. Sedangkan GPU rendernya di 6 menit 45 detik. Woh, kencang juga enggak tuh? Untuk suhunya bisa berhasil dijaga di angka sekitar 60 derajat celcius pada pengujian rendering kita. Dan CPU package power-nya dijaga di angka sekitar 24 watt saja. Bisa dikatakan cukup hemat loh untuk performer seperti ini. Nah, rendering udah. Sekarang kita pakai untuk main game. Kalian pasti suka pengujian yang seperti ini. Pada pengujian pertama, Dota 2 dengan resolusi FHD dan graphic lowest, kita average dapat di angka sekitar 94 FPS dan minimumnya di 86 FPS dan maksimumnya bisa 100 fps sesuailah dengan layarnya yang 100 Hz. Dan pada pengujian kedua kita pakai Valoran dengan resolusi yang sama di FHD dan grafik low kita dapat di 132 FPS dan minimalnya hanya di 100 fps. W masih cukup tinggi dan maksimalnya juga di 161. Wow. Harusnya sih kita bisa tes dengan grafik yang ke arah medium atau high. Oh iya, hampir lupa pada pengujian kita untuk confort PPT to PDF dengan 150 slide all inone ini mampu menyelesaikan hanya di 12 detik saja. Dan untuk randomis Excel yang gede banget datanya, dia mampu menyelesaikan di 56 detik saja. Untuk audionya bisa dikatakan bukan audio yang wah banget. Bassnya juga masih ada sebenarnya. Tapi kalau berharap lebih kayaknya jangan deh. Karena kualitas suaranya coba kalian perhatikan di video kali ini. Ya, ini hasil dari kamera dan mikrofonnya. Nah, untuk spesifikasi atau formatnya dia bisa mengumat 14 30 fps yang secara kualitas ya ini di King Studio masih ada noise tapi okelah ya. Untuk konektivitasnya kita mulai dari tombol-tombol yang kelihatan yang tampak di depan ini. Jadi kalau di bagian kanan itu masih ada atau ada tombol untuk eh powernya lalu ada brightest adjustment-nya. Kalian bisa ini plus dan minus. Di sebelah kiri terdapat dua buah port USB type C dan USB type A yang sayangnya masih 2.0 serta juga masih ada SD carder dan combo jack audio. Dan agak disayangkan untuk port bagian belakangnya dia menghadap ke bawah jadi jujur saja sulit dijangkau. Tapi di posisi ini portnya paling lengkap daripada kepanjangan kalian bisa lihat di footage kali ini. Dan untuk teman-teman yang mungkin ya pakai port belakang, usahakan menggunakan device yang jarang banget kalian ubah-ubah e posisinya. Contoh seperti mouse atau keyboard ini atau bahkan printer. Nah, kalau ngomongin keyboard-nya bisa dikatakan keyboard-nya ini cukup unik, Teman-teman. Dan keyboard-nya sini salah satu keyboard all-inone PC dengan range harga yang menengah. Ini salah satu yang paling enak walaupun ini membran bukan mechanical, tapi feel-nya mirip banget seperti mehanical. Dan kalau kalian dengarkan mungkin F clicky-nya masih ada, suaranya juga masih keluar dan feedback kalau kalian tekan itu benar-benar kayak mechanical. Jadi dia ttile seperti itu. Dan ini juga package pembelian kalau kalian beli all-in-one ini termasuk juga mouse-nya dan semuanya ini wireless. [Musik] Kesimpulannya, Pak untuk sebuah allin one PC di harga Rp8.599.000 Ibu menurut saya pribadi performance-nya benar-benar bisa diandalkan walaupun ini produk lokal ya teman-teman ya. Mungkin kalau di produk internasional dengan spesifikasi seperti ini kalian akan atau harus mengeluarkan uang lebih dari R10 juta. Nilai plusnya apa? Yang pasti layar lega 27 inch dengan akurasi warna yang cukup oke. Lalu dengan konektivitas yang bisa dikatakan cukup lengkap. Portnya juga cukup lengkap. Lalu untuk keyboard dan mouse yang enak banget. dan jarang banget ditemui di All-inone di harga sekitar R jutaan. Pertanyaannya begini, All- inone ini kalau nongkrong di resepsionis gitu ya, rata-rata memang marketnya ke arah sana, kira-kira good looking enggak? Kalian coba komen di kolom komentar. Oke, cukup sekian video kali ini. Kalau kalian ada kritikan atau sesuatu mengenai produk ini, kalian bisa ketik siapa tahu dilihat oleh RnD Advance. Saya Rico. See you on the next

Lihat di YouTube